FF: Accidently Engaged (First Accident)

First Accident

Kutatap kesal seorang pria yang kini tengah memohon-mohon dengan mengatupkan kedua tangannya dihadapanku plus rengekan khas anak kecil, hei dia pria bukan anak kecil lagi tapi lihat tingkahnya saat ini. Tidak ada bedanya seorang pria atau seorang anak laki-laki kecil bedanya permohonan yang disampaikan, anak kecil biasanya permen sementara pria ini minta diramal, eh tepatnya bukan dia yang minta diramal tapi dia memintaku untuk meramal orang lain.

“Ayolah Anita, hanya sebentar, sekali ini saja, kumohon”

Kumasukkan dengan cepat kartu-kartu tarotku ke dalam tas, sudah cukup hari ini tugas kartu tarotku tersayang, sudah waktunya dia pulang dan istirahat.

“Kenapa tidak kau saja”kataku berusaha tenang meski sebenarnya ingin sekali kusumpal mulut pria ini, rengekannya benar-benar membuatku pusing bahkan lebih parah dibanding rengekkan keponakan-keponakanku, kurasa mereka bisa lebih dewasa dibanding pria dihadapanku ini.

“Aku mengenalnya Anita yah semacam sahabat dekat, intinya aku tidak bisa meramalnya”Nathan Kim, itulah nama pria yang kini sedang memohon-mohon untuk minta meramal itu, dia kembali menatapku dengan tatapan memohon ok lebih tepatnya memasang wajah memelas. Usia yang sudah memasuki 26 tahun tetap tidak bisa membuat pria ini bersikap sedikit saja menjadi lebih dewasa, apa karena wajahnya yang memang lebih terlihat seperti remaja 17 tahun?entahlah.

“Kau mau kan, hm?”dia semakin memaksaku. Aku memutar bola mataku.

Memang sedikit sulit untuk seorang peramal “membaca” orang-orang terdekatnya, bukan karena tidak bisa tapi lebih kepada sentimen pribadi, terkadang kita membawa perasaan kita terhadap cara membaca mereka. Untuk mengatakan hal yang buruk saja pasti tidak sanggup dan cenderung untuk menghaluskannya namun hal itu malah memperburuk keadaan. Hal ini pernah aku alami sekitar 5 tahun atau 6 tahun yang lalu, aku lupa tepatnya kapan, namun yang jelas saat itu aku masih menjadi remaja 18 tahun yang ceria, kakak sepupuku Vincent Lee, 7 tahun diatasku memintaku untuk meramalnya tidak menyangka dia percaya hal-hal seperti meramal ini namun yang jelas begitu aku bilang kalau dia butuh istirahat beberapa waktu, bingo dia mengalami kecelakaan dua hari setelahnya dan sebulan penuh istirahat akibat patah kaki dan kalian tahu apa yang dia katakan padaku ketika bertemu kembali? Dia marah padaku dan bilang kenapa tidak bilang aku akan kecelakaan dan patah tulang. Oh God, sebegitu susahnyakah memiliki kemampuan meramal?aku hanya tidak ingin menyakiti atau menakuti mereka sehingga memperhalus kata-kataku namun apa hasilnya, mereka lebih memintaku untuk jujur. Sejak saat itu aku berhenti total meramal anggota keluargaku, tidak mau lagi mengalami hal seperti itu.

“Ayolah Anita, aku memohon padamu sekali lagi..ya…ya…ya…ya…”ujarnya dengan tatapan memelas. Sepertinya sebentar lagi aku akan luluh, yeah aku gampangan, murahan dan berbagai jenis kata yang menggambarkan betapa gampangnya aku luluh dengan permohonan orang-orang disekitarku, tanyakan saja pada ketiga mantan tunanganku.

“Baiklah, apa yang akan kau berikan kalau aku mau melakukannya?”tantangku padanya. Alisnya bertaut nampak berpikir, meski gampangan tapi bukan aku tidak mempersulit keadaan dulu sebelum mengiyakan ah atau lebih tepatnya mencari keuntungan.

“Dia akan membayarmu dua kali lipat”ujarnya sambil menoleh kebelakangnya ke aras tendanya, ada dua orang wanita duduk disana, apa mereka yang meminta diramal itu.

“Mau mereka sekaya apapun, aku tidak akan mau dibayar dua kali”ujarku. Nathan mendesah pelan, aku bisa mempersulit keadaankan, kita lihat tawaran apa yang akan dia berikan padaku setelahnya. Nathan kembali tampak berpikir dan tanpa sadar aku memperhatikan ke belakangnya, ya ke tendanya, dua orang wanita sedang berbicara namun dari ekspresi kedua wanita itu salah satunya menyiratkan ketidaksukaan, entah karena apa.

Bagaimana aku mengatakan Nathan?dua tahun diatasku, seperti anak kecil. Ok dia baik, pintar masak kurasa itu nilai plusnya, bahkan menurut teman-teman terdekatku, Nathan adalah paket komplit, komplit karena dia bisa masak, jarangkan bisa menemui seorang pria yang bisa masak. Setidaknya jika kalian menikah, tidak perlu repor-repot menyiapkan makan malam karena ternyata suamimulah yang menyiapkannya untukmu. Ah aku sering membayangkan bagaimana kehidupan Nathan jika sudah menikah nanti. Istirnya adalah wanita yang beruntung karena tidak diharuskan bisa memasak. Selain itu wajah Nathan juga tidak bisa dibilang tidak menarik, meski dia tidak terlalu tinggi tapi wajah tirus dengan rahang tegas plus imut, yeah Nathan adalah salah satu dari segelintir pria dengan wajah imut. Kurasa banyak wanita yang jatuh hati padanya minus diriku tentu saja. Bukan aku tidak tertarik hanya saja sudah lama aku tidak memiliki keinginan untuk menjalin hubungan dengan pria, tiga kali gagal menikah bukanlah rekor yang bagus dan itu membuatku memutuskan aku butuh istirahat panjang dari cinta.

“Ah, akan aku pinjamkan mobilku, bukankah kau ingin berlibur akhir pekan ini, bagaimana?”tawarnya, sebuah senyum terukir di bibirku, mobil volvo terbaru itu, sudah lama aku memimpikan mengendarai mobil baru Nathan itu. Bukannya aku tidak mau membeli mobil sejenis itu hanya saja diusiaku yang ke 24 tahun kedua orang tuaku tersayang sama sekali tidak membolehkanku memiliki mobil pribadi, alasannya simple, aku ceroboh, sebanyak apa aku kecelakaan hampir sama banyaknya dengan musim di Seoul untuk sebulan yah catat itu. Dengan alasan itu mereka tidak pernah mengijinkanku sampai detik ini.

“Kau yakin?”tanyaku, aku menatapnya dengan sebuah seringaian setan, apa dia mau meminjamkanmu mobil barunya itu hanya demi meramal dua atau salah satu wanita di tendanya itu. Nathan menelan ludahnya dengan gugup, aku tahu dia ragu. Tentu saja, aku akan membawa mobil barunya itu keluar Seoul tanpa tahu apa yang akan terjadi padaku di jalan nanti ah lebih tepatnya apa yang akan terjadi pada mobil barunya itu.

“Ya..ya…aku yakin..kau bisa memakainya asal kau meramal dia…”ujar Nathan. Aku tersenyum penuh kemenangan.

“Baiklah tapi kunci mobilnya berikan padaku setelah meramal orang itu”

“Apa!”

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s