FF: The Story of Us (5)

Part 5

 

“Changmin kembali meminta maaf padamu.”ujar Eunhyuk pada Yong Soon yang duduk disampingnya. Keduanya tengah menonton tv bersama, di sore hari yang berhujan ini.

Yong Soon tidak menanggapi perkataan Eunhyuk. Sejak dia tahu kalau Changmin mengetahui kisanya, Yong Soon benar-benar menghindari pria itu. Apalagi setelah perkataan Eunhyuk. Dia tidak mengerti kenapa Changmin bisa menyukainya padahal mereka belum pernah bertemu sebelumnya dan dengan kondisinya yang seperti ini apa yang dipikirkan pria itu dengan menyukainya?

“Aku tahu kau trauma dengan pria tapi apa kau akan menolaknya juga hanya untuk sekedar berteman.”ujar Eunhyuk lagi.

“Entahlah,”akhirnya Yong Soon bersuara meski hanya dengan ucapan singkat.

Wanita itu menghela nafas perlahan. “Apa yang dia pikirkan dengan menyukaiku pada kondisi seperti ini?”gumam Yong Soon membuat Eunhyuk tersentak kaget dipikirnya Yong Soon tidak ingin membicarakan Changmin.

“Aku juga tidak tahu. Dia bilang karena aku sering menceritakan dirimu dan semakin tertarik ketika dia bertemu denganmu.”

Yong Soon menoleh pada Eunhyuk. “Itu artinya kau berbohong padaku, mengatakan aku jelek.”

Eunhyuk ikut menoleh dan setelah mencerna apa maksud perkataan Yong Soon. Pria itu tertawa.”Ah, jadi kau tidak marah pada Changmin?”tanya Eunhyuk lagi.

“Entahlah, apa ada gunanya juga aku marah padanya? Dia sudah tahu dan jika aku marah apa dia akan lupa apa yang sudah kau ceritakan? Tidak. Aku hanya merasa aneh dengan orang asing yang tiba-tiba tahu mengenai dirimu dan seakan menerimanya. Seharusnya dia membenciku kan, menganggapku wanita yang tidak baik bukan sebaliknya malah menyukaiku.”

Yong Soon terdiam sambil mengelus perutnya dan tiba-tiba tersenyum. Eunhyuk merasa aneh melihat akhir-akhir Yong Soon sering tersenyum sendiri saat mengelus perutnya yang sudah semakin membesar itu.

“Kenapa akhir-akhir ini kau sering tersenyum,hm?”tanya Eunhyuk.

“Dia bergerak.”jawab Yong Soon seraya mengelus kembali perut besarnya.

“Benarkah?”Eunhyuk terlihat antusias. Yong Soon mengambil tangan Eunhyuk dan diletakannya di perut Yong Soon.

Eunhyuk tersenyum begitu merasakan sesuatu bergerak di dalam perut Yong Soon. Dia belum pernah merasakan hal ini sebelumnya.

“Wow, Yong Soon-ah, dia menendang-nendang, aku tidak sabar menunggu dia keluar dan akan ku ajak dia bermain bola. Aku yakin dia pasti laki-laki.”

Yong Soon tertawa pelan. “Baby, ini pamanmu.”ujar Yong Soon.

“Apa dia menendang dengan kencang?”suara ibu Eunhyuk terdengar. Wanita paruh baya itu memberikan semangkuk makanan pada Yong Soon.

“Ya, kencang sekali.”jawab Yong Soon pada bibinya yang kini tengah duduk disampingnya, memperhatikan Eunhyuk yang sepertinya begitu asyik merasakan gerakan keponakannya itu.

“Sakit?”tanya ibu Eunhyuk lagi.

“Terkadang sakit.”jawab Yong Soon dan mulai memakan makanan yang diberikan bibinya itu.

“Pasti dia anak laki-laki, Eunhyuk juga seperti itu saat dia masih dalam kandungan.”

“Benarkan, eomma?”tanya Eunhyuk begitu semangat pada ibunya dan ibunya hanya mengangguk. Senyuman lebar terbentuk di wajah Eunhyuk.

“Kau suka? Makanan itu baik untuk ibu yang sedang hamil.”ujar ibu Eunhyuk.

Yong Soon mengangguk lalu meletakkan mangkuk itu ke meja. “Imo, aku benar-benar merasa terima kasih karean imo mau menerimaku disini. Aku tidak tahu bagaimana harus membalas kebaikan imo.”ujar Yong Soon.

Ibu Eunhyuk mengenggam tangan Yong Soon. “Aku sudah berjanji padamu untuk menjagamu juga Je Ri jika dia pergi dan ini salah satu pembuktian janjiku pada kakakku itu.”

“Terima kasih, imo.”

 

**

 

Helaan nafas yang panjang terdengar dari sosok seorang wanita yang tengah hamil ini. Keningnya berkerut, matanya menatap layar ponsel putih miliknya. Mimik wajahnya menunjukkan sebuah keputus asaan. Sebuah email dari adiknya yang berada nun jauh disana, dibelahan paling timu bumi, mengabarkan berita yang sama untuk kesekian kalinya. Je Ri tidak tahu keberadaan Kyuhyun sekarang. Yong Soon merasa bodoh terus saja menanyakan sosok pria itu padahal dia sudah berjanji untuk melupakan pria yang telah membuat dirinya terpuruk. Terkadang bahkan Yong Soon memimpikan Kyuhyun.

Yong Soon mengelus perut besarnya. “Baby, kau merindukan daddy, hm. Kenapa akhir-akhir aku selalu memimpikannya.”wanita ini berbicara dengan bayinya, semenjak bayi di kandungannya sering bergerak, Yong Soon sering mengajaknya bicara. Dengan berbicara pada bayinya dapat membuat mood Yong Soon menjadi lebih baik.

Bunyi ketukan pintu menyadarkan Yong Soon dari kegiatannya berbicara dengan bayinya. Dia beranjak dari duduknya. Rumah sedang sepi saat ini, semua penghuninya pergi, tinggalah Yong Soon sendiri.

“Yong Soon-ah,”ujar seorang pria tinggi yang tengah berdiri di depan pintu. Wajah Yong Soon berubah seketika. Meski dia bilang pada Eunhyuk, dia tidak marah pada Changmin namun tetap saja,mengetahui ada orang yang mengetahu cerita terkelam di hidupmu tentu saja akan membuatmu canggung bertemu dengannya.

“Eunhyuk sedang ke kampus.”ujar Yong Soon langsung.

“Aku kesini bukan mencari Eunhyuk.”sahut Changmin.”Aku ingin bertemu denganmu, aku ingin minta maaf atas perkataanku wkatu itu. Sungguh aku tidak bermaksud menanyakan hal itu.”terang Changmin.

Yong Soon hanya terdiam. Dia tidak tahu harus berkata. Tiba-tiba Yong Soon merasakan bayi dalam kandungannya menendang dengan kencang dan itu cukup membuat wanita ini meringis kesakitan seraya memegangi perutnya. Changmin yang melihatnya langsung panik dan tanpa pikir panjang masuk ke rumah dan menahan tubuh Yong Soon yang masih memegangi perutnya.

“Kau baik-baik saja?”tanya Changmin khawatir. Yong Soon mengangguk meski dia masih meringis.

Changmin membantunya berjalan dan mendudukannya di sofa perlahan. Yong Soon mengelus perutnya penuh rasa sayang, dia tersenyum kecil. “Tidak apa-apa, dia terkadang seperti ini, menendang-nendang.”ujar Yong Soon, ditatapnya perutnya yang besar berisi benih cintanya dengan Kyuhyun.

Changmin terlihat takjub melihat Yong Soon mengelus perutnya. Dia tampak sudah seperti seorang ibu, belum dengan senyuman yang sejak tadi terus terbentuk di wajah manisnya.Yong Soon sepertinya merasa begitu bahagai dengan kehamilannya saat ini berbeda dengan di awal-awal kehamilan. Dia lebih banyak termenung, memikirkan nasibnya selanjutnya. Meski tidak berniat untuk mengugurkan kandungannya hanya saja saat itu Yong Soon bisa dibilang tidak memperhatikan kondisinya juga bayinya. Awal-awal kehamilan yang begitu membuatnya tersiksa telah terlewatinta dan kini dia merasa bahagia dengan kehamilannya, apalagi ketika bayi dikandungannya mulai bergerak. Mungkin itulah naluri seorang ibu. Tanpa sadar Changmin menaruh tangannya di perut Yong Soon. Keduanya langsung terdiam satu sama lain.

“M-maaf,”ujar Changmin dan langsung menarik tangannya lagi.

Baby, tadi itu uncle juga.”ucap Yong Soon dan kembali menarik tangan Changmin ke perutnya agar pria itu bisa merasakan gerakan bayinya. Semenjak bayinya sering bergerak, Yong Soon senang sekali menunjukannya pada orang-orang di rumah. Sebuah hal kecil yang mampu membuatnya tersenyum. Memilik bayi membawa banyak perubahan pada wanita ini.

“Hai, baby. Jangan sering menendang mommy-mu. Dia bisa kesakitan.”ujar Changmin. Yong Soon tertawa mendengar perkataan Changmin dan akhirnya keduanya tertawa bersama.

 

**

 

“Pelan-pelan.”Changmin membantu Yong Soon keluar dari mobilnya. Perutnya sudah semakin besar dan hal itu membuatnya sedikit sulit untuk berjalan.

Hari ini Changmin mengantar Yong Soon untuk membeli perlengkapan bayinya. Yong Soon yakin bayinya laki-laki maka dia banyak membeli barang-barang yang berwarna biru. Kegiatannya membeli perlengkapan bayi menjadi sebuah kesenangan sendiri baginya. Terkadang dia meminta diantara Eunhyuk atau imonya dan jika keduanya tidak bisa maka Changmin dengan senang hati mengantarnya.

Changmin juga tidak pernah menolak, malah dengan senang hati dia mengantar Yong Soon. “Lucu, kan.”ujar Changmin dengan topi bayi di kepalanya. Yong Soon tertawa karenanya dan mengambil topi itu kemudian berjalan mencari barang-barang yang lain.

Changmin lagi-lagi membuat Yong Soon tertawa ketika dia mengenakan sarung tangan bayi yang hanya cukup untuk tiga jarinya saja. Beberapa pasang mata menatap mereka berdua, ikut tersenyum. Mereka mengira keduanya pasti adalah pasangan suami-istri yang sedang menantikan anak pertama mereka.

Setelah selesai memilih beberapa barang,Yong Soon membawa barangnya ke kasir.

“Menunggu kelahiran anak pertama?”tanya seorang wanita paruh baya di meja kasir. Yong Soon dan Changmin saling berpandangan dan hanya melemparkan senyum pada kasir tersebut.

 

**

 

“Eunhyuk-ah, cepatlah.”seru Yong Soon tidak sabara menunggu di depan mobil Eunhyuk. Hari ini dia meminta Eunhyuk untuk mengantarnya ke rumah sakit memeriksakan kandungannya.

Tidak terasa kehamilan Yong Soon sudah memasuki bulan ke delapan menjelang sembilan dan menurut dokter, Yong Soon akan melahirkan sekitar seminggu lagi. Oleh sebab itu hari ini dia ingin kembali memeriksakan kandungannya. Dia sudah menunggu selama satu jam sepupunya yang tentu saja di hari libur seperti ini, tidur dengan porsi yang lebih banyak padahal dia harus mengantar Yong Soon pagi-pagi.

“Iya, iya aku sudah selesai.”ujar Eunhyuk berjalan cepat keluar dari rumah lalu masuk ke dalam mobil. Dengan hati-hati Yong Soon masuk ke dalam mobil juga.

“Kapan kau melahirkan?”tanya Eunhyuk ketika mereka sudah di jalan menuju rumah sakit.

Yong Soon menoleh lalu mengelus perutnya seraya tersenyum. “Minggu depan.”jawab Yong Soon.

Eunhyuk terlihat kaget.” Kau tidak takut?”tanya Eunhyuk tiba-tiba membuat Yong Soon tertawa.

“Tentu saja aku takut tapi demi melihat baby ini, aku tidak akan takut. Mommy, tidak sabar ingin melihatmu sayang.”lagi-lagi Yong Soon berbicara dengan bayi di kandungannya itu.

Eunhyuk tersenyum, dia melihat sepupunya seperti sudah menjadi seorang ibu saat ini. Lihat tatapan matanya saat mengelus perutnya. Ada rasa miris saat melihat Yong Soon yang harus berjuang sendiri melahirkan bayinya tanpa ada suami disampingnya. Pria macam apa yang tega meninggalkan wanita yang sedang hamil, menyuruhnya berjuang sendiri menjaga benih cinta mereka. Dia masih merasa bersyukur Yong Soon sama sekali tidak berpikiran untuk menggugurkan kandungannya.

“Eunhyuk-ah, perhatikan ja-.”

Eunhyuk mengerem mendadak ketika sebuah mobil tiba-tiba berhenti dihadapan mobilnya. Pria itu segera menoleh ke sampingnya, memastikan Yong Soon baik-baik saja namun apa yang dilihatnya membuatnya panik. Yong Soon menyentuh perutnya dan meringis kesakitan.

“Sa..kit. Eun.hyuk-ah arrghhh.”

“Yong Soon-ah, kau baik-baik saja?.”

“Dia..mau..keluar..”

“Apa?!”

Pria itu panik dan wajahnya menjadi pucat pasi apalagi ketika melihat Yong Soon mengeluarkan cairan yang mengalir di kedua kakinya. Eunhyuk langsung memacu mobilnya sekencang mungkin. Yong Soon akan melahirkan.

 

**

 

Yong Soon sudah dibawa masuk ke dalam ruang untuk melahirkan tepat ketika pria tinggi sahabat Eunhyuk berlari menghampiri pria itu. Eunhyuk tengah duduk di depan ruang bersalin.

“Eunhyuk-ah, bagaimana Yong Soon?”tanya Changmin.Dalam kepanikan tadi, Eunhyuk segera menelepon ibunya dan Changmin namun pria inilah yang tiba lebih dahulu.

“Dia sudah ada di dalam, dia akan melahirkan.”

“Hah?!”

“Yang mana suaminya Nyonya Choi?”tanya dokter pada kedua pria yang berdiri di depan ruang bersalin.

“Saya.”

Kedunya menjawab bersamaan, membuat doketr itu terkejut. “Aku serius, yang mana diantara kalian suami Nyonya Choi?”tanya dokter yang bermata biru itu, nada suaranya begitu tegas, meminta keseriuasan kedua pria ini.

Eunhyuk dan Changmin saling berpandangan satu sama lain dan dalam bahasa korea Changmin berkata. “Eunhyuk-ah, kau takut darah, kau tidak akan bisa menemani Yong Soon. Biar aku saja yang menemaninya.”

Eunhyuk tampak berpikir, apa yang dikatakan Changmin benar. Dia takut darah dan melahirkan itu pasti mengeluarkan banyak darah. Tidka lucu jika dia pingsan di ruang bersalin karena melihat banyak darah.

“Baiklah, temani dia. Aku mempercayakannya padamu.”ujar Eunhyuk, Changmin mengangguk kemudian dia berkata pada dokter bahwa dia adalah suaminya.

Changmin ikut dokter itu ke dalam ruang bersalin, sementara diluar Eunhyuk terlihat begitu cemas. Dia terus saja berdoa agar Yong Soon dan bayinya bisa selamat. Dia kembali menghubungi ibunya untuk cepat data dan tidak lama setelah itu wanita paruh baya itu tiba.

“Siapa yang menemani Yong Soon?”tanya ibu Eunhyuk ketika sudah sampai di rumah sakit.

“Changmin.”jawab Eunhyuk.

“Apa?”ibu Eunhyuk tidak percaya jika Changmin yang menemani keponakannya.

“Kau kan tahu eomma, aku takut darah. Aku tidak akan bisa menemani Yong Soon.”bela Eunhyuk. Dia tahu pasti ibunya berharap dia yang menemani Yong Soo bukan orang asing seperti Changmin, yah meski Changmin tidak bisa dibilang orang asing bagi keluarga mereka tapi tetap saja seharusnya dari keluarganya yang menemani Yong Soon. Keduanya menunggu di luar dan bibir mereka tak hentinya berucap agar Yong Soon dan bayinya selamat.

Sementara itu di dalam ruang bersalin. Changmin mengenggam erat tangan Yong Soon yang kini tengah mengerang kesakitan. Sungguh pria itu tidak tega melihat wanita yang dicintainya kesakitan seperti ini. Dia hanya bisa memberikan kata-kata penyemangat bagi wanita ini.

“Yong Soon-ah, kau pasti bisa. Sedikit lagi,”semua kata-kata Changmin terdengar jelas oleh Yong Soon namun bukan Changmin yang dia lihat ada disampingnya tapi Kyuhyun.

Mata Yong Soon seakan menangkap sosok yang ada disampingnya adalah Kyuhyun bukan Changmin. Pria itulah yang kini mengenggam tangannya dan terkadang menciumnya, memberinya kekuatan. Ketika suara tangisan bayi sudah terdengar, lagi-lagi Yong Soon seperti melihat Kyuhyunlah yang tersenyum padanya. Selanjutnya wanita ini memejamkan matanya. Kelelahan setelah berjuang hidup dan mati demi bayinya.

 

 

**

 

Changmin keluar dari ruang bersalin dengan perasaan lega. Dia tersenyum pada kedua orang yang tengah menunggunya keluar sejak tadi.

“Selamat Eunhyuk-ah, kau sudah menjadi paman dan keponakanku laki-laki.”ujar Changmin sambil memeluk Eunhyuk. Ini pertama kalinya dia melihat orang melahirkan dan entah kenapa kelahiran bayi Yong Soon juga memberikan rasa bahagia padanya. Sedikit dia berpikir seperti seorang suami yang menemani istrinya melahirkan anak pertama mereka.

“Syukurlah, terima kasih Tuhan.”lirih ibu Eunhyuk.

Eomma, aku sudah menjadi paman.”Eunhyuk begitu bersemangat memeluk ibunya.

 

**

 

Bibi Yong Soon menemani wanita itu di kamar rawatnya. Dia masih tertidur ,mungkin karena terlalu setelah melahirkan tadi. Sementara itu kedua pria yang bersahabat itu tengah berdiri di depan ruang bayi, menatap seorang bayi laki-laki yang menggunakan selimut berwarna biru. Bayi laki-laki dengan kulit putih bersih yang kini tengah tertidur. Wajah kedua pria ini tampak sangat bahagia memandang bayi yang tengah tertidur tersebut.

“Changmin-ah, aku benar-benar berterima kasih padamu karena selama ini kau sudah menjaga Yong Soon.”ujar Eunhyuk.

Changmin hanya tersenyum sebagai jawabannya. Dia akan melakukan apa saja untuk melindungi wanita yang telah membuatnya jatuh cinta dengan cara yang sulit dipahami oleh orang-orang.

“Awalnya aku sungguh ragu denganmu saat kau mengatakan kalau kau menyukai Yong Soon. Itu sungguh tidak masuk akal tapi perlahan kau membuatku bisa percaya bahwa kau benar-benar menyukai Yong Soon. Kuharap mulai sekarang kau bisa menjaganya dengan baik.”

Lagi-lagi Changmin hanya tersenyum, ditatapnya kembali bayi laki-laki Yong Soon itu.

“Dia tidak mirip dengan Yong Soon. Apa dia mirip ayahnya?”tanya Changmin mengutarakan apa yang sedang dia pikirkan saat ini.

Bayi laki-laki Yong Soon itu begitu mirip dengan ayahnya. Bentuk wajahnya, alisnya, hidungnya bahkan bibirnya, begitu mirip dengan Kyuhyun. Mungkin wajah Kyuhyun ketika bayi seperti anaknya ini.

Eunhyuk menoleh pada Changmin.”Entahlah, aku tidak pernah bertemu pria brengsek itu.”jawab Eunhyuk.

“Kau begitu membenci pria itu?”

“Tentu saja, pria macam apa dia yang meninggalkan kekasihnya yang hamil olehnya begitu saja, kalau aku diberi kesempatan bertemu dengannya akan kubunuh dia.”geram Eunhyuk. Meski sudah hampir setahub berlalu tetap saja Eunhyuk tidak bisa melupakan kebenciannya pada Kyuhyun. Baginya pria itu sungguh adalah pria yang paling bajingan.

“Kau begitu membencinya, apakah Yong Soon juga membencinya?”tanya Changmin yang hanya berupa lirihan suara. Eunhyk dengan cepat menoleh.

“Apa maksdumu?”tanya Eunhyuk.

Changmin buru-buru tersenyum dan menggeleng. “Tidak apa-apa, aku mau membeli makanan dulu.”

Pria tinggi itu meninggalkan Eunhyuk yang masih berusaha mencerna apa maksud perkataan Changmin. Tiba-tiba saja Changmin berpikir mengenai hal tadi. Setelah melihat bayi Yong Soon yang sama sekali tidak mirip dengan wanita itu yang berarti mirip ayahnya, ada rasa aneh yang dirasakan Changmin di hatinya. Apa sebegitu besar cinta Yong Soon pada pria itu sehingga dia sulit melupakannya bahkan akan selalu teringat jika melihat wajah bayinya.

Changmin sendiri tidak pernah bertanya mengenai mantan kekasih Yong Soon itu sejak mereka mulai dekat. Changmin takut akan menyinggung perasaan Yong Soon. Dan mengenai perasaannya pada Yong Soon, pria ini juga tidak pernah membahasanya lagi dengan alasan yang sama. Namun akhir-akhir ini entah kenapa Changmin begitu ingin tahu bagaimana perasaan Yong Soon padanya. Wanita begitu berbeda sejak pertama kali mereka bertemu. Dia tidak canggung lagi dengan Changmin, mereka berbicara dengan akrab bahkan terkadang wanita itula yang meminta Changmin untuk mengantarkannya ke tempat-tempat yang ingin dia kunjungi. Yong Soon juga begitu perhatian pada Changmin dan ketika mereka pernah disangka pasangan suami istri,Yong Soon tampak tidak membantahnya walaupun juga tidak mengiyakan.

Tidak berapa lama Changmin sudah kembali membawa sekantung makanan. Dia langsung menuju kamar rawat Yong Soon. Di depannya duduklah seorang pria kurus yang merupakan sepupu Yong Soon.

“Kenapa kau di luar?”tanya Changmin pada Eunhyuk yang tengah duduk itu.

“Yong Soon sedang menyusui bayinya.”

“Oh,”

“Ya!kau tidak boleh masuk. Aku saja yang sepupunya tidak boleh masuk apalagi kau.”sergah Eunhyuk ketika Changmin hendak masuk ke kamar rawat Yong Soon. Pria itu hanya bisa nyengir.

Setelah itu ibu Eunhyuk keluar dari kamar Yong Soon dan membolehkan mereka masuk. Yong Soon tengah menggendog bayinya di tempat tidur. Senyum tidak pernah lepas dari wajah manisnya. Terkadnag diusapnya pipi chubby bayinya ataupun dahinya dan sesekali pula dia mengecup wajah bayinya. Eunhyuk terlihat begitu takjub, kini sepupu kecilnya sudah menjadi seorang ibu sementara Changmin juga menatap Yong Soon namun dengan pikiran yang berbeda. Andai yang sekarang sedang diciumi Yong Soon adalah bayinya, dia pasti akan sangat bahagia.

Changmin berinisiatif lebih dahulu mendekat pada Yong Soon.”Bagaimana keadaanmu?”tanya Changmin yang duduk di tepai tempat tidur wanita itu, matanya menatap bayi laki-laki yang matanya masih terpejam dan terkadang bibirnya bergerak-gerak.

“Baik, dia lucu ya,”ujar Yong Soon kemudian memberi kecupan di kening bayinya.

“Iya, dia juga bayi yang tampan. Ah, kau sudah memberinya nama?”tanya Changmin lagi.

Yong Soon mengangguk. “Choi Yong Hyun, kau bisa memanggilnya Danny juga.”

“Danny baby, ini uncle,”celoteh Eunhyuk yang berada di sisi lain Yong Soon, diusapnya kepala keponakannya itu.

“Pelan-pelan kau bisa membangunkannya.”seru Yong Soon yang merasa Eunhyuk terlalu kasar menyentuh kepala Yong Hyun.

“Baru beberapa jam kau jadi ibu,sudah cerewet saja.”gumam Eunhyuk yang langsung mendapat delikan tajam dari Yong Soon.

“Boleh aku menggendongnya?”tanya Changmin lagi.

Dengan senang hati Yong Soon memberikan bayinya ke gendongan Changmin. Ini pertama kalinya dia menggendong bayi yang baru lahir. Agak sedikit kaku awalnya, bahkan ibu Eunhyuk sampai tertawa dan membantu Changmin memperbaiki cara menggendongnya.

“Bagaimana kau bisa menjadi ayah jika menggendong bayi saja tidak bisa.”komentar ibu Eunhyuk.

Akhirnya Changmin bisa menggendong bayi itu. Dia tampak asyik menikmati wajah Yong Hyun yang tengah tertidur.

“Dia sudah asyik saja dengan bayimu.”celoteh Eunhyuk yang hanya ditanggapi senyuman oleh Yong Soon.

Di pandanginya terus sosok tinggi yang tengah menggendong anaknya. Lagi-lagi entah dari mana bayangan itu muncul lagi. Yong Soon seperti melihat Kyuhyun-lah yang sedang menggendong Yong Hyun, tertawa karena melihat wajah bayinya tertidur dan sesekali menciumnya.  Yong Soon segera menggelengkan kepalanya,menghilangkan bayangan yang menurutnya begitu bodoh. Bisa-bisanya dia membayangkan hal tersebut. Seharusnya dia melupakan Kyuhyun namun apa yang dia lakukan sekarang, dia semakin mengingat Kyuhyun belum lagi ditambah dengan kehadiran Yong Hyun yang wajahnya merupakan cetakan dari wajah Kyuhyun, begitu mirip. Apa ini merupakan kehendak Tuhan, agar dia selalu mengingat Kyuhyun dan suatu saat nanti dia harus memberitahu putranya itu bahwa dia memiliki seorang ayah. Yong Soon sudah berniat tidak mengatakan pada Yong Hyun kelak bahwa dia memiliki ayah namun dengan kondisi seperti ini rasanya tidak mungkin bisa.

 

 

 

 

Advertisements

30 thoughts on “FF: The Story of Us (5)

  1. Chukkae yong soon ah, waah sdh jd eomma, ak harap Mr.Cho cepat sadar, n balik lagi k yong soon ^^
    Semangat yong soon ah 🙂

  2. yongie udh jadi eomma, chukkae 😀 ,,
    ini si evil msh tggal di bumi ga si?, ga ad kabar’a sm sekali,
    awas aj klo muncul dan msh jadi masalah,
    gw bantuin yongie buat jitakin smpe botak,,
    btw ttp semangat ya yong..

    hei yongie, tulisan’a mkin asiikk, cerita’a jg makin seru, btw aku kangen sm kyusoon couple n_n

  3. selamat yongie akhir.a menjadi omma, walaupun tanpa kyu appa d samping mu, sebener.a kyunnie k mana chingu?

    udah lama deh rasa.a ga baca kyusoon couple, kapan publush chingu? ga sabar menanti.

    next chapter.a jgn lama2 yah chingu, ga dabar nib nungguin.a

  4. Huuuuuaaaa terharuuuu 😥

    Kyaaa eonnnn kmna Kyu??? Kmanaaaa???
    Ngebayangin wajahnya Yong Hyun .. Pasti cakep bgt .. Hhuhuhuhu …
    Ahhh eonnnn makin penasaraaaan !!!!!
    Daebak eonnieeee~

  5. Deminya ya allah…
    Kyu loe dimana?ava aja diabaikan sampe gak menetas2,anak istri jjuga diabaikan.,makanan aja yang lu pikirin -_-
    Ah,makin greget sama kyu nih !!
    Ditunggu next partnya ^_^

  6. unn,,om kyuhyun-nya kmn sich…???
    kok kagak nongol” batang idungnya…???
    dedeknya udh lahir tuch..kan kasian dedeknya T^T

    d.tnggu next partnya ya unn,,moga om kyuhyun-nya udh bangun dr hibernasinya..
    hwaiting (^_^)9

  7. greget sama kyu !!!! jahat bgt !!!!!!!!!!
    semoga cepet balik deh kyu terus sadar !
    sumpah baca ini menguras hati 😦 poor yong soon

  8. aaiiggoo pendekny >.< lagi seru2ny oohhhhhhh youngie~ kasian bgt dh kyuhyunny knp blom nongol2 jg ㅠ.ㅠ ayo2 next partny dtunggu XD

  9. Kyu mana? :(. Sakit banget ketika hamil sampai melahirkan tak ada pria yang dicintai… Ya ampun Kyu kemana sih? Aaaaaaaaa… Jadikan Changmin makin deket Yongie aaaaaaaa…

  10. Kyuhyun gilaaaaaa
    Dia gag kasih kabar apa2 sama yong soon .
    Sampai anak mereka lahir .
    Kyuhyun bener2 ikhlas kayaknya kalau yong soon beneran jadian sama changmin

  11. Wah yongsoon sudah melahirkan.
    Dan tetep yg menjadi pertanyaan sampai melahirkan pun tidak ada kabar tentang kyuhyun?
    Ya ampun apa yg sebenarnya terjadi? Apa kyuhyun mulai suka istrinya?
    Terus gimana perasaan yongsoon terhadap changmin?
    Geregetan lah

  12. ini kyu ya ke mana si ? Kesel tau gak kyu kamu ya kyk gk perduli. padahal waktu itu kan kamu janji ya prgi cuma satu bulan. terus ceraikan hyejin dan nikah sama yong soon . tp janji mu gk ada yg di tepati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s