FF: First Date

Sun Young berdiri di pinggir jalan menatap lurus ke jalan dihadapannya. Sudah hampir satu jam dia menunggu seseorang yang sudah berjanji akan bertemu di tempat ini. Dia menjadi ragu apakah orang yang ditunggunya itu akan datang, berkali-kali dia mengecek ponsel di genggaman tangannya. Mungkin ada pesan masuk yang mengatakan bahwa orang itu tidak bisa datang. Sun Young melihat jam di layar ponselnya, sudah pukul 10 malam. Kepalanya menoleh kesamping kanan dan kiri mencari-cari sosok yang ditunggunya. Hal ini sudah dilakukannya untuk yang kesekian kalinya namun dia tidak kunjung melihat kemunculan sosok laki-laki yang ditunggunya.

Gadis berlesung pipi ini menundukan kepalanya sehingga tidak menydari seseorang dengan tubuh tinggi berdiri tepat di belakang tubuhnya. Seseorang dengan topi dan kacamta yang membuatnya tidak mudah kenali. Orang ini lah yang sejak tadi ditunggu oleh Sun Young. Kekasih ‘kecil’nya.

Noona,”

Sun Young langsung berbalik begitu mendengar suara yang tidak asing baginya tepat dibelakangnya. Wajah gadis itu langsung terkejut begitu mendapati seseorang yang berdiri dibbelakangnya.

“Junhong-ah.”lirih Sun Young sambil mengamati wajah Zelo yang tidak terlalu dikenalinya karena topi dan kacamatanya.

Zelo memamerkan senyumnya yang mencetak jelas lesung pipinya sehingga membuat Sun Ypung yakin kalau laki-laki dengan tubuh tinggi dihadapannya ini adalah kekasihnya.

Mianhe noona, noona pasti sudah lama menunggu. Aku pikir jadwalku bisa cepat selesai tapi ternyata malah sebaliknya. Maaf.”Zelo menundukan kepalanya. Dia merasa bersalah sudah membuat Sun Young menunggu lama di kencan pertama mereka.

Beberapa hari yang lalu Zelo mengajak Sun Young untuk pergi kencan, dilakukan malam hari karena tidak mungkin bagi laki-laki yang lebih muda dari Sun Young itu untuk berjalan-jalan pada siang hari. Meski pada malam hari sekalipun dia tidak boleh mudah dikenali.

“Tidak apa-apa, aku baru saja sampai,aku malah takut kau yang sudah lama menungguku.”Sun Young berbohong, dia tidak mau Zelo menjadi merasa bersalah padanya dan membuat hubungan mereka yang masih kaku ini menjadi semakin kaku.

Meski mereka sekarang sepasang kekasih, bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain tidak menunjukan bagaimana status mereka sekarang. Seperti yang bisa dilihat Zelo masih tampak canggung memperlakukan Sun Young sebagai kekasihnya sehingga membuat Sun Young bingung.

“Benarkah?”Zelo memasang wajah polosnya membuat Sun Young berusaha menahan tawanya. Dia memperhatikan sesuatu yang dibawa Zelo. Skateboard.

“Kau selalu membawanya?”tanya Sun Young sambil menunjuk benda kesukaan kekasihya itu.

Zelo tersenyum dan mengangguk.”Iya noona.”

“Kau ingin mengajakku kemana?”tanya Sun Young.

Noona ingin kemana?”Zelo balik bertanya.

Sun Young terdiam sesaat berpikir.”Tidak tahu.”

Zelo diam. Tidak mungkinkan mereka hanya berakhir dengan berdiri di pinggir jalan seperti ini. Itu bukan kencan namanya. Sejujurnya saat beberapa hari yang lalu mengajak Sun Young untuk kencang, Zelo sendiri tidak ada ide kemana akan mengajak kekasihnya pergi. Ajakan itu terlontar begitu saja karena merasa sudah lama mereka tidak bertemu ditambah ucapan beberapa hyungnya yang mengatakan bahwa ‘seharusnya kau mengajaknya kencan bukan hanya menemuinya’. Namun sampai hari kencan mereka, dia masih tidak tahu akan kemana mengajak Sun Young.

“Bagaimana dengan berjalan-jalan disekitar sini.”ucap Zelo karena tidak memiliki ide lain. Entah kenapa dia selalu tidak bisa berpikir dengan baik saat bersama Sun Young, dia seperti tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

Sun Young mengangguk pelan. Hal yang sama juga terjadi pada gadis ini. Ini bukan pengalaman pertamanya berkencan dengan seorang laki-laki tapi entah kenapa sejak menjalin hubungan dengan laki-laki yang lebih muda darinya ini, dia tampak seperti baru pertama kali memiliki seorang kekasih.

Keduanya berjalan berdampingan dalam diam. Zelo berpikir keras apa yang harus dilakukannya sekarang, apa mungkin Sun Young marah karena sejak tadi gadis disampingnya ini hanya diam. Zelo melirik Sun Young disampingnya.

Saat berjalan genggam tangannya”

                Zelo teringat perkataan Himchan padanya beberapa hari yang lalu saat dia mengatakan akan berkencan pada hyungnya itu. Laki-laki bermata kecil itu tampak ragu-ragu untuk melakukannya atu tidak, apakah Sun Young akan suka atau tidak. Namun pada akhirnya Zelo melakukannya. Sun Young tampak terkejut pada awalnya ketika tiba-tiba sebuah tangan hangat mengenggam tangannya. Dia langsung mendongak pada Zelo yang saat itu tepat sedang memperhatikannya. Laki-laki tinggi itu langsung mengalihkan tatapannya matanya ke depan dan berdeham kecil. Sun Young kembali menatap lurus ke depan dan tersenyum kecil.

“Apakah tidak apa-apa kita berjalan-jalan di tengah pertokoan seperti ini?”tanya Sun Young menatap Zelo.

“Ah, tidak apa-apa noona, tidak akan ada yang mengenaliku.”Zelo membenarkan letak topinya.

Lagi-lagi Sun Young tersenyum, lucu melihat kacamata besar yang digunakan Zelo membuat laki-laki itu benar-benar terlihat seperti anak kecil. Dia melirik tangan mereka yang saling bertaut. Sejak tadi laki-laki itu sama sekali tidak melepaskan genggaman tangannya sedikitpun, bahkan mengenggamnya semakin erat.

“Membeli barang-barang couple”

Zelo kembali mengingat apa saja yang Himchan ajarkan padanya untuk kencan pertama.

Noona, ayo kita membeli sesuatu.”tiba-tiba Zelo menarik Sun Young masuk ke sebuah toko aksesoris.

Laki-laki itu meminta Sun Young untuk memilihkan strap ponsel couple  untuk mereka. Sun Young menggeleng ketika dia tidak suka dengan pilihan Zelo.

“Strawberi?”Zelo menunjukan sebuah gantungan strawberi pada Sun Young.

Gadis itu menggeleng, “Tidak, aku tidak suka.”Sun Young kembali memilih dan selama mereka mencari, Zelo tidak melepaskan genggamannya pada tangan Sun Young.

“Beruang.”Sun Young menunjukkan strap dengan bentuk beruang berwarna silver, sederhana dan meskipun seorang laki-laki yang memakainya pun akan cocok.

Zelo mengambil strap itu dari tangan Sun Young. “Noona masih menyukai beruang?”tanya Zelo tidak percaya. Dia tahu kalau gadis dihadapannya ini begitu menyukai beruang tapi dia pikir setelah beberapa tahun berlalu mungkin saja Sun Young sudah tidak menyukai beruang lagi. Jika dia tahu gadis ini masih menyukai beruang maka sudah pasti dia akan langsung memilihkan strap berbentuk beruang.  Ah, Zelo merasa gagal menjadi seorang kekasih yang baik karena tidak tahu apa yang disukai kekasihnya.

“Tentu saja.”jawab Sun Young senang.

“Aku akan membelikan noona boneka beruang yang besar saat noona ulang tahun nanti.”

“Apa?”tanya Sun Young yang tidak begitu jelas mendengar perkataan Zelo karena pria itu mengatakannya sambil berjalan ke kasir sementara Sun Young masih melihat-lihat apakah masih ada sesuatu yang berbentuk beruang yang bisa dibelinya.

Sun Young lalu mengikuti langkah Zelo keluar toko. Di luar Sun Young langsung memasangkan strap itu ke ponselnya dan ponsel milik  Zelo.

“Terima kasih,”Sun Young tersenyum pada Zelo dan membuat laki-laki itu juga ikut tersenyum.

Noona ingin kemana lagi?”tanya Zelo.

“Tidak ada.”jawab Sun Young. Sejujurnya dia lebih suka ke tempat yang tidak ramai, duduk dengan laki-laki ini mendengarkannya bercerita tentang harinya. Bukankah selama ini itulah yang mereka lakukan dan rasanya Sun Young merasa lebih nyaman seperti itu. Dibanding berkeliaran di tengah kota dengan kemungkinan ada yang mengenali Zelo. Bagaimanapun juga dia tidak ingin membuat Zelo berada dalam masalah karena berkencan dengannya.

“Namsan tower.”

“Tidak.”Sun Young berkata cepat. Pergi ke tempat seperti itu sama saja menantang hubungan mereka agar diketahui.”Bagaimana kalau ke taman saja.”

Zelo menganggukan kepalanya.”Baiklah, ayo.”Zelo kembali menarik tangan Sun Young, menautkan tangan mereka lagi.

Keduanya duduk di rerumputan dan menciptakan keheningan. Keduanya kembali terdiam satu sama lain. Sudah hampir tengah malam dan tentu saja suasana di taman ini sudah semakin sepi.

“Kenapa kau membawa skateboardmu saat syuting?”tanya Sun Young tiba-tiba setelah melihat benda kesayangan Zelo yang diletakkan di hadapan laki-laki itu.

“Kalau aku bosan aku bisa memainkannya”jawab Zelo.”Oh ya, aku sudah mempelajari beberapa trik baru, noona mau lihat?”

Sebelum Sun Young menjawab laki-laki tinggi itu sudah berdiri lebih dahulu dan mengambil skateboardnya dan berdiri di jalanan yang rata. Zelo menunjukkan beberapa gerakan yang telah dia pelajari. Sun Young bertepuk tangan setelahnya. Dia lebih suka melakukan hal seperti ini dengan Zelo, dibanding harus berjalan-jalan seperti tadi.

Zelo mendekati Sun Young kembali. “Noona mau mencoba bermain skateboard?”tawarnya.

“Tidak, aku tidak bisa.”jawab Sun Young.

“Ayolah,”Zelo mengulurkan tangannya.”Aku akan mengajari noona.”

“Tidak, aku tidak bisa Junhong-ah.”

Zelo tidak mendengar penolakan lagi dari Sun Young dan langsung menarik tangan gadis itu untuk berdiri. Namun karena terlalu kuat menariknya, tubuh Sun Young bertabrakan dengan dada Zelo sehingga membuat mereka tampak berpelukan saat ini. Keduanya langsung terdiam pada posisi mereka saat ini. Tangan Zelo mengenggam tangan Sun Young saat ini dan ketika gadis itu mendongak, kedua mata mereka bertemu. Keheningan kembali tercipta. Keduanya terpaku memandang wajah satu sama lain.

Sun Young langsung melepaskan tangannya dari genggaman Zelo dan kembali duduk. Zelo tersadar dan berdeham pelan. Suasana canggung jelas terlihat saat ini. Zelo masih berdiri di tempatnya .

“Junhong-ah, duduklah, kau tidak mau menceritakan bagaimana harimu seperti biasanya.”ujar Sun Young memecah kecanggungan mereka. Dia tahu Zelo tidak akan mulai bersikap biasa padanya setelah kejadian tadi kecuali dia yang melakukannya lebih dahulu.

Zelo mengangguk kaku lalu duduk disamping SunYoung dengan jarak yang cukup jauh.

Sun Young menepuk bahunya.”Biasanya kau akan bersandar disini.”

Zelo menggeser duduknya lebih dekat pada Sun Young, dia menghela nafas perlahan dan tiba-tiba saja bukan bersandar di bahu Sun Young. Zelo malah menarik tubuh Sun Young ke dalam pelukannya. Tangganya melingkari pinggang Sun Young membawa gadis itu bersandar pada dadanya. Sun Young terkejut dengan apa yang dilakukan Zelo, tubuh hangat Zelo kini merangkulnya.

“Bolehkan aku tidak hanya bersandar pada noona tapi juga memeluk noona seperti ini.”

Sun Young mengangguk pelan dalam pelukan Zelo. Dia bisa mendengar detak jantung Zelo yang berdetak kencang saat ini. Pasti butuh keberanian besar, Zelo bisa melakukan ini. Mereka kembali terdiam beberapa saat. Zelo berusaha mengatasi kegugupannya saat ini, dia sendiri tidak mengerti kenapa dia bisa melakukan ini. Namun Sun Young tidak menolaknya artinya Sun Yoing tidak keberatan dengan apa yang dia lakukan bukan?

“Jadi apa saja yang terjadi hari ini?”tanya Sun Young di dalam pelukan Zelo. Dia menyandarkan kepalanya di dada kurus Zelo.

Zelo berusaha menyamankan tubuhnya memeluk Sun Young dan mulai bercerita seperti biasanya pada kekasihnya ini. Sun Young tekadang menggumam sebagai jawaban atau berucap sesuatu mengiyakan.

“Mereka terkadang memanfaatkanku karena aku paling muda.”keluh Zelo ketika dia mulai bercerita tetang hyungdeulnya.

Sun Young menarik tubuhnya dari pelukan Zelo dan memperhatikan wajah cemberut Zelo dengan bibir yang dikerucutkan membuatnya semakin tampak seperti anak kecil saat ini. Sun Young menangkup wajah Zelo tiba-tiba membuat laki-laki itu membulatkan matanya kaget.

“Kau benar-benar tampak seperti anak kecil. Kacamata besar itu, bibir yang dikerucutkan seperti itu. aigoo, aku benar-benar berkencan dengan anak kecil.”

Mwo? Aku bukan anak kecil noona. Aku sudah dewasa.”Zelo melepaskan kacamatanya.

“Iya, kau masih kecil.”

“Tidak, aku sudah dewasa.”

“Kalau kau sudah dewasa, kau tidak akan memsang wajah cemberut seperti ini.”Sun Young mencubit pipi Zelo.

Aisshh noona.”

Zelo membalas dengan menangkup wajah Sun Young membuat gadis itu langsung melepaskan tangannya dari wajah Zelo, apalagi ketika tiba-tiba Zelo menatap dalam matanya.

Zelo mengamati wajah gadis yang sejak dulu dia sukai itu, wajah yang selalu bisa membuatnya tersenyum dan tersipu malu.

“Junhong-ah.”lirih Sun Young yang merasa aneh dengan tatapan Zelo. Baru beberapa menit yang lalu Zelo memasang wajah anak kecil sekarang dia tidak menatapnya dengan wajah anak kecil tadi tapi tatapan seorang laki-laki pada seseorang yang dicintainya.

“Bolehkan aku menciummu noona?”ucap Zelo.

Sun Young hanya bisa membulatkan mata besarnya. Apa yang baru saja dikatakan laki-laki ini? Meminta izin untuk menciumnya. Otak Sun Young kembali memutar memori ciuman pertama mereka. Sejak saat itu Zelo memang tidak pernah menciumnya lagi dan sekarang laki-laki berkulit putih ini meminta izinnya?

Zelo tidak menunggu jawaban Sun Young dan mendekatkan wajahnya pada wajah gadis itu. Refleks Sun Young memejamkan matanya dan sebuah ciuman singkat mendarat di pipi Sun Young.

“Aku mencintaimu Sun Young-ah.”

Sun Young membuka matanya dan wajahnya menatap bingung wajah Zelo yang berada tepat dihadapannya saat ini.

“Aku ingin sekali kau bisa melihatku sebagai laki-laki bukan adik kecil tapi aku berpikir kembali, jika kau melihatku sebagai seorang laki-laki mungkin aku tidak bisa melihatmu memperlakukanku sebagai adik kecilmu sedangkan aku senang ketika kau memperhatikanku sebagai adik kecilmu. Aku tidak perlu berpura-pura kuat, tidak lelah, tidak pernah marah ataupun sedih, aku bisa menjadi diriku sendiri ketika aku menjadi adik kecilmu tapi menjadi adik kecilmu juga membuatku canggung dan bingung bagaimana harus memperlakukanmu ketika hubungan kita adalah sepasang kekasih. Jadi bolehkah aku menjadi seorang laki-laki untukmu dan juga adik kecil untukmu?”

Sun Young tercengang mendengar perkataan Zelo yang begitu panjang itu. dia tidak tahu hal itulah yang selama ini dirasakan Zelo ketika dekat dengannya. Gadis berambut sebahu itu lalu memeluk Zelo.

“Bukankah selama ini kau juga menjadi laki-lakiku dan juga adik kecilku.”

“Tidak, aku merasa aku lebih menjadi adik kecilmu.”

“Baiklah, lakukan apapun yang membuatmu nyaman bersamaku. Aku akan tetap seperti ini padamu, tidak akan berubah.”

Zelo melepaskan pelukannya lalu tersenyum pada Sun Young, sebelah tangannya mengacak-acak rambut Sun Young. “Ayo pulang Sun Young-ah, ini sudah malam, aku akan mengantarmu ke rumah.”Zelo beranjak dari duduknya.

“Apa? Sun Young?”tanya Sun Young.

“Aku kan sudah bilang, mulai sekarang aku akan menjadi laki-lakimu dan juga adik kecilmu jadi akan ada satu waktu aku tidak akan memanggilmu noona.”

Mwo?”

 

**

 

Noona,kenapa noona menaruh boneka beruang ini disini?”tanya Zelo menunjuk boneka beruang hampir setinggi tubuh kekasihnya itu berada dipojokan ruang tengah tempat tinggal Sun Young. Seingatnya dia sudah menyuruh Sun Young untuk menaruhnya di kamar gadis itu.

“Zelo membuat penuh kamarku. Sudah habiskan pastamu.”perintah Sun Young yang kembali dari dapur membawa segelas minuman untuk Zelo yang tengah makan siang di rumahnya.

Sun Young duduk dihadapan Zelo yang masih menggerutu karena boneka beruang yang dia beli awal tahun lalu untuk hadiah ulang tahun Sun Young ditaruh bukan di tempat yang dia inginkan. Boneka beruang yang dimintanya untuk bernama Zelo itu seharusnya ditaruh di kamar Sun Young sebagai pengingat Sun Young pada dirinya.

“Nanti aku pindahkan lagi ke kamar.”ujar Sun Young.

Zelo yang tengah menyantap pasta buatan Sun Young langsung mendongak dan tersenyum senang. Sun Young tertawa kecil melihat tingkah kekasihnya yang tidak berubah, tetap seperti anak kecil.

Noona, dimana eomonim?”tanya Zelo ketika datang ke rumah ini tadi dia tidak melihat keberadaan ibu Sun Young,karena mereka pernah bertetangga sebelumnya tentu saja Zelo mengenal ibu Sun Young.

Eomma pergi sejak pagi.”jawab Sun Young.

Noona, dimana ayahmu?”tanya Zelo lagi.

Zelo sudah tahu bahwa kedua orang tua Sun Young telah bercerai.

“ Ayah tinggal di luar negeri.”

“Apakah kau pernah bertemu dengannya?”

“Pernah, setahun yang lalu tapi hanya sekali seharusnya dua kali. Ayah meminta bertemu denganku lagi setelahnya tapi aku tidak datang. Aku malah menemui seorang laki-laki yang menyatakan perasaannya padaku.”

Zelo langsung menghentikan suapannya. Dia menatap Sun Young tidak percaya. Apakah itu dia?

“Laki-laki itu aku?”

“Ya, memangnya siapa lagi.”

“Ah, maaf noona, aku membuatmu-.”

“Tidak, kalau aku bertemu dengan ayah saat itu mungkin aku tidak akan ada disini saat ini. Ayah memintaku untuk ikut bersamanya.”

Noona melakukannya untukku?”

“Tidak juga, aku tidak bisa meninggalkan eomma, meski dia terkadang memperlakukanku dengan tidak baik tapi dia tetap ibuku.”

Zelo menganggukan kepalanya. Dia tahu bagaimana kehidupan Sun Young saat ini sangat jauh dengan keadannya dulu ketika mereka masih tinggal berdekatan tapi Sun Young tidak pernah terlihat sedih ataupun mengeluh. Zelo malah merasa dia yang lebih banyak mengeluh pada gadis itu. Sun Young selalu tampak ceria dan seperti tanpa masalah.

“Ah, aku baru ingat. Aku membuat budae jigae banyak, aku akan memberikannya pada kalian.”Sun Young kembali ke dapur lalu kembali membawa kotak makan dan juga sepanci besar budae jigae.

Gadis itu mulai sibuk mengisi kotak makan itu dengan budae jigae. Dia akanmemberikannya pada Zelo untuk dia dan member yang lain. Zelo hanya memperhatikannya setelah selesai menyantap makan siangnya. Zelo sering sekali ke rumah Sun Young dengan alasan ingin makan masakan Sun Young padahal nyatanya dia hanya ingin bertemu kekasihnya itu. tidak hanya siang tapi juga terkadang pagi dan malam. Jika malam, berarti laki-laki itu sedang bertengkar dengan hyungnya di dorm. Baginya bertemu Sun Young membuat moodnya menjadi lebih baik.

Noona, kenapa kau selalu memisahkan untuk Daehyun hyung?”tanya Zelo ketika melihat Sun Young mengisi satu kotak makan lagi yang sudah pasti untuk Daehyun. Jika Sun Young membuat makanan dan akan diberikan pada teman-teman kekasihnya itu pasti dia akan menyisihkan satu box khusus untuk Daehyun.

“Daehyun yang memintanya dan lagipula aku tidak mau Daehyun mengambil jatah Yongjaeku dan Jongupku.”

“Yongjaeku? Jongupku? Kau saja tidak pernanh memanggilku Junhongku?”

Sun Young memasukkan dua kotak makan besar itu ke dalam tas kertas.”Oh, jadi kau mau kupanggil Junhongku? Baiklah, Junhongku sekarang segera pergi dari sini dan berikan kotak yang berwarna merah pada Daehyun.”

“Kau memanggilku Junhong-ku hanya untuk mengusirku?isshh.”

Sun Young tertawa melihat ekpsresi yang kini dipasang Zelo. Cemburu.

Noona berhentilah memberikan mereka makanan. Mereka selalu membicarakanmu di dorm dan aku tidak suka.”

“Kenapa? Aku tetap Sun Young-mu.”Sun Young tersenyum sambil memberikan tas kertas itu pada Zelo yang sudah berdiri dari duduknya.

Zelo hanya mendesah pelan.”Noona bukankah kau mau pergi juga? Kita pergi bersama saja.”

“Ah, baiklah. Aku ambil tas-ku dulu.”Sun Young meninggalkan Zelo ke kamarnya untuk mengambil tas.

Noona, kalau kau sudah menjadi dokter , kalau aku sakit aku dapat pengobatan gratiskan darimu?”tanya Zelo pada Sun Young yang sedang berada di kamarnya.

“Justru kau harus membayarku tiga kali lipat. Aku hanya akan memberikan pengobatan gratis pada Youngjae-ku dan Jongup-ku.”

“Ya! Noona.”rengek Zelo.

Sun Young tertawa ketika keluar dari kamar dengan tas selempangnya.”Ayo pergi.”

Zelo berjalan dengan bibir yang dikerucutkan mengikuti langkah Sun Young ke depan pintu, mengenakan sepatunya dan ketika Sun Young hendak membuka pintu. Tiba-tiba Zelo mengecup pipi Sun Young.

“Sun Yong nekkoya.”

Laki-laki tinggi itu langsung keluar lebih dahulu melewati tubuh Sun Young yang masih terkejut dan hanya bisa terdiam di depan pintu.

“Ya! Choi Jun-.”ucapan Sun Young terputus ketika mendapati tubuh Zelo yang sudah tidak terlihat lagi di jalan. Laki-laki itu langsung berlari untuk menghindari Sun Young rupanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s