FF : Only U Part 1

Break up sometimes is the best way but what if come to be the worst way

After you realize it, you still in love

Could we go back?

But the path isn’t smooth again for us 

I held my pride too high

No words come from my lip to take you back

But believe me there’s always ONLY U in my heart

 

Part 1

 

Seorang wanita muda tengah sibuk mempersiapkan sarapan di dapurnya yang bernuansa putih. Tangannya cekatan menaruh masakan yang baru saja dibuat ke sebuah kotak makan berwarna biru, menatanya dengan apik.

“Eomma”suara cempreng milik anak laki-laki yang baru berusia 4 tahun itu mengejutkan wanita itu. Anak laki-laki dengan wajah imut menghampiri wanita yang dipanggilnya ibu itu. Wanita itu mensejajarkan tubuhnya dengan anak laki-lakinya.

“Waeyo?”tanya wanita itu sambil mencium pipi chubby enaknya.”Badanmu masih panas Hyunnie?”wanita itu menaruh telapak tangannya di dahi anaknya memeriksa kondisi tubuh anaknya, kemarin anak laki-lakinya itu sempat demam beberapa hari. Anak laki-laki yang dipanggil Hyunnie itu menggeleng dan tersenyum pada ibunya.

“Baiklah, ayo sarapan”Wanita itu menggendong anaknya dan membawanya ke meja makan mendudukannya di meja makan yang dihadapannya sudah tersedia beberapa potong roti dan juga susu untuk anak kesayangannya itu.

Selayaknya seorang ibu, wanita yang memakai pakaian kantor itu mempersiapkan tas sekolah anaknya memasukkan bekal yang sudah dia buat ke dalam tas itu.

“Habiskan sarapannya sayang”wanita itu mengingatkan anaknya untuk menghabiskan sarapannya, anak itu menggumam mengiyakan perkataan  ibunya yang kini masuk ke dalam kamar lalu keluar tidak lama kemudian dan membawa tas lain yang lebih besar.

“Hyunnie akan dijemput appa, ingat pesan eomma ya jangan nakal, areo”wanita yang memilki senyum yang manis itu mengusap kepala anak laki-lakinya yang baru saja menghabiskan susu coklat yang dibuatnya.

Terdengar buyi bel rumah sederhana ini, anak laki-laki itu langsung melompat dari tempat duduknya dan berlari ke depan pintu, dia seakan tahu siapa yang datang dan orang itu sudah sangat dia tunggu-tunggu.”Hyunnie habiskan sarapannya dulu”anak laki-laki itu mengerucutkan bibirnya begitu dilarang oleh ibunya membuatnya tampak semakin imut. Ibunya hanya bisa mendesah pelan. Bahkan caranya mengerucutkan bibirnya sama persis.

Wanita itu membuka pintu rumahnya tampklah seorang pria dengan rambut hitam dan pakaian santai itu berdiri didepan pintu, tampak sekali kecanggungan diantara kedua orang ini, pria ini mencoba tersenyum namun sama sekali tidak disambut baik oleh wanita dihadapannya.

“Yong Hyun sedang sarapan, kau mau masuk ke dalam atau menunggu disini?”tanya wanita itu tanpa ekspresi yang berarti bahkan tanpa sedikitpun menatap wajah pria dihadapannya ini. Meski sudah hampir setahun sejak kejadiaan itu, wanita ini masih belum bisa melupakan kemarahannya pada pria ini, meski mereka sudah berpisah.

Dua orang ini dulunya adalah sepasang suami istri, setahun yang lalu mereka memutuskan untuk berpisah, saat anak laki-lakinya baru berusia tiga tahun. Alasannya mereka merasa sudah tidak cocok satu sama lain namun kedua orang ini tahu apa yang sebenarnya membuat mereka berpisah, sesuatu yang lebih dari hanya sekedar tidak cocok.

“Aku tunggu disini”jawab pria itu, tanpa berkata lagi wanita itu masuk ke dalam dengan membiarkan pintu tetap terbuka.

“Appa?”suara cempreng itu kembali terdengar ketika ibunya sudah kembali, ibunya mengangguk. Dengan cepat anak laki-laki bernama Yong Hyun itu memasukkan potongan roti terakhirnya ke mulutnya lalu melompat dari kursi berlari untuk menemui ayahnya.

Wanita berambut coklat itu mengambil tas sekolah anaknya juga tas hitam yang lebih besar yang berisi baju-baju Yong Hyun, mulai hari ini sampai tiga hari ke depan anak semata wayangnya itu akan pergi bersama ayahnya. Memang meskipun mereka berpisah mereka sudah sepakat, mereka berdua tetap akan mencurahkan kasih sayangnya secara lengkap untuk anak laki-laki mereka itu, jadi Yong Hyun tetap bisa merasakan memiliki ayah dan ibu namun bedanya kini ayah dan ibunya tinggal berpisah. Dalam seminggu Yong Hyun bersama ibunya selama empat hari sementara sisanya bersama ayahnya dan itu dilakukan bergantian, jika empat hari di awal minggu bersama ibunya maka tiga harinya di akhir minggu bersama ayahnya dan minggu depannya akan bergantian.

Yong Hyun sepertinya tidak terlalu terusik dengan perpisahan kedua orang taunya karena dia memang masih mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya ini. Di depan Yong Hyun mereka masih berperan sebagai ayah dan ibu anak itu namun jika tidak ada Yong Hyun mereka kembali ke kondisi mereka sebagai sepasang suami istri yang sudah berpisah.

Yong Hyun langsung memeluk ayahnya begitu melihat pria itu, di gendognya anaknya itu dan diberikan kecupan hangat dipipi chubby anaknya itu.

“Ini tas sekolahnya dan ini tas berisi baju-bajunya, oh ya kemarin dia flu dan dia masih harus minum obat, aku sudah memasukannya ke dalam tas bajunya”wanita itu menyerahkan kedua tas ke tangan pria itu. Pria itu menganggukan kepalanya.

“Hyunnie, pamitan dulu dengan eomma”ujar pria itu pada anak laki-laki digendongannya.

Yong Hyun mendekat pada ibunya dan mencium sekilas bibir ibunya itu.

“Baik-baik disana dan jangan nakal ya sayang”wanita itu mengelus kepala anaknya dengan perasaan sayang tanpa sadar pria yang menggendong anaknya itu tersenyum. Dia masih lembut seperti dulu.

“Annyeong eomma”ucap Yong Hyun sambil melambaikan tangannya pada ibunya itu, setelah itu pria bermarga Cho itu membawa anaknya menuju mobilnya yang berada di depan rumah wanita ini.

“Eomma saranghae”Yong Hyun kembali melambaikan tangannya sebelum dia masuk ke dalam mobil.

Tak lama kemudian mobil sedan hitam itu sudah meninggalkan rumah bernuansa putih itu. Wanita itu menutup pintu rumahnya dan menghela nafas perlahan. Sepi, itulah yang dia rasakan, setiap kali Yong Hyun pergi dengan ayahnya rumahnya akan menjadi sangat sepi, hanya Yong Hyun yang mampu meramaikan rumah yang sudah setahun dia tempati semenjak dia berpisah dengan ayah Yong Hyun. Dia mulai membersekan bekas sarapan Yong Hyun menaruhnya di wastafel lalu mulai mencucinya.

Begitu seleasi mencuci dia melirik jam ditangan lalu bergegas mengambil tas kerjanya dan keluar rumahnya, tepat ketika dia mengunci rumhanya, terdengar bunyi klakson mobil di depan rumahnya. Wanita itu tersenyum melihat sebuah mobil silver sudah menunggunya.

Dia berjalan menghampiri mobil silver itu, si empunya mobil membukakan pintu untuk wanita itu.

“Yong Soon-ah, dimana Yong Hyun?”tanya seorang pria dengan jas rapih dan rambut hitam serta memiliki wajah seperti anak kecil, matanya mencari anak kecil yang biasa bersama wanita yang dipanggilnya Yong Soon itu.

“Hari ini dia menginap di rumah ayahnya”jawab Yong Soon lalu duduk di dalam mobil dan menutup pintu.

“Oh iya, aku lupa”Pria itu tertawa pelan, kemudian mulai menjalankan mobilnya.

Selama dijalan beberapa kali pria ini tertangkap basah sedang melirik wanita disampingnya ini, dia seperti ingin mengatakan sesuatu namun takut kalau akan menyinggung perasaan wanita sekaligus sahabatnya ini, dia dan Yong Soon sudah berteman sejak mereka masih SMA sampai sekarang saat usia mereka sudah menginjak 25 tahun bahkan Yong Soon kini bekerja di perusahaan milik pria ini.

“Yong Soon-ah”akhirnya pria itu memberanikan dirinya berbicara. “Hm”Yong Soon hanya menggumam sambil tetap memperhatikan jalanan disampingnya.

“Apa tidak sebaiknya kau kembali pada Kyuhyun?kurasa Yong Hyun ingin kalian kembali bersama”ujar pria itu.

“Donghae-ya,kita sudah membicarakannya ratusan kali bahkan sejak sebulan sudah aku berpisah darinya, keputusanku tetap sama. Aku tidak akan kembali padanya”jawab wanita itu dengan tegas sambil menatap pria bernama Donghae ini. Dia tahu betapa sahabatnya ini selalu membujuknya untuk kembali pada pria yang dulu menjadi suaminya, ayah Yong Hyun. Cho Kyuhyun. Namun tidak ada yang bisa merubah keputusannya, hanya dia dan Kyuhyun yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga kecil mereka sehingga mereka lebih memilih untuk berpisah.

“Tapi Yong Hyun butuh kasih sayang kedua orang tuanya”Donghae kembali berbicara. Dia tahu terkadang balita itu bercerita tentang ayahnya pada Donghae jika dia sedang ikut Yong Soon ke kantor, dia bisa melihat kalau anak laki-laki itu ingin sekali kedua orang tuanya kembali bersatu.

“Dia dapat kasih sayang baik dariku maupun Kyuhyun sebagai kedua orang tuanya, tidak ada yang berkurang”

“Tapi”

“Sudahlah Hae-ya, aku tidak ingin membahas masalah itu lagi. Aku sudah punya kehidupanku sendiri saat ini”

Maka percakapan itu berhenti dan tidak ada lagi pembicaraan setelahnya sampai mereka ke sebuah gedung perkantorang yang menjulang tinggi itu.

 

**

 

Pria muda itu menggendong anak laki-lakinya itu masuk ke dalam sebuah taman kanak-kanak yang sudah mulai ramai, pria itu juga membawa tas sekolah anaknya. Kemiripan antara wajah anak laki-laki yang digendongnya dengan dirinya menunjukkan bahwa dia adalah ayah dari anak laki-laki ini. Kulit putih pucatnya sama, matanya, hidungnya bahkan bibirnya bagaikan duplikat ayahnya, mungkin saat ayahnya kecil wajahnya mirip seperti anaknya ini. Diturunkannya anak laki-laki ini di depan gerbang sekolahnya.

“Appa akan menjemputmu nanti siang, janga kemana-mana dan tunggu appa”pesan ayahnya pada anak laki-laki itu . Anak laki-laki yang bernama Yong Hyun itu menganggukan kepalanya dan tersenyum pada Appanya.

“Anak appa yang pintar”pria itu menepuk kepala anaknya penuh rasa sayang, lalu Yong Hyun mencium pipi ayahnya sebelum memakai tas sekolahnya dan berlari masuk ke dalam sekolahnya. Pria itu terus memperhatikan sampai anaknya itu tidak terlihat lagi karena sudah bertemu dengan teman-temannya, dia pun kembali ke mobilnya.

Dia terdiam sesaat, ingat percakapannya dengan anaknya tadi selama perjalanan mengantarnya. Putranya itu ingin ibunya ikut liburan bersama mereka, memang pria ini ingin mengajak putra tunggalnya untuk liburan selama akhir pekan, mereka akan pergi ke gunung. Yong Hyun bertanya padanya kenapa ibunya tidak diajak, setahunya dia sudah mengajak mantan istrinya itu namun tentu saja mantan istrinya itu menolak.

Sudah setahun sejak mereka berpisah, hubungan mereka semakin memburuk. Kalau bukan ada Yong Hyun diantara mereka mungkin mereka tidak akan pernah bertemu atau berkomunikasi lagi, secara tidak langsung Yong Hyunlah yang membuatnya masih bisa bertemu mantan istri yang jujur dia masih mencintai wanita itu, namun rasa bersalahnya pada wanita itu membuatnya merasa egois jika masih mencintanya. Wanita itu seharusnya lebih bahagia tanpanya.

 

**

 

Wanita yang memiliki satu putra itu baru saja pulang ke rumahnya ketika dia mendengar bel rumahnya berbunyi, dengan langkah kesal dia kembali ke depan pintu. Siapa yang datang sore-sore seperti ini.

“Oppa!”seru wanita itu kaget melihat siapa yang datang ke rumahnya. Seorang pria tinggi dan wajah gentleman  yang tampan ini ada dihadapannya. Dia tersenyum, senyum yang sungguh menawan bagi siapapun yang melihatnya namun tidak bagi wanita ini, dia menganggapnya biasa saja karena sepanjang hidupnya pria ini memang memiliki senyum seperti ini dan dulu setiap hari dia melihtanya karena pria ini adalah kakak kandungnya.

“Yongie-ya”pria itu langsung memeluk tubuh adik kesayangannya itu dengan erat.

“Siwon Oppa, kenapa tiba-tiba sekali?”tanya wanita yang bernama Yong Soon itu ketika tubuhnya masih dipeluk dengan erat oleh pria bertubuh atletis itu.

Surprise sayang, bagaimana kabarmu?”tanya Pria itu ketika sudah melepaskan pelukannya dan mengacak-acak rambut adiknya ini seperti kebiasaanya ketika mereka masih kecil. Yong Soon menyuruh kakaknya itu untuk masuk. “Aku baik-baik saja”jawabnya.

“Dimana keponakanku?”tanya Siwon ketika memperhatikan rumah Yong Soon yang sangat sepi ini.

“Dia sedang menginap ditempat ayahnya”jawab Yong Soon sambil menjatuhkan tubunya ke sofa di ruang tamu rumahnya. Hal yang sama dilakukan oleh Siwon.

“Rumahmu sepi sekali kalau tidak ada Yong Hyun”ujar Siwon lagi. Yong Soon hanya tersenyum tipis, dia juga merasakan hal yang sama makanya terkadang dia tidak rela kalau Yong Hyun harus menginap di tempat ayahnya. “Makanya segeralah cari ayah baru untuk Yong Hyun”lanjut pria itu.

“Isshh, apa ayah menyuruhmu kesini untuk memaksaku menikah lagi”ujar Yong Soon membuat Siwon tertawa. Menikah lagi?sama sekali tidak terpikirkan olehnya untuk menikah lagi, dia merasa merawat Yong Hyun adalah prioritasnya saat ini, melihat putranya tumbuh itu adalah kebahagiannya saat ini. Dia tidak membutuhkan pendamping saat ini, cukup dengan Yong Hyun. “Lebih baik Oppa yang segera mencari pendamping hidup daripada kau hidup sendirian terus”lanjut Yong Soon.

“Nah, itu yang membuatku kemari”ujar Siwon, Yong Soon mengerutkan keningnya menebak apa maksud ucapan kakaknya barusan. “Aku akan menikah bulan depan”

“Omo Oppa!Chukkae!”

Advertisements

24 thoughts on “FF : Only U Part 1

  1. annyeonghaseo ^^ , aku reader bru di sni . Bangapta 🙂
    ap yg m’yebabkan kyu sma yoo hyun crai ???
    wlpun mrka m’rwat yoo hyun scra adil , tp itu ttap saja krg . Krna b’bda saat mrka blum crai 😦
    Kreeenn thoorr…..
    Lanjutt bca 😀

  2. Cerai?? Kok bisa… Pdahal kyu masi mncintai yong soong 😦 ckck kasian yong hyun harus mndapat giliran untuk ktemu ayah-ibux…

  3. itu tbc nya emang wkt siwon mau ngasi tau klo dy mau nikah ya? wkwkwk
    Penasaran nih aku kenapa kyu sama yong soon mesti cerai ;(

  4. Nahh.. kan penasaran jadinya knpa ini klrga bisa pecah. seberat apa kyuhyun bersalah hingga kyu tidak berani berdekatan atau berharap mantan istrinya itu kembali padanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s