FF: The Story of Us (10)

Part 10

 

BUGH

Sebuah pukulan tepat mengenai wajah Kyuhyun membuat pria itu sedikit terdorong ke belakang.

“Changmin-ah!”pekik Yong Soon ketika melihat Changminlah yang melayangkan pukulan tersebut setelahn mendengar kata-kata Kyuhyun yang mengatakan bahwa dia adalah ayah Yong Hyun.

Changmin benar-benar emosi ketika mendengar perkataan Changmin. Dia sungguh tidak menyangka jika pria yang telah menyakiti Yong Soon adalah sahabatnya sendiri. Pria itu kembali mendekati tubuh Kyuhyun menarik tubuh yang sudah terlihat terhuyung akibat pukulannya barusah. Ditariknya kerah baju Kyuhyun dan ditatapnya wajah sahabatnya yang sekarang begitu dibencinya. Pria ini yang sudah membuat wanita yang dicintainya selalu menyalahkan dirinya sendiri.

“KAU BRENGSEK. CHO KYUHYUN!”

“Changmin-ah, hentikan!”seru Yong Soon dan menahan tangan Changmin yang hendak kembali memukul Kyuhyun. Di dorongnya tubuh tinggi itu untuk melepaskan Kyuhyun.

Nafas Changmin masih tidak teratur karena menahan amarahnya begitu memuncak. Dia memang benci pada pria yang telah menyakiti Yong Soon namun semakin benci setelah mengetahui kalau pria itu adalah Kyuhyun. Jika saja Yong Soon mau mengatakan siapa nama pria itu sejak dulu mungkin sudha sejak dulu pula dia menghabisi pria dihadapannya ini.

Yong Soon menatap kedua pria ini bergantian. Kepalanya begitu nyeri saat ini, dia pusing melihat kekacauan ini. Dia menghadap Kyuhyun yang sedang menyeka darah di sudut bibirnya.

“Kyuhyun-ah, pulanglah.”

“Yong Soon-ah.”

“Aku tidak ingin melihatmu dipukuli, pulanglah.”perintah Yong Soon.

Kedua pria itu saling menatap kembali. Dia tahu reaksi Changmin pasti akan seperti ini dan dia tidak keberatan menerima pukulan dari Changmin. Dia tahu betapa bencinya Changmin padanya namun dia tetap harus mengatakan kenyataan yang sebenarnya yaitu Yong Hyun adalah anaknya.

Kyuhyun sudah keluar dari rumah itu dan sekarang tersisa Changmin yang rahangnya masih mengerasa juga tangannya yang terkepal kuat. Yong Soon mendekatinya.

“Kau tidak perlu memukulinya seperti itu.”ujar Yong Soon.

Kilatan marah itu masih tersisa di tatapan Changmin pada Yong Soon. Dia juga merasa sedikit kecewa pada Yong Soon. Kenapa wanita ini tidak memberitahukannya sejak awal. Padahal Yong Soon tahu kalau Kyuhyun adalah sahabat Changmin.

“Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?”tanya Changmin.

“Dan menghancurkan persahabatan kalian? Aku tidak akan pernah melakukannya Changmin-ah. Sekarang kau baru sadar aku bukanlah wanita yang baik untukmu.”

“Kenapa kau selalu mengatakan hal itu, hah?”

“Karena itu kenyataannya Changmin-ah. Aku adalah mantan kekasih sahabatmu dan Yong Hyun adalah putra dari sahabatmu itu.”

Changmin melewati tubuh Yong Soon begitu saja dan keluar rumah dengan sedikit membanting pintu. Dia benar-benar kesal saat ini tidak pada Kyuhyun saja tapi pada Yong Soon. Wanita itu merahasiakannya selama ini hanya karena takut persahabatannya dengan Kyuhyun hancur. Tidak bisakah wanita itu memikirkan tentangnya sekali saja?pikir Changmin. Selalu harus orang lain dan dia selalu menjadi objek yang salah.

Yong Soon mendudukan tubuhnya di lantai,memeluk tubuhnya sendiri dan lelehan bening mengalir di kedua sudut matanya. Sejak dia tahu Changmin adalah sahabat Kyuhyun, dia begitu takut kalau akan terjadi kejadian seperti ini dan ternyata semua ketakutannya terbukti. Yong Soon tahu kalau Changmin adalah sahabat Kyuhyun tepat sebelum mereka kembali ke Korea. Oleh sebab itu Yong Soon berusaha menjauhi Changmin namun pria itu terlalu kerasa kepala dan tidak bisa menerima semua alasannya. Dia tidak mau merusak hubungan persahabatan Changmin dan Kyuhyun namun setelah kejadian ini, Yong Soon tidak yakin hubungan mereka akan kembali seperti dulu.

Kedua sahabat itu kini tengah duduk berhadapan di sebuah kedai pinggir jalan. Mereka sudah menghabiskan satu botol soju tanpa saling bicara.

“Jadi kau pria itu, hah?”ujar Changmin .

“Iya, aku memang sudah menyakitinya tapi aku punya alasan mengapa aku melakukannya.”

Changmin kembali menuang soju ke gelasnya, kini sudah dua botol yang dia habiskan.”Alasan macam apa,hah? Kau meninggalkan kekasihmu yang tengah hamil. Apa yang ada di otakmu saat itu!”

“Aku meninggalkannya karena aku begitu mencintainya.”

“Cih, mencintainya? Aku lebih mencintainya dan sekarang dia milikku.”

“Dia masih milikku.”

 

**

 

Mommy,”ujar seorang anak laki-laki kecil pada seorang wanita yang sedang duduk di ujung tempat tidur. Sejak tadi wanita itu terus terdiam.

Sudha beberapa hari sejak kejadian pemukulan Kyuhyun oleh Changmin dan kedua pria itu tidak pernah ke rumah ini lagi. Dia mencemaskan Changmin, dia tahu oria itu mungkin marah padanya karena tidak memberitahunya mengenai Kyuhyun. Yong Soon sudah mencoba menghubungi ponsel Changmin beberapa kali namun nomornya tidak aktif.

Mommy.”pria kecil itu kini menaikkan nada suaranya,tangan kecilnya yang tengah memegang mobil, dilepasakannya begitu saja. Dia merangkak mendekati tubuh wanita yang dipanggilnya ‘ibu’ itu.

Tangan mungilnya menepuk lengan ibunya.”Mommy,”panggilnya lagi dan akhirnya membuat wanita itu tersadar dari lamunannya. Yong Soon menoleh pada Yong Hyun dan tersenyum lalu membawa tubuh pria kecil itu ke pangkuannya.

“Ada apa sayang?”tanya Yong Soon dan Yong Hyun hanya memeluk pinggang ibunya dengan erat, tangan wanita itu mengelus punggung putranya penuh rasa sayang.

Mommy, aku mau es krim.”ujar Yong Hyun sambil menatap wajah ibunya dengan polos.

“Jangan makan es krim dulu, Hyunnie kan baru sembuh.”Yong Soon mencubit hidung anaknya pelan membuat pria kecil itu mengerucutkan bibirnya. Anaknya ini begitu menyukai es krim, mirip dengannya. Namun terkadang Yong Hyun meminta di waktu yang tidak tepat, seperti saat ini. Dua hari yang lalu Yong Hyun baru saja terkena flu.

Nada kecewa terdengar dari bibir mungil itu dan rengekan mulai dia lancarkan pada ibunya.”Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja, ne?”tawar Yong Soon.

Dengan mata berbinar pria kecil itu mengangguk mantap. Yong Soon membawa anaknya ke taman. Pria kecil ini memang lebih suka bermain di luar rumah dan biasanya Changminlah yang sering mengajaknya bermain di luar.

Yong Soon menurunkan Yong Hyun dari gendongannya dan membiakan pria kecil berkulit putih pucat itu berlari mendekati burung-burung yang ada disana.

Mommy, burung.”ujarnya pada Yong Soon yang duduk tidak jauh dari tempat itu mengamati Yong Hyun yang sedang bermain. Melihat anaknya begitu ceria seakan beban pikirannya menghilang. Senyum Yong Hyun selalu bisa membuatnya lebih baik.

Uncle!”seru Yong Hyun ketika mata coklat kecilnya menangkap sosok yang dikenalnya tengah berjalan ke arahnya. Pria kecil itu langsung berlari menghampiri sosok tinggi itu.

Yong Soon bangkit dari duduknya dan terlihat kaget ketika melihat pria bermata bulat itu mendekati Yong Hyun dan mengangkat tubuh putranya. Pria itu menciumi pipi chubby Yong Hyun penuh rasa sayang. Dia begitu menyayangi Yong Hyun karena memang anak laki-laki ini adalah putranya. Rasanya semakin berbeda ketika dia sudah tahu bahwa Yong Hyun adalah putranya, dia semakin menyayangi pria kecil ini dan begitu merindukan melihat wajahnya setiap hari. Pria ini tidak lain adalah Kyuhyun. Sejak kejadian itu Kyuhyun memang tidak berani menemui Yong Soon namun dia begitu merindukan putranya ini. Sehingga dia memberanikan dirinya untuk bertemu dengan Yong Hyun meski harus dengan cara mengikuti mereka.

Wanita berambut panjang itu segera menghampiri ayah dan anak ini.  Dia memasang wajah dingin ketika sampai di hadapan Kyuhyun. Dia masih belum mau ‘mengakui’ Kyuhyun adalah ayah dari putranya.

“Kemarikan anakku.”ucap Yong Soon pada Kyuhyun yang tengah menggendong Yong Hyun dan menanggapi semua celotehan pria kecil ini.

“Dia juga anakku.”

“Bukan.”

“Choi Yong Soon, kumohon berhenti berpura-pura. Biarkan aku menebus kesalahanku.”

“Tidak ada kesalahan yang perlu kau tebus.”

“Yong..”

“Jangn bicarakan hal seperti ini di depan Yong Hyun, ayo Hyunnie sayang kita pulang.”ujar Yong Soon seraya mengambil Yong Hyun dari gendongan Kyuhyu.

Yong Hyun terlihat enggan melepaskan gendongan Kyuhyun namun Yong Soon memaksanya. “Mommy, aku mau sama uncle.”lirih Yong Hyun yang tidak mau dipisahkan dengan Kyuhyun.

Yong Soon tidak menggubrisnya dan membawa Yong Hyun pergi dari hadapan Kyuhyun. Namun baru beberapa langkah pria kecil itu sudah menangis membuat Yong Soon hanya bisa mendesah pelan. Apakah ikatan ayah dan anak itu begitu kuat? Pikir Yong Soon. Dia kembali berbalik dan memberikan Yong Hyun pada Kyuhyun. Tidak mungkin dia membiarkan putra yang disayanginya itu terus menangis lebih baik dia mengikuti kemauan putranya. Kyuhyun tersenyum tipis melihat Yong Soon yang sudha berjalan lebih dahulu. Pria itu segera mengejar langkahnya dengan.

“Ayo kita kejar mommy.”ujar Kyuhyun pada Yong Hyun yang mendatap senyuman dari anaknya itu.

Kyuhyun berjalan tepat disamping Yong Soon dan dengan sengaja menggandeng tangan wanita itu. “Cho Kyuhyun,lepasakan tanganmu!”Yong Soon mendelik tajam ketika merasa Kyuhyun mengenggam tangannya. Kyuhyun pun mengalah dan hanya berjalan berdampingan dengan Yong Soon.

“Hyunnie sayang uncle?”tanya Kyuhyun ketika mereka tengah berjalan.

“Sayang,”jawab Yong Hyun.

“Kalau begitu Hyunnie harus memanggil uncle,daddy, mengerti?”

Mata bulat Yong Hyun mengerjap pelan. Sementara Yong Soon sudah berhenti berjalan.”Cho Kyuhyun jangan bicara macam-macam padanya.”

Daddy.”ucap Yong Hyun dengan penuh semangat lalu memeluk leher Kyuhyun. Pria itu tertawa pelan. Putranya sungguh pintar.

“Anak pintar.”Kyuhyun mengusap kepala Yong Hyun. Sementara itu Yong Soon hanya bisa mendesah pelan. Dia tidak akan bisa memisahkan ayah dan anak ini.

Kyuhyun mengantar mereka berjalan sampai ke rumah. Yong Hyun masih setia di gendongan Kyuhyun, mengajak ayahnya itu berbicara mengenai banyak hal yang terkadang membuat Kyuhyun tertawa. Ketika sampai di rumahnya, Yong Hyun sudah menguap dan Kyuhyun meminta izin untuk membawa Yong Hyun ke kamarnya.

Yong Soon tidak habis pikir, hari ini Yong Hyun sama sekali tidak ingin digendongnya, dia selalu ingin Kyuhyun yang menggendongnya bahkan untuk menemaninya tidur siang.

“Terima kasih sudah memberiku kesempatan bersama putraku.”ujar Kyuhyun yang telah kembali dari menemani Yong Hyun tidur.

Yong Soon berdiri dari duduknya.”Dia bukan putramu.”

“Choi Yong Soon, kenapa kau begitu egois.”

“Dia memang bukan putramu, dia putraku.”

“Dia putraku, akui itu.”ujar Kyuhyun dan menyentuh kedua pundak Yong Soon,menatap mata coklat ayng begit disukainya.

“Bukan.”bantah Yong Soon lagi.

Kyuhyun mendesah pelan dan dengan tiba-tiba menarik tubuh Yong Soon ke dalam pelukannya. Wanita bermata coklat itu kaget dna berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun namun sia-sia Kyuhyun memeluknya begitu kuat.

“Kau boleh memukulku, mengataiku dengan kata-kata kasar sekalipun aku terima tapi kumohon akuilah bahwa Yong Hyun adalah putraku. Aku akan semakin merasa bersalah jika seperti ini terus. Aku tahu aku sudah menjadi pria yang bodoh saat itu dan biarkan sekarang aku bertanggung jawab untuk segala kebodohanku saat itu.”

Yong Soon tidak menanggapi perkataan Kyuhyun dan malah menyuruh pria itu untuk pulang. Kata-kata Kyuhyun hanya menambah beban pikirannya saat ini. Dia hanya tidak ingin Kyuhyun mengambil Yong Hyun, itu saja. Selain itu dia juga merasa tidak butuh tanggung jawab Kyuhyun lagi. Sudah terlambat untuk Kyuhyun.

Kyuhyun telah pulang dan tidak lama setelah itu Je Ri, adik Yong Soon datang. Yong Soon begitu senang kedatangan adiknya yang tengah hamil ini. Keduanya berbincang beberapa saat. Sebenarnya tujuan Je Ri kesini adalah untuk menanyakan pada kakaknya kenapa Yong Soon tidak mengatakan padanya bahwa dia sudah bertemu dengan Kyuhyun. Namun belum sempat Je Ri bertanya, Yong Soon harus pergi.

“Changmin oppa sakit?”tanya Je Ri tidak percaya.

“Ya sepertinya begitu. Dia sedang dirawat.”

“Kalian sedang bertengkar?”tanya Je Ri.

“Ya begitulah, dia sudah mendiamkanku beberapa hari ini.”

“Kalian lucu.”Je Ri tertawa pelan. Di usia yang tidak bisa dibilang muda lagi, mereka masih saja saling mendiamkan ketika sedang marah. Je Ri tidak habis pikir melihat hubungan kakaknya dengan Changmin yang jika dibilang sepasang kekasih, bukan. Namun jika dibilang bukan sepasang kekasih tapi keduanya begitu perhatian satu sama lain.

“Aku hanya sebentar, aku menitipkan Yong Hyun padamu.”

Ne onnie tenang saja. Sudah sana Changmin oppa pasti begitu merindukanmu.”Je Ri terkiki pelan melihat muka kakaknya yang memerah.

Akhir-akhir ini Yong Soon memang merasa aneh dengan perasaanya sendiri terutama ketika berdekatan dengan Changmin. Bahkan dia selalu memikirkan cara untuk berbaikan dengan Changmin setelah kejadian itu.

Tidak lama dia sudah sampai di rumah sakit tempat Changmin di rawat. Pria itu tiba-tiba mengiriminya pesan singkat untuk menemuinya di rumah sakit. Dia bilang sedang sakit. Ada rasa khawatir di benak Yong Soon, bagaimanapun juga dia menyanyangi Changmin. Ya, Yong Soon hanya bisa bilang dia menyayangi Changmin, tidak suka ataupun cinta.

“Changmin-ah,”sapa Yong Soon ketika dia membuka pintu kamar rawat Changmin.

Pria tinggi itu tengah di tempat tidur mendengarkan musik dari ponselnya. Wajahnya langsung berubah ketika melihat Yong Soon datang. Dia begitu merindukan wajah mungil yang kini ada dihadapannya. Karena begitu kesal beberapa hari yang lalu, dia harus mengorbankan rasa rindunya namun jelas dia tidka tahan lagi sekarang.

“Aku begitu merindukanmu.”Changmin langsung memeluk Yong Soon yang duduk di tepi ranjangnya membuat Yong Soon hanya bisa menghela nafas perlahan melihat tingkah manja Changmin. Pria ini memang terkadang bisa berubah menjadi super manja.

“Kenapa kau bisa sakit, eoh?”tanya Yong Soon.

“Hanya terlalu lelah.”jawab Changmin yang kini harus rela melepaskan pelukannya karena Yong Soon lebih memilih untuk duduk dengan kursi.

“Jangan terlalu keras bekerja.”

“Bukan hanya pekerjaan tapi aku juga terlalu lelah karena memikirkanmu.”

Yong Soon memutar bola matanya.

“Jangan tinggalkan aku, Yong Soon-ah,”pinta Changmin seraya mengenggam tangan Yong Soon dan memberikan tatapan memohon.

“Aku ada disini sekarang, aku tidak akan langsung meninggalkanmu.”

“Issh, kau sungguh tidak peka dengan apa yang ku maksud.”cetus Changmin kemudian membaringkan tubuhnya membelakangi Yong Soon. Wanita itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Sungguh tingkah Changmin seperti anak kecil saja.

“Kau marah, eoh?”Yong Soon menepuk-nepuk lengan Changmin dan pria itu masih enggan berbalik kembali. “Maafkan aku,”lirih Yong Soon.Changmin berbalik. Dia tahu maksud dari perkataan Yong Soon.

“Sudahlah, aku tidak ingin membahasanya lagi. Kita lupakan hal itu saja, ne?ah, kenapa kau tidak membawa Yong Hyun?”tanya Changmin mengalihkan pembicaraan. Dia memang tidak ingin membahasa hal itu lagi. Rasanya semakin sakit jika treus dibahas.

“Dia sedang tidur tadi dan kebetulan Je Ri ke rumah, jadi aku menitipkannya padanya.”jawab Yong Soon.

“Kalau begitu temani aku sampai malam, ya?”

 

 

**

 

“Aku akan segera pindah dari sini, Changmin-ah.”ujar Yong Soon ketika mereka sedang makan malam di rumah yang ditempati oleh Yong Soon.

Changmin terkejut mendnegar perkataan Yong Soon. “Apa maksudmu?”tanya Changmin.

“Kurasa sudah saatnya aku tidak membebanimu lagi.”

“Itu artinya kau sudah siap menikah denganku.”

“Changmin-ah, kenapa harus selalu hal itu yang kau katakan?”

“Tetap tinggal disini atau menikah denganku.”

Yong Soon hanya bisa mendesah pelan. Tangannya di remasnya dengan kuat di bawah meja. Setelah memikirkannya beberapa hari ini, Yong Soon sudah bulat pada keputusannya. Dia hanya menyusahkan Changmin, belum lagi dengan merusah persahabatan Changmin dengan Kyuhyun. Dia tidak ingin seperti ini terus.

“Aku tidak bisa memilih keduanya.”ujar Yong Soon seraya berdiri dari duduknya. Dia hendak berjalan namun tangan Changmin menahannya.

“Kenapa? Apa karena kau masih mencintai Cho Kyuhyun.”

“Demi Tuhan, Shim Changmin, setelah dia meninggalkanku maka rasa cintaku juga hilang.”jawab Yong Soon.

Sungguh dia begitu jenuh dengan pertanyaan Changmin yang selalu sama beberapa hari ini. Selalu bekutat pada pertanyaan apakah dirinya masih mencintai Kyuhyun atau tidak. Padahal sudah jelas, Yong Soon tidak memiliki perasaan apapun lagi pada Kyuhyun.

“Kalau begitu, apakah kau mencintaiku?”tanya Changmin, nadanya berubah lebih lembut. Ditatapnya lekat wajah Yong Soon.

“Aku belum bisa menjawabnya.”

“Baiklah, ayo sekarang temui keluargaku.”

“Apa?”bukannya menjawab keterkejutan Yong Soon, Changmin langsung mengambil ponsel hitamnya dan meletakannya di dekat telinganya. Dia sedang menelepon seseorang saat ini.

“Je Ri-ya, ini aku Changmin.”

“Aku ingin pergi dengan Yong Soon, bisakah kau kesini sebentar untuk menjaga Yong Hyun.”

“Ah, benarkah? Baiklah aku tunggu.”

Ketika dia sudah memutuskan sambungan telepon, dia tersenyum pada Yong Soon.”Segeralah bersiap untuk kukenalkan pada orang tuaku.”

“Shim Changmin kau..”

Yong Soon bahkan tidak sanggup meneruskan kalimatnya. Sungguh pria dihadapanya ini sulit dipercaya dan selalu melakukan hal-hal yang mengejutkannya sama seperti saat ini. Mengajaknya bertemu keluarga Changmin? Apakah pria dihadapannya ini sudah gila. Yong Soon sudah membayangkan bahwa kedua orang tua Changmin pasti akan langsung mengusirnya jika tahu bagaimana keadaannya yang sebenarnya. Meski Changmin selalu bilang kedua orang tuanya menyetujui hubungan mereka yang tidak jelas ini tapi Yong Soon tidak semudah itu percata dengan omongan Changmin. Datang ke rumah Changmin saat ini akan menunjukkan apakah kata-kata Changmin itu benar atau tidak.

Setengah jam kemudian Je Ri dan Ryeowook sudah sampai di rumah Yong Soon dan mau tidak mau wanita bermata coklat itu menuruti keinginan Changmin. Sepanjang perjalanan ke rumah Changmin keduanya hanya diam. Yong Soon begitu takut untuk bertemu kedua orang tua Changmin. Dia sudah yakin kedua orang tua Changmin pasti tidak menyuakinya. Biarlah pria ini lihat bahwa dia memang tidak tepat untuk Changmin. Itulah yang juga ingin Yong Soo buktikan. Mungkin dengan hal tersebut Changmin dapat sadar dan berhenti mencintainya.

Mobil sedan berwarna hitam itu telah sampai di sebuah rumah mewah berlantai dua. Dengan dominasi warna coklat tua yang menjadi warna utama rumah ini. Changmin membukakakn pintu mobilnya untuk Yong Soon dan langsung menggandeng lengan wanita itu. Dibawanya berjalan masuk ke dalam. Rumah Changmin memiliki halaman yang sangat luas dengan banyak tanaman, mungkin ibunya begitu menyukai bunga sehingga menjadikan hampir seluruh halaman rumahnya  kebun bunga.

Berkali-kali Yong Soon menghela nafas, dia gugup. Apakah kedua orang tua Changmin akan langsung mengusirnya begitu masuk? Pikir Yong Soon. Changmin membawa Yong Soon masuk ke dalam rumah. Seorang pelayan sudah menunggu mereka di depan pintu.

“Tuan muda, Tuan Shim sudah menunggu anda di ruang keluarga.”ujar pelayan pria itu. Changmin tersenyum lalu membawa Yong Soon untuk masuk ke dalam.

Yong Soon bahkan tidak sempat mengagumi betapa indahnya rumah Changmin,dia terus menunduk, tidak berani menatap ke arah manapun. Semakin dekat dengan ruang keluarga, Yong Soon semakin gugup.

“Nah, aku akan memperkenalkanmu pada ayah dan ibuku,”ujar Changmin dan menunjukan senyum lebarnya sebelum membukakan pintu tempat kedua orang tuanya telah menunggu mereka.

**

Pernahkah terjadi ketika kau memikirkan sesuatu yang buruk pasti akan terjadi namun yang kau dapat malah kebalikannya? Dan inilah yang terjadi pada Yong Soon. Pikirannya terus mengatakan bahwa dia pasti akan di benci, tidak disukai dan mungkin bahkan bisa lebih dari itu. namun kebalikannya, kedua ornag tua Changmin menyambutnya dengan baik. Seperti apa yang telah Changmin katakan sebelumnya, keluarganya memang sudah merestui hubungan tidak jelas mereka ini. Meski begitu Yong Soon masih agak canggung.

“Changmin begitu mencintaimu,”ujar Nyonya Shim seraya tersenyum pada Yong Soon yang duduk dihadapannya. “Kau sungguh cantik pantas dia begitu tertarik padamu.”lanjut Nyonya Shim. Yong Soon hanya bisa tersenyum.

Meski kedua orang tua Changmin menyukainya namun dia masih merasa tidak pantas untuk Changmin. “Nyonya Shim, maaf sebelumnya jika aku dekat dengan anak anda. Aku tidak bermaksud untuk mendekatinya dengan niat untuk memanfaatkannya. Maaf jika dia begitu mencintaiku, pasti menurut anda, dia sudah melakukan kesalahan dengan mencintaiku. Aku bukan wanita yang baik untuk Changmin, dia pantas mendapatkan yang lebih baik. Jadi maukah anda membujuknya untuk tidak mencintaiku lagi.”ujar Yong Soon panjang lebar.

Nyonya Shim terlihat kaget mendnegar penuturan Yong Soon. Dia tahu betul mengenai Yong Soon karena Changmin sudah menjelaskannya. Dia agak terkejut pada awalnya namun Changmin berhasil meyakinkannya lagipula Nyonya Shim dapat melihat perubahan yang baik pada diri Changmin setelah mengenal Yong Soon.

Nyonya Shim mengenggam tangan Yong Soon dan mengelusnya pelan.”Aku begitu terkejut pada awalnya ketika Changmin mengatakan dia mencintai wanita yang sudah memiliki anak. Aku ingin menentangnya saat itu tapi aku melihat perubahan pada diri Changmin. Dulu dia begitu sulit di atur, melakukan sesuatu sesuai keinginannya, dia masih seperti anak remaja. Oleh sebab itu ayahnya menyuruhnya untuk kembali belajar di Jerman. Setahun setelahnya, mungkin saat dia sudah bertemu denganmu ada yang berbeda darinya dan semakin terlihat saat ini. Dia tampak lebih dewasa dan bertanggung jawab. Aku hanya ingin melihat anakku bahagia dan jika denganmu bahagia aku tidak keberatan.”jelas Nyonya Shim begitu panjang. Dia merasa Changmin menjadi berbeda. Dulu anak semata wayangnya itu terlihat tidak pernah berkeinginan untuk memiliki kekasih, bahkan sempat ada yang mengatakan bahwa anaknya itu adalah penyuka sesama jenis. Hal itu sungguh menganggu pikiran Nyonya Shim. Namun ketika Changmin mulai membicarakan wanita dengannya, membuatnya menjadi lega. Dia hanya ingin Changmin bahagia.

“Tapi aku bukanlah wanita yang baik, Nyonya?”

“Semua orang pasti pernah memiliki masa lalu yang kelam sayang dan hal itu bukan untuk disesali dan menjadikanmu menyalahkan dirimu sendiri. Kau harus menjadikannya pelajaran untuk ke depannya. Selalu ada kesempatan kedua bukan?”

Yong Soon tertunduk. Apa kata ibu Changmin ada benarnya juga. Selama ini dia selalu menyalahkan dirinya sendiri, sama seperti yang Changmin sering katakan. Dia bahkan tidak melihat begitu tulusnya Changmin padanya.

Pertemuan itu hanya berlangsung selama 2 jam karena Yong Soon merasa tidak enak menitipkan Yong Hyun begitu lama pada adiknya. Meski Je Ri tidak keberatan. Keduanya kembali pulang ke rumah.

“Sudah kubilang mereka menyetujui kita.”ujar Changmin ketika mobilnya sudah sampai di depan rumah Yong Soon.

Wanitu itu menoleh dna tersenyum tipis.”Apa yang ibuku katakan padamu?”tanya Changmin penasaran karena tadi ibunya dan Yong Soon hanya bicara berdua saja.

“Tidak ada, hanya mengobrol biasa.”jawab Yong Soon. Changmin pun menganggukan kepalanya.

“Jadi, bagaimana?”tanya Changmin lagi.

Yong Soon mengerti maksud perkataan Changmin, dia mendesah pelan.”Akan aku pikirkan lagi.”

Changmin tertawa pelan. “Sudah kuduga. Tidak apa-apa, aku masih akan menunggumu mengatakan iya.”

“Selamat malam.”ujar Yong Soon seraya turun dari mobil Changmin, tidak lama mobil hitam itu sudah melaju dan menghilang di balik tikungan. Yong Soon masih berdiri di depan rumahnya memandangi jalanan yang kosong. Dia masih butuh waktu untuk bisa menjawab iya namun dia yakin tidak akan lama lagi pasti dia akan mengatakan iya pada Changmin. Dia ingin membuat Changmin bahagia, dia sudah begitu baik dan tulus, rasanya jahat jika Yong Soon harus terus-terusan menyakitinya.

 

**

 

Kesempatan kedua itu selalu ada dan Yong Soon mulai terpikir mengenai hal itu. Setelah mendengar penuturn Nyonya Shim, Yong Soon merasa tidak ada salahnya dia memberikan kesempatan kedua bagi Kyuhyun. Rasanya juga berdosa jika dia harus memisahkan ayah dan anak ini.

Siang itu Yong Soon mengajak Kyuhyun untuk bertemu di sebuah restoran. Kyuhyun datang lebih dulu dari waktu yang mereka janjikan. Diminta Yong Soon untuk bertemu membuat Kyuhyun tidak konsentrasi untuk bekerja. Dia merasa begitu gugup, seperti kencan pertama saja.

“Kyuhyun-ssi, aku mengajakmu bertemu disini untuk membicarakan mengenai Yong Hyun. Seperti yang kau tahu, dia adalah anakmu.”Yong Soon mengamati ekspresi Kyuhyun dihadapannya, senyuman tipis jelas terbentuk di bibirnya ketika akhirnya Yong Soo  mengakuinya.”Aku mungkin begitu egois dulu. Aku melakukan itu karena aku takut kau akan mengambil Yong Hyun.”

“Tentu saja tidak Yong Soon-ah, dia juga anakmu.”

“Oleh karena itu, aku juga tidak mungkin memisahkannya darimu. Aku membolehkamu untuk menemuinya tapi tidak di rumahku. Kau bisa menghubungiku jika ingin bertemu dengannya dan aku akan membawa Yong Hyun ke tempat kau ingin bertemu dengannya. Bagaimana?”tanya Yong Soon.

“Baiklah, terima kasih kau masih mau memberikanku kesempatan.”

“Aku hanya akan merasa berdosa jika aku merusak hubungan ayah dan anak.”

“Iya, aku akan menjadi ayah yang baik untuknya. Ehm, bolehkah aku bertanya sesuatu?”Kyuhyun balik bertanya.

“Iya.”

“Apa hubunganmu dengan Changmin?”

Advertisements

24 thoughts on “FF: The Story of Us (10)

  1. Oo my god, ga bisa ngbayangin changmin bner2 mukul kyu 😦
    Huaa itu knapa yong hyun ny nggemesin >,< #culik yonghyun n kyu#
    Berharap ending ny semua bahagia 🙂

  2. Yong soon.. Jgn katakan kau akn menikah dngn changmin..
    ANDWAEE…
    T.T
    kyu pabo~ buruan ambil hati yong soon dan yong hyun..

  3. Tolak changmin !!!!! Kesian kyu 😦
    Oke fix aku jadi fans tetap yong hyun >,< ga kebayang mukanya kaya gimana, antara kyu sama yong soon pasti lucu bgt !!!!!
    Jangan diterima changminnya please 😦 kesian yonghyun dan kyu tentunya … Next part ditunggu !!!!

  4. Eonnie kau menyiksaku !! TT.TT
    huaaaaaaaa ini begitu penuh dgn teka teki !! aku penasaran akuuuut . . .
    ntar Yongie sma spah? sma Kyu ? to sma Changmin?????

    ahhhhh please jgn pisahkan KyuSoon … *ini komen apa sih*
    pokoknya eon aku gak relaaaa klu kyu ntar akhirnya jdi kasian TT.TT
    kasian Kyu ~

    daebak dah eonnie bisa bikin aku nyes nyes mulu bacanya !! di tunggu eon next partnya !!!

  5. ;A;

    aku bacanya ngebut loh chingu… maafin klo ngga ngasih jejak di part sebelumnya ya??

    PUHLEASEEEEE!!!!! Kali ini endingnya jgn ma Kyuhyun! Sama CHANGMIN aja!! T.T

    Yong Soon blg udah ngga ada perasaan apa-apa lagi ma Kyu kan? trz ada sedikit debaran aneh sm Changmin.. biarin Changmin bahagia, cintain seseorg yg kyk gt susah loh dan Changmin ngelakuin itu.
    Dr awal Kyu udh salah, klo dia memang ngga ada perasaan sm Hye Jin dia hrus mnta cerai, Kyu ngga tegas T.T

    Sama CHANGMIN ya

    😥

  6. WOW… Changmin keren banget kekeke… Tapi… Tapi kasian Kyu hehehe… Dan yaaaaaaaah akhirnya cho kyuhyun tau Danny anaknya… Uh oh… Seneng banget eh tapi Kesel lagi sama Changmin kenapa dia baik banget coba? Aaaaaa dia cinta yongie meskipun hamil tanpa ada ikatan pernikahan… Semoga aja mereka ga nikah heheehe

  7. bete sama changmin! Suamiku dipukul masa *slap*
    Baiklah disini yang salah emang kyuhyun! Tapi aku gk suka yongsoon sama changmin T_T
    lagian kyuhyun juga,,, aissh…

  8. Yong soon pasti bingung dia mau milih siapa.
    Pilih kyuhyun apa changmin ?
    changmin udah baik banget sama yong soon .
    Tp kyu juga mencintai banget sama yong soon .

    Aaaah jadi bingung sendiri .
    Semoga yong soon memilih yng terbaik 🙂

  9. Ya ampun
    Gimana setelah memberi kesempatan kedua sama kyuhyun, yongsoon malah suka lg sama kyuhyun?
    Changmin gmn? Kasian ih padahal dia udah baik banget

  10. Skak mat…
    Huaaaa kyuhyun menganjurkan pertanyaan yang benar2 membuat yong soon terdiam…

    Yong soon tidak mencintai kyu lagi?
    Lalu dia akan menikah dengan changmin?

  11. Seneng akhirnya yong soon mau membuka hati Dan tidak merasa lagi buruk, ceritanya makin seru sayang utk dilewatkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s