FF: Summer, I’ll Fix You Part 8

Part 8

“Berhenti menatapku seperti itu”Yong Soon melepaskan tatapannya dari sepiring spagheti dihadapannya dan menegakkan kepalanya memperhatikan seorang namja yang duduk tepat dihadapannya, dimana mata namja itu tidak pernah lepas sedetikpun dari menatapnya.

Namja itu hanya tersenyum simpul, entah kenapa dia senang sekali memandangi wajah gadis yang secara tiba-tiba dan tidak disangka sudah merebut hatinya. Yong Soon menghela nafas perlahan, menatap lekat namja dengan kaus berwarna abu-abu itu, akhirnya keduanya saling bertatapan.Namja itu menatap lembut Yong Soon membuat pipinya merona merah, merasa malu diapun memalingkan wajahnya ke arah lain.

“Bagaimana kuliahmu?”tanya Yong Soon sambil meminum segelas jus jeruk, dia menanyakan hal itu agar tidak ditatap seperti tadi.

Namja yang tida lain adalah Kyuhyun itu tampak berpikir sebelum menjawab pertanyaan Yong Soon, dia memutar bola matanya sebelum kembali menatap lekat gadis dihadapannya itu.

“Kenapa kau bertanya seperti itu?”Kyuhyun malah balik bertanya.

“Tidak apa-apa”

“Apa sekarang kau penasaran denganku?”Kyuhyun kembali bertanya.

“Tidak”

Yong Soon menjawab dengan tenang membuat Kyuhyun frustasi mengenai bagaimana perasaan Yong Soon terhadapnya saat ini, disaat sudah hampir tiga minggu mereka dekat. Yong Soon begitu pintar menutupi perasaannya karena sampai saat ini dia belum mempunyai alasan untuk menyukai namja dihadapannya ini.

“Baiklah, aku sedang menyusun tugas akhirku, aku sudah semester akhir”ujar Kyuhyun.

“Kau sudah semester akhir?”tanya Yong Soon tidak percaya, dia pikir Kyuhyun lebih muda darinya ternyata mereka seumuran.

“Hm, bukankah kau juga”Yong Soon menganggukan kepalanya. “Ah, apa rencanamu setelah lulus?”lanjutnya.

“Tinggal disini”jawab Yong Soon cepat, dia tidak tahu harus menjawab apalagi bahkan dia belum memikirkan hal itu.

“Kau tidak ingin pulang ke Seoul?”Kyuhyun kembali bertanya, kali ini Yong Soon hanya menggelengkan kepalanya, pulang ke Seoul?untuk apa?dia tidak memiliki siapa-siapa lagi disana. “Ah, berarti aku juga akan menetap disini”lanjut Kyuhyun sambil tersenyum manis. Yong Soon menatapnya tidak percaya, bagaimana bisa namja ini menyukainya sampai seperti ini.

 

Kyu POV

Aku sendiri tidak mengerti kenapa aku bisa menyukai gadis disampingku ini bahkan sampai seperti ini. Perasaan itu tumbuh begitu saja tanpa bisa aku tahu alasannya.Dia belum menanggapi tentang perasaanku padanya tapi aku yakin suatu saat dia akan menyukaiku, ah anni, aku yakin dia sudah menyukaiku hanya saja dia belum mengakuinya.

Apa seperti ini rasanya mencintai seseorang, aku merasa tampak aneh, bagaimana sekarang aku selalu tersenyum jika mendapat pesan dari dia atau bahkan menjadi bahagia dengan dia yang amu berbicara denganku. Aku merasa otakku sudah gila karena gadis itu.

Kembali kutatap layar ponselku yang menampilkan sebuah pesan dari dia beberapa menit yang lalu. Dia menanyakanku dan hal itu sukses membuatku tersenyum sendiri sejak tadi, padahal dia hanya bertanya apakah aku sudah sampai di apartemen atau belum, pertanyaan simple tapi entahlah itu bermakna banyak bagiku. Dia peduli dan dia mengkhawatirkanku, bukankah itu menunjukkan dia memiliki perasaan yang sama denganku.

“Hei, Kyu kenapa sejak tadi kau selalu menatap ponselmu dan tersenyum?”aku baru sadar saat ini aku sedang ada di ruang makan bersama Ryeowook yang duduk dihadapanku dan pastinya sejak tadi sedang memperhatikan tingkah anehku.

A-anni”jawabku sambil tersenyum dan menaruh ponselku kembali ke meja.

“Kau yakin?tidak ada hubungannya dengan gadis itukan?”Hei dia memancingku, dengan cepat aku menggeleng. Dia menatapku lekat-lekat mencari kebohongan yang aku simpan. “Sudah kuduga, gadis itu, apa ada kemajuan pada hubungan kalian?”tanya Ryeowook. Aku membulatkan mataku tidak percaya, bagaimana dia bisa tahu?aku sama sekali tidak pernah cerita padanya.

“Ya!darimana kau berpendapat seperti itu”seruku. Ryeowook malah tertawa, kenapa dia jadi seperti itu.

“Kau tahu Kyu, aku baru kali ini melihatmu sangat aneh, tersenyum sendiri menatap layar ponsel terkadang kau juga melamun seperti memikirkan sesuatu dan sejurus kemudian kau tersenyum sendiri”

“Tidak, aku tidak seperti itu”

“Terserahlah, aku yang memperhatikanmu, sebesar itukah efek gadis itu?”

 

Yong Soon POV

Kutusuk-tusuk roti bagel milikku dengan garpu yang aku pegang, bahkan sejak tadi roti itu hanya aku mainkan tanpa sedikitpun kumasukkan ke dalam mulutku. Akhir-akhir ini pikiranku dipenuhi dengan apa yang akan aku lakukan setelah aku lulus? Ada suatu keinginan untuk kembali ke Seoul tapi aku akan kemana?aku tidak punya tempat tujuan.

“Kenapa kau hanya memainkan roti itu, aku sengaja membelinya untukmu, makanlah”aku mendongak menatap Je Ri yang kesal padaku karena sejak tadi aku tidak menyentuh roti yang dia beli untukku.

Seperti hari-hari sebelumnya dia kembali datang ke apartemenku. Dia terlihat sangat kesal sekarang, ah bukan hanya masalah roti rupanya, sejak tadi aku mengacuhkannya dan sibuk dengan pikiranku sendiri.

“Aku tidak lapar, nanti saja aku makan”kataku sambil berdiri dari dudukku menuju konter dapur untuk mengambil minum.

“Apa sekarang kau sedang jatuh cinta sehingga malas makan?”pertanyaan Je Ri membuatku langsung berbalik dan menatapnya tidak mengerti. “Ya, laki-laki itu, siapa lagi, Kyuhyun, kau sedang jatuh cinta dengannyakan?”lanjut Je Ri.

Aku mendesah pelan, seharusnya sudah kuduga dia akan berpikir seperti itu. “Aku tidak sedang jatuh cinta padanya”jawabku. Je Ri menaikkan alisnya seakan tidak percaya dengan jawabanku. Hei aku tidak berbohong bagaimana bisa aku menyukai seorang hanya dalam waktu tiga minggu, kecuali laki-laki itu. sampai sekarang aku tidak habis pikir bagaimana dia bisa menyukaiku.

“Memangnya kenapa kalau kau jatuh cinta dengannya?itu malah bagus setidaknya kau…”

“Menyukaiku akan mempersulit dia”kupotong kata-kata gadis berambut ikal sebahu itu, aku tahu apa yang akan dia katakan selanjutnya dan aku tidak mau mendengarnya. Tidak akan ada yang bisa merubah keputusanku.

Kuletakkan gelas minumku di wastafel dan beranjak meninggalkan dapur mengambil tas selempangku, hari ini aku akan ke kampus untuk memberikan skripsi yang sudah aku revisi pada pembimbingku.

“Aku pergi”kataku sebelum keluar dari pintu.

Aku yakin saat ini Je Ri bingung dengan jawabanku tadi. Menyukaiku memang akan mempersulit dia. Aku tahu siapa dia sebenarnya, penerus sebuah perusahaan besar di Seoul, aku merasa dia sangat bodoh dengan menyukaiku, apa yang membuatnya sangat tertarik padaku. Itu hanya akan memberikannya masalah. Tidak seharusnya orang seperti dia menyukai orang sepertiku yang tidak jelas. Dia hanya akan membuang waktunya, aku dan dia tidak akan bisa bersama. Aku dan dia terlalu berbeda dan tidak akan pernah bisa cocok. Sudah kubilang Seulong lah yang ditakdirkan untukku hanya dia yang cocok untukku.

 

**

Langkahku ringan begitu selesai dengan urusanku di kampus, hari masih siang. Aku sedikit lega, akhirnya skripsiku akan benar-benar selesai. Matahari yang hangat menyentuh permukaan kulitku, sudah lama rasanya tidak merasakan hangatnya sinar matahari. Ah aku baru ingat sebentar lagi musim panas dan itu berarti tepat tiga tahun dia pergi.

Kuhembuskan nafasku perlahan sampai tiba-tiba aku merasakan sebuah tangan mencengkram tanganku. Zhoumi.

“Zhoumi, lepaskan aku!”seruku ketika dia mulai menarik tanganku membawanya berjalan bersamanya.

“Aku ingin bicara denganmu”katanya tanpa sedikitpun menoleh padaku. Mau apa namja ini?

Jujur aku selalu risih dengan laki-laki ini, kenapa dia sangat bersikeras untuk mendapatkanku. Dia membawaku ke mobilnya. Aku menyentakkan tanganku membuatnya terlepas dari cengkaraman tangannya.

“Apa yang ingin katakan?!”ujarku dengan tatapan kesal.

“Aku akan mengantarmu pulang”ujarnya kemudian membukakan pintu mobilnya dan sedikit mendorongku masuk.

“Ya!”seruku tidak terima namun dia segera menutup pintu dan berjalan ke pintu lain untuk masuk ke dalam mobil.

 

Author POV

 

“Apa hubunganmu dengan laki-laki itu?”Zhoumi bertanya pada Yong Soon begitu dia mengantar gadis itu sampai di depan apartemennya namun masih di dalam mobil Zhoumi.

Yong Soon sama sekali tidak bergeming dengan pertanyaan Zhoumi barusan seakan dia tidak mendengar pertanyaan itu. dia malas harus menjawab pertanyaan seperti itu terutama dari namja seperti Zhoumi.

“Choi Yong Soon, aku bertanya padamu”Zhoumi menekankan kata-katanya. Yong Soon tidak habis pikir kenapa namja ini bisa berperilaku seakan-akan dia adalah kekasihnya.

“Apa pentingnya kau tahu”dengan malas Yong Soon menoleh ke arah Zhoumi dan tiba-tiba Zhoumi menarik tengkuk Yong Soon dan menyentuhkan bibirnya ke bibir gadis itu. Mata Yong Soon membulat sempurna, dia tidak menyangka Zhoumi akan melakukan hal itu.

Dengan kasar Yong Soon mendorong tubuh Zhoumi menjauh. Dia menatap laki-laki itu dengan tatapan nanar tangannya terkepal kuat.

“Karena aku mencintaimu”ujar Zhoumi.

“Sayangnya aku tidak!”seru Yong Soon dan segera keluar dari mobil dan matanya kembali membulat sempurna ketika menyadari sesosok laki-laki berambut coklat sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Yong Soon tidak tahu harus berkata apa dan dia langsung meninggalkan laki-laki itu begitu saja.

Laki-laki itu adalah Kyuhyun, dia tidak menyangka apa yang baru saja dia lihat. Kalau dibilang hatinya sakit, tentu saja. Rasanya saat ini semua harapannya hilang. Selama ini dia berpikir Yong Soon memiliki perasaan padanya namun dengan kejadian tadi, dia tahu pikirannya selama ini salah, dia hanya terlalu berharap.

Namun Kyuhyun tidak mau begitu saja percaya dengan apa yang dilihatnya, dia berharap Yong Soon bisa menjelaskan sesuatu yang bisa mengembalikan harapannya. Dia mengejar langkah Yong Soon menuju apartemen gadis itu.

Dia mengejar Yong Soon sampai ke depan pintu apartemen gadis itu.

“Kyu”Yong Soon kaget menyadari Kyuhyun mengejarnya sampai kesini. Yong Soon tidak berani menatap mata Kyuhyun, dia tahu bagaimana sekarang tatapan Kyuhyun.

“Ada apa?”tanya Yong Soon datar. Kyuhyun menghela nafasnya perlahan.

“Kau berciuman dengannya, kau menyukainya”ucap Kyuhyun, dia tidak tahu harus berkata apa lagi, dia hanya berharap Yong Soon akan menjelaskan dan memberinya harapan lagi. Gadis itu mendesah pelan. “Sudah berapa lama kau tinggal di Eropa, ciuman seperti itu sudah biasa meski aku menyukainya atau tidak” Yong Soon memberanikan menatap mata obsidian Kyuhyun, dia bisa melihat sorot kekecewaan disana. Yong Soon berharap dengan kejadian ini Kyuhyun akan berpikir dua kali mengenai perasaannya selama ini.

Kyuhyun tidak mengerti kenapa Yong Soon seperti ini, setahunya sebelumnya Yong Soon sudah menunjukan sikap yang berbeda padanya atau mungkin hanya dia saja yang terlalu berharap.

“Aku bukan kekasihmu Kyu, menyukaiku hanya akan menyulitkanmu”lanjut Yong Soon, tidak ada kata yang keluar dari bibir Kyuhyun, tiba-tiba saja dia semakin tidak mengerti dengan sikap gadis dihadapannya ini.

“Yongie,Kyu, apa yang kalian lakukan di depan pintu?”tiba-tiba seorang gadis berambut ikal sebahu itu muncul dari arah tangga. Dia menatap curiga pasangan ini, sebuah senyum terukir dibibirnya. Dia begitu senang melihat Kyuhyun bersama Yong Soon, baginya Kyuhyun sudah membawa perubahan bagi sahabatnya dan dia berharap memang Kyuhyunlah yang bisa mengisi hati Yong Soon lagi.

Yong Soon hanya melirik sekilas Je Ri sebelum membuka pintu dan masuk ke dalam, tidak dipedulikannya lagi tatapan curiga atau senang Je Ri, entahlah, yang jelas dia tidak mau banyak menjelaskan saat ini.

Kyuhyun masih mematung ditempatnya, berusah mencerna kata-kata yang baru saja Yong Soon ucapkan, sampai sebuah tangan menyenggolnya.

“Hei, apa yang kau lakukan di depan pintu, ayo masuk”ujar Je Ri ceria dan secara sengaja menarik Kyuhyun untuk masuk ke dalam.

 

**

 

Kyuhyun makan malam bersama kedua gadis ini. Entah ide darimana Je Ri mengajak Kyuhyun untuk makan malam bersama, Yong Soon sudah menolak sejak awal namun gadis cerewet ini bersikeras dan sekarang suasana makan malam terasa sangat kikuk. Yong Soon yang terus-terusan menunduk, tidak ingin beradu pandang dengan namja yang duduk tepat dihadapannya, meski sejak tadi tatapan namja itu selalu mengarah padanya. Je Ri menyadari kekakuan saat ini, dia juga jengah melihat Kyuhyun dan Yong Soon yang hanya terdiam satu sama lain.

“Kenapa kalian diam saja?”Je Ri menatap kesal kedua orang yang duduk berhadapan namun saling diam sejak tadi.

“Aku sudah selesai”Yong Soon beranjak berdiri sambil membawa piringnya, dengan cepat Je Ri menahan tangan gadis itu.

“Kyuhyun-ah, kau mau mendengar cerita tentang Yongie” Je Ri menarik tangan Yong Soon untuk duduk lagi. Sahabatnya sudah menatapnya kesal.

“Je Ri!”serunya, namun seakan tidak dihiraukan Je Ri langsung menatap Kyuhyun dan mulai bercerita.

Kyuhyun tidak terlalu fokus mendengar cerita Je Ri tentang sahabatnya itu, dia lebih suka memperhatikan ekspresi Yong Soon yang tampak sangat malu. Bisa dilihat dia ingin sekali Je Ri menghentikan ceritanya. Tiba-tiba mata mereka saling bertemu tepat saat Yong Soon mendongakkan kepalanya, hal inilah yang sejak tadi Yong Soon hindari.

Sesulit apapun menyukaimu, aku akan tetap menyukaimu, aku tahu kau juga menyukaiku hanya saja kau belum menyadarinya, batin Kyuhyun. Dia terus menatap lekat mata coklat bening Yong Soon sampai gadis itu mengalihkan pandangannya.

 

**

 

Yong Soon mengantar Kyuhyun sampai ke depan pintu, suasana masih tampak canggung malah semakin canggung. Mereka berdua hanya terdiam di depan pintu, cukup lama sampai Kyuhyun menyadari dia harus mulai mengucapkan sesuatu sebelum mereka hanya akan berdiri saja disini sampai nanti.

“Terima kasih”ujar Kyuhyun, Yong Soon menoleh pada Kyuhyun yang kini sedang tersenyum padanya dengan ragu Yong Soon membalas senyum namja itu.

Tiba-tiba Kyuhyun mendekat dan sebuah ciuman mendarat di kening Yong Soon, gadis itu membelalakan matanya kaget. Ketika Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dan tersenyum lembut pada Yong Soon, gadis itu hanya mematung ditempatnya.

“Ciuman di Eropa sudah biasa bukan?meski aku menyukaimu atau tidak namun dalam kasus ini aku menyukaimu” Yong Soon benar-benar tidak habis pikir dengan namja ini, sangat keras kepala, pikir Yong Soon. “Selamat malam”lanjut Kyuhyun kemudian segera pergi.

Yong Soon bersandar di pintu apartemennya, masih belum percaya apa yang sudah dilakukan namja itu, rasanya sama. Tangan gadis itu menyentuh dadanya merasakan detak jantungnya yang berpacu cepat. Dia mengalami rasa ini lagi, semuanya terasa sama seperti dulu.

 

Yong Soon POV

Bel pintu terus berbunyi sejak tadi, siapa yang datang pagi-pagi dihari libur seperti ini, tidak mungkin Je Ri, kalau iya pasti dia langsung masuk tanpa perlu membunyikan bel, apa itu?. Apa yang aku pikirkan?tidak mungkin laki-laki itu. Bagaimana kalau iya?kalau iya apa yang dia inginkan. Sekelebat memori itu muncul dipikiranku, segera kugelengkan kepalaku untuk menghilangkannya karena hanya dengan mengingat kejadian itu jantungku berdetak tidak karuan. Tidak mungkin dia.

Kuhentikan kegiatan mencuci piringku dan segera berjalan menuju pintu apartemenku. Tanganku berhenti di gagang pintu, bagaimana kalau itu dia? Apa yang akan aku katakan?menyuruhnya masuk? Tidak, tidak mungkin dia. Tiba-tiba saja jantungku menjadi berdetak kencang, kutarik nafas dan menghembuskannya perlahan untuk mengatasi rasa gugup yang tiba-tiba muncul ini.

“Ya..ad..”ucapanku terhenti begitu melihat seorang laki-laki berdiri di balik pintu, bukan laki-laki itu tapi..

“Kenapa?”apa yang mau dia lakukan disini. Kutatap kesal Zhoumi yang datang. “Aku tidak boleh masuk sementar laki-laki itu boleh”lanjutnya.

“Mau apa kau kesini?”

“Mengunjungi kekasihku”

“Siapa yang bilang kau kekasihku?”kutatap sinis laki-laki ini. setelah insiden dia menciumku tiba-tiba sebenarnya aku sudah sangat ingin memukulnya namun aku tidak menyangka ada Kyuhyun disana yang tiba-tiba saja membuat perasaanku kacau. “Pergilah”kataku masih dengan nada normal dan hendak menutup pintu namun tangannya menahanku.

“Zhoumi!”pekikku.

“Ya!lepaskan tanganmu dari kekasihku!” Kyuhyun kembali datang, dia menatap kesal Zhoumi, aku berusaha melepaskan tanganku namun Zhoumi menahannya dengan kuat. Mau apa dia?

“Kekasihmu?mengenalnya saja kau tidak”Zhoumi menatap remeh Kyuhyun, tangan Kyuhyun mengepal dengan kuat.

“Lepaskan aku Zhoumi!”bentakku,sambil berusaha menyentakkan tanganku agar lepas dari cengkaramannya.

“Dia milikku”seakan tidak mengindahkan kata-kataku Zhoumi malah menarik tubuhku mendekat padanya.”Zhoumi!”seruku.

“Lepaskan tanganmu!”Kyuhyun menyentakkan tangan Zhoumi ditubuhku dan menarik kerah baju Zhoumi.

“Kyu!”

 

Author POV

 

Yong Soon sedang mengobati luka di pipi Kyuhyun akibat ulah namja ini tadi. Dia bertengkar dengan Zhoumi dan jadilah seperti ini. Dengan perlahan Yong Soon menekankan kapas yang berisi obat itu ke luka Kyuhyun. Terkadang namja itu meringis pelan membuat Yong Soon semakin hati-hati.

Posisi yang begitu dekat seperti ini membuat Kyuhyun bisa menatap wajah Yong Soon dengan jelas bahkan dia bisa merasakan hembusah nafas Yong Soon yang membuat jantungnya berdetak tidak karuan sejak tadi, bukan hanya Kyuhyun yang merasa seperti itu Yong Soon juga merasakan hal yang sama. Namun dia berusaha mengindahkan itu dan tetap fokus mengobati luka Kyuhyun.

 

Semakin lama suasana  malah semakin hening, Kyuhyun tidak meringis seperti tadi dan kini malah asyik dengan wajah Yong Soon, ditelusurinya wajah itu dengan matanya satu persatu, mata Yong Soon, hidungnya, betapa gadis ini memiliki kecantikan tersendiri sampai mata Kyuhyun tertuju pada bibir mungil berwarna plum itu. Entah kenapa Kyuhyun malah menahan tangan Yong Soon yang sedang mengobati lukanya dan mendekatkan wajahnya pada wajah gadis itu, seakan menyadari apa yang ingin Kyuhyun lakukan.Yong Soon langsung berdiri.

“Akan aku ambilkan minum” dengan cepat Yong Soon menuju dapur. Kyuhyun kembali keposisi duduknya semula, menepuk kepalanya sendiri, menyadari apa yang baru saja ingin dia lakukan, kenapa dia bisa berpikir seperti itu?

“Apa yang aku lakukan tadi?”lirihnya sambil menggelengkan kepalanya. Matanya mengitari ruangan apartemen ini, melihat banyak sekali foto Yong Soon dengan kekasihnya itu. Sebersit rasa cemburu muncul dibenak Kyuhyun, apa benar Yong Soon tidak akan pernah bisa lupa dengan laki-laki ini.

Diambilnya sebuah foto dimana ada seorang namja dengan tubuh tinggi merangkul Yong Soon yang sedang tertawa lepas. Bahkan Kyuhyun belum pernah melihat Yong Soon tertawa seperti itu. namja itu sangat mempengaruhi Yong Soon dalam segala hal dan hanya laki-laki itu yang bisa. Kyuhyun mendesah pelan dan menaruh kembali foto itu ketempatnya tepat sebelum Yong Soon kembali membawakan minuman.

“Jangan biarkan laki-laki itu mendekatimu lagi”ujar Kyuhyun begitu Yong Soon meletakkan segelas air putih dihadapannya. Yong Soon melirik sekilas Kyuhyun dan tertawa.“Hei, aku serius, kau milikku”lanjut Kyuhyun, kali ini Yong Soon malah menggelengkan kepalany. Kyuhyun seperti merasa dianggap tidak serius membuatnya kesal.

“Kau tidak pernah mau menjawab apa kau menyukaiku atau tidak dan aku mengganggap itu jawaban iya, jadi kau milikku sekarang”

“Bagaimana kalau aku bilang tidak sekarang”

“Tidak bisa, kau sudah terlanjur tidak menjawabnya”

“Kau tahu menyukaiku akan sangat sulit”

“Tidak akan sesulit yang kau pikirkan,Tunggu disini”

Tiba-tiba Kyuhyun berdiri dari duduknya dan keluar dari apartemen Yong Soon. Yong Soon tidak mengerti kenapa namja itu tiba-tiba pergi dan bilang menunggu.

 

Tiga puluh menit setelahnya Kyuhyun kembali. Yong Soon membuka pintu apartemennya dan tercengang Kyuhyun membawa tas yang cukup besar.

“Aku akan tinggal disini”

Advertisements

One thought on “FF: Summer, I’ll Fix You Part 8

  1. Eonnniiii ini seruuuu bgt, aku bru tau ada ff ini td poas eonni ngepost yg pa1t 8, n aku langsung nyari part 1.x, dan trnyata seruuuu eonnniiii, eonnn di tunggu par 9’y yaaa,, hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s