FF: First Kiss

*Just skip this if you dont like it ^^. Hanya mencoba membuat FF dengan tokoh yg berbeda, gak tau feelnya dapet apa ga hehe*

tumblr_inline_moeff160eK1qz4rgp

Title: First Kiss

Length: Oneshoot

Genre: Romance

Rating: T

Cast: Choi Jun Hong dan Lee Sun Young (OC)

                Wajah Zelo begitu berseri-seri seraya berjalan di koridor sekolah yang hanya bisa dilewatinya beberapa hari saja dalam satu minggu. Tidak biasanya wajah kecilnya terlihat begitu bahagia setelah tiga hari tidak masuk sekolah ada hal yang begitu dirindukannya dan beberapa meter lagi dia bisa melepaskan rasa rindu itu. Senyuman terus terbentuk di bibir tipis seorang magnae sebuah boy grop yang tengah naik daun ini.

               Tepat di depan sebuah pintu, mata kecilnya melirik ke dalam ruangan yang telah sepi itu di waktu pulang sekolah ini. Matanya mencari-cari sosok yang dirindukannya. Perlahan dia membuka pintu ruangan yang tidak terkunci ini dan berjalan masuk ke dalam. Senyumnya semakin terbentuk jelas ketika dia mendapati seorang gadis tengah berdiri membelakanginya, gadis dengan rambut lurus sebahu dan memakai kemeja. Pakaiannya berbeda menunjukkan gadis ini tidaklah bersekolah disini.

                Zelo mendekatinya perlahan dengan niat untuk mengangetkannya. Gadis itu yang sepertinya tidak menyadari keberadaan Zelo dan tengah sibuk mengembalikan buku-buku ke raknya kembali. Tempat ini adalah perpustakaan dan gadis itu bekerja disini.

                Zelo berdidi tepat dibelakangnya dan gadis ini masih belum menyadari keberadaan Zelo. Perlahan Zelo menyentuhkan jarinya di bahu gadis ini dengan senyum jahil.”Noona.”

                Gadis ini terlonjak kaget dan langsung berbalik, wajahnya semain kaget ketika mendapati Zelo lah yang berdiri dihadapannya. Sudah cukup lama sejak terakhir kali dia melihatnya. Ada perasaan lega di wajah gadis berlesung pipi ini begitu melihat Zelo dihadapannya.

                “Jun Hong-ah, kau mengangetkanku.”ujarnya.

                Zelo hanya terkekeh pelan dan menyentuh belakang kepalanya seraya sedikit menunduk. Masih sulit baginya untuk bisa menatap gadis yang berstatus sebagai kekasihnya ini. Ya hubungan keduanya adalah sepasang kekasih. Meski usia mereka terpaut tiga tahun. Zelo lebih muda tiga tahun dari gadis dihadapannya ini. Gadis ini adalah pacar pertamanya, itulah sebabnya dia masih tampak canggung sama seperti saat ini.

                “Kau belum pulang?”tanya gadis bernama Lee Sun Young ini.

                Zelo menggeleng. “Mereka belum menjemputku noona.”jawabnya. Keduanya tampak terdiam sesaat. Sun Young juga sepertinya bingung berhadapan dengan Zelo, meski Zelo bukanlah pacar pertamanya tapi inilah pertama kalinya dia menjalin hubungan dengan laki-laki yang lebih muda darinya.

                Sun Young kembali melanjutkan kegiatannya menaruh buku kembali ke rak. Semenjak kuliahnya sedang libur dia memutuskan untuk bekerja di perpustakaan sekolah ini membantu tetangganya yang merupakan pustakawan disini. Sun Young dan Zelo tidak saling mengenal ditempat ini, keduanya sudah saling mengenal sejak dulu bahkan mereka berasal dari daerah yang sama Mokpo. Hanya saja Sun Young sempat pindah dari Mokpo dan mereka tidak pernah bertemu lagi sampai beberapa bulan yang lalu mereka bertemu kembali di sekolah ini dan sudah dua bulan ini mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.

                Zelo mengikuti langkah Sun Young dari belakang.”Noona, boleh kubantu?”tawar Zelo yang merasa aneh dia hanya mengikuti Sun Young menyelesaikan pekerjaannya tanpa membantu.

                Sun Young berbalik.”Tidak perlu, ini tugasku.”ujarnya.

                Zelo hanya mengangguk dan lagi-lagi menunduk, dia belum terbiasa untuk menatap kekasihnya itu. akhirnya dia memutuskan untuk menunggu Sun Young menyelesaikan tugasnya dengan menunggunya di salah satu tempat duduk yang ada disana.

                Zelo memperhatikan Sun Young dengan menggunakan buku untuk menopang wajahnya. Mata kecilnya ikut begerak kemanapun Sun Young bergerak. Hingga Sun Young berbalik karena merasa seseorang menatapnya dengan intens. Dia tersenyum kecil ketika mendapati Zelo memperhatikannya dengan wajah polosnya yang lucu menurut Sun Young. Muka Zelo langsung memerah ditatap seperti itu oleh Sun Young.

                Sun Young mendekati J dan duduk disampingnya. Dia selalu merasa lucu melihat ekspresi Zelo setiap kali mereka berdekatan. Dia tidak mengerti kenapa dia bisa menerima pernyataan cinta laki-laki yang begitu pemalu ini. Sun Young menyayanginya, sangat bahkan sejak mereka masih kecil. Dia sungguh tidak menyangka setelah sekian lama tidak bertemu banyak yang berubah dari Zelo termasuk bagaimana dia sekarang begitu pemalu. Padahal dulu Zelo tidak sepemalu ini padanya.

                Keduanya terdiam satu sama lain. Zelo terlihat tidak berani menoleh kesampingnya. Dia sungguh merasa payah saat seperti ini, dia tidak memiliki pengalaman bagaimana berhadapan dengan seorang gadis dan semua saran hyungdeul nya tidak ada yang masuk akal dan bisa diterapkan olehnya.

                “Aku merindukanmu Jun Hong-ah.”Sun Young berujar memecah kesunyian diantara mereka di ruangan yang memang sudah sunyi ini.

                “Ah, aku juga merindukanmu noona.”ujar Zelo, kata-kata yang sebenarnya sejak awal ingin dia katakan tapi rasanya begitu sulit. Sekarang saja meski dia sudah mengatakannya Zelo tetap tidak menatap Sun Young.

                Sun Young menghadapkan duduknya ke arah Zelo yang sedikit menunduk itu. Dia memperhatikan wajah Zelo dari samping dan tersenyum sekilas, wajah yang tidak jauh berbeda sejak terakhir dia melihatnya, hanya saja sedikit terlihat lelah. Pasti berat untuknya, di usia semuda ini.

                “Kau tampak lelah Jun Hong-ah.”ujar Sun Young.

                “A-aku baru sampai tadi pagi noona.”jawab Zelo.

                “Dan kau langsung sekolah?”ujar Sun Young terkejut.

                “Aku ingin bertemu denganmu noona.” Zelo menenggakan wajahnya dan memberanikan diri menatap Sun Young, wajahnya memerah seketika ketika pandangan mereka bertemu. Sun Young tertawa kecil.

                “Jadi sekarang aku adalah alasan untukmu pergi ke sekolah.”

                “A—ani tidak seperti itu juga noona ah maksudku aku begitu merindukan noona..”

                Sun Young tertawa pelan dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia sungguh lucu. Sun Young menyentuh bahunya. “Istirahatlah disini, saat kita masih kecil kau sering melakukannya.”

                “Apa sekarang boleh?”tanya Zelo yang sedikit terkejut mendengar perkataan Sun Young menyuruhnya melakukan kebiasaannya dulu pada Sun Young ketika mereka masih kecil.

                “Tentu saja, kau masih menganggapku noona­-kan?”

                “I-iya tentu saja noona.”

                Sun Young menarik kepala Zelo dan menyandarkannya di bahunya. Zelo sedikit terkejut pada awalnya bahkan dia tampak begitu tegang ketika kepalanya sudah menempel di bahu Sun Young.

                “Apa begitu berat seperti ini?”tanya Sun Young.

                “Ya tapi aku menyukainya, ini mimpiku noona.”

                Sun Young tersenyum mendengar penuturan Zelo, dia masih sama begitu bersemangat terhadap sesuatu meski berat untuknya. Semenjak mereka bertemu kembali, Zelo sering sekali menjadikan tempatnya berkeluh kesah tentang semua yang sedang dijalaninya sekarang setiap bekeluh kesah pasti dia akan menyambungnya dengan mengatakan bahwa dia juga merasa senang menjalani hal ini. Selalu begitu. Sun Young mengelus rambut pirang Zelo perlahan.

                “Semangat.”

                Zelo menggumam pelan.”Selama ada noona aku akan terus bersemangat.”

                Perkataan Zelo tak urung membuat Sun Young tertawa. Seharusnya Sun Young menganggap itu sebuah rayuan apalagi mengingat status mereka yang sekarang namun Sun Young tidak pernah sekalipun menanggapi perkataan yang mungkin disebut cheesy itu, baginya jika Zelo yang mengatakannya, bukanlah perkataan cheesy tapi perkataan yang benar-benar ingin dia katakan bukan sengaja dibuat-buat.

                “Noona.” Zelo menegakkan tubuhnya dan menghadapkan wajahnya pada Sun Young. Dia memberanikan dirinya menatap kekasihnya itu dengan seksama. Sekelebat percakakapannya dengan hyungdeulnya semalam seperti direka ulang diotaknya.

                “Kau belum pernah berciuman sebelumnya. Lebih baik kau mencobanya”ujar laki-laki bermata sipit yang tidak lain bernama Himchan.

               Sebuah bantal langsung mengenai wajah tampannya itu yang dilemparkan oleh seorang laki-laki diseberanganya. Youngjae. “Jangan dengarkan dia Zelo.”

                “Ya Yoo Young Jae!”

                Terpengaruh apa yang dikatakan oleh hyungnya membuatnya memberanikan diri untuk mencobanya. Perlahan dia mendekatkan wajahnya pada Sun Young, jantungnya berdegup sangat kencang saat ini. Dia mengamati ekspresi Sun Young yang sepertinya tidak menyadari apa yang akan dilakukan olehnya. Zelo menelan ludahnya dengan berat ketika wajah mereka semakin berdekatan, bahkan rasanya Zelo ingin mundur lagi takut jika Sun Young tidak suka dengan apa yang dia lakukan. Ini akan menjadi ciuman pertamanya jika dia berhasil melakukannya.

                Sun Young terdiam seketika mengetahui apa yang akan Zelo lakukan.  Jantungnya ikut berdetak tidak karuan. Dia belum pernah berciuman sebelumnya, meski sudah pernah pacaran sebelumnya. Zelo akan menjadi ciuman pertamanya. Ketika bibir tipis  Zelo menyentuh bibirnya, rasanya saat itu jantung Sun Young seakan berhenti. Bibir tipis itu tidak menekan bibirnya hanya menyentuhnya sedikit saja, Sun Young bisa mengetahui bahwa Zelo sepertinya gugup karena bibirnya sedikit bergetar dan ketika Sun Young sedikit menekankan bibirnya pada bibir Zelo. Laki-laki itu langsung menjauhkan wajahnya.dia langsung menunduk saat itu juga, mukanya memanas.

                “M-mianhe noona.”

**

                “Apa yang sedang noona pikirkan?”tanya Zelo tiba-tiba membuyakan lamunan Sun Young sejak tadi. Dia tengah mengingat kembali bagaimana ciuman pertamanya setahun yang lalu, entah kenapa kenangan itu tiba-tiba muncul begitu saja disaat mereka sedang bersama seperti ini.

                “Tidak ada.”jawab Sun Young cepat tanpa menoleh pada Zelo dan menatap lurus ke depan.

                Keduanya tengah duduk di depan rumah Sun Young hampir tengah malam dan seperti kebiasaannya Zelo tengah menyandarkan kepalanya di bahu Sun Young. Mereka hanya bisa bertemu malam-malam seperti ini. Sudah lebih dari dua minggu keduanya tidak bertemu karena kesibukan Zelo dengan konsernya dan Sun Young yang memang sudah tidak lagi bekerja di perpustakaan sekolah Zelo.

                “Jinjja? Kenapa muka noona memerah?”tanya Zelo seraya menyentuh hidung Sun Young dengan telunjuknya.

                Sun Young menggeser duduknya sehingga kepala Zelo tidak lagi bersender pada bahunya.”Tidak.”sanggah Sun Young.

                Zelo tertawa kecil lalu mengacak-acak rambut Sun Young. Sebenarnya tidak tampak jika Sun Young lebih tua dibanding Zelo, apalagi tubuh Zelo yang memang termasuk tinggi untuk ukuran anak seusianya.

                “Berapa lama mereka memberimu waktu untuk bertemu denganku?”tanya Sun Young.

                “Lima belas menit.”jawab Zelo.

                “Dan ini sudah tiga puluh menit, pulanglah. Besok kau harus berangkat pagi-pagi bukan ke Jepang? Dan jangan sampai tidak mandi sebelum berangkat.”

                “Arasso noona. Lagipula Youngjae hyung bisa menunggu.”

                “Kau kesini bersama Youngjae?”tanya Sun Young.

                “Iya, kenapa? Kau ingin bertemu dengannya?” Zelo memberikan tatapan tidak suka. Sun Young memang dekat dengan Youngjae dan Jongup di boy group kekasihnya itu dan terkadang Zelo merasa sedikit diabaikan. Sebenarnya Sun Young hanya merasa senang memiliki adik yang lain selain Zelo.

                “Kau?”

                “Saat ini aku sedang berbicara sebagai Choi Jun Hong kekasihmu.”

                Sun Young memutar bola matanya. Zelo selalu mengatakan dia punya dua peran dihadapan Sun Young. Pertama sebagai adiknya dan yang kedua sebagai kekasih Sun Yong yang berarti saat itu dia tidak akan memanggil Sun Young ‘noona’. Zelo akan berperan sebagai kekasih Sun Young saat mereka sedang membicarakan pria lain dan saat Zelo ingin membantah perkataan Sun Young.

                Sun Young berdiri dari duduknya lalu menarik tangan Zelo untuk ikut berdiri juga.“Pulanglah, kau harus banyak istirahat.”titah Sun Young.

                “Kau mengusirku?” Zelo memainkan perannya sebagai kekasih Sun Young lagi.

                “Iya, Choi Jun Hong segeralah pulang.”ulang Sun Young.

                “Tapi aku masih merindukanm noona.” Zelo langsung menarik Sun Young ke dalam pelukannya. Sun Young tersenyum kecil dan membalas pelukan Zelo. Dia juga masih merindukan kekasih ‘kecil’nya ini. Setelah dua minggu tidak bertemu dan hanya diberi kesempatan 15 menit untuk bertemu tentu saja belum memuaskan rasa rindunya.

                Zelo menaruh dagunya dipuncak kepala Sun Young yang terlihat begitu mungil dipelukan tubuh tingginya.”Aku ingin memakan masakan noona lagi.”ujar Zelo tiba-tiba.

                “Eh? Kenapa tibat-tiba?”

                “Masakan noona seperti masakan eomma.”

                “Kau merindukannya?”

                Zelo bergumam pelan dan semakin mengeratkan pelukannya pada Sun Young, gadis itu tersenyum dalam dekapan Zelo. Ah, jadi ini yang ingin Zelo katakan sejak tadi. Dia ingin bercerita pada Sun Young bahwa dia merindukan orang tuanya. Sejak Zelo menemuinya, laki-laki ini terus diam dan setiap ditanya ada apa, dia akan bilang baik-baik saja tapi Sun Young tahu ada sesuatu yang ingin Zelo katakan jika dia sudah seperti itu dan ternyata benar. Terkadang dia sulit mengungkapkan perasaannya.

                “Kau sudah menghubunginya?”

                “Sudah tadi sebelum bertemu dengan noona dan aku menangis.”

                Sun Young melepaskan pelukannya, sedikit berjinjit dan menangkup wajah Zelo. Laki-laki itu tersenyum kecil ketika Sun Young mengamatinya dengan seksama.

                “Aku seperti anak kecil ya noona?”

                “Kau memang selalu seperti anak kecil.”

                Zelo menaruh tangannya diatas tangan Sun Young dan melepaskan tangan Sun Young dari wajahnya. Zelo  mengenggam erat tangan Sun Young. “Sepertinya aku memang harus pulang, Youngjae hyung terus menghubungiku.”

                Sun Young tertawa kecil dan menoleh ke belakang, ke arah mobil yang terparkir beberapa meter dari tempat mereka berdiri di tengah jalan ini.

                “Hati-hati dan kabari aku jika sudah sampai.”pesan Sun Young.

                “Pasti Sun Young sayang. Selamat malam.”

                Zelo menepuk kepala Sun Young perlahan lalu mulai berjalan pergi. Baru beberapa langkah Zelo berbalik dan membentuk love dengan tangannya. “Saranghae noona.”

                Zelo melamabaikan tangannya dan berlari kecil ke arah mobil yang sudah menunggunya.

                “Nado sarangahe.”

4 thoughts on “FF: First Kiss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s