FF: Drama Story Fourth Scene

Fourth Scene

 

Seorang laki-lai dengan tubuh tinggi dan tegap masuk ke dalam apartemen ini, jadi ini yang ingin bertemu denganku? Marcus, itukah namanya? Dia melirikku sekilas, tatapan matanya sangat dingin, kulitnya pucat ditambah lagi dengan rambut coklat pirangnya itu, dia tampak seperti orang sakit. Kuperhatikan wajahnya dengan seksama, dia tidak tampan namun ada sesuatu dari wajahnya yang aku yakin akan banyak membuat gadis-gadis bertekuk lutut padanya.

”Choi Yong Soon”dia menyebutkan namaku begitu sampai tepat dihadapanku, Spencer yang duduk disampingku melirik laki-laki ini sekilas.

Laki-laki dihadapanku ini menyunggingkan senyum namun bagiku itu tidak terlihat seperti senyum kenapa terlihat sangat menyeramkan? Dia kemudian duduk di sofa dihadapanku.

”Apa yang kau inginkan? Aku tidak mengenalmu”ucapku cepat begitu dia duduk, lagi-lagi dia tersenyum.

”Sebaiknya aku perkenalkan diriku terlebih dahulu, aku Cho Kyuhyun”katanya, dia memberikan tatapan seakan setelah mendengar namanya aku akan mengetahui siapa dia, percuma aku tidak tahu namanya Cho Kyuhyun, ya Cho Kyuhyun memangnya siapa dia?

”Kau tidak mengenalku juga?ah ya kau baru setahun tinggal disini bukan?aku anak dari pemilik Perusahaan Cho”lanjutnya, oh jadi dia sedang ingin memamerkan dirinya, harusnya sejak awal aku sadar kalau bukan pemilik perusahaan atau anak pemilik perusahaan tidak mungkin dia bisa tinggal ditempat ini.

”Lalu?”tanyaku.

Dia melirik Spencer yang sejak tadi diam dan lebih sibuk bermain dengan ponselnya, begitu sadar Kyuhyun menatapnya dia menghentikan kesibukannya dengan ponselnya itu.

”Aku ingin bicara dengannya Eunhyuk-ah”seperti mengerti apa yang dikatakan laki-laki dihadapanku ini, Eunhyuk atau Hyuk Jae atau Spencer atau apalah namanya dia berdiri dari duduknya , tersenyum sekilas padaku lalu beranjak keluar.

”Tenang, aku laki-laki baik”ujar Kyuhyun seakan mengerti tatapan mataku padanya setelah laki-laki berambut blonde itu keluar, ok aku memang merasa sedikit takut, berbeda dengan Hyuk Jae, aku merasa dia laki-laki yang baik tapi laki-laki ini, dia punya aura yang menyeramkan.

”Aku kesini untuk memberikanmu sebuah penawaran”dia menatapku lekat-lekat, sedikit risih dengan tatapannya itu, tatapannya sangat menusukku namun aku tetap membalas tatapannya, aku bukan gadis lemah.

Aku menunggunya mengatakan apa yang dia maksud dengan penawaran itu.

”Langsung saja, kau harus menjadi pacarku dan aku akan membantumu mencari ayahmu”katanya langsung, aku berusaha memahami kata-katanya tadi, apa? Menjadi pacarnya? Dia akan mencari ayahku?

”Apa maksudmu?”tanyaku.

”Bukankah kau sangat pintar Choi Yong Soon, aku membutuhkanmu untuk berpura-pura menjadi pacarku paling tidak dalam dua bulan ini dan aku akan mencarikan ayahmu, bagaimana?”tanyanya di akhir penjelasannya.

Cih, dia pikir aku tertarik dengan penawaran itu?tidak, meski aku memang sangat ingin bertemu dengan ayahku tapi harus berpura-pura menjadi pacarnya, tidak akan, mengenalnya saja tidak, untuk apa aku harus menerima tawarannya, memangnya dia tidak bisa mencari gadis lain.

”Aku tidak tertarik dengan penawaranmu”aku bangkit dari dudukku kemudian melewatinya.

”Aku mendengar setelah tinggal di Incheon ayahmu pindah ke Busan, mungkin dia masih disana kalau kau mau aku bisa mencarikannya untukmu”aku mendengarnya kembali berkata tepat sebelum aku membuka pintu apartemennya.

”Kau memanfaatkanku”kataku sambil berbalik menghadapanya, apa semua orang kaya selalu seperti ini.

”Kau juga bisa memnafaatkanku, bukankah aku sedang memberikan penawaran untuk saling memanfaatkan, aku akan membantumu jika kau mau membantuku”dia kini sudah berdiri dihadapanku.

”Jangan kau pikir aku baru mengenalmu tadi atau seminggu yang lalu, aku sudah memperhatikanmu mungkin sejak dua bulan lalu, apa kau tidak ingat kita pernah bertemu di bandara saat kau pertama kali sampai disini”lanjutnya.

Kenapa laki-laki ini bisa sangat memaksa, kata-katanya seakan memaksaku untuk menerima tawarannya.

Dia kembali tersenyum menatapku dan tak lama kemudian mengambil ponselnya di saku celananya, aku hanya diam, aku benar-benar tidak mengerti kenapa aku tidak bisa mengatakan secara lantang aku menolaknya, apa karena aku yakin dia bisa membantuku untuk bertemu ayah tapi apa yang harus aku lakukan sebagai balasannya, menjadi kekasihnya, What the hell is going on!

”Eunhyuk-ah”sapanya pada seseorang yang baru saja masuk tidak begitu lama setelah laki-laki dihadapanku ini kembali memasukan ponselnya ke saku celananya, apa yang dia telepon tadi adalah laki-laki berambut blonde ini.

”Eunhyuk-ah, urus dia, aku akan menjemputnya untuk makan malam bersama keluargaku” aku tercengang mendengar apa yang baru saja dia katakan, aku bahkan belum bilang iya aku menerima tawaran itu dan dia sudah men-judgeku menerima ide gilanya ini.

”Ya!aku belum bilang iya!”teriakku padanya yang kini sudah keluar dari apartemen.

Bagaimana bisa aku terjebak permainan bodoh seorang anak pemiliki perusahaan yang bahkan aku tidak tahu.

Micheoso!”seruku kesal, aku mendengar laki-laki disampingku malah tertawa. Aku mendelik tajam padanya.

”Hei, sudahlah, dia akan membantumu mencari ayahmu, ayo kita pergi”

 

**

 

Apgeujong, disinilah tempatku berada sekarang, di tengah-tengah pertokoan ini, dihadapan sebuah toko, Eunhyuk memintaku untuk membeli sebuah dress yang aku sukai untuk aku gunakan di acara makan malam keluarga namja gila itu, berpura-pura menjadi kekasihnya, dia pikir aku mau? Tidak akan pernah, dia sudah berkali-kali memaksaku untuk mencari dress yang aku suka tapi aku tetap pada pendirianku, aku belum menyetujui ide gila dan bodoh seorang laki-laki bernama Cho Kyuhyun itu.

”Hei, bersahabatlah denganku, dia akan marah padaku kalau kau tidak menuruti kata-katanya tadi”Eunhyuk mengeluh.

”Aku tidak bilang iya, itu hanya asumsinya saja, aku tidak mau”kataku santai.

”Baiklah, aku tahu bagaimana memaksamu”Eunhyuk berucap sambil mengeluarkan ponselnya, aku melihatnya berbicara dengan seseorang sangat singkat sebelum memutuskan sambungan telepon.

”Hyukkie-ya”suara seorang gadis dari belakangku membuatku menoleh, dia berlari ke arah Eunhyuk dan memeluknya dengan erat.

”Aku merindukanmu, kapan kau pulang?”tanyanya begitu pelukannya sudah terlepas, aku hanya memperhatikan mereka yang sepertinya sedang melepas rindu.

Gadis ini sangat modis dengan pakaian yang membalut tubuhnya, dia terrlihat tidak jauh berbeda dengan Eunhyuk ataupun namja gila itu, sepertinya mereka sama-sama berasalah dari keluarga yang kelebihan.

”Ah, Rae-ya, kau punya sesuatu di tokomu untuk gadis ini”Eunhyuk menunjukku yang berdiri tidak jauh dari mereka, Gadis itu menatapku dari atas sampai bawah.

”Hyukkie, kau selingkuh!”seru gadis itu dengan tatapan kesal.

Aniya! Dia kekasih Kyuhyun”aku kaget mendengar kata-kata Eunhyuk, bisa kulihat wajah gadis itu berubah senang, entah karena apa karena aku bukan selingkuhan Eunhyuk atau..tidak pasti bukan hal itu.

”Wah, kau kekasih Kyuhyun”dia berjalan menghampiriku dan tersenyum senang, dia menjulurkan tangannya kehadapanku.

”Shin Rae Bin-imnida, siapa namamu?”tanyanya tetap dengan senyuman di wajahnya, aku tidak mengerti kenapa gadis ini tampaknya sangat senang bahwa aku adalah ’kekasih’ namja gila itu.

”Ah, Choi Yong Soon-imnida”jawabku sambil menjabat tangannya, dia kembali tersenyum.

”Aku benar-benar senang akhirnya Kyuhyun memiliki seorang kekasih”ucapnya penuh semangat, aku melirik laki-laki yang memiliki banyak nama ini, aku ingin dia menjelaskan pada kekasihnya ini, well-sepertinya gadis ini adalah kekasihnya dilihat dari bagaimana awalnya dia berpikir aku selingkuhan Spencer. Laki-laki itu hanya tersenyum.

”Rae-ya, dia akan makan malam dengan keluarga Kyuhyun, bisa kau carikan sesuatu untuk dia gunakan”lagi-lagi Spencer hanya berbicara pada gadis yang bernama Shin Rae Bin ini.

Bia kulihat wajah Rae Bin teramat sangat senang, dia mengangguk pada Spencer kemudian beralih lagi padaku.

”Ayo, aku punya sesuatu untukmu!”serunya dan tangannya kini sudah menarikku untuk berjalan, aku menatap Spencer yang masih berdiri dan melambaikan tangannya sambil tersenyum, apa yang dia lakukan? Aku merasa seperti barang yang dipindah-pindah dengan semudah ini.

 

**

 

Sekarang aku terjebak dengan puluhan dress yang harus aku coba, gadis ini benar-benar membuatku pusing, ini sudah yang kesepuluh kalinya aku mengganti baju. Dengan mendesah pelan aku keluar dari kamar ganti, menatap malas gadis bernama Shin Rae Bin yang telah memaksaku untuk pertama kalinya memakai dress.

”Wow, kau sangat cantik dengan yang ini, bagaimana kau suka?aku suka yang ini”cerocosnya, aku hanya mengangguk perlahan, aku sudah capek, menurutku dia selalu mengatakan hal yang sama, sebenarnya mana yang akan aku pakai?

”Jadi kau lebih suka yang mana? Yang ini atau yang tadi?”tanyanya lagi.

”Ini”jawabku malas semoga penderitaanku segera berakhir dan aku ingin segera bertemu dengan namja gila itu bilang padanya bahwa aku tidak teratrik mengikuti permainan gilanya ini, siapa yang sudah menyetujuinya, dia seenaknya saja berkata seperti itu.hah!

”Ok, aku juga lebih suka yang ini”dia tersenyum senang kemudian menarik tanganku lagi, mau kemana lagi?

”Saatnya mempercantik wajahmu”ok, aku akan membunuh laki-laki itu jika aku bertemu dengannya lagi, dia membuatku teramat sangat kesusahan dengan semua ini dan lagipula aku belum menyetujui tawarannya itu.

Tangan Rae Bin mulai melakukan sesuatu pada wajahku, aku hanya pasrah, apa yang harus aku lakukan? Menjelaskannya? Aku sendiri tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya, apa aku harus bilang aku sedang pura-pura menjadi kekasih sahabatmu, hei bahkan aku tidak menerima tawaran dia menjadi kekasih pura-puranya lalu apa? Aku bilang sahabatmu itu memaksaku untuk menjadi kekasih pura-puranya, ya mungkin itu kata-kata yang tepat untuk menjelaskan semua ini.

”Sudah berapa lama kau berhubungan dengan Kyu?”tanya gadis itu tiba-tiba ketika dia mengambil sesuatu dari sebuah meja, aku baru sadar kini dihadapanku ada sebuah cermin dan ruangan ini tampak seperti kamar, apa ini rumahnya? Jadi dia memiliki butik yang sekaligus rumahnya, ah mungkin begitu, apa peduliku, toh setelah ini aku tidak akan pernah bertemu gadis ini lagi ataupun laki-laki berambut blonde dengan nama yang banyak juga namja gila itu karena begitu aku bertemu dengannya dengan tegas aku akan menolak penawarannya itu, aku bisa mencari ayahku sendiri.

”Hmmm”dia menggumam seakan menanyakan kembali pertanyaannya itu, aku memutar otak mengatakan jawaban yang tepat, kalau dia salah menjawab akan membuat masalah selanjutnya.

”Tiga tahu”jawabku asal.

”Woah, benarkah? Dasar Kyuhyun, dia sama sekali tidak bercerita padaku”Rae Bin menunjukan ekspresi kesal yang dibuat-buat.

”Kau tahu, aku sangat senang sekali akhirnya Kyuhyun memiliki seorang kekasih, aku, Hyukkie dan Kyu bersahabat sejak kecil, dia sangat dingin sekali dengan gadis-gadis kecuali aku tentunya, aku masih sepupunya.jangan cemburu padaku”dia terkekeh di akhir kalimatnya.

”Bahkan ahjussi sampai ingin menjodohkannya sebab sampai dia lulus kuliah dan sekarang bekerja di perusahaan ayahnya dia sama sekali tidak pernah memiliki kekasih, memang sangat aneh dia itu. Kyu menolak, dia bilang dia bisa mencari sendiri tapi ayahnya tetap bersikeras dan mengajukan syarat pada Kyu, dia tidak akan menjodohkan Kyu asal dia membawa kekasihnya ke rumah”aku mulai mendengarkan cerita gadis ini tentang Kyuhyun, ini pertama kalinya aku menyebut nama namja gila itu, dia terus memoles wajahku sementara dia juga bercerita.

”Makanya, aku senang sekali ternyata dia sudah memiliki kekasih pantas dia menolak dijodohkan, dimana kalian bertemu?di Amerika? Kyu kan kuliah disana dan baru selesai tahun lalu”tanya Rae Bin, aku hanya mengangguk cepat mengiyakan, dari pada aku salah menjawab.

”Sudah selesai?”tanya sebuah suara dari ambang pintu, aku bisa melihat Spencer berdiri disana, Rae Bin tersenyum dan mengangguk lewat cermin yang bisa dilihat oleh Spencer.

”Kau sangat cantik Yong Soon-ah, Kyu pasti akan terpesona padamu”ujar Rae Bin sambil merapihkan poniku sedikit, karena rambutku pendek dia hanya menjepit rambutku.

”Ayo, Kyu sudah menunggumu”

 

**

 

Aku mengikuti langkah Spencer yang berjalan dihadapanku, kini aku sudah kembali lagi ke apartemen laki-laki itu. Pokoknya begitu berteemu aku akan bilang, aku tidak perlu bantuannya untuk mencari ayahku.

”Kyu, ini gadismu”aku melihat Kyuhyun sepertinya baru keluar dari apartemennya, Spencer menyingkir sedikit sehingga kini aku tepat ada dihadapannya, dia menatapku dari bawah sampai ke atas,.

Aku berdehem pelan dan menatap tajam laki-laki dihadapanku, sehingga dia berhenti menatapku dengan tatapan menilai seperti itu.

”Ok, tugasku selesai, aku pergi”setelah itu aku mendengar langkah Spencer yang meninggalkan kami.

”Kyuhyun-ssi”aku memanggil namanya untuk yang pertama kalinya dan mendesah pelan sebelum berbicara lagi.

”Aku tidak bisa menerima tawaranmu karena aku sama sekali tidak tertarik”kataku sambil menatap wajahnya, dia memasang wajah dingin tapi menurutku itu yang membuatnya menarik,dengan wajah seperti ini kenapa dia tidak memiliki kekasih? Hei apa yang aku pikirkan kenapa sekarang aku malah menilainya.

”Ayo pergi”ujarnya sambil menyunginggkan senyum dan menarik tanganku.

”Kyuhyun-ssi!”seruku namun dia tidak menggubrisnya dan terus menarik tanganku, aku tidak mungkin memukulnya atau melakukan hal lain agar dia melepaskanku, tidak ditempat seperti ini.

 

**

”Aku tidak akan turun dari mobil”peringatku pada laki-laki disampingku ini. Dia hanya tersenyum, sungguh itu senyum yang paling menyebalkan yang pernah aku lihat.

Aku menatap malas keluar jendela memperhatikan jalanan yang mulai ramai di sore hari ini, apa yang sedang aku lakukan sekarang? Berpura-pura menjadi kekasih laki-laki gila ini?!

Mobil ini mulai masuk ke dalam sebuah rumah yang sangat besar, sudah seharusnya rumahnya sebesar ini, mobil pun berhenti, dia turun dari mobil dan aku melihatnya berbicara dengan seorang..mungkin pelayannya lalu dia berjalan menuju pintuku dan membukanya.

”Turunlah”perintahnya, ada sebuah penekanan dari kata-katanya itu. Aku tetap diam enggan untuk turun seperti kata-kataku tadi.

Tiba-tiba saja dia mendekatkan wajahnya padaku, aku menatapnya takut-takut, apa yang akan dia lakukan?dia tersenyum tepat di depan wajahku.

”Turun”pintanya meski dengan nada lembut namun terkesan sangat mengancam, dia menjauhkan kembali wajahnya lalu tersenyum padaku dan menjulurkan tangannya, mau tidak mau aku menyambut uluran tangannya.

Begitu keluar dari mobil, sungguh aku takjub melihat rumahnya yang seperti istana, sekarang yang kembali menjadi perntanyaan dalam benakku, kalau dia sangat kaya kenapa tidak ada gadis-gadis yang mendekatinya, aku tahu dia memang memiliki wajah yang dingin tapi menurutku itu mempesona, apa yang baru saja aku katakan?! Tidak! Sudahlah apa peduliku.

Dia mengajakku masuk ke dalam seorang pelayan membungkuk padanya ketika memasuki rumah yang seperti istana itu.

”Tuan menunggu anda di belakang”ucap pelayan itu.

Aku berjalan dibelakangnya dengan menunduk, entah kenapa jantungku menjadi berdetak tidak karuan, kenapa jadi deg-degan seperti ini? bukankah aku hanya akan berpura-pura saja?tapi rasanya…

Sebuah tangan yang hangat mengenggam tanganku erat, aku mendongak dan mendapti laki-laki itu tersenyum lembut padaku dan saat itu rasanya aku terpaku menatap wajahnya, damn, apa yang aku pikirkan, dia sangat tampan.

Advertisements

2 thoughts on “FF: Drama Story Fourth Scene

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s