Y

“Yong Soon-ah, kau ikut kan?”tanya seorang pria yang melongokkan kepalanya dari balik pintu.
Yong Soon yang sedang membereskan meja kerjanya dengan terburu-buru langsung menoleh ke arah pintu.
“Nde oppa,”jawabnya sambil menutup laptopnya yang sudah mati.
Pria itu tersenyum membuat lesung pipinya terbentuk jelas di wajahnya. Dia menunggu Yong Soon di depan pintu. Gadis itu segera mengambil tasnya dan keluar dari ruangannya. Keduanya berjalan bersama hingga menaiki lift.
Hari ini Yong Soon diajak merayakan ulang tahun teman kerjanya. Sebenernya Yong Soon ingin menolaknya, dia tahu pasti Kyuhyun tidak suka jika dia pergi ketika pria itu sedang tidak ada di Seoul. Ya Kyuhyun sudah kembali ke Jepang lagi tadi pagi. Namun Yong Soon terus dipaksa hingga akhirnya dia memberanikan diri meminta ijin pada Kyuhyun dan ajaibnya pria itu langsung mengiyakan tanpa banyak tanya hanya berpesan untuk tidak pulang terlalu malam atau lebih tepatnya pulang lebih dulu setelah makan malam. Tidak apa, begitu saja sudah cukup bagi Yong Soon setidaknya dia tidak perlu mengarang alasan kepada teman-temannya yang malah akan membuat mereka curiga.
“Kau tidak bawa mobil Yong Soon-ah?”tanya pria tinggi yang tidak lain adalah Joo Hyun ketika mereka baru saja keluar lift.
“Tidak,”jawab Yong Soon cepat, Kyuhyun tidak membolehkannya membawa mobil ketika pria itu sedang tidak ada disini.
“Kalau begitu kau ikut saja denganku,”tawar Joo Hyun di lobi gedung.
“Ah tidak usah terima kasih, aku akan pergi dengan Hye Mi onnie saja.”ujar Yong Soon buru-buru.
“Kurasa Hye Mi sudah pergi duluan, kau begitu lama tadi,”lanjut Joo Hyun.
Yong Soon ber-ah ria dan tersenyum bersalah.
“Begitu ya…maaf aku harus mengirim email tadi,”terang Yong Soon.
“Ayo ikut aku saja,”
Akhirnya Yong Soon tidak punya pilihan dan ikut dengan mobil Joo Hyun. Kalau Kyuhyun tahu dia pasti akan dibunuh oleh pria itu. Joo Hyun adalah pria yang amat dibenci Kyuhyun, meski sudah berkali-kali Yong Soon bilang kalau mereka hanya berteman dan lagipula Joo Hyun juga sudah tahu kalau Kyuhyun adalah suaminya, tetap saja Kyuhyun tidak suka Yong Soon dekat dengan pria ini. Tapi hari ini Kyuhyun bahkan tidak melarangnya pergi padahal harusnya dia tahu akan ada Joo Hyun disana.
**
Ternyata mereka makan di restoran daging, Yong Soon hanya mendesah pelan ketika turun dari mobil Joo Hyun. Tidak akan ada yang bisa dia makan disini. Namun ternyata Joo Hyun memesankannya daging ayam dan bahkan memanggangkannya untuk Yong Soon. Gadis itu menjadi tidak enak karena perlakuan Joo Hyun.
“Makanlah,”ujar Joo Hyun dan menaruh daging ayam itu dia selada Yong Soon. Gadis itu berterima kasih dan mengangguk sopan.
“Aigoo, Joo Hyun-ah kau benar-benar pria yang baik, ya kan Yong Soon-ah?”ucap salah satu sunbaenya pada Yong Soon karena melihat perlakuan Joo Hyun pada Yong Soon.
Gadis itu hanya tersenyum dan mengangguk pelan lalu meminum air di gelasnya. Dia melirik Joo Hyun yang kini tengah mengobrol dengan temannya yang duduk disampingnya.
“Yong Soon-ah,”panggil sunbae wanita yang duduk dihadapannya.
Yong Soon yang sedang membolak-balikkan daging ayamnya langsung mendongakkan kepalanya.
“Nde,”ucapnya.
“Menurutmu Joo Hyun itu bagaimana hm?”tanya sunbae wanita berambut sebahu itu, kedua alisnya terangkat menunggu jawaban Yong Soon.
Yong Soon berdehem pelan,ini bukan pertama kalinya dia ditanyakan hal ini. Karena kedekatan dia dengan Joo Hyun sering membuat orang-orang menyangka kalau mereka punya hubungan khusus. Apalagi tidak ada yang tahu Yong Soon sudah menikah di kantornya.
“Joo Hyun oppa baik,”jawab Yong Soon singkat.
“Tampan?”tanya sunbae itu lagi.
“Iya…,”
“Pintar?”
“Eoh tentu saja,”Yong Soon meminum air di gelasnya.
“Soo Ae-ya berhenti bertanya seperti itu padanya,”Joo Hyun menginterupsi pertanyaan sunbae itu sambil terkekeh pelan. Wanita bernama Soo Ae itu berdecak kesal.
“Makanlah yang banyak,”ujar Joo Hyun pada Yong Soon, gadis itu hanya mengangguk dan tersenyum.
“Cha Yong Soon-ah, sini kutuangkan minum ke gelasmu,”ujar Soo Ae yang langsung memegang botol soju dan hendak menuangkannya ke gelas Yong Soon. Gadis itu hanya bisa pasrah dan menyodorkan gelasnya pada Soo Ae. Bagaimana dia meminum ini? Dia tidak bisa minum.
“Biar aku saja,”Joo Hyun tiba-tiba hendak mengambil gelas soju Yong Soon. Semua orang disitu langsung ber-uh bersamaan melihat kejadian dihadapan mereka. Joo Hyun akan menggantikan Yong Soon untuk minum. Namun Yong Soon langsung menahan gelasnya dan menggeleng pelan pada Joo Hyun. Dia tidak mau besok dia dijadikan bahan gosip sudah cukup dengan pertanyaan-pertanyaan tentang Joo Hyun yang sering ditanyakan rekan kerjanya selama ini, akan lebih parah jika ditambah pertanyaa, kenapa Joo Hyun menggantikanmu minum kemarin? Kalau dia jawab aku tidak bisa minum maka akan muncul pertanyaan lainnya lagi yaitu, bagaimana dia bisa tahu kau tidak bisa minum? Dan pada akhirnya akan terus ada pertanyaan-pertanyaan lanjutan.
“Tidak apa-apa, aku bisa,”ujar Yong Soon lalu menarik gelas berisi soju yang juga dipegang Joo Hyun itu, duduk sedikit miring lalu meminum isinya dalam sekali teguk.
Joo Hyun hanya membulatkan matanya tidak percaya. Dia tahu Yong Soon tidak bisa minum.
**
“Omo, Joo Hyun-ah, aku tidak tahu kalau Yong Soon tidak bisa minum,”ujar Soo Ae yang merasa bersalah karena kini Yong Soon dilihatnya menangkupkan wajahnya ke meja dengan mata terpejam namun sekali-kali meracau tidak jelas.
“Iya, dia memang tidak bisa minum,sudah biar aku yang akan mengantarnya pulang,”ujar Joo Hyun sambil menyentuh bahu Yong Soon untuk membangunkan tubuh yang setengah sadar itu.
“Kau yakin?”tanya Soo Ae yang tampak cemas.
“Eoh, sudah pulanglah. Aku akan mengantarnya ke rumah.”
Soo Ae pun pamit setelahnya. Kini hanya tinggal Joo Hyun yang menyangga bahu Yong Soon. Dia mendesah pelan, harusnya gadis ini membiarkannya menggantikannya minum tadi. Joo Hyun menyenderkan tubuh Yong Soon ke dinding, merapihkan rambut gadis itu yang menutupi wajahnya. Yong Soon masih bergumam tidak jelas. Pria berlesung pipi itu mengambil tas Yong Soon dan mencari ponsel gadis itu, begitu dapat dia langsung mencari satu kontak di ponsel putih tersebut.
“Halo, Kyuhyun-ssi?”
Ternyata Joo Hyun menghubungi Kyuhyun, dia ingin memberitahu Kyuhyun untuk menjemput istrinya ini karena dia tahu dia tidak berhak untuk mengantar Yong Soon pulang, maka dari itu dia menyuruh Soo Ae pulang lebih dahulu.
Diseberang telpon Kyuhyun yang baru saja menyelesaikan konser hari pertamanya di fukuoka dan baru saja sampai di hotel langsung kaget begitu mendapatkan telepon dari nomor Yong Soon dan yang lebih mengagetkannya lagi suara ditelepon bukan suara Yong Soon melainkan suara seorang pria. Apa yang terjadi pada istrinya?
“Siapa ini?”tanya Kyuhyun langsung.
“Maaf Kyuhyun-ssi ini aku Joo Hyun.”
“Kemana Yong Soon? Kenapa ponselnya ada padamu? Apa yang terjadi padanya?”tanya Kyuhyun tanpa jeda, dia geram kenapa pria yang selalu dekat-dekat dengan istrinya ini berbicara padanya lewat ponsel Yong Soon.
Akhirnya Joo Hyun menjelaskan kondisi Yong Soon yang sedang mabuk. Dia ingin mengantar Yong Soon tapi lebih baik dia memberitahu Kyuhyun dan meminta pria itu menjemput Yong Soon sendiri.
“Berikan alamatnya aku akan menjemputnya.”ujar Kyuhyun langsung, dia tidak mau bilang kalau dia sedang tidak ada di Seoul saat ini. Bisa-bisa pria ini malah mengantar Yong Soon ke apartemennya yang tidak ada siapa-siapa itu. Tidak, Kyuhyun tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Jadi lebih baik dia berbohong saja.
Setelah itu Joo Hyun segera mengirimkan alamat restoran ini sementara Kyuhyun di kamar hotelnya sibuk melihat kontaknya. Siapa yang akan dia minta tolong untuk menjemput Yong Soon. Dia menjadi sebal pada gadis itu kenapa dia bisa mabuk?
“Hyungdeul…tidak…tidak…aku tidak mau nanti mereka malah menggendong Yong Soon.”gumam Kyuhyun pada layar ponselnya yang menunjukkan nomor teman-teman satu grupnya.
“Minho? Dia sedang sibuk aku juga tidak tahu dia sudah berada di Seoul atau belum,”ucapnya ketika nama Minho muncul di layar. Dia kembali berdecak kesal.
“Yeon Ji.. ah gadis itu sedang di Indonesia…hmm Rae Bin…ternyata aku tidak punya nomornya…gadis itu..lihat saja akan kumarahi dia besok pagi…”Kyuhyun terus saja berbicara sendiri sambil menatap layar ponselnya.
“Ah, Je Ri..ya dia yang bisa,”Kyuhyun langsung menelpon satu-satunya orang yang bisa dimintai tolong dan bisa dia percaya.
Tidak lama Je Ri sudah mengangkat telponnya.
“Nde oppa,”
“Oh, Je Ri-ya, aku boleh minta tolong?”
“Ah, nde, minta tolong apa oppa?”
“Kau bisa menjemput Yong Soon, dia sepertinya mabuk tadi Joo Hyun meneleponku, aku tidak bisa menjemputnya karena aku sedang di Jepang.”
“Eoh, baiklah, beritahu aku alamatnya oppa,”
“Terima kasih Je Ri-ya, akan kuberitahu alamatnya dan hubungi aku jika kaliam sudah di apartemen,”
Kyuhyun segera mengirim pesan berisi alamat restoran itu pada Je Ri.
**
Je Ri masuk ke dalam sebuah restoran yang sudah mulai sepi karena memang sudah sangat malam. Untung saja restoran ini dekat dengan apartemennya. Gadis berkaca mata itu langsung menangkap sosok Yong Soon dan Joo Hyun dipojokkan, gadis itu segera menghampiri mereka.
“Joo Hyun-ssi,”panggil Je Ri.
Joo Hyun menoleh.
“Aku mau menjemput Yong Soon,”lanjut Je Ri.
“Kyuhyun-ssi?”tanya Joo Hyun.
“Ah, Kyuhyun oppa sedang di Jepang, dia memintaku untuk menjemput Yong Soon,”
“Oh begitu,baiklah,”Joo Hyun membantu Yong Soon berdiri, Je Ri langsung memapah Yong Soon yang sepertinya sudah tertidur ini.
“Kau naik apa kesini?”tanya Joo Hyun.
“Taksi,”jawab Je Ri sambil membawa Yong Soon berjalan keluar restoran.
“Biar aku antar kalian ne? Aku bawa mobil.”
Belum sempat Je Ri menolak tawaran Joo Hyun. Pria itu sudah setengah berlari untuk mengambil mobilnya. Apa yang harus dia katakan pada Kyuhyun nanti, sudah jelas Kyuhyun bilang jangan sampai Joo Hyun mengantar mereka. Je Ri melirik Yong Soon yang mabuk.
“Kau benar-benar akan dimarahi Kyuhyun oppa, Yong Soon-ah.”
**
Je Ri menyelimuti tubuh Yong Soon yang sudah dia baringkan di tempat tidur lalu mengambil ponselnya di saku coatnya. Jari lentiknya mencari sebuah nama, tak lama kemudian dia sudah menempelkan ponselnya ditelingnya.
“Oppa aku sudah di apartemenmu,”ucapnya begitu telepom tersambung.
“Bagaimana Yong Soon?”tanya suara bas diseberang telepon yang tidak lain adalah milik Kyuhyun.
“Kurasa dia sangat mabuk tapi dia sudah tertidur, kurasa dia baik-baik saja,”ujar Je Ri seraya melirik Yong Soon di tempat tidur.
“Baiklah, oh ya aku boleh minta tolong sesuatu lagi Je Ri-ya, tolong kau taruh minuman penghilang mabuk yang ada di dapur ke meja disamping Yong Soon, dia selalu terbangun sekitar jam 3 jika mabuk, aku akan menghubunginya nanti,”terang Kyuhyun lagi.
“Nde oppa, kau sangat perhatian sekali,”ujar Je Ri sambil tersenyum. Dia selalu merasa Yong Soon sangat beruntung memiliki Kyuhyun yang begitu perhatian pada gadis itu.
“Aku selalu perhatian padanya dia saja yang tidak pernah sadar,”keluh Kyuhyun.
Je Ri hanya terkekeh pelan sambil menatap Yong Soon yang tertidur.
“Ah, ini sudah sangat malam sebaiknya kau menginap di apartemen saja Je Ri-ya,”lanjut Kyuhyun.
“Tidak usah oppa aku akan naik taksi saja lagipula apartemenku tidak jauh darisini, aku akan segera pulang setelah ini,”
“Baiklah, hati-hati kalau begitu,”
Je Ri keluar kamar dan segera menuju dapur melakukan apa yang Kyuhyun minta, kemudian dia menghampiri Joo Hyun di ruang tengah apartemen ini.
“Joo Hyun-ssi, terima kasih sudah mengantar kami,”ujar Je Ri.
Joo Hyun yang sedang menatap sekeliling apartemen itu langsung menoleh pada Je Ri. Pria itu tersenyum.
“Dia baik-baik saja?”tanya Joo Hyun.
“Iya dia sudah tertidur,”jawab Je Ri,
Joo Hyung mengangguk,”Je Ri-ssi, biar aku antar kau pulang,”ucapnya.
“Ah tidak usah aku bisa naik taksi,”tolak Je Ri,
“Tidak apa-apa, ini sudah sangat malam,”
Karena tidak enak menolak, akhirnya Je Ri mengiyakan tawaran Joo Hyun. Je Ri sedikit-sedikit tahu tentang Joo Hyun dari Yong Soon ataupun Yeon Ji yang pernah cerita padanya. Dia merasa pria ini memang sangat baik, pantas Kyuhyun selalu cemburu padanya. Je Ri merasa Joo Hyun sangat perhatian pada Yong Soon tapi entah jenis perhatian apa yang pria jangkung ini berikan pada Yong Soon, sahabat atau lebih. Tapi Joo Hyun sendiri sudah tahu kalau Yong Soon sudah menikah. Pikiran Je Ri terus saja memikirkan tentang pria yang berdiri dihadapannya di dalam lift ini.
“Hm, Je Ri-ssi, apakah kau tau bagaimana Kyuhyun dan Yong Soon bertemu sampai mereka menikah?”Joo Hyun menoleh kebelakang tepat pada Je Ri yang sedang menatapnya.
Gadis itu buru-buru mengalihkan pandangannya namun mendengar pertanyaan Joo Hyun dia kembali menatap pria itu.
“I..iya aku tahu,”jawab Je Ri.
“Maukah kau menceritakannya padaku nanti?”
Je Ri tampak bingung sesaat namun menganggukan kepalanya perlahan.
**
Yong Soon membuka matanya perlaha, kepalanya terasa berat sekali. Dia meraba-raba samping tempat tidurnya mencari ponselnya. Begitu dapat dia mendudukkan tubuhnya dengan sebelah tangan memegangi kepalanya. Dia menatap layar ponsel dengan mata disipitkan. Sebuah pesan kakao tertera dilayarnya dari Kyuhyun.
Kau sudah bangun?
Yong Soon mengerenyitkan dahinya sambil membuka pesan itu, apa maksud Kyuhyun. Dia melirik meja disamping tempat tidurnya ada segelas minuman dan sebuah kertasa bertuliskan. Minumlah saat kau sudah sadar. Tulisan tangan yang dia kenali sebagai tulisan Je Ri. Yong Soo memijit kepalanya yang berdenyut. Apa yang terjadi semalam? Apakah dia mabuk?
Ponselnya bergetar, nama Kyuhyun tertera jelas di layar ponselnya.
“Iya,”
“Kau sudah bangun?”
Yong Soon menggumam pelan.
“Minumlah obat penghilang mabuk itu lalu tidurlah kembali,”
Lagi-lagi Yong Soon menggumam.
“Kau baik-baik saja?Kau sakit?”
“Tidak, hanya..sedikit pusing,”Yong Soon memijat keningnya.
“Minumlah dan tidur,”
“Hmmm, bagaimana kondisimu?”tanya Yong Soon balik.
“Lebih sehat dari kemarin,”
“Kau tidak lupa pesanku kan? Minum obatmu juga vitaminmu.”
“Tentu saja aku ingat, saat mabuk pun kau masih saja cerewet,”
“Itu artinya aku perhatian padamu,”
“Kau tidak tahu justru aku yang lebih perhatian padamu, aku tidak tidur sampai saat ini menunggumu sadar,”
“Aku semakin pusing mendengarnya,”
“Yasudah tidurlah kembali, makanlah hae jang guk di restoran nenek besok, selamat istirahat, aku mencintaimu,”
Yong Soon menggumam sebagai jawaban sebelum sambungan telepon diputus, gadis itu segera menghabiskan minum di gelas dan merebahkan tubuhnya kembali. Sebenarnya dia ingin menanyakan pada Kyuhyun kenapa pria itu tahu dia mabuk dan kenapa Je Ri membawanya ke apartemennya. Seingatnya dia bersama Joo Hyun tadi. Namun pusing mengalahkan keingintahuannya, lebih baik dia tidur dan besok baru bertanya pada Kyuhyun.
**
Pagi-pagi sekali Yong Soon sudah duduk disebuah restoran sederhana yang sering didatanginya bersama Kyuhyun, jika mereka sedang punya waktu luang bersama. Karena seringnya mereka datang berdua sampai-sampai nenek pemilik tempat ini mengenal mereka tapi anehnya nenek pemilik restoran ini tidak mengenal Kyuhyun itu siapa, sehingga Kyuhyun tidak perlu memakai penyamaran lengkap jika kesini dan karena restoran ini berada di dalam gang kecil juga tidak terlihat jika dari depan.
“Kau datang sendiri saja?”tanya nenek pemilik restoran pada Yong Soon sambil menaruh sup hae jang guk dihadapan Yong Soon.
“Dia sedang pergi halmoni,”jawab Yong Soon yang mulai menyendok supnya.
“Kurasa sudah sebulan ini kau lebih sering sendiri kesini,”lanjut nenek itu sambil memperhatikan Yong Soon.
“Dia sangat sangat sibuk,”lanjut Yong Soon sambil menyumpit kimchinya dan memasang muka sebal.”Aku kesepian,”katanya lagi.
Nenek itu tertawa pelan.
“Dia melakukannya untukmu, Habiskan sup mu,”ujar nenek itu sambil berlalu.
“Yong Soon-ah, aku selalu mendoakan kalian semoga selalu bersama dan bahagia,aku senang melihat kalian,”lanjutnya yang kini sudah ada di dapur.
Yong Soon tersenyum,”Terima kasih halmoni, aku akan semakin sering kemari,”
**
Gadis berambut panjang itu sedang mengantri di kantin menunggu nampan makan siangnya diisi ketika sebuah tangan menyentuh bahunya. Gadis itu terlonjak kaget karena memang dia sedang termenung.
“Oppa,”ucap Yong Soon.
Pris berlesung pipi nan tinggi itulah yang menyentuh bahunya membuat Yong Soon kembali ke alam sadarnya. Joo Hyun tersenyum padanya.
“Sudah sadar?”goda pria itu.
Yong Soon mengerucutkan bibirnya. Begitu nampannya sudah diisi dia berjalan ke salah satu meja kosong yang ada di ruangan itu diikuti oleh Joo Hyun dibelakangnya.
“Aku serius Yong Soon-ah, kau baik-baik saja?”tanya Joo Hyun seraya duduk.
Yong Soon mengangguk sambil mulai menyuap nasinya.
“Oppa,aku tidak melakukan hal yang aneh ketika mabuk kemarin kan?”tanya Yong Soon.
Joo Hyun menggeleng dan gadis itu bisa bernafas lega, ah dia baru ingat dia ingin menanyakan kenapa Je Ri yang mengantarnya pulang kemarin malam.
“Oppa, kenapa Je Ri yang mengantarku…eh…maksudku apa yang terjadi padaku kemarin sampai akhirnya aku sudah di apartemenku?”tanya Yong Soon, dia ingin menyebut Je Ri tapi takut Joo Hyun tidak mengenal gadis itu.
“Ah..Kyuhyun tidak bilang apa-apa padamu?”Joo Hyun malah balik bertanya, gadis itu menggeleng cepat.
“Semalam kau mabuk setelah begitu percaya diri bisa minum dan awalnya aku ingin mengantarmu pulang tapi aku merasa tidak enak pada Kyuhyun, akhirnya aku meneleponnya untuk menjemputmu, aku kaget ternyata Je Ri yang menjemputmu karena Kyuhyun sedang di Jepang. Aku tidak tega melihat kalian berdua pulang jadi aku mengantar kalian ke apartemenmu.”terang Joo Hyun.
Yong Soon mengangguk-anggukan kepalanya. Pantas Kyuhyun tahu dia mabuk tapi tumbem sekali pria itu tidak marah padanya ditambah Joo Hyun meneleponnya.
“Yong Soon-ah, apa Kyuhyun sering pergi sekarang ini?”tanya Joo Hyun.
Yong Soon menatapnya dan mendesah pelan. “Yup, dia super sibuk akhir-akhir ini…kau tahu dia kan sumber uang terakhir SM karena yang lain sedang wajib militer,”Yong Soon sedikit berbisik pada kalimat terakhirnya.
Joo Hyun hanya mengangguk,”Kau tidak kesepian?”tanya Joo Hyun lagi.
“Tentu saja aku kesepian, biasanya aku menginap di rumah teman-temanku atau di rumah bibi jika dia pergi ke luar negeri dalam jangka waktu yang cukup lama,”terang Yong Soon sambil menyendok supnya.
“Oh begitu,”ujar Joo Hyun yang mulai memakan makan siangnya.
“Yah begitulah kehidupanku, aku bahkan tidak bisa cerita ke sembarang orang kalau aku kesepian, aku sedang bertengkar dengan Kyuhyun atau aku sedang kesal dengan Kyuhyun,ck,karena aku bahkan tidak bisa menggandeng Kyuhyun di depan semua orang.”
Tiba-tiba Joo Hyun berhenti makan. Dia menatap lekat-lekat Yong Soon.
“Yong Soon-ah, apa kau bahagia seperti ini? Apakah kau pernah berpikir akan lebih baik kau menikah dengan orang biasa?”
Yong Soon menatap Joo Hyun kaget, matanya mengerjap beberapa kali. Dia tidak pernah menyangka Joo Hyun akan menanyakan hal ini. Selama ini meskipun Yong Soon bercerita tentang Kyuhyun pada pria ini, karena toh Joo Hyun sudah tahu Kyuhyun karena ulah Kyuhyun sendiri, Joo Hyun tidak pernah bertanya balik, dia hanya mendengarkan dan memberi saran. Tadi pun Yong Soon hanya berkeluh kesah pada pria ini, kenapa pria ini malah menanyakan hal itu.
**
Yong Soon tercenung di bangku di stasiun subway matanya lurus ke tempat kereta datang, menerawang dengan susu pisang ditangannya. Dia masih memikirkan pertanyaan Joo Hyun di kantin tadi siang. Pertanyaan yang sama persis pernah ayahnya tanyakan ketika dia pertama kali mengenalkan Kyuhyun padanya dan diulang lagi oleh ayahnya pertanyaan yang sama ketika Kyuhyun berencana ingin menikahinya.
Gadis itu masuk ke kereta yang sudah datang, berdiri di dekat pintu. Dia merasa aneh sekali, kenapa pertanyaan itu ditanyakan lagi? Apa dia bahagia sekarang? Entahlah, yang bagaimana yang bisa disebut bahagia itu, Yong Soon sendiri tidak tahu. Bahkan ketika sampai apartemen pun Yong Soon masih termenung.
“Aku pulang,”ucapnya sambil membuka pintu apartemennya.
Sepi. Ini yang selalu dirasakannya setiap hari, bahkan ketika Kyuhyun ada di Seoul pun rasanya apartemennya selalu sepi. Yong Soon mengganti sepatunya dengan sandal dan berjalan ke dapur, mengambil air minum di lemari pendingin dan menuangkannya ke gelas. Berlama-lama dia pegang gelas itu sampai akhirnya dia habiskan isinya dalam sekali teguk. Diambilnya ponsel putihnya dari saku coatnya yang belum dia lepas, mencari sebuah nama disana, bukan Kyuhyun yang dia cari tapi seseorang yang dia harap dapat membuatnya tenang. Ayah.
“Halo, Yong Soon-ah ada apa?”tanya suara pria paruh baya diseberang telepon.
“Ayah sedang sibuk?”
“Tidak juga, ada apa?”
Ayahnya tahu tidak biasanya Yong Soon akan meneleponnya lebih dulu kalau tidak ada sesuatu yang menganggu pikiran anak kesayangannya itu.
“Tidak ada hanya ingin bicara dengan ayah,”
Tuan Choi menggumam diseberang telepon.
“Kau sedang bertengkar dengan Kyuhyun?”
“Apa karena bertengkar dengan Kyuhyun aku baru menelepon ayah?”
Tuan Choi tertawa.
“Lagipula Kyuhyun sedang di Jepang saat ini,”lanjut Yong Soon.
“Iya aku tahu, Kyuhyun baru saja mengabariku,”
Yong Soon menggumam pelan, kadang dia tidak tahu apa yang ingin dia bicarakan dengan ayahnya, dia hanya ingin mendengar suara ayahnya yang menenangkan.
“Kudengar Kyuhyun akan ikut wajib militer sebagai pelayan publik,”
“Iya, dia sempat ikut tes polisi tapi sepertinya dia tidak bisa ditempatkan disana karena kondisi tubuhnya,”terang Yong Soon yang juga baru dapat kabar dari Kyuhyun via pesan tadi pagi.
“Baguslah kalau begitu, kau tidak akan kesepian lagi karena dia setiap hari akan ada di apartemen, jangan sering bertengkar, kalian harus menikmati waktu berdua kalian yang hanya dua tahun ini.”
Yong Soon terdiam, benar kata ayahnya. Kyuhyun akhirnya benar-benar akan selalu ada setiap hari untuknya. Mereka akan pulang di jam yang sama, akhir pekan bersama, seperti pasangan pada umumnya. Apakah sebuah kebetulan Kyuhyun malah ditempatkan di pelayanan publik? Sehingga mereka bisa benar-benar memperbaiki hubungan mereka dan terutama meyakinkan hati Yong Soon mengenai Kyhuhyun.
“Yong Soon-ah,”panggil Tuan Choi karena Yong Soon yang sejak tadi diam.
Yong Soon segera tersadar dari lamunannya “Ah iya ayah, maaf,”
“Yong Soon-ah, kau tahu dulu aku pernah bertanya padamu apakah akan lebih baik kalau kau menikah dengan orang biasa saja? Aku kembali memikirkannya ketika kau kembali ke rumah selama dua bulan itu dan kurasa aku sudah mengerti apa jawabanmu waktu itu. Kyuhyun sangat mencintaimu, aku tidak menyangka akan ada laki-laki lain yang jauh lebih mencintaimu dibanding aku,ayahmu. Ah, aku belum cerita padamu ya, ketika dua bulan kau di rumah dan sama sekali tidak mau mengangkat telepon Kyuhyun, dia terus menanyakanmu setiap hari padaku. Lagi-lagi aku kaget ternyata ada laki-laki lain yang lebih khawatir padamu dibanding aku. Aku mengerti kenapa saat itu kau menjawab, Kyuhyun yang terbaik tidak ada yang jauh lebih baik dari dia. Aku senang Kyuhyun yang bersamamu saat ini dan sampai nanti, jadi jangan meragukannya lagi,”
Yong Soon menggigit bibir bawahnya dan mendesah pelan.
“Iya ayah, aku tidak pernah berpikir seperti itu,”bantah Yong Soon.
“Ayah bisa membaca pikiranmu, sayang,”
Yong Soon terkekeh pelan.
“Liburanlah kesini dengan Kyuhyun nanti, sudah lama rasanya aku tidak bertemu dengannya,”
“Ayah sekarang lebih menyukai Kyuhyun sepertinya huft selalu dia yang ayah tanyakan dulu, pasti ayah akan bertanya bagaimana kabar Kyuhyun? Apakah dia baik-baik saja?”kesal Yong Soon.
Tuan Choi hanya tertawa pelan.
“Kalau dia tidak baik-baik saja bagaimana dia bisa menjagamu, Ah sudah jam berapa disana? Aku ada pertemuan sebentar lagi,”
“Omo, aku lupa Tuan Choi sangat sibuk, aku akan menghubungimu lagi ayah,”
Begitu Yong Soon memutuskan sambungan telepon dia menatap layar ponselnya yang berisi deretan pesan kakao dari Kyuhyun. Gadis itu tersenyum dan hendak membalas pesan yang bertubi tubi itu namun Kyuhyun malah meneleponnya, bukan hanya suara tapi video.
“Kenapa kau lama sekali membalas pesanku?”tanya pria itu langsung.
“Aku sedang berbicara dengan ayah tadi,”jawab Yong Soon malas. “Ada apa?”lanjutnya.
“Tidak hanya merindukan wajahmu,”jawab Kyuhyun.
Yong Soon berdecak pelan,”Tidak lucu Cho Kyuhyun, ah Kyuhyun-ah, kau tidak kecewa karena kau tidak jadi masuk di kepolisian?”tanya Yong Soon lagi.
Kyuhyun menggeleng,”Aku malah bersyukur, jadi aku bisa lebih banyak menghabiskan waktuku denganmu,”
“Kau benar-benar tidak kecewa karena ternyata kau tidak bisa terlihat keren dengan seragam polisi dibanding Donghae oppa?”
Pria berkulit pucat itu tampak kesal karena pertanyaan Yong Soon. Dulu ketika Donghae mulai menjalani wajib militernya di kepolisian, malamnya mereka bertemu, saat itu Kyuhyun, Ryeowook, Leeteuk dan Yong Soon. Gadis itu tidak berpaling dari Donghae sepanjang makan malam itu, bahkan dia sengaja duduk disamping Donghae berkali-kali juga gadis itu bilang kalau Donghae sangat keren dengan seragam polisinya. Hal itu membuat Kyuhyun bertekad untuk masuk kepolisian juga dan untuk menunjukan pada Yong Soon kalau dia lebih keren dibanding Donghae dengan seragam polisi.
“Donghae lagi!? Bagaimana caranya aku bisa menghilangkan pria pendek itu dari otakmu hah!? Selalu Donghae, aku jauh lebih baik daripada Donghae itu,”Kyuhyun menggerutu sebal.
Yong Soon tergelak karenanya. Masih saja pria ini cemburu pada Donghae.
“Aigoo bayi besarku sedang marah rupanya, tadi ayah meminta kita untuk liburan ke Inggris nanti,”
“Call, aku jadi ingat ingin membicarakan sesuatu dengamu, karena aku hanya akan menjadi pelayan publik, maka aku setiap hari bisa menjemputmu dan kita akan selalu pulang bersama, kita harus makan malam bersama diluar sesekali, dan setiap akhir pekan kita harus merencanakan kita akan pergi kemana saja, kurasa jeju, busan bahkan mungkin kita bisa ke Jepang, Taiwan atau Cina jika ada libur panjang. Kita tidak boleh menyianyiakan waktu dua tahun ini Yong Soon-ah, kita harus-“
“Aku mencintaimu,”
Yong Soon memotong ucapan panjang Kyhyun, pria itu membulatkan matanya menatap Yong Soon di layar ponselnya. Dia tampak tidak percaya mendengar apa yang Yong Soon katakan, gadis itu tidak akan pernah menyatakan perasaannya lebih dulu.
“Kau masih mabuk?”tanya Kyuhyun.
Yong Soon memutar bola matanya,”Yasudah istirahatlah, jangan lupa minum obat dan ingat besok pagi kau harus minum vitaminnya,”
“Kau membuatku ingin menciummu saat ini, Yong Soon-ah,”
“Ck, sudah sana,”
“Cium dulu,”
“Shiro!Ya Cho Kyuhyun, menggelikan kau tahu,”
“Aku tidak akan menutupnya sebelum kau menciumku,”
“Baiklah, kkeutno,”
Yong Soon langsung mematikan sambungan video call, Kyuhyun selalu saja punya permintaan aneh seperti tadi. Dia tidak akan pernah mau melakukan hal memalukan seperti tadi. Yong Soon berjalan ke kamarnya sambil tersenyum, meski belum tahu kapan tapi dia seperti sudah bisa merasakan bagaimana hari-harinya nanti bersama Kyuhyun, kali ini benar-benar ‘bersama’. Dia juga sudah berpikir kemana saja dia akan pergi setiap akhir pekan, persis seperti yang Kyuhyun pikirkan.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s