FF: The Story of Us (4)

*Maaf, seharusna ini di share semalem but i’ve got fever, jadi baru sempat sekarang. terima kasih untuk semua commentnya dan yg ketinggalan part sebelumnya bisa buka di library. Gomawo ^^*

 

Part 4

 

Seorang wanita dengan coat coklat berjalan keluar dari terminal kedatangan sebuah bandara internasional yang terletak di bagian barat bumi. Wanita berparas cantik itu mengedarkan pandangannya ke kanan dan ke kiri mencari sosok yang dikenalnya dari banyaknya orang-orang berkulit putih pucat yang lewat. Sampai terlihatlah seorang pria dengan kaca mata hitam memiliki warna kulit yang serupa dengannya. Rambutnya berwarna hitam yang di potong tipis di bagian pinggir kepalanya. Pria itu langsung tersenyum begitu mendapati seseorang yang sejak tadi dia tunggung. Gummy smile nya tercetak jelas. Dia mendekati wanita itu.

“Yong Soon-ah,”

“Eunhyuk-ah,”

Kedunya langsung berpelukan dengan erat, bahkan pria yang di panggil Eunhyuk itu sedikit mengangakta tubuh wanita yang tidak lain adalah Yong Soon.

“Selamat datang di Berlin,”ujar Eunhyuk. Yong Soon mengangguk dan tersenyum.

“Terlahir kali aku melihatmu, kita masih sama-sama setinggi ini.”ujar Eunhyuk seraya menunjukkan  setengah lengannya. Mereka memang sudah lama sekali tida bertemu. Jarak yang terlalu jauh membuat mereka tidak bisa sering-sering bertemu.

“Bagaimana perjalannya, kau baik-baik saja? Calon keponakanku juga baik-baik saja kan?”tanya Eunhyuk begitu antusias. Yong Soon mengangguk mantap.

“Ayo segera ke rumah, eomma sudah menunggumu tidak sabar untuk bertemu denganmu.”

Eunhyuk merangkul tubuh Yong Soon dan mengambil koper yang dibawa wanita itu. Mereka pun berjalan keluar dari bandara menuju sebuah mobil hitam yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka berada saat ini.

Yong Soon akhirnya benar-benar pergi ke Jerman meski Je Ri sudah membujuknya ratusa kali untuk tetap di Seoul. Tekad Yong Soon sudah bulat dan akhirnya dia bisa sampai di sini, ibukota Jerman. Eunhyuk adalah sepupunya anak dari adik ibunya. Sejak kecil Eunhyuk sudah tinggal disini karena ayahnya adalah seorang pilot yang bekerja di perusahaan penerbangan di Jerman. Pria yang seusia Yong Soon ini masih menyelesaikan kuliahnya karena dia sempat berhenti, dua tahun yang lalu ayahnya meninggal hal itu membuat Eunhyuk harus menggantikan posisi ayahnya sebagai tulang punggung keluarga. Dia memutuskan untuk berhenti kuliah sementara dan mencari pekerjaan. Eunhyuk memiliki darah seni dari ibunya. Dia menyukai fotografi dan sudah dua tahun ini Eunhyuk menggeluti bidang itu sehingga dia bisa kembali kuliah sekarang.

Eunhyuk melirik Yong Soon yang duduk di kursi penumpang lewat kaca spionnya. Dia sungguh terkejut ketika mendapatkan email dari Yong Soon beberapa waktu yang lalu. Wanita itu menceritakan semua yang terjadi padanya,  Eunhyuk tidak menyangka hal seperti ini menimpa sepupu yang disayanginya ini. Ketika Yong Soon memohon untuk tinggal bersama dia dan ibunya, Eunhyuk tidak bisa menolak. Apalagi Yong Soon tampak tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan.

“Tidurlah, perjalanan ke rumah masih cuku panjang.”ujar Eunhyuk.

Yong Soon menggeleng. “Aku tidak mengantuk, aku baik-baik saja Eunhyuk-ah.”jawab Yong Soon.

“Baiklah, kalau begitu nikmati pemandangan kota Berlin.”pria itu kembali tersenyum dan Yong Soon menatap keluar jendela disampingnya menikmati indahnya kota Berlin di musim semi ini.

Mobil hitam ini sudah melewati pusat kota dan sekarang sudah memasuki kawasan perumahan, di kiri dan kanan jalan hanya terlihat rumah-rumah dengan pekarangan yang luas. Khas negara di Eropa. Tidak lama kemudian mobil ini berhenti tepat di depan rumah berlantai dua dengan dinding yang di cat putih dan pagar berwarna hitam. Rumah yang sederhana namun terlihat sangat nyaman meski hanya dengan melihat dari luar.

Eunhyuk turun lebih dahulu lalu membukakan pintu untuk Yong Soon. “Selamat datang di rumahku.”ujar Eunhyuk.

Kemudian Eunhyuk mengeluarkan koper Yong Soon dan menggandeng tangan wanita itu untuk masuk ke rumah. Eunhyuk membuka pintu rumahnya.

Eomma,”panggil Eunhyuk pada ibunya.

Yong Soon mengamati setiap sudut rumah yang di dalamnya di dominasi wana coklat seperti memberikan sebuah kehangatan. Perabotan rumahnya juga tertata sangat rapi. Banyak sekali foto-foto hasil jepretan Eunhyuk yang di pajang disana. Ada pantai, gunung, padang rumput, binatang, suasana kota dan masih banyak lagi.

“Yong Soon-ah, benarkah ini kau. Ya Tuhan kau sudah besar sekali dan sangat cantik,”ujar ibu Eunhyuk terlihat takjub melihat keponakannya yang sudah menjadi seorang wanita yang cantik. Seingatnya wanita dihadapannya dulu hanyalah seorang gadis kecil.

“Aku saja hampir tidak mengenalinya tadi di bandara.”sahut Eunhyuk.

Ibu Eunhyuk segera memeluk keponakannya ini dengan erat. “Bagaimana perjalananmu?”tanyanya.

“Baik imo,”Yong Soon tersenyum meyakinkan.

“Bagiamana kandunganmu? Tidak apa-apa kan?”tanyanya lagi.

“Iya, tidak apa-apa, maafkan aku karena sudah merepotkan imo dengan datang ke sini.”lirih Yong Soon.

Di genggamnya tangan Yong Soon dengan erat. “Aku tidak merasa direpotkan sayang,aku kan sudah pernah bilang padamu. Kau bisa datang kapan saja kesini jika kau membutuhkanku, hm.”Yong Soon mengangguk dengan penuh sayang ibu Eunhyuk membelai pipi Yong Soon perlahan.

“Baiklah, ayo kutunjukan kamarmu,”ujar Eunhyuk seraya mengangkat koper Yong Soon dan berjalan lebih dahulu masuk ke dalam.

Yong Soon mengikutinya berjalan di belakang.

“Eunhyuk-ah tadi Changmin kesini. Kau ada janji dengannya?”tanya ibu Eunhyuk pada anaknya yang kini sedang menaiki tangga.

“Ah iya, aku lupa. Ponselku mati jadi tidak bisa menghubunginya.”

Eunhyuk membuka sebuah kamar dengan jendela yang langsung menghadap ke taman rumah ini. Kamar ini sepertinya memang sudah disiapkan untuknya. Lihat saja betapa rapi dan cantiknya kamar ini. Keluarga ini hanya memiliki anak laki-laki tidak mungkin ada kamar yang isinya begitu perempuan.

“Istirahatlah, kalau kau butuh apa-apa,panggil saja aku, ne.”Yong Soon mengangguk kemudian Eunhyuk keluar dari kamar dan membiarkan Yong Soon untuk istirahat.

Wanita itu duduk di tepai tempat tidur, dia menghela nafas perlahan. Dia sudah ada di Jerman da itu artinya, dia harus memulai hidupnya dari awal, melupakan semua yang pernah terjadi.

 

**

 

Malam itu Yong Soon tidak bisa tidur,dia duduk di pinggir jendela besar yang ada disana memandangi langit malam yang begitu indah, penuh dengan bintang. Malam ini begitu cerah. Yong Soon termenung, entah apa yang dipikirkannya namun saking asyiknya termenung dia tidak menyadari seseorang mengetuk pintu. Bahkan kini orang itu telah membuka pintu karena tidak mendapat jawaban dari pemilik kamar. Rasa khawatir yang membuatnya berani membuka pintu.

Pria dengan gummy smile itu melihat Yong Soon yang tengah termenung menatap ke jendela. Dengan perlahan dia berjalan masuk ke dalam dan mendekati sosok wanita yang merupakan sepupunya itu.

“Yong Soon-ah,”panggil Eunhyuk perlahan.

Akhirnya Yong Soon tersadar dari lamunannya, dia melihat Eunhyuk tengah berdiri disampingnya. Yong Soon tersenyum pada pria itu.

“Kau belum tidur?”tanya Eunhyuk kemudian bersandar di dinding di samping jendela lalu menatap Yong Soon.

“Belum, aku belum mengantuk.”jawab Yong Soon,matanya masih menatap langit.

“Kau pasti jet lag,”

“Mungkin,”mata coklat Yong Soon beralih pada Eunhyuk. “Ada apa?”tanya Yong Soon.

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja.”jawab Eunhyuk.

“Aku baik-baik saja Eunhyuk-ah. Aku tidak berniat untuk bunuh diri setelah apa yang terjadi padaku.”ucap Yong Soon.

Eunhyuk mendesah pelan. “Aku sungguh membenci pria brengsek itu. Kalau aku bisa pulang ke Seoul akan kucari pria itu dan menghabisinya.”ujar Eunhyuk berapi-api. Setelah mendengar cerita dari sepupunya itu. Eunhyuk sungguh marah pada pria yang telah melakukan hal itu pada Yong Soon. Sungguh rasanya Eunhyuk ingin membunuhnya.

Yong Soon adalah sepupu yang paling disayanginya, dia menganggap Yong Soon seperti adiknya meski pada kenyataannya Yong Soon lebih tua beberapa bulan darinya. Yong Soon menatap Eunhyuk dan tersenyum tipis, bersyukur bahwa masih ada orang-orang yang menyayanginya setelah apa yang terjadi padanya.

“Berjanjilah padaku kau tidak akan lagi mengingat pria brengsek itu. Kau kesini untuk melupakannya, areo.”ucap Eunhyuk mendekat pada Yong Soon dan menggenggam erat tangan Yong Soon.

Mata Eunhyuk menatap serius mata Yong Soon. Wanita itu mengangguk pelan.”Aku ada disini untuk melindungimu Yong Soon-ah.”

Eunhyuk menarik tubuh Yong Soon untuk berdiri. “Tidurlah, ini sudah sangat malam. Tidak baik untukmu dan calon keponakanku.”

Yong Soon naik ke tempat tidur lalu mnyelimuti tubuh Yong Soon dan mencium kening wanita itu.”Selamat malam Yong Soon-ah, selamat malam calon keponakanku.”ujar Eunhyuk sambil menyentuh perut Yong Soon.

Eunhyuk beranjak mematikan lampu kamar dan menutup pintu. Apa yang Eunhyuk katakan benar, Yong Soon kesini untuk melupakan semua kenangan buruknya bersama pria itu, meski masih ada yang tersisa, yaitu bayi yang sedang dikandungnya. Mungkin bayi ini akan selalu mengingatkannya pada Kyuhyun. Biarlah, hanya bayi ini kan, tidak ada yang lain.

 

 

**

 

Pagi itu Yong Soon bangun dengan perut yang begitu mual. Cukup lama dia di kamar mandi untuk muntah, meski sudah pasti tidak akan ada yang keluar. Yong Soon merasa benar-benar mual pagi itu dan menghabiskan setengah jam untuk muntah di kamar mandi. Begitu keluar kamar mandi, wajah Yong Soon sudah pucat dan keringat dingin membasahi tubuhnya.

Ibu Eunhyuk terlihat begitu cemas, dia memberikan Yong Soon teh hangat dan mendudukannya di sofa ruang tengah mereka. “Eunhyuk akan mengantarkanmu ke rumah sakit, ne.”ujar ibu Eunhyuk.

Yong Soon menggeleng. “Tidak perlu imo, aku baik-baik saja.”bantah Yong Soon.

“Kau habis melakukan perjalanan jauh pasti berpengaruh pada janinmu meski sedikit. Kau harus memeriksanya ke dokter.”saran bibi Yong Soon itu.

Akhirnya Yong Soon mengangguk lemah, tubuhnya memang tidak tahan dengan rasa mual yang begitu hebat ini.

“Eunhyuk-ah, cepatlah!”teriak bibi Yong Soon pada putranya yang sejak tadi sudah disuruhnya untuk membawa Yong Soon ke rumah sakit tapi dia masih saja di dalam kamar.

“Iya eomma.”Eunhyuk keluar kamar dengan terburu-buru sambil memakai sweaternya.

“Kalau aku bisa membawa mobil sudah dari tadi aku membawa Yong Soon.”

“Maaf, aku sedang mandi eomma.”bela Eunhyuk.

Eunhyuk mendekat pada Yong Soon. “Kau bisa berjalan?”tanya Eunhyuk, Yong Soon mengangguk.

Eunhyuk membantunya berdiri dan merangkulnya untuk berjalan ke luar rumah. Dibukanya pintu mobil untuk Yong Soon dan dia pun segera membawa Yong Soon ke rumah sakit.

“Anda suaminya?”tanya dokter itu dengan bahasa Jerman pada Eunhyuk. Pria itu langsung mengangguk,meski Yong Soon yang duduk disampingnya mendelik tidka terima.

“Jagalah istri anda baik-baik, jangan biarkan dia banyak pikiran.”pesan dokter itu. Eunhyuk kembali mengangguk dan setelahnya kedua orang ini keluar ruangan dokter kandungan di sebuah rumah sakit yang tidak jauh dari rumah Eunhyuk.

“Kenapa kau mengaku sebagai suamiku?”tanya Yong Soon dengan nada sedikit tidak terima Eunhyuk menyatakan diri sebagai suaminya. Namun Eunhyuk merasa ada nada bercanda dari ucapan Yong Soon.

“Aku juga sebenarnya tidak mau menjadi suami gadis kecil yang cengeng dan jelek,”ledek Eunhyuk.

“Jelek? Kemarin kau bilang aku cantik.”sahut Yong Soon.

“Kapan aku bilang kau cantik.”

“Ya!menyebalkan!”Yong Soon memukul pundak Eunhyuk ketika mereka sudah di luar rumah sakit.

“Aish, sepertinya anakmu itu laki-laki. Lihat saja pukulanmu begitu sakit.”Eunhyuk mengusap pundaknya yang sedikit sakit karena dipukul oleh lengan Yong Soon, wanita itu hanya mengerucutkan bibirnya.

Kedunya sudah dalam perjalanan pulang ketika Yong Soon melihat pedagang waffle di pinggir jalan dan rasa-rasanya dia ingin memakan makanan itu. Dia pun meminta Eunhyuk untuk berhenti.

“Eunhyuk-ah, bisa kita berhenti sebentar. Aku ingin waffle.”ujar Yong Soon. Eunhyuk menepikan mobilnya.

“Kau ingin waffle?”tanya Eunhyuk. Yong Soon mengangguk seperti anak kecil.

“Aku yang belikan saja ya, kau tunggu disini.”lanjut Eunhyuk dan Yong Soon kembali mengangguk.

Eunhyuk segera menghampiri pedangan waffle itu dan membeli dua buah waffle untuk mereka berdua. Tidak lama Eunhyuk sudah kembali. Dia menyerahkan bungkusan kertas pada Yong Soon, wanita itu tersenyum senang seperti anak kecil yang mendapatkan mainana. Hal itu membua Eunhyuk mengulum senyum. Apa wanita hamil seperti ini ya, gumam Eunhyuk dalam hati. Dia memperhatikan Yong Soon yang sedang memakan waffle persis seperti anak kecil. Yong Soon sendiri tidak tahu kenapa dia menjadi seperti ini, tiba-tiba saja dia ingin makanwaffle dan begitu dia mendapatkannya, rasanay begitu senang.

“Kau mau jalan-jalan dulu setelah ini? Yah, jika kau merasa sudah lebih sehat.”tawar Eunhyuk karena melihat Yong Soon sudah berbeda, dia lebih bersemangat. Tidak bisa dibayangkan pagi tadi wajah wanita ini sudah pucat seperti mayat sekarang sudah bersemu merah kembali. Apa jangan-jangan tadi pagi dia muntah-muntah karena ingin makan waffle, gumam Eunhyuk lagi.

“Kemana?”tanya Yong Soon begitu antusias dan bersemangat.

“Issh, kau masih saja makan seperti anak kecil. Ke taman, kau mau?”Eunhyuk membersihkan sisa waffle di sudut bibir Yong Soon.

“Aku mau,”jawab Yong Soon.

Eunhyuk tertawa pelan. Wanita hamil lucu juga, pikirnya. Dia pun kembali menjalankan mobilnya dan membawa sepupunya ini ke sebuah taman yang pada musim semi seperti ini banyak bunga-bunga yang bermekaran.

 

**

 

“Eunhyuk-ah,”panggil seorang pria dengan kaus abu-abu dan rambut hitam. Tubuhnya kurus dan sangat tinggi. Wajahnya begitu jenaka dengan senyum yang lebar.

Pria itu menghampiri Eunhyuk dan Yong Soon yang tengah duduk di bawah pohon maple yang kembali berwarna hijau.

“Changmin-ah,”sapa Eunhyuk ketika pria tinggi yang bernama Changmin itu ada di hadapannya. Eunhyuk berdiri dari duduknya “Apa yang sedang kau lakuka disini?”tanya Eunhyuk.

“Tidak ada, hanya berjalan-jalan saja. Kau?”tanyanya, matanya melirik seorang wanita yang tengah duduk mengamati beberapa burung yang berkumpul di tengah-tengah tampan. Terkadang bibirnya membentuk senyuman, entah karena apa.

Eunhyuk yang menyadari tatapan Changmin langsung menepuk bahu sahabatnya itu dan memberikan tatapan tajam. “Aku tahu.”ujar Changmin.

Changmin tahu siapa wanita yang bersama Eunhyuk itu. Pria dengan gummy smile itu sudah bilang bahwa dia akan kedatangan sepupunya dari Seoul yang akan tinggal bersamanya. Changmin juga sudah tahu siapa nama wanita yang sudah sejak lama menarik perhatiannya. Mungkin terdengar sangat aneh jika mengetahui bahwa Changmin diam-diam menyukai sepupu Eunhyuk ini. Padahal mereka belum pernah bertemu sebelumnya dan bisa dibilang hari ini adalah pertemuan pertama mereka. Changmin sendiri bingung mengapa dia bisa menyukai wanita yang bahkan belum pernah dilihatnya ini, mungkin karena Eunhyuk yang sering sekali membicarakan wanita ini. Alasan yang tidak masuk akal memang, menyukai seseorang hanya karena sering mendengar cerita tentangnya dari orang lain. Tapi begitulah cinta terkadang kita tidak tahu mengapa cinta itu datang dengan cara-cara yang tidak terduga.

“Yong Soon-ah,”panggil Eunhyuk.

Yong Soon menoleh lalu berdiri dari duduknya, dia melirik sekilas pria tinggi disamping Eunhyuk.

“Kenalkan ini Changmin sahabatku.”lanjut Eunhyuk.

“Shim Changmin-imnida,”sapa Changmin seraya menjulurkan tangannya.

“Choi Yong Soon-imnida,”Yong Soon memperkenalkan dirinya dan menyambut uluran tangan Changmin. Pria itu tersenyum senang namun ketika melihat Changmin tersenyum, Yong Soon buru-buru menarik tangannya.

Eunhyuk memperhatikan sikap defensif Yong Soon. Dia tahu wanita itu pasti tidak terlalu suka berkenalan dengan orang asing. Setelah pengamalan buruknya dengan seorang pria wajarlah jika Yong Soon bersikap seperti ini. Eunhyuk sendiri tahu kalau Changmin menyukai Yong Soon dan secara terang-terangan tidak setuju jika Changmin menyukai Yong Soon, dia mengatakannya berkali-kali pada Changmin bahwa Yong Soon tidak akan mau menjalin hubungan dengan pria untuk saat ini.

 

**

 

Siang itu Yong Soon hanya sendirian di rumah Eunhyuk. Pria itu tengah pergi ke kampus sementara bibinya sedang pergi ke bank. Wanita yang kini memotong rambutnya menjadi sebahu itu berjalan ke dapur. Perutnya terasa lapar, semenjak hamil Yong Soon menjadi lebih sering makan padahal beberapa jam lalu dia baru saja makan. Dia membuka kulkas untuk mencari telur, dia ingin makan telur saat ini. Namun ternyata tidak ada telur dsiana. Akhirnya Yong Soon memutuskan untuk membelinya.

Selama empat bulan disini Yong Soon jarang sekali keluar rumah kecuali jika diajak oleh Eunhyuk atau bibinya tapi paling sering diajak oleh Eunhyuk. Alasan dia jarang keluar rumah sendiri adalah karena dia tidak mengenal kota ini selain itu sepertinya Yong Soon tidak ingin terlalu banyak berinteraksi dengan orang-orang disekitar. Bahkan Changmin, sahabat Eunhyuk yang pernah berkenalan dengannya saja tidak pernah berbicara dengan pria itu, padahal beberapa kali Changmin terlihat ingin mengajak Yong Soon bicara. Bisa dbilang Yong Soon begitu menghindari Changmin karena kondisinya saat ini. Dia tidak mau ada terlalu banyak tanya yang diajukan dengan kondisinya yang seperti ini.

Yong Soon membuka pintu rumah untuk kelura dan tepat saat itu pria dengan tinggi menjulang itu berdiri di depan pintu rumah. Dia sedikit terkejut melihat Yong Soon membuka pintu begitupun sebaliknya.

“Yong Soon-ah,”sapa Changmin.

“Eunhyuk sedang pergi ke kampus.”ujar Yong Soon dengan ekspresi datar dan cenderung terkesan dingin bagi Changmin.

Dia tidak mengerti kenapa wanita ini seakan menjaga jarak darinya meski dia selalu berusaha untuk dekat. “Oh begitu, baiklah. Kau mau kemana?”tanya Changmin membuka pembicaraan.

“Ke swalayan,aku ingin membeli sesuatu.”Yong Soon hendak melangkah melewati tubuh jangkung Changmin namun tiba-tiba pria itu menahan tangannya.

“Biar aku antar.”ucap Changmin.

“Tidak usah,aku bisa sendiri.”jawab Yong Soon melepaskan lengan Changmin dan kembali berjalan. Namun rupanya pria itu begitu gigih dan langsung mengejar langkah Yong Soon.

“Aku tidak akan macam-macam, aku hanya ingin mengantarmu.”

Akhirnya Yong Soon mau menerima tawaran Changmin karena tidak memiliki pilihan lain. Jika dia tetap menolak pasti pria ini akan terus meminta untuk mengantarnya. Yong Soon dapat melihat dari tatapan mata pria ini ketika bicara padanya bahwa dia tidak akan menyerah sebelum Yong Soon menerima tawarannya untuk mengantarnya pergi.

Keduanya hanya terdiam satu sama lain. Selagi Yong Soon tengah mengambil beberapa barang yang dia butuhkan, Changmin berjalan dibelakang mengikutinya. Sebenarnya bisa saja dia menunggu di mobil  tapi tentu saja Changmin tidak akan melewatkan kesempatan untuk bisa bersama dengan Yong Soon. Dia terus memperhatikan Yong Soon seraya berpikir, mengapa dia bisa menyukai wanita ini?

“Changmin-ssi, aku sudah selesai. Ada yang ingin kau beli?”tanya Yong Soon membuyarkan lamunan Changmin, ternyata wanita itu telah selesai membayar belanjaannya dan bersiap keluar toko.

Changmin menggeleng cepat lalu mengikuti Yong Soon yang telah berjalan keluar toko. Sepanjang jalan pulang kedunya juga hanya diam. Yong Soon sibuk memperhatika keluar jendela sementara Changmin masih menyambung lamunannya yang tadi. Dia tidak mengerti kenapa dia tiba-tiba bisa berkata bahwa dia menyukai wanita disampingnya ini.

Dia melirik Yong Soon dan memperhatikan perut Yong Soon yang sudah terlihat membesar itu. “Kenapa pria itu tega meninggalkanmu?”sebuah pertanyaan yang Changmin tidak sangka akan keluar dari mulutnya.

Yong Soon menoleh pada Changmin sesegera mungkin dan menatapnya tidak percaya. Ditatap seperti itu membuat Changmin menyadari kesalah yang sudah dia perbuat. Dia tidak sadar bertanya mengenai hal itu.

“M-maaf.”lirih Changmin.

Terdengar helaan nafas Yong Soon dan wanita itu kembali menatap jendela disampingnya. Seharusnya sudah dia duga bahwa Changmin mengetahui apa yang terjadi padanya, mengingat dia sahabat Eunhyuk. Tapi tetap saja, apa yang terjadi padanya bukan sesuatu yang patut untuk diceritakan pada orang lain.

Changmin memng sudah mengetahui semua yang terjadi pada Yong Soon dari Eunhyuk dan meski sudah tahu Changmin masih menyukai Yong Soon. Baginya Yong Soon sekarang malah semakin membuatnya berkeinginan untuk melindunginya. Dia sendiri bingung kenapa dia masih menyukai Yong Soon setelah mengetahui apa yang terjadi pada wanita disampingnya ini. Namun dengan apa yang dia katakan tadi, dia hanya berharap Yong Soon tidak akan membencinya karena sudah mengetahui suatu rahasia yang membawanya ke negara ini.

Yong Soon keluar begitu saja dari mobil tanpa bicara sedikit pun pada Changmin, ada rasa kesal yang menghampirinya. Bukan pada pria yang telah mengantarnya itu tapi pada Euhyuk. Dia masuk ke dalam rumah dan mendapari Eunhyuk baru saja pulang dan tengah menaruh kameranya di meja.

“Yong Soon-ah, kau darimana hah? Aku hampir saja keluar mencarimu karena tidak mendapatimu di dalam rumah.”Eunhyuk mendekat dan menyentuh pundak Yong Soon, wajahnya menyiratkan kekhawatiran namun Yong Soon menatapnya dengan tatapan tajam.

“Ada apa?”tanya Eunhyuk melihat ekspresi Yong Soon yang aneh.

“Apa yang kau katakan pada Changmin?”Yong Soon balik bertanya. Kening Eunhyuk berkerut tidak mengerti. “Eunhyuk-ah, aku pernah bilang kepadamu untuk tidak menceritakan apa yang terjadi padaku pada orang lain kan? Kenapa kau menceritakannya pada Changmin? Aku tahu mungkin kau sudah terbiasa mendengar kejadian sepertiku disini dan menurutmu itu hal yang biasa untuk diceritakan pada orang lain. Tapi tidakkah kau berpikir bagaimana perasaanku?”

Eunhyuk baru mengerti maksud perkataan Yong Soon. Mata Yong Soon berkaca-kaca.”Yong Soon-ah, aku sungguh tidak berniat untuk menceritakan masalahmu padanya tapi dia yang memintaku menceritakannya karena..”

“Karena apa?”

“Dia mencintaimu Yong Soon-ah.”

“Apa?”

 

Advertisements

22 thoughts on “FF: The Story of Us (4)

  1. bener nih, kaya.a memang bakal semakin complicated,apalagi dgn ada.a changmin, gimana sih kyu oppa? kasian kan yongie

    next part.a akan amat sangat aku tunggu loh chingu

  2. Eonnie eonnie eonnieeee ahhhh itu Kyu nya gmna sih??? Aku jdi kesel sendiri kaaaan …

    Haduuuuh kayaknya tumben niiih ada Changminnya .. Berasa rival bgt kan jdinya .. Kkekekeke ..

    Di tungguuuuuu yg nextnya yah eon … Jgn lama2 😀

  3. “Dia mencintaimu Yong Soon-ah…”
    “apa…????”

    nanggung bgt nich,,unn..
    buruan next part-nya..gidarilke eo…
    unni hwaiting.. (^_^)9

  4. Bagus banget… Akhirnya Yongie ke Jerman haaa… Rasakan Cho kyuhyun, semoga dia bener-bener frustasi nyari Yongie. Wow ada Enhyuk jadi inget yang Marry You hehe… Dan ada Changmin, aku pikir bakal donghae oppa hehehe… Tapi au au au takut banget, meskipun kesel sama Kyu tapi ga suka kalau nantinya sama Changmin. Pokoknya Yongie hanya untuk Kyu hohhoohho…. Aaaaaaaa Kyu mana?

  5. kyuhyun eoddi?? (╥﹏╥)
    Suamiku kenapa kamu jadi nappeun gini beb (ˇ▼ˇ)-c<ˇ_ˇ)
    semoga pas baca next part gk bikin nyesek kkk~
    ganbate (งˆ▽ˆ)ง

  6. nah lo kyu .
    Di jerman sudah ada mencintai yong soon .
    Kmu kalau gag cepet2 bertindak .
    Pasti yong soon nanti diambil sama changmin

  7. Nah sekarang udh ada cwo baru lg datanh ke kehidupan yongsoon.
    Ya ampub semakin kesini permasalahan semakin rumit ya.
    Dan tetep yg jd pertanyaan kenapa ceritanya selalu menceritakan kehidupan yongsoon? Mana kyuhyunnya? Aduh aku penasaran sama kyuhyunnya

  8. Changmin gigih juga ya ngincer yong soon. salut jga sama usahanya. malahan kyuhyun yang gk tau ke mana. padahal udh berapa bulan yong soon ke jerman.

  9. OMG, changmin beneran suka sama yongie?walaupun udh ketebak pasti changmin Ada rasa sama yongie,tp tetep aja keren bisa tetap suka walau kondisi yongie seperti itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s