FF: Accidently Engaged (Third Accident)

Third Accident

 

“Apa arti katru itu?”tanya Ji Hyun sambil sama-sama memandang kartu The Fool bersamaku. sedikit pemaksaan dan aku luluh, untuk yang kesekian kalinya.

“Kartu ini merepresantisakn dirimu yang sedang diramal, The Querent” jawabku, Ji Hyun mencondongkan tubuhnya terlihat antusias.”The Fool itu menunjukan seseorang yang bertindak duluan, buru-buru bereaksi dengan tolol atas situasinya saat ini” dia terlihat senang dengan jawabanku, mungkin dia berpikir firasanya tentang tidak seharusnya dia menikah dengan Aiden semakin nyata. Se Na lebih memilih untuk diluar menunggu Ji Hyun, sepertinya dia tidak mau terlalu terlibat dengan aksi meramalku ini.

“Sekarang kita harus melihat dulu kartu yang lain tapi hal ini akan menunjukkan bahwa kau sedang dalam masa-masa bimbang dan kau harus memikirkan matang-matang segala tindakan yang kau lakukan”kataku sambil membuka kartu berikutnya The Magician.

“Kartunya terbalik?”tanya Ji Hyun.

“Artinya sama seperti gambarnya, kau berusaha memanipulasi sesuatu untuk mendapatkan yang kau mau”ujarku menatapnya serius sepertinya Ji Hyun merasa tersinggung dengan kata-kataku, hei memang benar apa yang aku katakan kan?

The Devil, menggambarkan perang antara kebaikan dan kejahatan atau lebih tepatnya kau akan mengalami masa-masa perang batin memilih mana yang benar dan yang salah”kataku membuka karu yang lain, dia mengerjapkan matanya dan tanpa sadar Se Na sudah masuk kembali ke dalam.

Katu selanjutnya The Page of Swords.

“Kau harus hati-hati ada musuh yang berusaha menggagalkan usahamu”Ji Hyun melirik Se Na yang memberikannya tatapan kesal.

Aku benar-benar ingin mereka pergi saat ini juga. Kubuka katu selanjutnya. The Four of Cups dan sebuah ide gila melintas pikiranku, berikan apa yang dia inginkan dan dia akan pergi, meski harus melanggar etika peramal.

Kartu ini sebenarnya menunjukan peringatan yang ‘bersahabat’, arinya diri kita menjadi penghalang untuk kebahagian kita sendiri namun aku menggantinya dengan mengatakan bahwa kartu ini membawa peringatan serius. Ji Hyun terkesiap begitupun Se Na.

“Jangan membohonginya!”sergah Se Na, aku tidak mempedulikannya dan melanjutkan membuka kartu yang lain.

The World, ini betul-betul tidak bagus, kalau kau sampai meneruskan pernikahan ini akan terjadi bencana besar”kataku, lagi-lagi aku memoles arti kartu ini yang seharusnya bercitra psoitif artinya semua impiannya akan terwujud, namun demi perginya kedua orang ini aku harus melakukannya.

Ji Hyun mulai menangis.

“Hentikan!”seru Se Na sambil mendekati Ji Hyun yang mulai terisak, betapa pintarnya wanita ini berakting.

Terkahir Death mestinya ini hanya berarti perubahan mendadak bukan kematian fisik namun malam itu aku berkata lain pada mereka.

“Ini sangat tidak bagus, menikah dengan Aiden Lee hanya akan membuatmu menyesal seumur hidup”kataku sembari menyodorkan kartu itu pada Ji Hyun.

“Ini persis seperti mimpiku, iya benar, ini seperti mimpiku”ujarnya, aku mendesah pelan, betapa berdosanya aku malam ini. aku hanya ingin mereka pergi, itu saja.

 

**

Selesai sudah mereka sudah pulang meski harus ada pertengkaran kecil dengan Se Na yang menganggapku hanya membual dan bukan seorang peramal, hei aku memang peramal, hanya saja tadi aku tidak mengutarakan ramalanku sebenarnya.

Kutatap kartu tarotku yang masih tergeletak begitu saja, teringat akan kartu-kartu yang keluar tadi, sebenarnya semuanya melambangkan pernikahan yang bahagia namun apa untungnya mengatakan yang sebenarnya karena wanita itu lebih memilih untuk tidak menikah dengan pria bernama Aiden Lee itu pemilik sebuah perusahaan real estate terbesar di Seoul ini. Betapa malangnya nasib Aiden, kalaupun dia jadi menikah dia akan menikah dengan wanita yang sama sekali tidak mencintainya. Hidup terkadang sangat membingungkan.

Segera kumasukkan kartu tarotku itu ke dalam tas berharap semuanya akan membaik besok dan aku harus memperbaiki moodku untuk besok. Aku kan sudah berniat keluar kota dengan mobil volvo milik Nathan. Tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah benda berkilau diatas meja. Kuperhatikan dengan seksama tanpa menyentuhnya, cincin pertunangan dengan mata berlian tiga karat. Apa?!

Advertisements

One thought on “FF: Accidently Engaged (Third Accident)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s