FF: You Are The Apple In My Eyes 12

 

“Di dimensi lain aku yakin kita sedang bersama”

 

Tahun terakhirku di bangku kuliah,tahun-tahun yang terasa sangat berat untukku dan akhirnya sebentar lagi akan berakhir. Tahun terakhir mengingatkanku juga bahwa sudah hampir tiga tahun aku tidak pernah berhubungan lagi dengan Yong Soon. Semenjak pertengkaran kami itu, aku tidak berani untuk menghubuginya, aku tahu dia sangat kesal padaku bahkan mungkin membenciku setelah apa yang aku lakukan padanya. Aku tidak berharap dia tidak marah, aku memang sangat bodoh saat itu. Harusnya aku tetap disana dan mendengarkannya bukan malah meninggalkannya seperti ini.

Kutatap buku biru yang tidak akan pernah aku buang itu. Buku yang membuat kami sempat dekat. Ketika aku merindukannya dan aku butuh semangat akan kubuka buku itu dan mereka kejadian yang kami lalui bersama lewat buku itu. Kubuka halaman terakhirnya, terselip fotoku dan dia ketika kami pergi ke pantai bertahun-tahun yang lalu.

Aku memang tidak pernah bertemu dengannya lagi tapi aku sempat mendengar kabarnya beberapa kali dari sahabatnya Yeon Ji yang ternyata satu kampus denganku. Kurasa Yong Soon tahu apa yang aku lakukan dikampus dari Yeon Ji. Gadis itu bilang Yong Soon menjalin hubungan dengan beberapa laki-laki selama ini namun tidak pernah ada yang bertahan lama dan baru-baru ini kudengar dia dekat dengan laki-laki yang pernah memberikannya hadiah itu, laki-laki yang kulihat bersamanya. Karenanya aku melakukan hal bodoh. Semua informasi itu aku dapat dari Yeon Ji, gadis itu dengan rajin memberitahuku bagaimana keadaan Yong Soon.

Sebuah kertas putih lain ada diatas buku itu, kubuka sedikit kertas yang sudah berulang kali aku baca seminggu terakhir ini. Sebuah kertas berisi tulisan-tulisan bertinta hitam dengan sebuah ruang kosong dibagian bawah untuk tanda tangan. Bibirku membentuk senyuman, pemikirannya yang terlalu jauh tentangku saat ini menjadi nyata. Sebuah surat kontrak dari label rekaman. Aku akan menjadi penyanyi. Terbersit untuk memberitahukannya hal ini, aku bisa membayangkan wajah terkejutnya ketika aku memberitahukan berita ini tapi aku terlalu takut untuk bertemu dengannya. Aku takut dia masih membenciku karena masalah itu.

Ponsel hitamku bergerak-gerak diatas buku coklat, kuambil dengan cepat. Membaca pesan yang masuk lalu menyelipkan surat itu ke dalam buku biru dan bergegas keluar kamar apartemen kecil yang aku beli beberapa bulan yang lalu.

Kepalaku bergerak-gerak mencari seseorang yang mengirimiku pesan bahwa dia sudah menungguku di tempat biasa, sebuah restoran kecil tidak jauh dari apartemenku. Tidak butuh waktu lama aku melihatnya duduk agak dipojok, dengan cepat aku menghampirinya.

“Maaf lama menunggu”kataku sambil duduk dihadapannya.

“Tidak apa-apa”gadis itu tersenyum.”Jadi bagaimana kau bisa kan?”tanyanya menatapku. Aku mengangguk.

Gomawo, acaranya akhir pekan ini oke”aku mengangguk lagi. Gadis berambut panjang ini meminum teh dihadapannya.

“Yeon Ji-ya”panggilku. Dia menatapku menunggu kata-kata selanjutnya yang akan aku ucapkan. Kudengar dia mendesah pelan.

“Kau tidak ingin bertemu dengannya?”dia kini balik bertanya. Aku menaikkan kedua alisku terkejut dengan kata-katanya. Aku tahu dia mengerti kemana arah pembicaraan ini, siapa lagi kalau bukan Yong Soon yang ingin aku bicarakan. Aku sudah berusaha untuk menghindari membicarakannya namun saat bertemu Yeon Ji aku selalu ingin tahu bagaimana keadaannya. Aku tahu dia sering bertemu dengan sahabat baiknya ini.

“Apa dia pernah bertanya tentangku?”aku bertanya, wajah Yeon Ji tampak ragu-ragu dan akhirnya dia menggeleng perlahan. Sudah kuduga, dia masih membenciku.

“Tidak. Kyu ku-“

“Sudahlah tidak seharusnya aku menanyakannya lagi padamu. Kurasa dia sudah bahagia saat ini, benar kan?”

Yeon Ji mengangguk pelan. Aku berdiri dari dudukku. “Ada yang harus aku lakukan lagi, aku pamit dulu. Aku akan datang akhir pekan ini”

“Ya, terima kasih Kyu”Yeon Ji ikut berdiri, aku mengangguk dan meninggalkan meja itu.

“Kyuhyun-ah”aku menoleh ketika Yeon Ji kembali memanggilku.

“Setelah ini aku akan bertemu dengan Yong Soon, kau ingin menitipkan salam padanya”aku terdiam sesaat, perasanku menjadi aneh. Ada rasa kerinduan yang mendalam. Ingin sekali aku bilang pada Yeon Ji ‘sampaikan pada gadis itu bahwa aku merindukannya’ namun aku berpikir kembali. Sebaiknya segera lupakan semuanya. Semakin kau berharap padanya semakin kau akan kecewa. Lebih baik seperti ini.

Kuhela nafas perlahan dan akhirnya menggeleng lemah sebelum kembali berjalan keluar restoran itu. Akhir Januari tiga tahun lalu aku membuatnya membenciku dan akhir Januari tahun ini akan aku lupakan semuanya.

 

**

Ne eomma, aku baik-baik saja”

Ne

Saranghae

Kutaruh ponsel berwarna hitam metalik milikku keatas meja sembarangan, kusandarkan tubuhku di sofa putih dan memejamkan mataku perlahan. Tubuhku benar-benar lelah dan rasanya aku ingin sekali libur seminggu ah tidak, tidak perlu seminggu cukup sehari saja, agar aku bisa tidur dengan benar. Sebulan ini jadwalku sungguh sangat padat, berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam satu waktu bahkan akhir minggu ini harus ke Jepang. Tidak menyangka menjadi penyanyi membuat hidupku tidak ada istirahatnya.

“Kyuhyun-ah, segera siap-siap. Sebentar lagi fansigning akan dimulai”aku bergumam pelan pada perintah manajer hyung.

Hari ini aku ada acara fansigning album baruku yang menambah padat jadwalku hari ini disebuah toko musik besar di Seoul. Ya sudah lebih dari enam bulan ini aku tinggal di Seoul, setelah sebelumnya aku lebih memilih untuk tetap tinggal tidak jauh dari rumahku namun sepertinya tidak bisa. Aku terlalu lelah untuk bolak-balik ke Seoul. Sebuah apartemen mewah di kawasan elit dan aku merasa kesepian disana, hanya sendirian. Keluargaku pun tidak bisa sering mengunjungiku apalagi aku mengunjungi mereka. Mungkin sudah hampri setahun aku tidak bertemu dengan mereka. Ibuku yang sering menghubungiku hampir setiap minggu menanyakan keadaan anaknya dan berharap ada waktu untuk bisa menemuinya.

Aku duduk dihadapan sebuah meja putih, banyak orang sudah berkumpul. Aku tersenyum pada mereka yang umumya gadis-gadis remaja yang meneriakkan namaku. Lazimnya fansigning, aku mulai melayani tanda tangan pada album atau poster yang mereka bawa ah terkadang ada juga buku pelajaran mereka. Mereka juga terkadang memberiku bunga atau hadiah seperti kaus kaki bergambar chibi-ku yang diberikan seorang gadis berambut ikal sebahu ketika aku membubuhkan tanda tanganku pad poster yang dia bawa.

“Terima kasih”kataku tersenyum pada gadis itu.

Saranghae Oppa”katanya kemudian berjalan lagi memberikan kesempatan pada yang lain dibelakangnya untuk kuberikan tanda tangannya. Aku hanya tersenyum dan kemudian melanjutkan sesi tanda tangan ini.

Tiba-tiba mataku menangkap seseorang yang tidak asing bagiku. Seorang gadis yang sudah berubah menjadi wanita dewasa. Dia bahkan semakin cantik. Rambutnya dibuatnya bergelombang dengan topi coklat bundar dikepalanya, dia duduk diujung. Entah aku salah lihat atau aku hanya berhalusinasi, dia tersenyum padaku. Senyum yang sudah aku rindukan beberapa tahun ini.

“Kyuhyun Oppa, disini”aku tersadar dari lamunanku dan menggelengkan kepalaku perlahan, aku pasti berhalusinasi tadi, tidak mungkin ada dia disini. Aku kembali melanjutkan pekerjaanku.

Aku kembali melirik arah dia duduk namun sudah tidak ada lagi. Ah sepertinya aku memang hanya berhalusinasi. Padahal sudah bertahun-tahun aku tidak melihatnya dan bahkan aku sudah memutuskan untuk benar-benar melupakannya. Kurasa berhasil karena dengan kesibukanku sekarang sedikit demi sedikit aku bisa melupakannya. Kenapa sekarang kembali teringat bahkan aku sampai berhalusinasi dia ada disini.

Sore hari fansigning baru selesai, aku mengikuti jalan manajer hyung ke lapangan parkit menuju mobil hitam yang akan kembali membawaku ke jadwal selanjutnya. Kusandarkan kepalaku di jok mobil mulai memejamkan mataku, tidur sebentar untuk mengembalikan tenagaku.

“Kyuhyun-ah, kita makan dulu ya sebelum ke stasiun TV”aku hanya bergumam pelan menanggapi perkataan manajerku itu. Aku terlalu lelah hanya untuk sekedar mengatakan iya.

Kalau kau jadi penyanyi, aku akan menjadi fansmu, membeli semua cd-mu, datang ke konsermu

Aku membuka mataku kembali, kenapa kata-katanya kembali terngiang dipikiranku. Apa ini gara-gara aku berhalusinasi melihatnya tadi. Cukup Cho Kyuhyun, kau hanya salah lihat tadi. Tidak mungkin dia. Kuambil ponselku di dalam tas disampingku membuka kontaknya. Tanganku berhenti pada nama kontaknya.

Choi Yong Soon

Lama kutatap nomornya, entah pikiran darimana aku ingin menghubunginya lagi. Setelah bertahun- tahun dan aku baru berani menghubunginya, laki-laki macam apa kau Cho Kyuhyun. Tidakkah dia akan semakin berpikir aku seorang pengecut. Tidak ada permintaan maaf telah membentaknya malam itu dan setelah bertahun-tahun dengan tenang kau menghubunginya. Apa yang harus aku lakukan?

“Kyuhyun-ah, kau mau makan apa?”tanya manajer hyung membuyarkan kembali pikiranku.

“Uh, terserah saja”jawabku singkat, kutatap jalanan malam kota Seoul disampingku. Jika aku diberi kesempatan untuk bertemu denganmu sekali lagi. Aku akan minta maaf padamu.

**

Kupandangi langit-langit kamarku yang gelap. Kamar ini hanya diterangi lampu meja disamping tempat tidurku ini. Sudah lebih dari satu jam aku tidak bisa tidur. Pikiranku masih saja berisi dia. Apakah sampai seperti ini efek berhalusinasi tentangnya?

Lagi-lagi kupandangi kontak namanya. Tidak apakah aku meneleponnya? Apakah dia masih menggunakan nomor ini? dan yang terpenting apakah dia masih mengenaliku?.Banyak pertanyaan berkecamuk di kepalaku, menimbang-nimbang untuk meneleponnya atau tidak. Ah aku hanya sekedar memastikan nomornya masih yang ini atau tidak, tidak apa-apakan seperti itu. Kalau ibi bukan nomornya lagi berarti aku memang tidak diijinkan bertemu dengannya lagi dan meminta maaf.

Akhirnya dengan segenap keberanian yang aku kumpulkan aku menyentuh tanda panggil. Kutunggu dan ternyata terdengar nada masuk. Apakah artinya dia masih memakai nomor ini. Bodoh Kyu, kau tidak lihat ini jam berapa? Kau meneleponnya dini hari! Aku merasa begitu bodoh saat ini kenapa aku tidak melihat jam dulu sebelum meneleponnya.

“Halo”aku tercengang mendengar suaranya, ini benar suaranya. Aku tidak akan pernah lupa dengan suaranya, sekeras apapun aku berusaha melupakannya aku tetap tidak akan bisa. Dia mengangkatnya, dia menyapaku. Sebuah perasaan hangat menjalari tubuhku.

“Halo, Yong Soon-ah”sapaku padanya dengan nada canggung tentu saja. Sekian lama tidak bicara dengannya membuatku kaku.

“Kyu, apa kabar?”dia terdengar biasa, tidak ada nada kecewa disuaranya atau nada membenciku. Aku menghela nafas lega.

“Baik, kau?”

“Aku juga sangat baik. Chukkae kau sudah sukses sekarang, benarkan apa kataku. Tapi kau sombong sekali tadi, aku kan tersenyum padamu kenapa kau tidak membalasnya. Ah mungkin kau takut pada fans-mu ya. Tidak apa-apa, kupikir kau lupa padaku ak-“

“Yong Soon-ah”aku menghentikan celotehan panjangnya. Dia terdiam dan kudengar dia bergumam. “Maafkan untuk waktu itu, aku benar-benar merasa bodoh telah melakukan hal itu. Seharusnya aku kembali padamu saat itu, memayungimu yang kehujanan, ak-“

“Semua sudah berlalu Kyuhyun-ah. Aku tidak marah padamu, aku tahu bagiamana keadaanmu waktu itu. Jangan pikirkan itu lagi. Aku sudah melupakannya dan aku sungguh bangga padamu Kyuhyun-ah”

Kami terdiam satu sama lain.

“Aku merindukanmu”

Kata-kata yang kembali kami ucapkan bersamaan, kali ini kami langsung tertawa begitu menyadarinya. Kembali kebetulan yang menggelikan. Rasanya sudah lama sejak kami mengucapkan kata ini bersamaan. Di awal-awal masa kuliah. Lama sekali.

“Kyu, kau tahu mungkin di dimensi lain saat ini kita sedang bersama dan aku sungguh iri pada mereka. Aku ingin kita bersama namun ada satu hal yang aku sadari, kurasa saat kita menjadi pasangan keromantisan kita akan hilang. Itulah yang aku takutkan dan itulah kenapa aku ingin kita tetap seperti ini”

Aku tersenyum mendengar kata-katanya. “Dan itukah yang kau tulis dikertas itu?”tanyaku.

“Ya, aku menulis ‘aku ingin bersamamu tapi aku takut kita akan kehilangan keromantisan kita ketika kita menjadi pasangan, aku ingin terus seperti ini tidak kehilangan keromantisan itu’”

 

**

“Kau terlambat”

“Maaf syutingnya telat dan akhirnya selesainya juga telat”ujarku memberi alasan kenapa aku datang terlambat pada seorang gadis dihdapanku ini. Hari ini rambut panjanngnya yang bergelombang itu di kepang dan itu menambah kadar kecantikannya.

“Kenapa kau menatapku terus?”tanyanya begitu menyadari aku terus saja memperhatikanya dari balik kacamata hitam yang aku kenakan.

Ini sudah yang kesekian kalinya kami bertemu. Aku dan Yong Soon sering pergi makan siang atau makan malam dengan frekuensi yang cukup sering sebulan ini. Aku merasa lega dan merasa hariku menjadi lebih cerah dari biasanya. Mungkin karena gadis ini.

Kulepaskan topi, kacamata dan syal abu-abu yang aku gunakan agar tidak ada yang mengenaliki namun di cafe kecil ini kurasa tidak ada yang akan terlalu memperhatikan siapa pengunjung yang duduk disampingmu. Lagipula Yong Soon selalu memesan meja dipojok belakang sehingga tidak mudah terlihat.

“Kau sudah memesan makanan?”tanyaku, padanya yang tengah mencoret-coret sesuatu dibukunya dengan pensil.

“Belum, kau saja yang pesan. Aku sama denganmu”katanya tanpa mengalihkan tatapannya dari buku bersampul kuning itu.

Dengan sengaja kuambil buku itu. “Kyu!”serunya dengan keras. Aku menaruh telunjukku dibibirku dan kulihat dia merasa bersalah telah menyebut namaku terlalu kencang. Salah sendiri, kau tidak bisa macam-macam denganku sekarang Choi Yong Soon.

“Apa ini?buku nilai?”tanyaku begitu sekilas membaca isi buku itu.

“Mmm, aku sudah mulai mengajar di sebuah sekolah menengah”jawabnya.

Aku membulatkan mataku sempurna, terkejut mendengarnya. Dia sudah jadi guru? “Jinjja?”tanyaku.

“Iya, baru tiga bulan ini”

“Wow, kurasa murid-muridmu akan sangat senang diajar oleh guru secantik dirimu”

“Jangan menggodaku Kyu, kembalikan bukunya”katanya sambil mengambil buku itu dari tanganku, semburat merah muncul dikedua pipinya dan jelas membuatnya semakin manis. Beruntung sekali murid-murid disana. Aku selalu berharap aku memiliki guru seperti dia dimasa-sama sekolahku. Ah aku kan benar-benar memliki guru seperti dia karena dia sendiri yang menjadi guruku bahkan dia adalah guru privatku. Aku lebih beruntung dari murid-muridnya sekarang.

Dia memasukkan buku itu ke dalam tas yang dia letakkan disampingnya.

“Oh ya aku lupa sesuatu”katanya kemudian kembali mengambil sesuatu dari tasnya. Dia menaruhnya dihadapanku. Albumku.”Ada seorang muridku yang sangat mengidolakanmu dan dia ingin minta tanda tanganmu disini”diamenujuk CD-ku ini. aku mengulum senyum. Kau tidak pandang berbohong Choi Yong Soon.

“Muridnya atau gurunya?”aku bertanya sambil memiringkan kepalaku, wajahnya kembali memerah.

“Terserahlah siapapun, kau tidak membalas senyumku waktu itu sehingga membuatku malas meminta tanda tanganmu jadi kau harus menebusnya sekarang”

Aku terkekeh pelan, lalu mengambil CD itu, dia mengeluarkan spidol dari tasnya.

“Aku akan menebusnya dengan memberikan tanda tanganku dan akan selalu tersenyum padamu hari ini, besok dan seterusnya”dia tersenyum dan aku mulai menggoreskan tanda tanganku disana. Ah semuanya menjadi lebih baik. Semoga seterusnya akan selalu baik.

Advertisements

20 thoughts on “FF: You Are The Apple In My Eyes 12

  1. Ahhhh kok belom jadian2 siiiih merekaaaaa . Huhuhuhu .. Makin so sweet .. Kekekeke daebak eon !! Tnggal 1 part lagi yah eon?? Huhuhuhuhu ditunggu secepatnya yah eooon !! Hwaiting ^^

  2. uuuh, udh lama ga ketemu skali ny ketemu makin romantis ajh, ciecie kyuhyun jd suka gombal ^0^
    satu part lagi yaaa??? whoooaa ga sabar nunggu ending ny..

  3. Aduh. . . Eon ffnya bagus tp bikin aku geregetan. Kenapa? Karena mereka sampe sekarang belum jadian juga. Wae wae wae?
    Itu Yong Soon ketahuan bohongnya 😀

  4. Gini aja??? Huwaaa… aku ngga puas thor…!!! *garuk tembok*

    Romantis… tp nyesek jg wktu Kyu blg dia hny halusinasi!!! Kenapa sih Kyu disini jd babo gt…?! Suka mikir dr sudut pandang dia aja… Ngga tau keadaan hati Yong Soon gmn!! 😦

    Huweee… berharap Happy End!!! ‘-‘)/

  5. Huuuaaa eonnie mah php knp g jadian”…yah walaupun katanya kl jd pasangan mengurangi keromantisan hihi…
    So sweet pas blg aku merindukanmu nya barengan huaa.
    Ditunggu ending nya yg panjang ne,gomawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s