FF: First Love

Zelo menggerak-gerakan kepalanya mengintip dari jendela besar sebuah restoran kecil di pinggir jalan. Mata kecilnya seperti mencari sosok seseorang yang berada di dalam sana. Sesekali ketika seseorang dari dalam restoran ini memperhatikan kenaehan anak laki-laki yang baru berusia 17 tahun in, dia akan buru-buru berjalan pergi. Namun tidak sampai semenit kemudian dia sudah kembali.  Dia mengeluarkan ponsel dari saku jaket hitan miliknya,memandang deretan angka yang menunjukkan jam berapa saat ini.  Dia mengerenyit ketika menyadari sudah berapa lama dia menunggu, hampir satu jam dan seseorang yang dia tunggu tidak kunjung menghampirinya. Dia kembali melirik ke dalam restoran berharap mampu menemukan sosok yang tengah dia tunggu itu di dalam sana. Namun sedetik kemudian dia mendesah pelan, seharusnya dia tidak boleh mengeluh seperti ini. Waktu yang seseorang itu janjikan padanya adalah pukul 10 malam dan sekarang masih ada 15 menit lagi sebelum waktu yang ditentukan. Zelo begitu bersemangat ketika diminta bertemu oleh orang itu, sudah hampir sebulan lamanya mereka tidak bertemu. Ya, Zelo merindukannya, seorang gadis yang telah menerima pernyataan cintanya sebulan yang lalu.

Laki-laki ini memutuskan untuk tidak lagi berdiri di depan jendela besar restoran ini dan mulai bersandar di dinding tepat di samping jendela tersebut. Dia membenarkan letak topinya yang sengaja menutupi sedikit wajahnya. Tidak boleh ada yang mengenalinya, resiko yang harus dia tanggung dalam menjalani impiannya.

“Junhong-ah.”sapaan pelan terdengar dari seorang gadis berambut hitam sebahu . Wajahnya memberikan senyuman yang mencetak jelas lesung pipi yang dimilikinya.

Zelo tersentak kaget, dia sempat melamun tadi dan dia begitu kaget ketika melihat gadis yang ditunggunya ada dihadapannya. Matanya memperhatikan gadis ini dari atas sampai bawah seakan-akan mencari sesuatu yang berbeda dari sosok gadis ini setelah sebulan tidak bertemu dan apa yang Zelo temukan? Tidak ada gadis ini masih sama seperti sebulan yang lalu.

Zelo berdiri tegak lalu membungkuk sedikit.”Annyeonghaseyo noona.”ujarnya.

Gadis bernama Sun Young ini tersenyum tipis melihat sikap Junhong yang begitu formal padanya padahal mereka kini adalah sepasang kekasih. Mungkin karena keduanya sudah lama tidak bertemu sehingga membuat laki-laki yang lebih muda darinya itu tampak canggung.

“Maaf membuatmu lama menunggu.”ucap Sun Young.

“Tidak noona, aku baru sampai.”jawab Zelo cepat.

Lagi-lagi Sun Young tersenyum. Dia tahu Zelo sudah menunggunya sejak sejam yang lalu di depan restoran tempat dia bekerja paruh waktu itu.

“Ayo,”Sun Young mengajak Zelo untuk berjalan meninggalkan tempat tadi.

Keduanya berjalan beriringan namun tampak sekali seperti ada batas diantara mereka. Zelo sesekali melirik SunYeong, dia terlihat begitu gugup. Setelah sebulan lalu dia menyatakan perasaannya pada gadis disampingnya ini, baru hari ini mereka bisa bertemu. Dia belum pernah memiliki pengalaman apapun dengan gadis-gadis dan tentu saja berjalan bersama Sun Young seperti ini membuatnya gugup.

“Junhong-ah, kau tidak sedang sibuk?”tanya Sun Young tiba-tiba setelah keheningan yang cukup lama.

“Apa?”Junhong langsung menoleh pada Sun Young dan ketika mata mereka beradu, Zelo dengan cepat menunduk. Dia bisa merasakan jantungnya berdetak sangat cepat saat ini.

Sun Young tesenyum kecil karenanya. “Apa kabarmu, Junhong-ah?”tanya Sun Young,mengganti pertanyaannya. Dia bisa melihat wajah Junhong yang memerah dari samping.

“Baik, noona?”tanyanya balik memberanikan diri menoleh pada Sun Young yang tepat saat itu sedang menatap lurus ke depan.

“Sangat baik.”

Ketika Sun Young menoleh pada Zelo, lagi-lagi laki-laki yang menjadi maknae di boy groupnya itu langsung menunduk. Dia takut untuk menatap mata Sun Young. Selanjutnya tidak ada lagi percakapan yang keluar diantara mereka. Zelo hanya diam dan sesekali memberanikan diri menoleh pada Sun Young sementara gadis itu hanya menatap lurus ke depan. Sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang ingin Zelo tanyakan pada gadis disampingnya ini namun dia begitu malu untuk bertanya. Dia masih tidak percaya jika Sun Young kini adalah kekasihnya dan dia juga tidak tahu bagaimana memperlakukan seorang kekasih itu. Laki-laki tinggi ini begitu polos.

N-noona,”

“Ya?”

Akhirnya ada suara juga yang keluar dari mulut Zelo setelah sekian lama berdebat dengan pikirannya untuk bertanya atau tidak.

Noona selalu pulang jam 10 setiap malam?”tanya Zelo.

“Iya tapi tekadang juga bisa lebih cepat.”jawab Sun Young tanpa menoleh pada Zelo, dia tahu laki-laki itu sepertinya tidak nyaman ketika mereka saling beradu pandang. Sehingga dia memutuskan untuk tidak menoleh padanya agar Zelo terus berbicara. Sejujurnya Sun Young mengharapkan ekspresi yang lain ketika mereka bertemu bukan sapaan formal seperti tadi tapi Sun Young begitu mengenal Zelo, dia pasti malu hanya untuk mengatakan ‘aku merindukanmu’ dan belum ditambah dengan kenyataan bahwa selama ini laki-laki berkulit putih itu menganggapnya sebagai ‘noona’-nya, dia pasti canggung dengan perubahan status mereka sekarang.

Noona, pulang sendiri?”tanya Zelo lagi.

“Tentu saja aku pulang sendiri, kenapa? Kau takut aku pulang dengan laki-laki lain?”tanya Sun Young berusaha menggoda Zelo.

A-ani, bukan begitu,”jawab Zelo terburu-buru membuat Sun Young tertawa. Betapa polosnya kekasihnya ini.

Mereka sampai di halte bus, Sun Young tampak hendak mengeluarkan sesuatu dari tasnya.”Maaf, aku memintamu bertemu malam-malam seperti ini, dimana seharusnya kau sedang beristirahat. Aku hanya ingin memberikan sesuatu padamu dan setelah ini kau bisa pulang.”

“Aku akan mengantar noona sampai ke rumah.”potong Zelo. Dia tidak bisa membiarkan kekasihnya pulang malam-malam sendirian, bukankah seorang laki-laki harus bersikap seperti itu pada kekasihnya?

“Ah, tidak perlu Junhong-ah, aku bisa pulang sendiri.”

“Ini sudah malam dan noona adalah seorang gadis.”lanjut Zelo dengan suara yang pelan, dia ragu-ragu untuk mengatakan hal tadi namun perkataan itu terlanjut terucap.

Sun Young tersenyum melihat sikap Zelo. Sikap Zelo selalu bisa membuatnya tersenyum. “Baiklah,”ujarnya.

Sebuah bus berhentu tidak berapa lama setelahnya. “Ayo,”Sun Young menjulurkan tangannya meminta tangan Zelo. Laki-laki itu kaget dan sedikit ragu pada awalnya sebelum dia menyambut tangan Sun Young. Gadis itu tertawa kecil sebelum menarik Zelo untuk naik ke bus sementara Zelo sedang berusaha menormalkan detak jantungnya saat ini.

Keduanya duduk berdampingan di dalam bus dan keheningan kembali tercipta. Sun Young menatap jalanan sementar lagi-laigi Zelo hanya bisa melirik sekilas pada kekasihnya itu. sebenarnya dia tidak ingin pertemua mereka ini hanya diisi dengan keheningan seperti ini tapi Zelo tidak tahu apa yang harus dia katakan lagi pada Sun Young.

Sun Young menguap.

Noona, kau mengantuk? Tidurlah, nanti aku bangunkan saat sudah sampai.”ujar Zelo.

Sun Young menoleh pada Zelo dan menggeleng pelan.

“Tidak apa-apa, aku tahu rumah noona.”lanjut Zelo.

Tiba-tiba Sun Young merebahkan kepalanya di bahu Zelo dan membuat laki-laki berambut pirag itu menegang seketika. Sun Young bisa merasakannya, sedetik kemudian dia kembali ke posisi semula. “Tidak, aku tidak mengantuk.”

Zelo hanya bisa diam setelahnya, seharusnya dia tidak bereaksi seperti tadi.

Keduanya kembali berjalan beriringan untuk sampai ke rumah Sun Young dari halte bus terdekat dan keheningan kembali menyelimuti mereka. Apalagi setelah kejadin di bus tadi sepertinya Zelo enggan untuk berbicara apapun lagi.

“Terima kasih sudah menemaniku Junhong-ah.”ujar Sun Young.”Sebenarnya aku ingin memberikan ini.”Sun Young menyerahkan sebuah tas kertas kecil pada Zelo.  Kini mereka berdiri berhadapan.

Laki-laki itu menerimanya dengan memasang wajah bingung menatap Sun Young. Ekspresi bingung Zelo adalah yang paling disukai Sun Young karena saat itu laki-laki dihadapannya ini benar-benar tampak seperti anak kecil.

“Sesuatu untuk menjaga kesehatanmu, jangan lupa untuk diminum.”pesan Sun Young sambil tersenyum.

“Ah, kamsahamnida noona.”Zelo kembali membungkuk pada Sun Young membuat gadis itu kini mendesah pelan.

“Junhong-ah, bisakah kau berhenti bersikap formal padaku.”

Sun Young menatap Zelo dengan seksama. Laki-laki dengan topi hitam itu hanya bisa terdiam mendengar perkataan Sun Young. Apa itu artinya noona-nya tidak suka dengan sikpanya sejak tadi? Tapi dia hanya berusaha untuk sopan.

“Apakah kau sungguh-sungguh ketika mengatakan kau mencintaiku?”tanya Sun Young tiba-tiba.

“T-tenu saja noona, ak-.”

“Kalau begitu coba kau katakan sekarang.”potong Sun Young.

Zelo tampak gugup. Dia tidak menyangka Sun Young akan memintanya seperti ini. Tentu saja dia sungguh-sungguh ketika mengatakan bahwa dia mencintai gadis dihadapannya ini. Semua sikpanya yang begitu sopan hari ini hanya karena dia canggung dan takut serta tidak tahu bagaimana harus memperlakukan Sun Young dengan status mereka sekarang ini.

“Aku mencintaimu noona.”

 

**

 

“Noona, apa yang sedang kau pikirkan? Kenapa kau tersenyum?”tanya Zelo ketika memperhatikan sosok kekasihnya yang tengah terdiam namun sesekali tersenyum.

“Tidak ada.”jawab Sun Young seraya mengacak rambut abu-abu Zelo yang sedang berbaring dipangkuannya. Zelo menghentikan gerakan tangan Sun Young di kepalanya dan mencibir kesal. Kekasihnya itu selalu memperlakukannya seperti anak kecil. Meski dia sudah membuat peraturan noona  dan kekasih untuknya.

Keduanya tengah menikmati kencan kedua mereka. Tidak banyak kencan yang bisa mereka lakukan dengan kesibukan Zelo selama ini. Bahkan kencan yang mereka lakukan mungkin tidak bisa disebut kencan karena keduanya hanya bisa menikmati kencan mereka paling lama 30 menit.

Sun Young menatap lurus danau kecil dihadapannya.

“Ya, apa yang sedang kau pikirkan? Katakan padaku.”Zelo menangkup wajah Sun Young yang berada diatasnya memaksa gadis itu untuk menatapnya.

“Tidak ada yang aku pikirkan, BAP magnae Zelo,”Sun Young mencubit pipi Zelo dan memainkannya,seperti memainkan pipi balita.

“Ya, aku bukan anak kecil, Sun Young-ah.”Zelo menahan tangan Sun Young dari mencubit pipinya. Kini dia sedang memerankan peran sebagai kekasih Sun Young dengan tidak memanggil gadis itu ‘noona’.

“Baiklah, lalu jika bukan anak kecil, Zelo-ku sekarang adalah?”Sun Young mendekatkan wajahnya pada wajah Zelo, membuat hidung mereka bersentuhan. Zelo menelan ludahnya dengan berat. Terkadang Sun Young sering melakukan sesuatu yang membuatnya gugup seperti ini. Zelo terdiam, merasakan nafas hangat Sun Young menyentuh wajahnya, bahkan bibir plum gadis itu hanya berjarak beberapa senti saja dari bibirnya.

“Jangan menggodaku Sun Young-ah atau kau ingin kucium.”

Sun Young menegakkan tubuhnya dan menaruh telunjuknya di bibir Zelo.”Jangan berpikir kau bisa menciumku, anak kecil.”dan gadis itu pun tertawa. Zelo hanya bisa menggerutu kesal karenanya. Dia selalu kalah jika Sun Young menggodanya.

“Cha,tidurlah baby Zelo.”Sun Young menutup mata Zelo dengan tangannya.

Noona..”Zelo merajuk dengan nada manja membuat Sun Young tertawa lagi.

Zelo menarik tangan Sun Young dari matanya dan mengenggamnya erat lalu menaruhnya di dadanya. Zelo melakukannya dengan tetap memejamkan matanya.

“Kau tahu Junhong-ah, setiap aku berada didekatmu, aku merasa semuanya terasa mudah seakan-akan aku bisa melupakan masalah apapun yang aku hadapi.”ujar Sun Young memperhatikan wajah Zelo dipangkuannya. Dia selalu merasa nyaman dan begitu tenang ketika berdekatan dengan laki-laki ini meski saat itu dia sedang ada masalah, dia seperti bisa melupakannya saat bertemu laki-laki ini. Dia bisa tersenyum dan tertawa bersamanya. Seperti ada efek bahagia yang diberikan laki-laki ini setiap bertemu dengannya.

“Bukankah itu bagus.”ujar Zelo dengan mata yang masih terpejam.

“Ya tapi tidakkah seperti sedang mencari pelarian dari masalah.”lanjut Sun Young.

“Tidak apa asal tempat pelarian itu adalah diriku.”

“Ya, kau belajar darimana kata-kata seperti itu. Himchan oppa, Yongjae, Daehyun? Tidak mungkin Jongup kan?”

Zelo tertawa kecil, dia membuk matanya perlahan, dia menatap wajah Sun Young yang berada diatasnya dengan seksama.

“Apa?”tanya Sun Young yang merasa aneh dengan tatapan Zelo.

Noona lebih cantik jika dilihat dari bawah seperti ini.”

Sebuah pukulan tepat mendarat di kepala Zelo dan laki-laki itu hanya tertawa pelan.

“Aku mencintaimu Junhong-ah.”

“Aku juga mencintaimu Sun Young-ah.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s