FF: You Are The Apple In My Eyes 9

“Kyuhyun-ah bukan begitu caranya, aku kan sudah mengajarkanmu kemarin”Yong Soon mengeluh melihatku tidak kunjung menyelesaikan satu soal yang dia berikan. Dia menatapku kesal dan berdecak pelan. Bukan salahku tidak bisa menjawabnya, dia yang berada terlalu dekatku sehingga aku tidak bisa konsentrasi, membuyarkan semua hafalan rumus-rumus diotakku ini.

“Sungmin-ah, aku menyerah, aku tidak bisa”

Terdengar suara gadis lain dibelakangku. Yong Soon yang duduk dihadapanku memiringkan kepalanya memperhatikan seorang gadis yang tengah menyadarkan tubuhnya dikursi dan menaruh pensilnya ke meja. Wajahnya terlihat bosan dengan kertas-kertas dihadapannya sementara seorang laki-laki hanya terkekeh pelan. Senyuman mengembang di wajah Yong Soon dan sudah pasti bukan karena gadis itu, mata coklatnya tertuju pada sosok laki-laki yang tengah mengajari gadis ini. aku tersenyum miris sambil memandangi wajah manisnya itu.

“Hei, kenapa aku memperhatikanku terus?kerjakan soalmu”wajah Yong Soon kembali beralih padaku, aku mendesah pelan.

Ne noona”kataku.

“Ya!kenapa kau selalu memanggilku noona?”tanyanya dengan ekspresi marah yang menurutku sangat lucu.

“Karena kau cerewet seperti kakakku dan kau juga lebih tua sebulan dariku”kataku sambil menekuri kembali kertas putih dihadapanku ini.

“Ralat ya Cho Kyuhyun, aku hanya lebih tua tiga minggu darimu. Jadi secara tidak langsung kita seumuran dan berhenti memanggilku noona”terangnya, aku hanya menunjukkan senyum sebelahku dan kembali berkutat menyelsaikan soal ini.

Seharusnya kami hanya belajar berdua tapi entah darimana Soo Eun tahu kalau aku sering belajar bersama Yong Soon sepulang sekolah dan sudah pasti gadis kecil itu ingin mengikutiku. Dia bilang pada Yong Soon kalau dia ingin belajar juga dan akhirnya Yong Soon mengajak Sungmin. Soo Eun menghancurkan waktu-waktu berduaku dengan Yong Soon, kapan lagi aku bisa berdua dengannya kalau bukan saat belajar bersama dan sekarang sudah tidak mungkin lagi. Dua minggu lagi ujian dna setelah itu tidak mungkin kami belajar bersama. Sepertinya takdir memang selalu menjauhkanku dengan gadis dihadapanku ini.

“Ini”aku menyerahkan kertas soal itu padanya ketika aku sudah menyelesaikannya, dia mengambilnya dan memeriksa sebentar.

“Nah, begitu baru Cho Kyuhyun yang aku kenal”dia tersenyum dan menyerahkan kertas itu padaku lagi.

Bukan yang kau sukai lagi.

Apa yang aku pikirkan tadi, aku menyelipkan kertas itu dibukuku. Dia kembali melirik belakangku.

“Aku benar-benar menyerah Sungmin-ah, aku tidak bisa”terdengar suara rengekan gadis itu, aku ikut menoleh kebelakang. Dia sedang menarik-narik seragam Sungmin seperti kebiasaannya padaku.

“Ah, Yong Soon-ah, jangan salah paham aku tidak bermaksud menggoda Sungmin. Aku hanya kesal sejak tadi aku tidak bisa terus”Soo Eun menghentikan kegiatannya dan menatap Yong Soon. Gadis ini hanya tertawa kecil.

“Tidak, aku tidak marah. Kau harus semangat. Sungmin guru yang hebat jangan memalukannya”katanya lalu berdiri dari duduknya. “Aku haus dan ingin membeli minum. Ada yang ingin belu minum juga?”dia bertanya sambil menatapku lalu beralih pada Soo Eun juga.”Sungmin-ah, kau mau minum apa?”tanyanya pada Sungmin. Hanya pada Sungmin, dia memanggil nama dan itu sudah cukup menjelaskan bahwa kini hanya ada Sungmin dihatinya. Sungmin menggeleng dan Yong Soon mengangguk lalu dia berjalan keluar kelas. Memangnya dia berani keluar sekolah sendirian.

“Yongie-ya mau kuantar”tawar Sungmin, dia lebih cepat berpikir dibanding diriku, sebenarnya aku juga ingin mengatakan hal itu karena aku tahu seberapa penakut gadis itu.

“Tidak perlu”gadis itu menghilang dibalik pintu.

“Yongie-ya, kau yakin tidak mau diantar?bukannya kau penakut”Sungmin kembali memanggil Yong Soon dengan panggilan yang menurutku sangat menyebalkan.

“Aku sudah tidak takut lagi”Yong Soon hanya menyembulkan kepalanya dibalik pintu dan tersenyum sekilas pada Sungmin lalu kembali menghilang.

Aku tidak takut lagi cukup memberitahuku bahwa dia sudah tidak memiliki perasaan apapun padaku lagi. Dia hanya akan menganggapku tidak lebih seperti laki-laki diseluruh sekolah ini.

 

**

 

Yong Soon dan Sungmin berjalan bersama dibelakangku dan Soo Eun, kudengar mereka saling berbicara dan terkadang Yong Soon tertawa. Aku merasa aneh dengan keadaan seperti ini.

Arah rumahku dan Yong Soon berbeda dengan Soo Eun dan Sungmin jadi di halte kami naik bus yang berbeda.   Kulihat Sungmin mencium kening Yong Soon sebelum dia menaiki bus, rasanya nafasku sesak saat itu juga. Aku mendesah pelan, aku tidak boleh cemburu.

“Aku pulang dulu Kyunnie”Soo Eun mencium pipiku sekilas seperti kebiasaanya sebelum dia menaiki bus yang sama dengan Sungmin. Dia berpamitan pada Yong Soon juga.

Setelahnya hanya tinggal aku dan Yong Soon, gadis itu mendudukan tubuhnya disampingku yang lebih dahulu duduk. Kami hanya terdisam satu sama lain. Tidak ada yang ingin aku bicarakan dengannya dan aku tahu seharusnya aku tidak melakukan ini karena hanya akan membuat kami semakin canggung. Aku belum bisa menepis bagaimana Sungmin mencium Yong Soon tadi.

“Kau sakit?”tanya Yong Soon tiba-tiba membuatku refleks menoleh padanya yang tengah memiringkan kepalanya menatapku seksama. Mendadak aku menjaid gugup karenanya, aku memutuskan untuk berdiri saja.

Yong Soon juga ikut berdiri disampingku. Kenapa gadis ini? apa dia tidak tahu setiap dia ada disampingku rasanya aku sulit bernafas.

Syukurlah bus sudah datang sehingga aku tidak perlu lama-lama berada dalam kegugupan yang menyebalkan ini. aku menyuruh Yong Soon naik lebih dahulu baru kemudian aku. Kami duduk bersama dibelakang dan sama seperti tadi aku lebih memilih untuk diam.

Aku sengaja turun lebih dahulu daripadanya begitu sampai. Niatku agar aku bisa langsung pergi dan tidak perlu berlama-lama bersamanya. Jantungku semakin tidak beres saat bersamanya.

“Kyu, tunggu aku. Kau mau meninggalkanku”aku mendengar langkah berlari Yong Soon mengejarku.

Akhirnya mau tidak mau kami berjalan bersama. Hening. Hanya terdengar langkah kaki kami menembus sepinya jalan ini dan mau tidak mau aku seperti mendengar detak jantungku sendiri yang berdegup tidak beraturan.

“Kyuhyun-ah, sebentar lagi kita ujian dan aku sudah sangat suntuk belajar, bagaimana kalau akhir pekan ini kita jalan-jalan ke pantai”aku menghentikan langkahku dan menghadapanya, menaikkan sebelah alisku. Kenapa dia tiba-tiba mengajak jalan-jalan?berdua?

“Kau dan aku?”

“Iya, Sungmin, Soo Eun, Changmin, Yesung, Yeon Ji juga. Sama seperti waktu itu. kita pergi bersama-sama ke pantai”oh, sudah kuduga, kenapa aku terlalu percaya diri bahwa kami hanya akan pergi jalan-jalan berdua. Kalau begitu pasti dia lebih memilih bersama Sungmin yang notabene adalah kekasihnya sementara aku, aku hanya seorang laki-laki yang dia tolong untuk bisa lulus dan mungkin sempat disukainya.

“Bagiamana?”tanyanya, wajahnya begitu antusias. Aku tampak berpikir sebentar, sudah pasti aku mau hanya saja, aku masih berharap dia bilang hanya kita berdua. Ah, apa yang kau pikirkan Cho Kyuhyun, itu hal yang mustahil!

“Baiklah, akan aku tanyakan pada yang lain”jawabku.

Jinjja? Gomawo Kyuhyun-ah”dia tersenyum senang mendengar jawabanku.

 

**

“Kau ingin melanjutkan kemana?”

“Aku ingin mengambil arsitek”

Aku tersenyum melirik Yesung yang menjawab pertanyan yang Soo Eun ajukan. Pandangan mataku tidak lepas dari sesosok wajah manis yang duduk disebelah Soo Eun, dia juga ikut tersenyum mendengar jawaban Yesung.

“Kalau kau Yong Soon-ah?” Soo Eun bertanya pada Yong Soon, gadis itu memiringkan wajahnya kehadapan Soo Eun dan tersenyum, entah perasaanku saja atau dia memang melirikku sepersekian detik tadi.

“Aku ingin menjadi dokter”jawab gadis itu, aku tersenyum, dia memang pantas menjadi dokter.

“Kenapa?”

Yong Soon menghadapkan wajahnya ke depan, menikmati pemandangan pantai disiang hari yang mendung ini.

“Karena permintaan seseorang”gadis itu kembali menoleh dan aku yakin kali ini dia melirikku. Apa dia masih ingat kata-kataku waktu itu?atau hanya sebuah kebetulan saja?siapa tahu Sungmin juga memintanya dan orang yang dia maksud adalah Sungmin.

“Sungmin ya?”Soo Eun menggoda Yong Soon sementara gadis itu hanya tersenyum malu. Sudah kuduga itu Sungmin.

“Kalau Kyuhyun?”Soo Eun bertanya padaku, kulihat Yong Soon menatap kearahku. Aku menghela nafas perlahan dan tersenyum lalu menatap lurus ke depan, entahlah aku sendiri tidak tahu ingin menjadi apa, biarkan mengalir seperti air saja.

“Ayo berenang”aku turun dari duduk di karang-karang sambil mengajak Yesung untuk ikut bergabung bersama teman-teman yang lain yang lebih dulu sudah ada di pantai.

Kulihat Sungmin berbalik dari pantai dan menuju tempat Yong Soon, aku masih memperhatikan pasangan itu berbicara, Soo Eun juga ikut bercengkrama bersama mereka dan tiba-tiba saja Sungmin mencium pipi Yong Soon. Bagus, setiap hari saja aku diberikan pemandangan mengesalkan seperti ini.

Matahari sudah tenggelam sejak tadi. Kami pulang dari pantai terlalu sore bahkan bisa disebut malam karena permintaan Yong Soon untuk melihat matahari terbenam dulu sebelum pulang. Padahal sudah jelas-jelas langit sedang mendung, gadis itu sungguh aneh.

Kini dia berjalan disampingku tanpa sedikitpun bersuara, kalau aku sudah jelas sedang tidak ingin berbicara padanya karena apa yang aku lihat tadi siang membuatku malas dengan gadis disampingku ini.

“Kau mau mengantarku pulang?”tiba-tiba Yong Soon bertanya, aku langsung berhenti berjalan dan menghadapkan tubuhku padanya. Dia menatapku lekat-lekat, buru-buru kualihkan padanganku dari menatap matanya.

“I-iya”aku kembali melangkah, aku tidak sadar kalau aku terus berjalan mengikutinya bahkan sampai ke arah rumahnya. Kenapa akhir-akhir ini aku semakin gugup saja jika didekatnya. Ingat Kyu, gadis ini sudah memiliki kekasih.

Sama seperti tadi, tidak ada lagi kata-kata yang terucap dari kami berdua. Kami sibuk dengan pikiran kami masing-masing dan tanpa terasa sudah sampai didepan rumah gadis ini. Aku berhenti berjalan. Tiba-tiba sepasang tangan melingkari pinggangku. Yong Soon memelukku. Aku hanya terpaku, kenapa dia malah memelukku.

“Terima kasih untuk hari ini Kyu. Kau benar-benar sahabat yang baik. Semangat ujian”dia melepaskan pelukannya dan membiarkan jantungku semakin berdetak tidak karuan, bahkan mungkin dia bisa mendengarnya tadi.

Ketika aku kembali ke alam sadarku, gadis itu sudah menghilang dari pandanganku. Dia sudah masuk ke dalam rumahnya, kuhela nafas perlahan. Bagus sekali Cho Kyuhyun, kau tidak akan pernah bisa melupakannya kalau begini.

 

**

 

Seminggu sudah aku disibukkan dengan ujian negara yang menyita hampir seluruh waktuku. Entah karena ucapan semangatnya minggu kemarin aku menjadi lebih fokus. Setelah ini mungkin tidak akan ada lagi aktivitas belajar bersama kami, bahkan sejak ujian kami tidak pernah belajar bersama lagi. Aku juga sudah jarang melihatnya, mungkin karena ruangan kami berbeda dan pada kenyataannya aku merindukannya.

Hari ini adalah hari terakhir ujian. Akhirnya penderitaanku berakhir juga. Setelah ini aku akan terbebas dari sekolah menyebalkan ini. Kuhirup udara siang itu dalam-dalam. Kulangkahkan kakiku meninggalkan gerbang sekolah namun tanganku ditahan tak berapa lama. Aku membalikkan tubuhku.

“Kyu, kau mau kemana?”Yong Soon berdiri disana tersenyum padaku. Aku balas tersenyum dengan kikuk, sejak kejadian dia memelukku rasanya aku semakin canggung saja padanya.

“Aku mau ke cafe, ada janji dengan Teukie hyung”jawabku. Aku memang ada janji dengan Teukie hyungi hari ini, dia bilang akan memberikanku makanan gratis karena aku sudah selesai ujian.

Dia bergumam dan terlihat sedikit kecewa atau hanya perasaanku saja.

“Kau mau ikut?”tawarku, aku tidak tahu darimana aku berani bertanya seperti itu, pertanyaan itu keluar begitu saja. Wajahnya terlihat berbinar karena sekarang dia tersenyum.

“Boleh?”

Aku mengangguk mengiyakan lalu dia menarik lenganku untuk berjalan, dia bersemangat sekali sepertinya.

“Kau bersemangat sekali?”tanyaku.

“Maksudnya?”tanyanya balik.

“Ya, sepertinya kau senang sekali diajak ke cafe?”

“Aku ingin bertemu dengan Teukie oppa lagi”aku berdecak pelan, ketika kami sedang berjalan menuju cafe . Sejak kapan dia dekat dengan Teukie hyung? Sepertinya banyak hal yang aku tidak ketahui dari gadis ini.

“Teukie oppa”Yong Soon langsung menyapa begitu masuk ke dalam cafe bernuansa coklat itu, Teukie hyung didepan menja kasir melambaikan tangannya pada Yong Soon dan aku.

Gadis itu dengan setengah berlari menghampiri meja kasir. Cih, aneh sekali dia akhir-akhir ini. Dia terlihat senang bisa bertemu Teukie hyung bahkan sekarang mereka sudah asyik mengobrol. Aku lebih memilih untuk duduk dibangku pembeli menunggu Teukie hyung memenuhi janjinya.

Kami sampai malam di cafe, bahkan dia sampai melihatku tampil. Yong Soon duduk didepan dan terus saja memandangku sepanjang lagu yang aku nyanyikan, bahkan sesekali dia melambaikan tangannya. Hari ini dia sangat aneh.

 

**

 

“Kyu!”

Changmin masuk ke ruang olahrga dengan setengah berlari. Dia menghampiriku yang tengah bermain bola basket. Sejak selesai ujian dan tidak banyak hal yang bisa aku lakukan, aku lebih banyak menghabiskan waktu disini mengisi waktu luang, menunggu pengumuman.

“Kenapa?”tanyaku, melihatnya yang masih terengah-engah, kurasa dia berlari dari kelas sampai kesini. Apa yang membuatnya harus terburu-buru seperti ini?

“Hah..Sungmin dan..hah..Yong Soon, mereka..putus”

Aku membulatkan mataku mendengar kalimatnya yang sepotong-potong tapi aku bisa tahu maksudnya dan apa aku tidak salah dengar? Sebaiknya aku bertanya langsung pada Yong Soon.

Aku segera meninggalkan Changmin menuju kelasku namun aku tidak menemukan sosok gadis manis itu, dimana dia? Ah aku tahu. Aku berjalan cepat menuju tempat kesukaannya, perpustakaan. Benar, dia ada disana. Duduk diluar perpustakaan dengan buku yang menutupi wajahnya tapi aku yakin itu dia.

“Yong Soon-ah”panggilku dan langsung duduk disampingnya, dia melepaskwan buku yang menutupi wajahnya dan menoleh padaku.

“Ada apa?”aku mengamati ekspresi wajahnya, dia tidak terlihat sedih. Bukankah kalau dia putus seharusnya dia sedih. Dia begitu menyukai Sungmin bukan? Kenapa dia terlihat biasa saja atau Changmin salah. Mereka tidak putus. “Hei, ada apa?”Yong Soon menjentikkan jarinya dihadapanku mengembalikan kesadaranku.

“Ah tidak”jawabku. Kudengar dia menghela nafas perlahan.

“Aku putus dengan Sungmin”ujarnya dan sukses kembali membuatku membulatkan mataku. Ternyata yang Changmin katakan benar tapi kenapa dia tampak biasa saja.

“Kenapa?”hanya itu pertanyaan yang tersirat diotakku. Bukankah mereka baik-baik saja selama ini, tidak pernah bertengkar kenapa sekarang tiba-tiba putus?

“Aku tidak bisa hubungan jarak jauh. Sungmin akan kuliah ke Jepang, sementara aku ke Seoul”wajahku kembali menunjukkan ekspresi kaget. Seoul?dia akan pindah?meninggalkanku?

Aissh, Kyu seharusnya kau sudah tahu, dia ingin menjadi dokter dan jurusan kedokteran terbaik ada di Seoul. Aku berdehem pelan berusaha tampak biasa meski sebenarnya kecewa. Sejak sekolah dasar sampai sekarang kami selalu bersama, meski sebelum-sebelumnya kami tidak pernah dekat. Setidaknya kami sudah berteman sejak lama. Begitu kami bisa dekat, dia harus pergi. Padahal sejak dulu aku ingin dekat dengannya.

“Kau tidak mau cerita kemana kau akan melanjutkan?”lanjut Yong Soon.

“Berita kau masuk kedokteran akan lebih bagus dibanding berita aku masuk universitas mana dan jurusan apa”aku tersenyum dia akhir kalimatku. Dia pun ikut tersenyum. Akhirnya kami terpisah juga.

Advertisements

19 thoughts on “FF: You Are The Apple In My Eyes 9

  1. Huweee ;'(

    Kyu mellow bgt disini… *ditaboKYU*

    Itu loh… aku gemes sm mereka!! Kapan bisa sama2 sih?? Trz yg bikin penasaran itu Yongsoon… dia gmn bsa suka Kyu?? Kpn diam2 ngasih perhatiannya?? (yang dulu itu loh, aku telat bgt nanyanya bru skrg, xD)

  2. Aigoooo makin galaaaaaau T,T
    Kyuhyuuuuun … Yong Sooooooon ..
    Kpaaan pacarannya??! Apa langsung nikah?? Huaaaaa penasaran tingkat akut eonnieeeeeee … Huuuft .. Di tunggu deh selanjutnya !! Yg jelas semangat eonnie ^^

  3. comment part 8-9 d rapel z yaa!?
    Kyaa igo mwoeyo??

    Yongie~aa,
    Seneng bgt putus sama umin.
    Haha

    Kyu, ayo masuk kedokteran jga z, biar bsa trus sama yognie.
    Kl gga ambil 1 univ yg sama tp beda jurusan,
    Keke

    Dongsaeng, ada apa ni tumben 1 minggu ngepost 2x??
    Sering2 z gt,

    Konflik dong konflik, tp bkin mreka ttp b’gantung satu sama lain.
    Kekeke

    1. Gomawo eonn 🙂

      Konfliknya lebih ke batin hehehe
      Klo dri org2 sekitar sih gak kntra eh bukan batin deh tp takdir. Tidak selamanya semuanya berjalan sesuai harapan kita

  4. hua eonni~
    seneng banget yong soon putus sama sungmin yeeey 😀
    tapi masa kyu sama yong soon mau pisah gitu :”
    part selanjutnya sangat ditunggu ya eon~ kkkk hwaiting 😀

  5. Wah….ffnya uda publish, aku ketinggalan.
    Ayo kyu cepet tembak Yong Soon, ah…ga suka sama Kyu, kenapa sifatnya berubah jadi gak PD gitu?
    Eonnie, ayolah buat Kyu sama Yong Soon jadian,ne?
    Ditunggu next nya eon
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s