FF: The Story of Us (14)

Here is the last part. semoga suka endingnya 🙂

 

Part 14

 

Mommy, pesawat.”

“Iya sayang.”

Mommy, mobil.”

“Iya Hyunnie sayang.”

Mommy-.”

“Bisakah Hyunnie diam sebentar.”

Perkataan Yong Soon membuat putranya itu langsung terdiam. Dia melihat raut wajah ibunya yang sepertinya tidak sedang ingin bercanda dengannya. Sejak pagi Yong Soon beberapa kali membentak Yong Hyun yang sudah kebiasaannya untuk banyak bicara. Setelah kejadian beberapa hari yang lalu, Yong Soon menjadi lebih sensitif, wanita ini masih kesal dan masih belum bisa memahami apa maksud Changmin melakukan hal tersebut. Sudah beberapa hari juga Yong Soon tidak ingin bertemu baik dengan Changmin maupun Kyuhyun. Kedua pria itu beberapa kali datang dan diabaikan oleh Yong Soon, mereka hendak minta maaf.

Yong Soon meletakkan piring kotor ke wastafel dan beranjak meninggalkan dapur dan juga Yong Hyun yang duduk di kursi bayinya. Wanita itu membuka pintu rumahnya. Je Ri tampak berdiri di depan pintu, tersenyum namun Yong Soon sama sekali tidak membalas senyum Je Ri.

“Ada apa?”tanya wanita manis itu berjalan masuk ke dalam rumah. Je Ri mengikutinya di belakang.

Onnie masih belum mau menemui Changmin oppa dan Kyuhyun oppa?”tanya Je Ri.

Yong Soon mendudukan tubuhnya di sofa dengan kedua tanganya yang dilipat di depan dadany. “Mereka menyuruhmu kemari?” Yong Soon balik bertanya.

Je Ri mendesah pelan dan duduk disamping kakaknya. “Mereka sudah menjelaska semuanya pada ayah juga kedua orang tua Changmin oppa. Tidakkah onnie ingin mendengar penjelasan Changmin oppa.”

Yong Soon menoleh kesampingnya dan memasang muka masam. Dia bukan tidak mau, dia butuh penjelasan malah. Hanya saja rasa kesalnya lebih mendominasi membuatnya malas untuk sekedar mendengar penjelasan Changmin. Pria yang menurutnya telah menodai kesakralah suatu pernikahan.

Onnie masih kesal pada mereka?”tanya Je Ri lagi.

“Aku tidak akan menemui mereka sampai paling tidak rasa kesalku pada mereka hilang. Changmin pikir pernikahan itu sebuah permainan? Ishhh sungguh aku tidak percaya ada pria yang berpikiran seperti itu.”cerocos Yong Soon mengungkapkan kekesalannya yang sudah diulang kesekian kalinya dihadapan Je Ri. Adiknya itu hanya bisa mendesah pelan.

Awalnya juga dia bingung ketika tiba-tiba Changmin membatalkan pernikahan mereke tepat ketika mereka akan mengucapkan janji sehidup semati itu. dengan tiba-tiba Changmin meminta Kyuhyun menggantikannya. Siapa yang tidak akan kesal jika diperlakukan seperti itu, saat dia sudah berpikir akan menikah dengan pria disampingnya tapi dengan seenaknya pria itu meminta pria lain untuk menggantikannya. Tapi di balik itu semua Changmin punya alasan yang tidak ingin didengar oleh Yong Soon untuk saat ini.

“Dan aku akan segera pindah dari sini.”ujar Yong Soon begitu tegas, dia berdiri dari duduknya ketika mendengar bel rumahnya kembali berbunyi.

“Apakah onnie begitu kesal pada Changmin oppa.”Je Ri mengejar langkah kakaknya sampai ke depan pintu.

Ternyata Changmin lah yang datang juga Kyuhyun. Yong Soon hanya mendesah pelan dan hendak kembali menutup pintu namun Changmin menahannya.

“Akan aku jelasakan semuanya.”

“Aku tidak ingin mendengar penjelasanmu.”

“Kau akan menyesal karena tidak mendengarkannya.”

“Aku tidak peduli. Kau sudah mempermainkan pernikahan.”

“Aku punya alasan untuk melakukannya. Aku ingin melihatmu bahagia dan aku tahu kebahagaianmu terletak pada pria itu.”

Yong Soon hanya melirik sekilas Kyuhyun yang tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Wanita itu tidak peduli lagi dengan perkataan Changmin dan langsung menutup pintu rumahnya. Dia menghela nafas perlahan seraya bersandar pada pintu. Je Ri memperhatikan wajah kakaknya dan bagaimana caranya menatap Kyuhyun.

“Yong Soon sepertinya begitu marah padamu, maafkan aku.”ujar Kyuhyun.

Changmin menggeleng.”Dia selalu tidak bisa menyadari perasaannya sendiri.”

“Kurasa apa yang kau anggap selama ini salah, dia memang sudah tidak memiliki perasaan apapun padaku, lihat bagaimana dia menatapku tadi.”

“Dia hanya belum menyadarinya. Kita lihat saja sampai kapan dia tidak akan menyadarinya.”

 

**

 

Pagi ini Yong Soon terbangun dengan perasaan yang begitu aneh. Mimpinya semalam terasa begitu nyata. Dia bagaikan kembali ke masa-masa itu. Dia tidak mengerti kenapa dia malah memimpikan hal itu semalam, padahal sebelumnya dia sama sekali tidak memikirkannya.

Wanita itu mendekati Yong Hyun yang tengah asyik menggambar dikamarnya.

Mommy.”sapa Yong Hyun dengan ceria.

“Kita ke rumah Aunty Je Ri, ya.”ujar Yong Soon. Mata bening anaknya mengerjap, dia meletakkan krayonnya lalu berdiri.

“Ayo.”ujarnya semangat.

Yong Hyun selalu senang jika sudah diajak pergi ke rumah adik ibunya itu karena disana banyak makanan kesukaannya. Je Ri selalu membelikan apa yang keponakannya inginkan meski terkadang Yong Soon memarahinya karena terlalu memanjakan Yong Hyun.

Yong Soon sebenarnya memiliki niat tersendiri mengajak Yong Hyun ke tempat Je Ri. Dia sebenarnya hanya ingin menitipkan putranya itu disana karena dia akan pergi ke suatu tempat. Dorongan mimpi semalam membuatnya begitu ingin ke tempat itu. Yong Soon membawa perlengkapan Yong Hyun ke dalam tasnya. Lalu menggendong pria kecil itu yang langsung menolak dan minta turun. Dia sudah tidak mau di gendong lagi sekarang. Akhirnya Yong Soon mengalah dan menggandeng tangan putranya itu berjalan keluar rumah.

Je Ri menyambut senang kedatangan keponakannya yang begitu disayanginya itu. Meski sudah hamil besar dan beberapa minggu lagi dia akan melahirkan, wanita ini masih saja  mau menggendong Yong Hyun dan anehnya pria kecil itu tidak menolaknya.

Onnie mau kemana?”tanya Je Ri.

“Aku hanya pergi sebentar, tidak apa-apakan menitipkannya?”Yong Soon tidak menjawab pertanyaan Je Ri dan malah mengajuka pertanyaan yang lain. Je Ri mengangguk. Kakaknya kembali terlihat aneh.

Yong Soon mencium pipi Yong Hyun lalu pergi dari rumah Je Ri. Dia menaiki bus yang akan membawanya ke tempat yang sangat ingin dikunjunginya saat ini. Sungguh aneh rasanya setelah bertahun-tahun berlalu, dia memiliki dorongan untuk kembali kesana apalagi setelah semuanya berakhir.

Wanita dengan sweater kuning itu berdiri tepat di depan sebuah coffee shop, beberapa tahun yang lalu tempat ini bukanlah sebuah coffee shop hanya sebuah toko hadiah.

 

                “Kau mau mengajakku kemana?”tanya seorang gadis dengan rambut hitam sebahu pada seorang laki-laki yang mengenakan seragam yang sama dengannya. Laki-laki itu menarik tangannya untuk berjalan lebih cepat.

                “Aku butuh bantuanmu.”ujar laki-laki berkulit pucat itu.

                Akhirnya gadis itu terpaksa mengikuti langkah panjang laki-laki yang sudah menjadi sahabatnya sejak kecil. Laki-laki itu mengenggam tangannya ketika menyebrang jalan dan hal itu membuat detak jantung si gadis menjadi tidak beraturan. Sejujurnya dia sudah menyukai laki-laki disampingnya ini sejak mereka mulai masuk sekolah menengah namun dia tahu keadaannya yang merupakan sahabat laki-laki ini, tidak mungkin membuatnya menyimpan perasaan sayang lebih dari sekedar sahabat.

                “Nah,bantu aku memilih hadiah untuk ulang tahun Soon Mi minggu depan.”

                Wajah gadis itu langsung berubah. Dia sempat berpikir laki-laki ini mengajaknya kencan atau semacamnya yang membuat mereka akan melakukan suatu hal berdua. Namun pikirannya segera berubah ketika mendapati laki-laki itu tersenyum penuh harap dan mengucapkan kata-kata tadi. Dia tahu kalau sahabatnya ini sedang dekat dengan seorang gadis yang berbeda kelas dengan mereka. Laki-laki itu sering membicarakannya.

                “Menurutmu apa yang cocok untuknya?”tanya laki-laki itu.

                Gadis manis itu tersentak kaget dengan pertanyaan sahabatnya karena sejak tadi dia tengah termenung sambil menyentuh sebuah bando berwarna biru terang. Dia menoleh dan laki-laki itu tengah menunggu jawabannya.

                “Apa yang dia suka?”tanyanya.

                “Entahlah, aku tidak tahu. Ah, sejak tadi kau memegang bando itu terus, kau menyukainya? Ambillah, aku yang akan membayarnya, anggap saja sebagai ucapan terima kasihku karena kau mau menemaniku kesini.”terang laki-laki itu. Matanya bulat dan berwarna hitam kontras dengan mata coklat terang milik gadis dihadapannya ini.

                Dia menggeleng.”Tidak perlu. Aku tulus membantu sahabatku yang bodoh ini.”gadis itu mencoba bercanda.

                “Bodoh katamu? Nilai ulangan matematikamu lebih rendah dariku.”

                “Hanya satu angka.”

                “isshh sudahlah, ambil saja. Lagipula aku belum memberikanmu hadiah Januari lalu.”

                “Ini sudah Maret.”

                “Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Ambillah.”laki-laki itu mengambil bando biru dan menyerahkannya ke tangan sahabatnya.

                “Oh ya, apakah kau pernah mendapat hadiah dari seorang laki-laki sebelumnya?”

                “Tentu saja, ayahku.”

                “Bukan dari keluargamu.”

                “Memangnya kenapa kau bertanya seperti itu?”

                “Aku hanya ingin memastikan kau itu normal atau tidak. Aku tidak pernah melihatmu kencan dengan seorang laki-laki sebelumnya.”

                “Aku tidak ingin berkencan dengan sembarang laki-laki.”

                “Bagiaman jika berkencan denganku?”

                Gadis itu terdiam seketika. Lalu sahabatnya langsung tertawa melihat ekspresi terkejut gadis itu.

                “Aku hanya bercanda, mana mungkin aku mengencani sahabatku sendiri.”

 

Yong Soon memejamkan matanya, memutar kembali kejadian selanjutnya. Seminggu kemudian dia sudah lulus sekolah menengah dan malam itu di depan rumahnya, sahabatnya menyatakan perasaannya dan begitulah awal kisah mereka. Pria itu tidak lain adalah Kyuhyun.

Jika tidak ada kejadian itu mungkin mereka tidak akan memiliki kisah seperti ini. Dia dan Kyuhyun akan berjalan masing-masing. Ingin rasanya Yong Soon mengulangi semuanya. Jika bisa, maka dia berharap tidak memiliki perasaan apapun pada Kyuhyun saat itu.

“Yong Soon-ah.”

Yong Soon membuka matanya dan terkejut begitu melihat kesampingnya, berdiri seorang pria yang ada di dalam memorinya itu. Pria tinggi itu tampak kaget melihat Yong Soon juga ada disini.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?”tanya pria yang tidak lain adalah Kyuhyun.

“Aku hanya sedang lewat saja, kau?”Yong Soon balik bertanya namun Kyuhyun hanya tersenyum.

Dia tidak mengerti kenapa hari ini, dia begitu ingin ke tempat yang memberikannya banyak kenangan karena semua kisah mereka di mulai disini. Pertama mereka bertemu juga disini dan selanjutnya semua kisah mereka selalu menyangkut tempat ini. Kyuhyun memiliki keberanian untuk menyatakan perasaannya juga ketika dia mengajak Yong Soon kesini dan memastikan bahwa wanita ini belum memiliki kekasih.

Keduanya kini berjalan berdua melewati pedestrian yang cukup ramai hari ini. Keduanya hanya saling terdiam, seakan sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Dimana Yong Hyun?”tanya Kyuhyun pada akhirnya.

“Aku menitipkannya di rumah Je Ri.”jawab Yong Soon dan Kyuhyun hanya menggumam.

Mereka sampai di lampu merah, ketika hendak menyebrang. Kyuhyun mengenggam tangan Yong Soon. Wanita itu terkejut pada awalanya namun tetap membiarkan tangan Kyuhyun mengenggam tangannya menyebrang jalan.

“Kyu, tanganmu.”ujar Yong Soon mengingatkan Kyuhyun yang masih mengenggam tangannya.

Pria itu langsung melepaskannya dan berjalan menunduk karena malu.

 

**

 

“Ini,”Kyuhyun memberikan sekaleng jus pada Yong Soon yang tengah duduk di sebuah taman. Kyuhyun duduk disampingnya.

“Terima kasih.”ucap Yong Soon.

Kedunya menatap lurus ke depan, ke beberapa anak kecil yang tengah bermain.

“Boleh aku bicara sesuatu?”tanya Kyuhyun melirik Yong Soon bersamaan dengan wanita itu yang juga ikut menoleh. Wajah keduanya langsung bersemu merah.

Yong Soon segera mengalihkan pandangannya. “Iya.”jawab Yong Soon.

“Semalam aku bermimpi, aneh sekali. Aku bermimpi tentang tempat itu.”

Jantung Yong Soon serasa berhenti sesaat ketika mendnegar penuturan Kyuhyun. Bagaimana bisa pria itu bisa memimpikan hal yang sama. Kyuhyun tertawa pelan.”Aku merindukan saat-saat itu.”

Yong Soon hanya bisa terdiam sambil memainkan kaleng jusnya. Tiba-tiba dia langsung berdiri dari duduknya, tidak ingin percakapan ini terus berlanjut. Karena hanya akan membuat perasaannya semakin aneh saja.

“Aku ingin menjemput Yong Hyun, aku pergi dulu.”

“Tunggu, biar aku mengantarmu.”

Yong Soon tidak punya pilihan dan akhirnya menyutujui keinginan Kyuhyun. Pria itu mengantar Yong Soon ke rumah Je Ri. Tidak ada pembicaraan diantara mereka selama perjalan ke rumah adik Yong Soon itu.

Ketika mereka sudah sampai di depan rumah Je Ri dan Yong Soon sudah keluar dari mobil Kyuhyun,pria itu ikut keluar. “Boleh aku bertemu dengannya?”tanya Kyuhyun.

Yong Soon hanya mengangguk sebagai jawaban, tentu dia tidak bisa mencegah Kyuhyun untuk tidak menemui anaknya sendiri. Je Ri tampak kaget ketika melihat kakaknya datang bersama Kyuhyun.

“Apa kabar?”tanya Kyuhyun.

“Baik oppa.”jawab Je Ri.”Yong Hyun sedang tidur.”lanjut Je Ri, kini pada Yong Soon.

Wanita itu mengangguk lalu berjalan mengikuti Je Ri yang akan menunjukkan dimana Yong Hyun tidur, sementara Kyuhyun hanya menunggu di ruang tamu rumah Je Ri ini. Kyuhyun memperhatikan beberapa foto Je Ri dan Yong Soon ketika mereka masih kecil dan bahkan ada beberapa saat mereka sudah remaja. Ada satu foto yang menarik pria itu mendekat. Sebuah foto yang juga melibatkan dirinya disana.  Senyuman terbentuk di wajah rupawannya.

“Kyu, Je Ri akan melahirkan!”seru Yong Soon yang terburu-buru kembali ke ruang tamu, wajahnya begitu panik.

“Apa?!”

 

**

 

“Kau dimana?”tanya Kyuhyun di seberang telepon. Dia berada di rumah sakit sekarang bersama suami Je Ri. Kyuhyun lah yang mengatar Je Ri ke rumah sakit. Dia sedang menelepon Yong Soon yang masih ada di rumah Je Ri.

Kyuhyun tidak membolehkannya ikut dan menyuruhnya untuk menunggu Yong Hyun sampai bangun. Dia tidak mungkin meninggalkan putranya sendirian, kan. Akhirnya setelah bangun Yong Soon segera menyusul ke rumah sakit.

“Sebentar lagi sampai.”jawab Yong Soon yang tengah menggendong Yong Hyun, pria kecil yang masih terkantuk-kantuk. Sepertinya Yong Soon membangunkannya secara paksa karena begitu khawatir pada kondisi adiknya.

Wanita itu berjalan cepat masuk ke  rumah sakit. Setelah diberitahu Kyuhyun dimana dia berada, wanita itu bergegas kesana.

“Kyu,”sapa Yong Soon ketika dia sudah sampai di depan sebuah ruang rawat, Kyuhyun duduk didepannya. Dia tersenyum melihat Yong Soon datang.

“Dia baik-baik saja, bayinya perempuan. Ryeowook ada di dalam.”terang Kyuhyun. Yong Soon merasa lega karenanya.

Pintu kamar Je Ri terbuka dan keluarlah Ryeowook. Yong Soon mendekat dan segera memeluk tubuh adik iparnya itu.

“Selamat Ryeowook-ah, kau sudah menjadi ayah.”ujar Yong Soon, seorang pria dibelakangnya tersenyum miris. Seharusnya dia juga mendapatkan ucapan selamat seperti ini dulu tapi dia tidak ada disana, disamping Yong Soon yang bertaruh nyawa menghadirkan sosok yang berkali-kali menguap digendongan Yong Soon.

Kyuhyun mendeka pada mereka berdua, lalu meminta Yong Hyun. Wanita itu memindahkan Yong Hyun ke lengan Kyuhyun dan dia kembali berbicara dengan Ryeowook. Kyuhyun menepuk punggung Yong Hyun perlahan untuk membuat pria kecil ini kembali tidur.

Daddy,”lirih Yong Hyun.

“Ada apa sayang? Tidurlah lagi, nanti begitu bagun kau akan melihat adik bayi.”

Yong Hyun tidak menanggapi kata-kata ayahnya yang tidak dimengertinya dan mulai memejamkan matanya, sementara Kyuhyun bergumam menyenandungkan lagu untuk mengantar putranya tidur.

“Dia tidur?”tanya Yong Soon.

“Iya, kalian mau pulang? Biar aku antar.”tawar Kyuhyun.

Yong Soon mengangguk. Dia berpamitan pada Ryeowook dan mengatakan padanya besok dia akan kembali karena tidak tega melihat Yong Hyun yang sudah tertidur.

Kyuhyun mengantarnya sampai ke depan rumah. “Terima kasih.”ujar Yong Soon. Kyuhyun tersenyum lalu wanita itu keluar dari mobil Kyuhyun.

Yong Soon kaget ketika melihat seorang pria berdiri di depan rumahnya. Changmin. Rasa kesalnya kembali muncul. Dia pun melewati tubuh pria itu begitu saja.

“Kumohon, dengarkan penjelasanku Yong Soon-ah,”pinta Changmin.

Yong Soon tidak menggubrisnya dan membuka pintu dengan cepat, Changmin ikut masuk ke dalam.

“Yong Soon-ah, kau akan mengerti setelah aku menjelaskan ini.”ujar Changmin yang terus mengikuti langkah Yong Soon untuk menaruh Yong Hyun di kamarnya.

“Yong Soon-ah, kau pikir aku rela memberikanmu pada pria itu?! apa kau pikir aku selama ini hanya membohongimu dnegan semua perasaanku? Lalu untuk apa selama dua tahun ini aku menjagamu, memberikanmu segala yang aku miliki jika aku tidak benar-benar mencintaimu!”seru Changmin pada Yong Soon yang baru keluar dari kamar Yong Hyun.

“Kyuhyun datang menemuiku sehari sebelum kita menikah. Dia memohon padaku untuk melepaskanmu, dia bahkan berlutut dihadapanku. Sampai setengah hari dia melakukan itu, aku bukan orang yang tega seperti dia. Meski dia sudah menyakitimu tapi dia tetap sahabatku. Aku memberikannya kesempatan bicara dan dia menceritakan semuanya. Kisah kalian dari awal.”terang Changmin. Dia terdiam sejenak mengamati ekspresi Yong Soon. Wanita itu hanya diam.

“Aku belum pernah mendengar cerita seperti itu sebelumnya, aku tidak menyangka kalian memiliki kisah seperti itu. Aku mengatakan pada Kyuhyun, bukan keadaan yang membuat kalian tidak bisa bersama tapi kalian tidak memiliki keberanian untuk bersama dan aku juga mengatakan padanya, jika dia begitu mencintaimu dan ingin bersamamu maka katakan itu saat pernikahan kita. Tapi sungguh dia begitu bodoh, dia lagi-lagi tidak berani mengatakan dia ingin bersamamu.”

Changmin menghela nafas perlahan.”Aku tahu Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan dan kalian adalah pasangan. Aku tidak mengerti kenapa aku bisa masuk dalam hubungan kalian, mungkin ada sesuatu yang Tuhan rencanakan untukku. Sulit untukku melepasamu, kau wanita pertama yang membuatku jatuh cinta.”

Changmin mendekati tubuh Yong Soon dan mencium keningnya.”Bahagialah bersamanya. Kau adalah pasangan Kyuhyun.”

Tetesan bening itu lolos begitu saja turun dari mata Yong Soon ketika Changmin melepaskan ciumannya. Pria itu tersenyum dan mengacak-acak rambut Yong Soon yang air matanya terus turun. Changmin mengigit bibir bawahnya, dia juga takut akan menangis. Dia begitu mencintai Yong Soon dan dia harus merelakannya untuk Kyuhyun.  Changmin masih ingat betapa Kyuhyun memohon padanya, mengatakan padanya betapa dia mencintai Yong Soon, betapa dia ingin menebus semua kesalahannya dan saat itu Changmin seperti bisa merasakan bagaimana frustasinya Kyuhyun. Ya, dia merasa iba. Kyuhyun tetaplah sahabatnya. Jika menikahi Yong Soon akan menyakiti sahabatnya hingga sedalam itu, tentu tidak akan dia lakukan.

“Changmin-ah.”Yong Soon memeluk tubuh Changmin dari belakang, menangis di punggung pria itu.

Inilah yang terbaik untuknya, Yong Soon juga Kyuhyun. Changmin juga merasakan kalau sebenarnya Yong Soon masih memiliki perasaan pada Kyuhyun. Tatapan mata wanita itu tidak bisa membohonginya sejak dulu. Jelas masih ada Kyuhyun disana.

**

 

Onnie,”Je Ri tampak sudah segar pagi ini, dia tersenyum senang melihat kakaknya sudah datang di pagi hari seperti ini.

“Bagaimana kabarmu?”tanya Yong Soon sambil duduk di tepai tempat tidur Je Ri.

“Sangat baik onnie, ah ya kenalakan ini sepupunya Ryeowook oppa.”ujar Je Ri memperkenalkan seorang wanita yang menaruh sepiring buah di samping tempat tidur. Wanita dengan rambut panjang.

“Yong Soon.”

“Yoon Yang.”

Keduanya berjabat tangan dan saling tersenyum. Kyuhyun masuk bersama Yong Hyun dan juga Ryeowook.

Onnie, kalian terlihat seperti suami-istri.”bisik Je Ri.

“Apa maksudmu.”sahut Yong Soon namun tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.

Yong Soon mengambil Yong Hyun dari gendongan Kyuhyun.

Mommy, aku mau adik bayi juga seperti Ryeori.”celoteh Yong Hyun ketika Yong Soon membawanya mendekati Je Ri.

Yong Soon langsung terdiam dan begitupun Je Ri, Ryeowook dan terutama Kyuhyun. Pria itu langsung meminta izin untuk keluar sebentar. Sementara Yoon Yang yang tidak tahu apa-apa hanya memperhatikan wajah-wajah yang terdiam itu.

“Lihat Yong Hyun sudah ingin adik, cepat menikah dan berikan adik untuknya.”ujar je Ri ketika Yong Soon membawa Yong Hyun duduk di tepi ranjang Je Ri dan pria kecil itu langsung mencium pipi bibinya penuh sayang.

Yong Soon tidak menanggapi perkataan Je Ri. Dia kembali mengingat percakapanya tempo hari dengan Changmin. Wanita itu mendesah pelan ketika duduk di sofa di kamar itu. sementara Yong Hyun tengah bermain bersama Je Ri dan juga Ryeowook.

“Hei Je Ri-ya, apa kabar?”seseorang masuk ke dalam kamar dengan sebuket bunga di tangannya.

“Changmin oppa.”seru Je Ri begitu senang melihat kedatang pria itu. Changmin melihat Yong Soon juga ada disana. Dia menghampiri Je Ri dan memberikannya bunga lalu menjabat tangan Ryeowook dna begitu matanya bertemu dengan sosok mungil kesayangannya. Dia langsung menggendong dan melambungkan tubuh kecil itu.

Aigoo, Yong Hyun datang untuk melihat adik bayi.”ujar Changmin.

“Iya.”jawab Yong Hyun penuh semangat. Diciumnya pipi chubby Yong Hyun.

“Ah oppa, kenalkan ini sepupu Ryeowook oppa. Yoon Yang.”

“Oh, Changmin.”keduanya berjabat tangan.

“Hei, mana ayahmu?”tanya Changmin pada Yong Hyun dan membawa tubuh pria itu ke tempat ibunya.

Yoon Yang memperhatikannya dengan seksama. Dia menjadi bingung. Bukankah suami Yong Soon adalah pria yang beberapa waktu yang lalu keluar dan siapa pria ini? Kenapa dia begitu dekat juga dengan Yong Soon.

“Hubungan mereka begitu rumit.”uajr Ryeowook seakan membaca pikiran sepupunya. Je Ri menoleh pada Yoon Yang dan mengiyakan perkataan Ryeowook. Yoon Yang hanya tersenyum setelahnya.

Sore harinya Yong Soon pamit pulang bersama dengan Kyuhyun yang menjemputnya. Changmin ada disana dan dia terlihat biasa saja ketika Kyuhyun datang menjemput Yong Soon. Dia seperti sudah melupakan hubungan yang pernah dia jalin dengan Yong Soon. Dia bahkan tampak santai berbicara dengan Kyuhyun. Yong Soon langsung keluar, dia merasa sakit melihat Changmin bisa begitu santai berhadapan dengan Kyuhyun.

Wanita itu menunggu Kyuhyun di mobilnya. Ketika pria berkulit pucat itu kembali ke mobil Yong Soon langsung mengatakan sesuatu yang mengejutkannya.

“Kau ingin menikah denganku?”tanya Yong Soon.

Kyuhyun terdiam sesaat, tidak siap dengan pertanyaan yang tiba-tiba.

“Kau ingin menikah denganku?”tanya Yong Soon lagi.

“T-tentu saja..aku ingin menebus kesalahanku dengan menjagamu dan Yong Hyun selamanya.”

Yong Soon mendesah pelan. Yong Hyun dipangkuannya tampak asyik memainkan bola-bola kecil warna-warni miliknya dan tidak peduli dengan percakapan orang tuanya.

“Aku ingin kita menikah lusa.”lanjut Yong Soon yang semakin membuat Kyuhyun kaget. Dia tidak menyangka Yong Soon akan berkata seperti itu.

“L-lusa?”

“Iya, kau bisa temui ayahku besok, tanyakan padanya apa kau boleh menikahiku dan ceritakan semuanya,lalu lusa kita menikah.”

 

 

**

 

Yong Soon melakukan hal yang sama seperti beberapa waktu yang lalu. Menatap pantulan dirinya di cermin. Dia tersenyum tipis, semoga kali ini keputusannya tepat. Tubuhnya kembali berbalut gaun putih yang sederhana tapi tidak mengurangi betapa cantiknya dia hari ini. Dia tetap merasa gugup meski untuk yang kedua kalinya dia merasakan pengalaman ini. Namun kali ini dengan orang yang berbeda.

Je Ri berjalan perlahan mendekati tubuh kakaknya dan memeluknya dengan erat.”Melakukan hal yang sama tapi aku yakin perasaan onnie sekarang berbeda. Kau tidak ragu lagi, aku yakin.”

Yong Soon melepaskan pelukannya dan menghadapa adiknya. Dia tersenyum.”Aku tidak akan gagal menikah lagi kan hari ini?”

Je Ri tertawa. “Tidak, kini onnie benar-benar akan bahagia dan Kyuhyun oppa sangat tampan.”

“Je Ri, kau tidak boleh bilang pada pengantin wanita tentang penganti pria-nya.”suara nyaring masuk ke dalam ruangan ini. Yoon Yang. Kedua tertawa bersama.

“Tidak apa-apa, dia ingin memastikan Kyuhyun oppa benar-benar ada di altar atau tidak, ya kan onnie.”goda Je Ri pada kakaknya.

Yong Soon mencubit pipi adiknya, pura-pura marah. Yoon Yang hanya berdecak pelan.

“Ayo cepat keluar, Tuan Choi sudah menunggu.”Yoon Yang menarik lengan Yong Soon untuk keluar ruangan.

Ayahnya sudah menunggu di depan pintu. Pria paruh baya itu tersenyum dan menggamit lengan putrinya untuk kedua kalianya. Yong Soon terlihat gugup. Dia memejamkan matanya sesaat mengingat percakapannya dengan Kyuhyun beberapa tahun silam, di dua benua yang berbeda.

 

                “Aku ingin memakai gaun putih yang panjang dan kau juga mengenakan tuksedo putih.”

                “Kenapa harus putih?”

                “Putih itu suci Kyu dan juga cantik. Oh ya, semua dekorasinya juga harus putih.”

                “Ya terserah kau saja. Kau membuatku ingin segera menikahimu.”

                “Kalau begitu selesaikan kuliahmu dan temui ayahku.”

                “Ya tentu saja, aku akan melakukannya.”

Kyuhyun mengucapkan jajinya dengan lantang dihadapan Yong Soon yang tampak begitu mempesona di matanya. Wanita itu tersenyum dan mengucapkan janjinya juga dengan lantang.

 

>>>After story 1,2,3, Special 🙂

Advertisements

41 thoughts on “FF: The Story of Us (14)

  1. kyaaaa….
    akhirnya akhirnyaaa… sama kyu jugaa.. hahaha aku bahagiaaa..
    dan ada after story.. nc nc nc nc yahoo saengi.. hihihi..

    aku tau km yahoo siap berpaling dr kyu kan.. haha..

    kereeennn aku suka part ini.. walopun kyu aga bloon dan kurang ekspresif yahoo..

  2. yeaiii hepi ending seperti biasa kyusoon couple ini n_n
    suka bgt novi shiii sm ff the story of us,
    sebelum baca ff ini smpe abis udh bniat mau minta after story’a,
    eh dirimu sudah b’inisiatif bwt bikin duluan, aku tunggu,,
    pasti seruu deh, married life ttg kyusoon couple di after story ff ini,,

    keep writing n_n

  3. Kyakyakyaa~ daebaak, terharu bngt baca ff ini, akhir ny coulpe ini bersatu lg,tp knapa yong soon ny yg nglamar duluan, haaah cho kyuhyun pabo #dicium,eh?#

    Yeeeey akan ada afstor ny \(^0^)/ cium author :*

  4. Akhirnya setelah sekian lama keluar juga ni ff…wkwkwkw

    beneran happy ending ni eonn,keren pisan…g nyesel bolak balik buka ni wp,,

    si yong soon kesel tetep mau juga ma si kyu…

    G ngebyangin muka cengonya kyu diajak nikah ma yong soon…hehehe

    after storynya ditunggu eonn…

    Semoga ad ff baru lagi…hehehe

  5. kyyyaaaa,.. akhirnya yong soon nikah jg sama kyu,. suka ending nya,. muahahaha,.
    gak sabar nunggu after story nya, hwaiting,. 🙂
    eon,. ff yg dulu” gak dilanjut???

  6. Uhhh… Adegan romantisnya mna? Uhmmm mksdnya kehidupan pernikahn? Di after story yah?? Hehehe.. Nti yah di tgu afrmter story nya.. Punya adik dan hdp bhagia.. Kkkkk~

  7. Pendek bgt 😦
    Tapi happy ending \o/ !!!!!
    After story ditunggu, semoga ga ada orang ketiga keempat kelima ya 🙂
    Semoga YongHyun cepet dapet dede bayi 🙂

  8. Aigooo aigoooo aigooooo bahagiannya smpe ke hati !! Ahhhh eonnn gak sabar after storynya !! Huaaaaaaaa seneng bgt sma akhirnyaaaaa 😀

    Eonnie always daebak lhaaa hebat bgt dah … Penyampeannya dpet bgt eon !!

    SeneeeEeng bgt bacanya !! Ditunggu eon afternya .. Di tunggu bgt !!!

  9. yeaayyy,,happy ending,, ama kyu lgiii.. itu yg pas terakhir ingatan msa lalu yahh on???
    afstor’a d tunggu bget onn,,
    trus ntr changmn kra2 bkal am cypa?? am yong yang bkan??

  10. Huahahaha, akhrx jadi nikah. wkwkwk
    seneeeng. tapi kasian changmin. btw np tiba2 yongie ngajak nikah tiba2 ?

    ada aftr story kah???
    yeayyy,
    mf unn, bru review yg ini, kemaren2 internet dsni bikin galau –“

  11. Akhir.a.. Dngan penuh perjuangan..
    Kyuuu bersama yong soon..
    Horayyyy *yeayyy..
    Chukae~ yong hyun bntar lge dpt ade bayii..
    Kkkk~

  12. WAaaaaaaaah akhirnyaaaa end juga…
    Saya emng cm komen dkit aj dr sluruh part, coz slalu aj eror, sinyal lemot. Maklum dr BB plus di desa pula 🙂
    Ditunggu ASnya yw

  13. Whoahahaha akhirnya. Bkin deg2an aja kirain beneran sama tiang listrik #lirik changmin#dgampar# hehehehe after storynya cepet y? #nodong#

  14. Yap KyuSoon forever… Wow mereka emang terikat, punya mimpi yang sama dan akhirnya mengenang masa lalu hoho… Au au au… Manis banget kisah cinta mereka waktu sma aaaaaaa penegen ada ceritanya onn? Pasti manis banget… Sesange… Yongie dewasa banget, dia lamar Kyu duluan hohoho… Dan MENIKAH YEEEEEE…. SUKA ENDINGNYA…. Au au au au ONNIE KEREN N KECE hohoho

  15. HAPPY ENDINGUE ξ\(⌒.⌒)/ξ
    perfect ff as always!
    Yah walaupun karakter kyuhyun disini kolot, bego dan kurang agresif (?) /digamparkyu/
    tapi aku tetep sukaaaaa
    ugh pokonya aku fall in love sama tulisanmu thor! (ʃƪ´▽`)♥♡

  16. HAPPY ENDINGEU ξ\(⌒.⌒)/ξ
    perfect ff as always!
    Yah walaupun karakter kyuhyun disini kolot, bego dan kurang agresif (?) /digamparkyu/
    tapi aku tetep sukaaaaa
    ugh pokonya aku fall in love sama tulisanmu thor! (ʃƪ´▽`)♥♡

  17. Aaaaah akhirnyaaaa:”) seneng bgt mereka bisa bersatu, eh tapi knp yongsoon mendadak ingin cepet2 nikah ya *plak* kkkk daebak!:)

  18. Akhirnya yongsoon menikah juga.
    Ya walaupun sedikit kasian sama changmin tp bener deh changmin kaya malaikat bgt sifatnya.
    Selamat selamat yongsoon kyuhyun semoga hidup bahagia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s