FF: KyuDay (KyuSoon Couple)

Yong Soon tengah membereskan buku-buku yang sempat dia baca kembali ke rak buku di belakang mejanya. Gadis itu terlihat terburu-buru dan sesekali melirik jam dinding di ruangan yang tidak bisa dibilang luas ini. Ketika semua bukunya telah kembali ke tempatnya,Yong Soon membuka jas laboratoriumnya dan menaruhnya begitu saja di mejanya lalu berjalan cepat keluar ruangan ini. Langkahnya begitu tergesa-gesa seakan akan dia sudah sangat terlambat. Tepat di depan lift ponsel putihnya berbunyi. Dia membuka pesan yang masuk seraya berjalan ke dalam lift.

 

Temani aku makan siang sekarang! Kutunggu di tempat biasa!

BaboKyu

 

Decakan kesal terdengar jelas dari bibir gadis itu. Dia selalu merasa terkadang Kyuhyun begitu pemaksa dan pemerintah,jika tidak dituruti keinginannya seperti ini,dijamin pria itu akan membentuk bibir bebek seharian plus gerutuan kakek-kake. Yong Soon mendesah pelan kemudian jarinya bergerak untuk mengetik pesan lain. Seharusnya dia ada janji dengan seseorang saat ini makanya dia sangat terburu buru namun karena sebuah pesan singkat dari pria yang lebih mirip bayi ini membuatnya harus membatalkan janji tersebut. Ketika dia tengah mengetik tiba2 lift berhenti dan pintunya terbuka.

“Oppa.”

“Yong Soon-ah,”

Joo Hyun lah berdiri tepat dihadapan gadis manis ini. “Kupikir kau sudah menunggu di bawah. Maaf aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan dulu tadi”

Yong Soon tersenyum namun jelas senyumnya bukan senyum yang menyiratkan penerimaan maaf. Malah sebaliknya senyum yang dia tunjukkan adalah senyum permintaan maaf.Janji itu adalah makan siang Dengan Joo Hyun.

Oppa,jeongmal mianhe. Aku tidak bisa makan siang dengan oppa. Kyuhyun mengajakku makan siang hari ini. Mianata.”Ditatapnya takut-takut Joo Hyun.

Sebenarnya Yong Soon merasa sangat tidak enak mengatakan ini apalagi dengan tadi Joo Hyun minta maaf karena sudah terlambat. Rasanya saat ini Yong Soon ingin mengomeli Kyuhyun. Bisa-bisanya pria itu mengajaknya makan siang dengan tiba-tiba.

“Oh,gwenchana kalau begitu.” Joo Hyun tersenyum tulus. Dia tidak bisa memaksa Yong Soon untuk makan siang bersamanya karena suaminyalah yang meminta makan siang bersama Yong Soon.

Jinjja?”Yong Soon masih belum yakin.

Ne,besok kita masih bisa makan siang bersama.Itu pun kalau kau tidak ada janji dengan Kyuhyun-ssi

“Ah,nde. Dia tidak bilang padaku ingin makan siang bersama tadi pagi dan tiba-tiba saja dia mengirimiku pesan. Menyebalkan sekali”keluh Yong Soon.

Joo Hyun tertawa. “Mungkin dia merindukanmu.”Joo Hyun keluar begitu saja dari lift ketika lift tersebut telah sampai ke lantai dasar.

Oppa.” Panggil Yong Soon.

“Cepatlah pergi. Kau bilang dia tidak suka menunggu,eoh.”seru Joo Hyun yang sudah berjalan semakin menjauh.

Yong Soon pun berjalan keluar gedung bertingkat itu masih dengan perasaan kesal. Jarak antara kantornya dengan tempat dia biasa makan dengan Kyuhyun ,tidak bisa dibilang dekat. Dia harus menaiki bus terlebih dahulu. Terkadang Kyuhyun tidak pernah memikirkan hal itu dan seenaknya saja memerintah. Tidak bisakah pria itu mencari tempat yang lebih dekat ke tempat kerjanya?

Bus yang dinaiki Yong Soon berhenti di sebuah halte di kawasan yang cukup ramai di tengah hari seperti ini. Langkah cepat gadis ini membawanya tepat di depan sebuah restoran yang menyediakan makanan tradisional. Kyuhyun dan Yong Soon sering mengunjungi tempat ini jika keduanya lapar ditengah malam dan tidak ada yang mau masak. Sebegitu seringnya mereka kesini bahkan Yong Soon sudah tahu Kyuhyun duduk dimana. Tepat di pojok restoran ini terlihatlah seoranh pria dengan topi hitam dan coat tebal duduk. Yong Soon segera menghampiri meja tersebut dan langsunh duduk dihadapan pria yang tidak lain adalah Kyuhyun.

“Ya!kenapa lama sekali?”tanya Kyuhyun.

“Kau tahu seberapa jauh tempat ini,hah.” Mata Yong Soon menyipit.

Keureu keureu. Ayo makan aku sudah kelaparan menunggumu.”Kyuhyun mengambil mangkuk nasinya. Sepertinya pria ini sudah lama menunggu. Yong Soon berpikir kenapa pria ini tidak makan lebih dulu dan malah menunggunya jika semua makanan sudah dihidangkan dihadapannya sebelum Yong Soon datang.

Yong Soon memperhatikan wajah suaminya dengan seksama. Dia merasa ada yang aneh dengan Kyuhyun. Wajahnya ditekuk dan tampak sedang menahan kesal.

“Ya!apa yang terjadi padamu? Kenapa wajahmu semakin terlihat seperti kakek-kakek yang sedang menggerutu?”tanya Yong Soon.

“Aku sedang kesal sekarang,hyungdeul meninggalkanku pergi makan siang. Oleh sebab itu aku memintamu menemaniku.”terang Kyuhyun dengan wajah penuh kekesalan kepada saudara-saudaranya itu.

“Bagaimana bisa? Kenapa oppadeul tidak mengajakmu makan siang?”tanya Yong Soon lagi dengan wajah penasaran. Merasa aneh dengan apa yang terjadi pada Kyuhyun.

“Aku tidur tadi”jawab Kyuhyun singkat.

“Ah,pantas mereka meninggalkanmu,sepertinya mereka sudah berada pada puncak kesabarannya meladeni sikapmu.”sahut Yong Soon.

“Tapi setidaknya tidak perlu dengan cara meninggalkan aku. Itu tidak adil”cerocos Kyuhyun.

Yong Soon mendesah pelan. Magnae tetap saja magnae. Yong Soon merasa ditinggal makan siang belum merupakan balasan yang setimpal setelah apa yang sering dia lakukan pada kakak-kakaknya itu.

“Kau tahu aku tidak suka dipermainkan. Nah,akan kubalas mereka setelah ini.”seringaian terbentuk di wajah Kyuhyun membuat Yong Soon lagi-lagi hanya bisa mendesah.

“Dasar iblis.”

“Kalau aku iblis berarti kau istrinya iblis.”

“Stop! Sudah habiskan makan siangmu.”

“Kau juga.”

“Aku rasa aku sudah tidak lapar lagi,perjalanan sampai kesini cukup membuatku kenyang.”

“Ya!mana bisa begitu. Kau harus makan Arasso!”

Yong Soon mengambil mangkuk nasinya lalu mulai mengambil lauk dihadapannya. Dia memperhatikan Kyuhyun yang hanya mengambil daging dan melewatkan sayuran. Yong Soon segara menyendok sayuran dan dengan cepat menaruhnya di mangkuk Kyuhyun.

“Kulihat jerawatmu mulai tumbuh kembali. Makanlah sayuran.”perintah Yong Soon.

Shireo!”Kyuhyun hendak kembali menaruh sayuran itu namun tangan Yong Soon menahannya.

“Aku tahu kau tidak.pernah makan sayuran jika makan siang karena tidak ada aku. Sepertinya ada baiknya mulai saat ini kita makan siang bersama agar kau mau makan sayur,”

Mwo,arasso,sekali ini saja. Kita tidak akan makan siang bersama terus.”

Yong Soon tersenyum senang melihat Kyuhyun yang kini mulai menghabiskan sayuran di mangkuknya dengan wajah terpaksa.

“Ah, Kyu, nanti malam kau pulang jam berapa?”tanya Yong Soon yang kini telah menyelesaikan makannya. Kyuhyun menaikkan kedua alisnya, tidak biasanya istrinya ini menanyakan kapan dia pulang.

Wae?”tanya Kyuhyun dan meminum air di gelasnya.

“Tidak, hanya bertanya saja. Nanti sore aku akan menemaniYeon Ji pergi jadi mungkin aku akan pulang malam, aku takut kau sudah pulang sedangkan aku belum memasak makan malam.”

“Sepertinya tengah malam,”jawab Kyuhyun.

Yong Soon mengangguk.”Baiklah, jangan lupa makan, ne?”pesan Yong Soon.

Kyuhyun terkekeh pelan. “Tumben sekali kau perhatian padaku.”ujarnya.

“Kapan aku tidak perhatian padamu, hah?”ujar Yong Soon dan memutar bola matanya.

“Apa kau selama ini selalu makan siang bersama pria itu?”tanya Kyuhyun tiba-tiba dengan topik yang berbeda. Yong Soon berdecak pelan. Selalu akhirnya akan seperti ini, pria yang dimaksud Kyuhyun adalah Joo Hyun dan setiap kali mereka sedang menghabiskan waktu berdua, nama pria itu selalu Kyuhyun tanyakan. Dia tampak seperti sedang mengawasi istrinya dari kemungkinan untuk berselingkuh.

“Kau mau jawaban bohong atau jujur?”

“Bohong.”

“Hanya kadang-kadang.”

“Jujur.”

“Setiap hari kami selalu makan siang bersama.”

“Ya!”wajah Kyuhyun kembali berubah kesal mendengar jawaban Yong Soon.

“Bisakah kau berhenti menanyakan, apa kau sering pulang bersamanya, makan bersamanya. Uh, Kyu, kau tahu itu sangat menyebalkan. Aku tidak pernah menyukainya sebagai seorang pria.”

“Lalu?”

Oppa Kyu, Oppa. Dia sama seperti Oppadeul “kali ini giliran Yong Soon yang dibuat kesal oleh Kyuhyun.

Pria itu tidak menanggapi lagi perkataan Yong Soon dan melanjutkannya. Gadis berambut panjang itu hanya memperhatikan Kyuhyun yang kembali makan dengan wajah kesal. Terkadang dia bingung bagaimana lagi caranya menjelaskan pada Kyuhyun tentang Joo Hyun. Berkali-kali dia selalu bilang kalau Joo Hyun bukanlah siapa-siapa, Kyuhyun tetap tidak mengerti juga dan selalu cemburu.

 

**

 

Yong Soon mengikuti langkah Yeon Ji yang berjalan disampingnya. Gadis termuda diantara mereka itu tampak sibuk mengedarkan pandangannya ke setiap toko-toko baju yang ada di pusat perbelanjaan ini. Dia meminta Yong Soon untuk menemaninya kemarin karena kedua gadis lain tidak mau pergi, hanya Yong Soon yang mau meski itu juga dengan pemaksaan. Yong Soon bukanlah tipe gadis yang menyukai kegiatan bernama belanja maka sebenarnya dia malas harus menemani Yeon Ji namun dia tidak punya pilihan. Yeon Ji terlalu pemaksa.

“Ah, yang itu lucu.”pekik Yeon Ji ketika melewati sebuah toko baju yang penuh warna. Gadis itu sudah lebih dahulu berjalan cepat masuk kesana. Sementara Yong Soon mengikutinya dengan langkah malas.

Yeon Ji telah mengambil sebuah gaun berwarna merah, warna kesukaannya. Dia mematut dirinya di depan cermin, sementara Yong Soon duduk memperhatikannya.

“Bagaimana?”tanya Yeon Ji. Yong Soon hanya mengangguk sebagai jawabannya.

“Akan aku coba dulu,”lanjut Yeon Ji dan masuk ke dalam kamar pas.

Di luar Yong Soon menunggu sambil memainkan ponselnya. Beberapa kali dia memeriksa kotak masuk, menunggu suatu pesan. Namun ketika tidak menemukan apapun dia mendesah pelan.

“Yong Soon-ah, otteyo?”tanya Yeon Ji ketika sudah keluar dari kamar pas dan berdiri di hadapan Yong Soon.

Kyeo, aku suka.”ujar Yong Soon. Gadis yang selalu ceria itu tersenyum senang mendengar tanggapan sahabatnya.

“Baiklah, sekarang tinggal cari gaun untukmu.”

“Apa? Ah, aku sedang tidak ingin membeli pakaian.”bantah Yong Soon.

“Eits tidak bisa, kalau pergi bersama Yeon Ji, kau juga harus membeli sesuatu, ayo kita cari.”

Yong Soon hanya bisa memutar bola matanya, lihat bagaimana pemaksanya Yeon Ji itu. Gadis mungil itu telah mengambil beberapa gaun yang menurutnya cocok untuk Yong Soon dan menyuruhnya untuk mencoba. Yeon Ji menilai setiap gaun yang dicoba Yong Soon, hingga akhirnya dia memutuskan sebuah gaun berwarna putih dengan lengan dan panjang beberapa senti di atas lutus. Menurutnya Yong Soon terlihat manis dengan gaun itu, mungkin karena warna putih selalu bisa membuat gadis keras kepala itu tampak manis dan terlihat seperti seorang gadis.

Tidak sampai disitu, Yeon Ji melanjutkan acara belanjanya di toko yang lain. Entah untuk membeli cardiga ataupun sepatu dan Yong Soon harus setia mengikuti kemanapun gadis periang itu pergi. Hingga akhirnya tangan Yeon Ji sudah penuh dengan tas belanja dia baru berhenti. Rasanya kaki Yong Soon benar-benar sakit, pantas Yesung tidak pernah mau menemani Yeon Ji belanja. Satu-satunya yang bisa tahan dengan hobi Yeon Ji hanyalah Rae Bin. Mereka begitu kompak jika sudah masalah belanja.

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dan kedua gadis ini baru keluar dari sebuah pusat perbelanjaan yang terkenal di Seoul. Keduanya berjalan menuju halte bus karena Yeon Ji tidak dijemput.

“Hah, aku lelah.”ujarnya dan menghempaskan tubuhnya ke kursi disana. Yong Soon pun mengikutinya.

Tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti tepat dihadapan mereka. Kaca mobil itu terbuka menampilkan sosok pria muda.

“Yong Soon-ah,”sapa pria itu.

“Joo Hyun oppa,”ujar Yong Soon dengan mimik wajah terkejut, tidak menyangka akan bertemu dengan Joo Hyun disni.

Yong Soon mendekat ke mobil Joo Hyun. “Apa yang oppa lakukan disini?”tanyanya.

“Aku habis membeli sesuatu tadi,kalian?”tanya Joo Hyun ketika melihat Yeon Ji mendekat ke mobil juga.

Kata mereka menunjukkan bahwa Yeon Ji ada disampingnya maka gadis itu menoleh pada Yeon Ji yang terlihat bingung.

“Yeon Ji-ya, ini Joo Hyun oppa.”ujar Yong Soon memperkenalkan pria yang memiliki lesung pipi ini.

“Ah, annyeonghaseyo oppa, Yeon Ji-imnida.”Yeon Ji memperkenalkan dirinya.

“Joo Hyun-imnida,”balas Joo Hyun.”Kalian sedang menunggu bus? Bagaimana kalau ku antar saja? Aku juga sedang jalan untuk pulang”tawar Joo Hyun.

“Ah, ti-,”

Jinjja oppa? Wah, oppa baik sekali.”

Yeon Ji memutus perkataan Yong Soon yang ingin menolak tawaran Joo Hyun.

“Masuklah,”Joo Hyun keluar dari mobilnya dan membukakan pintu penumpang, Yeon Ji langsung masuk begitu saja dengan tas belanjanya itu. Sementara Yong Soon hanya bisa mendesah pelan dan menurutinya.

Joo Hyun mengantar Yeon Ji lebih dahulu, gadis itu mengucapkan terima kasih ketika telah sampai di depan rumahnya. Setelah itu Joo Hyun mengantar Yong Soon.

Gomawo oppa, maaf kami merepotkanmu,”ucap Yong Soon.

Gwenchana, selamat malan.”Joo Hyun menutup kaca mobilnya,Yong Soon melambaikan tangannya dan menunggu mobil itu pergi.

Dia kembali mengambil ponselnya di saku coat-nya. Tidak ada pesan yang masuk. Apa dia belum pulang?gumam Yong Soon. Pesan dari Kyuhyunlah yang ditunggunya sejak tadi. Makan siang mereka tidak berakhir dengan percakapan yang menyenangkan. Dia takut Kyuhyun marah atau semacam itulah.

Ketika tiba di depan pintu apartemennya dan membukanya, dia melihat sepatu Kyuhyun. Yong Soon merasa lega ternyata Kyuhyun sudah pulang, meski masih terlalu cepat, bukankah tadi siang dia bilang akan pulang tengah malam tapi sekarang dia sudah ada di apartemen.

“Kyu,”sapa Yong Soon ketika melihat Kyuhyun melewati ruang tengah keluar dari kamar dengan mengeringkan rambutnya.

Kyuhyun menoleh dan tersenyum. “Kau sudah pulang”ujar Kyuhyun dan duduk di sofa, menyamankan tubuhnya disana. Terlihat sekali kalau pria tinggi ini begitu lelah setelah seharian bekerja.

“Kau sudah makan?”tanya Yong Soon menghampiri pria itu dan duduk disampingnya.

“Sudah, tadi di atas.”jawab Kyuhyun.

Yong Soon mengambil handuk di tangan Kyuhyun dan membantu mengeringkan rambut Kyuhyun. Pria itu tersenyum kecil.

“Mandilah, kau bau.”ledek Kyuhyun dan sukses membuat kepalanya menjadi Yong Soon dengan handuk ditangannya. “Ya!”pekik Kyuhyun.

Yong Soon beranjak dari sofa dan menjulurkan lidahnya dan berlalu ke kamarnya. Kyuhyun kembali menyandarkan tubuhnya ke sofa dan mulai memejamkan matanya. Namun belum satu menit matanya terpejam, bel apartemennya berbunyi. Kyuhyun mengerang pelan, merasa terganggu.

“Issh, siapa yang datang malam-malam seperti ini. Kalau itu hyungdeul, akan aku habisi mereka besok.”gerutu Kyuhyun yang dengan malasnya menggerakan kakiknya menuju pintu.

“Ada apa?”tanya Kyuhyun seraya membuka pintu apartemennya.

“Ah, Kyuhyun-ssi,”

Mata hitam Kyuhyun membulat sempurna ketika melihat siapa yang memencet bel apartemennya. Seorang pria yang sedikit lebih tinggi darinya, berambut hitam seperti Sungmin dan memiliki lesung pipi yang dia kenal sebagai pria yang selalu berusaha mendekati istrinya. Pria itu adalah Joo Hyun.

“Mau apa kau kesini?”tanya Kyuhyun yang tidak bisa menyembunyikan rasa tidak sukanya dengan kedatangan Joo Hyun dari nada suaranya.

“Tadi Yong Soon meninggalkan belanjaannya di mobilku. Aku berniat mengembalikannya,”pria itu menjulurkan tas belanja berwarna hitam pada Kyuhyun.

Ekspresi Kyuhyun berubah seketika, bukankah siang tadi Yong Soon bilang pergi dengan Yeon Ji, kenapa pria ini yang mengantarkan belanjaan Yong Soon. Tentu saja saat ini Kyuhyun sudah berpikiran yang tidak-tidak, jangan salahkan dia. Sifatnya yang begitu pencemburu akan membuatnya berpikir yang macam-macam.

Kyuhyun mengambil tas belanjaan itu. “Terima kasih,”ujar Kyuhyun ketus.

Joo Hyun tersenyum.”Nde, selamat malam.”Kyuhyun menutup pintu begitu saja.

Dia berjalan ke dalam dengan sedikit menghentakkan kakinya, wajahnya sudah berubah dari tadi yang kelelahan kini terlihat menahan amarah. Kyuhyun masuk ke dalam kamar tepat ketika Yong Soon baru saja keluar dari kamar mandi hendak mengambil baju ganti. Mata hitam Kyuhyun menatapnya tajam membuat Yong Soon terlihat bingung, belum lagi dengan tas belanja yang dipegang Kyuhyun.

“K-Kyu,”panggil Yong Soon ragu-ragu.

Kyuhyun berjalan mendekat dan melemparkan tas belanja itu ke atas tempat tidur.

“Kau berbohong padaku.”tuduh Kyuhyun.

“Berbohong apa?”

“Kau bilang akan pergi dengan Yeon Ji-kan, kenapa kau pergi dengan pria itu.”

“Apa?”tanya Yong Soon tidak mengerti. Rahang pria itu mengeras menahan kekesalannya. Dia tidak menyangka kalau Yong Soon akan berbohong padanya.

“Dia mengantarkan itu.”Kyuhyun menunjuk ke atas tempat tidur.”Kenapa kau harus membohongiku, hah?”tanya Kyuhyun dengan suara yang meninggi.

“Membohongi apa Kyu? Sungguh aku pergi bersama Yeon Ji tadi. Aku memang bertemu Joo Hyun oppa, dia hanya mengantar kami pulang. Itu pun tidak sengaja dan Yeon Ji yang menerima tawaran Joo Hyun oppa.”terang Yong Soon.

“Jangan berbohong lagi Yong Soon-ah. Katakan saja kalau kau memang pergi bersamanya.”

“Kyu, harus bagaimana lagi aku mengatakannya padamu. Aku benar-benar pergi dengan Yeon Ji. Aku tidak membohongimu. Kenapa akhir-akhir ini kau tidak lagi percaya padaku, selalu menuduhku berselingkuh. Aku tidak pernah berniat melakukannya. Aku tidak bisa mencintai orang lain, bagaimana mungkin aku berselingkuh. Kau selalu bilang untuk saling percaya tapi apa yang kau lakukan. Kau tidak lagi percaya padaku.”mata Yong Soon berkaca-kaca, dia tidak tahu lagi bagaimana harus menghadapi Kyuhyun yang akhir-akhir ini semakin tidak mempercayainya.

“Tidak bisakah kau percaya padaku sama seperti aku mempercayaimu. Aku tidak pernah bertanya siapa gadis yang kau temui hari ini,apa yang kau lakukan dengannya. Itu karena aku mempercayaimu, kau tidak mungkin mengkhianatiku, bisakah kau lakukan itu juga padaku. Aku sangat mencintaimu Kyu. Tidak ada pria lain yang sangat ku cintai tapi aku tidak tahu bagaimana harus menghadapimu lagi sekarang. Aku suka kau cemburu padaku, itu membuktikan kau sangat mencintaiku tapi jika cemburu selalu menjadi pemicu pertengkaran kita, bagaimana bisa hal itu menjadi bukti kau mencintaiku. Sudahlah Kyu, aku lelah dan tidak ingin bertengkat. Terserah kau mau percaya padaku atau tidak.” Yong Soon menngambil piyamanya dan masuk kembali ke dalam kamar mandi meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam di tempatnya. Dia mengacak-acak rambutnya dan keluar kamar, menutup pintu dengan kasar.

Sementara itu Yong Soon berdiri di depan cermin di kamar mandi lalu mendesah pelan.

“Selalu berakhir seperti ini,”lirih Yong Soon.

 

**

 

Sudah dua hari pasangan ini tidak saling bicara. Meski masih makan bersama pagi ataupun malam hari namun tidak ada perbincangan yang tercipta. Keduanya membisu. Begitu juga ketika kemarin member mengadakan makan bersama di dorm. Kedua orang ini tampak berjauhan. Mereka tahu kalau pasangan ini sedang bertengkar namun tidak ada yang berniat mendamaikan mereka karena mereka tidak mau ikut campur urusan pasangan ini. Dulu, saat masih ada Leeteuk, dialah yang sering mendamaikan kedua orang ini tapi sekarang tidak ada yang berani. Mereka mencoba dengan mencairkan suasana atau paling tidak berusaha mengajak mereka agar saling bicara namun usaha mereka gagal.

Yong Soon sedang berada di apartemen Rae Bin. Sejak tadi gadis itu hanya duduk menonton televisi tanpa sedikitpun berniat untuk bicara. Kedua gadis yang sejak tadi memperhatikan Yong Soon juga tidak berani mengusik ketenangan gadis yang sangat menyukai es krim ini. Yong Soon selalu seperti ini jika dia sedang ada masalah dengan Kyuhyun.

Gadis berambut ikal menyenggol lengan Rae Bin disampingnya, menyuruh Rae Bin untuk bicara sesuatu pada Yong Soon.

Dengan ragu Rae Bin bicara.”Yong Soon-ah, kau sudah menyiapkan hadiah untuk ulang tahun Kyuhyun besok.”

Yong Soon melirik Rae Bin sekilas dan menggumam.

“Apa yang kau belikan untuknya?”tanya Rae Bin lagi, senang mendengar Yong Soon mau sedikit bicara.

Bukannya menjawab gadis itu berdiri dari duduknya mengambil sesuatu di tas selempangnya lalu memberikannya pada Rae Bin. Gadis itu terkejut melihat hadiah yang akan di berikan Yong Soon, sebuah jam tangan. Tidak biasanya Yong Soon memberikan barang-barang seperti ini, biasanya hanya sebatas kaset game. Sebuah kejadian langka Yong Soon memberikan hal yang baru.

Eonni saja yang memberikannya, aku malas.”

“Hah, kenapa aku? Ini kan hadiah darimu.”

“Cih, aku malas melihat wajahnya, huh.”

Rae Bin dan Je Ri hanya bisa saling pandang. Selalu saja pasangan ini membuat pusing. Mana mungkin Rae Bin memberikan hadiah untuk Kyuhyun yang sebenarnya dari Yong Soon ini, bisa-bisa Eunhyuk marah padanya.

“Memberikannya hadiah akan memudahkanmu berbaikan dengannya.”ujar Rae Bin lagi.

“Berbaikan? Memangnya aku yang salah. Kenapa kalian selalu mengganggap aku yang salah.”suara Yong Soon sedikit meninggi. Diambilnya kotak jam tangan itu dari Rae Bin lalu dengan langkah menghentak, Yong Soon keluar dari apartemen dua gadis ini.

“Yong Soon-ah,”panggil Je Ri berusaha menahan gadis itu untuk pergi. Namun Rae Bin menahannya.

“Sudalah biarkan saja, mereka memang selalu begitu. Paling besok juga mereka sudah berbaikan lagi. Ah, kau mau ke music core hari ini?”tanya Rae Bin pada Je Ri yang masih memperhatikan kepergiaan Yong Soon dengan penuh pertanyaan dipikirannya. Hal apalagi yang membuat pasangan ini bertengkar.

“Ah, ne, aku akan kesana, eonni juga?”

 

 

**

 

Malam ini Yong Soon sama sekali tidak tidur, matanya tidak kunjung terpejam berbeda dengan pria disampingnya yang sudah masuk ke alam mimpi sejak tadi. Yong Soon membalikkan tubuhnya ke hadapan pria yang tengah tertidur itu. Selama mereka melancarkan aksi perang dingin, keduanya tidur dengan saling membelakangi. Gadis itu menatap punggung Kyuhyun. Besok adalah ulang tahun Kyuhyun dan hubungan mereka malah semakin memburuk. Yong Soon tampak berpikir,apa harus dia lagi yang memulai berbaikan seperti kata Rae Bin. Ah, tapi itu akan semakin menunjukkan dia yang salah. Padahal jelas-jelas dia tidak salah. Pria yang sednag tidur ini saja yang terlalu pencemburu.

Babo, Kyuhyun babo.”maki Yong Soon pada punggung Kyuhyun dan dia melakukan gerakan hendak memukul Kyuhyun namun tidak dilakukannya.

Karena tidak kunjung bisa tidur juga, Yong Soon pun turun dari tempat tidurnya dan berjalan perlahan keluar kamar. Tanpa dia sadari, Kyuhyun sebenarnya tidak tidur. Ada sedikit harapan bahwa Yong Soon akan mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Ini sudah pukul 1 malam berarti sudah masuk hari ulang tahunnya. Dia berharap Yong Soon akan mengucapkannya tengah malam,oleh sebab itu dia sengaja tidak tidur. Namun bukan ucapan selamat yang dia dengar tapi makian dari Yong Soon.

“Bodoh, siapa yang dia pikir bodoh. Gadis aneh.”gerutu Kyuhyun sambil telentang menatap langit-langit kamar mereka.

Pria berkulit pucat ini tampak berpikir keras bagaimana caranya agar hubungan mereka kembali seperti semula, tapi jika dia mengajak Yong Soon bicara duluan. Itu artinya dia yang salah. Tidak, Kyuhyun tidak akan melakukannya, dia tidak akan mengaku salah.

Pintu kamar mereka kembali terbuka, Kyuhyun segera berbalik sebelum Yong Soon menyadari bahwa suaminya itu tidak tidur. Yong Soon naik kembali ke tempat tidur, ditatapnya kembali punggung Kyuhyun.

“Semarahnya aku padamu. Aku tetap tidak bisa mengabaikanmu. Saengil chukae.”ujar Yong Soon begitu pelan namun masih sanggup terdengar hingga ke telinga Kyuhyun.

Yong Soon sudah berbalik memunggungi Kyuhyun kembali sementara pria bersuara indah ini tengah tersenyum meski dengan mata yang terpejam. Lagi-lagi dia menang.

**

 

“Kau berniat berbaikan dengan Kyuhyun, eoh?”goda Je Ri pada Yong Soon yang tengah menghias sebuah cake buatannya yang baru 30 menit yang lalu matang.

Je Ri memperhatikannya dari depan. “Diam kau, aku hanya terlalu baik untuk mengabaikan ulang tahunnya. Aku bukan iblis seperti dia.”ujar Yong Soon ketus, dia terus melumuri cake coklat itu dengan krim putih.

Je Ri tertawa pelan. Yong Soon tidak mungkin mau mengaku tapi lihat apa yang dilakukannya, bukankah itu menunjukan bahwa dia ingin berbaikan dengan Kyuhyun.

“Bagaimana rasanya ya?”Yong Soon bermonolog sendiri begitu selesai melumuri seluruh cake, dia mencolet krimnya sedikit dan mencobanya.

“Ya!kau jorok sekali, pake sendok.”

“Tidak apa-apa, ini hanya untuk Kyuhyun. Sudah bagus aku membuatkannya kue ulang tahun, apa yang dia harapkan lagi.”dengus Yong Soon.

“Kau akan menyerahkannya nanti?”tanya Je Ri.

“Tidak, aku akan menunggunya pulang di apartemen. Kalian pasti akan meledekku.”Je Ri kembali tertawa mendengar perkataan Yong Soon.

“Aku penasaran, kali ini apalagi yang membuat kalian bertengkar?”tanya Je Ri.

“Cemburu, selalu itu. Memangnya apa lagi. Kyuhyun adalah pria paling pencemburu yang pernah aku temui.”

“Joo Hyun?”

Yong Soon mengangguk.

“Dia mengantarku pulang ketika aku dan Yeon Ji sedang pergi belanja.”terang Yong Soon. Je Ri mengangguk-anggukan kepalanya.

“Kalau tahu dia sangat pencemburu aku tidak mau menikah dengannya.”celoteh Yong Soon sambil memasukkan cakenya ke kotak yang sudah dia sediakan. Lagi-lagi Je Ri tertawa, sungguh lucu melihat pasangan yang sering bertengkar karena masalah sepele ini. Namun sebenarnya terselip rasa iri di hati Je Ri, meski pasangan itu sering bertengkar, Je Ri bisa melihat betapa keduanya sangat mencintai satu sama lain. Hanya lewat tatapan keduanya juga tindakan mereka. Kemana Yong Soon pergi, Kyuhyun akan mengikuti. Seperti pusat tata surya dengan planet-planet yang mengikutinya, terikat dengan kuat.

Gomawo Je Ri-ya, aku pergi dulu.”pamit Yong Soon dan membawa kotak itu keluar apartemen Rae Bin.

Dia berjalan menuju halte terdekat untuk kembali ke apartemennya. Begitu di dalam bus, dia merogoh tas selempangnya dan mengambil kotak jam tangan yang akan dia berikan bersamaan dengan kue ulang tahun ini. Bibirnya membentuk senyuman. Meski dia begitu kesal pada Kyuhyun tetap saja dia tidak bisa mengabaikan pria itu.

 

**

 

Yong Soon sudah menaruh kue itu tepat di tengah meja makan, dia duduk dihadapannya. Melirik jam di dinding sekilas. Sebentar lagi pria itu pasti pulang. Dia akan memberikan kejutan padanya. Yong Soon menopangkan wajahnya dengan kedua tangannya menatap kue buatannya yang tampak sangat lucu. Yong Soon membubuhi tulisan diatasnya dan ada sebuah icon Kyuhyun ditengah-tengahnya.

1 jam

2 jam

3 jam

Sudah 3 jam Yong Soon menunggu dan pria itu belum juga pulang bahkan posisi Yong Soon sudah berubah. Tidak lagi menopang wajahnya melainkan sudah tertidur di atas meja makan. Menunggu membuatnya begitu mengantuk.

Pintu apartemen terbuka memunculkan sosok yang sejak tadi Yong Soon tunggu. Pria tinggi itu langsung memanggil Yong Soon karena merasa apartemennya begitu sepi. “Yong Soon-ah.”

Tidak ada yang menyahut, Kyuhyun berjalan lebih ke dalam lagi lalu ketika melewati dapur dia melihat istrinya tengah tertidur di depan meja makan. Kyuhyun menghampirinya. Matanya segera tertuju pada kue di hadapan Yong Soon. Bibirnya membentuk senyuman. Dia tidak menyangka Yong Soon menyiapkan ini semua. Kyuhyun sedikit merasa bersalah telah mengabaikan gadis ini tadi pagi, padahal jelas-jelas malam itu Yong Soon sudah mengajaknya berbaikan.

Kyuhyun mendekati tubuh Yong Soon berniat untuk menggendongnya ke kamar namun gadis itu lebih dulu terbangun.

“Eh, Kyuhyun-ah.”ujarnya dengan suara serak. Kyuhyun duduk disampingnya. Yong Soon mengucek kedua matanya. “Kau sudah pulang?”

“Iya, maaf aku tidak tahu kalau kau menyiapkan ini semua. Aku membuatmu menunggu.”sesal Kyuhyun.

Yong Soon menguap dan dengan segera Kyuhyun menutup mulut istrinya itu dengan tangannya. Yong Soon tertawa kecil. “Aku yang salah. Aku lupa memberitahukanmu agar kau pulang cepat. Ku pikir kau tidak akan pulang selama ini.”

“Aku pikir juga aku akan pulang cepat tapi hyungdeul mengajakku merayakan ulang tahunku dulu.”terang Kyuhyun. Yong Soon menganggukan kepalanya.

“Sudahlah pergi tidur sana. Kau sudah sangat mengantuk.”titah Kyuhyun.

“Tidak, aku belum merayakan ulang tahunmu.”

“Ck, kau sudah menguap berulang kali seperti ini, aku juag sudah mendengar ucapan ulang tahun darimu semalam.”

“Eh?”

“Sudah lupakan, sana ke kamar.”

Aniya, kau belum makan kue buatanku. Aku membuatnya dengan susah payah.”

Kyuhyun mendesah pelan. “Baiklah, setelah aku makan kue ini. Kau segera tidur, areo.”Yong Soon mengangguk dengan cepat.

Tiba-tiba dia berdiri dari duduknya. “Ada yag kurang.”ujarnya kemudian pergi ke arah lemari yang ada di dapur dan mengeluarkan sesuatu dari sana.

“Wine? Yongie-ya, kau tahu kalau tubuhmu tidak cocok dengan alkohol.”ujar Kyuhyun ketika melihat apa yang Yong Soon bawa ke meja. Satu botol wine miliknya dan dua gelasnya.

Yong Soon bukanlah seorang peminum, bahkan dia sama seperti Donghae. Tidak bisa minum yang beralkohol. Sedikit saja dia sudah pusing. Pernah sekali gadis ini mencobanya dan alhasil Kyuhyun yang dibuatnya pusing meladeni Yong Soon yang mabuk. Sejak saat itu Kyuhyun tidak mengijinkan Yong Soon untuk minum.

“Aku hanya ingin mencobanya, sedikit saja.”ucap Yong Soon.

“Sedikit tidak ada bedanya bagimu.”

“Ini kan untuk ulang tahunmu yang sebentar lagi akan berakhir.”mata Yong Soon melirik jam dinding yang hampir menunjukkan tengah malam.

Kyuhyun hanya bisa berdecak pelan. Ada yang aneh dengan Yong Soon hari ini. Tidak biasanya dia memaksa ingin merayakan ulang tahunnya. Kini gadis itu sudah menuangkan wine ke gelas yang pertama dan memberikannya pada Kyuhyun lalu menuangkan sedikit pada gelasnya.

“Selamat ulang tahun Kyu,”ucap Yong Soon dan mengajak Kyuhyun untuk bersulang, setelah gadis itu langsung meneguk habis wine di gelasnya. Kyuhyun mengamati reaksi dari Yong Soon, dia takut Yong Soon langsung pusing atau gejala lain yang menunjukkan betapa tidak kompatibel dirinya dengan alkohol.

“Mm, ternyata enak, Kyu.”Yong Soon kembali menuang wine itu ke gelasnya.

“Yong-“ucapan Kyuhyun terhenti ketika Kyuhyun melihat Yong Soon kembali menegak gelasnya.

Kyuhyun mengamati Yong Soon takut-takut. Bagaimana kalau istrinya itu langsung pingsann.

 

**

 

“Cho Kyuhyun, selamat ulang tahun.”racau Yong Soon yang kini ada di gendongan Kyuhyun. Dia mencium sekilas pipi Kyuhyun dan memeluk leher pria itu dengan manja.

Kyuhyun mendesah pelan. Sudah dia duga ujung-ujungnya Yong Soon akan mabuk. Sudah dia ingatkan kalau Yong Soon tidak bisa minum, gadis kerasa kepala ini tetap saja ingin minum. Beginilah jadinya, merepotkannya.

“Ah, Kyu kau tahu. Aku tidak berniat mendiamkanmu habisnya aku kesal padamu.”

Yong Soon masih terus berceloteh hingga sampai di kamar merek, perlahan Kyuhyun menurunkan tubuh Yong Soon ke tempat tidur.

“Kyu.”rengek Yong Soon ketika tubuhnya sudah diturunkan Kyuhyun. Tangannya masih melingkari leher Kyuhyun, mata Yong Soon setengah terpejam. Dengan perlahan Kyuhyun melepaskan lengan Yong Soon kemudian merebahkan tubuhnya. Dikecupnya kening Yong Soon dan menyelimutinya.

“Hah, selalu saja merepotkanku.”keluh Kyuhyun, kemudian dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Ketika dia keluar, dia terkejut melihat apa yang terjadi di kamarnya. Yong Soon sedang membuka bajunya satu persatu dan melemparkannya ke lantai kamar.

“Y-Yongie-ya, apa yang kau lakukan?”Kyuhyun berjalan mendekat dan mencegah Yong Soon melepaskan satu-satunya penutup bagian atasnya. Pria itu menelan ludahnya dengan berat melihat pemandangan dihadapannya, sedikit lagi terbuka. Kyuhyun buru-buru memakaikannya lagi.

“Panas, Kyu.”keluh Yong Soon dan memeluk tubuh Kyuhyun membuat pria itu hanya bisa terpaku, tidak bisa bergerak. Dia menengadahkan kepalanya tidak berani melihat ke bawah. Karena jika dia melakukannya maka Yong Soon akan menjadi santapannya malam ini meski dalam keadaan mabuk. Tidak mungkin kan dia melakukannya pada Yong Soon yang sedang mabuk.

Dengan tetap melihat ke atas, Kyuhyun perlahan melepaskan pelukan Yong Soon yang melingkari pinganggnya agar tidak kembali membangunkan Yong Soon namun tiba-tiba gadis itu menarik Kyuhyun untuk berbaring.

Yong Soon tepat berada diatas Kyuhyun saat ini. “Y-yongie-ya.”Kyuhyun menjadi gugup. Apalagi ketika dirasakannya bibir Yong Soon menyentuh bibirnya. Yong Soon melenguh pelan. Cepat-cepat Kyuhyun membalikkan posisi mereka lalu beranjak turun dari tempat tidur.

Dilirknya Yong Soon yang kini sudah tertidur memunggunginya. Kyuhyun bernafas lega, sedikit saja dia membiarkan Yong Soon tetap diatasnya, entah apa yang akan terjadi selanjutnya. Ini yang membuatnya tidak mau Yong Soon minum, dia akan mabuk dan seperti inilah jika dia mabuk. Seperti ini juga kejadian ketika Yong Soon pertama kali mabuk. Ini lebih baik daripada dulu, saat itu Kyuhyun dan Yong Soon sedang makan-makan bersama yang lain, ketika Yong Soon mabuk mereka masih ada disana dan ya mereka jadi tontonan gratis bagi orang-orang itu. Yong Soon memang tidak membuka bajunya tapi dia mencium Kyuhyun dihadapan semua orang. Beberapa hari setelahnya dia terus diledek oleh hyungdeulnya.

Kyuhyun meninggalkan kamar dan duduk di meja makan memandangi kue yang sudah Yong Soon buat. Diambilnya icon yg dibuat serupa dirinya.

“Kenapa disini aku terlihat jelek.”keluh Kyuhyun lalu menaruhnya di meja. Dia beranjak mengambil sendok lalu mulai mencoba kue buatan Yong Soon tersebut.

“Enak,”gumamnya.

Matanya menangkap sesuatu tepat disamping kue ini, sebuah kotak. Kyuhyun pikir ini pasti hadiah untuknya. Dia pun membuka kotak kecil berwarna coklat itu dan mengeluarkan isinya. Sebuah jam tangan. Kyuhyun mengulum senyum. Belum pernah Yong Soon memberikannya jam tangan di hari ulang tahunnya bahkan gadis itu memang tidak pernah memberikan barang-barang seperti ini padanya meski bukan di hari ulang tahunnya.

“Kyu,”panggil Yong Soon yang kini tengah berjalan sempoyongan. Kyuhyun kaget dan segera mendekatinya.

Gwenchana?”tanya Kyuhyun.

“Pusing,”Yong Soon menyentuh pelipisnya dan merengek. Kyuhyun hanya bisa mendesah pelan. Inilah akibatnya tidak mendengarkan perkataan suami,gumam Kyuhyun dalam hatinya.

Kyuhyun membantu Yong Soon untuk berjalan dan mendudukannyan di meja makan. Pria itu langsung mencari sesuatu di dalam kulkas yang bisa mengurangi pusing istrinya itu.

“Ini minumlah, untung pemberian Sungmin hyung masih ada.”ujar Kyuhyun seraya memberikan sebuah botol minuman pada Yong Soon dan duduk disampingnya.

“Sini,”Kyuhyun menepuk pundaknya menyuruh agar Kyuhyun bersandar di pundaknya, gadis itu menurut dan meletakkan kepalanya disana.

Tangan Kyuhyun mengenggam tangan istirnya itu. “Sudah kubilang kau tidak bisa minum, beginikan jadinya.”omel Kyuhyun.

“Aku kan hanya ingin tahu bagaimana rasanya kenapa kau bisa sangat menyukai wine.”jawab Yong Soon.

Kyuhyun mencubit hidung Yong Soon membuat gadis itu mengaduh pelan. Selalu membantah, gumam Kyuhyun.

“Jam berapa sekarang?”tanya Yong Soon.

“Satu,kenapa?”tanya Kyuhyun balik.

“Ah, aku belum menyanyikan lagu ulang tahun untukmu dan sekarang ulang tahunmu sudah lewat,huh.”

“Makanya jangan mabuk.”

“Ah, anggap saja kita mundur ke jam 11 dan hari ulang tahunmu belum lewat jadi aku akan menyanyikan lagu ulang tahun untukmu.”Kyuhyun hanya tertawa kecil mendengar ucapan Yong Soon dan dia membiarkan gadis itu menyanyikan lagu ulang tahun untuknya.

Ketika selesai Yong Soon bertepuk tangan sendiri. “Gomawo,”ucap Kyuhyun.

“Kau sudah mencoba kuenya, enak?”tanya Yong Soon.

“Iya enak.”

“Kau juga sudah melihat kadoku?”tanya Yong Soon lagi ketika memperhatikan jam tangan yang dia belikan untuk Kyuhyun sudah keluar dari kotaknya. Kyuhyun bergumam iya.

“Tidak biasanya kau memberikanku hadiah seperti ini,”

“Aku juga tidak tahu kenapa aku ingin memberikanmu jam tangan itu. Aku hanya melihatnya ketika sedang pergi dengan Yeon Ji dan kurasa lucu jika kau menggunakannya.”

“Lucu, hei seharusnya itu tampan atau keren.”

“Kau itu lucu Kyu seperti beruang.”

Mwo?! Kenapa kau selalu menyamakanku dengan binatang-binatang yang jelek.”

“Ish, beruang itu tidak jelek, beruang itu lucu.”

Kyuhyun mendengus kesal.

“Kau tahu ada bagian tubuhmu yang mirip beruang.”

“Apa?”tanya Kyuhyun.

“Pantantamu.”

“Ya!Cho Yong Soon, kau masih mabuk, eoh?”

Jinjja Kyu, enak untuk ditepuk-tepuk.”gadis itu tertawa setelahnya.

“Issh, kau memang masih mabuk. Ayo kita tidur.”ujar Kyuhyun hendak bangun dari duduknya namun Yong Soon menahan tangannya dan mengembalikan posisi mereka seperti tadi. Yong Soon bersandar di pundak Kyuhyun.

“Biarkan seperti ini dulu,”lirih Yong Soon.

Akhirnya Kyuhyun mengalah dan membiarkan Yong Soon tetap bersandar pada pundaknya. Setelahnya keduanya hanya terdiam, entah apa yang dipikirkan Yong Soon, Kyuhyun ingin bertanya namun dia tidak berani. Apa mungkin ada sesuatu terjadi pada Yong Soon? Pikir Kyuhyun,

“Maafkan aku sudah berkata seperti itu saat kita bertengkar. Aku tahu kau percaya padaku dan begitupun aku padamu. Mungkin saat itu aku hanya sedang kesal karena kau selalu saja cemburu melihatku dengan pria itu.”

Kyuhyun tersenyum kecil mendengar Yong Soon menyebut Joo Hyun dengan ‘pria itu’.”

“Aku tidak suka jika kau cemburu padaku, aku tidak pernah memiliki perasaan apapun pada setiap pria yang dekat denganku. Aku hanya menganggap mereka sebagi teman tidak lebih. Kau kan tahu aku hanya mencintaimu.”

“Ya aku tahu tapi entahlah setiap kali aku melihatmu dekat dengan pria lain, aku merasa sesak. Aku takut kau meninggalkanku.”

Yong Soon menegakkan tubuhnya dan menghadapkan tubuhnya pada Kyuhyun.”Aku takut saat melihatmu cemburu dan marah-marah. Kau menyeramkan, seperti beruang yang sedang marah.”

“Baiklah, aku tidak akan marah seperti tadi jika cemburu tapi tidak dengan jika kau dekat-dekat pria lain.”

“Ya! Itu sama saja. Isshh.”ujar Yong Soon dengan bibir yang dikerucutkan.

Arasso, aku tidak akan marah-marah seperti kemarin, hm.”

“Janji?”Yong Soon mengulurkan kelingkingnya.

“Janji.”dan Kyuhyun menyambutnya, keduanya tertawa pelan.

“Ayo tidur, besok kau harus bangun pagi-pagi bukan.”

Shireo,”

“Issh, ayo bangun.”

“Gendong,”pinta Yong Soon dengan manja. Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya.

Dia pun lalu mengangkat tubuh Yong Soon dan gadis itu melingkarkan tangannya ke leher Kyuhyun. Pria itu tersenyum kecil membuat Yong Soon merasa aneh. Kyuhyun melakukannya berulang kali bahkan setelah mereka sampai di dalam kamar.

“Kenapa kau tersenyum terus?”tanya Yong Soon penasaran ketika pria itu menurunkan tubuhnya ke tempat tidur.

Pria itu menujukkan senyum setengahnya.”Kau tahu apa yang kau lakukan padaku saat kau sedang mabuk?”tanya Kyuhyun.

Yong Soon terkejut, dia masih ingat terakhir kali apa yang dia lakukan pada Kyuhyun ketika sedang mabuk dan itu dihadapan banyak orang. “A..pa?”Yong Soon balik bertanya dengan gugup.

Tiba-tiba Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Yong Soon membuat gadis itu menelan ludahnya dengan berat, dia tidak berani menatap mata Kyuhyun dan sedikit menundukan wajahnya.

“Kau menciumku dan membuka bajumu dihadapanku,”bisik Kyuhyun tepat di telinga Yong Soon membuat wajah gadis itu merah padam karena malu.

Kyuhyun tertawa melihat wajah Yong Soon yang memerah karena malu, dia lalu menegakkan tubuhnya dan berbaring disamping Yong Soon. Sementara gadis itu masih terdiam, dia tidak ingat apa yang telah dilakukannya tadi. Apa itu sebabnya dia hanya memakai pakaian dalam tadi ketika bangun.

“Yongie-ya, kemari,”ujar Kyuhyun menyuruh istrinya untuk mendekat karena biasanya Yong Soon selalu tidur dalam dekapan Kyuhyun.

Namun kali ini Yong Soon malah langsung memunggunginya, sepertinya gadis ini benar-benar malu. Dia beberapa kali menepuk pipinya, mengingat kembali apa yang sudah dia lakukan tadi berharap kalau kata-kata Kyuhyun itu salah.

“Ya, kau tidak mau kupeluk, eoh. Baiklah untuk seterusnya kau tidak usah tidur di pelukanku.”ucap Kyuhyun pura-pura marah. Dia yakin Yong Soon tidak akan bisa jika tidak tidur dalam pelukannya.

Benar saja gadis itu sudah berbalik dan mendekatkan tubuhnya pada Kyuhyun. Pria itu tertawa pelan, melihat betapa mirip anak kecil istrinya ini.

“Kenapa kau malu, eoh? Kau membuka pakaianmu di depan suamimu sendiri. Lagipula aku sudah pernah melihat semuanya bahkan sudah ha-“

Kyuhyun berteriak kesakitan ketika lagi-lagi dengan seenaknya Yong Soon mencubit perut Kyuhyun.

“Ya, Yongie-ya, appoyo,”ringis Kyuhyun.”Yang kemarin saja belum hilang bekasnya.”lanjut Yong Soon.

Yong Soon pura-pura tidak mendengarnya dan mulai memejamkan matanya. Biarkan saja Kyuhyun kesakitan, sudah tahu Yong Soon paling tidak suka jika Kyuhyun membicarakan hal yang menurutnya memalukan seperti tadi.

“Hah, dasar gadisku. Aku sangat mencintaimu, Yongie-ya.”Kyuhyun mencium puncak kepala Yong Soon dan setelahnya ikut memejamkan matanya mengikuti Yong Soon yang telah lebih dahulu masuk ke alam mimpi.

Advertisements

18 thoughts on “FF: KyuDay (KyuSoon Couple)

  1. Kyu ga cape apa cemburu mulu ????
    Ciee jadi yongsoon org pertama yg ngucapin haha Saengil Chukahamnida !!!
    Omo.. Yongsoon astagaaa kamu agresive bgt yak hahahaha untung kyu tahan

  2. ckck kyu oppa cemburuan mulu, apa ga bosen yah, lama banget update.a eon aq nunggu2 lanjutan ff ini nih, mudah2an update.a cepet

  3. aaa kangen sama KYUSOON couple,,, n_n
    hepii bday kyu, semoga cemburuan sm yong soon’a ga berlebihan lagi yaa,,
    klo mau cemburu bsikap yg lucu” aj jgn marah” kasian si yong soon’a,
    😀

  4. Sweeeeett bgt eonniii huwaaa kenapa ga ada adegan ranjang eon ? /polos/ wkwkwkwk /plak
    di tunggu next storynya eonnnii :*

  5. Sweeeeett bgt eonniii huwaaa kenapa ga ada adegan ranjang eon ? /polos/ wkwkwkwk /plak
    di tunggu next storynya eonnnii :* :*

  6. Woaaaah jinjah pasangaaan ini bikin aku melting sendiri bacanya …

    Hhahaha ternyata Yong Soon gtuh yah klu mabuk … Enk bgt tuh si Kyu .. Ckckckc ..

    Hhahaha eon keren walopun singkat tp daebak !!

  7. >.<
    kapan punya anak ???????
    semoga secepetnya hehehehe..
    wah kyu dapet jackpot kok di tolak *smirk …
    ckckck …
    good ff !!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s