FF: The Story of Us (7)

Part 7

 

“Aku ke toilet sebentar, ne?”pamit Yong Soon ketika mereka sudah sampai di bandara termodern di dunia ini.

Changmin mengangguk dengan tetap menggendong Yong Hyun ditangannya. Pria kecil itu sejak tadi terus tidur. Ini pertama kalinya dia melakukan perjalanan yang sangat jauh tentu saja dia sangat lelah. Pria tinggi itu mencium pipi chubby Yong Hyun penuh rasa sayang. Changmin benar-benar tampak seperti ayah Yong Hyun.

Tidak lama kemudian Yong Soon sudah keluar dari toilet, dia melihat kedua pria itu sedang berdiri membelakanginya. Dia berjalan cepat menuju tempat mereka namun ketika  sudah begitu dekat dengan mereka, Yong Soon menghentikan langkah kakinya. Tubuhnya kaku seketika dan jantungnya berbunyi lebih kencang dari biasa. Dia tidak percaya apa yang dia lihat sekarang.

Seorang pria dengan kaus abu-abu dan juga topi hitam tengah berdiri tidak jauh dari tempat Changmin berada. Pria yang selama ini selalu dipikirka Yong Soon meski sudah jelas-jelas dia telah mennyakiti Yong Soon. Pria yang begitu inginnya dia benci namun begitu sulit dilakukannya. Ikatan mereka terlalu kuat bahkan semakin kuat dengan adanya penghubung yaitu seorang anak laki-laki yang belum genap berusia dua tahun ini. Pria yang merupakan ayah Yong Hyun, Kyuhyun.Yong Soon tidak menyangka akan melihat pria ini lagi setelah dua tahun pria ini pergi meninggalkannya begitu saja.

Kyuhyun baru pulang dari Jepang dan sedang menunggu dijemput. Dia merasa ada seseorang yang memeprhatikannya dan tepat ketika berbalik. Mantan kekasih itu saling bertatapan satu sama lain. Kyuhyun sampai harus mengerjapkan matanya berkali-kali karena tidka percaya dengan apa yang dilihatnya. Wanita yang begitu dicintainya yang sudah dicarinya berkali-kali namun tidak juga dia temukan kini hadir di hadapannya tidak sampai satu meter jarak mereka. Masih belum yakin dengan apa yang dilihatnya dan hendak mendekati objek yang selalu menawan untuknya itu. Bahkan setelah dua tahun lamanya, dua tahun yang membuat Kyuhyun menjadi orang gila karena terus memikirkan keadaan wanita ini. Dua tahun yang telah membekukan hati Kyuhyun untuk merasakan cinta kembali karena cintanya hanya untuk wanita berparasa manis ini.

Tinggal beberapa langkah lagi mereka bertemu, wanita itu berbalik begitu saja dan berjalan cepat meninggalkan tempatnya berdiri.

“Yong Soon-ah,”panggil Kyuhyun dan mulai setengah berlari mencari sosok wanita yang dalam sekejap mampu menghangatkan kembali hatinya yang dingin hanya dengan melihat wajahnya.

“Yong Soon-ah,”Kyuhyun kembali memanggil mantan kekasihnya atau bahkan sampai sekarang Kyuhyun masih menganggapnya kekasih.

Kepalanya menoleh ke kenan dan ke kiri mencari sosok wanita itu diantara kerumunan orang-orang yang baru turun dari pesawat. Dia berjalan cepat mencari wajah yang dikenalinya itu namun sialnya dia tidak dapat menemukan Yong Soon dimanapun.

“Yong Soon-ah,”panggilan Kyuhyun kini hanya serupa lirihan. Apa mungkin dia salah lihat karena begitu merindukan Yong Soon?

Sementara itu Yong Soon kembali ke kamar mandi, meredakan jantungnya yang berdegup sangat kencang juga nafasnya yang sedikit tersengal-sengak akibat berlari menghindari Kyuhyun.

Ya Tuhan kenapa aku harus bertemu dengannya di saat aku baru saja kembali, gumam Yong Soon sambil menatap pantulan dirinya di cermin. Dia sungguh tidak mengerti kenapa Tuhan kembali mempertemukan mereka disaat seperti ini. Wanit itu menunggu cukup lama di kamar mandi, berharap Kyuhyun sudah pergi.

Setelah 15 menit di dalam, dia memutuskan untuk keluar. Wajahnya kembali terkejut ketika mendapati pria yang sedang dekat dengannya juga anak laki-laki di gendongan pria itu sedang menunggunya di depan kamar mandi.

“Kenapa kau lama sekali?”tanya Changmin.

Yong Soon tersenyum dan menggeleng.”Tidak apa-apa, ayo cepat pergi.”ujarnya kemudian menarik lengan Changmin untuk segera pergi. Matanya masih bergerak-gerak memastikan bahwa Kyuhyun sudah tidak ada lagi, wajahnya masih cemas dan hal itu cukup memberikan tanda tanya besar di otak Changmin.

Keduanya kini sudah menaiki taksi, Yong Hyun sudah bangun dan pria kecil itu tengah asyik berceloteh mengenai pemandangan yang baru pertama kali dilihatnya. Changmin dengan sabar meladeni ocehan yang terkadang belum terlalu jelas dari bibir pria mungil ini. Sementara Yong Soon disampingnya hanya terdiam sejak tadi, pikirannya masih berada pada beberapa saat yang lalu di bandara, ketika dia melihat Kyuhyun.

Changmin terlihat cemas melihat Yong Soon yang hanya diam saja,”Yong Soon-ah, kau baik-baik saja?”tanya Changmin.

Yong Soon menoleh dengan cepat.”Iya, aku baik-baik saja.”jawabnya dan tersenyum untuk meyakinkan Changmin namun jelas-jelas Changmin tidak mudah ditipu, dia tahu pasti ada sesuatu yang terjadi pada Yong Soon.

“Changmin-ah, antarkan aku ke tempat Je Ri saja alamatnya di-.”

“Tidak perlu, aku akan membawamu ke rumahmu.”

“Rumah? Apa maksudmu?”

Changmin hanya mengulum senyum melihat ekspresi bingung Yong Soon.

“Rumah,”ujar Yong Hyun pada Changmin, pria tinggi itu tertawa pada anak laki-laki di pangkuannya dan mengecup keningnya.

Sementara Yong Soon hanya bisa diam, bingung dengan maksud Changmin. Rumah? Dia bahkan tidak memiliki uang untuk membeli rumah, bagaimana mungkin dia memiliki rumah.

Taksi itu tepat berhenti di depan sebuah rumah sederhana dengan halaman yang cukup luas. Changmin keluar lebih dahulu dari dalam taski kemudian mengeluarkan barang-barang mereka. Dengan kebingungan yang masih terpatri jelas di wajahnya Yong Soon keluar dari taksi dengan menggendong Yong Hyun yang kini kembali tertidur.

“Ini rumahmu,”ujar Changmin.

Dengan cepat Yong Soon menoleh.”Apa?!”

“Maaf, aku belum sempat memberitahumu. Ini sebenarnya rumahku dan kau bisa tinggal disini.”terang Changmin.

“Changmin-ah, kau tidak perlu melakukan ini, aku juga punya rumah disini.”

“Tapi kau bilang akan menyewa apartemen. Kenapa kau tidak tinggal disini saja?”

“Tidak bisa Changmin-ah.”

Wae? Yong Soon-ah,jika kau belum bisa menerima hatiku bisakah kau menerima pemberianku. Kau tidak akan berhutang apapun padaku, aku sudah berjanji pada Eunhyuk untuk menjagamu selama disini.”

Yong Soon menatap wajah Changmin dengan seksama, dia benar-benar tidak mengerti bagaimana jalan pikiran pria dihadapannya ini. Mudah sekali baginya memberikan segala yang dia punya untuk Yong Soon. Wanita ini merasa Changmin begitu bodoh, mengharapkan cinta seorang wanita yang tidak baik. Dia merasa tidak pantas untuk Changmin.

“Maaf Changmin-ah, aku tetap tidak bisa. Terima kasih selama di Jerman kau selalu membantuku dan terima kasih juga sudah menyayangi Yong Hyun. Kurasa ini saatnya kita untuk menjalani kehidupan kita masing-masing.”

“Ti-.”

Mommy..Mommy,”rengekan Yong Hyun menghentikan percakapan mereka. Seperti biasa Yong Hyun akan sangat rewel ketika bangun tidur dan hanya Changmin yang bisa menenangkannya.

Pria jangkung itu langsung mengambil Yong Hyun dari gendongan Yong Soon kemudian memeluk tubuh mungil itu dengan erat dan mengusap-usap punggungnya, menenangkannya.”Biarkan dia tidur dulu,”ujar Changmin kemudian melangkah begitu saja masuk ke dalam rumahnya.

 

 

**

 

“Tanda tangain surat perceraian ini dan kita akhiri semuanya.”ujar seorang pria dengan rambut kecoklatan. Tubuh tegapnya berdiri begitu angkuh dihadapan seorang wanita yang yang hanya bisa menundukan wajahnya. Tidak berani ditatapnya pria yang sudah hampir tiga tahun ini menjadi suaminya secara fisik.

Sebuah amplop coklat di lempar begitu saja ke atas meja dihadapan sofa itu. sebuah surat yang akan mengakhiri drama yang mereka lakukan selama tiga tahun ini. Keduanya memang menikah tanpa sedikitpun rasa cinta namun bohong jika selama tiga tahun rasa cinta itu tidak bisa dipupuk. Bagi wanita yang kini hanya bisa menunduk, rasa cinta pada suaminya itu ada namun berkebalikan dengan pria berkulit pucat dihadapannya. Tiga tahun tidak membuatnay sedikitpun memiliki perasaan pada istri fisiknya itu. Hatinya sudah dibawa pergi oleh sosok wanita yang selalu ada dipikirannya setiap saat.

“Kyuhyun-ah, maafkan aku.”lirih wanita itu. Setelah rasa cinta itu muncul bagaiamana bisa dia mau berpisah begitu saja dengan pria yang tidak lain adalah Kyuhyun.

“Untuk apa kau meminta maaf, kau tidak salah. Seharusnya sudah sejak dulu kita mengakhiri ini semua. Kita tidak pernah saling mencintai.”

“Tapi aku mencintaimu Kyuhyun-ah.”wanita itu kini berani mendongakkan wajahnya, ditatapnya wajah dingin suaminya itu. Tetesan bening mulai turun dari kedua matanya dan hal itu sama sekali tidak membuat suaminya iba.

Kyuhyun merasa sudah bertahan cukup lama dengan wanita dihadapannya ini dengan segala sikapnya yang membuat Kyuhyun harus menahan rasa bencinya. Wanita ini pula yang membuatnya harus terpisah dari orang yang dicintainya.

“Mencintaiku? Kalau kau memang mencintaiku kau tidak selingkuh dengan sahabatmu itu.”ujar Kyuhyun.

“Itu karena kau. Aku selalu menunjukkan bahwa aku begitu mencintaimu tapi apa tanggapanmu. Kau begitu dingin, kau menutup hatimu. Apa kau masih mengingat wanita jalang itu!”

“Jaga bicaramu Hye Jin-ah!”suara Kyuhyun menjadi lebih tinggi, tidak pantas menurutnya Hye Jin mengatakan hal tersebut.

“Dia merebutmu dariku.”

“Dia merebutku darimu, itu yang kau pikirkan selama ini. Apa yang kau pikirkan sungguh salah. Kaulah yang merebutku darinya. Kau yang membutanya begitu menderita selama ini dan membuatku begitu bersalah padanya. Sudahlah tanda tangani saja surat perceraian itu.”

Kyuhyun berbalik dan keluar dari rumah yang baru beberapa bulan di tempatinya kembali. Dua tahun lalu mereka pindah ke Jepang, mengembangkan bisnis keluarga Kyuhyun disana. Selain itu juga agar Kyuhyun bisa melupakan kekasihnya itu. Hye Jin tahu beberapa bulan sebelum mereka pergi ke Jepang bahwa Kyuhyun berselingkuh darinya. Keluarga Kyuhyun mengalamai masa-masa sulit beberap bulan sebelum Kyuhyun menikah dengan Hye Jin dan keluarga Hye Jin lah yang membantu mereka. Merasa berhutang budi, Kyuhyun akhirnya dijodohkan dengan Hye Jin. Begitu Hye Jin tahu Kyuhyun berselingkuh, dia memanfaatkan rasa balas budi itu untuk memisahkan Kyuhyun dengan kekasihnya.

Pria berkulit pucat itu berjalan ke mobil putih miliknya. Tepat ketika dia masuk ke dalam mobil, ponselnya berbunyi. Dia segera mengangkatnya.

“Kau menemukannya?”

“Baiklah, beritahuku alamatnya.”

Benar yang kulihat kemarin adalah Yong Soon, gumam Kyuhyun sejenak setelah memutuskan sambungan telepon. Wajahnya yang tadi menahan amarah kini berubah menjadi lebih cerah hanya dengan mendengar berita bahwa orang suruhannya sudah menemukan dimana Yong Soon berada.

Selama dua tahun Kyuhyun di Jepang, dia terus berusaha mencari Kyuhyun, menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan wanita itu, namun tidak pernah membuahkan hasil. Tentu saja tidak akan membuahkan hasil. Wanita itu pergi ke luar negeri.

Tidak lama dia mulai menjalankan mobilnya meninggalkan ruamh bertingkat dua yang tampak mewah itu, ponselnya kembali berbunyi. Sebuah pesan masuk. Kyuhyun menepikan mobilnya dan membaca pesan itu. Senyum kembali terkembang di wajah rupawannya. Sebuah alamat sudah didapatkannya. Dia akan kembali menemui wanita yang dicintainya itu dan akan menjelasakan segalanya padanya.

Sebenarnya tidak ada niatan Kyuhyun untuk meninggalkan wanita itu setelah dia berjanji untuk menikahinya. Hari itu dia sudah berniat mengatakan yang sejujurnya pada ibunya bahwa dia tidak bisa meneruskan pernikahannya dengan Hye Jin. Namun saat dia kembali ke rumah, ibunya langsung memarahinya dengan menunjukkan beberapa foto dirinya sedang bersama Yong Soon. Ibunya memintanya untuk meninggalkan Yong Soon, jika tidak akan terjadi sesuatu pada wanita itu. Ibu Kyuhyun tahu mengenai hal ini karena aduan Hye Jin dan Kyuhyun menyadari hal itu setelah mereka dipaksa pindah ke Jepang. Kyuhyun memang tidak punya pilihan, keluarganya berhutang banyak pada keluarga Hye Jin.

Dua tahun di Jepang, Kyuhyun berusaha melupakan Yong Soon karena mungkin memang lebih baik mereka berpisah. Karena semakin lama mereka bersama semakin akan menyakiti perasaan Yong Soon. Sudah pasti sulit untuk bercerai dengan Hye Jin mengingat kondisi keluarga mereka. Namun Kyuhyun begitu merasa bersalah telah meninggalkan Yong Soon begitu saja, dengan sebuah janji manis untuk menikahinya. Perasaan bersalah itu terus menghantuinya sehingga Kyuhyun tidak bisa melupakan Yong Soon.  Saat ini Yong Soon kembali, mungkin ini saatnya untuk terbebas dari rasa bersalahnya. Dia akan menjelaskan pada Yong Soon semuanya.

Kyuhyun baru saja hendak kembali melajukan mobilnya, sebuah pesan kembali masuk. Dia kembali tersenyum kemudian membalas pesan singkat dari seorang sahabat yang sudah lama tidak dia temui. Sahabatnya yang sama-sama kuliah di Amerika, pria itu pindah ke Jerman setelah lulus dan menetap disana namun komunikasi mereka tidak pernah putus. Beberapa hari yang lalu dia pulang, dia pun langsung menghubungi Kyuhyun untuk bertemu.

 

**

 

“Danny, mana yang berwarna merah?”tanya Changmin pada pria kecil yang tengah bermain dengan mobil-mobilannya di atas karpet rumah yang akhirnya mau Yong Soon tempati.

Yong Hyun memberikan sebuah truk berwarna merah ke tangan Changmin.”Pintar,”Changmin mengusap kepala Yong Hyun penuh sayang. Jika dilihat mereka tampak seperti ayah dan anak yang sedang bermain.

Tidak jauh dari sana Yong Soon memperhatikan keduanya, dia mengulum senyum melihat keakraban kedua pria ini. Dia merasa beruntung ada Changmin sehingga Yong Hyun tidak kehilangan sosok ayahnya. Yong Soon menghampiri keduanya dan memebrikan botol susu pada Yong Hyun, dengan cepat pria kecil itu mengambil botol susunya dan langsung meminumnya. Changmin dan Yong Soon hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkah anak laki-laki yang begitu mereka sayangi.

“Bagaimana ayahmu?”tanya Changmin membuka pembicaraan. Tadi pagi wanita ini mengunjungi ayahnya bersama Yong Hyun.

“Kurasa ayah menyukai Yong Hyun,”jawab Yong Soon sambil tersenyum mengingat pertemuannya yang mengharukan dengan ayahnya.

Pria paruh baya itu sungguh meminta maaf telah meninggalkan Yong Soon begitu saja. Seharusnya meski dia begitu marah saat itu, tidak sepatutnya dia mengusir Yong Soon  membuat putri sulungnya itu harus menangung semuanya sendirian. Ayah Yong Soon juga langsung menerima Yong Hyun, cucu pertamanya itu. Siapa yang tidak akan menyukai Yong Hyun, pria kecil yang baru bisa bicara dan begitu cerewet dan menggemaskan. Yong Hyun jua sudah memanggil ayah Yong Soon dengan sebutan kakek. Yong Soon pun lega, dia pikir akan sulit ayahnya untuk menerima Yong Hyun. Banyak pertanyaan yang diajukan ayah Yong Soon pada putrinya namun ada satu yang tidak bisa dijawabnya. Ayah Yong Soon lagi-lagi menanyakan siapa ayah Yong Hyun dan wanita itu kembali tidak mau menjawab. Dia bilang, dia ingin melupakan semuanya.

“Syukurlah kalau begitu,”Changmin tersenyum senang, dia juga merasa lega dan bahagia ketika mendengar cerita Yong Soon tentang ayahnya. Tampaknya wanita ini begitu senang karena sudah bisa kembali bertemu ayahnya.

“Aku akan mencari pekerjaan.”ujar Yong Soon.

“Bagaimana dengan Yong Hyun jika kau bekerja?”

“Aku akan menitipkannya pada Je Ri.”

“Apa? Dia masih begitu kecil.”

“Aku tidak punya pilihan lain Changmin-ah,”

“Tidak, kau harus mengurus Yong Hyun. Biar aku yang akan-“

“Tidak,”potong Yong Soon, dia tahu apa yang akan Changmin katakan. Cukup sudah Changmin membantunya selama ini, memberikan mereka tempat tinggal disini. Dia tidak mau berhutang lagi pada pria dihadapannya ini.”Changmin-ah, aku tidak akan merepotkanmu lagi. Aku akan pindah begitu aku sudah memeliki pekerjaan.”lanjut Yong Soon.

Changmin segera menarik tangan Yong Soon dan mengenggamnya dengan erat. “Kalau begitu, menikahlah denganku.”

Mata Yong Soon membulat sempurna mendengar perkataan Changmin dan wajah seriusnya. “Jangan bercanda Changmin-ah.”

“Aku serius. Jika kau tidak mau menerima semua pemberianku maka menikahlah denganku.”

Yong Soon melepaskan tangannya dan beralih pada Yong Hyun yang tengah kembali asyik bermain tidak peduli pada lingkungan sekitarnya.”Pulanglah, ini sudah malam.”ujar Yong Soon lagi.

“Yong Soon-ah, aku serius dengan ucapanku tadi.”

“Orang tuamu tidak akan menyetujui kita.”

“Mereka sudah setuju.”

“Changmin-ah,”

“Yong Soon-ah, dengarkan aku. Aku sudah bicara dengan orang tuaku. Ya, awalnya mereka menolak tapi aku bisa meyakinkan mereka dan mereka setuju.”

“Aku bukan wanita baik-baik.”

“Apa peduliku dengan hal itu? kalau kau bukan wanita baik-baik, kau pasti sudah menggugurkan Yong Hyun.”

Yong Soo mendesah pelan, tidak tahu harus berkata apa lagi. Pria dihadapannya ini begitu gigih dan kerasa kepala.

“Kalau kau tidak percaya, kau bisa menemui kedua orang tuaku akhir pekan ini.”ujar Changmin menatap Yong Soon yang kini tengah menunduk. “Aku tahu kau belum siap menerima siapapun pria dalam kehidupanmu, jika memang begitu terimalah semua pemberianku dulu. Aku menyayangimu juga Yong Hyun.”

Yong Soon tidak mengerti apa yang sedang terjadi padanya. Semua terasa aneh baginya. Bagaimana mungkin dia bertemu pria sebaik Changmin, dia merasa tidak pantas bertemu pria itu. seharusnya Changmin menyukai wanita yang lebih baik. Yong Soon merasa dia sudah tidak pantas lagi dicintai pria manapun.

 

**

 

Changmin masuk ke dalam sebuah restoran tradisional korea. Dia sudah berjanji untuk bertemu seorang sahabatnya disini. Pria ini sedikit terlambat dari janji mereka karena Yong Hyun yang tidak mau melepasnya pergi dan terpaksa harus dibujuk olehnya, bahwa dia pergi untuk membelikan anak laki-laki dari wanita yang dicintainya itu sebuah mobil-mobilan.

Mata besar Changmin langsung mencari sosok sahabat yang sudah lama sekali tidak dia temui. Terakhir saat mereka masih kuliah di Amerika. Senyum terkembang di wajah tampannya ketika dilihatnya sosok pria dengan cardigan abu-abu, duduk agak sedikit di pojok, ditempat yang biasa digunakan untuk banyak orang. Changmin segera menghampiri pria tersebut.

Pria yang sedikit lebih pendek dari Changmin, berambut kecoklatan, kulitnya putih pucat tersenyum begitu melihat sosok sahabatnya tepat dihadapannya.

“Kyuhyun-ah,”sapa Changmin dan dia pun langsung memeluk tubuh sahabatnya itu.

“Changmin-ah,”Kyuhyun membalas pelukan Changmin. “Duduklah.”Kyuhyun mempersilahkan Changmin untuk duduk dihadapannya.

“Maaf aku sedikit terlambat.”ujar Changmin.

“Tidak apa-apa, aku juga baru sampai. Bagaimana kabarmu?”tanya Kyuhyun.

“Baik, sangat baik. Bagaimana denganmu?”

“Kau bisa lihat. Aku begitu baik.”

Kyuhyun dan Changmin memang bersahabat sejak mereka masih kuliah di Amerika. Changmin adalah orang yang pertama Kyuhyun kenal disana. Kedunya sering menghabiskan waktu bersama saat disana bahkan mereka sempat dikira penyuka sesama jenis. Changmin menjadi tempat Kyuhyun bercerita dan begitu juga sebaliknya. Begitu lulus mereka harus berpisah. Changmin melanjutkan pendidikannya di Jerman sementara Kyuhyun harus kembali ke Seoul mengurus perusahaan ayahnya.

“Bagaimana kabar istrimu?”tanya Changmin ketika mereka sudah mulai memakan pesanan mereka.

“Aku akan bercerai dengannya.”jawab Kyuhyun dengan santainya.

“Kau begitu santai mengatakan akan bercerai?”Changmin berdecak pelan.

“Kau tahu aku tidak pernah memiliki perasaan apapun pada dia.”

“Ya aku tahu.”

“Bagaimana dengan wanita yang masih belum menerimamu?”tanya Kyuhyun dengan nada mengejek.

“Hei, lihat saja sebentar lagi dia akan segera menerimaku.”

“Apa dia begitu cantik sehingga kau sampai terus-terusan mengejarnya?”tanya Kyuhyun lagi.

“Ya, dia cantik, baik, lembut. Ah, aku benar-benar jatuh cinta padanya.”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Changmin yang benar-benar terlihat seperti pertama kali jatuh cinta dan memang benar adanya. Changmin belum pernah memiliki pasangan sebelumnya oleh sebab itu mereka pernah disangka pasangan sesama jenis. Terselip rasa iri melihat Changmin bisa memilih sendiri pasangannya sementara dia tidak bisa. Kyuhyun juga iri melihat Changmin begitu bahagia memiliki orang yang dicintainya sementara dia tidak pernah lagi merasakan bagaimana indahnya memiliki orang yang dicintai.

 

**

 

Kyuhyun melangkah masuk ke dalam rumah bercat putih, tempat dia menghabiskan masa kecilnya. Rumah kedua orang tuanya. Wajahnya tidak bisa dibilang cerah bahkan dia seperti enggan untuk datang. Kalau bukan permintaan ibunya dia tidak akan pernah mau kesini.

Beberapa pelayan membungkuk padanya ketika dia masuk. Kyuhyun langsung melangkah cepat menuju ruang tengah keluarga mereka. Disitu sudah ada wanita paruh baya dan seorang wanita berambut lurus berwarna hitam. Dia memakai gaun tanpa lengan berwarna biru selutut. Wajahnya tertunduk.

“Ada apa?”tanya Kyuhyun dengan malas. Dia tidak duduk dan hanya berdiri di dekat sofa. Tangannya bersidekap.

“Apa maksudmu ingin menceraikan Hye Jin?”tanya wanita paruh baya yang tidak lain adalah ibu Kyuhyun.

Eomma tanya saja pada wanita ini.”tunjuk Kyuhyun pada Hye Jin yang hanya bisa tertunduk.

“Kyuhyun-ah, dia sedang hamil. Apa kau tega menceraikannya?”tanya ibu Kyuhyun yang kini sudah berdiri di hadapan putra bungsunya itu.

“Hamil? Bagaimana bisa? Aku tidak pernah menyentuhnya, mungkin dia hamil dengan selingkuhannya itu.”

“Apa?! Hye Jin-ah.”

Advertisements

19 thoughts on “FF: The Story of Us (7)

  1. hyejin trnyata licik yahh… hamildr org laen tp ngakunya kyu ayhnya

    wahh kyaknya bkal ad cinta segitiga nii antra kyu n min
    kra2 cypa yg bkal dplih yong soon

    next partnya jgn lma2 yah onn

  2. Apa ku blg, istri ny kyu psti jahat,.
    2sahabat yg mncintai 1wanita, haaaah knapa harus changmin c thor lawab main ny, ga tega ngliat changmin sedih nnti ny TT

  3. OMO makin sengit permasalahannya !! Itu HyeJin hamil anak siapaaaa????
    Ahhhh aku gk mau klu itu anknya Kyu …

    Cinta segi tiganya sengit bgt !!
    Ahhh eon semakin penasaran ….
    Selalu yah ffmu ituuuuu … Ditunggu part selanjutnya yah eon 😀

  4. waduh,ternyata changmin temenan ma kyu??…
    kasian amat si kyu,kekeke
    g ngebayangin gimana tu mukanya kyu kalo cew yang dimaksud si changmin tu yong soon..

    gemes saya liat si kyu,mendingan yong soon ma changmin aj..

    nah lho,ne malah hyejin hamil,hamil anak sapa tuh?

    next part ditunggu y eonn..

  5. suuummpppahhh ini ff mslhnya smkn rumpit,.. huuufffttt smg yong soon jgn pisah sama kyu,. klu pisah,. aku org pertama yg akan demo,. 😀

  6. Yeay !!! Kyusoon must be together.
    Yakin, pasti hyejin hamil anak orang lain.
    Author kenapa ribet banget urusannya. Chang-kyu temenan !!!! Bagus yongsoon nolak chang. Semoga part berikutnya mereka bisa ketemu dan balikan 🙂

  7. AKHIRNYA Cho Kyuhyun kau datang… tapi kejam banget sih dia kalau mau mutusin hubungan sama Yongei kenapa ga bilang kenapa malah menghilang jadikan Changmin ada kesempatan aaaa… Tapi… Tapi… Dia sama istrinya mau cerai… Yeeeeeeee… Tapi tetep sebel sama Kyu. JAHAT 😦

  8. bener kan kyuhyun emang punya alasan kenapa dia ninggalin yongsoon (•ˆ⌣ˆ​​​​•)
    kyakyakya kyuuu aku tau ko kamu gk nappeun ;P
    jadi tambah semangat baca next part nya
    yoohoo~

  9. yeaaay akhirnya kyuhyun membuka kedok istrinya juga .
    Kalau ternyata istrinya berselingkuh .

    Selamat berjuang kyuhyun untuk mendapatkan yong soon kembali
    Dan selamat bertarung dgn changmin juga sahabtmu sndiri

  10. Nah hayo.
    Changmin dan kyunyun sahabatan. Dan cw yg mereka omongin itu orang yang sama. Ya ampun ini masalah makin pelik ya.
    Blm lg istri kyuhyun yg selingkuh.
    Tp kira kira yongsoon bakal pilih siapa? Aku setuju sama changmin ah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s