FF: You Are The Apple In My Eyes 4

“Kau selalu terlihat manis bahkan saat menangis pun kau sangat manis”

**

Kulemparkan buku biru itu ke atas mejanya, dia tersentak kaget karenanya dan mendongak padaku. Aku memberikan senyuman mengejek lalu duduk di kursiku. Kudengar dia mendecak kesal,aku tersenyum karenanya. Tidak ada suara dari gadis itu, kurasa dia sudah mulai mengoreksi pekerjaanku.

Sekarang setiap pagi aku harus menyerahkan jawaban soal-soal di buku itu padanya, aku tidak mengerti kenapa soal-soal itu rasanya tidak pernah habis. Aku juga tidak mengerti bagaimana bisa dia mengumpulkan banyak soal-sola ujian seperti itu dan yang semakin membuatku tidak mengerti adalah untuk apa dia memberikannya padaku. Kalau hanya karena kemarin aku sudah menolongnya dari kemungkinan reputasinya sebagai anak pintar dan baik tercoreng, rasanya tidak masuk akal.

Kukenakan earphone yang tersambung ke ponselku dan mulai menikmati alunan lagu yang diputar di ponselku. Rasanya belum satu lagu kudengarkan, gadis itu sudah memukulkan pulpennya ke bahuku. Aku berbalik dan melepaskan earphoneku. Dia menyodorkan kembali buku biru sambil tersenyum. Kurasa akhir-akhir ini dia senang sekali tersenyum.

“Semakin hari semakin baik. Aku penasaran berapa nilai ulanganmu kemarin”dia kembali tersenyum namun kali ini senyumannya lebih kepada mengejek. Hei, lihat saja aku akan mendapatkan nilai yang bagus kali ini dan dia bisa berbangga padaku.

“Yong Soon-ah, berapa lama kau mengumpulkan soal-soal ini?”tanyaku. Sebuah pertanyaan yang selalu ingin aku tanyakan sejak pertama kali dia memberikan buku berwarna biru ini.

“Kau tidak perlu tahu”jawabnya kemudian menutup wajahnya dengan buku bacaannya yang sepertinya sejak tiga hari lalu dia baca.

“Hei, jawablah”kataku sambil menarik buku itu, membuat wajahnya kini terlihat. Dia mengerutkan dahinya tampak tidak suka kegiatannya diganggu.

“Dua bulan,puas”katanya singkat namun dengan penekanan, dia kembali berkutat dengan buku bacaannya. Hah gadis ini benar-benar aneh. Dua bulan?dan dia memberikannya begitu saja padaku. Kalau aku jadi lebih pintar darinya bagaimana? Ck, lihat saja Choi Yong Soon.

“Kyu”aku mendengar namaku dipanggil. Ketika aku menoleh aku melihat Sungmin masuk ke dalam kelasku.

“Sungmin-ah”sapaku. Awalnya gadis ini hanya diam dan tampak tidak peduli namun begitu Sungmin sampai ke mejaku, gadis ini menutup buku bacannya dan berdiri dari duduknya. Dia keluar. Aneh sekali dia. Aku melirik Sungmin yang sepertinya juga bingung melihat tingkah gadis itu.

Sudah dua kali dia seperti ini. Sebenarnya ada apa dengan Sungmin?

“Kyu, aku kesini mau mengajakmu”ujar Sungmin membuyarkan pikiranku tentang gadis bernama Choi Yong Soon itu.

“Kemana?”tanyaku.

“Jong Woon mengajak aku, kau, Changmin dan beberapa teman sekelasnya jalan-jalan ke pantai akhir pekan ini”terang Sungmin, aku mengangguk-anggukan kepalaku. Sepertinya menarik. Sudah lama aku tidak jalan-jalan, terutama sejak gadis itu memberikanku buku biru kumpulan soal-soal. Rasanya jam-jam dihariku hanya dilewatkan dengan melihat tulisan juga angka-angka di buku itu, menyedihkan.

“Baiklah, aku ikut. Ah bolehkan aku mengajak seseorang?”tanyaku, Sungmin mengerutkan dahinya. Aku sendiri tidak mengerti kenapa aku bisa bertanya hal itu. Tiba-tiba saja pertanyaan itu muncul dikepalaku karena ide aneh yang terpikirkan begitu saja.

Nugu?kau sudah punya pacar?”tanya Sungmin langsung dan mengarah bahwa seseorang yang akan aku bawa adalah pacarku. Padahal belum tentu, siapa tahu aku mengajak Jung Soo hyung atau kakakku. Kenapa dia langsung berpikiran aku mengajak pacar?

“Kau tahu aku tidak punya pacar. Bukan pacar hanya seorang teman”tidak tahu bisa disebut teman atau tidak. Setidaknya dalam beberapa minggu ini kami berteman.

“Kurasa tidak apa-apa,ini acara bebas. Jong Woon saja mengajak Yeon Ji. Kuharap kau memang membawa pacarmu”Sungmin menepuk bahuku pelan. Aku tersenyum kecut, pacar darimana, berpikiran untuk memiliki seorang pacar saja tidak.

**

“Shin Hye Ri”

“Lee Tae Jun”

Satu persatu nama mereka disebut oleh guru untuk mengambil kertas hasil ulangan mereka ke depan. Aku menunggu namaku dipanggil dan berharap nilaiku bagus. Jika tidak, kurasa aku akan berhenti mengerjakan soal-soal di buku biru itu.

“Cho Kyuhyun”aku maju ke hadapan Choi sonsaengnim. Dia tersenyum padaku sambil menyerahkan kertas ulanganku.

“Kau banyak berubah Kyuhyun-ah, pertahankan nilaimu”kuambil kertas ulanganku, tidak berani melihatnya pada awalnya.

Aku berjalan kembali ke tempat dudukku, kulihat gadis itu menatapku. Akhirnya aku memberanikan diri melirik angka di kertas itu dan sebuah senyuman terukir di bibirku. Kembali berjalan dengan mantap menuju mejaku.

Kutaruh kertas ulanganku di meja gadis itu dan menyunginggkan senyum setengahku. Lihatlah Choi Yong Soon, nilaiku nyaris sempurna. Dia juga tersenyum kemudian mengeluarkan kertas ulangannya. Nilainya sempurana. Sudah kuduga. Dia tetap menjadi yang paling pintar walaupun buku biru itu dia berikan padaku. Kali ini dia yang tersenyum mengejekku. Cih.

Aku duduk kembali di kursiku tanpa menoleh ke belakang lagi. Tidak ada yang bisa mengalahkannya. Aku mendengar suara tawa pelannya. Dia benar-benar mengejekku rupanya.

Terlalu banyak perubahan padakau beberapa minggu. Aku merasa hal itu. Kakakku pun juga begitu, dia tampak sangat senang mengetahui aku mulai rajin belajar. Aku sendiri tidak mengerti kenapa aku mau berubah hanya karena paksaan gadis itu. Selama ini jika ibuku atau kakakku menyuruhku belajar aku tidak pernah mau, kenapa hanya karena seorang gadis yang bahkan tidak pernah bicara padaku dan baru bicara saat itu mampu membuatku luluh dan mau belajar. Kurasa dia memang memiliki kekuatan sihir.

Pelajaran berjalan dengan cepat, begitu bel istirahat mereka semua buru-buru keluar kelas sementara aku masih duduk di tempatku.

“Selamat”suara dari belakang tempat dudukku terdengar. Aku berbalik dan melihat gadis itu kini sedang tersenyum padaku dan kurasa kali ini senyumnya tulus.

“Terima kasih sudah membantuku”ujarku, dia menganggukan kepalanya lalu keluar dari tempat duduknya.

“Yong Soon-ah”panggilku sebelum dia berjalan keluar kelas. Dia berbalik dan memberikan tatapan tanya padaku.

Aku beralih pada tasku dan mengambil sesuatu dari dalam sana. Sebuah kotak makan berwarna merah muda pemberian kakakku tercinta. Aku sungguh malu membawa kotak makan itu. seperti yang sudah kubilang kakakku yang terlihat amat senang melihatku rajin belajar dan karenanya dia kini semangat membuatkan bekal untukku. Itu menyiksaku. Aku bukan anak TK lagi.

“Ini sebagai ucapan terima kasihku”kataku. Dia seperti menahan tawa. Ya aku yakin ini sangat lucu. Aku sudah sekolah menengah dan kakakku masih menyiapkan bekal untukku. Dia kembali duduk di kursinya dan menarik bekal makananku ke hadapannya.

“Terima kasih, siapa yang membuatnya?”tanyanya. ah aku pikir dia ingin mengejekku kemudian mentertawaiku karena membawa bekal makanan. Dia masih punya hati rupanya.

“Kakak perempuanku”jawabku. Dia mulai membuka tutupnya.

“Wah, kelihatannya enak. Ayo makan bersama”

“Hah?”

“Iya makan bersama. Aku tidak mungkin mengambil jatah makan siangmu hanya karena aku sudah membantumu. Ayo makan bersama”katanya lagi. Aku mengangguk-anggukan kepalaku. Dia benar-benar aneh.

“Yong Soon-ah, kau bisa masak?”tanyaku. lagi-lagi pertanyaan yang tidak kuduga akan keluar dari mulutku. Aku penasaran. Hanya penasaran.

“Kenapa kau bertanya seperti itu?”dia bertanya balik sambil mengambil telur gulung dari bekalku dan memakannya.

“Tidak, hanya penasaran”jawabku.

“Tentu saja aku bisa, kau mau aku buatkan?”

“Hah?”

“Baiklah, kapan-kapan akan aku buatkan bekal untukmu dan kau akan merasakan kalau masakanaku sangat enak”

Aku kembali hanya bisa menganggukan kepalaku. Baru kali ini aku bicara dengan orang yang pintar dan kurasa orang pintar itu memang sedikit aneh.

“Yong Soon-ah, akhir pekan ini kau mau ikut ke pantai dengan kami?”apa yang aku tanyakan?ah sungguh otakku sedang bekerja tidak benar. Ya ya aku memang sempat berpikiran untuk mengajaknnya, aku menanyakan pada Sungmin juga karena memang namanya yang pertama kali muncul di otakku.

“Kami?”tanyanya.

“Ya, aku, Changmin, Sungmin, Jong Woon juga teman-temannya. Ah Yeon Ji juga”

“Sungmin?”tanyanya lagi. Ada apa dengan Sungmin?sepertinya ada yang aneh antara dia dan Sungmin. Sudah tiga kali dia aneh seperti ini karena Sungmin.

“Akan aku pikirkan lagi”katanya. Aku semakin curiga dengan gadis ini, hm, sungguh sangat tidak biasa.

“Oh ya Kyu, kau dengar cerita yang akhir-akhir ini sedang dibicarakan?”tanyanya. Segera pikiranku terlaih.

“Cerita apa?”tanyaku cuek. Dia tampak sangat serius bertanya.

“Katanya akhir-akhir ini sering terjadi kejadian aneh disekolah pada malam hari”

“Lalu kau percaya hah?”aku sekarang ingin tertawa melihat ekspresinya. Apa dia takut hantu. Hah sungguh seperti anak kecil. Dia hanya menggumam pelan.”Dasar gadis, selalu percaya dengan hal-hal seperti itu, ck”

Aniya, bukan begitu. Aku hanya bertanya saja. Oh ya nilaimukan semakin bagus, ada baiknya kau terus belajar agar bisa mempertahankan nilai itu. Kurasa lebih baik kau belajar lebih lama dikelas”ujarnya. Aku menaikkan sebelah alisku. Tidak mengerti dengan maksud perkataannya.

“Lebih lama di kelas?”tanyaku.

“Hm, iya. Jadi kau harus belajar di kelas setelah sepulang sekolah sampai malam sama seperti yang aku lakukan”

“Hah?!”dia gila, untuk apa aku belajar setelah kelas usai, disekolah pula. Seperti tidak ada tempat lain saja untuk belajar. Oh Tuhan gadis ini benar-benar sudah gila dengan belajar rupanya. bahkan sampai belajar setelah kelas usai setiap harinya. Jadi selama ini jika aku bertemu dia saat aku pulang, dia baru saja dari sekolah. Aku tidak akan mengikuti jejaknya, tidak akan pernah. Aku masih normal.

**

Kurasa aku bukan bertambah pintar tapi malah bertambah bodoh. Bagaimana bisa sekarang aku menuruti permintaan gadis pintar dan aneh ini. Belajar setelah kelas usai.  Aku menjadi bertambah bodoh, ya benar begitu.

Aku menaruh pensilku dan menatap punggung gadis itu yang tengah menunduk karena sedang mengerjakan soal-soal. Hidupnya hanya untuk belajar, sungguh menyedihkan.

“Yong Soon-ah”panggilku. Dia hanya menggumam pelan. “Kau menyuruhku belajar untuk menemanimukan karena kau takut dengan gosip-gosip itu”kataku.

“Tidak, aku tidak takut”jawabnya tanpa membalikkan tubuhnya. Sudah jelas gadis ini minta ditemani, pintar sekali akalnya.

Aku menyandarkan tubuhku ke kursi dan menaruh tanganku di belakang kepalaku. Aku mengantuk dan sudah bosan dengan soal-soal yang terus aku baca sejak tadi. Aku melirik jam di depan kelas. Seharusnya saat ini aku sudah ada di cafe, dua hari sudah aku tidak datang. Ini semua gara-gara soal gadis berambut pendek ini. Mereka tidak keberatan aku datang karena ternyata mereka begitu peduli pada pendidikanku namun aku yang tersiksa, aku bosan setengah mati. Aku jenuh.

“Yong Soob-ah, pernahkan kau melakukan sesuatu selain belajar? Sesuatu yang lebih menyenangkan”tanyaku.

Dia berbalik dan menatapku bingung. Lagi-lagi wajah bingungnya sangat lucu.

“Kau tidak bosan belajar terus, hah?”dia tidak menjawab. Aku berdiri dari dudukku dan menghampirinya.”Ayo ikut aku, akan aku tunjukkan sesuatu yang lebih menyenangkan”aku menarik tangannya membuatnya langsung berdiri lalu membawanya keluar kelas.

Kalau kuajak ke tempat mereka mungkin tidak apa-apa, sekali-kali aku ingin menunjukkan pada gadis ini bahwa ada hal yang lebih menyenangkan selain belajar.

“Kau membawaku kemana?”tanyanya ketika kami sudah ada di bis, dia masih terlihat bingung.

“Nanti kau juga tahu”jawabku.

Tidak butuh waktu lama untuk sampai. Dia mengikutiku berjalan, wajahnya masih menampakkan kebingungan. Aku mengajaknya ke tempat biasa aku bermain.

“Kyuhyun-ah”Jung Soo hyung menyapaku begitu aku baru masuk ke dalam, dia melirik Yong Soon disamping.

Hyung, ini Yong Soon temanku”kataku memperkenalkan gadis itu, dia membungkuk dan memperkenalkan dirinya.

“Yong Soon. Oh,gadis som-“aku segera menutup mulut laki-laki ini sebelum berkata lebih lanjut. Hufft, aku memang beberapa kali pernah menceritakan Yong Soon pada mereka dan pasti hal-hal jelek tentang gadis ini. bahkan aku menyebutkan julukan-julukanku untuk gadis ini.

“Ayo Yong Soon-ah, kau akan tahu apa yang aku lakukan selama ini sampai membuatku selalu tertidur di kelas”kataku semangat padanya lalu menariknya untuk berjalan masuk ke dalam.

Aku merasa perasaanku aneh saat ini, kenapa jadi terasa lebih hangat dan bahagia. Mataku tidak pernah lepas dari sepasang mata coklat yang terus melihat ke arahku dan tersenyum. Bukan senyum mengejek juga bukan sekedar senyum ucapan terima kasih tadi. Kali ini senyum yang berbeda.Apa yang terjadi padaku?

**

Hujan turun begitu deras ketika kami sampai di halte dan hari sudah semakin gelap. Aku cemas takut kalau tidak ada bis yang lewat. Kulirik Yong Soon yang sedang duduk sambil mengatupkan kedua tangannya, dia tampak kedinginan. Aku menghampirinya dan duduk disampingnya.

Mianhe Yong Soon-ah, gara-gara aku kau harus pulang terlambat. Aku akan mengantarmu sampai rumah dan menjelaskannya pada orang tuamu”kataku. Dia menggeleng dan tersenyum.

Gwenchana, aku cukup senang hari ini. Aku belum pernah menonton pertunjukkan sebelumnya. Kau terlihat sangat keren tadi”katanya. Kata-katanya entah kenapa membuat jantungku berdetak sangat kencang. Apa aku sebahagia itu hanya karena dia bilang aku keren.

Bunyi klakson bisa memberikan sebuah kelegaan bagiku. Ternyata masih ada bis, aku sudah takut kalau tidak ada bis yang lewat lagi. Aku segera menarik tangan Yong Soon untuk berdiri lalu membawanya naik ke bis.

“Kyu”panggil Yong Soon ketika kami sudah duduk di bis yang mulai sepi ini. hujan dan malam, mungkin orang-orang sudah lebih memilih tinggal di dalam rumah mereka dibanding berekeliaran diluar. Aku menoleh padanya. Dia menunduk dan menatap tanganku yang masih mengenggam tangannya. Buru-buru aku melepaskan tanganku.

M-mianhe Yong Soon-ah”ujarku lagi sambil mengusap belakang kepalaku, malu dengan apa yang sudah aku lakukan. Dia menganguk kaku dan mengalihkan padangannya ke jendela.

Suasana mendadak canggung. Bodoh, apa yang aku lakukan tadi, mengenggam tangannya. Aku melirik Yong Soon lagi, tangannya dia usap-usapkan. Sepertinya dia kedinginan. Aku merasa bertanggung jawab padanya karena sudah membawanya sampai larut malam seperti ini.

Kulepaskan jaket yang aku kenakan dan memberikanny padanya.”Kau kedinginan, pakailah”dia menoleh padaku lalu mengangguk dan mengambil jaketku, menggunakannya untuk menutupi kedua tangannya yang kedinginan. Selanjutnya kami kembali terdiam. Kenapa jadi aneh seperti ini?

Aku merasa perjalanan pulang terasa lebih lama. Padahal hujan sudah berhenti dan bis ini berjalan tidak bisa dibilang lambat, kenapa belum sampai juga? Aku berdehem pelam untuk memancing gadis disampingku untuk berbicara namun aku tidak kunjung mendengar tanggapannya.

“Yong-“kata-kataku terhenti begitu menoleh ke samping dan mendapati gadis itu tengah terkantuk-kantuk. Cho Kyuhyun kalau sampai dia sakit besok kau yang akan disalahkan. Aku segera menahan kepalanya dan menaruhnya di bahuku, agar dia bisa tidur lebih nyaman.

**

Kami berjalan dalam diam dari halte tadi. Malam yang hening menambah kesunyian diantara kami berdua. Hanya bunyi langkan kakik kami yang menginjak genangan air yang memberikan suara di jalan ini.

“Akan kuantar sampai rumah”kataku begitu dia hendak berbelok ke arah rumahnya. Rumah kami memang tidak terlalu jauh bedanya di persimpangan dia belok, aku lurus.

Dia yang sudah berjalan di depanku berbalik.”Tidak perlu, aku bisa. Aku tidak takut”katanya. Aku mendekat padanya.

“Aku merasa bersalah sudah mengajakmu pergi tadi”

“Tidak apa-apa, aku kan sudah bilang, aku senang hari ini. Terima Kasih. Selamat malam”dia melambaikan tangannya dan berbalik namun langkahnya kembali terhenti. Dia menoleh padaku lagi.

“Ah, dan untuk ajakanmu tadi. Aku mau ikut”

Dan malam itu aku pulang dengan perasaan senang entah karena apa.

Advertisements

11 thoughts on “FF: You Are The Apple In My Eyes 4

      1. sayangnya belum ada konflik and mesra2annya #yadongkumat :p tp gakpp ttp di tunggu !!! semangaaaat eonnie >.<9

  1. dongsaeng
    maafkan aku bru bsa comment d part ini
    aku uda mulai profesi, jd sibuk sesibuk’a org sibuk

    inti’a aku suka ff ni,
    issh kyu uda mulai ada getar2 cinta ni ye
    hahaha

    sangat d tggu part slanjut’a
    jjang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s