FF: Confusion(JiSung Couple)

*written by me, read from the first part :https://shawolelfhottest.wordpress.com/2013/04/13/ff-dilema-jisung-couple/*

 

“Yeon Ji-ya.”seorang pria berlesung pipi sedikit terkejut begitu masuk ke sebuah ruangan dan ada seorang gadis yang sudah lama sekali tidak dia jumpai.

            “Oppa,”gadis yang dipanggil Yeon Ji itu membungkuk dihadapan pria tersebut. Dia sedikit canggung, sudah cukup lama dia tidak bertemu dengan pria ini. Sejujurnya dia merasa malu untuk bertemu dengannya. Setelah pria itu menunaikan tugas negara, Yeon Ji sama sekai belum menjenguknya.

            Pria yang tidak lain adalah Jung Soo itu duduk dan setelahnya Yeon Ji pun duduk dihadapannya. Rambut panjangnya yang berwarna kecoklatan itu dibiarkannya tegerai. Jung Soon mengamati wajahnya sesaat. Gadis yang sudah lama tidak ditemuinya entah karena alasan apa. Bahkan dia pun seakan menghilang dari orang-orang terdekatnya. Dia tersenyum sehingga lesung pipinya tercetak jelas. Yeon Ji pun tersenyum tipis, matanya masih menunduk.

            “Ada apa?”tanya Jung Soo lembut.

            Yeon Ji memainkan kedua tangannya di bawah meja yang menghadapkan mereka. Dia takut. “Mianheyo oppa.”lirih Yeon Ji.

            Jung Soon terlihat bingung, namun dia kembali tersenyum. Yeon Ji menegakkan wajahnya. Ditatapnya wajah Jung Soon yang terlihat sedikit berbeda sekarang. Pria itu masih memasang senyum. Yeon Ji semakin merasa bersalah, bahkan setelah berbulan-bulan Yeon Ji tidak pernah mengunjunginya dan sempat berpikir Jung Soo akan marah padanya ternyata Jung Soo malah menyambutnya seperti ini. Sebenarnya saat melihat Jung Soo tadi dia begitu ingin memeluknya, dia begitu merindukan sosok pria yang bisa menjadi kakak dan seorang ayah baginya dalam satu waktu.

            “Kau tidak ingin memelukku, eoh?”ujar Jung Soo.

            Yeon Ji tidak bisa menahan rasa rindunya lagi pada pria itu. Dia langsung bangun dari duduknya dan memeluk tubuh pria tinggi itu dengan erat. Jung Soo membalas pelukannya. Ah, dia begitu merindukan sosok kecil ini. Selama ini dia tidak pernah melihat wajahnya diantara orang-orang yang sering datang mengunjunginya. Gadis kecil ini seakan menghilang.

            “Maafkan aku oppa, aku bukanlah adik yang baik. Aku tidak pernah mengunjungimu selama ini,maafkan aku oppa.”

            Jung Soon mengusap pundak adiknya itu penuh rasa sayang.”Gwenchana, aku pikir kau benar-benar melupakanku.”

            Yeon Ji menggeleng.”Apa yang terjadi padamu,hm? Kau sempat menghilang beberapa bulan.”Jung Soo melepaskan pelukannya dan menatap wajah kecil Yeon Ji seksama. Tatapan matanya begitu lembut membuat Yeon Ji semakin merasa menyesal tidak pernah menemui pria ini. Seharusnya dia menceritakan apa yang sedang dipikirkannya pada Jung Soon, dia selalu bisa memberikan jawaban dan nasehat. Bukan malah meninggalkannya, hanya karena rasa tidak rela melepas pria ini pergi menunaikan tugas negara.

            “Entahlah aku sendiri tidak mengerti apa yang terjadi padaku, oppa. Maafkan aku.”lagi-lagi Yeon Ji meminta maaf.

            Jung Soo mendudukan tubuh Yeon Ji kembali.”Aku pernah bilang padamu, jika kau mengalami suatu masalah, kau bisa cerita padaku, hm. Jong Woon terlihat berbeda setelah kau pergi dan kau pun tidak mau menemuinya sampai saat ini, ada apa?”tanya Jung Soo.

            Yeon Ji mengigit bibir bawahnya. Dia tahu pasti Jung Soo akan menanyakan hal ini, bukan hanya Jung Soo saja yang bertanya hal ini. Yong Soon, Je Ri, Rae Bin,Hyo Soo, member yang lain. Semuanya menanyakan hal yang sama. Karena itulah Yeon Ji sedikit menghindari mereka. Dia tidak bisa menjelaskan pada mereka apa yang sebenarnya terjadi.

            “Aku dan Jong Woon oppa sudah mengakhiri hubungan kami.”

            “Apa?”Jung Soo tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya atas pernyataan Yeon Ji. Dia menatap adiknya itu tidak percaya. Tidak ada yang memberitahunya sebelum ini. Jong Woon pun juga tidak bicara apapun.

            “Tidak ada yang tahu tentang ini. Aku baru bicara dengan oppa saja.”lanjut Yeon Ji.

            “Bagaimana bisa?”tanya Jung Soo spontan.

            Yeon Ji menghela nafas perlahan.”Entahlah oppa, kurasa memang lebih baik seperti ini, pada awalnya tapi..”

            “Tapi?”tanya Jung Soo.

            “Dia akan pergi dan aku tidak bisa melepasnya.”

            “Lalu kenapa kau memilih berpisah?”

            “Karena aku berpikir, jika kami mengakhiri hubungan ini akan lebih mudah buatku melepasnya. Saat aku tidak memiliki rasa sayang lagi padanya, akan lebih mudah membuatku menunggunya.”mata Yeon Ji berkaca-kaca.

            Dia memang melakukan ini agar lebih mudah melepas Jong Woon nantinya. Menurutnya dulu, dengan mengakhiri hubungan mereka, dia hanya akan memandang Jong Woon sebagai orang lain dan dia bisa melepasnya dengan mudah. Tapi ternyata apa yang Yeon Ji pikirkan salah, Jong Woon bukan orang lain dan tidak akan bisa menjadi orang lain. Dia bisa menjadi, kakak, orang tua dan kekasih disaat yang sama bagi Yeon Ji.

            Jung Soo menatapnya prihatin.”Jong Woon sempat beberapa kali mengunjungiku, dia bertanya banyak hal tentang apa yang aku lakukan selama ini dan setiap kali aku menyinggungmu dia akan mengalihkan pembicaraan. Kurasa dia merasakan hal yang sama denganmu, Yeon Ji-ya.”

            Yeon Ji menghela nafas perlahan.”Apa yang harus aku lakukan oppa?”tanyanya lirih.

            “Temuilah dia dan kau akan tahu apa yang harus kau lakukan.”Jung Soo tersenyum pada Yeon Ji, dia mengusap tangan Yeon Ji diatas meja.

            Yeon Ji menghela nafas perlahan dan mengangguk.

 

**

 

            Rambut panjang Yeon Ji bergerak-gerak tertiup angin di pinggir sungai Han. Matahari sudah tenggelam sejak tadi namun gadis ini tidak beranjak dari duduknya. Dia menunggu seseorang. Seseorang yang sudah cukup lama tidak ditemuinya. Seseorang yang kini tengah memenuhi pikirannya. Dia meremas kedua tangannya sesekali, ada rasa cemas pria itu tidak mau menemuinya, apalagi Yeon Ji mengajaknya bertemu tiba-tiba setelah beberapa bulan tidak bertemu.

            “Yeon Ji-ya,”suara khas itu terdengar di telinga Yeon Ji membuat gadis itu segera berbalik. Dia langsung berdiri dari duduknya dengan canggung.

            “Annyeonghaseyo oppa.”Yeon Ji membungkukan tubuhnya dengan canggung. Berbulan-bulan lalu dia masih bisa langsung memeluk tubuh pria ini ketika bertemu dan sekarang mereka bahkan tampak seperti orang yang tidak saling mengenal.

            Jong Woon, itulah pria yang diajak Yeon Ji untuk bertemu. Pria bermata kecil itu tersenyum miris. Lihatlah bahkan dia berperilaku seperti baru mengenalku, gumam Jong Woon dipikirannya ketika melihat Yeon Ji membungkuk dihadapannya.

            “Ada apa?”tanya Jong Woon, terdengar kesan dingin dari nada bicaranya. Yeon Ji mengerti kenapa Jong Woon seperti ini. Status mereka adalah mantan kekasih saat ini. Sejujurnya Yeon Ji begitu merindukan kesan hangat yang selalu Jong Woon berikan ketika bertemua dengannya, ketika mereka masih sepasang kekasih.

            Yeon Ji mendudukan tubuhnya kembali dan Jong Woon mengikutinya, duduk tepat disamping Yeon Ji. Gadis itu tidak pernah mengatakan apa alasannya mengakhiri hubungan dengan Jong Woon.  Ada rasa kesal saat itu namun dia tahu Yeon Ji seperti apa, jika keputusannya sudah seperti itu, tidak akan ada yang bisa mempengaruhinya. Ya saat itu Jong Woon hanya bisa mengiyakan, tidak mengiyakan secara pasti hanya mengatakan terserah. Berbulan-bulan kemudian Yeon Ji menghilang dan ketika kembali, dia pun menghindari mereka. Semua orang menyalahkannya karena tampak tida peduli, dia bukan tidak peduli. Dia begitu paham sifat Yeon Ji, jika dia ingin sendiri maka dia harus membiarkannya sendiri. Jong Woon tahu Yeon Ji butuh waktu sendiri saat itu. Jong Woon juga tidak bilang pada yang lain kalau sebenarnya hubungan mereka sudah berakhir.

            “Kapan oppa akan pergi?”tanya Yeon Ji, matanya menatap lurus sungai yang begitu tenang di malam hari seperti ini.

            “Tanggal 6.”jawab Jong Woon begitu singkat.

            “Semangat oppa”ujar Yeon Ji lagi.

            “Hanya semangatkah kata-kata yang ingin kau ucapkan? Setelah berbulan-bulan tidak menemuiku. Aku tahu kita sudah bukan sepasang kekasih lagi tapi apa hanya itu kata-kata untukku?”Jong Woon menatap tajam Yeon Ji yang duduk disampingnya. Yeon Ji sedikit takut karena dia tidak pernah melihat Jong Woon seperti ini, begitu frustasi dan menyimpan rasa sakit. Apa dia sudah menyakitinya selama ini? Menyakiti pria yang begitu disayanginya.

            “Lalu..apa..lagi..”ujar Yeon Ji terbata-bata.

            Jong Woon berdiri dari duduknya dan berdiri dihadapan Yeon Ji.”Yeon Ji-ya, sejujurnya aku masih belum bisa menerima kau mengakhiri hubungan ini begitu saja tanpa memberikanku alasan yang jelas. Aku berusaha mengerti sifatmu, saat kau menghilang, semuanya bertanya padaku, menyalahkanku tapi aku tahu kau butuh waktu sendiri saat itu dan aku memahaminya. Ketika kau kembali, aku berharap kau akan menjelaskan semuanya tapi apa? Kau bahkan tidak pernah menunjukan wajahmu lagi dihadapanku”Jong Woon mengeluarkan semua unek-uneknya selama ini.

            Yeon Ji hanya bisa menunduk. Lalu dia menegakkan kepalanya.”Oppa ingin tahu apa alasan aku mengakhiri hubungan ini?”tanya Yeon Ji matanya berkaca-kaca. Sejujurnya Jong Woon tidak tega, sungguh. Melihat Yeon Ji menangis adalah hal yang paling tidak disukainya, apalagi menangis karena dia.

            “Aku tidak bisa melepas oppa. Aku tidak bisa melihat oppa tidak ada lagi di dekatku sama seperti ayah dan ibu. Aku akan kesepian..”tetesan bening itu lolos begitu saja dari mata bulat Yeon Ji. Alasan yang sama yang dia katakan pada Jung Soo.

            Dia hanya merasa takut akan kesepian. Selama ini Jong Woon lah yang selalu menemaninya, disaat kedua orang tuanya selalu pergi meninggalkannya. Jika Jong Woon pergi siapa lagi yang bisa memberikan kasih sayang dan perhatian.

            “Aku masih…mencintai oppa tapi aku..”belum sempat Yeon Ji melanjutkan kata-katanya, Jong Woon langsung memeluknya dengan erat.

            Yeon Ji menangis di dada Jong Woon, pria itu mendekapnya dengan erat, mengelus rambut panjang Yeon Ji.”Aku mencintaimu Yeon Ji-ya. Aku tidak akan meninggalkanmu, kau tidak akan kesepian.

            Keduanya terus berpelukan, Yeon Ji masih menangis dalam pelukan Jong Woon. Dia begitu merindukan pelukan hangat pria ini.

            “Meski aku akan pergi tapi kau tidak akan kehilanganku, Yeon Ji-ya. Aku akan tetap ada untukmu.”

Advertisements

3 thoughts on “FF: Confusion(JiSung Couple)

  1. so sweeett…
    duh jadi mewek baca ini.. hiks..
    ㅠ.ㅠ

    masi ada lanjutannya kah saeng?
    walopun biasku bkn Yesung oppa, tp denger kabar dia pergi rasanya ga rela. apa lagi kalo Kyu tar? hmm
    ga ngebayangin deh aku jadi kyk apa..

    aku tau perasaan Yoon Ji.

    apa mending berhenti jadi ELF ya drpd ga tega liat mreka 1 per 1 pergi wamil..? tapi lebih ga kuat lagi kalo berhenti jadi ELF.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s