FF: You Are The Apple In My Eyes 7

Sepertinya sebuah kesalahan ketika aku menanyakan siapa yang disukainya. Hanya sebuah jawaban yang tidak terlalu panjang sanggup terngiang-ngiang di kepalaku sepanjang malam, membuatku menebak-nebak siapa laki-laki itu. Sungguh benar-benar tindakan bodoh, sepanjang malam, aku mencocokkan apa yang dia ceritakan dengan semua laki-laki disekolah ini.

“Cho Kyuhyun, rapihkan bajumu!”

Kira-kira siapa laki-laki itu? aku punya dua kemungkinan yang terlintas di otakku semalam. Pertama, Jung Yunho, sekelas dengan Changmin. Dia sama bodohnya denganku tapi kurasa dia tidak lucu seperti yang gadis itu katakan, bahkan cenderung dingin tapi mungkin saja dia itu lucu. Aku kan tidak pernah bicara dengannya. Kedua, Lee Hyuk Jae, bodoh dan juga lucu tapi kurasa jelas bukan tipe laki-laki seperti itu yang disukai Yong Soon. Laki-laki yang mudah sekali dekat dengan gadis-gadis. Tidak-tidak, Yong Soon tidak boleh menyukai laki-laki seperti itu. Ah, kurasa bukan keduanya. Lalu siapa?

“Cho Kyuhyun!!”

“Park seonsangnim”aku terkejut melihat Park seonsangnim sudah berdiri dihadapanku dengan tatapan garang. Dia memperhatikan seragamku. Aku tahu apa maksudnya.

“Akan aku rapihkan di kamar mandi”kataku lalu berlari dari hadapannya.

Dia sudah menganggu konsentrasiku dalam menebak-nebak siapa yang disukai oleh Yong Soon. Kira-kira siapa lagi yang mungkin.

Begitu sampai dikoridor, kulihat gadis itu tengah keluar dari sebuah kelas. Aku ingin menyapanya namun kuurungkan niatku ketika aku melihat dia keluar bersama dengan Sungmin. Kupandangi mereka berdua yang tengah saling berbicara. Mereka terlihat sempurna. Sepertinya dia menuruti kata-kataku, melupakan seseorang yang dia sukai. Kurasa benar, dia pintar, seharusnya dia juga mendapat yang pintar. Pintar dan pintar. Pasangan yang sempurna.

Apa yang aku pikirkan?kenapa aku jadi tampak kecewa. Kau tida menyukainya Cho Kyuhyun, bahkan kau tidak pantas dengannya. Aku berbalik memilih mengambil jalan lain.

“Kyunnie!!”

Seorang gadis berlari ke arahku, aku merasa mengenalnya. Kukerjapkan mataku berkali-kali.

“Kyunnie”

Dia tersenyum begitu sampai dihadapanku dan dari senyumnya aku tahu siapa dia. Choi Soo Eun. Apa yang dia lakukan disini?bukankah dia di Jeju?

**

 

“Ah, aku senang bisa bertemu Kyunnie lagi”

“Ya..ya Soo Eun-ah, lepasakan aku”aku berusaha melepaskan tangannya yang melingkari tubuhku. Beberapa murid menatap kami aneh. Aisshh gadis ini tidak pernah berubah, selalu menyebalkan.

Akhirnya dia mau melepaskan pelukannya dan menatapku senang. Aku hanya tersneyum tipis. Aku memang mengenal gadis ini, dia sahabatku ketika masih sekolah dasar. Dari dulu dia memang senang sekali mengikutiku bahkan beberapa temanku menyebutnya pacarku. Beberapa tahun yang lalu dia pindah ke Jeju karena orang tuanya pindah bekerja kesana dan setelahnya kami tidak pernah berkomunikasi lagi. Aku bersyuruk tidak ada lagi orang yang selalu main ke rumahku setiap harinya.

“Kau tahu, saat ayah bilang akan kembali kesini aku sangat bahagia sekali karena akhirnya aku bisa bertemu Kyunnieku lagi”ujarnya penuh semangat.

Kyunnieku?sejak kapan aku menjadi miliknya. Aku melewati tubuhnya dan berjalan ke kelasku.

“Kyunnie, tunggu aku”kudengar langkahnya mengejarku. Aisshh apa di tahun terakhirku aku harus diikuti oleh gadis super menyebalkan ini. Ya Tuhan apa salahku.

“Kyunnie,kita akan sekelas lagi! Yeah, aku sudah lama tidak bertemu Ahra onnie, bagaimana kabarnya? Ah kurasa dia semakin cantik”

Dia terus saja berceloteh sepanjang jalan ke kelas. Rasanya kepalaku pusing mendengar suara cemprengnya itu, dia tidak pernah berubah. Bahkan saat masuk ke dalam kelas tanpa rasa malu sedikitpun dia mengikutiku. Cukup untuk membuat beberapa teman sekelasku menatap kami sepersekian detik.

“Aku ingin duduk disamping Kyunnie”dia langsung mengambil duduk disampingku. Aku hanya bisa mendesah pelan.

“Ah, Kyunnie kau semakin tampan”tiba-tiba saja dia menaruh kedua tangannya di wajahku dan menarikku untuk menatapnya, dia tersenyum senang.

“Kyuhyun-ah”refleks aku melepaskan kedua tangan mungil itu dari wajahku dan menoleh pada asal suara yang memanggilku tanpa menoleh sebenarnya aku tahu siapa tahu, hanya saja. Hei dia melihatku dengan posisi yang akan membuat orang berpikiran yang bukan-bukan tapi apa peduliku. Aisshh cukup bedebat dengan pikiranmu sendiri.

“Yong Soon-ah, kau masih ingat Soo Eun”kataku langsung menujuk Soo Eun yang menarik kursinya agar tepat disampingku. Dia menoleh pada Soo Eun mengamatinya sebentar.

“Choi Yong Soon, gadis paling pintar di sekolah. Aku ingat!”Soo Eun lebih dulu ingat rupanya, aku tersenyum kecil melihat tingkahnya yang menepuk tangannya begitu dia ingat Yong Soon, seperti anak kecil.

“Ah, Soo Eun. Ya aku ingat, kau yang sering mengikuti Kyuhyun kemanapun kan”ujarnya. Apa? Kenapa yang dia ingat harus seperti itu.

“Benar, aku kan kekasih Kyunnie”

Mataku membulat sempurna, aku menoleh pada gadis yang duduk disampingku, senyumnya begitu lebar. Bagaimana bisa dia menyebut dirinya seperti itu? aku kembali pada Yong Soon yang kini hanya tersenyum lalu menganggukan kepalanya.

 

**

Aku sama sekali tidak memperhatikan ocehan Park seonsangnim tentang bagaimana mengikuti ujian negara, pikiranku lebih sibuk memikirkan gadis dibelakangku. Apa yang sekarang dia pikirkan tentangku setelah kata-kata Soo Eun tadi? Ok, tidak mungkin dia memikirkanku tapi entahlah aku ingin sekali menjelaskan semuanya padanya bahwa yang dikatakan Soo Eun tidak benar. Kalau dipikir-pikir untuk apa aku melakukan itu, dia cemburu?dia tidak suka?jelas tidak mungkin.

Tidak berapa lama kelas mulai bubur, sepertinya sudah istirahat. Kurasa aku harus bicara, baginya penting atau tidak penting aku tetap harus menjelaskan. Aku mungkin akan terlihat bodoh dimatanya setelah ini.

“Yong Soon-ah”aku berbalik dan mendapati kursi dibelakangku kosong. Hei, kemana dia?

“Kyunnie, kau mencari Yong Soon?”Soo Eun bertanya. Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.

“Dia baru saja keluar. Dari tadi kau melamun terus, ada apa?”dia kembali bertanya. Aku tersenyum tipis dan menggeleng.

“Ayo makan siang, aku bawa bekal untuk Kyunnie”Soo Eun mengeluarkan kotak bekal dari tasnya lalu menarik kursi mendekatiku.

Mungkin nanti malam saja saat kami belajar bersama, aku akan menjelaskan padanya bahwa aku dan Soo Eun tidak memiliki hubungan apapun.

“Kyunnie, Yong Soon suka padamu ya?”pertanyaan Soo Eun membuatku berhenti menyantap bekal yang dia buat. Kutatap wajahnya yang kini tengah memperhatikanku. Apa maksud kata-katanya tadi. Gadis berambut panjang ini mengigit sendoknya.

“Kenapa kau berpikir seperti itu?”aku bertanya balik. Dia menaruh sendoknya di meja dan menghela nafas perlahan.

“Aku bisa melihat dari tatapannya padamu tapi baguslah kau tidak sadar. Kyunnie milikku, tidak boleh suka pada yang lain”dia tersenyum lalu kembali menyantap bekalnya. Jujur, aku masih belum mengerti dengan perkataannya.

“Tatapannya?memangnya tatapannya bagaimana?”

“Yah, seperti aku padamu. Kyunnie tidak akan mengerti, hanya perempuan yang bisa melihatnya”dia terus berceloteh, setelah dari topik Yong Soon dia asyik bercerita selama dia tinggal di Jeju.

Aku tidak terlalu mendengarkannya hanya sekali-kali aku berdehem agar tidak membuatnya kecewa karena aku tidak mendengarkannya. Yong Soon suka padaku?mustahil, tidak mungkin. Bagaimana bisa dia menyukaiku. Aku bahkan tidak pantas untuknya.

Dia memang begitu baik padaku beberapa bulan ini tapi apa itu karena dia menyukaiku?

Dia itu bodoh sangat bodoh

Seberapa sering aku menunjukan perhatianku padanya, dia tidak pernah sadar

Apa itu aku? Tidak.

Kalau menurutmu lebih baik aku melupakannya, aku akan melupakannya.

Kurasa aku telah salah bertanya malam itu.

“Aku mau ke toilet dulu”aku berdiri dari dudukku dan langsung keluar kelas.

Aku yakin pikiriranku juga kata-kata Soo Eun itu salah, tidak mungkin orang yang Yong Soon maksud itu aku. Sungguh sangat mustahil.

Kupatut diriku di depan cermin.

“Tidak mungkin kau Cho Kyuhyun”aku menunjuk diriku sendiri ke cermin. Kucuci tanganku dengan cepat lalu keluar toilet.

Tepat saat aku keluar toilet aku melihat gadis itu berjalan melewatiku. Dengan segera aku memanggilnya. Dia berhenti berjalan dan berbalik. Aku berjalan cepat mendekatinya.

“Kyu”sapanya sambil tersenyum. Kupandangi wajah mungilnya ini dengan seksama. Apa benar dia menyukaiku?tidak mungkin, sungguh itu pemikiran yang bodoh. Dia tidak mungkin menyukaiku.

“Yong Soon-ah”kataku.

“Hm”dia menatapku menunggu kata-kata selanjutku. Sebenarnya apa yang ingin aku katakan padanya Kyu?bertanya apakah benar dia menyukaiku?tidak mungkin aku melakukan itu.

“Itu-“

“Yongie-ya”

Sungmin memotong ucapanku, dia sudah berada disampingku tidak lama setelah dia memanggil Yong Soon.

“Hai Kyu”dia menyapaku. Aku tersenyum, dia beralih pada Yong Soon.

“Park seonsangnim memanggilmu”

“Ah, baiklah”Yong Soon melirikku sekilas, aku mengangguk memberik kode padanya bahwa dia boleh pergi karena tidak ada yang ingin aku katakan. “Aku duluan Kyu, Sungmin”

“Kita pergi bersama, aku juga mau kesana”Sungmin menahan tangan Yong Soon, gadis itu kembali melirikku yang hanya terdiam, memangnya apa yang harus aku katakan?mencegah Sungmin menahan tangannya dan sekarang malah mereka sudah pergi berjalan bersama dengan tangan Sungmin yang menggandeng Yong Soon. Haruskah aku marah.  Siapa Yong Soon bagiku. Kukepalkan tanganku kuat-kuat dan pergi dari tempat itu.

 

**

 

Kelas baru selesai lima menit yang lalu dan aku sedang memasukkan bukuku ke dalam tas, Soo Eun lebih dulu menghampiriku dan membantu memasukkan bukuku ke dalam tas. Lalu kemudian menarikku untuk berdiri dan mengikutinya berjalan keluar kelas. Padahal aku belum ingin pulang, tentu saja aku tidak akan pulang. Aku selalu belajar di kelas sampai malam dengan Yong Soon.

“Hari ini aku mau ke rumah Kyunnie”ujarnya yang masih saja menggamit lenganku. Aku melepaskannya ketika kami masih ada di koridor.

“Aku tidak pulang”kataku.

Wae?”mata bulatnya menatapku penuh pertanyaan.

“Aku ada latihan dengan Changmin, kau tahu dia kan?Shim Changmin” dia menganggukan kepalanya.” Jadi, aku tidak bisa pulang denganmu”dia mengerucutkan  bibirnya terliaht kecewa mau tidak mau itu membuatku merasa bersalah. Maaf, aku tidak bisa menceritakan yang sebenarnya.

Mianhe”kataku. Dia hanya menganggukan kepalanya. Aku jadi merasa bersalah. Kita sudah tidak lama bertemu dan kurasa dia ingin banyak sekali bercerita denganku tapi sungguh aku tidak bisa. Kuusap kepalanya perlahan, dia langsung tersenyum senang, hanya karena itu dia sudah senang.

“Baiklah, aku pulang dulu Kyunnie”

Cup

Kurasakan sebuah kecupan mendarat di pipiku, refleks aku mundur kebelakang, kulihat gadis itu tersenyum malu-malu lalu berlari pergi.  Kusentuh pipiku, apa yang dia lakukan? Aku menggelengkan kepalaku sambil tersenyum kecil. Dasar Soo Eun.

“Kyu”kudengar namaku disebut perlahan.

Saat itu kulihat Yong Soon berdiri beberapa metera dariku, dia menatapku tanpa ekspresi dan sedetik kemudian dia berbalik lalu berjalan cepat. Ada apa dengannya? Apa dia melihatku dan Soo Eun tadi. Tidak, Cho Kyuhyun, dia tidak menyukaimu.

 

**

 

“Aku pulang dulu Kyu”Changmin mengambil tas hitamnya, aku masih melemparkan bola ke ring.

“Ya”kataku sambil mengambil bola yang keluar lapangan basket. Sejak sore aku lebih memilih bermain bersama Changmin. Aku tidak memiliki keberanian untuk bertemu dengannya. Dia terlihat sangat berbeda hari ini.

“Kau yakin tidak ingin cerita?”tanya Changmin. Sudah sejak sore dia bertanya apa yang terjadi padaku, karena menurutnya hari ini aku sangat aneh. Aku lebih sering melamun seperti memikirkan sesuatu. Tentu saja aku sedang memikirkan sesuatu tepatnya seseorang.

Aku menggeleng pelan.

“Baiklah, aku pulang duluan”

Tak berapa lama dia sudah menghilang dari lapangan basket. Aku mendekati tempat duduk dan mengambil minum dari tasku. Gedung olahraga benar-benar sangat sepi dimalam hari seperti ini.  Aku duduk berselonjor dilapangan memeluk bola basket milik Changmin ini.

“Hal terbodoh yang pernah aku lakukan adalah menyukainya”

Aku menghela nafas lalu berdiri lagi dari dudukku. Aku tidak boleh seperti ini, tidak ada wkatu untuk bingung dengan perasaanmu sendiri. Anggap saja tidak pernah tahu.

Kuambil tasku lalu berjalan keluar gedung olahraga. Kususuri koridor yang hanya diterangi beberapa lampu saja menuju kelasku. Aku melihat melalu jendela kelasku sebelum masuk, memastikan kalau Yong Soon belum pulang. Ah ternyata dia memang belum pulang. Gadis itu masih sibuk belajar. Aku melangkah perlahan-lahan agar tidak terdengar dan membuka pintu juga amat perlahan.

“Hai”aku menepuk pundaknya membuatnya terlonjak kaget dan langsung berbalik.

“Kyu!”serunya terlihat lega, sepertinya dia berpikir yang menyentuhnya tadi hantu, dasar penakut!

“Maaf terlambat”kataku lalu duduk di kursi dibelakangnya.

“Kupikir kau tidak datang”ujarnya sudah kembali membelakangiku. Kutatap pungunggnya cukup lama sampai aku sadar betapa bodohnya hal yang aku lakukan ini.

Aku mengeluarkan bukuku dan membuka halamannya secara asal.

“Kyu”tiba-tiba Yong Soon berbalik, dia tersenyum tipis padaku.

“Kurasa kau benar, seharusnya aku memang melupakan perasaanku. Dia tidak pernah sadar bahkan dia malah bersama gadis lain, gadis itu menciumnya.  Aku benar-benar bodoh, kurasa aku harus melupakannya mulai sekarang. Benar kan?”

Aku terhenyak mendengar kata-kata Yong Soon. Itu aku, jelas aku.

“Dia bukan tidak sadar, dia hanya merasa tidak pantas disukai olehmu”

Aku berdiri dari dudukku mengambil tas dan berjalan keluar kelas. Tiba-tiba saja aku merasa kesal padanya. Tidakkah dia sadar, tidak ada laki-laki disekolah ini yang pantas untuknya kecuali Sungmin. Kurasa dia bukan tidak sadar tapi dia merasa tidak pantas. Tidakkah dia mengerti.

 

**

“Hei, kau tidak mau pulang?”Jong Soo hyung menepuk pundakku perlahan. Aku menggeleng pelan. Kepalaku kuletakkan di meja cafe miliknya ini. aku tidak ingin pulang. Perasanku semakin kacau karena perkataan gadis itu.

“Ada apa dengan gadis itu?”tanyanya lagi.

“Hei, ceritakan padaku. Itu akan membuatmu lebih baik”

Aku duduk tegak, menoleh padanya yang ternyata duduk disampingku.

“Aku menyia-nyiakan kesempatan. Bahkan aku belum sempat mengejarnya”

“Kalau dia jodohmu kau akan bersatu dengannya. Kejarlah dia”

Advertisements

16 thoughts on “FF: You Are The Apple In My Eyes 7

  1. Yaaaah eonnieeeeeee masak segini ajh .. Penasaran berlebihan niiih akunya 😥 ..
    Pokoknya ttp selalu akan di tungguuuuu !!!

    Semangat eonnie …

  2. aissh jinjja
    dongsaeng!? Knp semakin ribet ini??
    Hadeh2, kasian yong soon

    dan tu knp umin ambil kesempatan dee, cium ni

    p.s: ada bbrp typo dongsaeng

      1. siip siip

        oh iaa, mohon doa’a dongsaeng.
        Aku mau ujian kompetensi ni, biar lancar yaa
        amiin
        thanKYU
        *kecup2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s