FF: May I Love You (Chapter 1)

*Finally ff baru dengan maincast mereka lagi, semoga gak bosen hehe dan genre nya masih sama married life, dunno why i really love to write this genre. Semoga suka dan thx for ur comment ^^*

 

Chapter 1

Hujan deras mengguyur kota Seoul sore ini.Hujan selalu bisa membuatnya tenang tapi tidak dengan hujan hari ini. Wanita bermata coklat bening ini menatap hujan deras yang tengah turun dari jendela besar kamarnya. Tangannya menyentuh jendela besar yang menghadapkannya tepat ke balkon kamar. Matanya terpejam sesaat dan keningnya berkerut. Helaan nafas terdengar setelahnya. Begitu banyak hal yang berkecamuk dipikirannya saat ini dan berharap hujan mampu meringankannya namun nyatanya dia tidak bisa menjadikan hujan sebagai penolongnya. Masalah yang dia hadapinya begitu pelik saat ini dan hujan tidak akan mampu menghapuskannya.

                Dihadapkan pada dua pilihan yang sulit tentu tidak ada yang menginginkannya. Apalagi kedua pilihan itu akan sangat menentukan hidupmu selanjutnya dan berkaitan dengan orang yang kau sayangi. Seujurnya dia sudah tidak tahan memikirkan pilihan ini, dia ingin segera mengakhirnya memilih salah satunya tapi rasanya masih begitu berat untuk memilih salah satunya. Dia ingin mendapatkan keduanya bukan memilih salah satunya.

                Selagi wanita ini tengah termenung menatap tetesan hujan yang mengenai jendela seorang pria membuka pintu kamar bernuansa putih ini. Pria tinggi dengan kulit sedikit pucat dan rupawan. Ya rupawan, hidung bangir dan rahang tegas ditambah mata hitam yang memiliki sorot lembut. Siapapun yang melihatnya meski sekilaspun akan mengatakan kalau pria ini tampan. Dia mematung sesaat memperhatikan wanita ini dari belakang sebelum berjalan mendekatinya. Rambu kecoklatannya sedikit basah dan begitupun coat hitam yang dia kenakan. Sepertinya meski sesaat pria ini sempat terkena tetesan hujan sore ini.

                Tangan panjang itu sudah melingkari tubuh wanita yang tampak begitu mungil dalam dekapan tubuh pria tinggi ini. Dia meletakkan kepalanya di bahu wanita berambut hitam ini, memejamkan matanya. Akhir-akhir ini semua terasa sulit bagi mereka, ada rasa takut kehilangan yang terus saja menghantuinya. Takut kehilangan wanita yang begitu dicintainya ini.

                “Yong Soon-ah..”suara lirihnya terdengar, tangannya semakin memeluk erat tubuh wanita ini. Menunjukkan keposesifannya juga ketakutannya kehilangan wanita ini.

                Wanita yang dipanggilnya Yong Soon itu menaruh tangannya diatas tangan pria ini. Dia bisa merasakan apa yang pria ini rasakan dan dia pun merasakan hal yang sama. Takut kehilangan pria yang membuatnya merasakan bahwa cinta itu begitu indah.

                Perlahan wanita bermata besar ini melepaskan lengan yang melingkarinya. Dia berbalik berhadapan dengan pria yang kini tengah menatapnya penuh kelembutan. Rasa cinta jelas sekali terpancar dari tatapan mata keduanya. Tangan besar ini perlahan mengelus pipi putih dihadapannya. Senyuman tipis terbentuk di bibir tebalnya. Diamatinya wajah wanita yang dicintainya ini. Wajah yang membuatnya selalu jatuh cinta padanya.

                Hujan perlahan mulai berhenti menyisakkan gerimis-gerimis kecil, menimbulkan bunyi ketika menyentuh jendela besar ini. Kedua manusia ini saling memagut satu sama lain, teramat perlahan seakan tidak ingin cepat-cepat mengakhiri momen romantis ini. Tangan pria ini memeluk posesif wanita yang mengalungkan lengan ke lehernya. Ciuman yang lebih emosional dan sarat arti. Bisa saja ini mungkin menjadi ciuman terakhir mereka, tidak ada yang tahu akan hal itu bahkan mereka sendiri. Saat ini mereka hanya ingin menikmatinya tanpa memikirkan masalah yang sedang mereka hadapi.

                Aku sangat mencintainya, Tuhan. Kumohon jangan pisahkan kami.

                Aku mencintainya. Biarkan aku terus bersamanya, Tuhan.

                Dua permohonan yang hampir sama mereka ucapkan dalam hati mereka masing-masing. Rasanya hanya permohonan kecil itu yang mereka inginkan saat ini, mereka tidak butuh yang lain. Mereka hanya ingin bersama tapi kenapa rasanya begitu sulit untuk mereka.

                “Aku sudah memutuskan. Lebih baik kita berpisah.”

 

**

 

“Yong Soon-ah, kau baik-baik saja?”

Sorot mata cemas terlihat di mata seorang pria yang langsung terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara teriakan dari sosok wanita disebelahnya. Rambut hitamnya berantakan, tangan besarnya memegang pundak wanita yang nafasnya terengah-engah. Dia langsung memeluknya setelahnya, menepuk punggung wanita yang sudah berstatus sebagai istrinya itu perlahan untuk menenangkannya.

Peralahan nafas wanita yang bernama Yong Soon itu berangsur normal, dia membalas memeluk suaminya ini.

“Ada apa? Kau mimpi buruk lagi?”tanyanya lembut.

Yong Soon hanya mengangguk perlahan.

“Changmin-ah, aku takut.”cicitnya. Mimpinya malam ini terasa lebih nyata. Sudah beberapa hari ini dia selalu mimpi buruk dan membuatnya selalu terbangun di tengah malam seperti ini.

Pria bernama Changmin ini kembali mengelus punggung istrinya perlahan. “Aku ada disini, sayang. Kau tidak perlu takut, aku akan menjagamu.”dikecupnya kening wanita itu sekilas.

Changmin melepaskan pelukannya. “Aku ambilkan minum dulu, ne.”pria tinggi itu tersenyum kemudian turun dari tempat tidur dan keluar kamar.

Yong Soon masih termenung di tempatnya memikirkan mimpinya, ditariknya selimut untuk menutupi tubuhnya, dia tampak ketakutan. Tidak lama Changmin sudah kembali dengan segelas air putih ditangannya. Didekatinya tubuh istrinya itu perlahan dan memberikan gelas tersebut. Changmin mengelus perlahan kepala Yong Soon. Alis tebalnya bertaut cemas. Sudah beberapa hari ini istrinya mengalami hal yang sama.

“Kita akan tetap kembali ke Seoul?”tanya Yong Soon ketika dia sudah menandaskan air di gelasnya. Rambut panjangnya berantakan dan sedikit menutupi wajahnya. Tangan besar Changmin merapikannya perlahan. Dia mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Yong Soon.

“Kenapa? Kau masih ingin disini?”tanya Changmin.

Yong Soon terdiam sesaat. Sudah dua tahun mereka menikah, keduanya memutuskan untuk tinggal di New York sejak saat itu. Changmin adalah seorang fotografer dan dia memiliki perkejaan tetap disini, disebuah majalah. Namun seminggu yang lalu, ayah Changmin menghubungi putranya ini dan meminta putranya untuk pulang ke Seoul. Dia meminta Changmin untuk membantunya mengurusi perusahaan keluarga mereka. Changmin ragu pada awalnya, apalagi dia melihat kalau Yong Soon sudah begitu nyaman tinggal disini dan ada sesuatu yang membuat Yong Soon seakan enggan untuk menginjakkan kakiknya lagi di tanah kelahirannya. Dua tahun mereka disini, keduanya belum pernah pulang sekalipun. Ketika Changmin mengatakannya, tiba-tiba saja Yong Soon mengiyakan ajakan Changmin untuk kembali. Ada rasa bersalah pada suaminya ini yang Yong Soon rasakan, dua tahun dia memisahkan Changmin dengan keluargnya meski memang keputusan Changmin juga untuk lebih memilih hobinya dibanding dengan membantu pekerjaan ayahnya. Hanya saja sepertinya Changmin sudah merindukan keluarganya.

“Tidak, kita akan pulang.”jawab Yong Soon dengan mantap. Senyuman terbentuk di wajahnya. Dia tidak ingin membuat pria dihadapannya ini kecewa setelah apa yang dia berikan selama ini.

Changmin kembali memeluknya dengan erat dan Yong Soon pun membalas pelukan istrinya ini. Keduanya terdiam beberapa saat sambil berpelukan.

“Oh ya, aku punya suatu kejutan untukmu di Seoul nanti. Sebelum kita ke tempat appa, aku ingin menunjukkan kejutan itu padamu.”ujar Changmin.

Yong Soon melepaskan pelukannya.”Kejutan apa?”tanyanya, matanya sedikit menyipit dan memberikan tatapan curiga pada Changmin.

“Tidak, aku tidak akan membantumu berbaikan lagi dengan orang tuamu. Kejutan yang lain.”Changmin menepuk kepala Yong Soon.

Wanita itu berpikir keras, kejutan apa yang akan Changmin berikan. Terakhir kali kejutan yang Changmin berikan adalah ya kedua orang tuanya datang ke New York. Yong Soon memang memiliki hubungan yang tidak baik dengan kedua orang tuanya, tidak sejak dulu. Semuanya berawal dari tiga tahun yang lalu. Changmin tau akan hal itu dan sejak mereka menikah selalu berusaha untuk memperbaiki hubungan mereka namun Yong Soon adalah wanita yang keras, usahanya selalu gagal. Yong Soon selalu bilang dia belum siap untuk memafkan kedua orang tuanya.

“Sudahlah tidak perlu kau pikirkan sekeras itu, hm. Aku yakin kau pasti akan menyukai kejutanku ini. Jadi, sekarang lebih baik kita tidur.”Changmin mejatuhkan tubuh Yong Soon ke tempat tidur,membuat wanita itu memekik pelan.

Keduanya tertawa bersama. Changmin tepat berada diatas tubuh Yong Soon, menyentuhkan kedua kening mereka dan menggesekan hidungnya pada hidung Yong Soon membuat wanita itu tertawa pelan. Changmin selalu bisa membuatnya tenang dan nyaman, mungkin inilah alasan mengapa dia mau menikah dengan Changmin. keputusan sulit baginya saat itu. Menikah, hal yang sejujurnya ingin dia hindari lagi setelah kegagalan yang dia alami.

Sebelum menikah dengan Changmin, Yong Soon pernah menikah sebelumnya. Pernikahan yang tidak berjalan lama, berakhir bukan karena pertengkaran ataupun perselingkuhan. Dia masih begitu muda saat memutuskan untuk menikah tanpa memikirkan banyak hal sebelumnya. Padahal menikah tidak cukup hanya dengan pria dan wanita yang saling mencintai tapi juga kedua keluarganya. Keluarga Yong Soon tidak menyetujui hubungann dengan pria yang telah dikenalnya sejak masih kuliah itu dan begitupun keluarga mantan suaminya itu. Entah apa yang pernah terjadi pada keluarga mereka sebelumnya sehingga membuat keduanya saling membenci. Hingga perpisahanlah yang menjadi pilihan mereka, meski keduanya sempat menikah secara diam-diam.

Setahun setelahnya dia bertemu dengan Changmin, pria tampan yang periang ini mampu memberikan warna lagi pada kehidupan Yong Soon. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk membangun hubungan lagi dengan seorang pria, mereka pun menikah dan tinggal di New York.

Changmin memeluk tubuh istrinya dengan erat, diciumnya kelopak mata yang sudah terpejam itu lagi. Tangannya merapikan rambut Yong Soon yang sedikit menutupi wajahnya dan menaruhnya di belakang telinganya.

“Apakah kau sudah bisa mencintaiku, Yong Soon-ah?”

**

 

Tangan Changmin tidak pernah melepas genggamannya pada tangan Yong Soon bahkan ketika mereka sudah masuk ke pesawat. Seakan-akan dia takut kehilangan Yong Soon.  Hari ini mereka akan kembali ke Seoul dan tinggal disana untuk selamanya, mungkin. Belum ada pembicaraan lagi seberapa lama mereka akan tinggal disana namun sepertinya memang mereka tidak akan kembali ke negeri Paman Sam ini.

“Aku akan sangat merindukan Bibi May dan Ronnie anjingnya yang lucu itu, ah kita tidak akan bisa bermain mengumpulkan daun maple setiap musim gugur lagi Changmin-ah.”Yong Soon terus berceletoh ketika mereka sudah dipesawat. Changmin tersenyum kecil.

“Kenapa kau tersenyum?”tanya Yong Soon yang menyadari ekspresi Changmin.

“Kau seperti anak kecil saja. Kita bisa kesini setiap musim gugur jika kau mau.”

“Benarkah?”

Changmin gemas melihat ekspresi istrinya yang benar-benar seperti anak kecil saat ini. Bukannya menjawa, Changmin malah mengecup sekilas bibir Yong Soon, membuat seorang pramugari yang tengah melintas memperhatikan mereka.

“Changmin-ah!”Yong Soon mendorong tubuh Changmin yang masih dihadapannya. Dia malu karena pramugari itu memperhatikan mereka.

“Kau menggemaskan.”ujar Changmin dan sebuah cubitan mendarat di pipi Yong Soon.

Yong Soon tertawa pelan, dia menarik bahu Changmin dan merebahkan kepalanya disana. Pria tampan ini mengenggam tangan Yong Soon dengan erat. Yong Soon memejamkan matanya sesaat sebelum membukanya kembali. Dia tercenung. Dia akan kembali ke Seoul, ke tempat dimana dia pernah memiliki kenangan yang buruk. Sejujurnya beberapa hari ini Yong Soon terus mempersiapkan dirinya sendiri menghadapi kepulangannya. Berbagai pikiran berkecamuk diotaknya. Bagaimana kalau dia bertemu dengan pria itu? bagaimana jika ternyata dia masih memiliki perasaan pada pria itu? bagaimana jika Changmin tahu?.

**

Changmin tersenyum kecil melihat wajah istrinya yang tengah tertidur lelap di bahunya. Didekatinya wajah cantik itu perlahan, berbisik ditelinganya.

Nae gongju, bangun sayang. Selamat datang di Seoul.”sebuah kecupan mendarat di bibir Yong Soon.

Wanita itu membuka matanya perlahan dan senyuman Changmin yang pertama menyambutnya. Dia menegakkan tubuhnya, mengucek matanya perlahan. Changmin merapikan rambut Yong Soon. Wanita itu tersenyum pada suaminya. Ketika mereka keluar dari pesawat Changmin juga tidak melepaskan genggaman tangannya.

“Tuan Shim.”seorang pria paruh baya dengan jas hitam memanggil Changmin dari kejauhan.

Senyuman yang lebar terbentuk di wajah Changmin ketika menemukan pria itu diantara banyaknya orang-orang yang menjemput kerabatnya di pintu kedatangan luar negeri ini. Changmin menarik tangan Yong Soon untuk berjalan cepat dna ketika sampai dihadapan pria paruh baya itu, Changmin langsung memeluk tubuh pria itu dengan erat.

“Kim Ahjussi, aku sangat merindukanmu.”Changmin memeluknya dengan erat seperti seorang anak yang sudah lama tidak bertemu dengan ayahnya. Bahkan Changmin sempat melompat-lompat. Yong Soon tertawa kecil melihat tingkah suaminya yang persis seperti anak kecil.

“Aku juga Tuan Muda, anda semakin bertambah tinggi saja.”ujar pria paruh baya itu ketika Changmin sudah melepaskan pelukannya. Changmin tertawa lepas.

“Nyonya Shim.”lanjut pria itu, sedikit membungkuk dihadapan Yong Soon,wanita itu pun juga membungkuk memberi salam.

Jelas sekali terlihat kecanggungan Yong Soon. Dia hanya sempat sekali bertemu pria yang merupakan pengasuh Changmin sejak kecil ini sebelum mereka pergi ke Amerika.

“Bagaimana kabar anda Nyonya?”tanyanya.

“Baik.”

“Dia bertambah cantik bukan.”potong Changmin sambil merangkul Yong Soon. Wajah wanita itu bersemu merah karenanya.

Kim ahjussi tersenyum lalu mengangguk. Ketiganya pun keluar dari bandara. Sebuah sedan hitam sudah menunggu mereka. Changmin membawa koper mereka sementara sebelah tangannya lagi digunakan untuk mengenggam erat tangan Yong Soon.

Yong Soon memperhatikan wajah Changmin yang sejak sampai terus saja tersenyum. Dia terlihat begitu bahagia, rasa bersalah Yong Soon rasakan. Selama ini pastu Changmin ingin pulang tapi karena dia, pria itu harus menahan keinginannya untuk pulang. Ya Changmin tahu mengenai apa yang pernah terjadi pada Yong Soon.

Ahjussi, sebelum ke tempat appa. Kita ke tempat kemarin yang aku beritahu.”perintah Changmin pada Kim ahjussi yang mengendarai mobil ini.

Pria paruh baya itu tersenyum. Yong Soon menoleh pada Changmin yang duduk disampingnya. “Kita akan kemana?”tanyanya.

“Kejutan yang aku bilang kemarin.”jawab Changmin dengan senyuman penuh di bibirnya.

Yong Soon mengerutkan keningnya, apa kejutan yang Changmin siapkan untuknya? Tanyanya dalam hati. Tidka berapa lama mobil hitam ini sampai di sebuah gedung pencakar langit. Yong Soon kembali mengerutkan keningnya ketika Changmin mengajaknya turun.

Tiba-tiba Changmin mengelurkan sebuah kain dari saku coatnya. “Kau tidak boleh tahu apa kejutannya jadi aku akan menutup matamu.”ujar Changmin.

Mwo?”belum sempat Yong Soon protes, Changmin sudah menutup mata Yong Soon dengan kain tersebut.

“Changmin-ah.”panggil Yong Soon yang bingung dan juga takut karena tiba-tiba Changmin menutup matanya.

“Tenanglah sayang, aku akan menunjukkan kejutan untukmu. Ikuti aku.”

Changmin menuntun tubuh Yong Soon untuk berjalan. Keduanya menaiki lift. Changmin memencet angka yang menunjukan lantai tujuan mereka. Sementara Yong Soon masih bertanya-tanya apa sebenarnya kejutan yang Changmin siapkan untuknya.

“Changmin-ah, kalau sampai kau mengerjaiku lagi seperti waktu itu, aku akan membunuhmu!”ancam Yong Soon.

Selain bersifat kekanak-kanakan, Changmin juga jahil. Dia pernah mengerjai istrinya ini habis-habisan saat dia ulang tahun. Belum dengan beberapa keisengan yang sering Changmin lakukan pada Yong Soon yang memang memiliki banyak hal yang dia takuti.

Changmin tertawa pelan. Kemudian memberhentikan tubuh istrinya dihadapan sebuah ruangan. Changmin membuka pintunya perlahan lalu menuntun tubuh itu untuk masuk.

“Kita sudah sampai.”ujar Changmin dan dengan perlahan membuka penutup mata Yong Soon.

Wanita itu langsung terdiam seketika di tempatnya. Dia sudah berada di ruangan yang tertata begitu cantik. Ruangan yang pernah dia bayangkan akan dimilikinya ketika masih di Amerika. Tempat dia akan menghabiskan sisa hidupnya bersama Changmin dan juga anak-anak mereka nantinya. Selama mereka tinggal di Amerika, keduanya hanya tinggal disebuah flat kecil. Meski Changmin manja dan kekanak-kanakan tapi dia bukanlah Tuan Muda yang selalu meminta pada orang tuanya. Changmin benar-benar menafkahi istrinya dengan keringatnya sendiri.

“Kita akan membangun keluarga kecil kita disini.”ucap Changmin.

Yong Soon menoleh pada Changmin, ditatapnya pria itu dengan berkaca-kaca. Dia tidak pernah meminta apapun pada Changmin tapi pria ini selalu memberikan apapun. Yong Soon langsung memeluk tubuh suaminya itu dengan erat.

“Terima kasih Changmin-ah, terima kasih untuk segalanya selama ini.”ujar Yong Soon dan semakin erat memeluk suaminya itu.

Changmin tersenyum dan membalas pelukan Yong Soon. Dia hanya ingin membuat Yong Soon bahagia bersamanya, memberikan yang terbaik untuknya. Sehingga wanita itu bisa merasakan betapa Changmin sangat mencintainya.

“Changmin-ah, ak-“

Wae? Ayo kita lihat kamar kita.”potong Changmin, ditariknya tangan Yong Soon dan memperlihatkannya seluruh ruangan di apartemen ini termasuk kamar mereka.

Yong Soon tidak menyangka Changmin akan membuat suasana kamar mereka seperti apa yang Yong Soon inginkan. Saat mereka masih di Amerika keduanya sering berbincang sebelum tidur tentang apa yang mereka inginkan kedepannya. Ketika mereka tengah membicarakan tempat tinggal, Yong Soon langsung mengutarakan apa yang dia inginkan mengenai tempat tinggalnya. Dekorasinya, warna dindingnya, semuanya. Dia tidak menyangka Changmin akan mewujudkan keinginannya itu.

“Di sebelah sana, kamar anak-anak kita nantinya.”tunjuk Changmin pada sebuah ruangan tepat disebelah kamar mereka. Yong Soon tersenyum kecil.

Wanita berwajah manis ini menghadapkan tubuhnya di hadapan Changmin, mengenggam kedua tangan Changmin. Ditatapnya bola mata Changmin lekat-lekat. Onyx hitam yang begitu disukainya.

“Terima kasih.”lagi-lagi Yong Soon mengucapkan terima kasih. Dia tidak bisa mengungkapkan hal lain selain begitu berterima kasih pada Changmin.

Changmin mendekatkan tubuhnya menaruh tangannya di pipi istrinya itu dan dengan perlahan mengeliminir jarak diantara mereka. Mempertemukan kedua bibir itu perlahan. Yong Soon memejamkan matanya ketika dengan amat perlahan bibir Changmin menyentuh bibirnya. Sebuah kecupan lembut yang lama kelamaan berubah menjadi sebuah lumatan-lumatan kecil. Tangan Yong Soon mengalung pada leher Changmin dan menarik pria itu semakin dalam menciumnya.

“Aku sangat mencintaimu Yong Soon-ah.”lirih Changmin ketika dia melepaskan ciuman mereka untuk mengambil nafas. Yong Soon tersenyum dan kembali membawa Changmin pada ciuman panjang.

Biarkan aku mencintainya.

 

**

 

Setelah pulang dari rumah orang tuan Changmin, Yong Soon baru bisa membereskan barang-barang mereka di apartemen ini. Yong Soon mengeluarkan pakaian Changmin dan memasukannya ke dalam lemari. Sementara pria tinggi itu tengah mandi. Langit yang gelap jelas terlihat dari jendela besar di kamar mereka. Langit malam yang begitu terang, bahkan bintang pun terlihat. Yong Soon menoleh sesaat, memandang langit dan tersenyum. Hari ini dia sungguh bahagia, sepertinya rasa kekhawatirannya selama ini jika mereka pulang ke Seoul tidak terbukti.

Kini Yong Soon tengah mengeluarkan barang-barangnya. Dia menaruh baju-bajunya ke lemari. Ketika dia hendak membereskan buku-buku favortinya ada sebuah kotak kecil di tas itu. Yong Soon mengerutkan keningnya, seingatnya dia tidak memasukan kotak berwarna merah ini. Diambilnya kotak berwarna merah, dibukanya kotak itu. matanya membulat sempurna ketika melihat isi kotak itu, tangannya mencengkram erat kotak itu dan wajahnya berubah tegang.

Sebuah foto, seorang pria dan wanita. Wanita itu adalah dirinya. Namsan Tower sebagai landscapenya. Foto yang sudah lama Yong Soon pikir hilang. Di sudut bawah foto itu tertulis.

Cho Family

150710

“Cho..Kyuhyun..”

Advertisements

26 thoughts on “FF: May I Love You (Chapter 1)

  1. hehhh…. ini castnya kyuhyun ato changmin? hidup yongsoon ama changmin uda terlalu manis utk di pisahin. tp blum tau sih kisah dlunya itu seperti apa. jadi msi hrs nimbang2 dlu.. kkkkk~….. wahhh ada bacaan baru nih. di tunggu kelanjutannya yah…

  2. Jadi alasan Kyuhyun sama Yong Son bercerai itu gara-gara orang tuanya gak setuju ya? Tapi, Yong Soon udah menikah dengan Changmin dan kayaknya mereka juga bahagia deh, ini cast-nya tetep KyuSoon kan thor? Aigooo, terus gimana dengan Kyuhyun dong? Apakah dia juga sudah menikah sama seperti Yong Soon? Aku berharapnya sih Kyuhyun belum menikah, semoga dia masih menunggu Yong Soon dengan setia!

  3. again love triangel of ChangKyu????? wwoooohhhoooo i love it!!!!!!!!!
    tpi endingny ttep ama kyu ya????? :’) oia kira2 mau dbikin brp part nii??

  4. kyaaaaa…
    aku smakin. cinta ama kamu saengi.
    aku penggemar ff marriedlife omg.
    hahaha.

    smakin penasatan ama critanya.
    yg ini agak beda ama bbrp ff sbelumnya.. walopun aku lmyn suka ama changmin tp aku ttp milih kyu.. haha
    kok nggak pake donghae lagi knp saeng? hihi..

    aku tunggu lanjutannya ya. jgn lupa yg nc nc jg dibikin..

    oh ya.. ide kyusoon ke amerika selaatan kasi nc donk.. omg.. aku suka nc *gapunyamalu* hahaha

  5. Mwoooo??!! Konflik lagi??! Aigoo eooon .. Slalu sukses buat aq mati penasaran !!!

    Aiiiiiihhhh ini gimana tooo?? Mantan suaminya Kyu??? Suaminya skarang Changmin?? Aigooo begituuu rumit !! Okeee apa ini bakal jdi ff yg panjang dngn part yg bnyak eonnieeeee??? Huuuft yg jelas aq pasti ngikutin !!! Neomu daebak lah !!!

    Tppiii rada nyesek bacanya .. Kasian Kyuuuu T.T *cupcup

  6. eciyee..ciyee..
    jd skrg unnie udh pndah haluan jd nyonya shim..???
    ok..ok…
    kikikikikikik >_<

    blum bs komentar apapun krn msh blum jelas ceritanya..
    penasaran bangeett,,unn..
    d.tnggu next part-nya..
    cemungutdh..!! (^_^)9

  7. eciyee..ciyee..
    jd skrg unnie udh pndah haluan jd nyonya shim..???
    ok..ok…
    kikikikikikik >_<

    blum bs komentar apapun krn msh blum jelas ceritanya..
    penasaran bangeett,,unn..
    d.tnggu next part-nya…
    cemungutdh..!! (^_^)9

  8. Seperti ny dirimu lagi seneng buat ff yg galau2 hh??

    Ooh, d part ini baru ada nama ny sajah,

    ak selalu mnggu ff-ff mu ^^
    Fighting

  9. part pertama uda konflik aja, suka!!!
    again~ kyu, yoong soon, changmin..
    tapi kenapa yoong soon nikah ma changmin?!! kyknya mereka uda bahagia, sedih kalo nantinya di pisahin. Tapi kyuhyun gimana? aku relanya kyusoon :”
    huaaaa eonni gk sabar next part nya ><

  10. Ige mwoya eonnii ? Ko ko youngie sama changmin ????
    Aahh penasaaaaan penasaraaann, next part jangan lamalama yaaaa huhu

  11. kyu mantan suaminya yong soon kann…
    yong soon mesti balik lg am kyuu… gg mw tw…
    penasaran dehh onn.. gmna ksh kyusoon dluu.. koq mreka bs pisah??

  12. Wah dah ada ya baru nih, hati2 typo chingu pertama baca kirain ma kyu malah ma changmin oya bikin kyunya single ya dan msh mengharapkan yong soon oke yg penting endnya ma kyu next part slalu ditunggu hwaiting chingu

  13. haiii novi shii
    aku juga suka ff yg tema’a married life,,

    kyk’a nasib changmin ga enak lgi nii,
    tpi itu married life’a chang-yong udh so sweet bgt loh, chang udh nerima ap ada’a si yongie, yah walaupun si yongie belom pke cinta sii, hhehe,

    alesan’a harus kuat ni klo si yongie mau balik ke kyu, hhehe

    d tunggu part berikut’a,,
    keep writting n_n

  14. Asiiikkkk ada ff baru lagiii dari chapter 1 aja udah seru…pengen cepet2 chapter berikutnya…ditungga yah..

  15. i really love to read this genre. Hahaha. Lol~

    Sama ama yg kmrn gk direstuin bedanya udh kawin sm org lain skrg. Tp kykny ini lbh sadis dr yg sebelumnya deh 😦

  16. aq baru buka ff ini, tapi aq blum ngerti deh ma jln cerita.a chingu

    kenapa yongie bisa ama changmin? trus ada hubungan apa ma kyu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s