FF: Only U Part 8

I still love you, such word that makes my heart fluttered

Even you’ve said that my tongue keeps frozen to say those same things

 

 

Part 8

 

Yong Soon tidak henti-hentinya menangis dalam pelukan Donghae di depan ruang operasi, dia tida menyangka putranya akan mengalami hal ini. Dia merasa bersalah saat ini, kenapa tadi dia tidak bisa melihat anaknya dengan cepat sebelum kejadian itu terjadi. Yong Hyun mengalami kecelakaan dan kini dia tengah di operasi. Bibir Yong Soon tida henti-hentinya menggumamkan doa agar anaknya selamat, tidak ada lagi yang dia harapkan saat ini. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada anaknya, apalah arti hidupnya jika putra kesayangannya itu meninggalkannya.

“Tenanglah Yong Soon-ah”Donghae memeluk Yong Soon dengan erat, mengusap punggung wanita itu perlahan berusaha menenangkannya, dia juga tidak menyangka kejadiaan seperti ini akan terjadi. Dia sama takutnya dengan Yong Soon bagaimanapun juga dia dekat dengan Yong Hyun dan sudang menganggap putra Yong Soon itu seperti anaknya sendiri, dia juga tidak mau terjadi apa-apa pada Yong Hyun.

“Ssttt, tenanglah Yongie-ya”Yong Soon masih terus menangis dengan kencang.

Tidak jauh dari tempat mereka duduk, seorang pria memperhatikan kedua orang ini, wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apa-apa, wajahnya terlihat pucat namun meski tidak menangis ataupun menunjukkan ekspresi sedih tapi dialah yang paling merasa bersalah dan menyesal dengan kejadian ini. Dialah yang merasa paling terpukul saat ini.

Tiba-tiba pintu ruang operasi terbuka, Donghae langsung berdiri diikuti oleh Yong Soon yang masih menangis dalam pelukan Donghae.

“Bagaimana dokter?”Tanya Donghae mewakilkan Yong Soon yang masih menangis dan tampak tidak bisa berbicara apa-apa.

“Dia sudah baik-baik saja, dia sempat kekurangan banyak darah namun sudah ada yang mendonorkan darahnya, lukanya pun sudah kami jahit, tinggal menunggunya sadar”terang dokter pada Donghae, pria itu menganggukan kepalanya setelah itu dokter itu pergi meninggalkan mereka.

“Dia sudah baik-baik saja Yongie-ya”ujar Donghae dengan lembut.

“Tapi..aku..takut..aku tidak mau kehilangan dia”Donghae memelukYong Soon dengan erat.

Pria yang duduk tidak jauh dari mereka masih terus memperhatikan kedua orang ini. Kyuhyun tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini, dia merasa terpukul, dia tidak menyangka hal ini akan terjadi. Dia merasa begitu bodoh meninggalkan Yong Hyun begitu saja sehingga putranya itu mengalami kecelakaan. Yong Hyun kehilangan banyak darah namun untungnya ada Kyuhyun yang memiliki golongan darah yang sama dengan putranya itu. Sejak tadi Kyuhyun sama sekali tidak berani berbicara pada Yong Soon, dia tahu kalau wanita itu akan menyalahkannya. Dia tidak tahan  melihat Yong Soon menangis, dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menangakan wanita itu. Kyuhyun tidak pernah melihat Yong Soon menangis dan inilah yang pertama kalinya. Apa selama ini dia selalu menangis dibelakangku seperti ini?dan selalu Donghae yang bersamanya, menenangakannya?pria macam apa aku ini?aku hanya selalu menyakitinya, membuatnya menangis tanpa aku sadari.

 

Kyuhyun kembali ke rumahnya, dia masuk ke dalam kamarnya. Terduduk di tepi tempat tidurnya, menenggelamkan wajahnya ke tempat tidurnya dan mulai terdengar suara tangisannya. Ya Kyuhyun menangis, dia merasa tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini kecuali menangis, menagisi kebodohannya. Dia sudah menyakiti dua orang yang paling penting dalam kehidupannya ini.

Pria itu mengacak-acak rambutnya frustasi, dia bukan hanya terisak tapi dia menangis sekencang-kencangya. Kenapa dia selalu tidak bisa melakukan apa yang seharusnya dia lakukan?kenapa dia selalu tidak pernah bisa mengungkapkan apa yang seharusnya dia katakan.

 

**

 

Yong Soon menatap wajah putranya yang masih tertidur itu dengan seksama, beberapa jam yang lalu akhirnya Yong Hyun sadar, setidaknya kecemasan sudah hilang sedikit saat ini. Dia juga tidak menangis lagi seperti tadi. Digenggamnya dengan erat lengan mungil yang tidak dipasangi infuse, kepala Yong Hyun terdapat perbang putih yang melingkar dan tangannya yang sedang digenggam ini juga terdapat perban tepat disikunya. Ada beberapa luka kecil di wajah putih anaknya itu. Dia benar-benar bersyukur Yong Hyun sudah sadar, diciumnya jari-jari mungil Yong Hyun.

Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya perlahan, dia menoleh dan mendapati Donghaelah yang menghampirinya, dia tersenyum tipis pada Donghae, sungguh dia benar-benar berterima kasih pada pria disampingnya ini, sejak tadi Donghae selalu ada disampingnya, menemaninya. Bahkan pria ini belum pulang sejak tadi sore sampai tengah malam seperti ini hanya untuk menemaninya.

Ayah dan ibu Yong Soon tadi sudah datang tepat setelah Yong Hyun siuman, mereka mengajak Yong Soon untuk pulang dulu sebentar namun wanita ini tidak mau meninggalkan Yong Hyun sedetikpun. Oleh sebab itu ibu Yong Soon kembali lagi membawakan pakaian untuk putrinya itu.

Donghae memeluk pundak Yong Soon dan mengusapnya perlahan.

“Tidurlah dulu”ujar Donghae namun Yong Soon menggeleng, dia tidak mau sedetikpun melewatkan perkembangan anaknya. Dia takut kalau tiba-tiba Yong Hyun merasa sakit dan dia tidak mengetahuinya. “Aku akan menjaga Yong Hyun”ujar Donghae lagi, dia meminta menggantikan Yong Soon menjaga Yong Hyun namun lagi-lagi Yong Soon menggeleng. Tangannya masih mengenggam erat jari mungil Yong Hyun sambil menatap wajah anaknya yang sedang tidur itu.

Akhirnya Donghae menyerah, dia tahu kalai wanita ini sangat keras kepala dan jika dia berkata tidak mau dia benar-benar tidak mau dan tidak akan ada yang bisa membantahnya. Donghae menarik tempat duduk disamping Yong Soon lalu menarik kepala wanita itu untuk bersandar dipundaknya, dia ikut mengenggam tangan Yong Soon yang mengenggam tangan Yong Hyun.

 

**

 

Sudah beberapa hari setelah kejadian itu, Kyuhyun selalu bangun dengan perasaan kacau. Dia belum sekalipun mengunjungi Yong Hyun, dia sadar tidak ada gunanya dia disana, dia yakin Yong Soon sangat membencinya dan tidak butuh keberadaannya disana, dia sudah memiliki Donghae sekarang dan sebelumnya serta untuk seterusnya. Kyuhyun tidak berani menjenguk Yong Hyun, dia merasa sangat bersalah pada anaknya. Dia tidak bisa kesana dengan perasaan penuh rasa bersalah melihat anaknya yang berbaring lemah karena kesalahannya, kecerobohannya.

Oran tua Kyuhyun sudah beberapa kali menghubungi pria itu untuk menjenguk putranya tapi Kyuhyun tetap tidak mau. Bahkan orang tua Kyuhyun sempat mendatangi pria itu namun Kyuhyun bersikeras tidak mau kesana, dia bilang da tidak bisa kesana. Dia yang membuat anaknya seperti ini, apa dia pantas untuk melihat anaknya. Dia benar-benar merasa menjadi ayah yang buruk. Setelahnya tidak ada yang bisa dilakukan oleh orang tua Kyuhyun dan memberikan anaknya waktu dan menerima semua yang terjadi adalah sebuah kecelakaan dan tidak ada yang bisa disalahkan disini.

Pria itu keluar kamarnya begitu mendengar bel rumahnya berbunyi. Wajahnya tampak sangat kusut, dia tidak pernah bisa tidur tenang setiap malamnya. Dia selalu dihantui perasaan bersalahnya.

“Kyuhyun-ah”ternyata Hye Jin lah yang datang, dia menatap prihatin Kyuhyun, sudah beberapa hari ini dia berusaha menghubungi pria ini setelah dia mendengar tentang kecelakaan itu namun Kyuhyun tidak bisa dihubungi. Oleh sebab itu dia datang ke rumahnya. Dia tidak menyangka melihat Kyuhyun dalam keadaan yang seperti ini.

Kyuhyun mempersilahkan wanita itu masuk. Hye Jin terlihat cemas melihat keadaan Kyuhyun.

Hye Jin menatap lekat-lekat pria dihadapannya ini, kemudian dia melepaskan cincin pertunangan mereka dan menyerahkannya pada Kyuhyun, pria itu terlihat kaget.

“Kita akhiri saja pertunangan kita Kyuhyun-ah”ujar Hye Jin lirih, dia sebenarnya tidak tega mengatakan ini pada Kyuhyun tapi dia juga tidak mau melihat Kyuhyun tersiksa dengan perasaannya sendiri dan termasuk perasaannya, dia tidak mau seperti orang bodoh yang mengharapkan cinta dari seseorang yang tidak akan pernah memberikan hatinya karena hatinya sudah menjadi orang lain dan selamanya menjadi milik orang itu.

“Wae?”tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Kenapa kau tidak pernah bisa menyadari mana wanita yang kau sukai dan kau cintai Kyu, kenapa kau tidak pernah bisa jujur padamu. Kau masih mencintai Yong Soon kan?aku tahu itu Kyu, sekeras apapun aku berusaha mendapatkan hatimu aku tetap tidak akan bisa jadi sebaiknya kita akhiri saja semua ini dan kembalilah padanya”Kyuhyun menatap Hye Jin tidak percaya, dia benar-benar pria yang bodoh ternyata, dia tidak menyadari bahwa dia sangat mencintai Yong Soon sampai saat ini dan bodohnya dia tidak pernah bisa mengatakannya pada wanita itu dan tidak pernah bisa memintanya kembali. Dia selalu dibingungkan dengan perasaanya.

“Aku akan pergi ke Jepang besok”Hye Jin berdiri dari duduknya lalu pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih terpekur di tempatnya, tidak ada niatan untuk mengejar Hye Jin saat ini. Dia sedang mencerna kata-kata Hye Jin sekarang ini.

 

**

 

Yong Hyun masih terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit sementara ibunya terus setia berada disampingnya. Diusapnya kepala Yong Hyun perlahan.

“Eomma, appa dimana?”pertanyaan yang sudah kesekian kalinya pria kecil ini tanyakan, semenjak dia membuka matanya, yang pertama dia tanyakan adalah dimana ayahnya? Dan Yong Soon hanya bisa menjawab ayahnya sedang sibuk dan belum sempat menjenguknya. Beberapa jama kemudian Yong Hyun akan bertanya hal yang sama lagi membuat Yong Soon bingung harus menjawab apa.

Dia juga sudah berusaha menghubungi Kyuhyun beberapa hari ini namun tidak bisa. Ketika orang tua Kyuhyun datang dia tidak berani bertanya saat itu.

“Dia akan datang sayang”jawab Yong Soon sambil tersenyum lembut.

“Hyunnie kangen appa”lirih anak laki-laki ini. Yong Soon hanya menganggukan kepalanya, dia mengerti perasaan Yong Hyun. Dia malah tidak mengerti apa yang dipikirkan Kyuhyun sampai saat ini tidak juga datang. Dia merasa kecewa pada Kyuhyun, dia tidak akan menyalahkan Kyuhyun atas apa yang terjadi pada Yong Hyun, itu sebuah kecelakaan dan tidak akan ada yang tahu kalau kecelakaan itu bakal terjadi. Yong Soon hanya butuh Kyuhyun saat ini menemani Yong Hyun juga menemaninya.

Donghae membuka pintu ruangan tempat Yong Hyun dirawat, dia membawa beberapa bungkus makanan ditangannya. Dia tahu sejak pagi Yong Soon belum makan dan dia tidak mau kalau waita itu sakit. Dia menaruh makanan itu di meja dan mendekati Yong Soon namun tiba-tiba wanita itu berdiri dari duduknya.

“Donghae-ya, kau jaga sebentar Yong Hyun, aku mau pergi dulu”Yong Soon segera keluar dari ruangan itu, Donghae menatapnya bingung, dilihatnya Yong Hyun yang sedang tertidur menggumamkan nama ayahnya. Pria itu mendesah pelan, dia sepertinya tahu kemana Yong Soon pergi.

“Appa…appa”

 

**

 

Yong Soon memberanikan dirinya datang ke ruma Kyuhyun, dia tidak tega melihat Yong Hyun terus-terusan menanyakan ayahnya. Kyuhyun harus tahu betapa anaknya itu membutuhkannya saat itu. Yong Soon memencet bel rumah itu beberapa kali, dia menunggu pintu dibuka, tak lama kemudian pintu dibuka oleh Kyuhyun. Pria itu kaget melihat Yong Soon ada dihadapannya.

Mata Yong Soon menjadi panas ketika melihat Kyuhyun dihadapannya dan tanpa dia sadari butiran bening itu lolos keluar dari bola matanya yang berwarna coklat itu.

“Yong..Soon-ah”Kyuhyun berkata lirih ketika dia melihat Yong Soon menangis. Wanita itu langsung menghambur memeluk Kyuhyun dan menangis di pelukannya dengan ragu Kyuhyun membalas pelukan Yong Soon, dia tida menyangka Yong Soon akan menangis seperti tadi dihadapannya. Rasanya sakit melihat wanita itu menangis.

“Mianhe..”hanya kata-kata itu yang bisa Kyuhyun ucapkan.

“Simpan kata maafmu Kyu..kau tahu Yong Hyun selalu menanyakanmu, dia membutuhkanmu dan aku juga membutuhkanmu Kyu…kenapa kau selalu membiarkan Donghae yang ada disampingku saat aku sedih tahukah kalau aku selalu berharap itu kau, kau yang memelukku saat menangis, menenangkanku dan menyediakan bahunya untukku bersandar bukan Donghae”Yong Soon mengungkapkan semua perasaanya selama ini, dia tidak pernah membenci Kyuhyun karena kejadian itu, dia hanya ingin Kyuhyun ada disampingnya, memeluknya dan menenangkannya. Dia tidak akan mempermasalahkan Kyuhyun yang menyebabkan kecelakaan itu tidak dia tidak akan melakukan itu, dia hanya ingin Kyuhyun bersamanya merawat Yong Hyun. Bersamanya melewati ketakutannya akan kehilangan putranya itu.

Air mata Yong Soon terus turun dari sudut matanya sementara Kyuhyun hanya terdiam tidak tahu harus berbicara apa, kenapa disaat seperti ini dia selalu tidak bisa berkata apapun.

Tiba-tiba Yong Soon langsung mencium bibir Kyuhyun dengan air mata yang masih terus turun, dipeluknya kembali Kyuhyun dengan erat.

“Aku mencintaimu Kyu..aku mencintaimu..aku masih mencintaimu…”

Advertisements

14 thoughts on “FF: Only U Part 8

  1. Kyaaaaaa Kyaaaaaaaaaaaa aku suka bgt ma part ini …
    Tp kpendekan eonnie~
    😀
    Wkwkwkwkw tp gkpp gak mengurangi rasa suka aku sma FF ini !!
    Kereeeeeen daebak !!! Apa ceritanya mau berakhir??? Huaaaaaaaaaaa hidup KyuSoon ~
    Yong Hyun cpett smbuh nak, supaya bisa bujuk ortu kmu buat kmbali bersama !!
    Semangaaaaaat !!
    Di tunggu part selanjutnya Eonnie~ 😀

  2. Yaaa!! Eonnieeee ceritanya makin sedih aja yatuhaann :’) unn persatukanlah yong soon dan kyuhyun kasian yong hyun–“. Akhirnya yong soon ngomong juga ke kyuu :’) yatuhan betapa sedih dan bahagianya ff ini :”) lanjut ya eonn

  3. pendek bgt eonnnnn
    Omgggggg, jalan bwt yong soon sama kyu balikan udah terbuka!!!!! Tinggal donghae aja nich……

  4. Kasihan ya yong hyun…
    Akhir ny yoong soo mengungkapkan isi hati ny kl dy masih cinta dan mengharapkan kyu kembali…
    Semoga saja mreka balikan kembali dan menjadi keluarga yang bahagia….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s