FF: The Story of Us (2)

*Here is the second part semoga ceritanya gak semakin aneh. thx for comment anyway dan FF ini bakal di publish diusahakan setiap minggunya ^^*

 

Pagi itu seperti biasa Yong Soon sedang menyiapkan sarapan, namun kali ini dia begitu terburu-buru karena wanita terlambat bangun. Apalagi kalau bukan karena permintaan Kyuhyun yang mengajaknya bercinta hingga pagi. Dia sungguh-sungguh dengan perkataannya semalam. Biasanya Yong Soon menyiapkan sarapan dengan kondisi sudah mandi kini tidak, membangunkan Kyuhyun saja sudah membutuhkan waktu yang lama apalagi jika harus mandi. Bisa-bisa Kyuhyun tidak sarapan dan dia tidak akan membiarkan Kyuhyun tidak sarapan. Pria yang menurutnya mudah sekali sakit ini tidak boleh melewatkan sarapan.  Yong Soon memang sangat cerewet jika sudah menyangkut jam makan pria itu, masalahnya Kyuhyun terkadang sengaja melupakan waktu makan karena sibuk bekerja atau bermain game. Hal yang paling dibenci oleh Kyuhyun. Pria itu betah berjamp-jam di depan komputer hanya untuk bermain permainan yang menurut Yong Soon tidak pantas lagi dimainkan oleh Kyuhyun. Dia sudah menjadi pria. Namun Kyuhyun selalu beralasan hanya itulah satu-satunya hiburan baginya.

Kyuhyun tampak sudah rapi, Yong Soon kembali mendekatinya dan merapikan dasi Kyuhyun.

“Segera makan,”ujar Yong Soon.

Morning kiss,”perkataan Kyuhyun membuat Yong Soon menghentikan langkahnya dan berbalik. Dia tersenyum kecil kemudian kembali mendekat pada Kyuhyun dan dikecupnya sekilas bibir tebal Kyuhyun.

“Sudah, ayo makan.”Yong Soon menarik tangan Kyuhyun lalu ikut duduk disampingnya, membantu Kyuhyun mengisi mangkuk nasinya dengan lauk.

Keduanya makan bersama dengan sesekali berbicara mengenai hal yang ringan. Mulai hari dan kedepannya mereka tidak akan bisa seperti ini lagi. Kyuhyun harus kembali ke rumahnya dan mungkin hanya sesekali saja bisa bertemu dengan Yong Soon. Oleh sebab itu Yong Soon tidak ingin melewatkan sarapan terakhir bersama Kyuhyun.

Sama seperti kemarin Yong Soon juga mengantar Kyuhyun ke depan pintu.

“Aku pergi dulu istriku sayang.”ujar Kyuhyun.

“Kyu, berhenti berbicara seperti itu.”

Wae?sebentar lagi kau kan memang akan menjadi istirku. Kau harus terbiasa jika aku memanggilmu seperti itu.”bela Kyuhyun.

Yong Soon hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu mencium cepat pipi Kyuhyun.

“Hati-hati,”pesan Yong Soon. Kyuhyun mengangguk lalu berlalu dari hadapan Yong Soon.

Wanita berambut hitam itu kembali ke dalam dan membereskan piring-piring yang ada di meja, membawanya ke wastafel. Tiba-tiba ponsel putihnya berbunyi, dengan cepat dia mengangkat telepon tersebut.

Ne, aku sedang di apartemen. Datanglah.”senyuman terbentuk di wajah manis Yong Soon ketika sudah memutuskan sambungan telepon dan meletakkan ponselnya kembali ke konter dapur sementara dia melanjutkan kegiatannya yaitu mencuci piring.

 

**

 

Yong Soon sedang asyik membaca buku yang dibelikan Kyuhyun olehnya kemarin ketika bel apartemennya berbunyi. Dia bergegas menaruh buku itu ke meja dan beranjak untuk membukakan pintu.

Onnie,”suara cempreng langsung menyambutnya begitu pintu terbuka. Seorang wanita yang sedikit lebih pendek darinya tersenyum senang dan langsung memeluknya dengan erat. “Bogoshippo.”ujarnya manja.

Yong Soon membalas pelukannya. “Nado bogoshippo.”jawab Yong Soon. Wanita itu melepaskan pelukannya dan memperhatikan wajah wanita yang usianya beberapa tahun diatasnya.

Mereka berdua adalah adik dan kakak. Choi Yong Soon sebagai kakaknya dan Choi Je Ri sebagai adiknya. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu, Je Ri baru saja menyelesaikan kuliahnya di Busan dan baru kembali ke Seoul. Dia begitu merindukan kakaknya yang memang tidak tinggal lagi di rumah mereka semenjak telah membeli sebuah apartemen.

Wanita berambut ikal itu langsung masuk saja tanpa disuruh. “Ini apartemen onnie,”ujarnya seraya mengamati setiap sudut ruangan ini.

“Wah luasnya, aku bisa kan menginap disini?”tanyanya riang.

“Tentu saja Je Ri-ya, kau tidak perlu meminta ijin. Anggap saja ini milikmu juga.”ujar Yong Soon kemudian duduk di sofa.

Je Ri masih asyik melihat-lihat apartemen milik kakak perempuannya ini namun tiba-tiba dia tersadar akan sesuatu , sesuatu yang sejak tadi dia tenteng ditangannya.

“Ah, Onnie,aku membawakanmu masakan kesukaanmu, samgyetang.”Je Ri menunjukkan tas ditangannya seraya mendekat ke arah kakaknya.

“Wah gomawo, ayo makan bersama.”

Je Ri mengangguk cepat. “Aku membuatnya pagi-pagi sekali bahkan ayah pun belum bangun.”dia tertawa pelan. “Ah, dimana dapurnya?”tanya Je Ri. Yong Soon menunjuk belakangnya.

Je Ri segera beranjak. Yong Soon dan Je Ri memiliki sedikit perbedaan, jika Yong Soon pendiam maka berkebalikan dengan Je Ri, dia terlalu banyak bicara. Dia akan selalu berkomentar tentang apa saja yang dilihatnya. Pribadinya begitu ceria dan periang membuatnya mudah sekali disukai oleh orang lain. Dia lebih banyak menurunkan sifat ibu mereka dibanding Yong Soon.

Yong Soon dan Je Ri sangat jarang bertengkar mungkin karena keduanya memiliki kepribadian yang berbeda maka mereka punya dunia mereka masing-masing. Namun begitu kedunya saling menyanyangi. Je Ri begitu perhatian pada kakak satu-satunya itu dan begitupun sebaliknya. Apalagi disaat mereka sudah tidak memiliki ibu lagi. Yong Soon bahkan rela tidak masuk kuliah selama semiggu, demi merawat Je Ri di Busan yang sedang sakit.

Onnie, Kyuhyun oppa, oddisseo?”tanya Je Ri ketika dia sudah kembali dari dapur membawa semangkuk besar samgyetang yang wanginya saja sudah membuat lapar terutama Yong Soon yang memang sangat menyukai makanan tersebut.

“Dia sudah pergi.”jawab Yong Soon. Dia tidak sabar untuk menyantap sup kesukaannya ini.

Je Ri hanya menganggukan kepalanya kemudian mengambilkannya untuk Yong Soon. Wanita berwajah mungil ini memang sudah mengetahui hubungan Yong Soon dengan Kyuhyun. Tidak banyak tanggapan dari Je Ri ketika mengetahui bagaimana hubungan kakaknya ini. Dia tidak bisa terlalu mencampurinya, kakaknya sudah dewasa dan bisa memutuskan mana yang terbaik untuknya. Dia hanya bisa berdoa agar kakaknya selalu mendapatkan kebahagian dihidupnya. Je Ri juga menjadi tempat Yong Soon untuk berkeluh kesal tentang hubungannya dengan Kyuhyun dan adiknya itu akan dengan senang hati mendengarkannya. Dia tahu ini bukan salah kakaknya, takdirlah yang membuatnya harus seperti ini.

“Bagaimana? Enak?”tanya Je Ri.

“Sama seperti buatan ibu.”ucap Yong Soon. Je Ri tersenyum senang mendapat pujian dari kakaknya. Je Ri memang sangat pintar memasak dibandingkan dengan Yong Soon. Sepertinya kemampuannya di dapat dari ibunya yang dulunya memang merupakan chef.

“Bagaimana hubunganmu dengan Ryeowook? Kapan kalian akan menikah, hm?”tanya Yong Soon setelah meminum air di gelasnya. Objek yang ditanya tersenyum malu-malu dan mukanya memerah.

Sudah dua tahun ini Je Ri menjalin hubungan dengan Ryeowook, seorang pria dari Busan yang bekerja di Seoul. Yong Soon juga sudah bertemu dengan Ryeowook, dia bisa melihat keseriusan pria yang memiliki wajah seperti anak kecil itu pada adiknya. Beberapa bulan yang lalu pria itu datang ke rumah dan melamar Je Ri. Yong Soon begitu bahagia adiknya telah menemukan seseorang yang bisa menjaganya.

“Dua bulan lagi eonni. Oleh sebab itu aku kemari hari ini, aku ingin memberitahumu.”ucap Je Ri.

Mata coklat Yong Soon membulat sempurna, dia tidak menyangka adiknya akan segera menikah bahkan dalam waktu dua bulan lagi.

Chukae.”seru Yong Soon dan langsung memeluk tubuh adiknya itu. Dia tidak menyangka adiknya sudah dewasa dan akan segera menikah.  Padahal dulunya dia begitu cengeng.

“Lalu bagaimana hubungan eonni dengan Kyuhyun oppa?”tanya Je Ri, tatapannya berubah sendu menatap wajah kakak yang begitu disayanginya ini.

Yong Soon hanya bisa menghela nafas. Setahun sudah dia menjalani hubungan seperti ini. Sejujurnya dia begitu iri ketika mendengar Je Ri bilang dia akan menikah, dia juga ingin merasakan kebahagian itu. Namun dia tahu, dia tidak mungkin merasakannya dalam waktu dekat. Meski Kyuhyun sudah berjanji akan segera menikahinya namun Yong Soon tidak yakin akan terjadi dalam waktu dekat, tidak semudah itu mereka bisa menikah. Hubungan mereka terlalu rumit.

Eonni-ya ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu.”ujar Je Ri, tangannya mengenggam kedua tangan Yong Soon. “Aku tahu kau begitu mencintai Kyuhyun oppa dan begitu sebaliknya tapi pernah eonni terpikir untuk melepaskan ini semua dan mendapatkan kebahagianmu sendiri. eonni terlalu banyak berkorban untuknya, aku tahu dia pun sama tapi disini eonni lah pihak yang paling tersakiti. Aku ingin melihatmu bahagia eonni. “

Yong Soon hanya terdiam, baru kali ini Je Ri berkata seperti ini padanya, selama ini dia tidak pernah mengatakan sesuatu seperti ini, menyuruhnya melepaskan Kyuhyun. Dia ingin tapi tidak bisa. Sekeras apapun dia berusaha, dia tidak bisa. Dia begitu mencintai pria itu.

“Selain memberitahukan pernikahanku, aku kesini karena ayah meminta eonni untuk pulang malam ini. Ayah ingin menjodohkanmu dengan seseorang.”

“Apa?! Aku tidak akan pergi.”

Eonni, maksud ayah baik. Dia ingin melihatmu bahagia. Selama ini ayah selalu menganggapmu tertutup pada pria-pria. Dia sebenarnya hanya ingin mengenalkanmu lebih dulu pada pria itu, mungkin eonni tertarik padanya. Aku sudah bertemu dengannya dan kurasa dia pria yang baik. Aku tidak mendukung usaha ayah menjodohkan eonni, hanya saja mungkin eonni bisa membuka diri pada pria lain. Kebahagiaanmu yang kumaksud.”

Setelah bercerita panjang lebar Je Ri terdiam, dia sebenarnya takut menyinggung perasaan kakaknya. Yong Soon pun juga terdiam, dia kembali menekuri mangkuk samgyetang nya, keningnya berkerut tanda dia sedang berpikir keras. Kata-kata Je Ri memang tidak sepenuhnya salah. Apa mungkin selama ini dia tidak bisa melepaskan Kyuhyun karena dirinya begitu tertutup pada pria lain. Ingatannya kembali pada Sungmin.

Tiba-tiba Yong Soon kembali merasakan perutnya bergejolak, dia menutup mulutnya lalu berlari ke wastafel dapur karena dia suda tidak tahan lagi. Je Ri mendengar suara kakaknya yang berusaha memuntahkan isi perutnya. Keningnya berkerut, tampak berpikir. Setahunya kakaknya tidak sedang sakit.

Maldo andwe,”lirih Je Ri menginterupsi pikiran anehnya saat ini.

Yong Soon membersihkan mulutnya, rasanya perutnya seperti diaduk-aduk tapi ketika dia ingin memuntahkannya tidak ada yang keluar. Dia terdiam beberapa saat di depan wastafel lalu tiba-tiba dia berjalan ke kamarnya, dengan terburu-buru dia mencari sesuatu di laci mejanya yang dibelinya kemarin. Matanya menangkap tanggalan di meja lampunya, wajahnya berubah seketika menjadi pucat pasi. Dia menggelengkan kepalanya perlahan dan kembali mencari benda itu ketika sudah dapat dia langsung masuk ke kamar mandi.

Tidak berapa lama Yong Soon kembali.

Eonni, gwenchanayo?”tanya Je Ri mendekati tubuh kakaknya dan menyentuh dahinya.

Yong Soon menahan tangan Je Ri. “Aku baik-baik saja Je Ri-ya.”jawab Yong Soon.

“Aku akan pulang nanti malam.”lanjut Yong Soon.

Je Ri menganggukan kepalanya. Yong Soon kembali terdiam, dia mengigiti bibir bawahnya.

 

**

 

Malam itu kediaman keluarga Choi menjadi lebih ramai dari biasanya, selain karena kedua putrinya datang juga ada kelurga lain yang datang. Sahabat Tuan Choi, keluarga Lee. Seperti yang sudah Je Ri ceritakan pada kakaknya. Kelurga Lee membawa seorang putranya yang bernama Lee Donghae, tubuhnya tinggi dengan wajah tampan dan tatapan mata yang menawan.

“Selamat malan Tuan Choi,”Pria bernama Donghae itu membungkuk memberi salam pada ayah dari kedua wanita disampingnya.

“Lee Donghae, begitu tampan. Sama seperti ayahnya.”ujar Tuan Choi melirik pria paruh baya disamping dan mereka tertawa bersama. “Ah, ini kedua putriku. Ini Choi Je Ri dan Choi Yong Soon. Dia yang kuceritakan kemarin.”ujar Tuan Choi merujuk pada Yong Soon yang kini tengah membungkuk memberi salam pada kedua orang tua Donghae.

Yong Soon memang cantik sama seperti ibunya, hal itu yang membuatnya dapat disukai hanya dengan sekali melihatnya. Bibir mungil sewarna plum, kulit putih bersih dan mata coklat bening membuat banyak pria mudah jatuh hati padanya. Meski tubuhnya tidak terlalu tinggi namun berbentuk di tempat-tempat yang seharusnya. Donghae sepertinya terpakau ketika melihat Yong Soon untuk pertama kali. Wanita tidak menggunakan make up yang tebal, natural dan mampu memancarkan kecantikannya.

Kini mereka tengah makan malam bersama. Obrolan-obrolan ringan terlontar dari kedua keluarga ini. Yong Soon dan Je Ri pun ikut berbicara sesekali. Terutama Yong Soon yang sering kali ditanyakan oleh keluarga Lee. Sementara Donghae beberapa kali tertangkap basah oleh Yong Soon tengah memperhatikannya dan keduanya akan melemparkan senyum satu sama lain.

Di tengah-tengah makan malam, tiba-tiba Yong Soon kembali merasa perutnya bergejolak. Dia segera meminta ijin ke belakang, diikuti pandangan curiga Je Ri. Mungkin dia salah sudah berpikiran seperti ini tapi apa lagi yang bisa menjelaskan apa yang terjadi pada kakaknya kalau bukan hal itu.

Makan malam itu berjalan dengan sempurna, Yong Soon meski tidak tertarik pada Donghae namun dia masih memberikan kesan yang baik pada pria itu. Ketika mereka sudah pulang, Yong Soon segera ke kamarnya tanpa memberi tanggapan mengenai Donghae pada ayahnya. Tubuhnya mendadak menjadi lemas.

Wanita bermata coklat itu sudah mengganti pakaiannya dengan piyama dan kini tengan membersihkan make up diwajahnya. Je Ri membuka pintu kamarnya perlahan.

Eonni, boleh aku masuk?”tanya Je Ri. Yong Soon menoleh dan mengangguk. Je Ri bisa melihat wajah kakaknya yang pucat.

Eonni, kau yakin baik-baik saja?”tanya Je Ri seraya duduk di atas tempat tidur Yong Soon.

Yong Soon memutar tubuhnya tersenyum dan mengangguk. Namun Je Ri tidak percaya sampai situ. Dia masih belum bisa menampik pikiran anehnya saat ini.

Eonni-ya, apa ada sesuatu yang kau sembuyinkan dariku, eoh? Ceritakanlah padaku. Kau hanya punya aku kan? Aku akan selalu percaya padamu.”ujar Je Ri mendekat ke arah kakaknya dan berjongkok dihadapan kakaknya itu.

Yong Soon menggigiti bibir bawahnya kebiasaannya ketika sedang gugup. Dia tahu hanya punya Je Ri tempatnya bicara, mengadukan semua yang dirasakannya. Je Ri masih menunggu Yong Soon bicara.

Eonni hamil?”pertanyaan Je Ri bagaikan petir di siang bolong, wajah Yong Soon menjadi berubah pucat pasi dan dia terus menggigiti bibirnya.

Eonni, katakan sesuatu, aku tidak tahu kenapa perasaanku mengatakan hal ini, kuharap eonni bisa menyangkalnya. Katakan eonni tidak hamil.”

Yong Soon memejamkan matanya dan menggeleng pelan. “Aku tidak tahu,”lirih Yong Soon.

Dia memang sudah mencoba mencari tahunya tadi siang dan hasilnya positif tapi dia masih belum yakin. Meski tanda-tanda yang lain sudah terlihat, dia belum datang bulan.

Eonni,besok kau harus memeriksnya ke dokter, aku akan menemanimu, kita harus tahu apa yang terjadi pada eonni.”

Yong Soon tidak bisa memikirkan bagaimana jika semuanya benar. Apa yang harus dia lakukan. Bagaimana dia mengatakannya pada Kyuhyun, memintanya bertanggung jawab, memintanya segera menikahinya. Pikiran-pikiran itu membuat Yong Soon pening. Dia hanya berharap semuanya tidak benar.

 

**

 

“Selamat nyonya Choi, anda sedang hamil 4 minggu. Untuk pemeriksaan selanjutnya datanglah bersama suamimu agar dia tahu perkembangan bayi kalian.”ujar dokter setelah melakukan pemeriksaan pada Yong Soon. Ekspresi yang Yong Soon tunjukkan sulit sekali diartikan.

Kedunya keluar dari rungan dokter dalam diam. Je Ri juga tidak mencoba membuka pembicaraan sedikitpun. Dia bingung, bagaimana bisa apa yang dia pikirkan menjadi kenyataan.

Je Ri melirik kakaknya yang duduk di kursi belakang mobil berwarna silver miliknya ini. Berkali-kali dia melakukan hal ini untuk mengecek keadaan kakaknya yang kini hanya terdiam memandang keluar jendela.

Eonni, kau mau aku menghubungi Kyuhyun oppa?”tanya Je Ri yang akhirnya membuka mulutnya.

Bagaimanapun juga Kyuhyun harus mengetahuinya karena ini adalah bayinya juga. Yong Soon menggeleng pelan. Dia tidak tahu bagaimana harus memberitahu Kyuhyun, bagaimana tanggapannya? Apa dia akan marah? Atau dia akan segera menceraikan Hye Jin dan menikahinya. Dia tidak bisa memikirkan kemungkinan apa-apa saat ini. Boleh dibilang Yong Soon masih kaget.

Je Ri mendesah pelan. Dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Yong Soon lah yang berhak memberitahu Kyuhyun bukan dirinya. Jika Yong Soon tidak mau untuk saat ini maka dia tidak bisa memaksanya.

Ketika sampi di kediaman keluarga Choi, Yong Soon berjalan terlebih dahulu masuk ke dalam dengan langkah gontai. Je Ri mengikutinya di belakang.

“Choi Yong Soon!!”nama Yong Soon dipanggil dengan setengah berteriak, seorang paruh baya berjalan ke arahnya. Mata Tuan Choi berkilat penuh kemarahan pada putri sulungnya ini.

“Apa yang sudah kau lakukan, hah?!”

Appa,”

“Jangan berkelit lagi, kau hamil kan! Siapa yang melakukannya!”

“Ayah,”Je Ri berdiri di hadapan kakaknya. Dia menatap takut ayahnya. Bagaimana bisa Tuan Choi tahu kondisi Yong Soon. Ah, seharusnya Je Ri lebih cerdik lagi, ayahnya pasti menyuruh seseorang mengikuti mereka.

Beberapa hari yang lalu Tuan Choi bertanya pada Je Ri mengenai sebuah berita yang dia dengan mengenai Yong Soon yang menjalin hubungan dengan pria beristri. Je Ri segera menyangkalnya saat itu namun ayahnya tidak mudah dibohongi.

“Choi Yong Soon, jawab aku!”teriak ayahnya.

Yong Soon terisak pelan, dia menggeleng. Dia tidak mungkin memberitahukannya siapa pria itu.

“Ayah, maafkan aku..”lirih Yong Soon, tetesan bening mengalir di wajah putihnya.

“Benar itu pria yang sudah beristri itu yang melakukannya , hah!”Tuan Choi menarik tubuh Yong Soon dari balik tubuh Je Ri.  Tangisan Yong Soon semakin kencang.

“Ayah,”Je Ri berusaha mencegah ayahnya untuk memukul kakaknya namun terlambat satu tamparan sudah mendara di pipi Yong Soon, membuat pipi itu memerah.

“Kenapa kau melakukan ini, Yong Soon-ah! Kau gadis baik-baik tapi..”Tuan Choi tidak sanggup mengucapkan kata-kata lagi.

“Maafkan aku ayah..”Yong Soon terduduk dihadapan ayahnya. Tetasa bening itu terus mengalir deras. Dia tahu ini semua salahnya. Dia siap menerima kemarahan ayahnya.

“Pergilah dari hadapanku. Aku tidak ingin memukulmu, aku akan merasa bersalah pada ibumu jika aku memukulmu.”

 

 

**

 

Yong Soon kembali ke apartemennya bersama dengan Je Ri, gadis itu tidak berhenti menangis hingga sampai di kamarnya. Dia langsung menekuk tubuhnya, menyembunyikan wajahnya di lutut. Je Ri merasa begitu iba, ingin rasanya saat ini dia memberitahu Kyuhyun mengenai hal ini karena pria itu harus bertanggung jawab setelah apa yang terjadi pada kakaknya namun dia juga takut hal ini akan menambah keruh masalah yang terjadi.

Je Ri membiarkan Yong Soon dikamarnya sendiri, sementara itu Yong Soon masih belum berhenti menangis. Kenapa dia harus mengalami hal seperti ini? Dia merutuki kebodohannya sendiri yang tidak memikirkan akibat dari apa yang telah dia lakukan.

Wanita itu mencari ponselnya lalu mengirimkan pesan singkat pada Kyuhyun, untuk segera menemuinya. Dia tidak tahu harus berbicara pada siapa saat ini, dia hanya tahu harus memberitahu Kyuhyun. Namun lama dia menunggu balasan tidak kunjung datang juga, akhirnya dia memutuskan untuk menelepon Kyuhyun. Namun ternyata nomor pria itu tidak aktif.

Ottohke?”

 

 

Advertisements

26 thoughts on “FF: The Story of Us (2)

  1. kyu kyu, kamu ilang kemana??
    itu yongie lagi hamil loh, kasiaann, cepetan tanggung jawab ihh, hhaha
    *kebawa emosii

  2. Ahhh semakin galau dan greget !!!

    Kyaaaa eon lanjutannyaaaa #frustasi
    Huuuft semangat eon ku tunggu lanjutannya …

    Daebak eonnieeee ~

  3. omona sesange~yong soon hamil…???
    udh bs nebak dr kmren,org kmren full adegan panas sm upil…
    kekekeke..

    kyu,where are you..??
    kesian noh,pacar lu lg bngung hamil anak lu..
    elu.nya mlah main ilang”.an sgla.. *tonyor upil*

    unnie,ntar yongsoon bkalan sm bang ikan,kan..??
    hohoho,,penasaran..
    d.tnggu next chapt ya….??!! (^_^)9

  4. Hadew,kasian amat se yong soon udah hamil ditinggal kyu pula…

    Kyu,kemanakah dirimu???
    Ditinggal yong soon baru tau rasa lo…kekeke

    happy ending buat yong soon y eonn…

  5. kyahh… kyuhyunnya kmn? omg..
    saengi disini kyunya dikitt.. hihi..
    bikin tambah penasaran kyuhyunnya kmn ituu..
    update terus yaa.. ^^
    Yonghyun akan hadir di duniaa.. yihiiuy..

  6. Huft, kasian yong soon ny, seperti ny ini akan semakin rumit,, ak harap semua ny berakhir bahagia #sokpuitis#
    Semangat thor,,

  7. OMONA… Hamil? Ayahnya marah? Dan aku spechless… Ottokhe? Mana Cho Kyuhyun? Kenapa dia jahat banget. Kenapa ga kabur trus nikah aja. Ahhh… Takut… Takut…

  8. Wah kyu!
    Sampe amil gitu! Gk pke pengaman emangnya?? #mulai sok tau. Plak
    kasian kekasihmu tau
    ah daebak
    lanjut ya

  9. kyuhyun kok gitu .
    Diwaktu yong soon lg sedih lg butuh kyu .
    Kyuhyun malah gag bisa dihubungi .

    Sebel banget sama kyu kalau kayak gitu

  10. Yongsoon hamil? Ya ampun gimna itu?
    Apa kyuhyun mau tanggung jawab atau yg akan tanggung jawab itu donghae?
    Sebenernya yongsoon juga salah knp dia gak ngelupain kyuhyun aja, udh jelas kyuhyun punya istri pasti bakal susah walaupun kyuhyun janji bakal nikahin dia.
    Jd serba salah ya

  11. Annyeong, saya reader baru,ijin baca ya,ini ff pertama yg aku baca di Wp ini, suka sama konflik ceritanya tp jujur Ada rasa takut utk baca krn takut sedih,dll tapi sayang kalau untuk dilewatkan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s