FF: Summer, I’ll Fix You Part 9

 

Part 9

 

Author POV

“Yongie buka pintunya, ayolah”Kyuhyun mengetuk pintu apartemen Yong Soon berulang-ulang, begitu dia mengatakan dia ingin tinggal bersama gadis itu, Yong Soon segera menutup pintu apartemennya tanpa berkata apapun.

Yong Soon tidak habis pikir dengan pria ini, dia merasa Kyuhyun sudah gila, bagaimana bisa dia mengatakan kalau dia ingin tinggal bersamanya. Kyuhyun masih terus mengetuk pintu apartemen Yong Soon  berharap gadis pendiam itu akan membukakan pintunya.

“Yongie-ya”panggil Kyuhyun dari luar.

Yong Soon sebenarnya tidak masuk ke dalam melainkan masih di depan pintu apartemennya, dia penasaran sampai kapan Kyuhyun akan bertahan seperti itu. Namun sepertinya Kyuhyun sangat keras kepala hal ini membuat Yong Soon terus menggerutu sejak tadi.

Karena tidak tahan akhirnya Yong Soon membuka pintu juga.

“Pulang!”seru Yong Soon dengan tatapan tajam.

“Tidak, sudah kubilang aku akan tinggal denganmu”Kyuhyun menjawab kata-kata Yong Soon dengan tegas dan mantap, membuat Yong Soon semakin kesal.

“Tidak bisa”tegas Yong Soon.

Wae?bukankah sebelumnya kau juga pernah tinggal dengan seorang namja, apa bedanya sekarang?kenapa tidak mau”Kyuhyun membalikan semua kata-kata Yong Soon. Yong Soon semakin memberikan tatapan sinis pada pria berkulit putih pucat ini.

“Itu berbeda, ak..”

“Berbeda?apa yang membuatnya berbeda?Seulong dan aku sama-sama seorang pria atau kau sebenarnya hanya menganggap Seulong adalah kakak sementara aku kau menganggapku sebagai pria, tidakkah kau menyadari bahwa Seulong hanya kau anggap kakak bukan kekasih”Kyuhyun berkata panjang lebar, Yong Soon menatapnya tidak percaya, bagaimana bisa dia berkata seperti itu?pikir Yong Soon. Kyuhyun mengamatai wajah Yong Soon mencari tahu ekspresi gadis ini. Kyuhyun merasa alasan Yong Soon tidak mau adalah karena itu, entahlah sejak mengetahui bagaimana keakraban Yong Soon dengan Seulong, dia merasa mereka lebih tampak sebagai kakak dan adik, Yong Soonpun sepertinya lebih nyaman menganggap Seulong sebagai kakaknya, bagaimana dia memperlakukan Seulong lebih seperti seorang kakak bukan kekasih.

“Ada apa?”tanya sebuah suara yang menatap kedua orang ini penuh kebingungan, Je Ri menghampiri kedua orang ini dan menatap mereka bergantian.

“Aku akan tinggal dengannya”ujar Kyuhyun dengan pandangan tetap mengarah pada Yong Soon, Je Ri membulatkan matanya sempurna, dia merasa kaget dengan apa yang Kyuhyun katakan. Gadis itu mengarahkan tatapannya pada Yong Soon sekarang, meminta penjelasan gadis itu.

Tiba-tiba Yong Soon langsung menarik tangan Je Ri untuk masuk dan mendecak kesal ke arah Kyuhyun sebelum menutup pintu.

 

Yong Soon POV

 

“Apa dia serius ingin tinggal bersamamu?”tanya Je Ri dihadapanku. Aku mendesah pelan. Pria itu benar-benar membuatku pusing.

“Dia sudah gila”kataku. Je Ri mendudukan tubuhnya disampingku. “Kurasa dia benar-benar mencintaimu”ucap Je Ri. Aku menoleh padanya dengan tatapn tidak percaya sementara dia mengangguk-anggukan kepalanya. Kuhela nafas perlahan.

“Itu bodoh namanya, aku tidak akan pernah menyukainya”ujarku sambil berdiri dari duduku, sudah cukup terserah apa yang dikatakan Je Ri, aku tidak peduli.

“Memangnya kenapa?”tanya Je Ri  membuatku berhenti berjalan. Kata-kata Kyuhyun kembali terngiang, bagaimana dia bisa berkata seperti tadi? Darimana dia bisa menyimpulkan kalau aku hanya menganggap Seulong seorang kakak. Tidak, aku mencintainya, mencintainya sebagai… aku menggelengkan kepalaku mengenyahkan pikiran anehku. Aku tidak menganggapnya hanya seorang kakak saja, aku menganggapnya lebih.

“Yongie-ya, kasihan, ini sudah malam, kau mau membiarkannya diluar terus hah?”tanya Je Ri menghampiriku dan menepuk bahuku. Aku menoleh padanya. “Dia sudah pulang”kataku.

“Kurasa tidak, kau tahu dia keras kepala”lanjut Je Ri. Aku mendecak kesal .”Sudah biarkan saja”kataku kesal.

“Kau mau membuatnya mati kedinginan”Je Ri kembali berkata, lama-lama aku juga akan kesal pada sahabatku ini, kenapa sepertinya dia sangat membela Kyuhyun.

“Ini musim panas”kataku.

“Tetap saja, coba kau lihat dulu”Je Ri tersenyum dan mendorong tubuhku untuk berjalan ke arah pintu, aisshh kenapa Je Ri menjadi sangat menyebalkan seperti ini.

Dengan malas kubuka pintu apartemenku, aku tidak melihat laki-laki itu, baguslah sepertinya dia sudah pulang.

God¸dia tertidur?”ucapan Je Ri membuatku mengikuti arah pandangannya yang tertuju kesamping pintuku. Aku mendesah pelan melihat pemandangan disampingku. Bagaimana bisa pria ini tertidur disini. Dia duduk dilantai bersandar panda dinding dengan kaki yang ditekuk dan mata terpejam. Otaknya terbuat dari apa?batu?kenapa dia sangat keras kepala?!

“Suruh dia masuk”perintah Je Ri, aku menatapnya kesal. “Tidak!”seruku dan hendak masuk ke dalam namun Je Ri malah mendorong tubuhku semakin keluar, dia menggedikan kepalanya ke arah Kyuhyun dan memberikan tatapan yang menyuruhku untuk membangunkannya, sial sekali, kenapa Je Ri harus selalu datang disaat aku sedang berdua dengan pria ini.

 

Kyu POV

Aku terus memperhatikan gerak-geriik gadis ini, beberapa kali aku tersenyum kecil melihat ekspresi kesal, dengan bibir yang dia kerucutkan dan terkadang ada gumaman kesal. Dia memberikanku segelas air putih.

Thanks”kataku sambil tersenyum namun dia malah mendecak kesal,sahabatnya malah tertawa disampingku, sepertinya dia juga tengah memperhatikan Yongie sama sepertiku.

Dia duduk dihadapanku dengan kedua tangan yang dia lipat di depan dadanya, menatapku dengan tatapan tajam. Bisakah dia menatapku lembut sekali saja?kurasa dia akan sangat manis jika seperti itu.

“Kyu, menginaplah disini”ujar Je Ri membuatku langsung menoleh padanya, dia menatapku dengan santai. Aku mengalihkan pandanganku pada Yongie dan bisa kulihat dia sedang marah saat ini pada sahabatnya itu.

“Aku juga menginap disini”lanjut Je Ri. Yong Soon terlihat semakin kesal. Bagaimana kalau aku menggodanya sedikit, bagaimana kalau aku bilang aku ingin menginap?mengerjainya sedikit tak apakan? Aku mengangguk dengan semangat sambil tersenyum ke arahnya dan tiba-tiba saja dia berdiri dan meninggalkan kami. Dia sangat lucu ketika marah seperti itu. Aku semakin menyukainya kalau begitu.

 

**

 

Kutatap sekeliling kamar pria yang telah meninggalkan Yong Soon ini, meski gadis itu tidak bilang setuju aku menginap namun dia juga tidak mengusirku, dia selalu seperti itu. Saat aku manyatakan perasaanku padanya dia juga tidak menjawab iya ataupun tidak. Kurasa dia sedang bingung dengan perasaannya saat ini dan aku yakin suatu saat nanti dia akan yakin dengan perasaannya dan membalas pernyataan cintaku.

Tidak jauh berbeda dengan keadaan ruang tengah, kamar ini juga dipenuhi oleh foto-foto Yong Soon dengan kekasihnya itu. Salah satunya di meja, kuambil figura foto itu dan menatapnya dengan seksama. Yong Soon tertawa senang disana. Aku ingin sekali melihat dia tertawa seperti ini dihadapanku.

 

Yong Soon POV

 

Aku terus bolak-balik di depan kamar dia menginap, sudah sejak tadi aku ingin mengetuk pintunya namun selalu kuurungkan niatku itu. Aku harus bicara dengannya mengenai masalah dia ingin tinggal bersamaku. seperti pernyataan awalku aku tidak mau dia tinggal bersamaku.  Kuyakinkan hatiku untuk mengetuk pintu kamarnya. Aku harus segera menyelesaikannya.

Tok..Tok..Tok..

Tidak butuh waktu lama, pintu sudah dibuka, aku melihatnya sudah rapih, dia tersenyum padaku, aku tidak membalas senyumnya dan melewati tubuhnya untuk masuk ke dalam.

“Maaf, tapi aku tidak bisa tinggal denganmu”kataku begitu berbalik menghadapanya, dia menaikkan sebelah alisnya.

“Kenapa?karena kau menganggapku seorang pria?”tanyanya. Dia mulai menjadi menyebalkan lagi.

“Tidak”

“Iya”

“Tidak”

“Aku kekasihmu sekarang”katanya. Sungguh dia benar-benar menguji kesabaranku.

“Bukan”bantahku.

“Ingat kata-kataku kemarin”dia masih belum mau kalah.

“Kau tidak bisa menyimpulkan seperti itu”

“Tentu saja aku bisa”wajahnya berubah serius kali ini, kami saling bertatapan dan saling berhadapan sangat dekat. “Kau menyukaiku”lanjutnya.

“Tidak”jawabku tegas.

“Iya”

“Tidak”

“Baik, akan aku buktikan”ujarnya dan tiba-tiba saja tangannya menarik tengkukku dan kini aku merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirku. Mataku membelalak begitu sadar apa yang sedang dia lakukan, dia menciumku? Jantungku tiba-tiba saja berdebar tidak biasa. Kenapa aku seperti ini?Kenapa rasanya seperti ini?kenapa jantungku berdebar tidak karuan?. Tangannya menahan tanganku disisi tubuhku sementara kini kurasakan bibirnya mulai melumat bibirku perlahan. Apa yang akan aku lakukan?kenapa tubuhku menjadi lemas seperti ini, bahkan untuk sekedar mendorong tubuhnya menjauh. Namun aku merasakan sesuatu, sesuatu yang membuat bibirku kini bergerak untuk membalas lumatan lembut bibirnya itu.

 

Kyu POV

 

Apa yang aku lakukan tadi?bagaimana aku bisa aku melakukan itu padanya?. Aku memukul kepalaku perlahan di depan cermin kamar mandiku. Ya aku sudah kembali ke apartemenku, tentu saja aku tidak berniat tinggal disana aku hanya ingin mengerjainya saja tapi masalah ciuman itu, itu sama sekali tidak aku rencanakan, terjadi begitu saja. Aku tidak menyangka aku bisa melakukan hal itu dan yang semakin membuatku tidak menyangka adalah bagaimana Yongie membalas ciumanku. Masih bisa kurasakan betapa lembut bibirnya saat membalas ciumanku. Kusentuh bibirku dengan jariku sambil menggelangkan kepalaku.

Michigetta”lirihku. Ini benar-benar membuatku gila. Sepertinya aku memang sudah jatuh pada gadis itu. Aku benar-benar mencintainya. Kubasuk mukaku perlahan sampai kudengar suara ponselku berbunyi. Apa itu Yong Soon?apa dia ingin marah-marah padaku? Aku bergegas mengusap wajahku dengan handuk kemudian keluar dari kamar mandi.

Kuambil ponsel hitam milikku yang tergeletak begitu saja di tempat tidurku, dengan sedikit takut-takut kulihat layarnya yang akan menunjukan nama si penelepon. Hufft, aku mendesah pelan ternyata bukan gadis itu tapi ayah?ada apa ayah meneleponku?. Segera kudekatkan ponsel milikku itu ke telingaku.

Yoboseyo

Mwo?!

Aku tidak percaya dengan apa yang baru saja ayahku katakan?Tidak, aku tidak bisa melakukannya, bagaimana dengan Yong Soon?

 

Yong Soon POV

 

Sudah tiga hari sejak kejadian itu yang selalu membut mukaku bersemu merah ketika mengingatnya.Bagaimana bisa aku membalas ciuman Kyuhyun saat itu, apa yang kupikirkan? Sekarang setiap mengingat Kyuhyun maka jantungku akan berdebar tidak beraturan. Hah, aku tidak menyukaiknya kan?

Kutatap nomor pria itu, sudah tiga hari tidak ada kabar darinya. Apa aku sekarang menjadi menunggu kabar darinya?iya, sepertinya begitu. Ada rasa yang aneh di dadaku selama beberapa hari ini terutama saat aku tidak tahu keadaannya, rasanya sesak. Apakah itu tandanya aku jatuh cinta padanya?tidak, tidak mungkin. Kugelengkan kepalaku menghilangkan pikiran tentang kemungkinan itu.

Tiba-tiba sebuah pesan masuk, aku langsung bersemangat, apa itu dari dia? Bibirku membentuk senyuman ketika melihat nama yang tertera, itu darinya. Dia ingin bertemu denganku? Dengan cepat aku turun dari tempat tidurku mengganti bajuku.

 

**

 

Dia melambaikan tangannya padaku begitu aku masuk ke cafe tempat dia mengajak bertemu.  Dia tersenyum padaku begitu aku sampai dihadapannya dan tiba-tiba saja aku merasakan mukaku memanas hanya dengan senyumannya saja.

“Ada apa?”tanyaku ketus meski pada kenyataannya aku senang dia ingin bertemu denganku, apa dia tahu betapa cemasnya aku beberapa hari ini, terutama sejak kejadian itu. Dia menahan tawa, apa aku terlihat lucu, kuputuskan untuk duduk di hadapannya.

“Tidak ada, aku hanya merindukanmu”ujarnya dan lagi-lagi mukaku memanas dengan sendirinya. Kenapa dia senang melakukan itu?apakah dia sangat pusa melihat wajahku yang bersemu merah, hah?

“Minggu depan aku akan sidang, mungkin untuk kedepannya kita tidak akan bertemu oleh sebab itu aku meminta bertemu sekarang, aku takut merindukanmu”ucapnya. Damn, dia melakukan lagi, segera kutundukkan pandanganku sebelum dia melihat wajahku yang memerah kembali.

“Tapi aku ingin kau menemuiku di bandara sabtu minggu depan”lanjutnya. Aku langsung menegakkan kepalaku begitu mendengar kata-katanya, apa maksudnya berkata seperti itu?apa dia akan pulang?

“Kau akan pulang?”tanyaku tidak sabaran. Kenapa dia pulang?bukankah dia sudah bilang dia akan tinggal disini. Rasa kecewa menyelusup hatiku mendengar kata-katanya tadi.

“Iya, ayahku menyuruhku pulang”katanya. Aku menatapnya tidak percaya. “Dan..aku ingin saat kita bertemu nanti kau akan memberikan jawaban dari pernyataan cintaku”lanjutnya.

“Bukannya kau…”aku tidak sanggup melanjutkan kata-kataku, aku ingin mengatakan bahwa dia pernah bilang, selama aku disini dia akan tetap disini, kenapa sekarang dia akan pulang?apa karena ayahnya?sudah kuduga.

“Aku hanya ingin mendengar pernyataan resmi darimu meskipun kau sudah menjadi kekasihku sekarang”ujarnya sambil tersenyum lebar. Kuhela nafas perlahan.

“Aku menunggumu”lirihnya sambil menatapku serius. Kuamati wajah putih pucatnya dengan seksama, sepertinya ini pertama kalinya aku benar-benar mengamati wajahnya. Seminggu lagi aku tidak akan melihat wajah ini, begitukah? Apa sebaiknya aku menyimpan kenangan tentang wajah pria ini, agar aku tidak merindukannya.

Aku mencintainya, iya aku mencintainya. Aku baru sadar sekarang, rasa sesak beberapa hari ini karena aku merindukannya, rasa kecewa ini karena aku memiliki perasaan padanya. Aku baru menyadarinya ketika sebentar lagi dia akan pergi tapi kenapa saat ini aku tidak bisa bilang aku mencintainya, lidahku seakan kelu dan hanya bisa menatap wajahnya.

 

Author POV

 

Berkali-kali Kyuhyun melirik jam tangannya juga sekelilingnya, mencari sosok yang dia kenal yang akan berjalan menghampirinya, tersenyum dan mengatakan kalau dia mencintainya dan akan menunggunya kembali sehingga dia akan yakin dengan apa yang akan dia lakukan setibanya di Seoul nanti. Namun sudah sejam lebih dia meunggu sosok itu tidak juga datang, 15 menit lagi dia harus berangkat.

Kyuhyun mendesah pelan, berdiri dari duduknya. Sepertinya memang dia hanya terlalu berharap selama ini, ciuman, perhatian semuanya hanya dia yang terlalu melebihkan menganggap kalau gadis itu memiliki perasaan yang sama dengannya. Sepertinya benar kata-kata yang selalu gadis itu katakan. Lalu apa yang dia miliki sekarang? Untuk pertama kalinya dia jatuh cinta dan untuk pertama kalinya juga dia patah hati. Jadi ini rasanya?pikir Kyuhyun. Pria tinggi itu mulai meninggalkan tempat duduk yang sudah sejak sejam yang lalu dia duduki untuk menunggu gadis yang tidak akan pernah datang.

Sementara itu Yong Soon berdiri di depan pintu masuk bandara, sudah lebih dari setengah jam, tidak ada niatan untuk masuk ke dalam sekedar mengucapkan selamat tinggal pada pria yang membuatnya merasakan bagaimana rasanya dicintai lagi. Tangannya dia genggam dengan kuat dengan bibir yang dia gigit. Setelah berpikir ratusan kali, inilah yang terbaik untuknya dan Kyuhyun. Dia dan Kyuhyun tidak ditakdirkan untuk bersama, tidak akan pernah. Bagaimana dia bisa membanyangkan akan menikah dengan Kyuhyun, dia sadar siapa Kyuhyun dan siapa dia. Yong Soon memejamkan matanya.

Nado saranghae

Advertisements

2 thoughts on “FF: Summer, I’ll Fix You Part 9

  1. novii shhii,,
    ini ending’a kah?
    aku baca ff summer ill fix you wktu itu dpet link dri library, tpi d sana cm smpe 7.. itu akhir taun lalu,,
    trus hari ini iseng” cari di search, tnyata ad smpe part 9,,

    ini beneran part akhir kah?, *masih ga percaya gtu,, hhe
    pdhal yoong soon udh sadar sm perasaannya, ga ad niat ad after story’a?
    eh tpi ga usah deh klo ini beneran ending’a, biarin aj udh bagus ending’a pas disni,
    anggep aj mereka ga jodoh d ff ini,,,

    keep writting n_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s