Back

Yong Soon berjalan cepat menuju sebuah kedai kopi diujung jalan, hari ini dia ada janji untuk bertemu keempat sahabatnya yang sudah lama tidak dia temui. Yeon Ji, Je Ri, Rae Bin dan bahkan Hyo Soo ada disana. Awalnya dia tidak ingin datang karena pekerjaannya yang menumpuk di akhir tahun ini namun karena Hyo Soo sudah jauh-jauh datang dari Kanada, dia merasa tidak enak jika tidak datang. Yong Soo merapatkan mantelnya menembus udara Seoul yang begitu dingin hari ini.
“Maaf aku terlambat,”
Yong Soon menundukkan kepalanya kepada beberapa orang yang sudah meunggunya sejak tadi di kedai kopi ini. Rae Bin sudah bersidekap dan berdecak. Yong Soon hanya bisa nyengir dan memasang muka minta maaf.
“Choi Yong Soon, kenapa kau lama sekali hah? Kau dan Kyuhyun sama saja, apa kalian ingin membeli SM? Kalian bekerja seperti tidak tahu waktu,”ujar Rae Bin yang kesal karena sudah menunggu Yong Soon hampir satu jam.
Tangan Yong Soon ditarik untuk duduk di kursi yang kosong. Yong Soon tersenyum pada gadis yang tadi menarik tangannya untuk duduk.
“Je Ri-ya, bagaimana kabarmu?”tanya Yong Soon pada Je Ri.
“Tidak pernah tidak lebih baik dari hari ini,”jawab gadis yang hari ini memakai kacamatanya itu.
“Ya ya ya Choi Yong Soon, aku sedang bicara padamu,”ketus Rae Bin, dia masih kesal karena Yong Soon datang terlambat.
“Onnie aku kan sudah bilang kalau hari ini aku tidak bisa ikut tapi kau malah memaksaku.”
“Memangnya kau pikir Hyo Soo kesini setiap minggu hah?”
Yong Soon berdecak pelan lalu beralih pada seorang gadis berambut hitam tergerai disampingnya. Gadis yang bernama Hyo Soo itu tersenyum.
“Hyo Soo onnie, apa kabar?”tanyanya sembari memeluk Hyo Soo.
“Aku sangat baik Yong Soon-ah, bagaimana kabarmu,hm?”Hyo Soo balas memeluknya.
“Aku selalu baik,”
“Kyuhyun?”
“Eoh, dia juga baik,”jawab Yong Soon enteng sembari mengambil kopi Yeon Ji.
Yeon Ji mendelik sebal dan Yong Soon hanya tersenyum sambil berucap maaf tanpa suara.
“Ja, jadi apa yang sudah aku lewatkan sejam tadi?”tanya Yong Soon pada keempat gadis ini.
Mereka pun mulai asyik dengan perbincangan seputar bagaimana kehidupan mereka sekarang, Hyo Soo begitu semangat mendengar penuturan teman-temannya tentang bagaimana mereka sekarang. 2 tahun tinggal di Kanada membuat dia tidak tahu banyak hal lagi tentang teman-temannya ini. Bagaimana hubungan Rae Bin dan Eunhyuk yang akhirnya harus berakhir, lalu hubungan Yeon Ji dengan Yesung yang tidak jelas, Yesung masih menganggap memiliki hubungan dengan Yeon Ji namun Yeon Ji sudah menganggap tidak memiliki hubungan apapun lagi dengan pria itu dan Je Ri yang memiliki hubungan paling tenang diantara mereka,dia sedang menunggu Ryeowook menyelesaikan wajib militernya.
“Kau sering mengunjunginya?”tanya Hyo Soo pada Je Ri.
Je Ri mengangguk,”Iya tapi tidak setiap minggu.”
“Onnie, kau sudah bertemu Donghae oppa?”tanya Yong Soon.
“Belum, mungkin besok, aku baru sampai pagi tadi Yong Soon-ah tapi aku sudah memberitahunya aku datang hari ini.”
“Dia pasti sangat senang sekali bisa bertemu denganmu onnie, dia sudah seperti ahjussi yang butuh kasih sayang akhir-akhir ini, apalagi natal kemarin ketika tahu kau tidak bisa pulang, wajahnya itu ck seperti awan mendung.”
Hyo Soo tertawa mendengar cerita Yong Soon. Hubungannya dengan Donghae memang baik-baik saja tapi mereka harus selalu menjalani hubungan jarak jauh, Hyo Soo yang harus tinggal di Kanada dan Donghae yang sekarang sedang menjalani wajib militernya. Ingin rasanya dia kembali seperti 3 tahun yang lalu, dimana dia bisa bertemu dengan pria yang sangat dicintainya itu setiap waktu.
“Kalian benar-benar sudah putus dengan Eunhyuk oppa dan Yesung Oppa?”tanya Hyo Soo kini pada kedua gadis yang duduk dihadapannya.
Yeon Ji menopang wajah dengan sebelah tangannya,matanya menerawang keatas, “Ya begitulah,”jawabnya.
“Hei Yeon Ji-ya, kalau kalian sudah putus kenapa nama Yesung Oppa di ponselmu masih
“Sayang” dan kalian masih sering bertemu, aku melihatmu kemarin”timpal Yong Soon sambil menunjuk Yeon Ji mantap, Je Ri disamping Yong Soon tertawa geli memperhatikan Yeon Ji yang kini mendelik sebal pada Yong Soon.
“Onnie, kalau kau dan Eunhyuk oppa sudah putus kenapa kau masih sering mengunjunginya, membawakannya makanan hm?”ujar Yong Soon kini beralih pada Rae Bin.
“Ya! Choi Yong Soon jangan mengurusi hubungan orang lain, urusi saja hubunganmu dengan Kyuhyun, bahkan kalian saja hampir bercerai.”Rae Bin memutar bola matanya sementar Yong Soon yang sedang menyesap caramel macchiatonya langsung tersedak.
“Apa?”Hyo Soo langsung menoleh pada Yong Soon. “Kalian hampir bercerai? Kau dan Kyuhyun?”lanjut Hyo Soo tidak percaya. Selama ini meskipun mereka tidak pernah bertemu tapi Hyo Soo masih suka menanyakan kabar teman-temannya ini tapi informasi ini luput dari pengetahuannya.
“Bagaimana bisa? Apa yang terjadi?”tuntut Hyo Soon.
Yong Soon mendesah pelan.”Onnie kenapa kau harus membawa masalah itu lagi.”kesal Yong Soon.
“Agar Hyo Soo juga bisa memarahi ide gilamu yang ingin bercerai dengan Kyuhyun.”ujar Rae Bin.
“Jadi apa yang terjadi Yong Soon-ah? Bagaimana bisa kau ingin bercerai dengan Kyuhyun?”
Yong Soon mendesah pelan padahal dia tidak ingin lagi mengingat saat-saat itu. Katakanlah dia memang sedang gila saat itu tapi tenti saja dia memiliki alasan kenapa dia ingin bercerai dengan Kyuhyun saat itu.
“Jadi semuanya bermula ketika aku merasa jauh dengan Kyuhyun, aku sibuk dan diapun begitu.”ujar Yong Soo mulai menjelaskan.
“Tapi dia selalu menghubungimu kan Choi Yong Soon.”potong Rae Bin.
“Iya dia memang masih menelponku, mengirimiku pesan, mengingatkanku makan dan lainnya tapi tetap saja dalam suatu hubungan tidak hanya dibutuhkan komunikasi yang intens tapi juga kehadiran fisiknya.”
“Bukankah dulu kau tidak pernah mementingkan ada tidaknya Kyuhyun setiap hari,”potong Yeon Ji.
“Eoh, itu dulu ketika aku dan dia masih sepasang kekasih.”jawab Yong Soon mantap.
“Lalu?”tanya Hyo Soo menghetikan interupsi-interupsi lainnya.
“Bisa kuhitung berapa kali aku melihat wajahnya dalam seminggu, aku bukan seorang wanita yang penuntut, aku tahu kondisi Kyuhyun dan aku tidak terus memarahinya karena tidak pernah ada di apartemen atau tidak pernah menghabiskan waktu bersamaku, aku hanya bilang padanya aku ingin melanjutkan sekolahku di London dan dia langsung marah tanpa mendengar penjelasanku lagi, akhirnya aku pergi ke London, 2 bulan. Saat itulah aku berpikir apakah sebaiknya aku mengakhiri saja pernikahanku dengan Kyuhyun, kurasa tidak ada yang bisa kami lakukan untuk menyelesaikan masalah ini dan aku mengatakannya pada Kyuhyun”.
“Kau gila,”ucap Hyo Soo.
“Sudah kubilang kan Hyo Soo-ya dia memang gila,”timpal Rae Bin.
“Lalu bagaimana kalian bisa berbaikan?”tanya Je Ri yang ikut penasaran, dia juga tidak tahu masalah ini, saat itu dia hanya tau Kyuhyun dan Yong Soon memang sedang bertengkar namun dia tidak tahu kalo mereka sampai akan bercerai.
“Haruskah aku cerita juga pada kalian bagaimana kami berbaikan? Kenapa jadi membahas aku, seharusnya kalian membahas Hyo Soo onnie yang sudah dua tahun tidak kita temui, kalian tidak pensaran apa yang dia lakukan selama ini eoh?”jawab Yong Soon sambil menyentuh bahu Hyo Soo.
**
Yong Soon memasukkan kombinasi angka di pintu apartemennya sebelum pintu itu terbuka. Dia melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan sendal lalu matanya menangkap sepasang sepatu di depan pintu. Kyuhyun sudah pulang.
“Kyuhyun-ah kau sudah pulang?”
Yong Soon berjalan masuk kedalam apartemennya dan mendapati Kyuhyun di depan kompor. Yong Soon meletakkan cake yang dibawanya di meja dan mendekati Kyuhyun.
“Apa yang sedang kau lakukan?”tanya Yong Soon sembari melihat panci berisi tteokpoki dan ramyeon yang sudah bercampur diatas kompor.
“Kau tidak lihat aku sedang masak, eoh?”
Kyuhyun mengambil kuah dipanci dan menyedokkannya pada Yong Soon, “Cobalah,”
Yong Soon menyambut suapan Kyuhyun.
“Bagaimana?”tanya Kyuhyun antusias.
Yong Soon bergumam sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
“Ya, bagaimana rasanya?”tuntut Kyuhyun.
Dia sudah bersusah payah membuat rapokki ini karena ketika sampai di apartemen, Yong Soon tidak ada dan tidak ada makanan juga. Dia hanya menemukan kimchi, tteok dan ramyun, karena sudah lapar dia menyatukan semuanya.
“Flood rapokki,”jawab Yong Soon.
“Apa?”tanya Kyuhyun.
“Rapokki banjir, tidak ada rasanya sama sekali Cho Kyuhyun.”
“Perlu kutambahkan garam?”Kyuhyun langsung mengambil garam di lemari dan hendak menaburkan pada masakannya namun Yong Soon langsung menahan tangannya dan menggeleng.
“Jangan, nanti rasanya tambah aneh.”
“Lalu? Apa kutambahkan kimchi saja?”tanya Kyuhyun lagi, masakannya tidak boleh gagal, dia sudah bersusah payah membuatnya.
“Jangan, anggap saja masakanmu gagal dan habiskan masakan gagalmu ini, jangan dibuang seperti waktu itu, kau sudah menghabiskan persediaan makanan dengan sup sebanyak ini.”ujar Yong Soon sambil menepuk bahu Kyuhyun lalu berlalu ke meja makan dan mengambil cake yang tadi dia bawa lalu menaruhnya di lemari pendingin.
“Yong Soon-ah, lihat ini, tadi aku membuat seperti ini tapi terlihat sepi jadi kutambahkan saja tteok dan ramyun lagi.”
Kyuhyun menghampiri Yong Soon dan menunjukkan foto makanannya sebelum menjadi lautan seperti sekarang ini.
“Lalu?”tanya Yong Soon dengan menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti dengan maksud Kyuhyun menunjukkan foto makanannya ini.
“Habiskan bersamaku ne?”pria itu menunjukan wajah memohonnya.
“Shireo,”Yong Soon mendorong tubuh Kyuhyun untuk berjalan ke kamarnya.
“Ya kapan lagi kau akan makan masakanku, kalau aku sudah di camp kau tidak bisa lagi memakan masakanku, Cho Yong Soon, hei,”
Yong Soon tidak mempedulikan perkataan suaminya itu dan masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri. Selalu,alasan itu yang akan dia gunakan “kalau sudah di camp”, memangnya kenapa kalau sudah di camp, gumam Yong Soon dalam pikirannya.
**
“Yong Soon-ah…”Kyuhyun merajuk didepan pintu kamarnya dan Yong Soon, masih meminta gadis itu untuk makan bersamanya. Dia juga mengetuk pintu berkali-kali.
Akhirnya Yong Soon yang sudah memakai pakaian tidurnya membuka pintu kamar. Dia menatap Kyuhyun jengah.
“Jadi kau mau menghabiskannya denganku, eung?eung?eung?”,Kyuhyun memohon dengan memasang wajah itu imut tapi menggelikan bagi Yong Soon,
“Berhenti bertingkah imut Cho Kyuhyun, kau membuatku merinding,”Yong Soon berjalan kembali ke dapur, lebih baik dia menuruti keinginan Kyuhyun jika tidak dia akan merajuk semalaman sementar besok dia harus bangun pagi dan pekerjaannya masih menumpuk di kantor. Kyuhyun yang berjalan dibelakangnya tersenyum senang. Ah, dia akan menghabiskan sebanyak-banyaknya waktu bersama gadis yang dicintainya ini sebelum dia pergi ke camp. Meski nanti bisa saja gadis ini sebal tapi dia tidak akan berhenti bertingkah seperti ini, dia ingin mengingat-ingat setiap waktu yang dia habiskan bersama gadis ini sebelum meninggalkannya empat minggu lamanya.
Yong Soon mengambil nasi lalu kimchi dan menumisnya kembali sebelum menghidangkannya diatas meja bersama rapokki banjir milik Kyuhyun.
“Kalau aku bertambah 2kg besok pagi karena makan ini, kau akan kuhabisi Cho Kyuhyun.”ujar Yong Soon sambil menyodorkan nasi kehadapan Kyuhyun. Pria itu hanya terkekeh pelan.
“Tidak apa kalau kau bertambah 2kg besok pagi, aku tahu bagaimana membakar kalori dengan cepat.”Kyuhyun menatap Yong Soon dengan smirknya.
“Ya hentikan pikiran mesummu itu Cho Kyuhyun.”
“Apa? Siapa yang mesum? Kau yang berpikiran mesum, bisa saja bersepeda bersama, lari bersama masih banyak kegiatan lain untuk membakar kalori. Ah, atau kau memang sangat menginginkannya.” Kyuhyun menaikkan kedua alisnya menatap seksama Yong Soon.
Yong Soon berdecak pelan dan mulai makan. Kyuhyun tertawa kencang karenanya, ah betapa menyenangkannya menggoda gadisnya ini. Yong Soon hanya menunduk dan makan dalam diam.
“Cepat habiskan,”ujar Yong Soon lagi.
Kyuhyun terlihat makan dengan lahap, perutnya sudah minta diisi lebih dari sejam yang lalu tetapi dia malah terjebak dengan membuat masakan gagalnya ini. Sementara Yong Soon terlihat malas-malasan menghabiskan masakan Kyuhyun yang sudah tidak jelas rasanya ini.
Pria berkulit pucat itu memperhatikan istrinya yang tampak tidak berselera, bukan karena masakan yang tidak enak, Kyuhyun merasa Yong Soon sedang memikirkan sesuatu.
“Yong Soon-ah, aku pikir kau akan pulang malam, kalian kan sudah lama tidak bertemu, aku baru saja ingin menanyakan apa kau ingin dijemput atau tidak,”tutur Kyuhyun.
Yong Soon mendongak,”Tadinya mereka mengajakku untuk minum tapi kau tahukan level toleransi alkoholku sangat rendah jadi aku menolaknya, lagipula diluar dingin sekali,”
Yong Soon menaruh kimchi diatas nasi Kyuhyun.
“Bagus, aku tidak mau menjemputmu yang dalam keadaan mabuk, merepotkan saja.”ujar Kyuhyun.
Yong Soon memutar bola matanya dan mendengus kesal. Dia berdiri dan mengambil air dingin di kulkas. Yong Soon tertegun beberapa saat di depan pintu kulkas, entah kenapa sejak tadi dia kepikiran percakapannya dengan sahabat-sahabatnya itu terutama ketika mereka menanyakan soal kejadian yang hampir setahun lalu antara dia dan Kyuhyun. Tanpa Yong Soon sadari, Kyuhyun memperhatikannya dari belakang, dia semakim yakin kalo istrinya ini sedang memikirkan sesuatu.
“Yong Soon-ah, besok aku saja yang mengantarmu ke bandara.”
Yong Soon langsung berbalik dengan botol air dingin dan kembali duduk di meja sambil menuang air dibotol itu ke gelas Kyuhyun,
“Kau tidak ada jadwal besok pagi?”tanya Yong Soon.
“Ada, tapi kau kan pergi pagi-pagi sekali, biar aku saja yang antar tidak usah diantar Kim ahjussi.”
Yong Soon mengangguk sambil tersenyum dia memperhatikan wajah Kyuhyun dengan seksama.
Kyuhyun merasa semakin aneh,”Wae?”tanyanya.
Yong Soon menggeleng cepat,”Habiskan makanmu, aku sudah sangat kenyang.”
“Ya, ini banyak sekali Cho Yong Soon, bantu aku menghabiskannya.”rengen Kyuhyun.
Yong Soon menusuk pipi Kyuhyun dengan sumpitnya,”Salah sendiri memasak, kenapa tidak pesan saja, eoh?”
Kyuhyun hanya mendesah pelan dan mulai kembali menghabiskan masakan gagalnya ini. Tidak ada yang bisa dia lakukan selain menghabiskannya.
**
Yong Soon meliaht ponsel putihnya yang tergeletak di tempat tidur, dia tersenyum sambil menyimpan foto-foto mereka tadi. Sampai jarinya bergerak ke aplikasi pesan dan melihat sebuah pesan yang masih disimpannya dan malah semakin membuatnya mengingat percakapanya sore tadi.
Pergi saja, aku tidak peduli
Sebuah pesan yang tidak pernah dia pikirkan akan dikirimkan oleh suaminya itu. Dia tahu semarah-marahnya Kyuhyun tidak mungkin sampai berkata seperti itu. Ya, saat itu Kyuhyun benar-benar marah tidak pernah dia melihat Kyuhyun semarah itu padanya, setelah Yong Soon bilang dia akan sekolah lagi di London. Kyuhyun marah besar, dia masih ingat betapa seramnya Kyuhyun saat itu, setelahnya mereka tidak berbicara selama satu minggu. Sungguh semenjak mereka menjadi suami istri, Kyuhyun tidak pernah mendiamkannya selama itu. Hingga akhirnya Kyuhyun mengirimkan pesan itu, besoknya Yong Soon langsung pulang ke London dan selama 2 bulan lebih mereka tidak pernah bicara.
Yong Soon kembali melihat pesan setelahnya yang dia kirim ke Kyuhyun setelah 2 bulan mereka berpisah.
Aku ingin kita bercerai
Pesan yang juga tidak pernah Yong Soon pikirkan akan dia sampaikan pada Kyuhyun. Hanya saja saat itu Yong Soon sudah tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan. Dia sudah benar-benar merasa kehilangan Kyuhyun-nya. Pria itu tidak pernah membalas pesannya.
Pintu kamar terbuka, Kyuhyun masuk sambil menepuk-nepuk perutnya setelah menghabiskan seluruh rapokki itu. Yong Soon tersenyum geli melihatnya.
“Aigoo, KyuBear-ku, sudah habis makannya?”Yong Soon beranjak dari tempat tidur dan menghampiri Kyuhyun lalu memeluknya. Kyuhyun terkejut karenanya namun dia tetap membalas pelukan Yong Soon.
“Kalau besok aku sakit perut kau tidak boleh pulang ke London dan harus merawatku, mengerti?”
Yong Soon hanya tersenyum geli.
“Yong Soon-ah, apa yang sedang kau pikirkan?”tanya Kyuhyun sambil mengelus rambut Yong Soon.
Yong Soon hanya mendongakkan kepalanya yang sebelumnya dia tenggelamkam di dada Kyuhyun dan menggeleng sambil tersenyum.
Kedua alis Kyuhyun bertaut,”Kau yakin?”
Yong Soon mendesah pelan. Dia menegakkan tubuhnya dan hanya melingkarkan tangannya kepinggang Kyuhyun.
“Kyuhyun-ah, kenapa kau tidak membalas pesanku itu?”
Kyuhyun terlihat bingung, pesan apa yang tidak dia balas? Dia tampak berpikir.
“Kalau kau membalas pesanku saat itu aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi kan.”
Kyuhyun mengusap kepala Yong Soon, mengerti apa yang dimaksud gadisnya ini. Pesan itu, pesan yang bahkan langsung membuat dia melempar ponselnya, pesan yang tidak bisa membuat dia berpikir dengan benar seharian itu. Kenapa Yong Soon tiba-tiba menanyakan hal itu?”
“Ah, kalian tadi membicarakan hal itu dan Hyo Soo memarahimu karena ingin bercerai denganku, aigoo harusnya mereka tahu lebih awal sehingga mereka bisa mengingatkanmu untuk berpikir dengan benar,”Kyuhyun menoyor pelan dahi Yong Soon sambil tersenyum mengejek.
Yong Soon kesal karena Kyuhyun menanggapinya dengan bercanda. Dia melepaskan tangannya dipinggang Kyuhyun dan berbalik dengan wajah masam. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah istirnya yang menurutnya menggemaskan.
Kyuhyun langsung memeluk tubuh Yong Soon dari belakang, wajahnya disurukkan ke leher Yong Soon yang lebih pendek darinya.
“Itu bukan pertanyaan tapi sebuah pernyataan, aku tidak bisa menjawabnya dengan iya atau tidak, hei kau tidak ingat aku langsung ke rumahmu dua hari kemudian kan dan bertanya apakah kau tidak ingin aku peduli lagi padamu, kau lupa?”
Iya, Kyuhyun datang dua hari setelahnya, hanya satu kata yang diucapkannya pada Yong Soon.
Apakah kau tidak ingin aku peduli lagi padamu.
Hal itu membuat akhirnya orang tua Yong Soon tahu kalo anaknya meminta bercerai dari Kyuhyun. Kedua langsung berbicara pada pasangan ini. Tiga hari Kyuhyun berada di rumah Yong Soon, sampai pada malam terakhirnya, Kyuhyun menghampiri kamar Yong Soon. Dia pikir Yong Soon sudah tidur nyatanya tidak. Kyuhyun duduk ditempat tidur Yong Soon dan lagi-lagi bertanya.
Apakah dua bulan sudah membuatmu terlatih tanpa ada aku?
Seminggu kemudian Yong Soon kembali ke Seoul, Kyuhyun menjemputnya hari itu dan lagi-lagi Yong Soon mengucapkan kata-kata yang mengagetkan Kyuhyun. Dia masih ingin bercerai dengan Kyuhyun dan akan mengurus surat cerainya minggu itu. Hanya satu kata yang Kyuhyun ucapkan saat itu.
Apakah kau sudah tidak ingin melihatku dihidupmu lagi?
“Cho Yong Soon kau tahu aku tidak ingin mengingat lagi saat-saat itu, dimana setiap hari sangat melelahkan buatku, dimana setiap hari selalu membuatku ketakutan, ketakutan akan kehilanganmu. Aku selalu mengecek kamarmu sebelum pergi atau sesudah pulang dan baru bisa bernafas lega hari itu ketika aku bisa melihatmu dimanapun di apartemen ini, seakan-akan aku bisa hidup satu hari lagi dan besoknya kuulangi hal yang sama. Tapi ada satu hal yang membuatku terus bisa hidup saat itu, kau tidak pernah menjawab semua pertanyaanku disitu aku tahu kau masih menginginkanku, jika saja kau menjawab salah satu dari pertanyaanku itu mungkin aku sudah tidak bisa memelukmu seperti ini.”
Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Yong Soon.
“Kenapa kau tidak mmencoba mempertahankanku jika aku menjawan pertanyaanmu?”tanya Yong Soon.
Kyuhyun membalikan tubuh Yong Soon dan menatapnya dalam.”Tidak,aku tidak akan mempertahankanmu,aku ingin mendapatkanmu lagi.”
“Bodoh,”lirih Yong Soon.
“Iya aku bodoh tidak bisa lepas darimu,”Kyuhyun menangkup wajah Yong Soon dan menyentuh bibir Yong Soon perlahan, memagutnya.
“Yong Soon-ah,bolehkah?”tanya Kyuhyun setelah melepas pagutan panjang mereka.
“Kau harus ingat aku harus berangkat pagi-pagi besok,”lirih Yong Soon sebelum kembali menautkan bibir mereka.
**
“Cho Kyuhyun, kalau sampai aku terlambat naik pesawat, kau harus mengganti tiketku!”Yong Soon mendelik sebal pada Kyuhyun disampingnya yang sedang menyetir dengan kecepatan tinggi.
“Iya iya iya aku tahu”Kyuhyun berdecak sebal bahkan dia belum mandi dan hanya mencuci mukanya akibat Yong Soon sudah marah-marah karena dia jadi bangun telat dan harus mengejar pesawat seperti ini.
“Lagipula siapa yang tidak mau berhenti semalam,”lanjut Kyuhyun.
“Cho Kyuhyun!!”
**
“Jadi kalian berbaikan karena Kyuhyun menangis?”tanya Hyo Soo tidak percaya pada cerita Yong Soon dihadapannya ini,
“Begitulah,kau tau aku senang akhirnya bisa melihat Kyuhyun menangis karena aku”, jawab Yong Soon enteng.
“Yong Soon dirawat di rumah sakit selama seminggu itu dan Kyuhyun selalu mendatanginya setiap hari, hei aku tidak tahu Kyuhyun menangis.”ujar Rae Bin.
Yeon Ji dan Je Ri tertawa kecil mendengar cerita pasangan aneh ini.
“Kau tau eonni, dia menangis sambil berkata, Yong Soon-ah, siapa yang akan mencuci bajuku, membuatku makanan, jangan tinggalkan aku, dia pikir aku mau meninggal apa? Cih. Yasudah aku maafkan saja.”lanjut Yong Soon.
Hyo Soo menyipitkan matanya tidak percaya, mana mungkin permasalahan yang hampir membuat mereka bercerai hanya selesai dengan Kyuhyun menangis seperti itu.
“Yasudah, kau tidak boleh seperti itu lagi, begitu gampangnya mengucapkan kata cerai, kau sudah dewasa Yong Soon-ah, kau harus berpikir matang-matang sebelum membuat keputusan,”
“Nde eonni,”Yong Soon menjawab sambil menganggukan kepalanya.
“Dengarkan itu,”ujar Rae Bin.
Tentu saja tidak segampang itu mereka berbaikan tapi dia tidak mau menceritakan semuanya pada mereka. Dia sebenernya sudah ingin melupakan saat-saat itu, dia dan Kyuhyun sudah berjanji untuk tidak mengungkitnya lagi.
Tidak semudah itu mereka berbaikan, tapi kata-kata Kyuhyun di hari pertama dia masuk rumah sakit, itulah yang membuatnya kembali pada Kyuhyun.
Kembalilah padaku
**
Aku sudah sampai
Yong Soon mengirim pesan pada Kyuhyun yang menyampaikan kalau dia sudah sampai di London, Yong Soon merapatkan jaketnya menghalau dingim, tidak lama Kyuhyun membalasa pesannya dengan rentetan pesan-pesan pengingat, jangan lupa makanan, selalu kabari dia setiap waktu dan ditutup satu kata.
Aku merindukanmu, cepatlah kembali.
Lagi-lagi kata kembali.
“Aku selalu lemah jika kau mulai berkata ‘kembali’, Cho Kyuhyun,”
Yong Soon menggerakan jarinya menghapus pesan di ponselnya, pesan bodoh yang pernah dia kirimkan hampir setahun yang lalu pesan yang hampir membuatnya tidak pernah kembali pada Kyuhyun.
Advertisements

3 thoughts on “Back

  1. hay,anyeong eonni.kenalin aku new reader ,baru pertama baca fanficmu,ceritanya bagus cuman bagian flashback nya bikin bingung,tp ceritanya bagus kok 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s