Circle

 

IMG_3936.JPG

Ruangan yang temaram hanya disinari lampu tidur dan sayup-sayup suara nafas teratur dari kedua orang yang menutupi tubuh mereka dengan selimut diatas ranjang. Seorang gadis terduduk diatas ranjang menurunkan kaki telanjangnya menyentuh karpet dibawahnya. Dia menunduk membiarkan rambut ikalnya yang berantakan terjatuh disamping wajahnya,tangannya bergerak mengambil pakaian miliknya yang tergeletak dibawah. Mengenakan pakaian itu satu persatu dan bersuara. Dia berbalik setelah semua pakaian dia kenakan,menatap sesosok tubuh setengah telanjang yang masih berbaring memunggunginya. Sebuah tato berbentuk huruf W tercetak jelas dikulit seputih susu itu tepat di punggung di bawah leher. Gadis itu berbalik berjalan perlahan seakan tidak ingin membangunkan seseorang tersebut. Dibukanya pintu kamar ini perlahan sebelum menutupnya. Langkahnya gontai memasuki ruangan yang tepat berseberangan dengan kamar ini. Pintu tertutup dan langkah kakinya membawanya berjalan ke kamar mandi yang ada di kamar. Tangannya bergerak membuka keran air dan membasuh mukanya,menatap pantulan wajahnya di cermin sejenak sebelum dia kembali ke kamar. Suara petir membuat dia menoleh kearah jendela besar di kamar yang tirainya belum tertutup. Hujan pun mulai turun dengan derasnya. Seakan tidak peduli gadis itu naik ke tempat tidur dan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut dan memejamkan matanya.

“Suatu saat ini semua akan berakhir,saat itu bisa tiba besok,lusa,atau tahun depan tapi aku tidak akan pernah menyesali apa yang aku jalani sekarang”
Kim Hae Rin

“Ketika semuanya berakhir suatu saat nanti,aku akan mengatakan yang sebenarnya padanya”
Lee Seung Hoon

IMG_3927.JPG

**

IMG_3928.JPG

Seorang gadis kecil berlari di lorong sebuah sekolah dasar menuju sebuah kelas. Wajahnya ketakutan dia membuka pintu kelas dengan terburu-buru berlari ke salah satu meja,wajah ketakutannya berubah senang begitu melihat sebuah benda yang dicarinya. Boneka beruang coklat dengan dasi kupu-Kupu berwarna merah. Dengan cepat dia memasukkan boneka tersebut kedalam tas dan berlari keluar kelas. Rambut sebahu nya bergerak-gerak mengikuti langkah kakinya yang semakin cepat untuk segera keluar sekolah. Hingga langkah kakinya terhenti sebelum dia berjalan melintasi lapangan. Kepalanya bergerak-gerak kekiri dan kekanan seakan mencari-cari sesuatu. Dia berbelok ke arah kiri karena dirasanya dari situlah suara yang membuatnya berhenti tadi. Tangan mungilnya menggenggam erat rok birunya. Dia berjalan perlahan hingga sampailah dia didekat tempat bermain. Seorang anak laki-laki berjongkok di dekat perosotan menenggelamkan kepalanya diantara kedua kakinya yang ditekuk dan suara sesenggukan terdengar. Gadis kecil itu mendekat perlahan.
“Apa kau baik-baik saja?”tanyanya sambil berjongkok.
Anak laki-laki itu mendongakkan kepalanya,gadis kecil itu langsung terkejut melihat anak laki-laki ini mengeluarkan darah dari hidungnya,matanya basah oleh air mata.
“Kau berdarah?”tanya gadis kecil itu lagi. Dia berdiri dari jongkoknya.”Tunggu disini akan aku panggilkan orang dewasa,”
Setelahnya gadis kecil itu segera berlari meninggalkan tas mungilnya di hadapan anak laki-laki itu.

Aku akan membantunya terus hidup
Kang Hye Jin

Aku hanya tidak ingin melihatnya menangis ketika aku sudah tidak ada
Kim Jin Woo

IMG_3930

 

**

IMG_3929.JPG

“Namamu siapa?”
“Jangan menggunakan rok pendek jika akan keluar malam hari”
“Kau tahu, kita menghabiskan makanan lebih banyak dari orang disamping kita”
“Yang menang harus mentraktir makan”
“Maaf,aku mencintaimu,”
“Aku menyerah,”

Senyumnya membuatku tersenyum,tawanya membuatku ikut tertawa. Aku tidak peduli siapa dia,aku mencintainya.
Choi Ji Won

Karena aku mencintainya tanpa tahu siapa dia. Aku bodoh.
Song Min Ho

**

 

IMG_3934

Mata gadis itu tidak pernah lepas dari menatap seseorang yang hanya berdiri beberapa meter Dihadapannya yang dengan percaya dirinya berbicara dihadapan banyak orang. Kagum,tentu saja. Tanpa dia sadari senyuman kecil terbentuk di wajah gadis itu. Kacamata bulatnya yang menutupi mata indah yang juga seakan ikut tersenyum. Sudah berapa lama dia mengagumi sosok tinggi itu. 10 tahun? Tidak,lebih dari itu. Ketika semua orang sudah keluar ruang rapat dia berdiri di dekat pintu menunggu sosok laki-laki itu.
“Kalian sudah bekerja keras,”
Satu kalimat yang langsung membuat gadis itu tersenyum senang meski kalimat itu bukan hanya ditunjukkan padanya. Dia memandangi punggung laki-laki itu yang semakin menjauh.

Jika sampai nanti pun dia tidak melihatku, aku tidak apa-apa. Berada didekatnya sudah cukup.
Park Se Ri

Gadis bodoh yang selalu ada disekitarku.
Kang Seung Yoon

IMG_3933

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s