FF: Drama Story Second Scene

Second Scene

 

”Aku juga tidak tahu apa mau mereka, ya sudah aku lari saja, kalau mereka suruhan pria yang aku pukul kemarin bagaimana”aku berusaha membela diri kenapa aku tidak kunjung menemui Yeon Ji di depan toko itu, sejak semalam dia sudah marah-marah padaku, katanya dia sudah menunggu hampir dua jam disana, ya aku merasa bersalah telah meninggalkannya seperti itu.

Mianhe”kataku lagi, dia hanya menghela nafas perlahan dan meneguk susu putih dihadapannya kemudian memabawa mangkuk bekas makannya ke wastafel dan beranjak ke kamarnya, hah dia masih marah rupanya.

Tak lama kemudian dia keluar dari kamarnya membawa sesuatu ditangannya, sebuah kotak. Dia menaruhnya tepat dihadapanku yang masih menghabiskan sarapanku.

”Dari Aiden lagi”dia meyodorkan kotak itu kehadapanku, aku menautkan alisku.

”Aku tidak tahu apa isinya, aku belum membukanya, aku pikir sepertinya sangat rahasia karena dia juga mengirimkan sebuah surat”ujarnya lagi sambil menyerahkan sebuah surat padaku.

Aku mengambil surat itu dari tangan Yeon Ji, meniliknya sebentar lalu membukanya.

”Kenapa kau tidak menyuruhnya mengirimkannya kesini saja, kenapa harus ke kantorku,kau tahu semuanya mengira aku memiliki seorang penggemar rahasia”Yeon Ji masih terus berbicara ketika aku mulai membaca surat itu.

Aiden, sahabatku errr entahlah aku juga bingung menyebutnya sahabat atau bukan, anggap saja dia orang yang sangat dekat denganku selama aku di Amerika, rumahnya tepat disamping rumhaku, aku menghabiskan masa elementary school sampai senior high school  bersama dengannya, dia sangat baik, terlampau baik, sama seperti Sungmin, semua orang mengira kami adalah sepasang kekasih karena dia selalu ada dimanapun aku berada, dia yang paling menentang keputusanku untuk kembali ke Korea, aku pergi diam-diam darinya dan tidak ingin menghubunginya lagi namun sebulan setelah disini aku merasa tidak enak padanya dan menghubunginya kembali, aku mengatakan padanya bahwa aku akan kembali ke Amerika begitu aku sudah menyelesaikan urusanku disini, Aiden tahu semuanya oleh sebab itu dia tidak ingin aku kembali kesini, dia pikir hanya membuang waktu saja, aku tidak mungkin menemukan ayahku lagi, itu katanya saat aku mengutarakan niatku untuk ke Korea. Sejujurnya aku sendiri bingung dengan perasaanku pada Aiden, selama ini Aiden selalu mengatakan dia mencintaiku, dia ingin selalu bersamaku dan melindungiku, salah satu alasan kenapa dia tidak ingin aku kembali kesini karena dia pikir dia sudah cukup untuk bisa melindungiku,namun aku tidak pernah menggapi hal itu serius,aku tidak menolak ataupun menerimanya dan pada akhirnya kami menjalani hubungan seperti ini.

”Sebenarnya Aiden itu pacarmukan?kenapa kau tidak mau mengakuinya, sebenarnya kau sangat beruntung dicintai pria sebaik Aiden, kenapa kau tidak kembali saja dan menikah dengannya, bukannya dia sudah mela..”

”Dia akan kesini”kata-kataku menghentikan celotehan panjang Yeon Ji, aku membulatkan mataku tidak percaya pada apa yang baru saja aku baca, Aiden akan menyusulku kesini, apa dia sudah gila?

”Dia akan menyusulku kesini”ucapku lagi sambil menatap Yeon Ji, Yeon Ji terlihat bingung dengan kata-kataku dan berusaha mencerna maksudnya namun sedetik kemudian dia langsung kaget.

Mwohae?!dia akan membawamu pulang?!”seru Yeon Ji, tidak, aku belum bertemu ayahku, dia tidak akan bisa membawaku pulang sebelum aku bertemu ayahku tapi kalau dia memaksa bagaimana.

”Yeon Ji-ya, aku belum bertemu ayahku”kataku dengan perasaan sedih, aku yakin tujuan Aiden kesini adalah membawaku pulang, aku pikir setelah lulus kuliah dan dia sibuk dengan kegiatan meneruskan perusahaan ayahnya dia akan membiarkanku tinggal di Seoul paling tidak tiga sampai empat tahun ke depan tapi kenapa baru setahun dia sudah akan menyusulku?

”Yong Soon-ah, sebaiknya kau hentikan saja pencariaan ayahmu, toh kau tidak punya petunjuk apapun tentang keberadaannya, kenapa kau tidak pulang dan memulai kehidupanmu yang bahagia dengan Aiden, eoh?”aku menatap Yeon Ji kesal, bisa-bisanya dia berkata sepeti itu, aku hanya ingin melihat wajah ayahku sekali saja.

”Tidak, aku tidak mau pulang sebelum bertemu ayahku, Aiden bodoh!”kataku geram.

”Aku yakin dia akan menyeretmu pulang dan menjadikanmu istrinya”aku melirik tajam Yeon Ji yang sejak tadi terus saja berkata,Aiden akan menikahiku,memulai hidup bahagia dengan Aiden, siapa yang akan menikah dengannya?!meski aku tidak tahu bagaimana perasaanku yang sebenarnya pada Aiden tapi tidak ada niatan untukku menikah dengannya saat ini.

Wae? Apa yang salah, Aiden memang akan menjadikanmu istrinyakan”ucapnya lagi.

”Yeon Ji-ya!pokoknya dalam waktu dua bulan ini aku harus menemukan ayahku”

**

Aku tidak habis pikir dengan Aiden, apa maksudnya tiba-tiba menyusulku kesini, dia ingin membawaku pulang?apa dia tidak bisa menunggu sampai aku pulang, aku sudah berjanji untuk pulang padanya dan aku pasti akan menepati janjiku.

”Aiden babo

”Siapa yang kau panggil bodoh”aku menoleh kebelakang dan melihat Sungmin diatas sekuternya tersenyum padaku, kenapa dia ada di depan apartemen Yeon Ji di siang hari seperti ini. Dia memajukan sekuternya dan berhenti tepat disampingku.

”Ada apa kau kemari?”tanyaku.

”Kau mau kemana?”dia malah balik bertanya.

”Hei, jawab pertanyaanku dulu baru aku akan menjawab pertanyanmu”ucapku. Dia terkekeh pelan, apanya yang lucu?

”Ada yang ingin aku bicarakan denganmu”katanya, aku menautkan alisku tidak mengerti.

”Ikut aku”katanya lagi sambil menyerahkan helm padaku, sepertinya dia memang ingin berbicara sesuatu padaku, baiklah, aku pun memakai helm pemberiannya dan naik di sekuternya.

Sungmin membawaku ke sebuah taman, kami duduk tidak jauh dari kolam yang tepat berada di tengah-tengah taman ini, angin segar musim semi membelai lembut wajahku, rasanya nyaman sekali, aku bahkan sampai lupa kalau Sungmin mengajakku kesini untuk berbicara sesuatu.

”Sungmin-ah, apa yang ingin kau bicarakan?”tanyaku pada Sungmin yang duduk tepat disebelahku.

Dia menoleh padaku namun terdiam sambil menatap wajahku.

”Ini tentang ayahmu”ucapnya setelah beberapa detik terdiam.

Wajahku berubah menjadi antusias saat aku mendengar kata-kata Sungmin, Sungmin tau cerita kenapa aku ke Seoul dan dia bilang dia akan membantuku. Sepertinya yang sudah kubilang Sungmin terlampau baik sama seperti Aiden, hah pengecualian untuk Aiden saat ini.

”Apa?”tanyaku tidak sabaran. Sungmin mengulas senyum di bibir tipisnya itu.

”Kemarin aku tidak sengaja lewat tempat tinggal ayahmu dulu, aku bertemu dengan seorang paman disana, karena aku masih penasaran kemana perginya ayahmu aku bertanya pada paman itu dan kau tahu apa jawabannya?”Sungmin seperti sengaja menggantungkan kalimatnya itu, padahal aku sudah sangat penasaran, aku berharap aku mendengar berita baik.

Dia tetap diam sambil tersenyum, benar-benar menguji kesabaranku namja ini.

”Sungmin-ah, apa katanya?”tanyaku sudah sangat tidak sabaran.

Sungmin tetap diam.

”Sungmin-ah, palli” pintaku, dia tertawa pelan dan malah menepuk kepalaku perlahan.

”Dia bilang ayahmu pindah ke Incheon dua tahun yang lalu”mataku membulat kaget mendengar kata-kata Sungmin, apa mungkin ayah ada di Incheon sekarang?

”Apa mungkin dia masih di Incheon sekarang?”tanyaku semakin antusias.

”Mungkin, kalau tidak dicoba kita tidak akan tahu”ucap Sungmin, aku tersenyum senang, apa aku akan bisa bertemu ayahku?

”Aku akan mengantarmu akhir pekan ini”lanjut Sungmin.

Aku segera menggeleng, aku tahu akhir pekan ini Sungmin akan pulang ke Busan, aku tidak mau merepotkannya dengan mengatarku ke Incheon.

”Tidak, kau pulang saja ke Busan, aku akan mencarinya sendiri”kataku.

Gwaenchana, aku tidak jadi pulang minggu ini, ada urusan kuliah, jadi aku bisa mengantarmu”katanya

Neomu Gomawoyo”kataku padanya, dia tersenyum dan mengacak-acak rambutku perlahan, aku sangat beruntung bertemu dengan Sungmin, dia sangat baik.

**

Ekspektasi yang berlebihan ternyata hanya menghasilkan kekecewaan. Aku menudukan wajahku selama perjalanan menuju stasiun kereta, Sungmin diam disampingku, sepertinya dia mengerti kalau saat ini aku tidak ingin bicara apapun.

Kami duduk menunggu kereta yang akan membawa kami kembali ke Seoul, aku kecewa, jelas kecewa, aku pikir aku akan bertemu dengan ayahku di Incheon tapi ternyata.

”Sudahlah, aku akan terus membantumu”Sungmin mengusap pundakku perlahan.

Aku mendesah pelan dan hanya tersenyum tipis padanya. Tiba-tiba saja Sungmin memelukku, membuatku kaget, Sungmin mengusap punggungku perlahan.

Gwaenchana, kau pasti akan bertemu dengan ayahmu”ucap Sungmin, aku hanya bisa diam, tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan, saat ini aku benar-benar tidak tahu kemana lagi harus mencari ayahku, apa memang aku tidak akan pernah melihat wajah ayahku walaupun hanya sekali? Apa memang sebaiknya aku kembali ke Amerika seperti kata Yeon Ji, memulai hidup bahagiaku dengan Aiden?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s