FF: The Story of Us (11)

Part 11

 

“Sana..sana..sana..”celotehan berturut turut keluar dari sosok pria mungil yang kini tengah duduk di punggung seorang pria yang dimintainya untuk bergerak menuju tempat yang dia inginkan.

Terkadang kedua kaki anak laki-laki yang belum genap berusia dua tahun ini menendang-nendang tubuh pria di bawahnya agar berjalan lebih cepat. Changmin memang sedang bermain kuda-kudaan dengan putra semata wayang Yong Soon itu di ruang tengah rumah Yong Soon. Tepat ketika Changmin datang, Yong Hyun langsung menarik Changmin untuk didudukinya dan beginilah selanjutnya. Sudah hampir setengah jam dan rasanya punggung Changmin sudah tidak kuat lagi. Bukan berarti tubuh mungil artinya juga tidak berat. Sejujurnya Changmin ingin segera berhenti tapi dia tahu pasti anak laki-laki ini akan marah begitu dia berhenti bergerak dan belum di tambah dengan tendang kakinya.

Ketika dirasanya sudah tidak kuat lagi menopang tubuh pria mungil itu, Changmin segera berhenti lalu membalikkan tubuhnya dan berbaring di karpet seraya mengangkat tubuh Yong Hyun.

“Ya Tuhan, Hyunnie sungguh berat, eoh.”ujarnya sambil tertawa lalu menaik turunkan tubuh Yong Hyun membuat pria kecil itu tergelak karenanya.

Seorang wanita mendekati mereka, senyuman tipis terbentuk di wajah manisnya ketika melihat kedua orang yang begitu dekat dengannya sedang bercengkrama. Dia membawa sebotol susu putih di tangannya.

“Hyunnie, waktunya minum susu.”ujar Yong Soon.

Changmin menegakkan tubuhnya dan mendudukan Yong Hyun di pangkuannya lalu mengambil botol susu yang Yong Soon sodorkan padanya. Dia memberikannya pada Yong Hyun yang langsung disambut oleh pria kecil itu. Dengan cepat Yong Hyun sudah mulai menghabiskan susu kesukaannya tersebut.

Pria tinggi itu memperhatikan Yong Hyun minum susu,terkadang dia membersihkan susu yang sedikit tumpah di dagu anak laki-laki Yong Soon itu. sementara Yong Soon hanya memperhatikannya sambil duduk di sofa. Dia sungguh tidak percaya bahwa dia bisa melihat Yong Hyun hingga usianya sudah hampir dua tahun. Waktu rasanya begitu cepat berlalu. Hanya Yong Hyunlah sumber kebahagiannya saat ini namun tidak urung dia juga mengakui kalau ada orang lain yang juga menjadi sumber kebahagiannya. Pria yang selama tiga tahun ini selalu ada disampingnya, membantunya dan melakukan segala hal untuknya. Changmin. Yong Soon selalu berpikir bagaimana dia bisa membalas kebaikan Changmin padanya. Meski dia tahu apa yang sangat Changmin inginkan dan wanita itu belum sanggup. Menikah, mungkin akan menjadi suatu hal yang akan dia pikirkan begitu lama. Untuk saat ini, dia tidak pernah berpikir mengenai hal itu. Fokusnya adalah membesarkan Yong Hyun.  Banyak alasana yang menyebabkannya seperti ini, termasuk karena masa lalunya.

Seperti merasa di perhatikan, Changmin menoleh dan tersenyum penuh arti pada Yong Soon yang tertangkap basah sedang memperhatikannya. Buru-buru wanita itu mengalihkan tatapannya namun terlambat. Kini Changmin sudah menaruh Yong Hyun di lantai, membiarkan pria kecil itu duduk tenang menghabiskan susunya. Sementara Changmin langsung beralih duduk di samping Yong Soon dan tanpa meminta izin lebih dahulu, dia merebahkan kepalanya di pangkuan Yong Soon.

“Changmin-ah!”pekik Yong Soon yang kaget dengan kelakukan Changmin yang begitu tiba-tiba.

“Aku lelah sekali Yong Soon-ah. Apa kau tidak tahu tubuh Yong Hyun begitu berat akhir-akhir ini, punggungku sakit.”keluh Changmin sambil menyentuh punggungnya.

Yong Soon memutar bola matanya.”Lalu, kau mau apa?”

“Pijiti aku.”pinta Changmin dengan nada yang di buat manja membuat Yong Soon berdecak kesal.

Shiro, bangunlah.”

Seorang pria kecil dengan botol susu di salah satu tangannya berjalan mendekati tubuh tinggi Changmin. Tangan mungilnya yang bebas lalu menepuk pipi Changmin perlahan.

Uncle..minggir..mommy.”

Yong Soon yang mengerti maksud dari anaknya hanya bisa tertawa pelan. Yong Hyun tidak ingin Changmin dekat-dekat dengan ibunya dan melakukan apa yang sering dia lakukan pada ibunya. Tangan mungil itu masih menepuk pipi Changmin dan rengekan yang sama juga terdengar. Sementara Changmin sengaja tidak mendengar dan malah memejamkan matanya.

“Yang kencang sayang.”ujar Yong Soon menyuruh anaknya agar memukul lebih kencang dan bukannya menepuk lebih kencang. Yong Hyun malah memukulkan botol susunya ke pipi Changmin dan sukses membuat pria itu memekik kesakitan dan langsung bangun.

“Hyunnie sayang, tidak boleh begitu.”tegur Yong Soon pada Yong Hyun yang kini tengah mengerucutkan bibirnya.

Appo.”lirih Changmin sambil mengusap pipinya dan menunjukkan mimik muka kesakitan.

Yong Soon menggendong anaknya lalu menghadapkannya ke tubuh Changmin. “Minta maaf dulu pada uncle. Hyunnie tidak boleh seperti itu ya.”nasehat Yong Soon namun bukannya pria kecil itu meminta maaf, dia malah menangis.

“Oh, Hyunnie sayang. Uncle tidak apa-apa, jangan menangis sayang.”Changmin langsung mengambil tubuh Yong Hyun dan menggendongnya lalu berdiri dari duduknya, menimang-nimang pria kecil itu, untuk menenangkannya sementara itu Yong Soon hanya bisa geleng-geleng kepala. Selalu tidak mau disalahkan.

Tidak butuh waktu lama, Yong Hyun sudah berhenti menangis dan kini kembali menghabiskan susu di botolnya duduk di sofa. Changmin mengacak-acak rambut Yong Hyun.

Eomma ingin bertemu dengan Yong Hyun.”

Yong Soon terlihat terkejut mendengar ucapan Changmin. “Apa?”

“Ya, eomma ingin mengetahui Yong Hyun, dia ingin bertemu dengannya.”terang Changmin.

Yong Soon seketika terdiam. Dia sungguh tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini, semenjak dia bertemu keluarga Changmin dan melihat bagaiman respon mereka terhadap dirinya yang sungguh di luar dugannya membuat dirinya semakin tidak enak terus berdekatan dengan Changmin. Apalagi ditambah dengan perkataan Changmin tadi, bahwa ibunya ingin bertemu dengan Yong Hyun.

“Kenapa?”tanya Changmin kemudian berjongkok di depan Yong Soon.

“Changmin-ah, tidak seharusnya seperti ini.”lirih Yong Soon.

“Tidak seharusnya seperti ini bagaimana? Kau sudah lihat sendirikan kalau keluargaku menerimamu dan merestui hubungan kita. Apa lagi yang kau pikirkan?”ujar Changmin gusar. Dia tidak habis pikir kenapa Yong Soon selalu saja seperti ini.

“Iya aku tahu tap-“

“Sudahlah Yong Soon-ah, Jika kita membicarakan ini, aku yakin kita akan bertengkar lagi. Aku pulang.”

Changmin berdiri dan melangkah meninggalkan ruang tengah rumah miliknya yang dia berikan pada Yong Soon untuk wanita itu tinggali. Topik ini selalu membuat mereka seperti ini. Yong Soon mengejar langkah Changmin hingga ke depan pagar rumah.

“Changmin-ah,”panggil Yong Soon kemudian mendekat pada tubuh Changmin yang sudah berhenti berjalan.

Ditatapnya wajah rupawan itu dengan mata yang berkaca-kaca. Sungguh rasanya dadanya begitu sesak setiap kali mendnegar Changmin mengatakan bahwa keluarganya menerimanya, bahwa pria itu begitu mencintainya. Selama ini dia tidak pernah berpikir akan mendapatkan perlakuan seperti ini dari orang-orang. Dia sudah pernah membuat kesalahn dan dia sungguh tidak patut diperlakukan seperti ini. Apa yang Changmin lakukan hanya membuat dirinya semakin merasa tidak pantas.

“Bukan aku tidak mengakui kebaikanmu juga keluargamu, aku hanya merasa tidak pantas Changmin-ah.  Kau pria baik-baik sementara aku..apa yang kau lakukan padaku hanya semakin membuatku merasa tidak pantas untuk mendampingimu karena memang sejak awal aku tidak pantas bersamamu. Aku selalu merasa ini terlalu berlebihan untukku yang pernah melakukan kesalahn . Aku takut ini semua hanya khayalanku..”

Changmin mendekat, ditatapnya kedua bola mata kecoklatan yang kini disudut-sudutnya terbentuk aliran cairan bening. Diusapnya mata cantik itu. Jadi inilah yang selama ini Yong Soon pikirkan, sehingga begitu lama untuknya menerima Changmin di hatinya.

“Yong Soon-ah, aku katakan sekali lagi. Aku sungguh-sungguh ketika aku bilang aku mencintaimu tiga tahun yang lalu dan aku sungguh-sungguh ketika aku memintamu menikah denganku. Aku masih akan menunggu sampai kau mengatakan iya untuk menikah denganku.”ujar Changmin dengan mantap.

Changmin mencium kening Yong Soon perlahan dan tanpa mereka sadari percakapan mereka sejak tadi, diperhatikan oleh sepasang mata yang berada tidak jauh dari sana. Tangannya mengenggam kuat setir mobilnya.

**

 

Bunyi bel rumah terus berbunyi membuat Yong Soon yang sedang memasak harus menghentikan kegiatannya. Dia membuka pintu berwarna krem itu dan senyuman langsung menghiasi wajahnya ketika mendapati seorang wanita yang sangat dikenalinya tengah berdiri tepat di hadapannya.

Onnie,”sapa wanita yang tidak lain adalah adik kandung Yong Soon. Je Ri. Yong Soon menyambut pelukan adiknya.

“Kenapa kau tidak memberitahuku jika akan berkunjung?”tanya Yong Soon karena kedatangan Je Ri yang begitu tiba-tiba.

Wanita yang tengah hamil itu hanya tersenyum sambil melangkah masuk ke dalam rumah. “Ingin memberikan kejutan pada Onnie,”

Yong Soon mengikuti langkah Je Ri di belakangnya ketika wanita itu sudah berjalan menuju dapur rumah ini. Kepalanya bergerak-gerak seperti mencari sosok lain yang juga tinggal di rumah ini.

Onnie, dimana Yong Hyun?”tanya Je Ri.

“Dia sedang tidur.”

“Ah sayang sekali, padahal aku kesini karena begitu merindukan keponakanku tersayang.”

“Kau tidak rindu pada onnie-mu?”

Je Ri tertawa pelan mendengar ucapan Yong Soon yang pura-pura marah karena dia hanya merindukan keponakannya saja. “Tidak.”katanya.

Yong Soon langsung mengerucutkan bibirnya dan kembali sibuk dengan masakannya, pura-pura mengacuhkan Je Ri. Wanita itu hanya bisa tertawa karenanya. Dia mendudukan tubuhnya di konter dapur sambil menuangkan air ke gelas di hadapannya.

Onnie, apa kau sering bertemu Kyuhyun oppa?”tanya Je Ri tiba-tiba. Yong Soon langsung berbalik dan menggeleng, namun dia masih menunggu kata-kata Je Ri selanjutnya.

“Untuk bertemu Yong Hyun, mungkin?”

“Tidak juga.”

“Dia bilang ingin bertanggung jawab.”

“Ya, itu yang dikatakannya.”

“Terlambatkah?”

“Entahlah, aku sudah tidak memikirkan hal itu lagi saat ini.”

“Apakah onnie ingin kembali bersamanya?”

Yong Soon tersenyum tipis. “Tidak. Aku sudah cukup bahagia dengan kehidupanku sekarang. Tanpa dirinya.”

Je Ri tersenyum dan mengangguk-anggukan kepalanya. Tiba-tiba suara tangisan yang begitu kencang terdengar bersamaan dengan bel rumah yang berbunyi. Je Ri segera bangun dari duduknya.

“Biar aku yang ke kamar Yong Hyun, onnie bukakan saja pintunya, mungkin Changmin oppa.”ujar wanita itu yang kini telah melangkah menuju kamar Yong Hyun untuk mengambil pria mungil itu.

Yong Soon segera membuka pintu rumahnya dan wajahnya begitu terkejut ketika mendapati seorang pria yang baru saja menjadi topik pembicaran dengan adiknya kini ada dihadapannya. Kyuhyun terlihat takut-takut begitu Yong Soon membukakakn pintu.

“Kau ingin bertemu Yong Hyun? Seharusnya kau menghubungiku dulu, aku akan membawanya padamu.”ujar Yong Soon setelah kembali menormalkan ekspresinya.

“Maaf, aku kebetulan lewat di depan rumahmu. Apakah aku boleh bertemu dengannya?”

Wanita berwajah manis itu hanya mendesah pelan dan mengangguk, kemudian mempersilahkan Kyuhyun untuk masuk. Sebenarnya dia tidak ingin Kyuhyun ke rumahnya, dia takut kalau pria ini akan kembali bertemu Changmin. Yong Soon yakin hubungan Changmin dan Kyuhyun kini sudah tidak baik lagi.

“Kyuhyun oppa.”sapa Je Ri ketika dilihatnya pria yang pernah dicintai kakaknya ada di rumah kakaknya ini.

Je Ri tengah menggendong Yong Hyun yang baru saja bangun. Pria mungil itu tengah mengucek-ngucek matanya.

“Je Ri-ya, apa kabar?”

“Baik sekali.”

“Kandunganmu?”

“Baik juga, bagaimana kabar oppa?”

“Aku baik-baik saja.”Kyuhyun tersenyum di akhir kalimatnya dan melirik Yong Soon untuk melihat ekspresinya saat ini, namun wanita itu hanya memasang wajah datar.

Daddy.”pekik Yong Hyun ketika dia sudah sadar sepenuhnya. Tangan mungil itu langsung terentang meminta digendong oleh ayahnya.

Je Ri menyerahkan Yong Hyun pada ayahnya. Dia juga melirik Yong Soon untuk mengecek ekspresinya. Namun yang didapatinya sama seperti apa yang didapati Kyuhyun.

Ayah dan anak itu langsung sibuk bercengkrama dan Yong Soon memutuskan untuk kembali ke dapur melanjutkan acara memasakanya. Je Ri awalnya ingin mengikuti kakaknya namun sepertinya dia tidak ingin menanyai kakaknya saat ini menilik dari ekspresinya. Dia pun mengikuti Kyuhyun yang membawa anaknya bermain di ruang tengah.

Kembali terdengar bunyi bel rumah. Je Ri yang tengah duduk di sofa sambil membaca majalah langsung berdiri. Dibukanya pintu.

“Changmin oppa!”seru Je Ri yang terlihat begitu kaget karena mendapati si pemilik rumah datang pada siang hari seperti ini. Dia sudah mendengar cerita mengenai Changmin yang memukuli Kyuhyun dan dia mengerti bahwa hubungan mereka tidaklah baik. Kini ada Kyuhyun di rumah ini, apa yang akan terjadi?

“Je Ri-ya, kau disini? Kenapa wajahmu terkejut seperti itu?”tanya Changmin seraya melewati tubuh Je Ri untuk masuk ke dalam.

Wanita itu hanya mengikuti Changmin dari belakang. Sebentar lagi pria itu pasti akan terkejut begitu mendapati seseorang yang tidak disukainya ada di rumah. Benar saja,baru masuk ke dalam rumah, dia sudah mendapati pemandangan yang begitu tidak disukainya. Dia tahu Kyuhyun berniat untuk bertanggung jawab tapi baginya sudah terlambat sekarang. Keduanya saling bertatapan dan Yong Soon juga muncul karena mendengar bunyi bel rumahnya. Wajahnya juga terkejut ketika mendapati Changmin juga ada disini.

“Kau ada disini?”Changmin mengucapkannya dengan nada yang kentara sekali mengejek. Belum ditambah dengan tatapan sinisnya.

“Ya,aku punya hak untuk bertemu putraku.”

“Iya dia memang putramu. Putra yang terlambat kau sadari. Apa yang kau-.”

“Cukup!”seru Yong Soon memotong ucapan Changmin sebelum membuat suasana menjadi panas.

Dia mendekat pada Kyuhyun dan mengambil Yong Hyun, menggendongnya. “Sebenarnya kalian datang disaat yang tidak tepat. Aku dan Je Ri akan pergi bersama.”lanjut Yong Soon.

Je Ri terkejut mendengar ucapan kakaknya namun kemudian dia mengerti kenapa kakaknya melakukan hal itu. tentu saja Yong Soon tidak ingin kembali melihat pertengkaran atau bahkan perkelahian lagi. Dia lebih memilih untuk membawa pergi Yong Hyun.

Yong Soon tampak begitu pusing setelah kedua pria itu pergi dan dia kini tengah berada di sebuah cafe di dekat rumah Je Ri. Wanita itu duduk dihadapannya dengan wajah prihatin.

“Mereka bersahabat Je Ri-ya.”lirih Yong Soon.

“Aku tahu onnie tapi aku juga tahu perasaan Changmin oppa. Dia pasti begitu kesal.”

“Dan itu semua karena aku. Jika aku tidak bertemu dengan Changmin, semuanya tidak akan seperti ini. Hal ini juga yang selalu membuatku takut untuk menerima pria itu. aku hanya seorang wanita yang tiba-tiba saja dicintainya padahal aku sudah melakukan kesalahan dan itu bersama sahabatnya. Bagaimana dia masih bisa mengabaikan kondisiku.”

“Karena dia mencintai onnie.”

Keduanya kembali terdiam. Sudah setengah jam Yong Soon mencurahkan semua perasaannya pada Je Ri mengenai Changmin.

Onnie masih ingat mengenai kata-kataku tentang kebahagianmu. Mungkin Changmin oppa-lah kebahagianmu. Kenapa tidak onnie coba? Tidak perlu onnie pikirkan mengenai persahabatan Changmin oppa dan Kyuhyun oppa. Semua sahabat akan bereaksi sama jika sahabatnya melakukan kesalahan karena dalam hal ini, tidak semuanya kesalahan onnie. Changmin oppa hanya melihat betapa sakitnya dirimu yang ditinggal begitu saja oleh Kyuhyun oppa saat itu dan dia pasti berpikir Kyuhyun oppa lah yang salah. Wajar jika dia mara pada Kyuhyun oppa.”

Yong Soon terdiam mendengar kata-kata Je Ri. Changmin begitu baik bahkan terlalu baik. Belum sedikitpun dia membalasnya. Bohong jika dikatakan dia tidak menyayangi pria tampan itu, hanya saja masih sulit untuknya menerima kenyataan itu, kenyataan bahwa sesungguhnya dia memiliki perasaan pada Changmin.

 

**

 

Menjadi seorang orang tua tunggal selama dua tahun ini tidaklah mudah bagi Yong Soon. Memang Yong Hyun tidak pernah menanyakan keberadaan ayahnya karena putra kesayangannya ini baru bisa bicara namun sejak kecil Yong Hyun sudah terbiasa melihat sosok Changmin disekelilingnya. Mungkin dulu dia menganggap Changmin adalah ayahnya. Sekarang setelah Yong Soon memberikan kesempatan pada Kyuhyun, pria kecil itu sudah mulai memanggil Kyuhyun dengan sebutan ayah. Meski begitu tetap saja hanya Yong Soon seoranglah yang merawat Yong Hyun dan itu tidaklah mudah. Yong Hyun mulai semakin aktif, membuat Yong Soon sedikit kewalahan.

Seperti saat ini, Yong Soon sedang disibukkan mencari sosok pria kesayangannya itu di sekeliling rumah. Wanita itu meninggalkan Yong Hyun bermain di ruang tengah dengan mengunci pintu namun sekarang tidak didapatinya anaknya disana. Dia masuk ke dalam kamar Yong Hyun dan mencarinya namun tidak kunjung juga dilihatnya wajah mungil nan tampan milik anak laki-lakinya itu.

“Yong Hyun-ah,”panggil Yong Soon setiap kali membuka pintu ruangan yang dia datangi dan hasilnya masih sama. Tidak ada Yong Hyun.

Ketika tengah mencari ke dapur, bel rumahnya berbunyi. Dengan terpaksa Yong Soon menghentikan pencariannya. Dia bergegas menuju pintu dan membukanya dengan cepat karena tampaknya sang tamu tidak sabaran, ditunjukannya dengan menekan bel berkali-kali. Tepat ketika pintu rumah terbuka, wajah Yong Soon langsung berubah kaget. Kali ini bukan karena Kyuhyun atau Changmin yang datang namun seorang wanita paruh baya yang memberikan tatapan tajam padanya. Wanita itu menatap Yong Soon dari atas sampai bawah, seakan memberikan penilaian. Yong Soon hanya bisa diam dan menunduk, dia tahu siapa wanita dihadapannya ini. Dia adalah ibu dari ayah Yong Hyun, seseorang yang begitu mengatur Kyuhyun selama ini dan juga yang menyebabkan Kyuhyun harus meninggalkan Yong Soon.

“Jadi kau lah yang bernama Choi Yong Soon?”tanya wanita itu dengan nada yang tidak mengenakkan.

Yong Soon merasa akan ada sesuatu yang buruk terjadi melihat kedatangan wanita ini. Dia mendongak. “Iya.”jawabnya.

“Apa yang sudah kau lakukan pada putraku?”tanya wanita itu lagi.

“Apa maksud nyonya?”Yong Soon balik bertanya karena sesungguhnya dia tidak mengerti maksud pertanyaan yang diajukan.

“Apa yang kau inginkan dari putraku?”

“Tidak ada yang kuinginkan dari putra nyonya.”

“Hartanya?”

“Apa maksud nyonya?”

PLAK

Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Yong Soon, wanita itu terkejut dan tidak menyangka apa yang akan dilakukan wanita dihadapannya ini. Yong Soon menyentuh pipinya.

“Seharusnya aku sudah menyingkirkanmu sejak dulu, bukan menerima begitu saja janji Kyuhyun, kalau dia akan melupakanmu asal aku tidak melakukan apapun padamu. Sekarang kau malah semakin menjadi mendekati Kyuhyun.”

“Aku tidak pernah mencoba mendekatinya.”

Pipi Yong Soon kembali menjadi sasaran tangan ibu Kyuhyun, wanita itu hanya bisa meringis menahan sakit bukan hanya di pipinya juga di hatinya.

“Apa yang kau inginkan dari putraku, hah? Sampai kau harus mengaku memiliki anak darinya. Kau ingin hartanya?! Sungguh wanita rendahan!”

Yong Soon mengepalkan kedua tangannya mendengar ucapan yang penuh dengan emosi ibu Kyuhyun dihadapannya.

“Aku tidak butuh sepeser pun uang dari Kyuhyun atau bahkan perhatian darinya. Aku memang memiliki anak darinya dan dia pun mengakuinya sendiri, aku tidak pernah mengatakannya padanya. Dia mengetahuinya sendiri dan sejujurnya aku tidak berharap dia akan bertanggung jawab. Aku tidak butuh rasa tanggung jawab dari pria yang tidak punya hati seperti anak anda.”

“Nyonya Cho!”

Changmin terlihat keluar dari mobil hitamnya dengan terburu-buru ketika dia melihat ibu Kyuhyun hendak menampar Yong Soon lagi. Dia segera menghampiri keduanya.

“Apa yang anda lakukan disini?”tanya Changmin.

Wanita itu berbalik begitu saja dan pergi meninggalkan rumah Yong Soon, Changmin menolah pada wanita yang kini hanya bisa terdiam, mengigiti bibir bawahnya dan kedua tangannya terkepal. Dia sungguh tidak menyangka akan kedatangan ibu Kyuhyun yang menuduhnya memanfaatkan Kyuhyun. Rasanya hatinya begitu sakit ketika dikatakannya dia hanya berpura-pura mengatakan kalau dia memiliki anak dari Kyuhyun, apakah dia begitu rendah hingga melakukan hal tersebut.

Changmin segera memeluk tubuh Yong Soon dan mengusap punggungnya perlahan. Isakan tangis mulai terdengar seiring dengan dekapan Changmin yang semakin erat. Yong Soon tidak mengerti, kenapa disaat dia sudah mulai bisa merasakan kebahagian, dia kembali harus mendapatkan hal seperti ini. Disaat dia mulai bisa melupakan masa lalunya dan bersiap memulai hidup baru.

 

**

 

“Apa?!”seru Kyuhyun yang begitu kaget mendengar apa yang baru saja dikatakan Changmin.

Pria tinggi itu datang ke kantor Kyuhyun keesokan harinya dan langsung menceritakan apa yang telah ibunya lakukan pada Yong Soon. Kyuhyun tidak percaya bahwa ibunya akan melakukan hal itu. Alasan Kyuhyun meninggalkan Yong Soon dulu adalah karena ibunya, dia tidak ingin ibunya melakukan sesuatu pada Yong Soon, ketika dia tahu kalau Kyuhyun menjalin hubungan dengan wanita itu. tapi sepertinya ibunya tidak begitu saja percaya ketika Kyuhyun bilang akan melupakan Yong Soon. Tentu saja dia tidak akan bisa melupakannya karena ternyata dia meninggalkan Yong Soon saat wanita itu tengah hamil anaknya dan membuatnya merasa bersalah bahkan sampai saat ini.

“Yong Soon tidak marah padamu, dia hanya sedikit terkejut tapi seharusnya kau tahu kalau ibumu pasti akan melakukan hal ini. Sebaiknya jangan temui Yong Soon lagi. Kalian sudah tidak ada apa-apa lagi lagipula sebentar lagi aku dan Yong Soon akan menikah.”

Bagaikan mendapat dua petir di siang bolong. Kyuhyun begitu terkejut, bahkan lebih terkejut dari berita pertama. Changmin akan menikah dengan Yong Soon dan itu artinya harapannya untuk bisa kembali pada wanita itu sudah pupus. Mereka akan selamanya berpisah. Kyuhyun hanya bisa terdiam di tempat duduknya bahkan setelah Changmin keluar dari ruangannya.

Dia seakan tidak mau mencerna perkataan Changmin, dia tidak pernah membayangkan Yong Soon akan menikah dengan orang lain. Jika kemarin adalah berita bohong maka sebentar lagi berita itu akan menjadi kenyataan dan Yong Soon akan menikah dengan sahabatnya. Berkali-kali dia berkata tidak mungkin, seolah-olah dia sedang bermimpi namun tentu saja Changmin tidak mungkin berbohong.

Tanpa sadar dia kini sudah memacu mobilnya menuju rumah Yong Soon. Dia tidak percaya jika Yong Soon akan menikah sebelum dia mendnegar langsung dari bibir wanita itu yang menyatakan kalau dia akan menikah. Kyuhyun bahkan setengah berlari menuju pintu rumah Yong Soon. Ditekannya bel dengan tidak sabaran.

Yong Soon hanya membuka sedikit pintu rumahnya, dia masih sedikit takut kalau ibu Kyuhyun yang kembali datang. Dia hendak menutup pintunya kembali ketika dilihatnya Kyuhyun yang ada disana, dengan wajah ketakutan. Ketakutan akan kehilangan Yong Soon-nya.

“Aku sedang tidak ingin bertemu denganmu. Yong Hyun sedang di rumah Je Ri.”ujar Yong Soon dengan cepat dan hendak menutup pintu lagi namun Kyuhyun menahannya. Dia tidak tahu harus bicara apa, dia hanya butuh kata-kata Yong Soon saat ini yang mengatakan apa yang dikatakan Changmin tidak benar.

“Yong Soon-ah,”hanya kata itu yang bisa Kyuhyun keluarkan, dia terlihat begitu cemas dan dadanya begitu sesak saat ini.

“Pergilah, jangan temui aku lagi. Aku akan segera menikah dengan Changmin.”

Yong Soon langsung menutup pintu begitu saja, dia bersandar di pintu. Matanya terpejam. Dia yakin sudah melakukan yang benar. Dia harus lepas dari Kyuhyun agar bisa bahagia. Dia tidak ingin berurusan dengan Kyuhyun lagi karena hanya akan terus menyakiti hatinya.

Ponsel putih Yong Soon bergetar setengah jam setelahnya. Wanita itu tengah sibuk membereskan mainan Yong Hyun di kamarnya yang sedang kosong karena putranya sedang berada di tempat Je Ri. Dia hampir terlambat mengangkat telepon.

“Yong Soon-ah.”terdengar sebuah suara wanita yang cemas, takut namun ada sebiah kelegaan.

“Ya,”

“Kyuhyun kecelakaan.”

“Apa?!”

 

 

 

Advertisements

33 thoughts on “FF: The Story of Us (11)

  1. APA…??? KYUHYUN KECELAKAAN…??? *LEBEY*
    parah kagak unn…???

    sbnernya pgen ending.nya sm kyu sih,tp smakin ksini smakin d.bkin bimbang antara kyu apa chachang..
    abisnya bang chachang udh berkorban banyak buat yongsoon dan yonghyun,,kan aku jd mulai lope” sm bang chachang.. #curcol
    😀 *eunyuk smile*

    btw,,penasaran nich sm nasibnya epil,,parah kagak.nye..
    d.tnggu next part ye,unn..
    gidarilke..
    hwaiting…!!! (^_^)9

  2. Andweee yong soon ga blh nikah sama changmin #changmin its mine,kyuhyun juga,eh?# knapa ibu ny kyu jahat amat c, yda kalo kyu ga blh nikah sama yong soon ya sma ak ajh #plak#
    Ini part sblm part akhir ya??? Ojo sue sue ya thor ^^

  3. itu seriusan yong soon mau nikah ma changmin? andwaeeeeeeeeee T.T
    nasib kyu gimna? aaaaa eonniiiiiii T.T
    jangan pisahin kyu ma yong song ><
    di tunggu part selanjutnya eon, gak sabarrrrr!!

  4. aq galau nih baca ff ini, kadang mikir mendngn yongie sama changmin aja lah, tapi pas d pikirn lagi ko kaya.a ga rela banget yah, mana kyu.a lagi kecelakaan

    mudah2an ga sad ending yah chingu

  5. eonni,q galau liat changmin ma yongsoon..

    masalah yong soon ma kyuhyun aja belum slese tu nyokap malah dah nongol bikin masalah baru..
    kagak jadi tuh yong soon ma kyuhyun..

    eh malah kyuhyun kecelakaan pula,
    bang changmin ikutan galau..kekeke

    next part ditunggu y eonn..annyeong

  6. hadeuuhh itu kenapa omma kyu muncul malah bikin tambah masalah,,
    sebenernya seneng” aj liat changmin-yongie mau nikah, tpi klo kyu’a ikhlas,,
    ini kyu’a aj malah keliatan sengsara bgt, bjuang sndirian, -_-

    aahh msih belom ketebak ending’a,,,

  7. Abang kyuuu..
    Jgn blng kau akn meninggalkan yong soon..
    ANDWAEEE! kasian yong hyun and yong soon..
    Eonn.. Jgn jadi nikah ma changmin, kasihan abang kyu..
    *elus2 kyu

  8. kaasian ametkyuu d snii… hatinya hancurr berkalikali lipatt… knp dy hruss kcelakaan pulaaa. dy jgn mtii yahhh… kyu hruss ama yong soonn,,, tuhh mamanya kyu jg kyak mak lampirr dehh kejamm bgett….
    d tunggu yahh onn next part nya

  9. eonii,, aku udah seneng loo changming mau nikah sma yong soon 😀
    asli’y aku ngak begitu suka ama changmin,, tpii gra” ini kya’y skrg mulai lirik changmin deh,,hhaa 😀
    tapiii,,, liat ending kenapa kyu musti kecelakaan coba,, bisa” mereka batal deh huaaahhhh ngaakkk boleh eoni,, yong soon musti sma changmin aja
    ya ya ya … *wink 😀

  10. cepetan next part nyaaaaa , demi apa ya ini chapter seru bgt, paling greget diantara yg lain. yong soon sm kyu aja ending nya plissss

  11. Yongsoon beneran mau nikah sama Changmin ?!!! Andwae !!!!!!!
    Yong hyun jadilah penyelamat !!! Please semoga ga sad ending 😦
    Kyu pake kecelakaan segala lagi … Huweeeeee 😦
    Part endingnya ditunggu sekali !!!!!

  12. Awal aku mikir endingnya sm changmin aja tp wkt ending part ini aku berubah pikiran sm kyuhyun aja dan berakhir bimbang. Klimaks kudu keren. Wajib~

    btw, itu yong hyun sembunyi dmn? Kogh gk diceritain?

  13. itu knp je ri ngedukung yong soon sama changmin??? sumpah dipart ini knp ngerasa klu yong soon milih changmin,. 😦
    huuaa gk rela, T.T
    itu jg eommanya kyu maen nampar yong soon segala,.
    sp yg tlp?? ahra eonnie kah?? what?? kyuhyun kecelakaan??? andwaeeee!!!

  14. Ikh… Cho Kyuhyun sama Changmin nyebelin deh… Aaaaaaaa Yongie luluh sama Changminkan? Aaaaa trus ibunya Kyu ketemu Yongie dan… Dan… Nyebelin jadi Yongie makin sesuatu aaaa… tapi Kyu kecelakaan… Uhhhh… Semoga Yongie menyadari bahwa Kyu segalanya hehehe

  15. Ya ampun .
    Ada apalagi ini coba , baru aja yong song mau ngelupain dengan membuat rencana mau menikah sama changmin .
    Tp dpt kabar kalau kyuhyun kecelakan .
    semoga kyuhyun tidak apa2

  16. Kyuhyun kecelakaan?
    Ya ampun kok bisa?
    Aduh gimana ini kenapa aku jd ikut deg degan gini.
    Apa bener yongsoon mau nikah dengan changmin?
    Aduh jujur aku jd plinplan gini. Bingung milih changmin atau kyuhyun.

  17. Kyuhyun kenapa? Kecelakaan beneran? Sebenarnya kyu udh ga pantes bersanding dg yong jika dibandingkan dg changmin tp mau bagaimana pun pasti sulit bagi kyuhyun yg sdh cinta dari dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s