Late Convo

Yong Soon menaruh kepalanya di meja sebuah restoran,matanya terpejam sesaat. Dia merasa hari ini begitu lelah dibanding hari-hari kemarin. Kenapa akhir-akhir ini pekerjaannya semakin banyak saja? Bahkan sudah dua minggu ini dia selalu pulang malam. Seorang pria tinggi yang duduk Dihadapannya mengerutkan keningnya,menatap aneh Yong Soon. Gadis ini yang memintanya bertemu tapi sejak tadi Yong Soon hanya meletakkan kepalanya di meja dan mendesah pelan.
“Yong Soon-ah kau baik-baik saja?”tanya pria yang memiliki suara tinggi ini.
Yong Soon menegakkan tubuhnya dan menatap sayu pria yang merupakan sahabat terdekat suaminya. Changmin.
“Aku sangat lelah oppa,”ujar Yong Soon sambil menopang wajahnya dengan sebelah tangannya.
“Kenapa kau tidak pulang saja dan istirahat?”tanya Changmin yang heran. Tiba-tiba saja ketika dia pulang bertugas sebuah pesan masuk ke ponselnya. Yong Soon memintanya bertemu,menagih janji es krim.
“Aku kesepian,”jawab Yong Soon sambil mengerucutkan bibirnya.
Changmin menyandarkan tubuhnya pada kursi dan bersidekap,”Kalau kau bilang pada Kyuhyun,dia pasti akan menyuruhmu untuk berhenti bekerja,”ujar Changmin.
“Iya dan aku akan semakin kesepian,”bantah Yong Soon.
Pelayan mulai menghidangkan makanan di meja dua orang ini. Yong Soon tampak sedikit bersemangat ketika makanan mulai tersaji Dihadapannya. Dia sengaja menghubungi Changmin untuk menemaninya makan hari ini. Sudah dua minggu ini Yong Soon selalu meminta orang-orang terdekatnya untuk menemaninya makan sehabis pulang bekerja. Dia merasa malas untuk makan sendirian di apartemennya dan lebih memilih untuk langsung tidur.
Changmin sudah mulai menyumpit japchae Dihadapannya ketika Yong Soon mengambil gelas bir Changmin.
“Ya ya ya Yong Soon,aku bisa dimarahi Kyuhyun kalau kau mabuk,”Changmin menahan gelasnya.
“Sekali saja oppa, aku benar-benar pusing dengan Pekerjaanku,hanya satu gelas hm? Aku tidak akan mabuk,”jawab Yong Soon sambil menarik gelas itu lagi.
Changmin akhirnya membiarkannya dan hanya bisa menatap Yong Soon yang kini tengah meminumnya. Kalau gadis ini sampai mabuk habislah dia oleh Kyuhyun. Gumam Changmin dalam pikirannya.
“Ayo makan,”ujar Yong Soon yang sudah menghabiskan bir setengah gelas itu.

**

Changmin menaruh satu cup es krim dihadapan Yong Soon lalu menarik kursi dan duduk dihadapannya. Setelah makan malam Yong Soon mengajak Changmin untuk menuntaskan hutannya yaitu mentraktir es krim untuk Yong Soon.
“Kau dan Kyuhyun sama saja, kalian makan sangat banyak.”ujar Changmin.
Yong Soon tertawa sambil menyendok es krimnya.”Memangnya oppa tidak Hah? Oppa,kau juga makan sama banyaknya,”
Kali ini Changmin yang tertawa. Bersama dengan Yong Soon membuatnya merasa memiliki adik perempuan.
“Yong Soon-ah, kenapa kau tiba-tiba mengajakku makan malam?”tanya Changmin yang mulai menghabiskan es krim cokelatnya.
“Tidak ada yang bisa kuajak makan lagi,”jawab Yong Soon sambil membersihkan mulutnya dengan tisu.
Changmin menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti.
“Iya sudah dua minggu ini aku selalu mengajak siapapun untuk makan malam bersamaku,kemarin aku mengajak Donghae oppa lalu kemarin lusa dengan Heechul oppa,tadinya aku ingin mengajak Leeteuk oppa tapi dia sibuk jadi aku menghubungimu,”terang Yong Soon.
Changmin mengangguk-anggukan kepalanya.
“Kau benar-benar kesepian rupanya,”ujar Changmin.
Yong Soon menganggukkan kepalanya sambil memasang wajah pura-pura sedih yang malah membuat Changmin tertawa. Keduanya malah tertawa bersama setelahnya. Ah,Yong Soon merasa lelahnya hilang hanya dengan berbicara dengan orang-orang yang sering dia temui dua minggu ini. Karena Kyuhyun tidak ada,dia tidak bisa bercerita bagaimana lelahnya dia setiap hari,hanya orang-orang inilah yang bisa menjadi tempatnya bercerita. Setidaknya itu dapat menghilangkan rasa lelahnya.

**

Yong Soon memasuki apartemennya yang sepi. Dia mendesah pelan dan berjalan malas ke kamarnya. Membersihkan dirinya dan setengah jam kemudian dia sudah duduk ditempat tidurnya dengan kacamata dan sebuah buku di tangannya. Gadis manis itu tampak larut dengan bacaannya sampai ponselnya berbunyi. Dengan cepat Yong Soon mengambil ponsel Disampingnya itu. Dia melirik sekilas Layarnya memastikan siapa yang meneleponnya sebelum menempelkan ponsel ditelinganya.
“Ada apa?”tanya Yong Soon tanpa basa-basi karena dia sudah tahu siapa yang meneleponnya.
Si pemilik suara bass ini berdehem pelan.
“Kau belum tidur?”tanyanya.
“Belum,ada apa?”tanya Yong Soon lagi.
“Tidak ada,”jawab suara pria yang tidak asing lagi bagi Yong Soon. Pria yang harus dia akui sangat dia cintai.Kyuhyun.
“Ya,Kyuhyun-ah ada apa?”tanya Yong Soon menuntut. Tidak biasanya Kyuhyun menghubunginya begitu larut. Bahkan dia berpikir Kyuhyun sudah tidur. Terakhir Kyuhyun mengabari sedang makan malam tepat saat Yong Soon baru keluar kantornya. Setelah itu Kyuhyun tidak menghubunginya lagi,dia pikir Kyuhyun pasti sudah istirahat.
“Maaf,”ucap Kyuhyun.
Yong Soon menautkan alisnya,tidak mengerti ucapan Kyuhyun.
“Untuk?”tanya Yong Soon. Mereka tidak sedang bertengkar kenapa Kyuhyun harus minta maaf.
“Maaf karena aku tidak bisa bersamamu saat ini,kau pasti tidak bisa tidur karena takut,”ujar Kyuhyun.
“Tidak kata siapa aku tidak bisa tidur, aku kan sudah bilang kalau kau tidak ada aku menghidupkan semua lampu jadi aku bisa tidur,”terang Yong Soon dengan bangganya.
“Jam berapa kau pulang kantor hari ini?”tanya Kyuhyun lagi.
Yong Soon semakin bingung dengan perkataan Kyuhyun.
“Bukankah aku sudah bilang, seminggu ini aku akan pulang jam 8 terus,”jawab Yong Soon.
“Maaf,”ujar Kyuhyun lagi.
“Kyuhyun-ah ada apa?”tanya Yong Soon yang semakin bingung.
“Tidurlah ini sudah malam,”lanjut Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Yong Soon.
“Besok akhir pekan aku bisa bangun siang,seharusnya kau yang harus tidur Kyuhyun-ah. Kegiatanmu kan sangat banyak. Maaf aku tidak bisa selalu bersamamu. Akhir-akhir ini aku semakin mengkhawatirkan mu, apakah kau makan dengan benar? Apakah kau makan banyak? Apakah kau bisa istirahat? Jaga kesehatanmu.”terang Yong Soon.
Kyuhyun terdiam sesaat.
“Iya aku makan dengan benar,aku juga makan banyak, aku bisa istirahat dengan baik dan aku akan menjaga kesehatanku. Harusnya aku yang minta maaf untuk tidak bisa selalu bersamamu, maaf sudah membuatmu kesepian,maaf aku tidak bisa menemanimu makan malam,maaf aku tidak bisa mendengar ceritamu setiap harinya. Maafkan aku Yong Soon-ah, meski aku tidak bisa selalu bersamamu, aku sangat menyayangimu,”ujar Kyuhyun.
Yong Soon malah terkekeh pelan.”Apa yang terjadi pada Kyuhyun-ku? Sampai jadi seperti ini.”
Kyuhyun hanya menggumam pelan.
“Tadi aku bertemu Changmin oppa,dia bertanya kapan dia bisa mengajakmu minum,aku bilang Kyuhyun-Ku tidak akan Kubiarkan minum dengan oppa,”
Kyuhyun tertawa pelan,”Aku baru menghubunginya tadi,”
“Hmm begitu.. ah Kyuhyun-ah bagaimana kalau kita makan es krim setelah kau recording Radio Star sebelum kau pergi lagi,”ucap Yong Soon.
“Dengan senang hati, Yong Soon-ah,kau akan ke Bangkok? Jangan mengagetkanku dengan datang tiba-tiba seperti di Taiwan,”tanya Kyuhyun.
“Percaya diri sekali kalau aku akan datang,”bantah Yong Soon.
“Kau bahkan tidak bilang pada eomma kau mau ke Taiwan dan eomma malah bertanya padaku,”ucap Kyuhyun.
“Aku sudah minta maaf pada eomonim karena aku tidak sempat menemuinya di Taiwan, kau tahu awalnya aku tidak berniat mengikutimu ke Taiwan jadi ini benar-benar tidak terencana,”terang Yong Soon.
“Baiklah,datanglah ke Bangkok kalau begitu,”
Yong Soon menggumam pelan.”Aku tidak memiliki tiket konsermu,aku juga belum membeli tiket pesawat uang tabunganku habis untuk pergi ke Taiwan kemarin,”
“Cho Yong Soon!”
Yong Soon tertawa.”Baik-baik aku akan ke bangkok, sudah sana tidurlah.”
“Kau sedang apa?”tanya Kyuhyun.
“Ck, aku sedang membaca dan kau mengangguku. Tidurlah Cho Kyuhyun,”perintah Yong Soon.
“Baiklah,jangan tidur terlalu malam,aku akan menghubungimu lagi besok pagi,”
Yong Soon malah menganggukkan kepalanya.”Saranghae,”ucap Yong Soon pelan. Entah dari mana Yong Soon berkeinginan mengucapkan kata-kata yang jarang sekali dia katakan pada Kyuhyun. Entahlah hari ini rasanya dia tidak merasa lelah sama sekali apalagi setelah berbicara dengan Kyuhyun. Sepertinya pria ini sangat berpengaruh pada hidupnya.
“Aigoo Yong Soon-ah kau membuatku ingin ke Seoul sekarang juga dan menciummu,”ujar Kyuhyun senang.
“Isshh kau tidak membalas ucapanku Hah?”
Kyuhyun terkekeh pelan ah dia menjadi sangat merindukan gadis ini.”Nado saranghae, aku sangat mencintaimu,sangat!”

Surprise

Yong Soon memberhentikan mobilnya di depan sebuah cafe yang sudah tidak asing baginya. Cafe itu tampak sudah sangat sepi karena memang sebentar lagi akan tutup, Yong Soon memang sengaja datang saat sudah sepi karena dia akan menemui seseorang di dalam. Gadis itu merapatkan coatnya ketika turun dari mobil dengan tas kecil yang menyampir di bahunya. Ini sudah akhir Februari tapi udara masih dingin.
Yong Soon masuk lewat pintu belakang, seorang pelayan wanita yang sedang membereskan meja langsung menyapanya.
“Annyeonghaseyo Yong Soon-ssi,”
Yong Soon tersenyum sebagai balasan. Pelayan wanita ini sudah mengenal wajah Yong Soon yang kerap datang kemari menemui pemilik cafe ini.
“Oppa,”panggil Yong Soon pada seseorang yang baru saja keluar dari ruangan dibelakang meja kasir. Pria pemilik cafe ini. Lee Donghwa.
“Dia ada di dalam,”ujar Donghwa seakan tahu apa yang akan Yong Soon tanyakan.Gadis itu tersenyum dan beranjak masuk ke dalam. Hari ini dia akan bertemu Donghae.

**

“Ini,”seorang pria yang memiliki tatapan mata teduh ini. Donghae. Dia memberikan segelas cokelat hangat kepada gadis Dihadapannya lalu menarik kursi dan duduk.
“Terima kasih oppa,”ujar gadis bermata cokelat yang tidak lain adalah Yong Soon.
“Ada apa kau datang malam-malam seperti ini?”tanya Donghae sambil meyesap kopi digelasnya.
“Tadi aku lembur lalu menemani sunbaeku melihat gaun pengantinnya,lalu makan malam dan berakhir disini,”bukannya menjawab tujuannya kesini,Yong Soon malah menceritakan apa yang dia lakukan sebelum sampai di cafe ini.
“Kau kesepian?”tanya Donghae lagi.
Yong Soon bersidekap,”Tentu saja,kalian membuat suamiku harus bekerja keras dan meninggalkanku terus,”
Donghae tertawa pelan.”Memangnya Kyuhyun sedang kemana lagi sekarang?”
“Taiwan,”jawab Yong Soon cepat sebelum meminum cokelat hangat digelasnya.
Tiba-tiba ponsel Yong Soon di meja bergetar,gadis itu menatap Layarnya dan berdecak pelan melihat siapa nama yang tertera disana. Dengan sekali gerakan dia mengambil ponselnya dan menjawab panggilan video itu namun dia mengarahkan Layarnya pada Donghae. Pria itu tampak kaget.
“Ya Yong Soon-ah kenapa kau….Hyung!?,”ujar suara diseberang telepon kaget.
“Hai Kyuhyun-ah,”sapa Donghae sambil melambaikan tangannya dan tersenyum manis.
“Hyung,kenapa kau…”
Belum sempat Kyuhyun berbicara Yong Soon sudah memindahkan ponsel kehadapannya.
“Aku sedang ditempat Donghae oppa,”ujar Yong Soon.
“Kau tahu ini sudah jam berapa?”tanya Kyuhyun dengan wajah tidak suka. Kyuhyun masih saja selalu sensitif jika Yong Soon dekat dengan Donghae.
“Aku kan sudah bilang,hari ini aku lembur, lalu mengantar sunbaeku melihat gaun pengantinnya dan makan malam bersamanya. Tentu saja aku baru sampai di tempat Donghae oppa jam segini.”terang Yong Soon.
“Pulang,”ujar Kyuhyun singkat.
Donghae malah terkekeh pelan melihat kelakukan pasangan ini yang selalu punya cara yang berbeda dalam menunjukkan rasa sayang mereka.
“Iya aku akan segera pulang kapten,”
“Pulang sekarang juga,”
Yong Soon memutar bola matanya dan mendesah pelan. Kyuhyun si posesif.
“Kau sudah makan?”tanya Yong Soon mengalihkan.
“Eoh,”jawab Kyuhyun singkat. Dia kesal,dia ingin istrinya ini segera meninggalkan tempat Donghae. Salahkan dirinya yang begitu posesif,dia tidak suka Yong Soon dekat-dekat dengan Donghae.
“Istirahatlah dan semangat untuk konsernya besok, jal ja.”Yong Soon melambaikan tangannya dan memutus sambungan panggilan video itu sebelum Kyuhyun berbicara lagi.
“Oppa,adikmu itu ya benar-benar. Kapan dia bisa berubah? Dia sudah 30 tahun tsk,”keluh Yong Soon.
Donghae berdiri dari duduknya dan mengambil gelas Yong Soon.
“Kau sendiri kan yang memilihnya,coba kau lebih memilihku,”ujar Donghae.
“Tidak akan pernah,”bantah Yong Soon.
“Kau jahat,”ujar Donghae seraya menunjukkan wajah sedihnya.”Ah kau mau tambah cokelat panasnya? Atau caramel macchiato kesukaanmu?”tawar Pria tampan itu.
Yong Soon menggeleng,”Aku pulang saja, lagipula besok aku harus bangun pagi.”tolaknya.
“Di akhir pekan?”Donghae menaikkan sebelah alisnya.
Lagi-lagi Yong Soon mengangguk.”Eoh,aku harus menyusul adik Kesayanganmu itu ke Taiwan, kau tahu tabunganku habis hanya untuk menyusulnya dan aku akan terus menyalahkan kalian,”
Donghae tertawa kencang,lucu dengan ekspresi Yong Soon.”Aigoo,gadis kecilku ini sudah sangat berubah dari sejak terakhir bertemu,kau benar-benar menurut pada Kyuhyun sekarang.”

**

Yong Soon menunggu taksi yang akan mengantarkannya dari Taiwan Touyuan International Airport ke hotel yang sudah dia pesan sebelum ke tempat konser Kyuhyun. Dia harus meletakkan barang-barangnya dulu dan bertemu seseorang di depan venue konser Kyuhyun karena tiketnya ada pada orang itu.
Pesan Kyuhyun yang terus masuk ke ponselnya dia abaikan begitu saja. Dia tahu pria itu pasti sudah sangat kesal. Kali ini dia benar-benar akan memberikan kejutan pada pria yang dicintainya itu.
Empat puluh Lima menit kemudian Yong Soon sudah sampai di hotel, dia meletakkan tas ranselnya lalu keluar hotel. Dia mengirimi pesan kepada seseorang yang sudah menunggunya di depan venue konser bahwa dia akan segera sampai.
“Yeon Ju-ya..”Yong Soon menepuk bahu seseorang dengan coat cokelat dari belakang.
Seorang gadis berambut merah sebahu langsung berbalik dan membulatkan matanya melihat Yong Soon Dihadapannya.
“Aigoo Yong Soon-ah,sudah lama sekali tidak bertemu dengannya,”gadis yang lebih tinggi dari Yong Soon itu langsung memeluknya dengan erat.
“Ya..ya..Yeon Ju-ya lepaskan aku,”ujar Yong Soon.
“Apa kabar hm?”tanya Gadis bernama Yeon Ju ini setelah melepaskan pelukannya.
“Kau bisa lihatkan aku sangat baik,”jawab Yong Soon sambil tersenyum.
“Kau bahkan baru menghubungiku karena ingin menonton konser Kyuhyun,”
Yong Soon tersenyum bersalah,”Maaf maaf begitu aku mendengar dia akan konser di Taiwan,namamulah yang aku ingat untuk membantuku mencarikan tiket,”
Kali ini Yong Soon tidak meminta bantuan manajer Kyuhyun karena dia merasa tidak enak setelah merepotkan pria itu di Jepang. Yeon Ju adalah temannya ketika kuliah dan sekarang gadis ini menetap di Taiwan. Begitu dia memutuskan untuk menyusul Kyuhyun ke Taiwan dia langsung menghubungi Yeon Ju untuk mencarikannya tiket.
“Kau benar-benar menyukai Kyuhyun sampai kau mau ke Taiwan hanya untuk menonton konsernya, apakah Han Sae Ra yang meracunimu,bukankah dia yang sangat menggilai Kyuhyun?”
Yong Soon tertawa pelan,”Ya mungkin,”
“Kau masih bertemu dengan gadis cerewet itu?”tanya Yeon Ju.
“Eoh,minggu lalu aku baru bertemu dia.”jawab Yong Soon.
“Kenapa kau tidak menginap di apartemenku saja?”tanya Yeon Ju lagi.
“Aku tidak ingin merepotkanmu,”
“Kau pikir membelikanmu tiket konser tidak merepotkanku Hah?”
Yong Soon hanya nyegir lalu menggamit lengan Yeon Ju.”Aku akan mentraktirmu makan setelah ini,”
Yeon Ju hanya berdecak pelan melihat kelakuan temannya ini.

**

Yong Soon berbisik pada Yeon Ju yang duduk Disampingnya mengatakan kalau dia ingin ke toilet. Yeon Ju mengangguk pelan. Kini keduanya sedang menonton konser Kyuhyun.
Yong Soon bukan ke toilet melainkan keluar. Jarinya mengetikkan sederet kalimat di layar ponselnya sebelum dia kirimkan ke seseorang. Tidak lama seorang pria menghampirinya dan mengajaknya masuk ke dalam lagi.

**

Kyuhyun baru saja berganti baju, dia melirik ponselnya yang belum ada tanda-tanda pesan baru dari seseorang yang ditunggunya. Apakah gadis itu belum bangun?pikir Kyuhyun. Sejak pagi dia sudah berusaha menelepon dan mengirimi pesan pada ponsel istrinya itu tapi tidak ada jawaban bahkan ponselnya tidak aktif sekarang. Kyuhyun khawatir. Dia kembali mengambil ponselnya dan duduk lalu mengetikkan sederet pesan pada istrinya. Tiba-tiba seseorang menyodorkan sebotol air padanya.
“Eoh hyung terima..,”Kyuhyun menolehkan kepalanya. Wajahnya menunjukkan keterkejutan begitu melihat siapa yang memberikannya minum.
Seorang gadis yang sejak pagi berusaha dia hubungi, seorang gadis yang dia khawatirkan dan membuatnya tidak fokus. Yong Soon. Kini gadis itu berdiri Dihadapannya memasang senyum termanisnya.
“Kyuhyun-ah,ayo,”panggil manajer Kyuhyun. Pria itu tampak berdiri mematung dihadapan Yong Soon karena tidak percaya kalau gadis itulah yang ada Dihadapannya sekarang. Dia tidak percaya Yong Soon akan menyusulnya tanpa pemberitahuan seperti ini.
“Semangat,”Yong Soon menepuk bahu Kyuhyun lalu mendorong tubuh pria yang masih kaget itu untuk berjalan.

**

“Aku tidak bisa, aku akan makan malam bersama temanku,”jawab Yong Soon ditelepon.
Gadis itu sudah berada di lapangan parkir begitu konser selesai. Kyuhyun menghubunginya untuk mengajaknya makan malam.
“Siapa?”tanya Kyuhyun.
“Teman,”
“Siapa?”tanya Kyuhyun lagi menuntut. Dia belum mendapat penjelasan bagaimana Yong Soon bisa ada di Taiwan dan kini gadis itu malah pergi makan malam dengan temannya.
“Choi Yeon Ju,kau tahu kan?”jawab Yong Soon malas.
Kyuhyun diam cukup lama.
“Baiklah,aku akan Menemuimu dulu sebelum pulang,tunggu aku di lapangan parkir,”
“Ya! Kau gila, jangan kesini,”cegah Yong Soon.
Namun sambungan telepon sudah dimatikan. Yong Soon mendesah pelan.
“Yong Soon-ah ayo pulang,”ujar Yeon Ju yang sudah menghampirinya.
Gadis itu mengangguk dia melirik ke belakang takut-takut menunggu seseorang yang akan datang.
“Kau menunggu seseorang?”tanya Yeon Ju.
“Ah tidak..tidak…ayo,”ujar Yong Soon dan menggamit lengan Yeon Ju. Baru beberapa langkah berjalan seseorang memanggilnya.
“Yong Soon-ah,”panggil suara yang sudah sangat Yong Soon kenal itu.
Yeon Ju melihat seseorang dengan topi dan masker menutupi wajahnya. Dia melirik Yong Soon.
“Tunggu sebentar Yeon Ju-ya,”Yong Soon berbalik dan berjalan mendekati pria yang juga berjalan mendekatinya.
Yong Soon menahan tangan pria itu.”Kenapa kau kemari? Akan aku beritahu alamat hotelku,”ujar Yong Soon lirih.
Kyuhyun memiringkan kepalanya menatap Yeon Ju.
“Dia temanmu?”tanya Kyuhyun.
“Eoh,sudah sana.”usir Yong Soon.
Yeon Ju yang merasa aneh melihat Yong Soon dihampiri seorang pria yang wajahnya tidak terlihat itu malah mendekati Yong Soon. Dia takut Yong Soon kenapa-kenapa.
“Yong Soon-ah,kau baik-baik saja?”tanya Yeon Ju tepat dibelakang Yong Soon.
Gadis itu langsung berbalik dan memasang wajah kaget.
“Ah Yeon Ju-ssi? Aku Cho Kyuhyun, kau tahu aku yang kau tonton tadi dan aku suami Yong Soon,”Tanpa diduga Kyuhyun menurunkan maskernya dan memperkenalkan dirinya pada Yeon Ju.
Yong Soon mendelik sebal pada Kyuhyun. Matilah dia harus menjelaskan panjang lebar pada Yeon Ju tentang Kyuhyun. Kenapa pria ini senang sekali pamer kalau dia adalah suaminya?pikir Yong Soon.

**

“Ya! Yong Soon-ah hentikan…aw…aw…sakit Yong Soon-ah!”
Kamar hotel ini dipenuhi suara kesakitan Kyuhyun yang kini sedang dicubiti oleh Yong Soon. Gadis ini sedang melampiaskan kekesalannya akibat ulah suaminya ini. Yeon Ju menginterogasinya sampai dua jam karena pengakuan Kyuhyun.
“Rasakan ini Cho Kyuhyun! Kau benar-benar menyebalkan!”ucap Yong Soon sambil mencubit perut Kyuhyun,sasaran kekesalannya sejak tadi.
Kyuhyun yang berbaring di tempat tidur hanya bisa pasrah begitu sampai di hotel tempat Yong Soon menginap,bukan ciuman dari gadis itu yang menyambutnya melainkan cubitannya.
“Sekali lagi kau melakukan seperti tadi, akan kuhabisi kau Cho Kyuhyun!”ujar Yong Soon yang duduk di paha Kyuhyun.
Kyuhyun menarik kausnya memperlihatkan perutnya.”Ya kau tahu bekasnya tidak akan hilang sampai seminggu,”
Yong Soon mendudukkan tubuhnya ditempat tidur.”Itu karena salahmu,”
“Salah? Apa yang salah? Aku kan memang suamimu,”bantah Kyuhyun.
Yong Soon tidak tahu harus berkata apalagi terhadap kelakuan Kyuhyun.
“Hanya cubitan? Tidak ada ciuman untukku hm?”tanya Kyuhyun sambil memejamkan matanya dan memajukan bibirnya dihadapan Yong Soon.
“Pulanglah,aku ingin tidur,”Yong Soon langsung berbaring memunggungi Kyuhyun.
“Aku kesini hanya untuk menerima cubitan?”
“Memangnya apalagi?”
Kyuhyun berdecak pelan lalu ikut berbaring dan memeluk Yong Soon dari belakang.
“Aku akan tidur disini malam ini,”ujar Kyuhyun.
“Tidak,pulang,”
“Tidak,”
“Pulang Kyuhyun,”
“Tidak,”
“Kyuhyun,”
“Tidak,”
“Cho Kyuhyun!”
“Tidak,”
“Ya Tuhan Cho Kyuhyun,”Yong Soon berbalik menghadap Kyuhyun lalu dengan cepat mengecup bibir Kyuhyun yang memejamkan matanya.
“Pulanglah,”
Kyuhyun membuka matanya dan tersenyum. Akhirnya dia mendapatkan apa yang dia mau.
“Sekali lagi ne?”pinta Kyuhyun.
Belum sempat Yong Soon menjawab Kyuhyun sudah menarik kepala Yong Soon dan menyentuhkan kedua bibir mereka.

Kyuhyun sedang berdiri di depan konter sebuah toko es krim,dia menengadah melihat papan menu diatasnya sambil bergumam pelan,berpikir untuk memesan apa. Tidak lama dia pun menyebutkan pesanannya pada kasir. Di sebelahnya seorang pria tinggi pun ikut menyebutkan pesanannya kemudian. Kali ini Kyuhyun yang bayar,dia menyerahkan kartu kreditnya pada kasir dan setelahnya mereka berdiri menunggu pesanan datang.

“Kyuhyun-ah,bagaimana kabar Yong Soon?”tanya pria kurus dan tinggi yang merupakan sahabat terdekat Kyuhyun. Pria yang kini tengah menjalani wajib militernya sebagai anggota polisi. Choi Kang Changmin.

Kyuhyun menoleh pada Changmin Disampingnya,”Baik”jawab Kyuhyun singkat.

“Sudah lama aku tidak bertemu dengannya,”ujar Changmin sambil melipat kedua tangannya,matanya menerawang,”Sudah hampir setahun kurasa,”lanjut Changmin.

Kyuhyun mengambil pesanan mereka yang sudah datang lalu berjalan mencari tempat duduk yang kosong. Toko es krim ini tidak terlalu ramai saat ini,memudahkan mereka untuk duduk dengan nyaman tanpa ada orang yg mengerumuni mereka.

“Dia sibuk,sangat,”ucap Kyuhyun menanggapi perkataan Changmin tadi seraya duduk.

Changmin terkekeh,”Bukankah kau lebih sibuk,”

“Iya tapi dia lebih sibuk,lihat saja di saat aku sedang libur dia malah sibuk bekerja,dia meninggalkan aku sendirian di apartemen,”

“Dia masih bekerja?”tanya Changmin.

“Eoh,aku sudah menyerah membujuknya berhenti bekerja,”keluh Kyuhyun.”Kurasa sebentar lagi dia akan membeli SM,”

Changmin langsung tertawa begitu mendengar perkataan Kyuhyun. Ah dia selalu senang melihat pasangan ini. Changmin mengenal Yong Soon lebih dulu karena dia adalah sepupu Minho,keduanya bisa dibilang tidak dekat dulu hanya sekedar mengenal sampai akhirnya Kyuhyun yang berstatus sebagai sahabat baiknya ini menjalin hubungan dengan Yong Soon,mereka akhirnya dekat. Changmin menganggap Yong Soon seperti adiknya sendiri. Terkadang mereka sering bertemu tanpa Kyuhyun hanya untuk membeli es krim. Keduanya menyukai es krim dan Changmin sering mengajak Yong Soon bertemu untuk menemaninya makan es krim.

“Bagaimana kalo kau mengajaknya makan siang bersama kita hm?”tanya Changmin.

“Sudah kubilang dia sibuk,”tolak Kyuhyun.
“Oh ayolah,kau bilang aku akan mentraktirnya es krim,”
Kyuhyun mengeluarkan ponselnya dari saku coatnya dan menghubungi Yong Soon sesuai permintaan pria Dihadapannya ini.

**

Yong Soon tengah sibuk dengan kertas-kertas di mejanya. Sudah seminggu ini dia merasa pekerjaannya begitu banyak.Sesekali dia melirik ke layar komputer dan menuliskan sesuatu di kertas Dihadapannya. Ponselnya bergetar dibawah tumpukan kertas Disampingnya, dengan sebelah tangan masih mengetik di keyboard ,dia mengambil ponselnya.
“Ya,”ujar Yong Soon langsung,dia sudah tahu siapa yang biasa mengganggunya di tengah hari seperti ini jika orang itu sedang libur.
“Kau sudah makan siang?”tanya pemilik suara bass diseberang telepon.
Yong Soon mengerutkan alisnya,melepaskan tangannya dari keyboard dan menatap jam di komputernya. Apakah ini sudah waktunya makan siang dan saking sibuknya dia melewatkan jam makan siang? Tidak, ini masih jam 11.
“Ini masih jam 11, ada apa?”tanya Yong Soon yang merasa aneh dengan pertanyaan suaminya itu.
“Aku ingin mengajakmu makan siang denganku,”ujar Kyuhyun.
“Aku sibuk Cho,”jawab Yong Soon cepat.
Penting sekali pria ini menghubunginya di saat jam sibuknya hanya untuk mengajaknya makan siang. Yong Soon sudah sejak lama tidak mau lagi diajak makan siang oleh Kyuhyun karena pria itu terkadang mengajaknya makan siang di lokasi yang jauh dari kantornya dan akan memperlambat waktu istirahatnya.
Terdengar Kyuhyun mendesah pelan,dia seperti malas melanjutkan kata-katanya. Dia sudah menduga Yong Soon tidak akan mau diajaknya makan siang namun pria yang masih Dihadapannya ini bersikeras. Sekarang pria itu malah berbicara agar menyebutkan namanya,bilang pada Yong Soon kalau dia akan membelikan gadis itu es krim.
“Ada Changmin,dia akan mentraktirmu es krim,”lanjut Kyuhyun dengan malas.
“Changmin oppa? Call,aku akan kesana beritahu aku alamatnya,”
Kyuhyun mendesah pelan,lagi. Kalau nama Changmin diikutkan pasti dia akan langsung menerima ajakannya belum ditambah dengan ditraktir es krim.
“Changmin oppa sedang libur? Apakah dia memakai seragam polisi?”tanya Yong Soon yang sudah merubah Eskpresinya menjadi semangat. Dia senang sekali ketika mendengar nama Changmin disebut. Salah satu pria favoritnya. Lagipula dia sudah lama sekali tidak bertemu dengan pria itu.
“Ya Cho Yong Soon kau masih berbicara dengan suamimu,”
“Ya ya ya aku tahu,kau sensitif sekali,baiklah aku akan datang,”

**
Kyuhyun meletakkan ponselnya setelah memberitahu alamat tempat mereka akan makan siang.
“Bagaimana?”tanya Changmin sambil menghabiskan es krim Dihadapannya.
“Sekalipun dia sedang di Busan saat ini,dia akan langsung kesini begitu aku menyebut namamu,ck,”kesal Kyuhyun.
Changmin tertawa kencang,”Aigoo,kau cemburu Kyuhyun-ah?”
“Tidak, aku hanya tidak habis pikir kenapa dia begitu memujamu,”bantah Kyuhyun yang menyandarkan tubuhnya ke kursi dan melipat kedua tangannya.
“Kurasa aku lebih tampan darimu,”
Kyuhyun hanya berdecak pelan sebagai jawaban.

**
Yong Soon berjalan dengan cepat untuk segera keluar dari gedung kantornya sampai dia melihat Joo Hyun yang hendak berjalan masuk ke dalam gedung.
“Oppa,aku makan siang diluar ya,”ujarnya pada Joo Hyun yang hanya menatap Yong Soon heran. Gadis itu sudah menghilang dari pandangan Joo Hyun begitu pria itu berbalik.
Yong Soon langsung memberhentikan taksi begitu sampai dipinggir jalan. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Changmin,apalagi jika pria itu mengenakan seragam polisinya rasanya Yong Soon akan menjadi sangat bahagia saat itu juga. Gadis itu begitu terobsesi melihat pria-pria favoritnya mengenakan seragam polisi dari mulai Donghae. Gadis manis itu keluar dari taksi didepan sebuah restoran kecil tempat favorit Kyuhyun dan Changmin. Gadis manis yang berponi dan menggelung rambutnya itu menyunggingkan senyum begitu masuk ke dalam restoran. Mata cokelat beningnya ditutupi kacamata bulat yang bertengger manis di hidungnya. Dia mengedarkan pandangannya mencari sosok tinggi milik Changmin. Sampai dia menemukannya,lambaian tangan pun dia berikan pada pria itu.
“Oppa,”ucapnya senang begitu sampai dihadapkan dua pria ini.
Changmin tampak senang sementara pria yang duduk Dihadapannya hanya melirik malas Yong Soon.
Yong Soon langsung mendudukkan tubuhnya disamping Kyuhyun yang duduk berhadapan dengan Changmin.
“Oppa kau sedang libur? Donghae oppa juga libur?”tanyanya berurutan.”Oppa kenapa kau tidak memakai seragam polisi?”
Kyuhyun berdecak sebal Disampingnya. Rasanya dia ingin pulang saja saat ini.
“Yong Soon-ah kau kan takut polisi,”ujar Kyuhyun.
“Tidak,itu waktu aku masih kecil,”Yong Soon melirik Kyuhyun sekilas lalu kembali pada Changmin dan tersenyum manis.
“Oppa bagaimana kabarmu?”tanya Yong Soon pada Changmin.
“Baik,sangat baik. Bagaimana kabarmu Yong Soon-ah?”Changmin bertanya balik.
“Aku selalu baik,”jawab Yong Soon sambil tersenyum senang membuat Kyuhyun di sebelahnya kembali berdecak sebal.
Yong Soon melirik Kyuhyun yang memasang wajah masam sejak tadi.
“Oppa bisakah kau bilang pada pria di sampingku ini untuk tidak memasang wajah seperti itu terus,dia tampak seperti ahjussi tua,”ucap Yong Soon pada Changmin.
“Apa maksudmu?”tanya Kyuhyun tidak terima.
Yong Soon menoleh pada Kyuhyun.”Ahjussi saranghaeyo,”ujarnya lengkap dengan senyum termanis dan tanda hati menggunakan jarinya.
Tawa Changmin langsung meledak setelahnya. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan pasangan ini,selalu ada saja yg membuatnya tertawa melihat tingkah kedua orang ini. Meski mereka sudah sama-sama dewasa tapi tingkah mereka masih seperti anak kecil.

**

Yong Soon terlihat begitu antusias mendengar cerita Changmin tentang kegiatan dia sehari-hari meski dia sudah mendengarnya dari Donghae tapi cerita Changmin memberikan rasa yang berbeda. Tentu saja cerita Changmin lebih lucu di banding Donghae.

Terkadang di sela makan mereka, Yong Soon akan tertawa setelah Changmin menceritakan kegiatannya menjadi seorang polisi yang terkadang menemui hal lucu. Kyuhyun yang duduk dipojok kini merasa diabaikan. Changmin dan Yong Soon seperti memiliki dunia mereka sendiri saat ini. Beberapa kali Kyuhyun berdeham namun tidak digubris oleh keduanya.
“Ya ya ya kalian mau makan atau bercerita Hah?”kesal Kyuhyun.
“Kau benar Yong Soon-ah, dia sudah seperti ahjussi tua,”ujar Changmin dan sukses mendapat tatapan sebal Kyuhyun.
Yong Soon menoleh pada Kyuhyun dan memberikan daging di atas nasinya.
“Ahjussi makan yang banyak Eoh? Aku tidak mau kau sakit lagi seperti kemarin,kau tahu jadwalnya sangat padat kan,”
Changmin menautkan kedua alisnya,”Kalian membuatku iri,”
“Walaupun dia memujamu aku tetap suaminya,”ucap Kyuhyun.
Yong Soon mengambil ponselnya di meja dan melihat angka di Layarnya.
“Aku harus kembali oppa,”ujar Yong Soon.
“Kau sudah harus kembali?”tanya Changmin.
“Maaf,aku harus kerja kembali,”
“Sudah kubilang tidak usah bekerja lagi,”komentar Kyuhyun yang sukses membuatnya mendapat cubitan dipinggang.”Ya!”
“Baiklah,padahal aku belum mentraktirmu es krim,”ujar Changmin.
Yong Soon berdiri dari duduknya dan menyampirkan tasnya di bahu.”Berarti oppa masih berhutang padaku,”
“Kita harus bertemu lagi untuk membayar hutangku kalau begitu,”lanjut Changmin.
“Call,”balas Yong Soon sambil tersenyum.”Aku pergi babi gendut,”lanjut Yong Soon sambil mencubit pipi Kyuhyun yang membuat Kyuhyun meringis mengusap pipinya.
“Aku pergi oppa,”
Dan setelahnya gadis manis itu sudah menghilang dari pandangan kedua pria ini. Kyuhyun kembali menyantap makan siangnya.
“Kyuhyun-ah, aku tidak menyangka gadis itu yang bisa membuatmu menangis seperti anak kecil padaku,”
“Kapan?”tanya Kyuhyun menghentikan makannya dan menatap Changmin.
“Eii masa kau lupa ketika dia ingin berpisah darimu, harusnya aku ceritakan padanya kalau suaminya ini…”
“Ya Choi Kang Changmin sampai kau berani mengatakan itu pada Yong Soon,akan kubunuh kau,”potong Kyuhyun sebelum Changmin menceritakan detil kejadian memalukan itu.
“Didepannya kau bisa berpura-pura baik-baik saja padahal setiap malam kau bercerita padaku sambil menangis,kau benar-benar menyukai gadis itu rupanya,”
“Ya!Changmin!”

Birthday Boy

“Kyuhyun-ah,tutup matamu,”perintah Yong Soon yang tengah membuka kotak berisi cake untuk Kyuhyun yang dibelinya tadi. Dengan gerakan yang cepat dia menempatkan lilin-lilin diatas ya dan juga menyalakan lilin itu.

“Aku sudah tahu kau akan memberikan aku kue kenapa aku harus tutup mata.”sanggah Kyuhyun yang duduk diatas tempat tidur di kamar hotel ini. Sementara Yong Soon berada di wastafel menyiapkan cake untuk Kyuhyun.

“Pokoknya kau harus tutup mata,aku tidak akan keluar sebelum kau tutup mata,”

“Isshh baik baik,”ujarnya cepat agar gadis itu segera keluar dengan cake-nya. Tidak peduli dengan tiup lilin dia hanya ingin cake-nya.

Kyuhyun memejamkan katanya,sayup-sayup dia mendengar langkah kaki Yong Soon mendekat dan gadis itu mulai bernyanyi.

“Saengil chukka hamnida…saengil chukka hamnida…saranghaneun uri Kyuhyunie…saengil chukka hamnida…selamat ulang tahun BabiKyu..buka matamu..”

Kyuhyun membuka katanya dan tersenyum senang melihat sebuah cake dihadapannya. Walaupun sederhana tapi rasanya menyenangkan. Untuk ulang tahunnya kali ini,Yong Soon bahkan rela mengikutinya ke Jepang hanya untuk merayakan ulang tahun bersama. Ralat bukan cake yang Kyuhyun butuhkan tapi Yong Soon. Selama ada gadis itu ulang tahunnya tanpa cake atau pesta sudah cukup.

“Buatlah permohonan dan tiup lilinnya,”perintah Yong Soon.

“Aku ingin selalu bersama Cho Yong Soon selamanya,”ucap Kyuhyun sebelum meniup semua lilin diatas cake itu.

“Ya,kenapa kau mengucapkan permohonannya harusnya didalam hati tidak boleh ada yang tahu.”Ujar Yong Soon sambil mencolek krim di cake tersebut.”Hmm..enak,”lanjutnya.

“Benarkah?”Kyuhyun yang mendengar kata enak langsung penasaran dan ikut mencolek krimnya.

“Ah,sepertinya aku juga membeli pisau kue dimana ya?”Yong Soon memberikan cake itu pada Kyuhyun dan berbalik mencari pisau untuk memotong kue yang dia rasa dibelinya tadi tapi dia lupa menaruhnya dimana. Dia mencarinya di dekat tasnya begitu mendapatkannya dia kembali mendekati Kyuhyun. Namun ternyata pria itu malah menaruh cake nya diatas meja dan menarik tubuh Yong Soon dan memeluk pinggangnya dengan erat.

“Terima kasih,”ujar Kyuhyun seraya membenamkan wajahnya di perut Yong Soon,menyesap aroma tubuh Yong Soon yang sangat disukainya. Seperti campuran vanila dan cokelat. Manis. Wangi parfum kesukaan Yong Soon yang lama kelamaan sudah menjadi aroma tubuhnya.

Yong Soon mengusap rambut kecoklatan Kyuhyun perlahan.

“Terima kasih untuk selalu bersamaku sampai saat ini,”lanjut Kyuhyun.

“Terima kasih untuk masih bersamaku sampai saat ini,”balas Yong Soon.

Kyuhyun menengadahkan kepalanya menatap Yong Soon yang kini juga sedang menatapnya. Tangan Yong Soon diletakkan di pipi Kyuhyun mengelusnya perlahan. Ini ulang tahun Kyuhyun tapi rasanya dia juga ikut senang. Dia masih bisa merayakannya bersama pria yang sangat dicintainya.

“Aku mencintaimu,”lirih Yong Soon.

“Aku juga mencintaimu,”jawab Kyuhyun.

Yong Soon mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun dan mempertemukan kedua bibir itu. Tangan Kyuhyun di pinggang Yong Soon,menarik gadis itu untuk duduk dipangkuannya. Yong Soon mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun sebelum menyesap bibir tebal Kyuhyun. Keduanya berpagutan menyalurkan rasa cinta mereka sebelum akhirnya Yong Soon melepaskan diri untuk mengambil nafas. Gadis manis itu menatap bola mata kelam Kyuhyun sambil tangannya merapihkan rambut di dahi Kyuhyun.

“Aku belum membelikan hadiah untukmu,aku bingung memberikan apa lagi. Apa yang kau inginkan?”tanya Yong Soon.

“Kau,”Kyuhyun menjawab cepat dan mantap.

Yong Soon menoyor dahi Kyuhyun San berdecak sebal. Bisa-bisanya dia bercanda.

“Berhenti berpikiran mesum Cho,”ujar Yong Soon.

Kyuhyun memasang wajah polos,”Bagian mana yang disebut berpikiran mesum Hah? Eiii jangan-janga kau merindukanku hm?”Pria itu menaikkan kedua alisnya dan sukses membuat sebuah cubitan mendarat diperutnya.

“Ya Cho Yong Soon,”

Yong Soon bangkit dari pangkuan Kyuhyun dan menjulurkan lidahnya.

“Kau lihat ini bekas cubitanmu dua hari yang lalu saja belum hilang,kau malah menambahnya lagi,”ujar Kyuhyun sambil menyingkap kausnya dan menunjukkan perutnya yang dicubit Yong Soon dua hari lalu dan kini gadis itu kembali mencubitnya.

Yong Soon kemudian duduk disamping Kyuhyun dan mengelus perut pria itu. “Aigoo sepertinya ditambah satu lagi masih cukup,”

“Ya singkirkan tanganmu dari perutku,”Kyuhyun segera menurunkan kausnya lagi dan menyentak tangan Yong Soon. Gadis itu hanya tertawa.

“Aku serius ingin kau sebagai hadiahku,aku ingin bisa menghabiskan waktu lebih banyak denganmu,kau tahu kita sangat sangat sibuk akhir-akhir ini. Aku merindukan saat kita berdua.”lanjut Kyuhyun.

Yong Soon juga merasakan hal yang sama kapan terlahir mereka kencan? Rasanya sudah lama sekali. Semakin kesini waktu mereka bisa bersama semakin sedikit.

“Bagaimana kalau kita pergi liburan?”ujar Yong Soon.

“Kemana?”tanya Kyuhyun.

“Ke tempat yang tidak banyak orang mengenalmu jadi aku bisa menggandeng tanganmu ketika berjalan…seperti Vietnam? Atau Myanmar?”

“Tidak..tidak.. aku terlalu terkenal di Asia Tenggara,”

Yong Soon memutar bola matanya mendengar ucapan sombong Kyuhyun.

“Ya ya ya Tuan Cho yang sangat terkenal,”

“Bagaimana kalau Eropa?”saran Kyuhyun.

“Call, kemana?”

“Praha,”

Keduanya mengucapkan bersamaan dan tertawa bersama kemudian.

“Aku tahu Isi pikiranmu,Yong Soon-ah,”

“AKu juga tahu Isi pikiranmu, tapi kurasa kita tidak bisa melakukannya dalam waktu dekat ini,”

“Kau benar,”Kyuhyun mendesah pelan,jangankan ke Eropa,pergi keluar kota saja sudah susah. Jadwalnya benar-benar padat sebelum dia masuk wajib militer.

“Bagaimana kalo kita menghabiskan waktu berdua kita di rumah saja, kita bisa menonton film bersama,main game, masak bersama,kurasa kita bisa melakukannya akhir pekan ini begitu aku pulang dari Busan,”ujar Yong Soon.

“Call,”jawab Kyuhyun cepat. Hanya itu yang memungkinkan saat ini tapi begitu dia masuk wajib militer dan menjalankan masa pelayanan publiknya dia akan melalukan semua rencana yang sudah dia susun,menghabiskan waktu bersama Yong Soon. Mereka juga bisa liburan ke Eropa. Ah Kyuhyun tidak sabar untuk segera masuk wajib militer, sekarang wajib militer terdengar menyenangkan baginya.

“Kyuhyun-ah tidurlah besok kau harus tampil,”Yong Soon mendorong tubuh Kyuhyun untuk berbaring.

“Kau akan menontonku kan?”tanya Kyuhyun.

Yong Soon yang berada diatas Kyuhyun mengangguk mantap dan tersenyum.

“Dan sorenya aku harus ke Busan untuk bekerja ck,”

“Kau mau aku susul?”tawar Kyuhyun.

Yong Soon memggeleng cepat,”Tidak,aku tidak mau teman-teman kantorku kaget melihat Cho Kyuhyun Super Junior menjemput seorang gadis biasa,”

“Joo Hyun juga?”

Yong Soon memutar bola matanya,sudah berkali-kali dia bilang Joo Hyun tidak ada,pria ini masih saja terus bertanya. Semenjak kejadian dia mabuk dan Joo Hyun mengantarnya pulang,pria ini terus bertanya setiap kali Yong Soon ada acara di kantornya,apakah Joo Hyun ada?

“Sudah kubilang dia tidak ikut Kyuhyun-ah, dia sedang bertugas di Jepang.”

“Disini?”tanya Kyuhyun kaget.

“Eoh,osaka,”jawab Yong Soon.”Sudahlah kenapa jadi membicarakan Joo Hyun,tidurlah,”

“Karena aku tidak mau istriku diambil orang lain,”ujar Kyuhyun dan menarik Yong Soon untuk berbaring dan pria itu langsung mendekap Yong Soon.

“Tidak Kyu,aku milikmu,selamanya. Tidurlah”

Kyuhyun menggumam pelan dan memejamkan matanya. Yong Soo mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun,mengelus pipi pria itu perlahan.

“Selamat memasuki usia 30 tahun Kyu, kumohon jangan keriput dulu agar aku tidak terlihat menikahi paman tua.”

“Ya Cho Yong Soon!”

 

 

 

 

 

Y

“Yong Soon-ah, kau ikut kan?”tanya seorang pria yang melongokkan kepalanya dari balik pintu.
Yong Soon yang sedang membereskan meja kerjanya dengan terburu-buru langsung menoleh ke arah pintu.
“Nde oppa,”jawabnya sambil menutup laptopnya yang sudah mati.
Pria itu tersenyum membuat lesung pipinya terbentuk jelas di wajahnya. Dia menunggu Yong Soon di depan pintu. Gadis itu segera mengambil tasnya dan keluar dari ruangannya. Keduanya berjalan bersama hingga menaiki lift.
Hari ini Yong Soon diajak merayakan ulang tahun teman kerjanya. Sebenernya Yong Soon ingin menolaknya, dia tahu pasti Kyuhyun tidak suka jika dia pergi ketika pria itu sedang tidak ada di Seoul. Ya Kyuhyun sudah kembali ke Jepang lagi tadi pagi. Namun Yong Soon terus dipaksa hingga akhirnya dia memberanikan diri meminta ijin pada Kyuhyun dan ajaibnya pria itu langsung mengiyakan tanpa banyak tanya hanya berpesan untuk tidak pulang terlalu malam atau lebih tepatnya pulang lebih dulu setelah makan malam. Tidak apa, begitu saja sudah cukup bagi Yong Soon setidaknya dia tidak perlu mengarang alasan kepada teman-temannya yang malah akan membuat mereka curiga.
“Kau tidak bawa mobil Yong Soon-ah?”tanya pria tinggi yang tidak lain adalah Joo Hyun ketika mereka baru saja keluar lift.
“Tidak,”jawab Yong Soon cepat, Kyuhyun tidak membolehkannya membawa mobil ketika pria itu sedang tidak ada disini.
“Kalau begitu kau ikut saja denganku,”tawar Joo Hyun di lobi gedung.
“Ah tidak usah terima kasih, aku akan pergi dengan Hye Mi onnie saja.”ujar Yong Soon buru-buru.
“Kurasa Hye Mi sudah pergi duluan, kau begitu lama tadi,”lanjut Joo Hyun.
Yong Soon ber-ah ria dan tersenyum bersalah.
“Begitu ya…maaf aku harus mengirim email tadi,”terang Yong Soon.
“Ayo ikut aku saja,”
Akhirnya Yong Soon tidak punya pilihan dan ikut dengan mobil Joo Hyun. Kalau Kyuhyun tahu dia pasti akan dibunuh oleh pria itu. Joo Hyun adalah pria yang amat dibenci Kyuhyun, meski sudah berkali-kali Yong Soon bilang kalau mereka hanya berteman dan lagipula Joo Hyun juga sudah tahu kalau Kyuhyun adalah suaminya, tetap saja Kyuhyun tidak suka Yong Soon dekat dengan pria ini. Tapi hari ini Kyuhyun bahkan tidak melarangnya pergi padahal harusnya dia tahu akan ada Joo Hyun disana.
**
Ternyata mereka makan di restoran daging, Yong Soon hanya mendesah pelan ketika turun dari mobil Joo Hyun. Tidak akan ada yang bisa dia makan disini. Namun ternyata Joo Hyun memesankannya daging ayam dan bahkan memanggangkannya untuk Yong Soon. Gadis itu menjadi tidak enak karena perlakuan Joo Hyun.
“Makanlah,”ujar Joo Hyun dan menaruh daging ayam itu dia selada Yong Soon. Gadis itu berterima kasih dan mengangguk sopan.
“Aigoo, Joo Hyun-ah kau benar-benar pria yang baik, ya kan Yong Soon-ah?”ucap salah satu sunbaenya pada Yong Soon karena melihat perlakuan Joo Hyun pada Yong Soon.
Gadis itu hanya tersenyum dan mengangguk pelan lalu meminum air di gelasnya. Dia melirik Joo Hyun yang kini tengah mengobrol dengan temannya yang duduk disampingnya.
“Yong Soon-ah,”panggil sunbae wanita yang duduk dihadapannya.
Yong Soon yang sedang membolak-balikkan daging ayamnya langsung mendongakkan kepalanya.
“Nde,”ucapnya.
“Menurutmu Joo Hyun itu bagaimana hm?”tanya sunbae wanita berambut sebahu itu, kedua alisnya terangkat menunggu jawaban Yong Soon.
Yong Soon berdehem pelan,ini bukan pertama kalinya dia ditanyakan hal ini. Karena kedekatan dia dengan Joo Hyun sering membuat orang-orang menyangka kalau mereka punya hubungan khusus. Apalagi tidak ada yang tahu Yong Soon sudah menikah di kantornya.
“Joo Hyun oppa baik,”jawab Yong Soon singkat.
“Tampan?”tanya sunbae itu lagi.
“Iya…,”
“Pintar?”
“Eoh tentu saja,”Yong Soon meminum air di gelasnya.
“Soo Ae-ya berhenti bertanya seperti itu padanya,”Joo Hyun menginterupsi pertanyaan sunbae itu sambil terkekeh pelan. Wanita bernama Soo Ae itu berdecak kesal.
“Makanlah yang banyak,”ujar Joo Hyun pada Yong Soon, gadis itu hanya mengangguk dan tersenyum.
“Cha Yong Soon-ah, sini kutuangkan minum ke gelasmu,”ujar Soo Ae yang langsung memegang botol soju dan hendak menuangkannya ke gelas Yong Soon. Gadis itu hanya bisa pasrah dan menyodorkan gelasnya pada Soo Ae. Bagaimana dia meminum ini? Dia tidak bisa minum.
“Biar aku saja,”Joo Hyun tiba-tiba hendak mengambil gelas soju Yong Soon. Semua orang disitu langsung ber-uh bersamaan melihat kejadian dihadapan mereka. Joo Hyun akan menggantikan Yong Soon untuk minum. Namun Yong Soon langsung menahan gelasnya dan menggeleng pelan pada Joo Hyun. Dia tidak mau besok dia dijadikan bahan gosip sudah cukup dengan pertanyaan-pertanyaan tentang Joo Hyun yang sering ditanyakan rekan kerjanya selama ini, akan lebih parah jika ditambah pertanyaa, kenapa Joo Hyun menggantikanmu minum kemarin? Kalau dia jawab aku tidak bisa minum maka akan muncul pertanyaan lainnya lagi yaitu, bagaimana dia bisa tahu kau tidak bisa minum? Dan pada akhirnya akan terus ada pertanyaan-pertanyaan lanjutan.
“Tidak apa-apa, aku bisa,”ujar Yong Soon lalu menarik gelas berisi soju yang juga dipegang Joo Hyun itu, duduk sedikit miring lalu meminum isinya dalam sekali teguk.
Joo Hyun hanya membulatkan matanya tidak percaya. Dia tahu Yong Soon tidak bisa minum.
**
“Omo, Joo Hyun-ah, aku tidak tahu kalau Yong Soon tidak bisa minum,”ujar Soo Ae yang merasa bersalah karena kini Yong Soon dilihatnya menangkupkan wajahnya ke meja dengan mata terpejam namun sekali-kali meracau tidak jelas.
“Iya, dia memang tidak bisa minum,sudah biar aku yang akan mengantarnya pulang,”ujar Joo Hyun sambil menyentuh bahu Yong Soon untuk membangunkan tubuh yang setengah sadar itu.
“Kau yakin?”tanya Soo Ae yang tampak cemas.
“Eoh, sudah pulanglah. Aku akan mengantarnya ke rumah.”
Soo Ae pun pamit setelahnya. Kini hanya tinggal Joo Hyun yang menyangga bahu Yong Soon. Dia mendesah pelan, harusnya gadis ini membiarkannya menggantikannya minum tadi. Joo Hyun menyenderkan tubuh Yong Soon ke dinding, merapihkan rambut gadis itu yang menutupi wajahnya. Yong Soon masih bergumam tidak jelas. Pria berlesung pipi itu mengambil tas Yong Soon dan mencari ponsel gadis itu, begitu dapat dia langsung mencari satu kontak di ponsel putih tersebut.
“Halo, Kyuhyun-ssi?”
Ternyata Joo Hyun menghubungi Kyuhyun, dia ingin memberitahu Kyuhyun untuk menjemput istrinya ini karena dia tahu dia tidak berhak untuk mengantar Yong Soon pulang, maka dari itu dia menyuruh Soo Ae pulang lebih dahulu.
Diseberang telpon Kyuhyun yang baru saja menyelesaikan konser hari pertamanya di fukuoka dan baru saja sampai di hotel langsung kaget begitu mendapatkan telepon dari nomor Yong Soon dan yang lebih mengagetkannya lagi suara ditelepon bukan suara Yong Soon melainkan suara seorang pria. Apa yang terjadi pada istrinya?
“Siapa ini?”tanya Kyuhyun langsung.
“Maaf Kyuhyun-ssi ini aku Joo Hyun.”
“Kemana Yong Soon? Kenapa ponselnya ada padamu? Apa yang terjadi padanya?”tanya Kyuhyun tanpa jeda, dia geram kenapa pria yang selalu dekat-dekat dengan istrinya ini berbicara padanya lewat ponsel Yong Soon.
Akhirnya Joo Hyun menjelaskan kondisi Yong Soon yang sedang mabuk. Dia ingin mengantar Yong Soon tapi lebih baik dia memberitahu Kyuhyun dan meminta pria itu menjemput Yong Soon sendiri.
“Berikan alamatnya aku akan menjemputnya.”ujar Kyuhyun langsung, dia tidak mau bilang kalau dia sedang tidak ada di Seoul saat ini. Bisa-bisa pria ini malah mengantar Yong Soon ke apartemennya yang tidak ada siapa-siapa itu. Tidak, Kyuhyun tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Jadi lebih baik dia berbohong saja.
Setelah itu Joo Hyun segera mengirimkan alamat restoran ini sementara Kyuhyun di kamar hotelnya sibuk melihat kontaknya. Siapa yang akan dia minta tolong untuk menjemput Yong Soon. Dia menjadi sebal pada gadis itu kenapa dia bisa mabuk?
“Hyungdeul…tidak…tidak…aku tidak mau nanti mereka malah menggendong Yong Soon.”gumam Kyuhyun pada layar ponselnya yang menunjukkan nomor teman-teman satu grupnya.
“Minho? Dia sedang sibuk aku juga tidak tahu dia sudah berada di Seoul atau belum,”ucapnya ketika nama Minho muncul di layar. Dia kembali berdecak kesal.
“Yeon Ji.. ah gadis itu sedang di Indonesia…hmm Rae Bin…ternyata aku tidak punya nomornya…gadis itu..lihat saja akan kumarahi dia besok pagi…”Kyuhyun terus saja berbicara sendiri sambil menatap layar ponselnya.
“Ah, Je Ri..ya dia yang bisa,”Kyuhyun langsung menelpon satu-satunya orang yang bisa dimintai tolong dan bisa dia percaya.
Tidak lama Je Ri sudah mengangkat telponnya.
“Nde oppa,”
“Oh, Je Ri-ya, aku boleh minta tolong?”
“Ah, nde, minta tolong apa oppa?”
“Kau bisa menjemput Yong Soon, dia sepertinya mabuk tadi Joo Hyun meneleponku, aku tidak bisa menjemputnya karena aku sedang di Jepang.”
“Eoh, baiklah, beritahu aku alamatnya oppa,”
“Terima kasih Je Ri-ya, akan kuberitahu alamatnya dan hubungi aku jika kaliam sudah di apartemen,”
Kyuhyun segera mengirim pesan berisi alamat restoran itu pada Je Ri.
**
Je Ri masuk ke dalam sebuah restoran yang sudah mulai sepi karena memang sudah sangat malam. Untung saja restoran ini dekat dengan apartemennya. Gadis berkaca mata itu langsung menangkap sosok Yong Soon dan Joo Hyun dipojokkan, gadis itu segera menghampiri mereka.
“Joo Hyun-ssi,”panggil Je Ri.
Joo Hyun menoleh.
“Aku mau menjemput Yong Soon,”lanjut Je Ri.
“Kyuhyun-ssi?”tanya Joo Hyun.
“Ah, Kyuhyun oppa sedang di Jepang, dia memintaku untuk menjemput Yong Soon,”
“Oh begitu,baiklah,”Joo Hyun membantu Yong Soon berdiri, Je Ri langsung memapah Yong Soon yang sepertinya sudah tertidur ini.
“Kau naik apa kesini?”tanya Joo Hyun.
“Taksi,”jawab Je Ri sambil membawa Yong Soon berjalan keluar restoran.
“Biar aku antar kalian ne? Aku bawa mobil.”
Belum sempat Je Ri menolak tawaran Joo Hyun. Pria itu sudah setengah berlari untuk mengambil mobilnya. Apa yang harus dia katakan pada Kyuhyun nanti, sudah jelas Kyuhyun bilang jangan sampai Joo Hyun mengantar mereka. Je Ri melirik Yong Soon yang mabuk.
“Kau benar-benar akan dimarahi Kyuhyun oppa, Yong Soon-ah.”
**
Je Ri menyelimuti tubuh Yong Soon yang sudah dia baringkan di tempat tidur lalu mengambil ponselnya di saku coatnya. Jari lentiknya mencari sebuah nama, tak lama kemudian dia sudah menempelkan ponselnya ditelingnya.
“Oppa aku sudah di apartemenmu,”ucapnya begitu telepom tersambung.
“Bagaimana Yong Soon?”tanya suara bas diseberang telepon yang tidak lain adalah milik Kyuhyun.
“Kurasa dia sangat mabuk tapi dia sudah tertidur, kurasa dia baik-baik saja,”ujar Je Ri seraya melirik Yong Soon di tempat tidur.
“Baiklah, oh ya aku boleh minta tolong sesuatu lagi Je Ri-ya, tolong kau taruh minuman penghilang mabuk yang ada di dapur ke meja disamping Yong Soon, dia selalu terbangun sekitar jam 3 jika mabuk, aku akan menghubunginya nanti,”terang Kyuhyun lagi.
“Nde oppa, kau sangat perhatian sekali,”ujar Je Ri sambil tersenyum. Dia selalu merasa Yong Soon sangat beruntung memiliki Kyuhyun yang begitu perhatian pada gadis itu.
“Aku selalu perhatian padanya dia saja yang tidak pernah sadar,”keluh Kyuhyun.
Je Ri hanya terkekeh pelan sambil menatap Yong Soon yang tertidur.
“Ah, ini sudah sangat malam sebaiknya kau menginap di apartemen saja Je Ri-ya,”lanjut Kyuhyun.
“Tidak usah oppa aku akan naik taksi saja lagipula apartemenku tidak jauh darisini, aku akan segera pulang setelah ini,”
“Baiklah, hati-hati kalau begitu,”
Je Ri keluar kamar dan segera menuju dapur melakukan apa yang Kyuhyun minta, kemudian dia menghampiri Joo Hyun di ruang tengah apartemen ini.
“Joo Hyun-ssi, terima kasih sudah mengantar kami,”ujar Je Ri.
Joo Hyun yang sedang menatap sekeliling apartemen itu langsung menoleh pada Je Ri. Pria itu tersenyum.
“Dia baik-baik saja?”tanya Joo Hyun.
“Iya dia sudah tertidur,”jawab Je Ri,
Joo Hyung mengangguk,”Je Ri-ssi, biar aku antar kau pulang,”ucapnya.
“Ah tidak usah aku bisa naik taksi,”tolak Je Ri,
“Tidak apa-apa, ini sudah sangat malam,”
Karena tidak enak menolak, akhirnya Je Ri mengiyakan tawaran Joo Hyun. Je Ri sedikit-sedikit tahu tentang Joo Hyun dari Yong Soon ataupun Yeon Ji yang pernah cerita padanya. Dia merasa pria ini memang sangat baik, pantas Kyuhyun selalu cemburu padanya. Je Ri merasa Joo Hyun sangat perhatian pada Yong Soon tapi entah jenis perhatian apa yang pria jangkung ini berikan pada Yong Soon, sahabat atau lebih. Tapi Joo Hyun sendiri sudah tahu kalau Yong Soon sudah menikah. Pikiran Je Ri terus saja memikirkan tentang pria yang berdiri dihadapannya di dalam lift ini.
“Hm, Je Ri-ssi, apakah kau tau bagaimana Kyuhyun dan Yong Soon bertemu sampai mereka menikah?”Joo Hyun menoleh kebelakang tepat pada Je Ri yang sedang menatapnya.
Gadis itu buru-buru mengalihkan pandangannya namun mendengar pertanyaan Joo Hyun dia kembali menatap pria itu.
“I..iya aku tahu,”jawab Je Ri.
“Maukah kau menceritakannya padaku nanti?”
Je Ri tampak bingung sesaat namun menganggukan kepalanya perlahan.
**
Yong Soon membuka matanya perlaha, kepalanya terasa berat sekali. Dia meraba-raba samping tempat tidurnya mencari ponselnya. Begitu dapat dia mendudukkan tubuhnya dengan sebelah tangan memegangi kepalanya. Dia menatap layar ponsel dengan mata disipitkan. Sebuah pesan kakao tertera dilayarnya dari Kyuhyun.
Kau sudah bangun?
Yong Soon mengerenyitkan dahinya sambil membuka pesan itu, apa maksud Kyuhyun. Dia melirik meja disamping tempat tidurnya ada segelas minuman dan sebuah kertasa bertuliskan. Minumlah saat kau sudah sadar. Tulisan tangan yang dia kenali sebagai tulisan Je Ri. Yong Soo memijit kepalanya yang berdenyut. Apa yang terjadi semalam? Apakah dia mabuk?
Ponselnya bergetar, nama Kyuhyun tertera jelas di layar ponselnya.
“Iya,”
“Kau sudah bangun?”
Yong Soon menggumam pelan.
“Minumlah obat penghilang mabuk itu lalu tidurlah kembali,”
Lagi-lagi Yong Soon menggumam.
“Kau baik-baik saja?Kau sakit?”
“Tidak, hanya..sedikit pusing,”Yong Soon memijat keningnya.
“Minumlah dan tidur,”
“Hmmm, bagaimana kondisimu?”tanya Yong Soon balik.
“Lebih sehat dari kemarin,”
“Kau tidak lupa pesanku kan? Minum obatmu juga vitaminmu.”
“Tentu saja aku ingat, saat mabuk pun kau masih saja cerewet,”
“Itu artinya aku perhatian padamu,”
“Kau tidak tahu justru aku yang lebih perhatian padamu, aku tidak tidur sampai saat ini menunggumu sadar,”
“Aku semakin pusing mendengarnya,”
“Yasudah tidurlah kembali, makanlah hae jang guk di restoran nenek besok, selamat istirahat, aku mencintaimu,”
Yong Soon menggumam sebagai jawaban sebelum sambungan telepon diputus, gadis itu segera menghabiskan minum di gelas dan merebahkan tubuhnya kembali. Sebenarnya dia ingin menanyakan pada Kyuhyun kenapa pria itu tahu dia mabuk dan kenapa Je Ri membawanya ke apartemennya. Seingatnya dia bersama Joo Hyun tadi. Namun pusing mengalahkan keingintahuannya, lebih baik dia tidur dan besok baru bertanya pada Kyuhyun.
**
Pagi-pagi sekali Yong Soon sudah duduk disebuah restoran sederhana yang sering didatanginya bersama Kyuhyun, jika mereka sedang punya waktu luang bersama. Karena seringnya mereka datang berdua sampai-sampai nenek pemilik tempat ini mengenal mereka tapi anehnya nenek pemilik restoran ini tidak mengenal Kyuhyun itu siapa, sehingga Kyuhyun tidak perlu memakai penyamaran lengkap jika kesini dan karena restoran ini berada di dalam gang kecil juga tidak terlihat jika dari depan.
“Kau datang sendiri saja?”tanya nenek pemilik restoran pada Yong Soon sambil menaruh sup hae jang guk dihadapan Yong Soon.
“Dia sedang pergi halmoni,”jawab Yong Soon yang mulai menyendok supnya.
“Kurasa sudah sebulan ini kau lebih sering sendiri kesini,”lanjut nenek itu sambil memperhatikan Yong Soon.
“Dia sangat sangat sibuk,”lanjut Yong Soon sambil menyumpit kimchinya dan memasang muka sebal.”Aku kesepian,”katanya lagi.
Nenek itu tertawa pelan.
“Dia melakukannya untukmu, Habiskan sup mu,”ujar nenek itu sambil berlalu.
“Yong Soon-ah, aku selalu mendoakan kalian semoga selalu bersama dan bahagia,aku senang melihat kalian,”lanjutnya yang kini sudah ada di dapur.
Yong Soon tersenyum,”Terima kasih halmoni, aku akan semakin sering kemari,”
**
Gadis berambut panjang itu sedang mengantri di kantin menunggu nampan makan siangnya diisi ketika sebuah tangan menyentuh bahunya. Gadis itu terlonjak kaget karena memang dia sedang termenung.
“Oppa,”ucap Yong Soon.
Pris berlesung pipi nan tinggi itulah yang menyentuh bahunya membuat Yong Soon kembali ke alam sadarnya. Joo Hyun tersenyum padanya.
“Sudah sadar?”goda pria itu.
Yong Soon mengerucutkan bibirnya. Begitu nampannya sudah diisi dia berjalan ke salah satu meja kosong yang ada di ruangan itu diikuti oleh Joo Hyun dibelakangnya.
“Aku serius Yong Soon-ah, kau baik-baik saja?”tanya Joo Hyun seraya duduk.
Yong Soon mengangguk sambil mulai menyuap nasinya.
“Oppa,aku tidak melakukan hal yang aneh ketika mabuk kemarin kan?”tanya Yong Soon.
Joo Hyun menggeleng dan gadis itu bisa bernafas lega, ah dia baru ingat dia ingin menanyakan kenapa Je Ri yang mengantarnya pulang kemarin malam.
“Oppa, kenapa Je Ri yang mengantarku…eh…maksudku apa yang terjadi padaku kemarin sampai akhirnya aku sudah di apartemenku?”tanya Yong Soon, dia ingin menyebut Je Ri tapi takut Joo Hyun tidak mengenal gadis itu.
“Ah..Kyuhyun tidak bilang apa-apa padamu?”Joo Hyun malah balik bertanya, gadis itu menggeleng cepat.
“Semalam kau mabuk setelah begitu percaya diri bisa minum dan awalnya aku ingin mengantarmu pulang tapi aku merasa tidak enak pada Kyuhyun, akhirnya aku meneleponnya untuk menjemputmu, aku kaget ternyata Je Ri yang menjemputmu karena Kyuhyun sedang di Jepang. Aku tidak tega melihat kalian berdua pulang jadi aku mengantar kalian ke apartemenmu.”terang Joo Hyun.
Yong Soon mengangguk-anggukan kepalanya. Pantas Kyuhyun tahu dia mabuk tapi tumbem sekali pria itu tidak marah padanya ditambah Joo Hyun meneleponnya.
“Yong Soon-ah, apa Kyuhyun sering pergi sekarang ini?”tanya Joo Hyun.
Yong Soon menatapnya dan mendesah pelan. “Yup, dia super sibuk akhir-akhir ini…kau tahu dia kan sumber uang terakhir SM karena yang lain sedang wajib militer,”Yong Soon sedikit berbisik pada kalimat terakhirnya.
Joo Hyun hanya mengangguk,”Kau tidak kesepian?”tanya Joo Hyun lagi.
“Tentu saja aku kesepian, biasanya aku menginap di rumah teman-temanku atau di rumah bibi jika dia pergi ke luar negeri dalam jangka waktu yang cukup lama,”terang Yong Soon sambil menyendok supnya.
“Oh begitu,”ujar Joo Hyun yang mulai memakan makan siangnya.
“Yah begitulah kehidupanku, aku bahkan tidak bisa cerita ke sembarang orang kalau aku kesepian, aku sedang bertengkar dengan Kyuhyun atau aku sedang kesal dengan Kyuhyun,ck,karena aku bahkan tidak bisa menggandeng Kyuhyun di depan semua orang.”
Tiba-tiba Joo Hyun berhenti makan. Dia menatap lekat-lekat Yong Soon.
“Yong Soon-ah, apa kau bahagia seperti ini? Apakah kau pernah berpikir akan lebih baik kau menikah dengan orang biasa?”
Yong Soon menatap Joo Hyun kaget, matanya mengerjap beberapa kali. Dia tidak pernah menyangka Joo Hyun akan menanyakan hal ini. Selama ini meskipun Yong Soon bercerita tentang Kyuhyun pada pria ini, karena toh Joo Hyun sudah tahu Kyuhyun karena ulah Kyuhyun sendiri, Joo Hyun tidak pernah bertanya balik, dia hanya mendengarkan dan memberi saran. Tadi pun Yong Soon hanya berkeluh kesah pada pria ini, kenapa pria ini malah menanyakan hal itu.
**
Yong Soon tercenung di bangku di stasiun subway matanya lurus ke tempat kereta datang, menerawang dengan susu pisang ditangannya. Dia masih memikirkan pertanyaan Joo Hyun di kantin tadi siang. Pertanyaan yang sama persis pernah ayahnya tanyakan ketika dia pertama kali mengenalkan Kyuhyun padanya dan diulang lagi oleh ayahnya pertanyaan yang sama ketika Kyuhyun berencana ingin menikahinya.
Gadis itu masuk ke kereta yang sudah datang, berdiri di dekat pintu. Dia merasa aneh sekali, kenapa pertanyaan itu ditanyakan lagi? Apa dia bahagia sekarang? Entahlah, yang bagaimana yang bisa disebut bahagia itu, Yong Soon sendiri tidak tahu. Bahkan ketika sampai apartemen pun Yong Soon masih termenung.
“Aku pulang,”ucapnya sambil membuka pintu apartemennya.
Sepi. Ini yang selalu dirasakannya setiap hari, bahkan ketika Kyuhyun ada di Seoul pun rasanya apartemennya selalu sepi. Yong Soon mengganti sepatunya dengan sandal dan berjalan ke dapur, mengambil air minum di lemari pendingin dan menuangkannya ke gelas. Berlama-lama dia pegang gelas itu sampai akhirnya dia habiskan isinya dalam sekali teguk. Diambilnya ponsel putihnya dari saku coatnya yang belum dia lepas, mencari sebuah nama disana, bukan Kyuhyun yang dia cari tapi seseorang yang dia harap dapat membuatnya tenang. Ayah.
“Halo, Yong Soon-ah ada apa?”tanya suara pria paruh baya diseberang telepon.
“Ayah sedang sibuk?”
“Tidak juga, ada apa?”
Ayahnya tahu tidak biasanya Yong Soon akan meneleponnya lebih dulu kalau tidak ada sesuatu yang menganggu pikiran anak kesayangannya itu.
“Tidak ada hanya ingin bicara dengan ayah,”
Tuan Choi menggumam diseberang telepon.
“Kau sedang bertengkar dengan Kyuhyun?”
“Apa karena bertengkar dengan Kyuhyun aku baru menelepon ayah?”
Tuan Choi tertawa.
“Lagipula Kyuhyun sedang di Jepang saat ini,”lanjut Yong Soon.
“Iya aku tahu, Kyuhyun baru saja mengabariku,”
Yong Soon menggumam pelan, kadang dia tidak tahu apa yang ingin dia bicarakan dengan ayahnya, dia hanya ingin mendengar suara ayahnya yang menenangkan.
“Kudengar Kyuhyun akan ikut wajib militer sebagai pelayan publik,”
“Iya, dia sempat ikut tes polisi tapi sepertinya dia tidak bisa ditempatkan disana karena kondisi tubuhnya,”terang Yong Soon yang juga baru dapat kabar dari Kyuhyun via pesan tadi pagi.
“Baguslah kalau begitu, kau tidak akan kesepian lagi karena dia setiap hari akan ada di apartemen, jangan sering bertengkar, kalian harus menikmati waktu berdua kalian yang hanya dua tahun ini.”
Yong Soon terdiam, benar kata ayahnya. Kyuhyun akhirnya benar-benar akan selalu ada setiap hari untuknya. Mereka akan pulang di jam yang sama, akhir pekan bersama, seperti pasangan pada umumnya. Apakah sebuah kebetulan Kyuhyun malah ditempatkan di pelayanan publik? Sehingga mereka bisa benar-benar memperbaiki hubungan mereka dan terutama meyakinkan hati Yong Soon mengenai Kyhuhyun.
“Yong Soon-ah,”panggil Tuan Choi karena Yong Soon yang sejak tadi diam.
Yong Soon segera tersadar dari lamunannya “Ah iya ayah, maaf,”
“Yong Soon-ah, kau tahu dulu aku pernah bertanya padamu apakah akan lebih baik kalau kau menikah dengan orang biasa saja? Aku kembali memikirkannya ketika kau kembali ke rumah selama dua bulan itu dan kurasa aku sudah mengerti apa jawabanmu waktu itu. Kyuhyun sangat mencintaimu, aku tidak menyangka akan ada laki-laki lain yang jauh lebih mencintaimu dibanding aku,ayahmu. Ah, aku belum cerita padamu ya, ketika dua bulan kau di rumah dan sama sekali tidak mau mengangkat telepon Kyuhyun, dia terus menanyakanmu setiap hari padaku. Lagi-lagi aku kaget ternyata ada laki-laki lain yang lebih khawatir padamu dibanding aku. Aku mengerti kenapa saat itu kau menjawab, Kyuhyun yang terbaik tidak ada yang jauh lebih baik dari dia. Aku senang Kyuhyun yang bersamamu saat ini dan sampai nanti, jadi jangan meragukannya lagi,”
Yong Soon menggigit bibir bawahnya dan mendesah pelan.
“Iya ayah, aku tidak pernah berpikir seperti itu,”bantah Yong Soon.
“Ayah bisa membaca pikiranmu, sayang,”
Yong Soon terkekeh pelan.
“Liburanlah kesini dengan Kyuhyun nanti, sudah lama rasanya aku tidak bertemu dengannya,”
“Ayah sekarang lebih menyukai Kyuhyun sepertinya huft selalu dia yang ayah tanyakan dulu, pasti ayah akan bertanya bagaimana kabar Kyuhyun? Apakah dia baik-baik saja?”kesal Yong Soon.
Tuan Choi hanya tertawa pelan.
“Kalau dia tidak baik-baik saja bagaimana dia bisa menjagamu, Ah sudah jam berapa disana? Aku ada pertemuan sebentar lagi,”
“Omo, aku lupa Tuan Choi sangat sibuk, aku akan menghubungimu lagi ayah,”
Begitu Yong Soon memutuskan sambungan telepon dia menatap layar ponselnya yang berisi deretan pesan kakao dari Kyuhyun. Gadis itu tersenyum dan hendak membalas pesan yang bertubi tubi itu namun Kyuhyun malah meneleponnya, bukan hanya suara tapi video.
“Kenapa kau lama sekali membalas pesanku?”tanya pria itu langsung.
“Aku sedang berbicara dengan ayah tadi,”jawab Yong Soon malas. “Ada apa?”lanjutnya.
“Tidak hanya merindukan wajahmu,”jawab Kyuhyun.
Yong Soon berdecak pelan,”Tidak lucu Cho Kyuhyun, ah Kyuhyun-ah, kau tidak kecewa karena kau tidak jadi masuk di kepolisian?”tanya Yong Soon lagi.
Kyuhyun menggeleng,”Aku malah bersyukur, jadi aku bisa lebih banyak menghabiskan waktuku denganmu,”
“Kau benar-benar tidak kecewa karena ternyata kau tidak bisa terlihat keren dengan seragam polisi dibanding Donghae oppa?”
Pria berkulit pucat itu tampak kesal karena pertanyaan Yong Soon. Dulu ketika Donghae mulai menjalani wajib militernya di kepolisian, malamnya mereka bertemu, saat itu Kyuhyun, Ryeowook, Leeteuk dan Yong Soon. Gadis itu tidak berpaling dari Donghae sepanjang makan malam itu, bahkan dia sengaja duduk disamping Donghae berkali-kali juga gadis itu bilang kalau Donghae sangat keren dengan seragam polisinya. Hal itu membuat Kyuhyun bertekad untuk masuk kepolisian juga dan untuk menunjukan pada Yong Soon kalau dia lebih keren dibanding Donghae dengan seragam polisi.
“Donghae lagi!? Bagaimana caranya aku bisa menghilangkan pria pendek itu dari otakmu hah!? Selalu Donghae, aku jauh lebih baik daripada Donghae itu,”Kyuhyun menggerutu sebal.
Yong Soon tergelak karenanya. Masih saja pria ini cemburu pada Donghae.
“Aigoo bayi besarku sedang marah rupanya, tadi ayah meminta kita untuk liburan ke Inggris nanti,”
“Call, aku jadi ingat ingin membicarakan sesuatu dengamu, karena aku hanya akan menjadi pelayan publik, maka aku setiap hari bisa menjemputmu dan kita akan selalu pulang bersama, kita harus makan malam bersama diluar sesekali, dan setiap akhir pekan kita harus merencanakan kita akan pergi kemana saja, kurasa jeju, busan bahkan mungkin kita bisa ke Jepang, Taiwan atau Cina jika ada libur panjang. Kita tidak boleh menyianyiakan waktu dua tahun ini Yong Soon-ah, kita harus-“
“Aku mencintaimu,”
Yong Soon memotong ucapan panjang Kyhyun, pria itu membulatkan matanya menatap Yong Soon di layar ponselnya. Dia tampak tidak percaya mendengar apa yang Yong Soon katakan, gadis itu tidak akan pernah menyatakan perasaannya lebih dulu.
“Kau masih mabuk?”tanya Kyuhyun.
Yong Soon memutar bola matanya,”Yasudah istirahatlah, jangan lupa minum obat dan ingat besok pagi kau harus minum vitaminnya,”
“Kau membuatku ingin menciummu saat ini, Yong Soon-ah,”
“Ck, sudah sana,”
“Cium dulu,”
“Shiro!Ya Cho Kyuhyun, menggelikan kau tahu,”
“Aku tidak akan menutupnya sebelum kau menciumku,”
“Baiklah, kkeutno,”
Yong Soon langsung mematikan sambungan video call, Kyuhyun selalu saja punya permintaan aneh seperti tadi. Dia tidak akan pernah mau melakukan hal memalukan seperti tadi. Yong Soon berjalan ke kamarnya sambil tersenyum, meski belum tahu kapan tapi dia seperti sudah bisa merasakan bagaimana hari-harinya nanti bersama Kyuhyun, kali ini benar-benar ‘bersama’. Dia juga sudah berpikir kemana saja dia akan pergi setiap akhir pekan, persis seperti yang Kyuhyun pikirkan.

Rest

Yong Soon membuka pintu kamarnya,dia melihat Kyuhyun tengah berbaring di tempat tidur. Begitu pulang dari fanmeeting kondisi Kyuhyun semakin memburuk. Sudah sejak kemarin dia bilang tidak enak badan.

“Kyuhyun-ah,kau sudah minum obatnya?”tanya Yong Soon sambil mendekati tubuh tinggi itu.

Kyuhyun menggeleng pelan.Yong Soon duduk disamping Kyuhyun menaruh telapak tangannya di dahi Kyuhyun. Pria itu demam ketika pulang.

“Sudah tidak panas lagi tapi kau harus tetap minum obat”gumam Yong Soon.

“Bangunlah,”lanjut Yong Soon.

Kyuhyun menegakkan tubuhnya kepalanya pusing sekali saat ini,wajahnya pucat. Yong Soon memberikan obat pada Kyuhyun dan juga segelas air.

“Harus selalu ada aku dulu baru kau mau minum obat Eoh?”

Kyuhyun tersenyum tipis dan mengangguk. Ada untungnya dia sakit terkadang,Yong Soon akan sangat perhatian padanya dan ini kesempatan yang tidak akan Kyuhyun sia-sialan untuk bermanja-manja pada istrinya itu.

Kyuhyun menghabiskan air digelasnya.

“Anak pintar,”Yong Soon mengusap kepala Kyuhyun.

“Tidurlah agar kondisimu lebih baik besok pagi”lanjut Yong Soon.

Kyuhyun mengangguk pelan dan kembali berbaring dan Yong Soon memperbaiki selimut Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah kenapa kau tidak meminum obat yang aku bawakan kalau tahu sejak kemarin kau sudah tidak enak badan?”

Yong Soon kesal ketika Kyuhyun pulang dan mengeluh dia sakit,padahal Yong Soon sudah menyiapkan obat-obatan untuk Kyuhyun karena tahu pria itu memiliki jadwal yang sangat padat bulan ini. Dia takut Kyuhyun sakit dan pada akhirnya terbukti.

“Kan sudah kubilang aku tidak mau minum obat jika tidak ada kau,”lirih Kyuhyun.

Yong Soon memutar bola katanya. Dia harusnya tahu kalau suaminya ini sangat manja ketika sakit.

“Jika nanti di camp kau sakit bagaimana? Tidak ada aku kan..Kyuhyun-ah berhenti bersikap manja.”

Kyuhyun menggeleng seperti anak kecil dan membuat Yong Soon mendesah pelan. Berapa usia pria ini masih saja bertingkah seperti anak kecil.

“Kyuhyun-ah,kau harus makan-makanan yang sehat,jangan lupa untuk minum vitamin yang selalu aku bawakan ditasmu. Jaga kondisimu apalagi sekarang cuaca sangat dingin,mengerti?”ucap Yong Soon panjang lebar sambil mengusap kepala Kyuhyun perlahan.

Pria yang sudah memejamkan matanya itu hanya mengangguk pelan.

“Aku akan mengeceknya setiap hari mulai sekarang apakah kau minum vitaminnya atau tidak,”lanjutnya.

“Dengan senang hati nona Cho,”Kyuhyun tersenyum sambil memejamkan matanya. Itu berarti Yong Soon akan menghubunginya setiap hari. Selalu ada hal baik disetiap hal buruk bukan?

Yong Soon bangkit dari duduknya namun tangannya segera ditahan Kyuhyun.

“Mau kemana?”tanya Kyuhyun.

“Aku mau mencuci piring dulu,”jawab Yong Soon.

“Temani aku sampai tertidur,”ujar Kyuhyun dan sudah memasang wajah memohon.

Yong Soon berdecak pelan. Semoga besok Kyuhyun sudah sembuh. Saat sakit dia benar-benar seperti anak kecil yang tidak mau ditinggal oleh ibunya ke manapun. Mungkin lebih repot mengurus Kyuhyun yang sakit dibanding mengurus anak kecil yang sakit.

Yong Soon naik ke tempat tidur mendudukkan tubuhnya disamping Kyuhyun,menepuk perlahan kepala pria itu. Kyuhyun menarik tangan mungil di kepalanya lalu menggenggamnya dengan erat ditaruhnya di dadanya.

“Cepat sembuh Kyuhyun-ah,”

Days Lost in Seoul -6

Finally last day, every time i re-write, re-tell this trip, I missed Seoul again. I Hope i could go there again this year please lol

Saya pernah jadi fangirl mungkin sekarang juga masih tapi sedikit haha jadi paling tidak saya harus tahulah tempat gedung entertainment artis-artis yang pernah saya suka. Jadi hari keenam saya dedikasikan untuk masa remaja saya. Bernostalgia dengan Oppadeul lol
Korean Wave tersebar keseluruh dunia melalu media music. Boyband dan Girlband dari mulai tahun 2009 sampai sekarang. Pemerintah Korea tahu banget kalau yang membuat negaranya tiba-tiba dibanjiri wisatawan mostly from South East Asia itu karena ketampanan dan kecantikan Boyband dan Girlband mereka, maka dibuatlah K-star Road di Apgeujong, berhubung disana juga tempat agensi mereka bernaung jadi sekalianlah dibuat tour ke gedung agensi mereka.

Direction : Apgeujong Rodeo exit 2

Baru naik elevator sudah disuguhi pemandangan boneka gangnam yang terkenal yang melambangkan masing-masing boyband dan girlband ada puluhan boneka berjejer dipinggir jalan plus map tempat agensi mereka. Daerah apgeujong ini merupakan daerah elit terlihat dari pertokoan yang isinya Dior, Chloe, Salvataro Ferragamo, Gucci, Prada dan sederet nama beken lainnya. Jadi nyambung ya dengan lagu PSY –Gangnam Style, cause this was the place.

Tujuan pertama foto bareng gangnam doll pastinya, Super Junior, Shinee, Exo, TVXQ, 2PM, SNSD semua dicobain foto lol. Baru setelah puas berfoto saya mulai mencari lokasi agensi mereka. Merasa kembali 17 tahun saat itu haha.

Sebenarnya gampang-gampang susah menemukan gedung agensi mereka karena rata-rata ada di dalam gang yang susah dicari patokannya, walaupun ada map tetap saja kadang menipu.

JYP Ent

Lurus dari stasiun sampai ketemu boneka BTOB lalu belok kiri lurus terus dan ikuti petunjuk yang ada di tiang listrik. Serius saya lupa saking banyaknya belokan benar-benar hanya bermodalkan petunjuk di tiang listrik. Saya saja sampai tidak sadar kalau saya malah sudah melewati gedung JYP kalau tidak menengok keatas dan melihat label gedungnya haha.

Karena memang tidak ada aktivitas disan ya jadi sepi. Kalau ingin bertemu artisnya lebih baik datang ke stasiun TV saja, kalau ke gedung agensinya dijamin tidak akan bertemu dengan mereka kecuali mau menunggu seharian.

img_1715

FNC Ent

Karena mencari gedung Cube tidak ketemu akhirnya menyerah dan lebih memilih ke gedung FNC saja padahal menurut petunjuk arah gedung Cube tidak jauh dari JYP tapi saya memang buta arah sepertinya. Sama, kalau ditanya directionnya bagaimana saya Cuma bisa jawab ikuti saja petunjuk ditiang listrik haha.

Menurut teman saya kalau artis FNC sering ke gedung agensi mereka dan memang benar sih ketika kita foto di tinag listrik di depan gedung FNC ada seorang cowok yang mungkin trainee disana membawa gitar masuk kedalam gedung. Sayangnya saya tidak melihat wajahnya, mungkin dalam beberapa tahun kedepan dia akan debut, who knows?

img_1721

img_1720

Di tiag listrik dekat gedung FNC banyak tulisan dari fans-fans artisnya haha

SM Ent

I told you this was the hardest building to find. Jangan percaya petunjuk di K-star Road, saya mengikuti arahan petunjuk di K-star Road yang menyuruh berbelok ketika bertemu Exo doll ternyata dari situ super jauh. Mungkin sekitar 1-1.5 km and I had to walk to find that damn building, kalau bukan saya dulu suka Super Junior enggak akan saya bela-belain kesana lol. Jadi kalau yang mengikuti petunjuk di K-Star Road disuruh berbelok setelah ketemu EXO doll, jalan saja terus sama ujung mentok taman, lalu belok kanan dan lurus saja terus. Gedung SM lebih besar dibanding yang lain walaupun tidak bisa disebut besar juga. Secara SM agensi besar artisnya juga hits-hits banget jadi pas kesana ketemu banyak orang Indonesia yang pasti fangirlnya artis SM, saya sih cukup foto-foto aneh di depan SM terus pulang, kesel karena ternyata SM jauh banget dibelakang gedungnya geez.

img_1725

 

YG Ent

Sebenarnya paginya saya masih sempat ke gedung YG yang ada di daerah Hongdae, cukup turun di stasiun hapjeong, saya lupa exitnya antara 3/2 tapi ketika keluar terlihat pom bensin ikuti terus lalu belok kanan ke jalan kecil sampai gang kedua belok kiri deket museum kimchi itulah gedung YG.

Dari kesemua gedung agensi itu menurut saya yang paling besar itu YG, disampingnya ada GS25 yang sering dijajanin anak-anak IKON,Big Bang sama Black Pink, pasti pada iri sama petugasnya, sama saya juga lol

img_1642

Hari itu masih ada 3 tempat lagi yang dikunjungi yatu restorannya member Super Junior, Duh saya merasa jadi anak remaja lagi tapi entah saya yang kudet atau apa ya pas nyari taco grills malah enggak ketemu . Karena sudah sore pilihan tinggal kona beans atau Mouse Rabbit. Masalahnya karena kita fangirl jaman dulu terus udah enggak update lagi jadi taunya itu doang. Akhirnya diputuskanlah ke Mouse Rabbit aja yang yakin pasti mash ada hahaha

Mouse Rabbit

Direction : Susah haha Yesung kenapa harus bikin kafe nyempil gitu sih. Jadi turun di stasiun konkuk exit 2, begitu liat ada coffee shop angel belok kanan, banyak pejual makanan dipinggir jaan lurus aja sampai ketemu toko elektronik paling gede yang ada gang kecil disampingnya masuk aja terus keliatan GS25 lalu beok kiri dan disitulah kafe Yesung didalem gang. Serius kalo disuruh kesana lagi yang saya ingat cuma sampe GS25 aja. Menemukan ini juga sampai nanya berapa orang kalau ditanya Mouse Rabbit anehnya pada enggak tau tapi kalau kita bilang Super Junior Yesung Cafe baru deh pada ngeh haha

I love his cafe so much, cafenya ya bukan orangnya lol i got fight with my friend because she likes Yesung but “hate” Kyuhyun and I like Kyuhyun but “hate” Yesung. So yes she was so happy being here that time. Pikiran kita pertama jangan-jangan kafenya penuh sama muka Yesung nope ternyata isinya wajar. Sayangnya pas kesana enggak ada siapa-siapa tapi yasudahlah yang penting pernah ngerasain minuman di kafe Yesung yang bit pricey. Kalo bikin komen kayak di Zomato yang sering saya lakukan pasti saya bakal komen, bit pricet for tea but cozy place and unique. Even toiletnya aja cantik banget. Yesung has a good taste, karena katanya semua ini Yesung yang design.

Take a look this

img_1734

Nyempil, tidak bisa dilihat dari depan haha
20161018_170005
20161018_165438
Teman saya bahkan keset pun di foto, sebenernya mau fotoin dudukan toiletnya yang cantik tapi kan ga mungkin, totally weird.
Jadi Kafenya Yesung ini ada yang dibasement dna menurut saya itu tempat paling cozy haha dasar sukanya selonjoran, the floor is so unique, akrilik digabung sama bunga-bunga. 5 bintang lah buat kafenya Yesung
img_1754
That’s a wrap, Seminggu yang enggak bakal dilupain. Seoul is unique and beautiful. Saya punya impian ke Seoul itu sejak mulai mengenal Oppa yang sekarang sudah beranjak ahjussi lol Yup dari SMA saya sudah suka korea-korean ini, some say i was odd, crazy or whatever they said but i could prove the thing i like or the thing that i crazy over could turn me into a dreamer and makes the dream come true. Being fangirl enggak selamanya buruk asal kita bisa mengatur dan membatasi diri kita, mengambil manfaat dari apa yang kita suka. Toh, menjadi fangirl hanya akan menjadi bagian dari masa remaja kita nantinya. Saya juga sudah enggak sefanatik dulu lagi,semenjak selesai kuliah dan mulai bekerja yasudah tidak seperti dulu karena ya kita bertambah dewasa seiring waktu. Tapi saya bersyukur mengenal ahjussi-ahjussi itu sehingga saya bisa punya mimpi buat travelling dan bahkan menjejakkan kaki saya ke negara mereka. Seperti keajaiban? bukan menurut saya ini adalah hasil dari sebuah mimpi dan usaha.
Talking about Seoul, ini tempat bakal bikin kamu pengen kembali dna kembali lagi. Sure, saya saja sepertinya ingin regulary mengunjungi negara itu banyak yang bikin nagih kembali termasuk kosmetiknya yang murah-murah haha bukan itu saja sih. Seoul punya segudang kafe yang unik dan cantik dan tidak cukup seminggu untuk mengunjunginya. Dulu saya pengen ke Korea karena saya suka Super Junior tapi sekarang saya pengen kesana karena saya suka Korea, bukan hanya boyband atau girlbandnya tapi jalannya, suasanya, udaranya, gedungnya, tempat makannya, tempat belanjanya, semua. This city is really easy to make you fall in love.
Seperti quotenya Mba Ika di The Architecture of Love
“People say that Paris is the city of love, but for Raia, New York deserves the title more. It’s imposible not to fall in love with the city like it’s almost impossible not to fall in love in the city”
Bagis saya itu adalah Seoul. It’s imposible not to fall in love with the city like it’s almost impossible not to fall in love in the city.
So have a nice trip for those who want to go to Seoul. You will love this city, i bet for it.

달콤한 순간

Di salah satu ruang tunggu Heathrow Airport, seorang gadis dengan coat berwarna coklat tengah berbicara dengan seseorang lewat ponselnya.

“Oppa, boleh aku meminta bantuanmu?”ujar gadis manis itu.

Dia tersenyum senang, mungkin karena mendengar jawaban seseorang diseberang telepon sana yang sesuai harapannya. Dia mengangguk-anggukan kepalanya meski sudah jelas orang di seberang telepon sana tidak akan bisa melihatnya.

“Terima kasih,oppa,”

Bersamaan dengan sambungan telepon yang dia matikan, pengumuman untuk segera naik pesawat terdengar. Gadis itu segera berdiri dan menyampirkan tasnya ke bahu,tangannya memegang paspor hijau tua serta selembat tiket yang akan membawanya ke benua yang lain yang akan mengejutkan seseorang disana.

**

Yong Soon menyalakan ponselnya begitu tiba di gedung bandara internasional ini. Jarinya langsung bergerak untuk menghubungi seseorang, tapi begitu hendak menghubungi orang itu sebuah pesan sudah masuk terlebih dahulu.

Kau sudah sampai?

Gadis berambut panjang itu berdecak sebal, sungguh tidak sabaran, pikirnya. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun yang selalu tidak sabaran,padahal dia sudah bilang akan mengabarinya begitu sampai, lagipula sebelum take off tadi dia sudah menelepon pria itu. Yong Soon menghiraukan pesan itu dan kini sudah menempelkan ponsel putihnya ke telinganya.

“Oh oppa, aku sudah sampai,”

“Yong Soon-ah, kau bisa langsung ke hotel saja, sudah aku pesankan kamarnya.”

“Wah terima kasih oppa,Kyuhyun?”

“Dia sedang latihan, kami akan makan malam di hotel tempat kau menginap nanti,”

“Baiklah, terima kasih banyak oppa,”

“Kau tahu jalan ke hotelnya kan?”

“Tentu saja oppa kau tidak perlu khawatir,”Yong Soon tertawa kecil mengingat betapa masih saja orang-orang disekitarnya menganggapnya masih anak kecil yang mungkin tersesat.

Bukannya pulang ke Seoul, Yong Soon malah membeli tiket ke negara lain dimana seminggu kedepan suaminya akan berada disini, Jepang. Entah apa yang dipikirkan Yong Soon saat itu, tidak biasanya dia ingin mengunjungi Kyuhyun yang sedang bekerja. Mungkin Yong Soon merasa sepi jika pulang ke apartemen mereka, setelah dua minggu Yong Soon di London, lalu Kyuhyun akan berada seminggu di Jepang membuat mereka sudah terpisah selama tiga minggu dan rupanya harus Yong Soon akui, dia merindukan pria ini.

Yong Soon menaiki kereta yang akan membawanya ke Tokyo lalu menuju hotel yang sudah manajer Kyuhyun pesankan. Kalau dipikir-pikir sudah lama sejak Yong Soon terakhir ke Jepang, dia selalu kesini jika Kyuhyun juga ke tempat ini. Terakhir saat Kyuhyun menggelar konser bersama Super Junior KRY, setahun yang lalu. Mata coklat gadis ini mengamati pemandangan diluar kereta. Apa reaksi Kyuhyun ya kalo tahu dia datang kesini?pikirnya. Yong Soon memang tidak memberitahu Kyuhyun kalau dia ke Jepang dan dia menyuruh manajer Kyuhyun untuk tutup mulut.

“Kau bahkan belum mengucapkan selamat ulang tahun padaku secara langsung,”gumam Yong Soon.

Jarinya bergerak membalas pesan Kyuhyun tadi.

Aku sudah sampai.

**

Yong Soon membuka pintu kamar hotelnya, meletakkan koper biru kecilnya didekat tempat tidur juga dengan beberapa tas kertas yang berisi makanan untuk Kyuhyun. Dia membelinya ketika berjalan menuju hotel tadi. Gadis manis itu melihat angka di ponselnya, masih lama sampai Kyuhyun dan managernya akan makan malam di hotel ini. Yong Soon ke kamar mandi lalu mengambil tas kecilnya dan keluar dari hotel. Dia ingin berjalan-jalan sebentar tidak jauh dari hotel menunggu Kyuhyun.

Kameranya digerakkan berpindah-pindah untuk menangkap objek yang menarik. Sesekali dia melirik ponsel di saku coatnya jika manager Kyuhyun meneleponnya. Sepertinya Yong Soon sudah sangat ingin bertemu Kyuhyun, pria itu juga tidak membalas pesannya, mungkin sedang sibuk.

Yong Soon mendesah pelan ketika dia duduk dibangku dipinggir jalan, kemarin Kyuhyun yang tampak galau karena dia akan berangkat wajib militer, kini Yong Soon yang merasakannya. Padahal dia hanya akan berpisah dari Kyuhyun selama 4 minggu bahkan mereka pernah lebuh dari 2 bulan berpisah tapi sejak kejadian itu Yong Soon mengakui kalau dirinya tidak bisa berpisah dalam waktu yang cukup lama dengan Kyuhyun. Tanpa dia sadari dia mulai takut kehilangan Kyuhyun yang sudah menjadi bagian hidupnya itu.

Wajah Yong Soon tampak cerah begitu ponselnya berbunyi, sudah pasti itu manajer Kyuhyun.

“Ne oppa,”sapa Yong Soon senang.

“Aku dan Kyuhyun sedang menuju hotel, mungkin 15 menit lagi sampai, nanti kau langsung ke restoran saja.”

“Baiklah oppa”

Yong Soon beranjak dari duduknya dan segera kembali ke hotel. Dia kembali membeli makanan untuk Kyuhyun dan menaruhnya lebih dulu di kamar hotelnya lalu turun ke bawah lagi dan menuju restoran di hotel itu.

Restoran bergaya jepang itu menyediakan tempat yang banyak orang dan juga pribadi. Manajer Kyuhyun bilang kalau mereka akan makan di ruangan yang pribadi, maka Yong Soon langsung masuk dan berjalan kearah yang terdapat ruangan bersekat-sekat. Manajer Kyuhyun juga bilang kalau tempat mereka pintunya akan terbuka sedikit. Ah, Yong Soon melihat ruangan yang pintunya terbuka sedikit dipojok. Gadis itu berjalan ke ruangan tersebut, melongokkan kepalanya sedikit dan tersenyum pada manajer Kyuhyun yang duduk menghadapnya sementara Kyuhyun membelakanginya. Gadis itu tersenyum melihat sosok kyuhyun dari belakang.

“Masuklah, kenapa kau terus berdiri disitu?”

Tiba-tiba Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan tersenyum pada Yong Soon yang berdiri mematung karena bingung.

“Bagaimana kau tahu?”tanya Yong Soon dengan ekspresi bingung.

Mata cokelat Yong Soon melirik manajer Kyuhyun, menebak apakah pria itu yang mengatakan pada Kyuhyun kalau dia datang ke Jepang. Manajer Kyuhyun langsung menggeleng mantap, dia juga tampak bingung kenapa Kyuhyun bisa tahu.

“Aigoo Yong Soon-ah, ayo makan, aku sudah lapar”

**

Yong Soon baru saja keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, dia mendapati Kyuhyun sedang tidur menelungkup diatas tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Yong Soon langsung naik ke tempat tidur dan menggamit leher Kyuhyun lalu mengambil ponsel Kyuhyun.

“Kenapa kau bisa tahu?”tanya Yong Soon pertanyaan yang belum Kyuhyun jawab saat makan malam tadi.

Kyuhyun tidak banyak bicara atau bahkan bertanya kenapa Yong Soon bisa ada disini. Mereka hanya makan malam bersama dan Kyuhyun menceritakan bagaimana rehearsalnya hari ini.

Kyuhyun mengecup hidung Yong Soon dan tersenyum. Gadis bermata cokelat itu mengerucutkan bibirnya sebal.

“Kau tidak akan pernah bisa mengerjaiku Cho Yong Soon,”Kyuhyun menyerigai.

“Ishh padahal aku sudah diam-diam pergi kesini,”keluh Yong Soon, niat dia mengejutkan Kyuhyun gagal sudah.

“Kau yakin diam-diam? Kau bilang pada aboji kan,”ujar Kyuhyun.

Yong Soon langsung ber-ohh ria, pasti ayahnya yang bilang pada Kyuhyun.

“Aboji meneleponku kemarin dia bilang kau menyusulku ke Jepang.”terang Kyuhyun.

“Pantas kau tidak terkejut,sepertinya kau juga tidak senang aku menyusulmu,”ujar Yong Soon.

Kyuhyun mencubit gemas hidung Yong Soon,”Siapa yang tidak terkejut kau datang? Saat aboji memberitahuku kau akan menyusulku, aku terkejut dan apa maksudmmu dengan aku tidak senang kau menyusulku?”

“Sikapmu aneh ketika makan malam tadi, terlihat seperti tidak senang, maksudku kau tidak menyambutku dengan gembira”jawab Yong Soon.

Kyuhyun terkekeh pelan, gadisnya ini sungguh aneh, sudah jelas-jelas dia sangat senang. Siapa yang tidak akan senang jika gadis yang begitu menjunjung harga dirinya di depan Kyuhyun dengan inisiatifnya sendiri datang menyusul Kyuhyun tanpa diminta. Itu sungguh keajaiban bagi Kyuhyun. Walaupun tadi dia tidak bisa menunjukkannya secara terang-terangan karena ada manajernya disana.

“Kalau tidak ada manajer hyung aku sudah menciummu saat itu juga, kau tahu,”

Yong Soon memiringkan kepalanya di depan Kyuhyun,”Kalau begitu cium aku,”mata gadis itu terpejam.

“Yong Soon-ah, kau tidak terbentur sesuatu atau kecelakaan seperti waktu itu kan? Katakan padaku,”Kyuhyun menegakkan tubuhnya, dia kaget dengam tingkah Yong Soon yang dirasanya sangat manis hari ini berbeda dengan biasanya.

Yong Soon sebal, dia berdecak kesal, lalu turun dari tempat tidur. Kyuhyun langsung menahan tangan gadis itu dan menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur. Kyuhyun menindih tubuh mungil itu. Dijentikkannya dahi gadis itu.

“Bodoh, aku hanya bercanda sayang.”

Kyuhyun langsung menyentuhkan bibirnya diatas bibir Yong Soon, mengecupnya berulang kali sebelum memagutnya perlahan. Yong Soon mengalungkan tangannya ditengkuk Kyuhyun, menarik pria itu untuk lebih dalam menciumnya.

Ketika mereka melepaskan diri untuk mengambil nafas, Yong Soon tersenyum menatap Kyuhyun.

“Kau harus kembali Kyuhyun-ah,”ujar Yong Soon yang posisinya masih berada dibawah Kyuhyun.

“Manajer Hyung belum meneleponku jadi aku masih punya waktu berdua denganmu dan….”Kyuhyun mendekatkan kepalanya dan berbisik ditelinga Yong Soon,”Selamat ulang tahun,”

Yong Soon tersenyum dan langsung menarik kepala Kyuhyun menautkan bibir mereka kembali. Kyuhyun tersenyum disela-sela ciuman mereka. Dia akan terus mengingat waktu bersama seperti ini dengan Yong Soon sebelum dia pergi, ah rasanya dia tidak ingin meninggalkan Yong Soon.

“Aku lupa membawa hadiahmu, akan kuberikan besok saja atau setelah konser hari pertamaku.”ujar Kyuhyun setelah ciuman panjang mereka.

“Besok aku pulang Kyuhyun-ah,”

“Apa? Kau tidak menonton konserku?”tanya Kyuhyun.

Yong Soon memberikan ekspresi bersalah. “Aku harus pergi kerja Kyuhyun-ah,maaf”

“Ck, sepertinya aku harus bilang pada atasanmu kalau kau berhenti bekerja mulai besok”ujar Kyuhyun kesal.

“Ya, kita sudah sepakat kan soal ini, jangan marah ne? Yang penting kan aku sudah datang hari ini, aku akan menunggumu seminggu lagi, ah apa kau mau aku menjemputmu di bandara hm? Atau…”

Belum selesai Yong Soon berbicara Kyuhyun sudah membungkan bibir Yong Soon dengan bibirnya lagi. Entah kenapa hari ini dia begitu menyukai mencium Yong Soon, ah tidak setiap hari pun dia begitu menyukai mencium istrinya ini.

**

Kyuhyun mencium kening gadis ini perlahaan dan membetulkan letak selimutnya, dia tersenyum sekilas kearah Yong Soon sebelum beranjak mengambil coat coklatnya di tepi tempat tidur. Ponselnya kembali bergetar di saku coatnya, mungkin manajernya sudah menunggu dibawah. Sebelum benar-benar pergi dia melirik Yong Soon lagi yang sudah tidur, harusnya sekarang dia bersama gadis itu tapi tidak mungkin. Kyuhyun mendesah pelan lalu matanya menangkap beberapa tas kertas di dekat tempat tidur dan ada post-it yang bertuliskan untuk Kyuhyun. Pria jangkung itu mendekat dan melihat isinya lalu bibirnya membentuk senyuman. Ah, dia sangat tahu gadis yang sedang tidur ini begitu mencintainya. Dia pung mengambil tas kertas itu. Mungkin Yong Soon akan memberikannya pada manajernya jadi lebih baik Kyuhyun ambil sendiri, toh untuknya juga selain itu dia bisa menggoda gadis itu setelahnya. Dia tertangkap basah perhatian padaku, gumam Kyuhyun.

“Aku mencintaimu.”lirih Kyuhyun sebelum menutup pintu kamar hotel.

**

Yong Soon masih setengah sadar ketika mendengar suara pintu kamar hotelnya diketuk. Gadis manis itu dengan terpaksa mendudukan tubuhnya, matanya masih terpejam. Dia sungguh masih mengantuk, perjalanan dari London kesini sudah menyita energinya dan tadi malam entah jam berapa Kyuhyun pulang, dia langsung tertidur dalam dekapan Kyuhyun sepertinya. Dengan malas Yong Soon berjalan ke arah pintu. Dia menguap ketika membuka pintu coklat itu.

“Kau baru bangun?”tanya seorang pria berambut kecoklatan dengan senyuman manis diwajahnya.

“Cho Kyuhyun, kenapa kau kesini lagi?”tanya Yong Soon yang akhirnya sadar sepenuhnya begitu melihat pria yang sudah menjadi suaminya kini sudah ada dihadapannya.

“Aku ingin sarapan denganmu,tadi aku sudah membeli makanan dalam perjalanan kesini,”

Kyuhyun langsung saja melewati tubuh Yong Soon yang masih di depan pintu. Pria itu kini tengah menata makanan yang dibelinya di meja.

Yong Soon berbalik. “Kyuhyun-ah kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku? Kau pasti tidak memberitahu manajermu kau mau kesini.”

Yong Soon bertolak pinggang dihadapan Kyuhyun. Semalam dia sudah bilang untuk tidak kesini lagi besok pagi karena toh Yong Soon akan segera kembali ke Seoul siang harinya. Tapi sepertinya pria ini tidak mengindahkan perkataan Yong Soon. Tentu saja dia tidak akan mengindahkannya, dia begitu merindukan gadis ini dan ingin selalu bersamanya walaupun hanya sebentar.

“Makanlah, aku sudah lapar,”ujar Kyuhyun yang malah menyuruh Yong Soon untuk duduk dan makan bersamanya.

Gadis itu berdecak kesal lalu malah pergi.

“Kau mau kemana?”tanya Kyuhyun.

“Aku mau mandi, pesawatku jam 11,”ketus Yong Soon.

“Ah, baiklah setelah itu kita makan bersama ne?”

Yong Soon sudah masuk ke dalam kamar mandi dan tinggallah Kyuhyun dengan makanan dihadapannya,perutnya sudah berbunyi sejak tadi. Dia sangat lapar. Dia harus bangun pagi-pagi tadi lalu kesini, kenapa manajernya memesankan hotel Yong Soon yang cukup jauh dari hotelnya. Sial. Kyuhyun yang sudah tidak sabar menunggu Yong Soon akhirnya mulai makan sendiri. Ah, Yong Soon tidak sarapan banyak,pikirnya.

Ketika keluar dari kamar mandi Yong Soon menggeleng pelan melihat kelakuan suaminya yang sudah menghabiskan setengah makanan yang dia bawa. Gadis itu duduk dihadapan suaminya yang tengah makan.

“Sudah berapa hari kau tidak makan?bukankah semalam kau yang paling banyak makan,”ujarnya menatap Kyuhyun.

Pria itu hanya tersenyum dengan mulutnya yang penuh makanan.

“Dasar bayi besarku, babi gendutku, beruangku,”lanjut Yong Soon sambil mengusap makanan disudut bibir Kyuhyun.

“Kau yakin akan pulang hari ini?”tanya Kyuhyun setelah menelan makanannya dan minum.

“Tentu saja, aku sudah pesan tiket, Kyuhyun-ah,”jawab Yong Soon sambil mulai menyuap makanannya.

“Minho bilang dia akan datang di konser hari kedua.”ujar Kyuhyun.

“Minho? Siapa dia.”ucap Yong Soon acuh.

“Kalian sedang bertengkar?”tanya Kyuhyun yang kini sudah berhenti makan.

“Mungkin, dia tidak pernah menghubungiku lagi ck super sibuk.”terang Yong Soon yang sebenarnya merasa kesal karena Minho sepupunya itu tidak pernah menghubunginya lagi. Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir mereka bicara, mungkin saat Minho sedang syuting dramanya.

“Baiklah, akan aku katakan padanya kau marah hmm Yong Soon-ah,”

Yong Soon mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun. Pria itu tersenyum.”Pejamkan matamu,”

“Apa maksudmu?”tanya Yong Soon.

“Aisshh bersikaplah manis seperti semalam,”kesal Kyuhyun.

Yong Soon tertawa pelan, dia pun memejamkan matanya. Kyuhyun mendekati Yong Soon mengeluarkan sesuatu dari saku coatnya lalu menunduk dihadapan gadis itu. Tangannya mengaitkan sesuatu dileher Yong Soon.

“Selamat ulang tahun,”lirih Kyuhyun.

Yong Soon membuka matanya dan tersenyum dihadapan pria itu.

“Tidak biasanya kau memberikanku hadiah seperti ini,”ujarnya.

“Sebagai permintaan maaf karena tidak bisa bersamamu dihari ulang tahunmu, ah nanti kau harus bersamaku di hari ulang tahunku, mengerti?”

Yong Soon memutar bola matanya, pria egois. Gadis itu mendekati wajah Kyuhyun dan mengecup pipinya. “Nde Tuan Cho,”

Kyuhyun mengacak-acak rambut Yong Soon. “Bisakah kau terus bersikap manis seperti ini untuk seterusnya hm?”

Yong Soon malah tertawa, dia hanya ingin membuat kenangan yang manis sebelum Kyuhyun pergi.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi diatas tempat tidur. Yong Soon berdiri mengambilnya, lalu dia melirik Kyuhyun sebal.

“Kyuhyun-ah, kau mematikan ponselmu lagi?”tanya gadis itu sambil menunjukan layar ponselnya yang tertera nama manajer Kyuhyun.

Kyuhyun hanya nyengir tanpa rasa bersalah. Jelas sudah Kyuhyun tidak memberitahu manajernya jika dia ke tempat Yong Soon dan dengan sengaja mematikan ponselnya.

Yong Soon mengangkat telepon itu.

“Nde oppa dia disini, maafkan aku oppa, aku akan segera mengusirnya pergi.”

Yong Soon mendekati Kyuhyun dan menarik lengan pria itu untuk berdiri lalu mendorong punggungnya ke pintu.

“Maaf oppa aku tidak tahu, nde..”

Yong Soon membuka pintu kamar hotelnya,”Pulanglah,”ujarnya pada Kyuhyun.

“Aku memang tidak memberitahu hyung tapi aku berjanji akan sebentar disini.”

“Ya..ya.,ya..sudah pulanglah, merepotkan saja,”

“Kabari aku saat kau mau berangkat dan sudah sampai, aku menyayangimu,”ujar Kyuhyun dari balik pintu.

Bodoh.

Back

Yong Soon berjalan cepat menuju sebuah kedai kopi diujung jalan, hari ini dia ada janji untuk bertemu keempat sahabatnya yang sudah lama tidak dia temui. Yeon Ji, Je Ri, Rae Bin dan bahkan Hyo Soo ada disana. Awalnya dia tidak ingin datang karena pekerjaannya yang menumpuk di akhir tahun ini namun karena Hyo Soo sudah jauh-jauh datang dari Kanada, dia merasa tidak enak jika tidak datang. Yong Soo merapatkan mantelnya menembus udara Seoul yang begitu dingin hari ini.
“Maaf aku terlambat,”
Yong Soon menundukkan kepalanya kepada beberapa orang yang sudah meunggunya sejak tadi di kedai kopi ini. Rae Bin sudah bersidekap dan berdecak. Yong Soon hanya bisa nyengir dan memasang muka minta maaf.
“Choi Yong Soon, kenapa kau lama sekali hah? Kau dan Kyuhyun sama saja, apa kalian ingin membeli SM? Kalian bekerja seperti tidak tahu waktu,”ujar Rae Bin yang kesal karena sudah menunggu Yong Soon hampir satu jam.
Tangan Yong Soon ditarik untuk duduk di kursi yang kosong. Yong Soon tersenyum pada gadis yang tadi menarik tangannya untuk duduk.
“Je Ri-ya, bagaimana kabarmu?”tanya Yong Soon pada Je Ri.
“Tidak pernah tidak lebih baik dari hari ini,”jawab gadis yang hari ini memakai kacamatanya itu.
“Ya ya ya Choi Yong Soon, aku sedang bicara padamu,”ketus Rae Bin, dia masih kesal karena Yong Soon datang terlambat.
“Onnie aku kan sudah bilang kalau hari ini aku tidak bisa ikut tapi kau malah memaksaku.”
“Memangnya kau pikir Hyo Soo kesini setiap minggu hah?”
Yong Soon berdecak pelan lalu beralih pada seorang gadis berambut hitam tergerai disampingnya. Gadis yang bernama Hyo Soo itu tersenyum.
“Hyo Soo onnie, apa kabar?”tanyanya sembari memeluk Hyo Soo.
“Aku sangat baik Yong Soon-ah, bagaimana kabarmu,hm?”Hyo Soo balas memeluknya.
“Aku selalu baik,”
“Kyuhyun?”
“Eoh, dia juga baik,”jawab Yong Soon enteng sembari mengambil kopi Yeon Ji.
Yeon Ji mendelik sebal dan Yong Soon hanya tersenyum sambil berucap maaf tanpa suara.
“Ja, jadi apa yang sudah aku lewatkan sejam tadi?”tanya Yong Soon pada keempat gadis ini.
Mereka pun mulai asyik dengan perbincangan seputar bagaimana kehidupan mereka sekarang, Hyo Soo begitu semangat mendengar penuturan teman-temannya tentang bagaimana mereka sekarang. 2 tahun tinggal di Kanada membuat dia tidak tahu banyak hal lagi tentang teman-temannya ini. Bagaimana hubungan Rae Bin dan Eunhyuk yang akhirnya harus berakhir, lalu hubungan Yeon Ji dengan Yesung yang tidak jelas, Yesung masih menganggap memiliki hubungan dengan Yeon Ji namun Yeon Ji sudah menganggap tidak memiliki hubungan apapun lagi dengan pria itu dan Je Ri yang memiliki hubungan paling tenang diantara mereka,dia sedang menunggu Ryeowook menyelesaikan wajib militernya.
“Kau sering mengunjunginya?”tanya Hyo Soo pada Je Ri.
Je Ri mengangguk,”Iya tapi tidak setiap minggu.”
“Onnie, kau sudah bertemu Donghae oppa?”tanya Yong Soon.
“Belum, mungkin besok, aku baru sampai pagi tadi Yong Soon-ah tapi aku sudah memberitahunya aku datang hari ini.”
“Dia pasti sangat senang sekali bisa bertemu denganmu onnie, dia sudah seperti ahjussi yang butuh kasih sayang akhir-akhir ini, apalagi natal kemarin ketika tahu kau tidak bisa pulang, wajahnya itu ck seperti awan mendung.”
Hyo Soo tertawa mendengar cerita Yong Soon. Hubungannya dengan Donghae memang baik-baik saja tapi mereka harus selalu menjalani hubungan jarak jauh, Hyo Soo yang harus tinggal di Kanada dan Donghae yang sekarang sedang menjalani wajib militernya. Ingin rasanya dia kembali seperti 3 tahun yang lalu, dimana dia bisa bertemu dengan pria yang sangat dicintainya itu setiap waktu.
“Kalian benar-benar sudah putus dengan Eunhyuk oppa dan Yesung Oppa?”tanya Hyo Soo kini pada kedua gadis yang duduk dihadapannya.
Yeon Ji menopang wajah dengan sebelah tangannya,matanya menerawang keatas, “Ya begitulah,”jawabnya.
“Hei Yeon Ji-ya, kalau kalian sudah putus kenapa nama Yesung Oppa di ponselmu masih
“Sayang” dan kalian masih sering bertemu, aku melihatmu kemarin”timpal Yong Soon sambil menunjuk Yeon Ji mantap, Je Ri disamping Yong Soon tertawa geli memperhatikan Yeon Ji yang kini mendelik sebal pada Yong Soon.
“Onnie, kalau kau dan Eunhyuk oppa sudah putus kenapa kau masih sering mengunjunginya, membawakannya makanan hm?”ujar Yong Soon kini beralih pada Rae Bin.
“Ya! Choi Yong Soon jangan mengurusi hubungan orang lain, urusi saja hubunganmu dengan Kyuhyun, bahkan kalian saja hampir bercerai.”Rae Bin memutar bola matanya sementar Yong Soon yang sedang menyesap caramel macchiatonya langsung tersedak.
“Apa?”Hyo Soo langsung menoleh pada Yong Soon. “Kalian hampir bercerai? Kau dan Kyuhyun?”lanjut Hyo Soo tidak percaya. Selama ini meskipun mereka tidak pernah bertemu tapi Hyo Soo masih suka menanyakan kabar teman-temannya ini tapi informasi ini luput dari pengetahuannya.
“Bagaimana bisa? Apa yang terjadi?”tuntut Hyo Soon.
Yong Soon mendesah pelan.”Onnie kenapa kau harus membawa masalah itu lagi.”kesal Yong Soon.
“Agar Hyo Soo juga bisa memarahi ide gilamu yang ingin bercerai dengan Kyuhyun.”ujar Rae Bin.
“Jadi apa yang terjadi Yong Soon-ah? Bagaimana bisa kau ingin bercerai dengan Kyuhyun?”
Yong Soon mendesah pelan padahal dia tidak ingin lagi mengingat saat-saat itu. Katakanlah dia memang sedang gila saat itu tapi tenti saja dia memiliki alasan kenapa dia ingin bercerai dengan Kyuhyun saat itu.
“Jadi semuanya bermula ketika aku merasa jauh dengan Kyuhyun, aku sibuk dan diapun begitu.”ujar Yong Soo mulai menjelaskan.
“Tapi dia selalu menghubungimu kan Choi Yong Soon.”potong Rae Bin.
“Iya dia memang masih menelponku, mengirimiku pesan, mengingatkanku makan dan lainnya tapi tetap saja dalam suatu hubungan tidak hanya dibutuhkan komunikasi yang intens tapi juga kehadiran fisiknya.”
“Bukankah dulu kau tidak pernah mementingkan ada tidaknya Kyuhyun setiap hari,”potong Yeon Ji.
“Eoh, itu dulu ketika aku dan dia masih sepasang kekasih.”jawab Yong Soon mantap.
“Lalu?”tanya Hyo Soo menghetikan interupsi-interupsi lainnya.
“Bisa kuhitung berapa kali aku melihat wajahnya dalam seminggu, aku bukan seorang wanita yang penuntut, aku tahu kondisi Kyuhyun dan aku tidak terus memarahinya karena tidak pernah ada di apartemen atau tidak pernah menghabiskan waktu bersamaku, aku hanya bilang padanya aku ingin melanjutkan sekolahku di London dan dia langsung marah tanpa mendengar penjelasanku lagi, akhirnya aku pergi ke London, 2 bulan. Saat itulah aku berpikir apakah sebaiknya aku mengakhiri saja pernikahanku dengan Kyuhyun, kurasa tidak ada yang bisa kami lakukan untuk menyelesaikan masalah ini dan aku mengatakannya pada Kyuhyun”.
“Kau gila,”ucap Hyo Soo.
“Sudah kubilang kan Hyo Soo-ya dia memang gila,”timpal Rae Bin.
“Lalu bagaimana kalian bisa berbaikan?”tanya Je Ri yang ikut penasaran, dia juga tidak tahu masalah ini, saat itu dia hanya tau Kyuhyun dan Yong Soon memang sedang bertengkar namun dia tidak tahu kalo mereka sampai akan bercerai.
“Haruskah aku cerita juga pada kalian bagaimana kami berbaikan? Kenapa jadi membahas aku, seharusnya kalian membahas Hyo Soo onnie yang sudah dua tahun tidak kita temui, kalian tidak pensaran apa yang dia lakukan selama ini eoh?”jawab Yong Soon sambil menyentuh bahu Hyo Soo.
**
Yong Soon memasukkan kombinasi angka di pintu apartemennya sebelum pintu itu terbuka. Dia melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan sendal lalu matanya menangkap sepasang sepatu di depan pintu. Kyuhyun sudah pulang.
“Kyuhyun-ah kau sudah pulang?”
Yong Soon berjalan masuk kedalam apartemennya dan mendapati Kyuhyun di depan kompor. Yong Soon meletakkan cake yang dibawanya di meja dan mendekati Kyuhyun.
“Apa yang sedang kau lakukan?”tanya Yong Soon sembari melihat panci berisi tteokpoki dan ramyeon yang sudah bercampur diatas kompor.
“Kau tidak lihat aku sedang masak, eoh?”
Kyuhyun mengambil kuah dipanci dan menyedokkannya pada Yong Soon, “Cobalah,”
Yong Soon menyambut suapan Kyuhyun.
“Bagaimana?”tanya Kyuhyun antusias.
Yong Soon bergumam sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
“Ya, bagaimana rasanya?”tuntut Kyuhyun.
Dia sudah bersusah payah membuat rapokki ini karena ketika sampai di apartemen, Yong Soon tidak ada dan tidak ada makanan juga. Dia hanya menemukan kimchi, tteok dan ramyun, karena sudah lapar dia menyatukan semuanya.
“Flood rapokki,”jawab Yong Soon.
“Apa?”tanya Kyuhyun.
“Rapokki banjir, tidak ada rasanya sama sekali Cho Kyuhyun.”
“Perlu kutambahkan garam?”Kyuhyun langsung mengambil garam di lemari dan hendak menaburkan pada masakannya namun Yong Soon langsung menahan tangannya dan menggeleng.
“Jangan, nanti rasanya tambah aneh.”
“Lalu? Apa kutambahkan kimchi saja?”tanya Kyuhyun lagi, masakannya tidak boleh gagal, dia sudah bersusah payah membuatnya.
“Jangan, anggap saja masakanmu gagal dan habiskan masakan gagalmu ini, jangan dibuang seperti waktu itu, kau sudah menghabiskan persediaan makanan dengan sup sebanyak ini.”ujar Yong Soon sambil menepuk bahu Kyuhyun lalu berlalu ke meja makan dan mengambil cake yang tadi dia bawa lalu menaruhnya di lemari pendingin.
“Yong Soon-ah, lihat ini, tadi aku membuat seperti ini tapi terlihat sepi jadi kutambahkan saja tteok dan ramyun lagi.”
Kyuhyun menghampiri Yong Soon dan menunjukkan foto makanannya sebelum menjadi lautan seperti sekarang ini.
“Lalu?”tanya Yong Soon dengan menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti dengan maksud Kyuhyun menunjukkan foto makanannya ini.
“Habiskan bersamaku ne?”pria itu menunjukan wajah memohonnya.
“Shireo,”Yong Soon mendorong tubuh Kyuhyun untuk berjalan ke kamarnya.
“Ya kapan lagi kau akan makan masakanku, kalau aku sudah di camp kau tidak bisa lagi memakan masakanku, Cho Yong Soon, hei,”
Yong Soon tidak mempedulikan perkataan suaminya itu dan masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri. Selalu,alasan itu yang akan dia gunakan “kalau sudah di camp”, memangnya kenapa kalau sudah di camp, gumam Yong Soon dalam pikirannya.
**
“Yong Soon-ah…”Kyuhyun merajuk didepan pintu kamarnya dan Yong Soon, masih meminta gadis itu untuk makan bersamanya. Dia juga mengetuk pintu berkali-kali.
Akhirnya Yong Soon yang sudah memakai pakaian tidurnya membuka pintu kamar. Dia menatap Kyuhyun jengah.
“Jadi kau mau menghabiskannya denganku, eung?eung?eung?”,Kyuhyun memohon dengan memasang wajah itu imut tapi menggelikan bagi Yong Soon,
“Berhenti bertingkah imut Cho Kyuhyun, kau membuatku merinding,”Yong Soon berjalan kembali ke dapur, lebih baik dia menuruti keinginan Kyuhyun jika tidak dia akan merajuk semalaman sementar besok dia harus bangun pagi dan pekerjaannya masih menumpuk di kantor. Kyuhyun yang berjalan dibelakangnya tersenyum senang. Ah, dia akan menghabiskan sebanyak-banyaknya waktu bersama gadis yang dicintainya ini sebelum dia pergi ke camp. Meski nanti bisa saja gadis ini sebal tapi dia tidak akan berhenti bertingkah seperti ini, dia ingin mengingat-ingat setiap waktu yang dia habiskan bersama gadis ini sebelum meninggalkannya empat minggu lamanya.
Yong Soon mengambil nasi lalu kimchi dan menumisnya kembali sebelum menghidangkannya diatas meja bersama rapokki banjir milik Kyuhyun.
“Kalau aku bertambah 2kg besok pagi karena makan ini, kau akan kuhabisi Cho Kyuhyun.”ujar Yong Soon sambil menyodorkan nasi kehadapan Kyuhyun. Pria itu hanya terkekeh pelan.
“Tidak apa kalau kau bertambah 2kg besok pagi, aku tahu bagaimana membakar kalori dengan cepat.”Kyuhyun menatap Yong Soon dengan smirknya.
“Ya hentikan pikiran mesummu itu Cho Kyuhyun.”
“Apa? Siapa yang mesum? Kau yang berpikiran mesum, bisa saja bersepeda bersama, lari bersama masih banyak kegiatan lain untuk membakar kalori. Ah, atau kau memang sangat menginginkannya.” Kyuhyun menaikkan kedua alisnya menatap seksama Yong Soon.
Yong Soon berdecak pelan dan mulai makan. Kyuhyun tertawa kencang karenanya, ah betapa menyenangkannya menggoda gadisnya ini. Yong Soon hanya menunduk dan makan dalam diam.
“Cepat habiskan,”ujar Yong Soon lagi.
Kyuhyun terlihat makan dengan lahap, perutnya sudah minta diisi lebih dari sejam yang lalu tetapi dia malah terjebak dengan membuat masakan gagalnya ini. Sementara Yong Soon terlihat malas-malasan menghabiskan masakan Kyuhyun yang sudah tidak jelas rasanya ini.
Pria berkulit pucat itu memperhatikan istrinya yang tampak tidak berselera, bukan karena masakan yang tidak enak, Kyuhyun merasa Yong Soon sedang memikirkan sesuatu.
“Yong Soon-ah, aku pikir kau akan pulang malam, kalian kan sudah lama tidak bertemu, aku baru saja ingin menanyakan apa kau ingin dijemput atau tidak,”tutur Kyuhyun.
Yong Soon mendongak,”Tadinya mereka mengajakku untuk minum tapi kau tahukan level toleransi alkoholku sangat rendah jadi aku menolaknya, lagipula diluar dingin sekali,”
Yong Soon menaruh kimchi diatas nasi Kyuhyun.
“Bagus, aku tidak mau menjemputmu yang dalam keadaan mabuk, merepotkan saja.”ujar Kyuhyun.
Yong Soon memutar bola matanya dan mendengus kesal. Dia berdiri dan mengambil air dingin di kulkas. Yong Soon tertegun beberapa saat di depan pintu kulkas, entah kenapa sejak tadi dia kepikiran percakapannya dengan sahabat-sahabatnya itu terutama ketika mereka menanyakan soal kejadian yang hampir setahun lalu antara dia dan Kyuhyun. Tanpa Yong Soon sadari, Kyuhyun memperhatikannya dari belakang, dia semakim yakin kalo istrinya ini sedang memikirkan sesuatu.
“Yong Soon-ah, besok aku saja yang mengantarmu ke bandara.”
Yong Soon langsung berbalik dengan botol air dingin dan kembali duduk di meja sambil menuang air dibotol itu ke gelas Kyuhyun,
“Kau tidak ada jadwal besok pagi?”tanya Yong Soon.
“Ada, tapi kau kan pergi pagi-pagi sekali, biar aku saja yang antar tidak usah diantar Kim ahjussi.”
Yong Soon mengangguk sambil tersenyum dia memperhatikan wajah Kyuhyun dengan seksama.
Kyuhyun merasa semakin aneh,”Wae?”tanyanya.
Yong Soon menggeleng cepat,”Habiskan makanmu, aku sudah sangat kenyang.”
“Ya, ini banyak sekali Cho Yong Soon, bantu aku menghabiskannya.”rengen Kyuhyun.
Yong Soon menusuk pipi Kyuhyun dengan sumpitnya,”Salah sendiri memasak, kenapa tidak pesan saja, eoh?”
Kyuhyun hanya mendesah pelan dan mulai kembali menghabiskan masakan gagalnya ini. Tidak ada yang bisa dia lakukan selain menghabiskannya.
**
Yong Soon meliaht ponsel putihnya yang tergeletak di tempat tidur, dia tersenyum sambil menyimpan foto-foto mereka tadi. Sampai jarinya bergerak ke aplikasi pesan dan melihat sebuah pesan yang masih disimpannya dan malah semakin membuatnya mengingat percakapanya sore tadi.
Pergi saja, aku tidak peduli
Sebuah pesan yang tidak pernah dia pikirkan akan dikirimkan oleh suaminya itu. Dia tahu semarah-marahnya Kyuhyun tidak mungkin sampai berkata seperti itu. Ya, saat itu Kyuhyun benar-benar marah tidak pernah dia melihat Kyuhyun semarah itu padanya, setelah Yong Soon bilang dia akan sekolah lagi di London. Kyuhyun marah besar, dia masih ingat betapa seramnya Kyuhyun saat itu, setelahnya mereka tidak berbicara selama satu minggu. Sungguh semenjak mereka menjadi suami istri, Kyuhyun tidak pernah mendiamkannya selama itu. Hingga akhirnya Kyuhyun mengirimkan pesan itu, besoknya Yong Soon langsung pulang ke London dan selama 2 bulan lebih mereka tidak pernah bicara.
Yong Soon kembali melihat pesan setelahnya yang dia kirim ke Kyuhyun setelah 2 bulan mereka berpisah.
Aku ingin kita bercerai
Pesan yang juga tidak pernah Yong Soon pikirkan akan dia sampaikan pada Kyuhyun. Hanya saja saat itu Yong Soon sudah tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan. Dia sudah benar-benar merasa kehilangan Kyuhyun-nya. Pria itu tidak pernah membalas pesannya.
Pintu kamar terbuka, Kyuhyun masuk sambil menepuk-nepuk perutnya setelah menghabiskan seluruh rapokki itu. Yong Soon tersenyum geli melihatnya.
“Aigoo, KyuBear-ku, sudah habis makannya?”Yong Soon beranjak dari tempat tidur dan menghampiri Kyuhyun lalu memeluknya. Kyuhyun terkejut karenanya namun dia tetap membalas pelukan Yong Soon.
“Kalau besok aku sakit perut kau tidak boleh pulang ke London dan harus merawatku, mengerti?”
Yong Soon hanya tersenyum geli.
“Yong Soon-ah, apa yang sedang kau pikirkan?”tanya Kyuhyun sambil mengelus rambut Yong Soon.
Yong Soon hanya mendongakkan kepalanya yang sebelumnya dia tenggelamkam di dada Kyuhyun dan menggeleng sambil tersenyum.
Kedua alis Kyuhyun bertaut,”Kau yakin?”
Yong Soon mendesah pelan. Dia menegakkan tubuhnya dan hanya melingkarkan tangannya kepinggang Kyuhyun.
“Kyuhyun-ah, kenapa kau tidak membalas pesanku itu?”
Kyuhyun terlihat bingung, pesan apa yang tidak dia balas? Dia tampak berpikir.
“Kalau kau membalas pesanku saat itu aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi kan.”
Kyuhyun mengusap kepala Yong Soon, mengerti apa yang dimaksud gadisnya ini. Pesan itu, pesan yang bahkan langsung membuat dia melempar ponselnya, pesan yang tidak bisa membuat dia berpikir dengan benar seharian itu. Kenapa Yong Soon tiba-tiba menanyakan hal itu?”
“Ah, kalian tadi membicarakan hal itu dan Hyo Soo memarahimu karena ingin bercerai denganku, aigoo harusnya mereka tahu lebih awal sehingga mereka bisa mengingatkanmu untuk berpikir dengan benar,”Kyuhyun menoyor pelan dahi Yong Soon sambil tersenyum mengejek.
Yong Soon kesal karena Kyuhyun menanggapinya dengan bercanda. Dia melepaskan tangannya dipinggang Kyuhyun dan berbalik dengan wajah masam. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah istirnya yang menurutnya menggemaskan.
Kyuhyun langsung memeluk tubuh Yong Soon dari belakang, wajahnya disurukkan ke leher Yong Soon yang lebih pendek darinya.
“Itu bukan pertanyaan tapi sebuah pernyataan, aku tidak bisa menjawabnya dengan iya atau tidak, hei kau tidak ingat aku langsung ke rumahmu dua hari kemudian kan dan bertanya apakah kau tidak ingin aku peduli lagi padamu, kau lupa?”
Iya, Kyuhyun datang dua hari setelahnya, hanya satu kata yang diucapkannya pada Yong Soon.
Apakah kau tidak ingin aku peduli lagi padamu.
Hal itu membuat akhirnya orang tua Yong Soon tahu kalo anaknya meminta bercerai dari Kyuhyun. Kedua langsung berbicara pada pasangan ini. Tiga hari Kyuhyun berada di rumah Yong Soon, sampai pada malam terakhirnya, Kyuhyun menghampiri kamar Yong Soon. Dia pikir Yong Soon sudah tidur nyatanya tidak. Kyuhyun duduk ditempat tidur Yong Soon dan lagi-lagi bertanya.
Apakah dua bulan sudah membuatmu terlatih tanpa ada aku?
Seminggu kemudian Yong Soon kembali ke Seoul, Kyuhyun menjemputnya hari itu dan lagi-lagi Yong Soon mengucapkan kata-kata yang mengagetkan Kyuhyun. Dia masih ingin bercerai dengan Kyuhyun dan akan mengurus surat cerainya minggu itu. Hanya satu kata yang Kyuhyun ucapkan saat itu.
Apakah kau sudah tidak ingin melihatku dihidupmu lagi?
“Cho Yong Soon kau tahu aku tidak ingin mengingat lagi saat-saat itu, dimana setiap hari sangat melelahkan buatku, dimana setiap hari selalu membuatku ketakutan, ketakutan akan kehilanganmu. Aku selalu mengecek kamarmu sebelum pergi atau sesudah pulang dan baru bisa bernafas lega hari itu ketika aku bisa melihatmu dimanapun di apartemen ini, seakan-akan aku bisa hidup satu hari lagi dan besoknya kuulangi hal yang sama. Tapi ada satu hal yang membuatku terus bisa hidup saat itu, kau tidak pernah menjawab semua pertanyaanku disitu aku tahu kau masih menginginkanku, jika saja kau menjawab salah satu dari pertanyaanku itu mungkin aku sudah tidak bisa memelukmu seperti ini.”
Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Yong Soon.
“Kenapa kau tidak mmencoba mempertahankanku jika aku menjawan pertanyaanmu?”tanya Yong Soon.
Kyuhyun membalikan tubuh Yong Soon dan menatapnya dalam.”Tidak,aku tidak akan mempertahankanmu,aku ingin mendapatkanmu lagi.”
“Bodoh,”lirih Yong Soon.
“Iya aku bodoh tidak bisa lepas darimu,”Kyuhyun menangkup wajah Yong Soon dan menyentuh bibir Yong Soon perlahan, memagutnya.
“Yong Soon-ah,bolehkah?”tanya Kyuhyun setelah melepas pagutan panjang mereka.
“Kau harus ingat aku harus berangkat pagi-pagi besok,”lirih Yong Soon sebelum kembali menautkan bibir mereka.
**
“Cho Kyuhyun, kalau sampai aku terlambat naik pesawat, kau harus mengganti tiketku!”Yong Soon mendelik sebal pada Kyuhyun disampingnya yang sedang menyetir dengan kecepatan tinggi.
“Iya iya iya aku tahu”Kyuhyun berdecak sebal bahkan dia belum mandi dan hanya mencuci mukanya akibat Yong Soon sudah marah-marah karena dia jadi bangun telat dan harus mengejar pesawat seperti ini.
“Lagipula siapa yang tidak mau berhenti semalam,”lanjut Kyuhyun.
“Cho Kyuhyun!!”
**
“Jadi kalian berbaikan karena Kyuhyun menangis?”tanya Hyo Soo tidak percaya pada cerita Yong Soon dihadapannya ini,
“Begitulah,kau tau aku senang akhirnya bisa melihat Kyuhyun menangis karena aku”, jawab Yong Soon enteng.
“Yong Soon dirawat di rumah sakit selama seminggu itu dan Kyuhyun selalu mendatanginya setiap hari, hei aku tidak tahu Kyuhyun menangis.”ujar Rae Bin.
Yeon Ji dan Je Ri tertawa kecil mendengar cerita pasangan aneh ini.
“Kau tau eonni, dia menangis sambil berkata, Yong Soon-ah, siapa yang akan mencuci bajuku, membuatku makanan, jangan tinggalkan aku, dia pikir aku mau meninggal apa? Cih. Yasudah aku maafkan saja.”lanjut Yong Soon.
Hyo Soo menyipitkan matanya tidak percaya, mana mungkin permasalahan yang hampir membuat mereka bercerai hanya selesai dengan Kyuhyun menangis seperti itu.
“Yasudah, kau tidak boleh seperti itu lagi, begitu gampangnya mengucapkan kata cerai, kau sudah dewasa Yong Soon-ah, kau harus berpikir matang-matang sebelum membuat keputusan,”
“Nde eonni,”Yong Soon menjawab sambil menganggukan kepalanya.
“Dengarkan itu,”ujar Rae Bin.
Tentu saja tidak segampang itu mereka berbaikan tapi dia tidak mau menceritakan semuanya pada mereka. Dia sebenernya sudah ingin melupakan saat-saat itu, dia dan Kyuhyun sudah berjanji untuk tidak mengungkitnya lagi.
Tidak semudah itu mereka berbaikan, tapi kata-kata Kyuhyun di hari pertama dia masuk rumah sakit, itulah yang membuatnya kembali pada Kyuhyun.
Kembalilah padaku
**
Aku sudah sampai
Yong Soon mengirim pesan pada Kyuhyun yang menyampaikan kalau dia sudah sampai di London, Yong Soon merapatkan jaketnya menghalau dingim, tidak lama Kyuhyun membalasa pesannya dengan rentetan pesan-pesan pengingat, jangan lupa makanan, selalu kabari dia setiap waktu dan ditutup satu kata.
Aku merindukanmu, cepatlah kembali.
Lagi-lagi kata kembali.
“Aku selalu lemah jika kau mulai berkata ‘kembali’, Cho Kyuhyun,”
Yong Soon menggerakan jarinya menghapus pesan di ponselnya, pesan bodoh yang pernah dia kirimkan hampir setahun yang lalu pesan yang hampir membuatnya tidak pernah kembali pada Kyuhyun.

Days Lost in Seoul-5

Ini hari dimana akhirnya saya ketempat yang akan selalu ditanyakan oleh orang Indonesia kalau kamu ke korea. “Ke Nami gak?” Setelah beberapa kali bertemu orang Indonesia disana pertanyaan yang selalu mereka tanyakan adalah “Sudah ke nami? Sudah ke jeju?sudah ke everland?” tidak ada yang bertanya “Sudah ke ihwa mural village? Sudah ke ewha?” Yah destinasi favorit orang Indonesia kalau ke Korea, Nami,Jeju,Gyeongbokgung,Everland,Namsan.

Bucket List hari ini : Gapyeong (Nami,Petite France, dan The Garden of Morning Calm)
Gapyeong itu jauh waktu tempuh dengan kereta bisa 2 jam belum ditambah dengan menunggu kereta dan transit. Berangkat lebih pagi untuk bisa sampai secepatnya ke Nami, karena Nami itu crowded, believe me.

Direction : Gapyeong Station, take tour bus.

Dari gapyeong banyak pilihan ke nami bisa taksi yang pasti mahal, bis sekali jalan, bis tur yang cukup membayar 6000 won untuk seluruh perjalanan sampai kembali lagi ke gapyeong. Pasti saya memilih yang murah lah.

Sangat disarankan jika ingin ke Nami dari sepagi mungkin. Saya sampai di Nami sudah siang dan antrian sudah banyak. Tempat wisata ini tidak pernah sepi pengunjung dari Negara Asia, yup jarang sekali terlihat wisatawan Eropa kesini kalo ke istana banyak. Tiket 8000 won lalu naik ferry yang sudah include tiket sampailah di namiseon.

Namiseon merupakan pulau buatan ketika ada pekerjaan membuat bendungan sungai han. Pulang ini sengaja ditanami pohon-pohon yang diatur posisinya sehingga menjadi cantik. Pulai ini mulai terkenal karena dijadikan syuting drama Winter Sonata (drama jaman SD haha). Foto wajib yang di patung pasangan winter sonata ini haha. Setiap musim memiliki keindahan masing-masing jadi tidak ada waktu yang terbaik jika ingin berkunjung kesini.
Karena banyaknya pengunjung dari Negara Malaysia dan Indonesia maka disini ada mushalla dan restoran halal loh. Saya pernah baca tulisan seseorang yang tinggal di Korea tentang Nami. Betapa sebenarnya Nami itu sebuah pulau buatan yang biasa tapi bisa disulap menjadi wajah Korea, belum ke Korea kalau belum ke Nami :p

Saya setuju dengan tulisannya setelah saya kesana menurut saya biasa saja. Indonesia masih jauh memiliki banyak pulau-pulau yang cantik dan alami lagi bukan pulau buatan hanya saja lagi-lagi kita tidak bisa mengelolanya dan kalah dengan kepopuleran Nami Island. Seperti yang penulis itu juga bilang daripada reklamasi pantai lebih baik mengelola pulau yang sudah ada agar bisa menjadi Nami Island di Indonesia

 

20161017_120649

 

img_1432

Must place to take photo in Nami, right?

img_1855

Would it be beautiful when it was autumn peak or in winter?

Petite France

Direction : Take tour bus form Nami

Tinggal tunggu bis aja dari Nami tapi harus cepat karena bisnya Cuma ada setengah jam sekali dan antriannya panjang. Waktu itu saya ketinggalan bis karena makan siang dulu di minimarket. Jadi terpaksa naik taksi seharga 20000 won untuk sampai ke petite france , mengejar waktu agar masih sempat ke garden of morning calm.

Pernah nonton drama My Love From The Stars atau Running Man, disni tempat syuting salah satu episode mereka. Dulu, saya ingat betul pertama melihat petite france itu di Running Man episode dengan bintang tamu Taecyeon dan Nichkun 2PM, dari situ saya langsung berjanji harus kesini jika ke Korea.

Tapi ekspektasi saya yang berpikir bahwa petite akan secantik di episode Running Man itu ternyata tidak. Tiket 8000 won untuk masuk dan ternyata didalamnya biasa saja. Saya pikir rumah-rumah bergaya prancis itu luas ternyata lokasinya lebih kecil dibanding ihwa mural village. Sedikit kecewa sebenernya, memang rumahnya cantik-cantik karena warna-warna yang terang serta instagramable juga tapi kurang worthed dengan harga taksi 20000won lol.

img_1459

img_1455

 

img_1461

 

img_1462

Though it was still beautiful, so spare your time to go to Petite France when you were in South Korea.

The Garden of Morning Calm

Direction : Take tour bus from Petite France

Dibanding Petite France lebih saya rekomendasikan tempat ini. Berada dilereng bukit,banyak pohon, sungai kecil,kolam, bunga-bunga. Datang saat musim gugur sangat cocok. Jika musim dingin ranting pohon yang kosong dan juga semak-semak dihiasi lampu-lampu sehingga di malam hari sangat cantik. Dari semua tempat di gapyeong saya lebih ingin kesini lagi.

Karena saya kesini sudah sore udara semakin sejuk dan cenderung dingin tapi tidak membuat saya ingin buru-buru pergi karena pemandangan yang benar-benar memanjakan mata plus Park Bo Gum juga pernah syuting disini, Asa!! Drama Moonlight Drawn by Clouds pernah syuting di daerah kolam yang ada pendoponya disini ketika episode-episode awal. Karena sudah terlalu sore saya jadi tidak sempat kesana.

img_1501

 

img_1515

 

20161017_165057

Every season i bet must be so beautiful here, kalau winter katanya pengganti daun-daun disini adalah lampu-lampu, wah cantik banget pastinya. This place must be one of must place i would visit again when i came to South Korea.