FF: You Are The Apple In My Eyes 5

“Kau selalu terlihat manis bahkan saat menangis pun kau sangat manis”

**

Hari ini matahari tidak begitu terik dan malah cenderung mendung, meski begitu tidak menyurutkan rencana kami untuk jalan-jalan ke pantai. Lihat saja begitu sampai kesini mereka sudah asyik bermain air di pinggir pantai. Sementara kulihat seorang gadis hanya duduk di pantai sambil sesekali tertawa melihat tingkah kami yang mungkin seperti anak kecil baginya.  Aku ikut tersenyum ketika melihatnya tertawa. Mungkin ini pertama kalinya aku melihat gadis pintar ini tertawa begitu lepas. Senangnya dia mau ikut bersama kami. Sebaiknya aku menghampirinya, namun saat aku ingin kesana Yeon Ji lebih dahulu menghampirinya dan mereka terlihat berbicara dan tertawa bersama.

“Kyuhyun-ah, apa yang sedang kau perhatikan?”sebuah tangan menepuk bahuku membuatku tersadar dari pikiranku sendiri dan segera menggelengkan kepalaku lalu mengalihkan pandanganku ke laut lepas. Kurasa aku tidak mau mereka semakin curiga padaku.

Saat gadis itu datang bersamaku saja sudah membuat mereka bertanya macam-macam padahal aku mengajaknya karena aku merasa dia temanku. Aku tidak boleh tertangkap basah sedang memperhatikannya. Bisa-bisa mereka memang menyangka aku menyukainya dan lagipula aku merasa tidak enak pada Sungmin, dia memberikan tatapan yang aneh padaku dari tadi.

Changmin segera mengajakku ke laut untuk membantunya melemparkan Hyuk Jae. Lihatlah betapa kekanak-kanakannya kelakuan kami.

Apa yang salah denganku adalah, aku kembali memperhatikannya yang kini sudah ditinggal Yeon Ji yang ikut kami bermain saling melemparkan. Kembali kulihat tertawa dan rasanya kali ini aku benar-benar ingin menghampirinya. Perlahan-lahan aku mundur dari kerumunan mereka lalu berjalan ke arah laki-laki kecil bernama Ryeowook yang sedang sibuk membidikkan kameranya ke arah laut lepas.

“Ryeowook-ah, boleh kupinjam kameramu?”tanyaku. Dia menaikkan kedua alisnya.

“Untuk apa?”

“Ah, sebaiknya kau ikut bermain bersama mereka biar aku yang foto”aku mendorong tubuh Ryeowook menyuruhnya berjalan menuju teman-teman yang masih bermain itu. Dia masih menatapku bingung namun akhirnya dia berjalan meski sesekali dia menengok kepadaku. Aku pura-pura saja memfoto sudut-sudut pantai ini.

Sampai aku mulai mengarahkan kamera yang kupegang ke arah gadis itu duduk dan saat dia tertawa aku mengambil gambarnya. Kemudian aku berlari menghampirinya.

“Kyuhyun-ah, kau mengangetkanku”ujarnya ketika aku tiba-tiba sudah duduk disampingnya. Aku tersenyum padanya lalu kutunjukkan gambarnya tadi padanya.

“Kau sangat cantik ketika tertawa”kataku, dia ingin mengambil kamera itu namun aku segera menahannya.

“Ya Kyuhyun-ah, kapan kau mengambilnya?”tanyanya dengan ekspresi kesal. Aku tertawa karenanya.”Hapus foto itu”lanjutnya. Aku menggelengkan kepalaku dan memasang senyuman jahil.

“Ya”katanya sambil berusaha mengambil kamera itu, aku menyembunyikannya di balik tubuhku.

“Kembalikan Kyu”pintanya sambil berusah mengambil kamera itu di balik tubuhku. Aku tetap tidak mau menyerahkannya.

“Isshh”dia terlihat semakin kesal dan itu malah membuatku tertawa lepas. Kenapa wajahnya begitu lucu saat dia kesal.  Dia kini mengerucutkan bibirnya.

“Baik-baik, akan aku hapus”kataku akhirnya namun sebuah ide iseng kembali muncul di otakku”

“Cepat hapus”

“Emm, tapi aku tidak akan menghapus Cuma-Cuma, ini adalah foto yang berharga. Kapan lagi melihatmu tertawa begitu lepas”

“Ya apa maksudmu?”tanyanya.

“Aku akan mengahapusnya asal kau-“aku menunjuk pipiku.”Menciumku dulu”

Baru selesai mengucapkan itu, dia sudah memukul bahuku dengan kencang“Cho Kyuhyun, kau selalu menggodaku!!” aku hanya tertawa karenanya, menyenangkan sekali menggodanya.

“Kyu”Dia berhenti memukuliku ketika seseorang memanggilku dan ternyata kini dia sudah ada dihadapanku. Sungmin.  Aku kaget dan seketika itu juga aku sadar Yong Soon sudah berdiri dari duduknya dan pergi.

Wae?”tanyaku sambil berdiri dan berusaha tampak biasa, meski aku bisa melihat tatapan Sungmin yang sepertinya tidak suka melihat aku dekat-dekat dengan gadis itu.

**

Sungmin masih berbicara entah tentang hal apa karena sekarang pikiranku sedang tertuju pada gadis yang lebih memilih untuk duduk di mobil Jong Woon. Sesekali aku masih meliriknya. Dia kini hanya duduk seperti sedang termenung. Dia berubah menjadi aneh. Apa karena Sungmin?ini sudah yang kesekian kalinya dia seperti ini setiap bertemu Sungmin. Saat aku mengajaknya pun dan tahu Sungmin ikut awalnya sepertinya dia tidak mau ikut dan tiba-tiba saja malamnya dia bilang mau ikut.

“Kyu, kau mendengarkanku?”Sungmin menepuk bahuku dan membuyarkan lamunanku. Aku menggangguk cepat.

“Ya, aku mendengarkanmu”kataku. Sungmin tampak tidak percaya dengan jawabanku. Tentu saja aku memang tidak mendengarkannya sejak tadi.

“Sudahlah”ujarnya dan dia pergi meninggalkanku kembali bersama teman-teman yang lain, aku mendesah pelan.

Tanpa pikir panjang lagi aku menghampiri Yong Soon.

“Kau baik-baik saja?”tanyaku padanya yang bersandar pada mobil hitam ini. Dia menoleh padaku dan mengangguk.

“Ada apa dengan Sungmin?”tanyaku sambil menatap langit yang berwarna abu-abu.”Kau selalu tampak aneh jika ada dia”lanjutku.

“Tidak ada apa-apa dengannya”jawabnya.

Jinjja?”tanyaku sambil menoleh padanya dan memiringkan kepalaku untuk melihat wajahnya lebih jelas.

Ne”jawabnya singkat tanpa eskpresi dan bahkan tidak menatapku, dengan sengaja aku mengacak-acak rambut pendeknya itu membuatnya langsung menatapku. Memasang wajah kesal.

“Kyu!”dia menyingkirkan tanganku dari kepalanya. Aku tertawa pelan.

“Ayo foto bersama”kataku kemudian mengambil ponselku di dalam tas yang berada di mobil.

Shireo”katanya, aku langsung menarik tubuhnya mendekat.”Tersenyum”

Aku yakin foto ini akan selalu aku simpan.

**

Hari sudah sangat siang ketika aku keluar dari rumah dan bisa kupastikan aku akan telat, lalu apa peduliku? Aku sudah biasa terlambat masuk dan selalu berhasil masuk. Aku sudah tahu jalan-jalan yang bisa kugunakan untuk masuk ke dalam sekolah jika sudah terlambat. Bahkan aku masih bisa berjalan santai. Berbeda dengan beberapa siswa berseragam yang sama denganku, berlari menuju halte bus agar segera mendapatkan bus dan mereka tidak telat sampai ke sekolah.

Akhir minggu kemarin adalah salah satu akhir minggu terbaik dalam hidupku. Aku tidak tahu kenapa aku menyebutnya terbaik mungkin karena ada gadis itu. Kukeluarkan ponsel hitamku dan mencari fotoku bersamanya. Aku tersenyum melihatnya, sepertinya aku sangat beruntung bisa berfoto bersama dengan gadis pintar yang diincar oleh banyak siswa disekolahku.

“Cho Kyuhyun”aku mendengar namaku dipanggil.

Dari sebuah gang kecil keluarlah tiga orang laki-laki seusia denganku dengan seragam yang berbeda dari yang aku kenakan. Dari cara mereka berpakaian aku tahu kalau merek bukanlah siswa baik-baik. Ah aku baru ingat, mereka itu sekawanan yang aku pukuli minggu lalu bersama teman-temanku. Mereka yang mencari masalah lebih dulu.

Ketiganya berdiri dihadapanku, aku menatap mereka dengan tatapan meremehkan.

“Mau apa kalian?”tanyaku.

Ketiganya saling bertatapan, lalu tiba mendorong tubuhku hingga terjatuh. Sial, mereka menantangku rupanya. Aku bangun. “Ya mau apa kalian!”seruku.

BUGH

Aku merasakan kepalan tangan tepat mengenai pipiku membuatku kembali terjatuh. Aishh mereka benar-benar mengajakku berkelahi rupanya. Salah satu dari mereka mendekatiku dan menarik kerah bajuku.

“Kali ini kau tidak bisa lari Cho, kau sendirian”

“Ya!”suara teriakan seorang gadis menghentikan mereka sebelum kembali memukuliku. Choi Yong Soon, kenapa gadis itu ada disini?

Kini gadis itu sudah ada di hadapan kami, mereka melepaskanku dan menghampiri dia. Bodoh sekali dia itu.

“Hei, gadis manis. Apa yang ingin kau lakukan?”

“Menolongnya”

Mereka berkata bergantian. Tidak ada wajah ketakutan didirinya saat ketiga laki-laki itu mendekatinya. Dia benar-benar seperti menantang ketiganya. Bodoh, rutukku. Aku bangkit dan segera berdiri dihadapannya.

“Jangan sentuh dia, urusanmu denganku”kataku. Aku menoleh padanya. “Pergilah” dia menggeleng.

“Aku tidak akan pergi sebelum kau juga ikut”keras kepala sekali. Apa dia tidak tahu sedang berhadapan dengan kondisi seperti apa.

“Oh, sungguh sangat romantis. Dia pacarmu Cho?”tanya salah satu dari mereka yang bertubuh pendek sambil menatap Yong Soon dari atas sampai bawah, aku tidak suka cara melihatnya. Dia tidak boleh ditatap seperti itu.

“Apa yang kau lihat!”seruku kemudian menggeser tubuhku sehingga menutup tubuhnya. Cih, akan aku habisi lagi mereka.

**

“Ya, pelan-pelan”kataku menahan rasa sakit di sudut bibirku yang sedang diobati oleh Yong Soon. Kalau aku tidak sendiri aku yakin bisa menghajar mereka habis-habisan.

Aku terus meringis setiap dia mulai mennyetuhkan lukaku dengan obat. Sebuah luka di sudut bibir dan pelipisku, di dekan mata juga ada.

Gwenchana?”tanyanya, aku mengangguk.

“Cepatlah”kataku memintanya agar cepat, aku tida tahan dengan sakitnya. Terakhir dia menutup luka-lukaku dengan plester.

“Selesai”katanya. Aku menyentuh lukaku yang sudah di plester semua. Dia masih menatapku dengan cemas.

“Aku baik-baik saja. Aku sudah terbiasa dengan luka-luka seperti ini”kataku. Aku berdiri dari dudukku, di bangku taman yang hanya berjarak 10 meter dari sekolahku.

“Kita sudah terlambat, ayo”dia ikut berdiri dari duduknya kemudian mengikutiku berjalan.

Kalau bukan karena gadis ini aku yakin aku bisa mengalahkan mereka. Ah aku jadi menyalahkannya kan, ya tentu saja menyalahkannya, kenapa dia harus datang dengan keberanian untuk menolongku. Sudah tahu tidak mungkin. Untung saja dia tidak apa-apa. Aku sungguh muak melihat ketiga laki-laki brengsek itu menatap Yong Soon nakal.

Mianhe”lirihnya dari belakang.

“Sudahlah tidak apa-apa”kataku.

“Seharusnya kau tidak melakukah hal kekanak-kanakan seperti itu”

Aku mengehntikan langkahku dan berbalik.

“Kekanakak-kanakan?”ulangku. jadi dia menyalahkanku setelah aku menolongnya dari kemungkinan tangan-tangan nakal itu menyentuhnya.

“Iya, kau selalu berkelahi. Apa itu tidak tampak seperti kekanak-kanakan. Kau itu sudah dewasa Kyu. Jangan selalu menyelesaikan sesuatu dengan berkelahi”ujarnya. Aku berdecak pelan dan melanjutkan jalanku sampai ke depan gerbang sekolah yang sudah pasti terkunci. Ini sudah terlambat.

Aku menoleh padanya yang kini berdiri disampingku.

“Kau masih mau masuk pelajaran atau membolos?”tanyaku.

**

Shireo

Dia memilih pilihan pertama, tetap masuk. Sudah kuduga, gadis pintar yang tidak akan mau melewatkan duduk tenang di kelas mendengar ocehan guru. Aku bertambah kesal, ketika aku sudah menyetujui keinginannya untuk tetap masuk dan sudah mencarikan jalan masuk ke sekolah, dia malah tidak mau. Apa salahnya dengan memanjat pagar sekolah.

“Kalau begitu kau tidak akan pernah masuk Nona Choi”kataku.

“Aku memakai rok Kyu, bagaimana aku bisa memanjat pagar”

“Kau bawa baju olahraga kan, pakai celananya”saranku, dia menatapku tidak percaya. Aishh gadis ini, dia mau masuk atau tidak.

“B-bagaima aku memakai celananya?”tanyanya.

“Tentu saja kau memakainya disini, mau dimana lagi, di taman?”

“T-tapi k-kau..”dia menunjukku.

“Aku akan berbalik”kubalikkan tubuhku”Palli sebelum aku berubah pikiran dan lebih memilih membolos”

“T-tapi”masih saja kata tapi

“Oh kau ingin memakai celana dihadapaku”

“Ya!”

Akhirnya dia mau juga menuruti keinginanku. Dia sudah memakai celana olahraga, kemudian aku meneggendongnya untuk mencapai bagian atas pagar, dia berhasil naik lalu dia membantuku naik juga ke atas pagar yang cukup tinggi itu.

“Cho Kyuhyun, Choi Yong Soon”

Sial sekali, begitu kami meloncat ke dalam sekolah, sudah ada seorang guru dihadapanku. Sepertinya hari ini hari tersialku dan semua itu karena gadis disampingku ini.

**

Aku menghela nafas perlahan. Kulirik gadis disampingku ini yang terus saja menangis. Belum pernahkah dia dihukum seumur hidupnya. Ya dia menangis karena dihukum.

“Yong Soon-ah, kenapa kau menangis terus?sudahlah, apa salahnya dengan dihukum”kataku, kami sedang dihukum dengan berdiri di depan ruang guru sampai nanti istirahat siang.

Dia semakin kencang menangis. Ya Tuhan, apa salahku selama ini. Sial, ini benar-benar sial namanya.”Yong Soon-ah”panggilku lagi dan sepertinya dia tidak menghiraukanku dan tetap saja menangis. Sekarang siapa yang kekanak-kanakan?dia. Dihukum saja menangis.

Entah kenapa lama-lama jadi terasa lucu,melihatnya menangis seperti anak kecil. Aku tertawa pelan dan itu malah semakin membuatnya menangis dengan kencang. Aku menoleh padanya.

“Yong Soon-ah, kau sangat manis, bahkan saat menangis pun kau sangat manis” dia semakin kencang menangis. Ah sungguh lucu gadis ini.

**

Dia tidak mau bicara denganku sejak siang tadi. Aku tahu dia marah padaku mungkin karena membuatnya dihukum dan mentertawakannya ketika dia menangis. Aku tidak bermaksud seperti itu pada awalnya namun melihatnya menangis seperti anak kecil membuatku tidak tahan untuk tidak tertawa. Seharusnykan aku yang marah karena dia sudah membuat wajah tampanku menjadi tercoreng karena pukulan-pukulan itu.

Bahkan sampai kami belajar bersama di kelas dia masih tidak mau berbicara padaku. Baiklah. Aku bangun dari dudukku lalu pergi keluar sekolah,membeli sebuah minuman dingin di toko yang tidak jauh dari sekolahku. Kuhabiskan minuman kaleng itu, apa sebaiknya aku pulang saja?namun aku berpikir kembali. Kurasa gadis itu sudah ketakutan sendiriang di kelas. Kuambil lagi satu kaleng minuman lalu kembali berjalan ke sekolah.

Sampai di kelas, kulihat dia masih menunduk mengerjakan soal-soal. Sepertinya dia tidak ketakutan, mungkin lebih baik aku pulang saja tadi. Aku mendekatinya perlahan lalu menyentuhkan kaleng minuman dingin itu ke pipinya.

“Ya!”dia terlonjak kaget dan menoleh padaku segera, wajahnya terlihat pucat. Sepertinya dia memang ketakutan sendirian di kelas. Aku menahan tawaku. Kusodorkan minuman kaleng itu padanya.

Mianhe, aku tidak bermaksud membuatmu dihukum”kataku. Dia mengambil minuman kaleng itu. “Kau mau aku pulang?”tanyaku.

“Tidak”dia buru-buru menjawab. Aku ingin tertawa saat ini namun tidak bisa, dia akan marah lagi. Aku kembali duduk dibelakangnya.

Tiba-tiba dia membalikka tubuhnya.

“Kyuhyun-ah, sebentar lagikan kita akan ujian. Bagaimana kalau kita taruhan”katanya.

“Taruhan?”

“Emm, kalau kau bisa mengalahkanku kau bisa meminta apa saja dariku dan begitu sebaliknya. Bagaimana?”

“Kau mau memakai bando berwarna pink dengan kuping kelinci itu”kataku ingat dengan kejadian akhir minggu itu saat aku memaksanya mengenakan bando pink dengan kuping kelinci yang kami temukan ketika berjalan-jalan di kota. Dia tidak mau pada awalnya namun aku memaksanya untuk memakai dan membelinya. Entah kenapa keinginan itu yang muncul dipikiranku. Aku ingin sekali-kali melihatnya diperhatikan oleh seluruh sekolah bukan karena prestasinya tapi karena suatu hal yang berbeda. Memalukan.

Dia mengerutkan dahinya.

“Kenapa?aku boleh minta apa saja kan”kataku. Dia hanya mengangguk pelan.

“Kalau begitu aku ingin kau menggunduli kepalamu”

“Hah!”sial, dia tahu niatku untuk memalukannya dan dia membalasku rupanya.

“Bagaimana Cho Kyuhyun-ssi?”tanyanya. aku tidak akan kalah dengan seorang gadis. Aku mengangguk mantap. Aku yakin bisa mengalahkannya. Aku sudha tahu bagaimana dia belajar dan aku akan selalu menganggunya agar dia tidak konsentrasi. Kau pintar sekali Cho Kyuhyun. Dia akan menjadi memalukan minggu depan.

Advertisements

12 thoughts on “FF: You Are The Apple In My Eyes 5

  1. Wah… suka mereka mkin dekat :’)

    Eiy… cho kyuhyun!! km ingin mengalahkan yong soon eum?? kkkk… belajarlah yg rajin, nak… *pukpukkyu*

    Sungmin, ada apa dgn sungmin?? uuu… penasaran!!

  2. Hiaaaaak hiaaaaak kok jadi taruhan???
    Aduuuuh maunya Kyu sma Yongie jadian tuh eon .. Hahahah …
    Pokoknya di tunggu yg selanjutnya !! Ttpa dn selalu daebak !! Eonnie JJANG deh~ b>..<9

  3. walaupun aku sparkyu tapi aku bakalan dukung yongsoon!!!! go yongsoon go yongsoon go! kalahkan kyuhyun dan buat dia botak!! .

    next part nya di tunggu thor^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s