FF:The Story of Us (6)

Part 6

 

“SShhh, jangan menangis lagi Danny.”ujar Changmin ketika dia tengah menggendong Yong Hyun yang kini usianya sudah hampir dua tahun. Pria kecil itu menangis karena ketika dia bangun tidur tidak ditemukannya ibunya. Saat itu Yong Soon sedang ada di dapur.

Changmin berusaha menghentikan tangisan Yong Hyun dengan berbicara hal lucu padanya atau menggodanya dan usaha Changmin berhasil. Pria kecil itu kini sudah tertawa ketika Changmin mengangkatnya ke atas sehingga dia begitu tinggi. Pria tinggi itu semakin hari semakin dekat dengan Yong Hyun bahkan Changmin satu-satunya pria yang bisa menenangkan Yong Hyun ketika dia menangis. Eunhyuk saja sebagai paman kandungnya selalu gagal, malah Yong Hyun cenderung tidak suka dengan Eunhyuk dan jarang sekali mau di gendong olehnya. Berbeda dengan Changmin, Yong Hyun senang sekali bermain dengan Changmin dan selalu minta digendong jika bertemu pria tersebut.

“Kau mau bertemu mommy,hm.Ayo kita cari mommy.”celoteh Changmin kemudian membawa tubuh mungil itu ke dapur, dimana ibunya tengah mencuci piring.

Mommy, Yong Hyun datang.”lanjut Changmin dengan suara yang dibuat seperti anak kecil seraya memainkan lengan Yong Hyun. Pria kecil itu tertawa karenanya.

“Terima kasih Changmin-ah,”ujar Yong Soon dan kemudian mengambil Yong Hyun dari gendongan Changmin.

Dia merasa bersyukur ada Changmin yang sering membantunya mengurus Yong Hyun, meski dia seorang pria tapi Changmin tampak begitu telaten merawat Yong Hyun. Padahal saat-saat ini Yong Hyun sedang begitu merepotkan, entah karena apa.

Yong Hyun langsung memeluk leher ibunya dengan erat dan manja. Yong Soon tersenyum sendiri karenanya. Yong Hyun begitu manja. “Rindu mommy?”tanya Yong Soon dan pria kecil itu mengangguk sambil menatap wajah Yong Soon dengan mata coklatnya yang serupa dengan mata milik Yong Soon. Satu-satunya hal di diri Yong Hyun yang mirip dengan ibunya selebihnya Yong Hyun mirip Kyuhyun.

Yong Soon mengecup bibir Yong Hyun sekilas dan Changmin hanya bisa tersenyum melihat kehangat ibu dan anak ini. Tiba-tiba Yong Hyun menyentuh kancing kemeja Yong Soon.

Mommy, susu.”ucap Yong Hyun dan kemudian menarik-narik kancing kemeja Yong Soon. “Susu,”

“Ah, aku akan pergi kalau begitu.”ujar Changmin yang sedikit canggung setelah mendengar permintaan Yong Hyun.

Yong Soon tertawa pelan. “Kenapa harus pergi, aku tidak akan menyusuinya, dia baru minum susu sejam yang lalu. Dia sudah hampir dua tahun jadi mulai dikurangi minum asinya ya.”ujar Yong Soon pada anak laki-lakinya kemudian mendudukan tubuh Yong Hyun di kursi khusus bayi di dapur yang terhubung dengan ruang makan tersebut.

“Sekarang Yong Hyun makan ya.”Yong Soon menyiapkan bubur bayi yang sedang disiapkannya tadi.”Kau tidak kuliah?”tanya Yong Soon pada Changmin yang kini tengah duduk disamping Yong Hyun.

Changmin memang masih kuliah disini berbeda dengan Eunhyuk yang masih menyelesaikan gelar sarjanya, Changmin setingkat lebih tinggi.

“Aku malas,”jawab Changmin sekenanya saja membuat Yong Soon berdecak pelan.

“Kalau kau malas kapan akan lulusnya. Bukankah kau harus segera kembali ke Seoul menggantikan ayahmu?”tanya Yong Soon lagi.

“Iya, lusa aku akan pulang ke Seoul.”

Yong Soon langsung menoleh dan mata coklatnya membulat karena kaget mendengar ucapan Changmin yang begitu tiba-tiba. Sebelumya pria itu tidak bilang apa-apa kalau dia sudah lulus dan akan segera pulang ke Seoul.

Changmin memang sedang menyelesaikan pendidikannya disini untuk menggantikan posisi ayahnya yang memiliki usaha property dan dia dikirim kesini untuk belajar mengenai bisnis. Beberapa bulang yang lalu sebenarnya Changmin sudah lulus namun karena rasa sukanya tidak berubah pada Yong Soon membuat pria ini mengulur kepulanggannya ke Seoul. Ada niatan untuk mengajak Yong Soon pulang bersamanya namun rasanya sulit. Sehingga ayahnya harus memarahinya untuk segera pulang dan meski dengan berat hati, dia memutuskan untuk pulang.

“Kenapa?”tanya Changmin yang melihat perubahan wajah Yong Soon, sedikit rasa bahagia muncul di hatinya dan sempat berpikir juga apakah Yong Soon sedih karena dia akan pergi?. “Kau takut merindukanku? Tenang, ak-.”

“Siapa yang akan merindukanmu, aku hanya sedih karena tidak ada yang bisa kujadikan baby sitter gratis untuk Yong Hyun.”

“Issh, jadi selama ini kau hanya menganggapku pengasuh Danny, ya Danny sayang, lihat ibumu menggangapku pengasuhmu. Aku ayahmu kan, hm?”Changmin berbicara pada Yong Hyun disampingnya yang tengah menyantap bubur buatan ibunya itu.

Pria kecil itu menoleh dengan mulut yang penuh dengan makanan. “Daddy.”sahutnya pada Changmin.

“Anak pintar.”Changmin mengusap kepala Yong Hyun sementara Yong Soon hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.

Yong Soon seakan sudah terbiasa ketika Changmin sering menyebut dirinya ayah Yong Hyun begitupun yang dia katakan pada siapa saja yang bertanya mengenai Yong Hyun. Rasanya pria kecil itu juga tidak keberatan dengan keberadaan Changmin yang mengaku sebagai ayahnya. Namun Yong Soon-lah yang terkadang tidak suka, dia memang merasa berterima kasih pada Changmin atas semua yang sudah dia lakukan untuk Yong Soon. Dia belum pernah bertemu pria seperti Changmin, menerima dirinya apa adanya namun memikirkan untuk memulai hubungan yang baru, rasanya begitu sulit bagai Yong Soon. Ada rasa trauma, apalagi dia kini sudah memiliki bayi meski bagi Changmin itu bukan masalah tetap saja, rasanya berbeda.

Pria itu memang tidak pernah menuntut agar Yong Soon bisa membalas perasaannya namun terkadang Yong Soon merasa tidak enak. Itulah yang akhir-akhir ini selalu dipikirkannya.

 

**

 

Yong Soon baru saja menidurkan Yong Hyun di ranjang bayinya dan wanita itu tengah duduk di atas tempat tidur membuka email dari seseorang di ponsel putihnya. Wanita berwajah manis itu tersenyum. Bibirnya tidak henti-hentinya membentuk lengkungan setiap kali dia membaca baris demi baris isi surat elektronik tersebut. Surat yang berasal dari adik kesayangannya yang berada jauh di timur bumi. Bohong jika Yong Soon mengatakan dia tidak rindu dengan tanah kelahirannya terutama karena ada adik dan ayahnya. Sudah dua tahun dia berada di negara biru dan sebenarnya ada keinginan untuk kembali apalagi ketika Changmin menyebut-nyebut akan segera pulang. Namun wanita ini masih takut, apakah ayahnya sudah bisa memaafkannya? Selama ini setiap surat dari Je Ri tidak pernah ada yang memberi kabar mengenai ayahnya. Mungkin pria paruh baya itu masih belum bisa memaafkan Yong Soon.

Yong Soon mendesah pelan,dibacanya kembali surat tersebut, Je Ri mengatakan bahwa Yong Hyuu, putranya begitu tampan. Surat terakhir yang Yong Soon berikan juga berisi foto Yong Hyun karena Je Ri begitu ingin melihat bagaimana keponakan laki-lakinya itu sekarang. Semakin ke bawa Je Ri kembali memberitahu mengenaik kabar Kyuhyun , yang bahkan sampai sekarang belum diketahuinya. Yong Soon tersenyum miris dan ditatapnya tempat tidur Yong Hyun. Ketika dia kembali membaca surat tersebut, ekspresi wajahnya berubah terkejut.

Pulanglah eonni, ayah ingin bertemu denganmu dan juga cucunya.

Sebaris kata yang langsung membuat jantung Yong Soon berdetak lebih kencang karena gugup. Apakah ini mimpi? Benarkah apa yang dibacanya tadi. Ayahnya ingin bertemu dengannya dan itu berarti ayah sudah bisa memaafkan kesalahnnya. Yong Soon langsung berdiri dari tempat tidurnya.

“Yong Soon-ah,”

“Eunhyuk-ah,”seru Yong Soon dan langsung menghambur ke pelukan pria tersebut. “Ayah ingin aku pulang, Eunhyuk-ah. Dia ingin aku pulang, oh benarkah ini.”

Hanya senyum yang bisa Eunhyuk berikan, dia membiarkan Yong Soon memeluknya dan terkadang sedikit melonjak-lonjak. Dia ikut senang, belum pernah dia lihat Yong Soon sebahagia ini kecuali saat dia berada di dekat Yong Hyun, pancaran bahagia selalu dia tunjukkan. Kali ini ayahnya memintanya kembali dan tentu saja memberikan kebahagian yang lebih dan juga kelegaan.

“Aku ikut bahagia, Yong Soon-ah. Apa kau akan pulang dan menetap disana?”tanya Eunhyuk.

Yong Soon melepaskan pelukannya dan terdiam, mendengar pertanyaan Eunhyuk. Apakah dia akan benar-benar pulang dan tidak kembali kesini. “Entahlah,”lirih Yong Soon.

Keluarga Eunhyuk sudah berkorban banyak untuk dirinya, menampungnya memberikan segala kebutuhannya sampai saat ini. Padahal Yong Soon bilang hanya akan ‘menganggu’ mereka sampai dia melahirkan dan setelah itu dia akan mencari kerja namun Eunhyuk dan ibunya langsung melarangnya. Jika dia pergi begitu saja, tidakkan itu sama saja dengan memanfaatkan keluarga Eunhyuk, meski bibinya bilan sudah menganggap Yong Soon seperti anaknya sendiri tetap saja, Yong Soon sudah berhutang banyak pada mereka.

Ketika masih terdiam terdengar suara tangisan Yong Hyun. Wanita itu buru-buru menghampiri Yong Hyun dan menggendongnya. Pria kecil itu sering menangis jika saat dia bangun tidak di lihatnya ibunya itu disampingnya.

Sepanjang hari itu Yong Soon terus memikirkan keputusannya untuk pulang. Dia begitu ingin pulang dan bertemu ayahnya namun meninggalkan keluarga Eunhyuk juga berat. Dua tahun, dia telah menganggap keluarga Eunhyuk adalah keluarganya sendiri. Malamnya wanita bermata coklat itu berbicara dengan bibinya, yaitu ibunya Eunhyuk.

“Benarkah, ya Tuhan, aku ikut senang.”ucap bibinya dengan penuh rasa syukur.

“Iya imo, aku tidak menyangka.”

“Pulanglah, ayahmu pasti begitu merindukanmu. Setelah Je Ri menikah dia hanya sendirian di rumahnya, dia pasti begitu kesepian apalagi kau pergi.”

“Tapi imo.”

“Aku tahu kau pasti berat meninggalkan kami karena merasa berhutang budi. Sudah berapa kali kukatakan padamu Yong Soon-ah, ini semua kulakukan demi memenuhi janjiku pada ibumu. Lagipula kau juga adalah keponakanku. Aku harus selalu ada untuk membantumu, siapa lagi yang kau punya selain kami.”terang ibu Eunhyuk. Dia tahu pasti keponakannya ini ragu untuk pulang karena perasaan hutang budi, padahal mereka tulus membantu Yong Soon.

Akhirnya wanita itu mengangguk. Dia sudah memutuskan untuk pulang, sudah saatnya dia kembali.

Malam itu Yong Soon tengah menggendong Yong Hyun untuk menidurkannya. Seorang melongokkan wajahnya dari balik pintu memperhatikan ibu muda tersebut. Kemudian dia masuk dan berjalan perlahan mendekati Yong Soon.

“Yong Soon-ah,”panggil pria yang tidak lain adalah Eunhyuk itu.

Yong Soon berbalik dan tersenyum pada Eunhyuk.

“Danny suda tidur?”tanya Eunhyuk.

“Baru saja, ada apa?”tanya Yong Soon.

Eunhyuk menggeleng lalu duduk di tempat tidur Yong Soon. “Rasanya seperti de ja vu, dua tahun yang lalu aku juga masuk kamarmu di malam pertamamu disini dan malam ini yang mungkin menjadi malam terakhirmu disini, aku kembali masuk ke dalam kamarmu.”Eunhyuk berkata dengan wajah sedih.

Dia merasa bahagia ayah Yong Soon meminta wanita ini untuk pulang namun mendengar bahwa Yong Soon akan pulang dan kemungkinan tidak akan kembali kesini, itu membuat Eunhyuk sedih. Dua tahun dia terbiasa dengan kehadiran Yong Soon juga bayinya membuat sulit rasanya melepas keduanya. Dia begitu menyayangi keduanya.

“Maafkan aku Eunhyuk-ah, ak-.”

“Ssst, tidak apa. Aku mengerti, sudah seharusnya kau pulang, hm.”

“Kau harus mengunjungiku dan Danny. Dia pasti merindukanmu.”ujar Yong Soon seraya menatap wajah tertidur Yong Hyun.

“Akan aku usahakan tapi paling tidak beritahu aku terus bagaimana perkembangan pria kecil itu.”Eunhyuk mengusap kepala Yong Soon perlahan. Wanita itu mengangguk.”Ah, satu lagi. Pulanglah dengan Changmin, aku sudah bilang padanya kau juga akan pulang.”

“Eh?”

“Cobalah untuk membuka hatimu pada laki-laki yang ingin menjagamu Yong Soon-ah. Lupakan yang dulu. Bukankah kau bilang ingin menata hidupmu lagi. Changmin begitu baik padamu dan seperti yang kau tahu dia menyukaimu. Aku tidak memaksamu untuk menerimanya, kau butuh waktu tapi kuharap kau tidak trauma untuk menjalin hubungan dengan laki-laki. Changmin pria yang baik.”

Perkataan Eunhyuk yang baru pertama kali panjang lebar begitu terngiang-ngiang dipikiran Yong Soon. Awalnya dia memang sempat trauma namun lambat laun, dia tidak merasakan hal itu. Apalagi dengan adanya Changmin, dia bisa kembali merasakan bahwa tidak semua pria itu brengsek. Mungkinkah ini saatnya dia membuka hatinya untuk seorang pria lagi?

 

**

 

Changmin tersenyum kecil ketika begitu repot membawa kopernya ditangan yang satu dan Yong Hyun ditangannya yang lain. Pria itu segera menghampiri Yong Soon yang masih berjalan dibelakang, kemudian langsung mengambil alih menggendong Yong Hyun yang tengah tertidur pulsa. Perjalanan dari rumah ke bandara membuat pria kecil ini begiut mengantuk.

“Terima kasih.”ujar Yong Soon sambil tersenyum.

Pria itu sudah berjalan mendahului Yong Soon, kembali dia mengingat perkataan Eunhyuk. Changmin memang sudah begitu baik padanya, memenuhi keinginannya ketika hamil, menemaninya ketika melahirkan, membantu menjaga Yong Hyun. Banyak hal yang sudah dilakukan pria ini yang begitu membantu Yong Soon, namun sejujurnya Yong Soon memang trauma untuk menjalin hubungan lagi meski sebaik apapun pria itu, dia seperti menganggap semua pria itu sama, kecuali Eunhyuk tentunya. Tapi Yong Soon juga merasa egois jika dia mengkatagorikan Changmin sama seperti pria lain, dia berbeda, dia sangat lembut dan baik juga perhatain. Sama seperti Kyuhyun, sebelum Yong Soon tahu sifat asli Kyuhyun.

Yong Soon buru-buru mengehntikan pikirannya yang kembali membuka memorinya bersama Kyuhyun. Wanita itu melangkah dengan cepat menghampiri Changmin.

Selama di ruang tunggu Changmin tidak merasa capek untuk menggendong tubuh Yong Hyun yang sudah semakin besar itu. Beberapa kali Yong Soon meminta untuk menggantikan Changmin menggendong Yong Hyun namun dia bilang, dia baik-baik saja. Yong Soon pun mengalah dna berharap Yong Hyun segera bangun agar tidak merepotkan Changmin.

Tidak banyak percakapan yang mereka lakukan selama di pesawat. Yong Soon duduk di dekat jendela dan hanya memandangi awan yang seperti kapas itu dan Changmin asyik bermain dengan Yong Hyun yang sudah bangun namun pria kecil itu tidak berniat duduk dipangkuan ibunya.

“Danny lihat, itu apa? Awan.”

Yong Hyun hanya tertawa dan menunjuk-nunjuk keluar jendela. Changmin begitu bersemangat mengajari bicara Yong Hyun.

“Awan, putih.”

“Pintar, Siapa daddy Danny, hm?”

“Changmin.”

“Anak pintar.”

Yong Soon hanya geleng-geleng kepala saja melihat percakapan kedua pria ini dan lagi-lagi Changmin membawa topik itu. Dia belum menyerah rupanya, gumam Yong Soon.

“Danny tidak ingin tidur lagi, sayang?”tanya Yong Soon dan anak laki-lakinya itu menggeleng kuat lalu memeluk leher Changmin dengan manja dan merebahkan kepalanya di pundak Changmin.

Yong Hyun menguap dan Changmin menutup mulut pria kecil ini lalu tertawa pelan.”Tidak mengantuk, eoh? Kau terus menguap sejak tadi, sayang. Ayo tidur lagi.”Changmin menepuk-nepuk punggung Yong Hyun perlahan dan lama kelamaan mata kecil itu terpejam.

Changmin memindahkan Yong Hyun sehingga berbaring di tangannya.”Apa yang akan kau lakukan setelah sampai di Seoul?”tanya Changmin seraya menoleh pada Yong Soon.

“Aku akan mencari pekerjaan kembali untuk menghidupi Yong Hyun.”jawab Yong Soon.

Changmin menganggukan kepalanya dan otaknya mulai berpikir, dia sudah merencanakan sesuatu agar masih bisa bertemu dengan Yong Soon juga Yong Hyun namun dia tidak yakin wanita disampingnya ini mau menerima idenya.

“Tinggal di rumah orang tuamu?”tanya Changmin lagi.

“Entahlah,mungkin aku akan menyewa sebuah apartemen. Aku masih belum tahu bagaimana tanggapan ayah terhadap diriku dan Yong Hyun.”terang Yong Soon.

Lagi-lagi Changmin hanya bisa mengangguk. Dia tidak bisa melepaskan Yong Soon begitu saja setelah wanita itu mengikat hatinya dengan segala kelembutan sikapnya lagipula dia sudah berjanji pada Eunhyuk untuk selalu menjaga Yong Soon di Seoul.

Advertisements

22 thoughts on “FF:The Story of Us (6)

  1. Changmin-ah, ak c sbner ny setuju kalo kamu sm yong soon, tp ak lbh setuju lagi kalo Mr.Cho yg sm yong soon 🙂
    Semakin hari,semakin miris mnurut ku thor, ayolah pertemukan yong soon dg Mr.Cho^^

  2. miris banget cerita.a eon, kemana aja kyu kenapa ga nongol2, udah kaya bang toyib aja,

    d lain pihak lebih baik yongie ama changmin aja, tapi d lain pihak aq ga rela, .

  3. Huaaaaaaaaa semakin penasaraaaaaaan !!
    Yong Soon udah di seoul !! Wuaaaaaaa ntar ktemu ma Kyu trus ada Changmin !!
    Aigoooo KEREN !!!
    Ahhhhh eonnnnn aku makin penasaraaaaaaaan !!! Ditunggu bangeeeeet nextnya !!!!

  4. haddehh,,si upil kmn sih kok gak prnah kliatan batang idungnye..

    yong soon ama changmin aja dech,,tp klo endingnya sm changmin si upil bgmn donk??
    bingung ah?

    dtunggu next part.nya ya,unn..
    hwaiting…!! (^_^)9

  5. huuuaaa,.. knp baca part ini jadi sebel??? itu kyu kmn???gak ada kabar!!!! jgn sampe yong soon sma changmin, andwae!! wlpn changmin baik, tp aku gak rela!!!!

  6. Kyuuuuu where are you !??
    Kesian danny sama yong soon 😥 sumpah jahat bgt kyu ninggalin mereka …
    Part selanjutnyaaaaa palli juseyo !!!

  7. Ihhh… Makin sebel sama Changmin, ga suka… Masa makin deket sama Yongie trus sama Danny… Aaaaaaa mana Cho Kyuhyun… Ihhh Changmin sama Kyu nyebelin… 😦

  8. dipart ini kyuhyun pun belum nongol (⌣́_⌣̀)
    masih nunggu kyuhyun side, sepertinya kyuhyun punya alasan kenapa dia ninggalin yongsoon!
    ok lanjutin baca deh (⌒.⌒)

  9. Changmin berusahalah lbh keras dan bersabarlah .
    Semoga yong soon bisa menerima dirimu dan melupakan cho kyuhyun yang tukang bohong itu

  10. Sedih.
    Waktu tau yongsoon pulang.
    Seneng karna ayahnya nyuruh dia pulang tp kok kesannya kasian sama eunhyuk ya hehe
    Kira kira yongsoon bakal nerima changmin gak ya? Tp takutnya pas yongsoon nerima changmin eh kyuhyun balik lagi. Huh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s