FF: Drama Story Eight Scene

Eight Scene

 

”Tidak, tidak bisa”ucapku, aku bingung harus menjawab apa lagi, aku benar-benar merasa aneh dengan laki-laki ini bagaimana bisa dia menyukaiku padahal kami baru beberapa kali, kecuali kalau apa yang dia lakukan dengan foto-fotoku benar.

”Kau pasti berpikir kenapa aku tiba-tiba menyukaimu, tidak, itu tidak tiba-tiba, kau pasti tidak sadar aku memperhatikanmu selama di Amerika”kata-katanya membuatku menaikkan kedua alisku, jadi benar adanya foto-foto itu, dia memamng sudah mengenalku semenjak aku masih di Amerika tapi kenapa aku tidak sadar akan hal itu? Apa aku sangat tidak peka dengan sekitarku?. ”Foto-foto itu aku yang mengambilnya”lanjutnya.

”Jadi?”tanyaku dengan nada tidak percaya, kutatap wajahnya dengan seksama mencari-cari kebohongan dari kata-katanya tadi tapi tidak ada dia sepertinya sungguh-sungguh dengan kata-katanya itu. Laki-laki itu tersenyum sekilas dan dia mulai bercerita bagaimana dia bisa bertemu denganku, secara tidak langsung tentunya karena aku merasa tidak pernah bertemu dengannya atau mungkin pernah?

Dia bercerita pertama kali bertemu denganku adalah saat ketika ibuku sedang dirawat disebuah rumah sakit tempat sahabatnya bekerja di Amerika. Itu beberapa minggu sebelum ibuku meninggal, ceritanya membuatku kembali ke masa-masa yang paling tidak ingin kuingat itu.

”Kau menangis saat itu sama persis seperti tadi”dia mengamati wajahku dengan seksama, aku hanya terdiam memandangnya, aku tidak sadar saat itu, benar-benar tidak sadar. Selanjutnya bagaimana dia mulai menanyakan siapa aku pada sahabatku yang ternyata adalah dokter yang menangani ibuku sampai akhirnya dia bertemu denganku kembali sehari setelah ibuku meninggal, di restoran tempatku bekerja paruh waktu. Sungguh aku benar-benar tidak menyadari hal itu bahkan selanjutnya dia sering datang ke tempat aku bekerja. Bagaimana aku tidak menyadari hal itu?

”Untuk berbicara denganmu sangat sulit apalagi untuk melihatku, kau tidak pernah sadar kan?kau terlalu asyik dengan duniamu sendiri atau aku sudah terlambat karena Aiden datang lebih dulu dan membuatmu hanya melihatnya”mata coklat laki-laki ini menatapku lembut dengan sebuah senyuman tipis. ”Aku juga tahu Aiden, dia sering menjemputmu bukan?”lanjutnya. Kenapa semuanya jadi semakin membingungkan disini.

Tiba-tiba aku merasakan ponselku bergetar didalam tas yang aku gunakan. Kualihkan padanganaku dari mata laki-laki ini dan mencari-cari ponselku, begitu dapat kutatap layarnya sekilas dan sangat terkejut begitu mengetahui kalau yang sedang meneleponku adalah ibu Kyuhyun. Aku kembali menoleh padanya.

”Ibumu”kataku sambil menunjukan layar ponselku padanya, dia juga terlihat terkejut, tanganna hendak mengambil ponselku namun aku lebih dulu mendekatkan ponsel itu ketelingaku dan menjawabnya.

Yoboseyo

”Eum, aku bersama Kyu, nde kami akan kesana”sebuah percakapan singkat namun cukup membuatku bertanya-tanya, kenapa ibu Kyuhyun meminta kami ke rumah?

Waeyo?”tanyanya.

”Ibumu ingin kita ke rumahmu”

”Untuk?”tanyanya lagi, kutegakkan bahuku karena aku juga tidak tahu untuk apa. Aku pun langsung berdiri dari dudukku namun sesuatu menahan tanganku yang hendak berjalan, ternyata Kyuhyun menahan tanganku.

”Aku akan mengatakan yang sebenarnya pada mereka”

 

**

 

”Aku senang sekali kalian sudah berbaikan”ibu Kyuhyun mengenggam erat tanganku dan bahkan menyambutku ketika kami sampai di rumah. Sungguh keluarga Kyuhyun itu sangat baik namun sayangnya aku tidak memiliki perasaan apapun pada laki-laki yang kini berjalan di belakangku ini, kutolehkan kepalaku melihat ke belekang dan tepat saat itu dia juga sedang menatapku. Aku buru-buru mengalihkan pandanganku, dia terlihat sedang berpikir, apa dia sedang menyiapkan kata-kata, kenapa dia terlihat sangat kasihan. Hei apa yang aku pikirkan, apa aku akan mencegahnya mengatakan yang sebenarnya?kalau itu sampai terjadi sepertinya aku menyukainya dan itu tidak akan terjadi.

”Apa kabar Yong Soon-ah”sapa ayah Kyuhyun sambil memelukku sekilas. ”Nde baik abonim”jawabku sambil tersenyum selanjutnya ibu Kyuhyun sudah menarikku duduk disampingnya dan Kyuhyun ikut duduk disampingku.

”Ada yang ingin aku sampaikan pada kalian”ucap ayah Kyuhyun serius, aku saling tatap dengan Kyuhyun disampingku. Ibu Kyuhyun tersenyum lembut padaku. Oh apa pikiranku benar adanya?

”Aku sudah menetapkan tanggal pertunangan kalian”

Mwo?”Kyuhyun disampingku tampak sangat kaget begitu mendengar kata-kata ayahnya, sudah kuduga.

Waeyo?bukankah sudah kubilang kalian akan bertunangan dalam waktu dekat”kali ini ibu Kyuhyun yang berbicara, aku menatap ibuku Kyuhyun tidak percaya, ok sekarang aku bingung harus memasang ekspresi seperti apa, aku bingung.

”Ayah, sebenarnya kami”

”Kami sudah menentukan tanggal pertunangan kami sendiri tapi kalau abonim juga sudah menentukan kami akan mengikutinya”aku merasa bodoh dengan apa yang barusan aku katakan. Aku tahu Kyuhyun ingin mengatakan yang sebenarnya dan dengan pintarnya aku memotong kata-katanya dan mengatakan hal yang sebaliknya. Apa yang salah dengan otakku saat ini. Kyuhyun menatapku tidak percaya, aku tahu, aku tahu dia pasti bingung kenapa aku malah melakukan hal yang sebaliknya. Kulihat ayah Kyuhyun tersenyum senang mau tidak mau aku ikut tersenyum, matilah aku!

 

**

 

Kulihat Kyuhyun sedang duduk di taman belakang rumahnya yang dipenuhi bunga-bunga dengan berbagai macam warna, sejujurnya aku suka datang ke rumah ini, aku suka tamannya tapi ini bukan saat yang tepat mengagumi taman ini. Kuhampiri dia dan ikut duduk bersamanya. Dia tidak terusik sama sekali ketika aku datang, bagaimana aku harus menjelaskan sedangkan aku sendiri bingung kenapa aku bisa berkata, entahlah aku merasa tadi bukan saat yang tepat untuk mengatakan semuanya.

”Kenapa kau melakukan itu?”tanya Kyuhyun, sudah kuduga dia akan bertanya seperti itu.

”Kurasa tadi bukan saat yang tepat untuk mengatakannya”jawabku, dia menoleh padaku dengan tatapannya yang biasa, tajam dan dingin. Kenapa dia kembali memasang wajah seperti ini padahal beberapa jam yang lalu dia menatapku sangat lembut yang bahkan aku tidak menyangka dia bisa memberikan tatapan seperti itu padaku.

”Lalu kapan menurutmu waktu yang tepat?bukankah selama ini kau ingin segera mengakhirinya”ujarnya.

”Itu…”aku tidak bisa melanjutkan kata-kataku, kenapa dia bisa berubah menjadi seperti ini?

”Jangan pernah memberikan aku harapan lagi jika kau tidak menyukaiku”lanjutnya. Aku menatapnya tidak percaya.

”Tapi Kyu..mmpphhh”tiba-tiba kurasakan bibir Kyuhyun menyentuh bibirku, ini yang kedua kalinya dan kali ini terasa berbeda entahlah kenapa rasa yang aneh ini muncul tiba-tiba, tidak ada niatan untukku melepas tautan bibir kami berbeda saat pertama kali dia melakukannya bagaimana aku langsung mendorongnya dan menamparnya.

Setelah beberapa saat dia melepaskan tautan bibir kami dia kembali menatapku sangat lembut.

”Kurasa aku akan memilih menyerah”

 

**

 

”Apa yang sedang kau pikirkan?”Aiden memangku wajahnya dengan kedua tangannya dihadapanku, dengan kepala yang sedikit dimiringkan, dia menatapku intens. Aku buru-buru tersenyum dan menggeleng. Dia menggumam pelan, aku tertawa pelan.

”Kau tidak lapar?kenapa makananmu belum kau sentuh?”tanyaku begitu melihat Aiden belum menyentuh sedikitpun makanan yang baru saja aku buat, bukankah dia menyuruhku ke rumahnya untuk membuatkannya makanan namun apa yang dia lakukan sekarang, dia sama sekali tidak menyentuhnya. Dia mendesah pelan lalu mulai mengikuti kata-kataku. Aku tersenyum senang melihatnya.

Sudah lebih seminggu sejak kejadian itu dan sampai sekarang aku masih tidak mengerti dengan semuanya.

”Ada orang lain di matamu”ucap Aiden membuyarkan lamunanku lagi, aku tidak mengerti apa yang dia katakan?aku menaikkan alisku.

”Biasannya setiapa aku melihat matamu, aku melihat diriku disana tapi kali ini aku melihat orang lain di matamu bukan aku”lanjut Aiden.

”Aiden…”lirihku, aku tidak mengerti dengan apa yang dia katakan.

”Maukah kau menjawab pernyataanku  waktu itu sekarang?”tanyanya. Apa yang Aiden maksud?

”Maukah kau menikah denganku sekarang?”

Advertisements

One thought on “FF: Drama Story Eight Scene

  1. Eonnieeeeeeeeeeee *teriakpaketoak. Omooo omooooooo eight scene nya menggebu gebuuuuuuu dengggdenggggg *plak-,- itu kyuu ampun nyium youngie heh tp aiden lamar youngie -___- semoga youngie berubah pikiran dan ada perasaan sm kyu *wish

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s