FF: Drama Story Fifth Scene

 

Fifth Scene

 

Berkali-kali aku menghembuskan nafas untuk menenangkan diriku sendiri, entahlah mengapa aku segugup ini bukankah ini hanya pura-pura? Kalau bukan karena paksaan laki-laki disampingku ini aku tidak akan pernah mau melangkahkan kakiku masuk ke dalam sebuah rumah yang tampak seperti istana di cerita dongeng yang biasa aku baca saat aku kecil. Jantungku berdetak sangat cepat bukan hanya karena kegugupanku tapi juga karena sebuah tangan hangat yang mengenggam erat tanganku dan setiap kali aku menghembuskan nafas untuk mengatasi kegugupanku tangan ini semakin erat mengenggam tanganku.

Kepalaku hanya kutundukkan sejak tadi tidak berani menatap sekelilingku untuk sekedar menikmati pemandangan rumah yang bak istana ini. Ketika genggaman tangan itu terlepas reflek aku mendongak, sepertinya sudah sampai. Benar saja sekarang aku ada disebuah ruangan yang sangat besar dengan sebuah meja makan panjang ditengah-tengahnya yang sudah berisi banyak sekali makanan. Ada dua orang yang duduk di kursi yang ada disana, seorang pria dan wanita paruh baya yang aku yakin seratus persen itu adalah orang tua laki-laki disampingku.

Appa”sapa laki-laki disampingku ini sambil menundukkan kepalanya sedikit,aku mengikuti apa yang dia lakukan tiba-tiba saja kegugupanku semakin menjadi.

Tanpa sadar aku mengenggam erat unjung dress-ku, begitu kembali menengakkan tubuh tangan hangat itu kembali mengenggam tanganku dan membawaku berjalan mendekat.

”Kyuhyun-ah”aku mendengar suara wanita yang memanggil laki-laki ini pasti itu ibunya, hah kenapa aku semakin gugup?bagaimana kalau mereka tidak menyukaiku?ah apa yang aku pikirkan bukankah itu bagus, bukankah seharusnya aku memberikan kesan jelek pada kedua orang tuanya agar aku lepas dari permainan ini.

”Ah, inikah gadis yang kau ceritakan Kyu?”tanya ayahku, aku masih menunduk, tangan laki-laki ini menyentakkan tanganku. Terpaksa aku mendongak, wajah ayah Kyuhyun tepat menatapku, rasa gugup itu semakin menjadi. Dengan kikuk aku berusaha tersenyum dan memberi salam dengan sedikit membungkuk.

”Duduklah”kali ini ibu Kyuhyun yang berbicara, aku mengikuti Kyuhyun berjalan ke salah satu kursi disana, dia menariknya untukku.

Begitu duduk, aku menghela nafas perlahan, bisa kulihat kini kedua orang tua Kyuhyun menatapku dengan seksama membuatku semakin gugup.

”Tenanglah, tidak usah gugup”ujar ayah Kyuhyun sambil tersenyum padaku, sedikit mengatasi kegugupanku. ”Cantiknya, siapa namamu, sayang?”kali ini ibu Kyuhyun yang bertanya, dia tersenyum hangat padaku.

”Choi Yong Soon-imnida”jawabku lirih sambil tersenyum namun tiba-tiba aku menangkap perubahan di wajah kedua orang tua Kyuhyun, ada apa? Mereka saling pandang sesaat sebelum kembali menatapku dengan sangat seksama. Apa aku melakukan kesalahan?jujur aku belum pernah melakukan hal ini, bertemu dengan orang tua seorang laki-laki dalam acara resmi, memperkenalkanku sebagai kekasihnya. Meski aku dan Aiden dekat tapi Aiden tidak pernah memperkenalkanku secara resmi sebagai kekasihnya seperti ini. Apa aku melakukan kesalahan?

Secara sadar aku menoleh pada Kyuhyun yang duduk disampingku, dia kini sedang bertatapan dengan ayahnya seakan bertanya ada apa?. Ibu Kyuhyun terus menatapku dengan seksama. ”Choi Yong Soon, itukah namamu?”tanyanya ibu Kyuhyun setelah sekian lama menatapku.

N-nde”jawabku ragu-ragu, apa yang salah dengan namaku?aku semakin bingung, kutolehkan kepalaku lagi pada Kyuhyun disamping dan kali ini tepat Kyuhyun juga menoleh, dia menegakkan bahunya memandakan dia juga tidak mengerti ada apa.

Aigoo-ya, apakah ibumu Choi Hye Mi?”kali ini aku yang kaget mendengar pertanyaan ibu Kyuhyun, kenapa ibu Kyuhyun bisa tahu nama ibuku.

N-nde”lagi-lagi aku hanya bisa menjawab dengan kikuk, tiba-tiba wajah ibu Kyuhyun berubah lagi. Kali ini terpancar sebuah kelegaan di wajahnya. Ada apa ini? aku benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Ayah Kyuhyun tiba-tiba tersenyum lembut.

Ibu Kyuhyun berdiri dari duduknya, menghampiriku dan tiba-tiba saja dia memelukku. What the hell is going on?

 

**

 

”Bagaimana hidupmu setahun ini, sayang?”tangan hangat seorang wanita paruh baya mengenggam erat tanganku, wajahnya menyiratkan rasa prihatin. Aku sudah biasa ditatap seperti itu, semua orang yang mendengar ceritaku pasti akan memberikan tatapn yang sama namun tatapan ini berbeda ada hal lain dibalik rasa prihatinnya, ada rasa bersalah.

”Baik”aku menjawabnya dengan mantap sambil tersenyum, aku tidak boleh terlihat lemah, bahkan di depan orang yang memang sudah mengetahui bagaimana hidupku.

Entah ini sebuah kebetulan atau memang takdir, ibu Kyuhyun adalah sahabat ibuku, dia tahu tentang masalah yang menimpa ibuku, tentangku, tentang ayah, semuanya. Itulah sebabnya kenapa dia sangat kaget begitu mengetahui namaku. Sejak awal dia sudah merasa aku mirip seseorang dan semakin yakin begitu aku menyebutkan namaku.

”Kau tahu bagaimana aku sangat merasa bersalah tidak bisa membantu Hye Mi saat itu, membiarkan dia pergi, aku bahkan tidak tahu dia sudah meninggal, aku baru mengetahuinya sebulan yang lalu”tangan ibu Kyuhyun terus mengenggam erat tanganku, tatapan matanya tak henti-hentinya menatap mataku, bisa kulihat matanya berkaca-kaca. Aku tidak tahu kalau ibu Kyuhyun sangat dekat dengan ibuku.

Aku hanya terdiam, ruangan ini semakin hening sepertinya. Ibu Kyuhyun memintaku untuk berbicara hanya berdua dengannya dan disinilah aku saat ini, disebuah ruangan dengan sofa putih dan sebuah jendela besar yang memperlihatkan taman yang dipenuhi lampu-lampu kecil.

”Kau mirip sekali dengan ibumu”tangan ibu Kyuhyun menyentuh wajahku, membelainya perlahan, matanya tepat menatap mataku.

”Aku benar-benar bersyukur bisa bertemu denganmu, setelah mengetahui kematian ibumu, aku ingin sekali mencarimu, aku tahu kau tidak memiliki siapa-siapa lagi tapi aku tidak tahu kalian ada dimana, maafkan aku”ibu Kyuhyun lagi-lagi mengucapkan maaf, ini sudah yang kesekian kalinya. Aku tidak begitu mengerti apa yang membuat ibu Kyuhyun sangat merasa bersalah, ibu juga tidak pernah bercerita mengenai ibu Kyuhyun padaku.

”Aku bersyukur kau bertemu dengan Kyu, setidaknya aku bisa menebus kesalahanku lewat Kyu yang akan selalu menjagamu”Ibu Kyuhyun kembali tersenyum lembut padaku, mau tidak mau aku membalas senyumnya itu meski sedikit kaku.

Apa yang sudah aku lakukan sekarang?aku membawa diriku masuk ke dalam permainan ini, permainan yang sangat membingungkan. Sebersit rasa tidak enak muncul dihatiku, ibu Kyuhyun benar-benar mengganggap aku dan Kyuhyun memiliki hubungan namun pada kenyataannya itu semua adalah bohong tapi bagaimana bisa sekarang aku bilang itu bohong?

 

**

 

Sejak tadi ibu Kyuhyun tidak melepaskan genggaman tangannya pada tanganku bahkan sampai saat ini, saat kami sedang ada di ruang tengah rumah ini. Ayah Kyuhyun dan Kyuhyun duduk dihadapanku sementar ibu Kyuhyun seperti yang aku bilang tadi, dia terus mengenggam tanganku berarti dia sekarang duduk disampingku.

Aku tidak berani melihat wajah Kyuhyun, aku tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresinya sekarang begitu tahu akan hal ini.

”Kyuhyun-ah, jaga Yong Soon baik-baik ya”ucap ibu Kyuhyun pada anak laki-lakinya itu.

Nde”aku mendengar Kyuhyun menjawab dengan mantap, tidak bisa kutangkap bagaimana perasaannya saat ini, apakah dia akan merasa ini adalah sebuah kesalahan, memilihku untuk menjadi kekasih pura-puranya sedangkan ternyata ibunya mengenalku. Bukankah itu akan menjadi masalah untuknya juga untukku? Aku ingin segera membicarakan ini dengan laki-laki itu.

”Dengarkan ibumu, kau harus menjaganya baik-baik”kali ini ayah Kyuhyunlah yang berbicara, dia tertawa pelan, Kyuhyun tidak menjawab, apa dia hanya mengangguk. Aku tidak bisa melihat interaksi itu karena aku lebih memilih menunduk, semua kejadian ini terlalu aneh, membuatku bingung.

”Jung Soo-ya, biarkan Yong Soon tinggal disini, hm?”kata-kata ibu Kyuhyun membuatku kaget dan langsung menegakkan kepalaku. Ibu Kyuhyun menatap suaminya meminta persetujuan. Aku tidak habis pikir kenapa jadi seperti ini?. Jawaban ayah Kyuhyunlah yang semakin membuatku kaget, dia mengangguk dan tersenyum lembut pada istrinya.

A-Aniya, tidak usah, aku tinggal dengan temanku disini, aku tidak enak padanya jika tiba-tiba aku pindah”ujarku.

”Sayang, bukankah kau baru sampai disini?”tanya ibu Kyuhyun menatapku heran, dia beralih menatap Kyuhyun dihadapannya. Ah, aku salah bicara?memangnya apa yang Kyuhyun katakan pada orang tuanya tentang aku?. Kuberanikan diriku menatap Kyuhyun, dia terlihat tenang dan memasang wajah datar, aku tidak bisa menangkap bagaimana perasaannya sekarang.

Mianhe eomma, sebenarnya Yong Soon sudah setahun disini”ujar Kyuhyun tanpa ekspresi apa-apa. Kedua orang tua Kyuhyun kaget, apa maksudnya berbicara seperti itu?dia ingin bilang kalau semua yang kami lakukan adalah kebohongan, sekarang?!

”Apa maksudmu Kyu?”tanya ayah Kyuhyun tidak mengerti.

Tiba-tiba Kyuhyun tersenyum pada kedua orang tuanya.

Ye, Yong Soon sudah setahun disini, maaf aku merahasiakannya dari kalian, sebenarnya Yong Soon ingin mencari ayahnya dulu sebelum bertemu dengan ayah dan ibu”jawab Kyuhyun menatap ayah dan ibunya bergantian.

”Benarkah itu Yong Soon-ah, kau mencari ayahmu? Apa ibumu yang memintanya?”tanya ibu Kyuhyun beruntun. Aku agak sedikit kaget dan bingung menjawabnya harus bagaimana, aku takut salah dan mengacaukan semuanya.

”Ah, i-iya, aku mencari ayahku tapi bukan ibu yang memintaku, aku hanya ingin bertemu dengan ayahku walaupun hanya sekali”lirihku di akhir kalimatku, entah kenapa aku malah mengatakan itu, mungkin karena sudah berkali-kali mencari namun tidak juga bertemu, aku seakan sangat berharap saat ini bisa bertemu meski hanya sekali, hanya sekali. Kurasakan mataku memanas, tidak aku tidak boleh menangis sekarang, tidak dihadapan orang-orang yang baru aku kenal, meski mereka bilang mereka sudah mengenalku tetap saja bagiku mereka adalah orang baru daalam cerita hidupku.

”Maaf aku yang meminta Kyuhyun agar tidak mengatakannya”lanjutku sambil tersenyum pada kedua orang tua Kyuhyun untuk mengatasi agar aku tidak menangis.

”Apa kau sangat ingin bertemu dengan ayahmu?”tanya ibu Kyuhyun lagi. Kenapa masih membahas hal itu?tentu saja aku ingin, sangat ingin. Dengan perlahan aku mengangguk.

”Kami akan membantu mencari ayahmu”ujar ayah Kyuhyun sambil tersenyum lembut padaku, lagi-lagi aku hanya mengangguk. ”Jadi tinggalah disini, sebentar lagi kalian juga akan menikah, bagaimana?”lanjut ayah Kyuhyun, baru pulih dari kekagetan yang awal kini ayah Kyuhyun kembali membuatku kaget dan kali ini lebih parah. Menikah?

Appa, itu terlalu cepat”ujar Kyuhyun, Ayah Kyuhyun tertawa pelan kemudian menepuk bahu Kyuhyun.

”Aku tahu, tenang saja, kenapa kalian jadi takut seperti itu, aku merencanakan pernikahan kalian akhir tahun ini, namun aku ingin dalam waktu dua bulan ini kalian akan melaksanakan pertunangan”

 

**

 

Mobil sedan hitam ini membelah sepinya jalanan kota Seoul di malam hari. Ini sudah sangat malam rupanya, aku baru sadar saat melihat jalanan sudah mulai sepi, banyak toko yang juga sudah tutup. Yeon Ji pasti sudah panik menungguku sekarang ini. Kuhela nafas perlahan meluruskan dudukku menghadap ke depan. Hening dan sepi, itulah suasana di dalam mobil ini. Tidak ada yang berani membuka percakapan meski untuk membicarakan suatu hal yang ringan. Aku yakin dia juga sibuk dengan pikirannya sendiri, entah apa yang dia pikirkan tapi aku yakin tidak jauh dari kejadian tadi.

Mobil itu berbelok ke jalanan yang lebih sepi dan banyak rumah-rumah. Ah sepertinya dia memang sudah mengawasiku sejak lama, bahkan dia tahu tempat tinggalku namun sepertinya mengawasiku adalah suatu kesalahan.

”Kita katakan yang sebenarnya”ujarku begitu mobil berhenti tepat di depan sebuah rumah sederhana yang baru aku tinggali selama satu tahun ini.

Wae? Kita akan melanjutkannya”Aku menoleh padanya, menatap tidak percaya pada apa yang baru saja dia katakan, melanjutkan? Apa maunya laki-laki ini?.

”Apa rencanamu, hah?kau gila, aku tidak pernah menyukaimu bahkan aku tidak mengenalmu”kataku kesal, wajahnya tetaplah sedatar tadi di rumahnya tidak tampak ekspresi kesal, marah atau apapun itu. Dia terlihat biasa, laki-laki macam apa dia?

”Kau akan mengenalku setelah ini”lanjutnya kembali tanpa ekspresi. Aku benar-benar kesal dengan laki-laki ini. Apa yang dia rencanakan?membawaku dalam situasi seperti ini?!

”Aku akan bicara yang sebenarnya”tanpa basa-basi lagi aku keluar dari mobilnya langsung masuk ke dalam rumah. Apa yang laki-laki itu pikirkan?kenapa dia bisa berbicara seperti itu?

”Yong Soon-ah”Yeon Ji muncul dari kamarnya, sepertinya dia baru saja ingin tidur atau sedang tidur, entahlah.

”Maaf aku menganggumu”jawabku sambil melepas high heels yang membuat kakiku sakit sejak tadi dan segera menyelonjorkan kakiku di lantai. Yeon Ji mendekatiku dan memperhatikanku seksama.

”Kenapa kau memakai baju seperti ini?kau baru berpesta?”tanyanya.

Aku hanya menggeleng, aku sangat lelah sekarang, bukan hanya lelah tenaga tapi juga pikiran, banyak hal mengejutkan yang terjadi padaku hari ini.

”Mandilah dulu lalu istirahat”seakan mengerti aku tidak ingin banyak bicara malam ini, Yeon Ji berdiri dari duduknya dan meninggalkanku menuju dapur. ”Oh ya tadi Sungmin Oppa kesini mencarimu”lanjut Yeon Ji.

Aku lupa memberitahu Sungmin aku tidak bisa ke cafe hari ini, pasti dia mencariku karena itu. Hah kenapa aku bisa lupa?sebaiknya aku minta maaf padanya besok.

 

**

 

Kuketuk pintu apartemen sederhana di lantai dua gedung ini. Aku berharap laki-laki pemilik apartemen ini belum pergi. Sekali kuketuk sepertinya tidak memberikan efek apa-apa, tidak kudengar langkah orang membuka pintu. Apa dia sudah pergi? Kuketuk kembali pintu itu.

”Yong Soon-ah”pintu langsung terbuka dan beridirilah seorang laki-laki dengan rambut hitam dan senyum menawan itu.

”Sungmin-ah”sapaku sambil tersenyum.

”Masuklah”ajaknya, aku mengangguk dan mengikutinya masuk ke dalam apartemennya.

Jujur ini pertama kalinya aku kesini, sebagai seorang laki-laki dia sangat rapih berbeda dengan Aiden, kesukannya pada warna pink juga menular pada banyaknya hiasan berwarna pink di apartemennya ini. aku mengikutinya duduk disebuah kursi yang ada ditengah ruangan itu.

”Kau mau minum apa?”tawarnya, aku buru-buru menggelang, aku tidak mau merepotkannya.

”Tidak perlu, aku kesini ingin minta maaf karena kemarin aku tidak bekerja”kataku.

Sungmin tersenyum kemudian duduk dihadapanku.

”Baiklah, kemana kau kemarin?”tanya laki-laki dengan mata kelinci ini.

Aku memutar bola mataku mencari alasan yang tepat kemana aku pergi, tidak mungkin aku bilang padanya, aku pergi makan malam dengan orang tua kekasihku, itu gila.

”Aku pergi ke Incheon kemarin”jawabku. Sungmin mengangguk-anggukan kepalanya, semoga dia percaya.

”Hmm, baiklah alasanmu kuterima, oh ya aku menemukan petunjuk lagi dimana ayahmu”ujarnya riang, aku terdiam, betapa baiknya laki-laki ini. Dari awal dia selalu membantuku, selalu ada untukku, bagaimana aku membalas kebaikan laki-laki ini?. Tiba-tiba ponselku berbunyi, kurogoh saku jaketku dengan terburu-buru dan segera mengangkat telepon itu.

Yoboseyo”sapaku.

”Hah?Nde

”Tidak, tidak perlu, aku yang akan kesana”

”Hm, baiklah”

Aku terdiam begitu telepon terputus, itu ibu Kyuhyun, ibu Kyuhyunlah yang meneleponku, dia memintaku bertemu? Kenapa dia bisa tahu nomorku?

Gwenchana?”tanya Sungmin membuyarkan lamunanku.

Eoh, aku harus pergi, nanti kita bicara lagi Sungmin-ah, mianhe”ucapku kemudian segera berdiri dan keluar dari apartemen itu.

Jalanku sangat cepat menuju halte terdekat, kenapa ibu Kyuhyun sangat ingin bertemu denganku? Keadaan semakin kacau sepertinya memang sebaiknya aku bicara semua pada ibu Kyuhyun, agar aku bebas dan semunya selesai.

 

**

 

”Kau suka bajunya?”tanya ibu Kyuhyun ketika kami sedang berada di sebuah restoran. Aku mengangguk sambil memainkan tanganku di bawah. Ternyata ibu Kyuhyun memintaku bertemu untuk menemaninya pergi, dia mengajakku berbelanja.

Aku sebenarnya sudah menolak namun aku entah kenapa aku jadi tidak enak dan akhirnya terpaksa menemaninya. Sejak tadi aku lebih banyak diam dan menjawab pertanyaan dari ibu Kyuhyun saja, sebenarnya sejak tadi juga aku ingin mengatakan yang sebenarnya namun tidak kunjung bisa, lidahku seakan tidak mau mengatakannya.

”Nyonya Cho”panggilku.

”Panggil aku Eomma,nde?”potongnyaa, aku mengangguk kikuk, dia tersenyum.

Kenapa rasanya semakin sulit mengatakan yang sebenarnya?aku merasa sangat tidak enak apalagi dia mengenal ibu, apa tanggapannya jika aku bilang aku dan Kyuhyun hanya berpura-pura pacaran, apa dia akan marah? Atau memaksaku untuk tetap bersama Kyuhyun. Aku tidak berharap pilihan terkahir yang akan dia lakukan, lebih baik dia marah dan menganggap bahwa semua impas, dia mengecewakan ibuku dan aku mengecewakannya, selesai bukan?

”Apa Kyuhyun baik selama ini padamu?dia setia kan?kalau dia berani mempermainkanmu, katakan padaku, akan kumarahi anak itu”ucap ibu Kyuhyun sambil tersenyum, aku membalas senyumnya.

”Tidak, dia baik”jawabku seadanya, yah seadanya karena aku tidak tahu apa-apa tentangnya. Kata-katanya semalam kembali terngiang dipikiranku. Dia bilang aku akan mengenalnya setelah ini? cih setelah ini?dia pikir aku mau.

”Mungkin Kyuhyun akan sedikit sulit diatur, kau tahukan dia anak terkahir, sifatnya sangat manja dan sedikit egois jadi kau harus bersabar dengannya, tapi kau tahu dia terlihat sangat berbeda ketika pulang dari Amerika, biasanya dia sangat dingin namun kini dia lebih hidup dan sejak pulang dari Amerika dia sering sekali cerita tentang seorang gadis yang sudah menaklukan hatinya, itu pertama kalinya dia bercerita tentang seorang gadis, sebelumnya dia tidak pernah sekalipun tertarik pada seorang gadis, ah aku tidak menyangka gadis itu adalah dirimu, aku semakin  senang mengetahui hal itu, rasanya aku ingin segera melihat kalian menikah”

Aku terdiam mendengar ibu Kyuhyun yang terus bercerita tentang anaknya itu. Ternyata benar dugaanku, laki-laki itu pasti sedang merencanakan sesuatu, bahkan dia sudah merancang skenario ini sejak lama, mau apa dia?. Aku harus tahu rencana dia apa?

”Yong Soon-ah, kau mencintainyakan?”pertanyaan yang membuatku langsung tersadar dari lamunanku. Mencintainya? Mengenalnya saja tidak?!

 

**

 

Kulangkahkan kakiku masuk ke dalam sebuah gedung pencakar langit tempat laki-laki menyebalkan itu tinggal. Ya begitu selesai bertemu dengan ibunya, aku langsung memutuskan kesini, aku ingin meminta penjelasan darinya. Aku ingin tahu apa yang sedang dia rencanakan dan kenapa harus membawaku ke dalam rencananya itu.

Tanganku mengepal kuat dan mempercepat langkahku, meski baru sekali kesini aku langsung ingat dimana laki-laki itu tinggal, sampai di depan pintu apartemennya, kutekan belnya. Namun pintu tidak kunjung dibuka. Hah aku baru ingat pasti dia sekarang sedang ada di kantornya, sial sekali. Apa yang harus aku lakukan? Nomornya aku tidak punya. Aku terduduk bersandar di pintu apartemennya. Apa yang harus aku lakukan sekarang?

Seakan seorang malaikat dikirim untuk menolongku, aku melihat sesosok laki-laki sedang berjalan ke arahku, rambut blonde itu tentu saja aku mengenalnya, Spencer. Dia bisa membawaku pada laki-laki menyebalkan itu. Aku langsung berdiri dari dudukku dan setengah berlari menghampiri laki-laki yang menatapku bingung, tanpa berkata apa-apa aku langsung menarik tangannya.

”Antarkan aku ke kantor Kyuhyun”ujarku.

 

Aku sudah tidak sabar untuk bertemu laki-laki itu, aku ingin dia menjelaskan semuanya. Bisa kurasakan laki-laki disampingku terus melirikku sejak tadi.

”Jangan banyak tanya dan antarkan aku ke tempatnya”ucapku. Seakan mengerti dia memfokuskan pandangannya ke depan lagi.

Tidak butuh waktu lama, aku sudah sampai di sebauh gedung bertingkat yang terlihat sangat mewah, aku baru melihat gedung ini di Seoul atau memang aku yang norak tidak pernah menyadarinya. Spencer turun lebih dahulu dan ingin membukakan pintu untukku namun aku sudah lebih dulu turun.

Palli”seruku, dia mengangguk cepat dan seakan takut segera berjalan di depanku, aku mengikutinya di belakang, begitupun ketika memasuki lift.

Menungu sampai di lantai ruangannya, aku berpikir sebenarnya apa yang dia rencanakan? Apa yang dia inginkan? Bukankah apa yang dia inginkan bisa dia dapatkan dengan mudah kenapa sekarang dia melakukan ini?kalau bukan aku yang dibawa-bawa terserah tapi kenapa harus aku? Apa yang dia butuhkan dariku untuk mendapatkan apa yang dia inginkan?

Pintu lift terbuka dan Spencer berjalan keluar, aku mengikutinya keluar.

”Ah, Tuan Lee”sapa seorang perempuan di depan sebuah meja, Spencer membalas senyum perempuan itu.

”Kyuhyun ada di dalam?”tanya Spencer.

”Iya, Tuan Cho ada di dalam”

”Terima kasih”

Spencer kembali berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan, aku masih setia mengikutinya, semua orang diruangan itu tersenyum pada Spencer, hei sebegitu terkenalnyakah laki-laki ini disini?bukankah dia hanya teman dekat Kyuhyun atau bahkan lebih, pemilik saham?atau apapun namanya?mungkin.

Spencer tiba di di depan sebuah pintu, dia mengetuknya perlahan, sebelum membukanya.

”Eunhyuk-ah”suara laki-laki menyebalkan itu terdengar, aku segera melangkah ke depan Spencer dan wajah laki-laki itu terlihat kaget begitu melihatku datang.

”Kau!apa yang kau inginkan?sudah kubilang aku tidak mau mengikuti permainanmu, aku tidak tertarik!”seruku kesal. Aku mendengar Spencer menutup pintu, sepertinya dia keluar.

Laki-laki itu tidak menjawab dan hanya menatapku datar. Sungguh sangat menyebalkan laki-laki ini?!

”Katakan yang sebenarnya pada ibumu”

 

**

 

Kusandarkan kepalaku di dinding, aku bingung. Bagaimana bisa laki-laki itu masih tetap pada pendiriannya, tidak mau mengatakan yang sebenarnya. Apa yang dia inginkan? Tanpa sadar aku membenturkan kepalaku ke dinding.

”Hei..hei..kau harus tampil sebentar lagi, tidak ada pertolongan pertama untuk kepala bocor”sebuah tangan menahan kepalaku, Sungmin, ingin rasanya aku bercerita padanya tentang semua ini tapi apa dia mengerti, ini terlalu rumit, seandainya ibu Kyuhyun tidak mengenalku semua akan gampang.

”Ada apa?”tanya Sungmin. Kusandarkan kepalaku di bahunya dan menggeleng. ”Kau bisa cerita padaku jika menurutmu itu bisa diceritakan”lanjutnya. Aku mengangguk dan dia membiarkanku bersandar di bahunya.

”Yong Soon-ah, ada yang mencarimu”sebuah suara menginterupsi keheningan yang tercipta, terpaksa aku menegakkan tubuhku, Junho masuk ke dalam ruangan ini. aku memberikannya tatapan bertanya –siapa-.

”Kyuhyun, dia bilang namanya Kyuhyun”seketika itu juga tubuhku menegang, mau apa dia kesini?

”Kyuhyun?siapa dia?”tanya Sungmin padaku. Aku segera menggeleng.

Anni,bukan siapa-siapa, biarkan saja Junho-ya, ayo bersiap sebentar lagi kita tampil”aku berdiri dari dudukku dan mengambi gitar kesayanganku tidak mempedulikan tatapan penuh tanda tanya dari Junho dan terutama Sungmin. Aku tahu dia ingin penjelasanku.

Bahkan saat diatas panggungpun Sungmin tidak henti-hentinya menatapku, aku berusaha berkonsentrasi namun sepasang mata membuatku semakin tidak bisa berkonsentrasi. Dia disana, melihatku. Kyuhyun.

Secepat pertunjukan dimulai secepat itu selesai dan Kyuhyun masih duduk disana, dia benar-benar kerasa kepala. Begitu selesai aku menaruh gitarku dan beranjak untuk menemuinya.

”Apa yang kau inginkan?”tanyaku padanya, dia berdiri dari duduknya kemudian menyuruhku mengikutinya.

Dia membawaku keluar cafe, dia berdiri tidak jauh dariku, tangannya dia masukkan ke dalam saku jaket panjangnya. Aku menatap mata obsidiannya dengan jengah.

”Aku tidak mau melanjutkan ini sama seperti kata-kataku tadi pagi dan aku harap kau mencari orang lain, kalau kau tidak mau bilang pada ibumu, aku yang akan bilang”kataku tegas.

Dia menghela nafas perlahan.

”Seperti kata-kataku tadi pagi, aku tetap akan melanjutkan ini”ujarnya.

Aku memutar bola mataku, apa akan berakhir seperti tadi.

”Kenapa kau sangat keras kepala?apapun alasanmu lepaskan aku”pintaku.

”Bagaimana kalau aku tidak mau melepaskanmu karena aku menyukaimu”apa aku tidak salah dengar, apa yang baru dia katakan?menyukaiku?dia?!

Mwoya?kau baru mengenalku dua hari ah tidak kau bahkan tidak mengenalku”

 

**

 

Dengan langkah malas aku memasuki rumah, kubuka pintunya perlahan.

”Anita!”sebuah suara yang amat sangat kukenal terdengar jelas, aku tidak sedang bermimpikan? Itu suaranyakan. Aku menegakkan kepalaku yang menunduk dan seorang laki-laki berdiri di hadapanku lengkap dengan senyum, senyum yang baru aku sadari sangat aku rindukan. Aiden. Apakah aku tidak bermimpi?disaat aku berpikir untuk pulang saja ke Amerika menghindari semua kerumitan ini dan Aiden ada disini. Benarkah itu Aiden?

Laki-laki dengan rambut coklat itu merentangkan tangannya tanpa bisa kutahan aku menghambur kepelukannya.

”Aku ingin pulang”lirihku dalam pelukannya, pelukannya masih sama hangatnya seperti dulu. Aku tidak bisa berpikir apa-apa. Ini mimpi atau bukan yang jelas aku memang membutuhkan Aiden disaat seperti ini. Disaat aku ingin pulang saja

Advertisements

One thought on “FF: Drama Story Fifth Scene

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s