FF: You Are The Apple In My Eyes 8

 

Kupandangi mangkuk nasi dihadapanku tidak berselera, setelah kejadian lusa kemarin memberikan dampak pada kehidupanku. Aku merasa aneh akhir-akhir ini. Apa yang terjadi padaku? Dan aku pun seperti menghindari gadis itu, ada rasa takut dia marah karena tiba-tiba aku meningalkannya sambil membentaknya. Aku tahu aku salah hanya saja, perkataannya itu seperti mengahrah padaku, meski sampai sekarang aku masih meragukan hal itu. hanya tidak bisa percaya gadis pintar seperti dia menyukai laki-laki bodoh sepertiku.

“Hei, sampai kapan kau hanya ingin menatap makanamu hah”aku mendesah pelan, kakakku mulai berceloteh lagi. Setelah dia melihatku berbeda akhir-akhir ini dia semakin cerewet padaku.

Aku berdiri dari dudukku dan meninggalkan sarapanku. Lebih baik aku pergi ke sekolah saja, meski rasanya selama dua hari ini aku ingin membolos terus. Ada banyak hal yang kuhindari di sekolah, gadis itu juga pasti orang itu juga.

Pintu rumah kami diketuk perlahan, aku hanya memberikan tatapan –kau yang membuka pintu- pada kakak perempuanku itu sementara aku kembali ke kamar untuk mengambil tasku.

“Soo Eun-ah”

Kudengar suara kakak perempuanku menyambut tamu yang mengetuk rumah kami pagi-pagi sekali. Sudah kuduga kalau itu Soo Eun, gadis itu akan selalu datang ke rumahku setiap pagi dan pergi ke sekolah bersamaku. Aku mendesah pelan. Hariku semakin buruk saja setiap harinya.

Aku keluar kamar dan melihat Soo Eun dengan kakakku sedang mengobrol.

“Kyunnie”gadis itu melambikan tangannya padaku dan memasang wajah cerianya seperti biasa. Tidak kupedulikan dia dan berjalan ke depan pintu, memakai sepatuku asal dan kelua rumah.

“Kyunnie, tunggu aku. Onniei, aku pergi dulu”

Langkah kaki gadis mungil itu terdengan jelas sekali mengejarku. Aku berhenti dan menunggu gadis itu sampai disampingku. Meski aku tidak suka padanya, aku tidak akan setega itu meninggalkannya, kecuali ada sesuatu yang membuatku benar-benar harus meninggalkannya seperti ketika tiba-tiba Yong Soon lewat dihadapanku, aku akan memilih mengejarnya. Cho Kyuhyun, apa yang ada dipikiranmu itu. Yong Soon lagi.

Lengan Soo Eun langsung menggamit lenganku. Aku menoleh padanya dan dia memamerkan senyum terbaikknya itu.

Kami berjalan bersama sampai ke halte bus dan dia sama sekali tidak berhenti bicara. Apapun dia ceritakan. Ayahnya yang harus kembali ke Jeju beberapa hari. Adik kecilnya yang kini sudah bisa bicara. Gadis ini suka sekali bicara.

“Kyunnie, antar aku ke toko buku ya sepulang sekolah”pinta gadis itu ketika kami sudah duduk di bus berdampingan. Selalu.

“Untuk apa?”tanyaku tidak semangat. Aku punya banyak pekerjaan yang lebih penting ketimbang menemaninya ke toko buku.

“Ke toko untuk membeli buku Kyunnie memangnya untuk apalagi, ok”dia memiringkan kepalanya menghadapaku.

“Aku sibuk hari ini”

“Ah, ayolah Kyunnie, temani aku, ya”

“Aku sibuk”

Dia tidak berhenti merengek.

“Ayolah”pintanya, dia memasang wajah memohon dengan seyuman polosnya. Gadis ini tidak akan berhenti memintaku untuk menemaninya sebaiknya kuiyakan saja dulu. Aku mengangguk lemah.

“Ah, Gomawo Kyunnie”dia memelukku di dalam bus. Hebat sekali.

**

Sekolah tidak akan pernah libur meski kau tidak memiliki mood yang bagus untuk masuk. Sama seperti yang terjadi padaku saat ini. Aku sedang malas-malasnya ke sekolah beberapa hari ini tapi aku diharuskan tetap masuk. Aku benar-benar ingin segera keluar dari sekolah ini.

Baru beberapa langkah masuk ke gerbang sekolah, ditemani gadis yang selalu mengikat rambutnya kuncir kuda, aku sudah disuguhi pemandangan yang sungguh menyebalkan. Tidak ada yang lebih menyebalkan selain ini. Sungmin dan Yong Soon. Aku tahu kalau mereka sudah menjadi sepasang kekasih sekarang tapi bisakah mereka tidak pernah terlihat oleh jangkauan mataku.

Pasangan sempurna atau apalagi julukan mereka. Kenapa harus disebut seperti itu hah? Semua juga tahu. Sungmin dan Yong Soon sama-sama pintar meski dalam kasus ini Yong Soon lebih pintar, setidaknya Sungmin tidak pernah hampir tidak naik kelas dan selalu bersikap dewasa, cocok dengan gadis itu. Sudah sepantasnya bersama tapi kata-kata Yong Soon terkahir kali itu yang membuatku kesal melihat sepasang kekasih baru ini. Aku memang tidak pantas untuknya.

Aku lebih memilih ke gedung olahraga, aku yakin Changmin ada disana. Soo Eun sudah asyik berbicara dengan salah satu teman sekalas kami dan tidak memperhatikanku lagi, maka aku bisa lolos dari dia.

Terdengar suara bola yang dipantulkan berulang-ulang, Changmin benar ada di dalam. Aku membuka pintu bercat abu-abu itu dan masuk ke dalam.

“Hei, Kyu”Changmin menyapaku, aku tersenyum tipis padanya dan berjalan mendekat.

“Kau baik-baik saja?”tanyanya. Aku menggumam pelan.

Dia mendekatiku yang sedang duduk di kursi yang diperuntukkan untuk penonton. Kudengar nafasnya yang tersengal-sengal. Aku juga tidak tahu kenapa aku memilih kesana, aku sedang tidak ingin main, bicara dengan Changmin pun tidak. Aku hanya ingin menghindar dari bertemu mereka dan lebih baik melihat Changmin.

Jinjja, aku tidak menyangka kalau Sungmin bisa mendapatkan Yong Soon, maksudku memang dia yang berpeluang besar untuk mendapatkan Yong Soon tapi bagaiman bisa Yong Soon menerimanya”Changmin menoleh padaku. Dia pun ikut membicarakan mereka? Kemana lagi tempat yang tidak ada pembicaraan tentang kedua orang itu.

Aku berdiri dari dudukku.

“Hei, Ya!Kyu, kenapa kau diam saja hah”aku berjalan meninggalkannya.

“Cho Kyuhyun, jamkaman”Changmin menghadangku yang hendak keluar, dia bersidekap sambil menatapku dari atas sampai bawah. “Kenapa kau terlihat tidak suka ketika aku membicarakan Sungmin dan Yong Soon, hm”

Aku memutar bola mataku. Dia terlalu sensitif.

“Ah, matda, kau cemburu kan?kau menyukai Yong Soon dan kau marah karena dia lebih memilih Sungmin. Benarkan tebakanku”dia menunjukku sambil tersenyum, aku tersenyum miring. Kupukul pundaknya dan berjalan melewatinya.

“Ya, Kyuhyun-ah, kau tidak bisa membohongiku”dia sudah berhasil mengejar langkahku dan mengalungkan tangannya dipundakku.

**

Aku menendang dinding dihadapanku perlahan, agar tidak menimbulkan suara yang dapat membuat seseorang menyadari keberadaanku di luar kelas. Angin berhembus membuatku bergidik dingin, malam ini lebih gelap dari malam biasanya, sepertinya sedang mendung. Aku mengusapkan kedua tanganku dan duduk berjongkok.

Hal ini sudah kulakukan selama seminggu penuh, berdiri diluar kelas hingga pukul sembilan malam, menunggui seorang gadis manis yang tengah belajar. Mungkin hal ini bisa disebut gila, untuk apa seorang laki-laki menunggui seorang gadis yang tengah belajar di dalam kelas sampai larut malam. Mungkin kalau ada yang ke sekolah dan melihatku seperti ini, bisa dikatakan aku adalah seorang psikopat yang mengincar gadis-gadis.

Aku sendiri tidak mengerti kenapa aku mau melakukan ini. Sudah seminggu aku menghindarinya di sekolah siang hari namun tidak bisa disaat malam hari. Aku selalu teringat dia mengajakku belajar malam disekolah karena dia takut sendirian dan aku tidak tega meninggalkannya sendirian. Ketakutan membuatnya tidak terlihat sempurna dan aku senang mengetahui kenyataan itu. Dia tetap manusia biasa.

Aku mengintip dari jendela kelas, kulihat gadis itu tengah merapihkan buku dan memasukannya ke tas. Aku segera bersembunyi, sebentar lagi dia akan keluar. Tidak lama, aku melihat siluet gadis itu keluar dari kelas dan berjalan keluar kelas. Kutunggu beberapa saat sampai dia berjalan agak jauh kemudian aku keluar dari persembunyiannku dan mengikutinya. Kulakkukan seperti ini selama seminggu.

Biasanya setelah ‘menungguinya’belajar aku akan pergi ke cafe Teukie hyung dan berdiam disana sampai hampir tengah malam. Dimana kakakku akan menghubungi ponselku ratusan kali ditambah omelannya ketika aku pulang. Namun hari ini berbeda, entah kenapa aku lebih memilih untuk langsung pulang. Kulihat dia sudah menaiki bus dan ketika bus itu sudah berjalan, aku duduk dihalte menunggu bus selanjutnya.

Aku merasa terlalu banyak perubahan pada diriku semenjak seminggu ini dan perubahan itu kurasa tidak baik. Secara tidak langsung karena gadis itu.

“Kyuhyun-ah, kenapa kau tidak mengangkat teleponku”omelan kakakku menyambutku ketika aku baru saja membuka pintu.

Aku tidak mempedulikannya dan terus berjalan masuk menuju kamarku, menutupnya dengan cepat sebelum kakakku masuk ke kamar mengikutiku.

Tok Tok Tok

Kudengar dia mengetuk pintu kamarku. Aku menghempaskan tubuhku diatas tempat tidur, memandnag langit-langit kamarku.

“Kyuhyun-ah, ada apa denganmu hah? Cukup seminggu ini kau aneh”

“Apa yang terjadi padamu? Gadis itu, gadis yang membantumu belajar. Kenapa denganmu dan dia?”

“Kalian bertengkar? Jawab aku Cho Kyuhyun”

“Kau sungguh kekanak-kanakan sekali Kyu. Tidakkah kau sadar itu”

Dia juga selalu bilang aku kekanak-kanakan. Menghindarinya, mengikutinya. Benar-benar kekanakan bukan? Hanya karena masalah.’dia menyukaiku tapi aku tidak sadar-tidak pantas untuknya- dia lebih memilih Sungmin’ aku bertingkah seperti ini.

**

Aku sudah memutuskan untuk kembali seperti biasa, menyapanya, berpura-pura seakan tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Aku tidak boleh tampak kekanak-kanakan dimatanya.

Pagi itu seperti biasa, Soo Eun dan aku pergi bersama ke sekolah. Tangannya masih setia menggamit lenganku sambil berjalan masuk ke dalam sekolah.

Mataku langsung tertuju pada pasangan baru itu yang tengah duduk bersama, belajar bersama lebih tepatnya. Melihatnya membuatku merasa iri. Mereka terlihat sempurna. Beruntung sekali Yong Soon, dia mendapatkan yang pantas untuknya. Aku tersenyum tipis sampai kulihat Sungmin menoleh padaku.

“Kyuhyun-ah”sapanya, memanggilku. Sial, kenapa dia harus memanggilku. Aku harus bersikap biasa maka aku pun berjalan menghampirinya tentu saja diikuti Soo Eun disampingku.

“Sudah lama sekali tidak melihatmu”katanya sambil tersenyum, aku membalas tersenyum juga meski mataku sedikit-sedikit melirik gadis yang tengah menekuri bukunya itu.

“Sungmin”Soo Eun menyapa Sungmin ceria. Laki-laki itu tersenyum pada Soo Eun sekilas dan kembali padaku.

“Aku ingin mengajakmu dan Changmin pergi nanti sore sepulang sekolah”aku mengerutkan dahiku, ada maksud apa dia mengajakku pergi.

“Aku boleh ikut Sungmin-ah?”tanya Soo Eun sebelum kujawab aku ikut atau tidak. Dia beralih lagi pada Soo Eun.

“Tentu saja kau boleh ikut. Kulihat kalian dekat sekali, kalian pacaran?”kini Sungmin bertanya padaku. Aku terhenyak mendengar pertanyaannya dan otomatis melirik gadis yang kini sudah berdiri itu.

“Aku ke kelas duluan Sungmin-ah”Yong Soon pergi begitu saja.

**

Tidak ada yang bisa kupikirkan saat ini, perasaanku sungguh kacau.

“Selamat pagi anak-anak, hari ini akan ada kuis untuk mengetahui kesiapan kalian untuk ujian negara minggu depan. Jadi masukkan buku kalian ke tas”

Aku bahkan tidak mempedulikan ucapan Lee seonsangnim yang mengatakan akan ada kuis mendadak. Suara sekelas kompak mendecakkan ketidakpercayaan lebih tepatnya ketidak siapan. Rasanya saat ini aku berada tidak dikelas ini.

“Cho Kyuhyun, kau tidak ingin mengikuti kuis, silahkan keluar”Lee seonsangnim menaruh kertas soal dengan kasar menimbulkan bunyi meja yang bergerak. Seakan menyadarkanku dari lamunanku. Aku menaruh buku catatan ke dalam tas kembali.

Kulihat soal matematika ini dengan tidak semangat. Semuanya tidak ada yang susah, aku sering mengerjakannya dengan Yong Soon namun kenapa untuk menggoreskan pensilku menjawab soal ini saja aku malas. Aku mendesah pelan.

“Baik waktunya habis, silahkan kumpulkan ke depan”

Waktu berjalan begitu cepat, bahkan aku tidak mendengar suara Lee seonsangnim menyuruh mulai mengerjakan, sekarang dia sudah menyuruh mengumpulkan saja.

Gadis itu menjadi yang pertama mengumpulkan, sudah kuduga. Aku menjadi yang terakhir. Lee seonsangnim, segera keluar kelas setelah mengumpulkan kertasa kami. Kurasa dia hanya ingin memberi kuis masuk ke kelas. Selanjutnya, kelas mulai ramai, mereka mulai keluar juga. Hari ini selesai.

Dengan malas aku menyampirkan tasku dan berjalan keluar kelas tidak mempedulikan Soo Eun yang mungkin mencariku. Satu tujuanku gedung olahraga.

Tidak tampak Changmin disana, mungkin dia belum keluar kelas. Kutaruh tasku di bangku pemain dan mengambil bola basket di keranjang. Kupantul-pantulkan bola itu berkali-kali. Kenapa aku tidak bisa bersikap biasa? Apa karena aku begitu menyukainya. Kenapa aku tidak bisa terima saja semuanya? Kenapa aku tidak bisa berpura-pura tidak pernah mengetahui kebenaran itu? aku membawa bola itu mendekat ke ring dan melemparkannya. Bola itu tidak masuk ke ring dan memantul.

“Kyuhyun-ah”aku menoleh mendapati namaku dipanggil, Changmin dengan tas dibahunya menatapku bingung. Dia berjalan mendekat padaku.

Dia tersenyum begitu sampai dihadapanku.

“Aku mencarimu dikelas, Soo Eun juga, ternyata kau disini”aku mengambil bola yang memantul, kemudian duduk di bangku pemain diikuti Changmin.

“Ada apa denganmu?”tanya Changmin.

“Tidak ada”kudengar dia mendesah pelan.

“Kau tidak menerima ajakan Sungmin”

“Aku malas”

“Aku tahu”

Changmin menepuk bahuku dan berdiri dari duduknya.

“Hidupmu tidak akan berhenti hanya karena kau tidak mendapatkan gadis yang kau sukai, aku duluan”

Kudengar langkah Changmin yang menjauh dan kemudian menutup pintu ruang olahraga, aku mendesah pelan. Dia benar. Aku sungguh bodoh.

Pintu kembali terbuka, kenapa Changmin kembali?ada yang tertinggal.

“Changmin-ah”panggilku.

Aku mendengar deheman kecil dan aku yakin bukan milik Changmin, aku menolehkan kepalaku dan mendapati seorang gadis tengah berdiri beberapa metera dariku. Dia terlihat canggung. Yong Soon.

“Bisa kita bicara sebentar”ujarnya.

Aku mengangguk. Dia berjalan mendekatiku lalu duduk tepat disampingku.

“Ada apa denganmu?”tanyanya.

“Tidak ada”

“Kyuhyun-ah, cobalah fokus, ujian tinggal dua minggu lagi. Kau ingin lulus tahun inikan”dia terdengar seperti kakak perempuanku saat ini. aku hanya diam.

“Kuperhatikan beberapa minggu ini, kau sering melamun dan tidak fokus. Kau juga tidak serius belajar. Aku tidak mau usahaku sia-sia mengajarimu selama ini kalau kau tidak lulus”

Aku hanya menggumam pelan sambil memantulkan bola basket.

“Jangan bersikap kekanak-kanakan seperti ini Kyu, kau haru dewasa dan memikirkan masa depanmu”

Lagi-lagi aku hanya berdehem sambil memantulkan bola basket ini lagi.

“Cho Kyuhyun, dengarkan aku!”dia mengambil bola basket ditanganku dan menatapku kesal. Dia masih terlihat lucu jika sedang kesal seperti ini.

“Iya noona”kataku cuek. Dia berdecak kesal.

“Dan berhenti berdiri diluar kelas menungguiku belajar. Lebih baik kau masuk ke dalam dan belajar dibandingkan membuang waktumu berdiri diluar kelas, entah apa yang kau lakukan”aku membulatkan mataku sempurna, bagaimana dia tahu aku melakukan hal itu.

“Bagaimana kau tahu?”tanyaku.

“Kau itu sungguh kekanak-kanakan dan mudah ditebak. Apa yang kau lakukan semakin menunjukkan kau itu memang sangat kekanak-kanakan”katanya jelas masih memegang bolaku. Dia tersenyum sekilas.

“Cho Kyuhyun”dia bergumam kecil namun aku masih bisa mendengarnya. Dia lalu memantulkan bola itu ke lantai dan membawanya lalu memasukannya ke dalam ring. Dia berbalik dan tersenyum padaku.

“Fokus”katanya.

Aku terperangah melihatnya. Wow gadis ini benar-benar sempurna. Bahkan dia bisa bermain basket.

“Kau selalu melakukan segalanya dengan sempurna”

“Tidak juga”katanya berdiri ditengah-tengah lapangan. Aku berdiri dari dudukku.

“Ayo main”

Untuk sesaat aku merasa bahagia, setelah seminggu tidak bicara dengannya dan akhirnya kami bicara juga membuat perasaanku membaik. Apa selama ini aku aneh karena aku tidak berbicara dengannya?wow bahkan hanya dengan bicara dengannya aku merasa lebih baik.

Advertisements

10 thoughts on “FF: You Are The Apple In My Eyes 8

  1. Kyaaaa Kyu Galauuuu kekekeke ..
    Aduuuh eonnie ngepostnya lebih dulu berarti nnti minggu ngepost lagi .. Yeaaaay 2 kali yah eooon 😀
    Ahhhhhhhh semakin penasaran sma ceritanya T.T … Ayolah eonnie .. Aku pingin mereka jadiaaaan .. Smpe sekarang jga belum ada mesra2annyaaaa KyuSoon niiiih #menanti :p … Oke deh sangat di tunggu yg selanjutnya yaaaaah eon … Semangat !!

  2. Huwaaa….. Yong Soon ternyata tau kalo Kyu nungguin dya waktu belajar di kelas sampe malam.. Apaa? Sungmin sama Yong Soon bener2 jadian yah? Aduh eonnie, ayoolah buat Kyu sama Yong Soon pacaran dung. Yayayaya?
    *puppyeyes :p
    Ditunggu next-nya ya eon. Jangan lama-lama 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s