FF: Accidently Engaged (Second Accident)

Second Accident

Shin Ji Hyun, wanita cantik yang sepertinya sangat rapuh juga ketakutan dan terluka, ya itu kesan pertamaku begitu bertemu dengan salah satu wanita di tenda Nathan yang minta diramal. Apa yang diharapkan oleh wanita cantik seperti dia ini?kurasa hidupnya sempurna menilik bagaimana dia juga terlihat sempurna, tinggi semampai, kulit putih susu rambut hitam panjang, mata cokelat bening, such a perfect girl dan dia terlihat seorang wanita baik-baik, tipikial yang gampang disukai dan ingin dijadikan teman berbeda halnya dengan seorang wanita yang bersamanya ini. sejak tadi tatapannya seakan mengintimidasiku. Apa dia memiliki masalah denganku? Berusah tidak kuindahkan tatapan wanit itu dan fokus pada si –yang-meminta-diramal-

Kukeluarkan pak kartu tarotku yang terdiri dari 78 kartu yang terbagi menjadi Major Arcana dan Minor Arcana.Major Arcana ini merupakan kartu jagoan, kartu truf dan terdiri dari 22 kartu. Masing-masingnya kartu bergambar yang menyimbolkan tingkah laku, tindakan dan kemungkinan kejadian di masa depan. Setiap kartu punya nama dan juga nomor. Di dalam major Arcana terdapar 1-21 nomor kecuali The Fool yang bernomor nol.

Di Minor Arcanam terdiri dari 56 kartu yang terbagi atas empat bagian : cups, swords, coins dan wands. Tiap bagiannya terdiri dari 14 kartu mulai dari As, King, Queens, dan Prince serta angka dari 2 sampai 10. Kuambil satu set kartu favoritku Medieval untuk meramal Ji Hyun. Kartu ini adalah warisan dari nenekku, peramal pertama di keluargaku yang meneruskan bakatnya pada diriku.

Ji Hyun dan Se Na-wanita yang bersama Ji Hyun- memperhatikanku menyebar kartu-kartu itu.

“Aku akan membacakan kartu-kartu ini untukmu”kataku.

Ji Hyun mengangguk, aku suka pelanggan yang tidak bawel yah seperti inilah. Aku meminta Ji Hyun untuk memabgi kartu itu menjadi tiga bagian kemudian menyuruhnya menumpuknya kembali menjadi satu. Persis sebelum tanganku membuka kartu teratas, tangan Se Na menahan tanganku.

“Bisa kita bicara sebentar?”tawarnya, aku mengerutkan dahiku, apa yang dia inginkan? Aku paling tidak suka ada yang mengeniterupsiku ketika aku sedang meramal. Ji Hyun menatap Se Na bingung belum sempat Ji Hyun bertanya Se Na telah lebih dulu membawaku pergi keluar dari tenda meramalku.

“Kau tahu kalau Ji Hyun akan menikah dan sepertinya dia agak sedikit panik”Se Na mulai berbicara.

“Eoh, dia akan menikah dengan adikmu kan”kataku malas, sebenarnya apa yang ingin dia bicarakan, menguji kemampuan meramalku, dia pikir aku tidak tahu. cih, aku tidak suka diremehkan.

“Tepat sekali, dia akan menikah dengan Aiden adikku dan bisakah kau mengatakan hal-hal yang bagus padanya, hm”apa yang baru saja dia katakan?mengatakan hal yang bagus-bagus. Itu melanggar kode etik meramal. Apapun kartu yang keluar baik atau buruk aku harus mengatakannya, tidak ada pembagusan apalagi memutar balikkan fakta. Aku tidak akan melakukannya.

“Aku akan membayarmu lima kali lipat”wanita ini seakan menangkap keraguan pada wajahku dan memberikan tawaran ini, aku bukan orang yang gila uang dan hanya dengan membayarku lima kali lipat aku mau berbohong. Tidak.

“Aku tidak bisa mengatur kartu-kartu itu, lagipula kalau ramalannya jelek masih bisa diubah kok, itu bukan sesuatu yang pasti”ujarku. Wajah wanita ini terlihat kesal.

“Tidak bisa begitu, kau tahu akhir-akhir ini Ji Hyun bercerita tentang mimpi buruknya mengenai pernikahan dan kau tahu pernikahan itu sudah disiapkan sejak dua tahun yang lalu, semuanya sudah sempurna bahkan undangan pun sudah disebar dan aku tidak mau Ji Hyun berpikiran negatif lalu membatalkan pernikahan itu, mengerti”nada bicaranya mulai tinggi, aku jengah sekali, aku paling tidak suka diintimidasi terutama dalam meramal.

“Ok, aku mengerti”ujarku kemudian meninggalkan wanita itu kembali masuk ke dalam tenda. Ji Hyun masih menungguku dengan wajah cemas, ah sepertinya cerita calon kakak iparnya itu benar.

“Maaf Ji Hyun-ah, aku tidak bisa meramalmu sekarang”kataku.

“Apa?kenapa?kau melihat sesuatu yang buruk?”tanyanya setengah panik. Aku menggeleng pelan, sudah seharusnya sejak awal aku menolak meramal wanita ini, hanya membuat masalah untukku lihat saja sekarang.

“Tidak, sepertinya kau tidak butuh ramalan mungkin kau hanya butuh teman bicara untuk meredakan keteganganmu sebelum menikah eoh”lanjutku.

Onnie, kau bilang apa padanya?’tanya Ji Hyun pada Se Na yang baru masuk kembali ke dalam tenda.

“Kurasa ini sudah sangat malam, aku tidak bisa meramal sek-“

Tiba-tiba tanganku ditarik okeh Ji Hyun keluar tenda, dia mengenggam tanganku erat.

“Kumohon ramal aku, katakan kalau aku tidak bisa menikah dengan Aiden Lee, kumohon”ucapnya dengan suara yang bergetar dan mata yang berkaca-kaca, ada apa dengan gadis ini?kenapa dia seperti ini.

“Ji-“

“Kumohon, aku memohon dengan sangat padamu, katakan aku tidak bisa menikah dengan Aiden Lee”hei apa wanita ini sudah gila?atau dia benar-benar sedang stress karena pernikahan seperti kata calon kakak iparnya itu.

“Kalau kau tidak mau membantuku Apa kau mau melihatku bunuh diri di depan altar karena pernikahan ini dan aku akan menyalahkanmu yang membuatku ingin bunuh diri”Oh, wanita ini memang sudah gila?dan aku sangat salah berurusan dengan orang seperti ini.

“Kumohon”pintanya lagi.

Situasi yang sangat sulit, ini klien teraneh dan termembingungkan. Bagaimana aku bisa bertemu dengan klien seaneh ini. Nathan, aku benar-benar!

“Aku butuh ramalanmu”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s