FF: วันหยุด (KyuSoon Couple)

Yong Soon POV

Kenapa namja itu sangat tidak sabaran, aku kan sudah bilang kalau aku sudah ada di bandara dan akan berangkat kenapa dia masih terus saja menanyakan aku dimana, dengan kesal kuketikkan pesan singkat yang terakhir, setelah ini aku akan benar-benar mematikan ponselku.

Aku sudah bilang padanya aku akan menghubunginya begitu aku sampai di hotel. Hari ini hari pertama konsernya, ya aku akan ke Thailand menemani namja bodoh itu. Aku melakukan ini karena aku sedang dihukum olehnya, dia bilang ini hukuman?lebih disebut siksaan. Aku yang baru saja selesai kuliah harus terbang kurang lebih 8 jam, rasanya pasti badanku seperti mau copot semua begitu sampai disana, untung saja dia tidak memaksaku juga untuk menonton konser mereka hari, kalau iya sepertinya aku akan membunuhnya.

Selama di pesawat aku lebih memilih untuk tidur, setidaknya untuk mengurangi rasa lelah begitu sampai, Kyuhyun sudah memesankan kamar di hotel yang sama dengannya. See, dia benar-benar menjalankan rencanaya, menyebut ini ‘bulan madu’.

 

**

Aku meregangkan tanganaku begitu sudah sampai di bandara, meski sudah tidur rasanya badanku tetap saja pegal-pegal. Rasanya aku ingin segera sampai di hotel dan tidur. Segera kucari taksi yang akan membawaku ke hotel. Sampai di hotel, aku langsung meminta kunci dan berlalu ke kamarku, tidak ada minat untuk mengamati atau apapun, aku sangat-sangat lelah dan ingin segera istirahat, mungkin baru besok aku akan mulai mengamati semua yang ada di Bangkok.

Sampai di kamar, aku langsung menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur, badanku pegal semua. Ah ya aku baru ingat, aku harus memberitahunya kalau aku sudah sampai di hotel tapi apa dia sudah selesai konser. Aku melirik jam di ponselku. Sepertinya belum. Kuputuskan untuk mandi dulu sebelum memberitahunya kalau aku sudah sampai.

 

Author POV

Kyuhyun baru saja sampai di hotel setelah konser bersama yang lain, seperti sudah tidak sabar bertemu dengan gadisnya itu, dia segera memisahkan diri dari hyungdeulnya,mereka tahu kalau Kyuhyun kembali membawa Yong Soon.

Dia sudah tahu kamar Yong Soon dan segera sampai didepannya tidak terlalu lama mencari, dia memencet bel kamar Yong Soon namun tidak ada jawaban.

Sementara itu Yong Soon baru saja selesai mandi dan sedang mengeringkan rambutnya ketika mendengar bel kamarnya berbunyi.

“Siapa?”gumam Yong Soon seakan tidak sadar kalau sudah pasti Kyuhyunlah yang datang.

Dia pun membukakan pintu dan terlihatlah wajah kesal Kyuhyun yang sudah lama menunggu pintu dibuka.

“Kenapa lama sekali?”ujarnya ketus dan langsung masuk ke dalam tanpa Yong Soon persilakan masuk, Yong Soon mendengus kesal, sudah tahu dia sedang mandi bagaimana dia bisa mendengar Kyuhyun datang.

“Bagaimana aku tahu kau sudah datang, aku sedang mandi”jawab Yong Soon.

Kyuhyun hanya melirik Yong Soon dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.

“Hah, aku lelah sekali”keluh Kyuhyun dan langsung memejamkan matanya.

“Ya!kau baru pulang konserkan?kau sudah mandi?”tanya Yong Soon berjalan menghampiri tempat tidur, Kyuhyun yang masih mendengar Yong Soon menggeleng.

“Mandi dulu!”perintah Yong Soon sambil menarik lengan Kyuhyun.

“Aku capek Yongie-ya, aku ingin tidur”pinta Kyuhyun memelas, Yong Soon berdecak kesal, kenapa Kyuhyun jadi seperti ini?

“Kau tidak boleh tidur sebelum mandi Cho Kyuhyun, cepat bangun!”seru Yong Soon sambil berkacak pinggang, Kyuhyun membuka matanya dengan malas.

“Cepat bangun Kyu”perintah Yong Soon lagi, Kyuhyun tersenyum jahil kemudian bangun dari tidurnya dan tiba-tiba mencium bibir Yong Soon sekilas sebelum berlari ke kamar mandi, Yong Soon terdiam seketika menyadari apa yang Kyuhyun baru lakukan tadi.

“Dasar babo”gumam Yong Soon.

Niat awalnya dia ingin tidur setelah mandi namun Kyuhyun datang dan membuat dia malah tidak mengantuk lagi, apalagi setelah marah-marah seperti ini. Padahal tubuhnya sudah sangat lelah. Yong Soon berjalan membuka jendela kamar menghirup udara malam kota Bangkok, dia memajamkan matanya menikmati udara malam yang malah terasa sejuk tidak terlalu dingin, ditambah lagi pemandangan indah dihadapannya, lampu-lampu yang banyak.

Tiba-tiba Yong Soon merasakan melingkari pinganggnya dan merasakan seseorang bersandar di bahunya, membenamkan wajahnya di lekukan leher Yong Soon.

“Kyu”panggil Yong Soon, dia yakin kalau itu adalah Kyuhyun, Kyuhyun hanya menggumam dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Yong Soon, kini dia menaruh dagunya di bahu Yong Soon.

Mereka terdiam beberapa saat, menikmati pemandangan dihadapan mereka.

“Kau lelah?”tanya Yong Soon.

“Ya”jawab Kyu, Yong Soon melepaskan tangan Kyuhyun di pinggangnya dan berbalik menghadap Kyuhyun.

“Tidurlah kalau begitu”ujar Yong Soon, Kyuhyun menggeleng.

“Aku tidak mau tidur sebelum kau ikut tidur”ucapnya, Yong Soon mendesah pelan, kenapa sekarang Kyuhyun jadi seperti anak kecil.

“Dasar manja”Yong Soon menatap Kyuhyun sedikit kesal, Kyuhyun malah tertawa pelan.

“Tapi kau menyukainyakan?”Kyuhyun menaruh tangannya di pipi Yong Soon mengusapnya perlahan, semburat merah mudah muncul di pipi Yong Soon. Ketika Kyuhyun menatap lembut mata Yong Soon, Yong Soon seperti sesak nafas apalagi ketika Kyuhyun mendekatkan wajahnya sehingg hembusan nafasnya terasa di wajah Yong Soon.

Bibir Kyuhyun mulai menekan lembut bibir Yong Soon membuat gadis itu memejamkan matanya, ciuman yang sangat lembut dan hangat. Kyuhyun melumat bibir Yong Soon dengan perlahan dan sangat lembut, Yong Soon pun mulai membalasa ciuman Kyuhyun dan melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun, menarik Kyuhyun untuk semakin dalam menciumnya. Seakan tidak butuh oksigen mereka terus saling melumat. Ketika tempo ciuman mereka semakin cepat dan mulai bernafsu, Kyuhyun sudah menggendong Yong Soon dan membawanya ke tempat tidur.

Direbahkannya tubuh Yong Soon ke atas tempat tidur dengan bibir mereka yang masih saling berpagutan. Ketika Kyuhyun melepaskan ciumannya untuk memberikan waktu untuk bernafas, sedetik kemudian Kyuhyun kembali menuautkan bibirnya kembali, kini Yong Soon membuka mulutnya dan membiarkan lidah Kyuhyun bermain di dalam mulutnya.

Yong Soon mendesah tertahan dan meremas rambut Kyuhyun, dia sudah terlena oleh ciuman yang Kyuhyun berikan. Tangan Kyuhyun mulai bergerak menaikkan kaus Yong Soon dan menyentuh perut datar gadis itu dan mengelusnya perlahan.

“Ohh Kyu..”Yong Soon mendesah dan melepaskan ciuman mereka. Kyuhyun sedikit kecewa.

“Kau sudah lelah Kyu, tidurlah”ucap Yong Soon sambil menatap Kyuhyun yang sedang mengerucutkan bibirnya, persis seperti anak kecil yang disuruh tidur oleh ibunya. Kyuhyun menggeleng kuat.

“Tidur Kyu!”perintah Yong Soon, kini dia sudah menatap sebal pada Kyuhyun yang berada diatasnya. Lagi-lagi Kyuhyun menggeleng kuat, Yong Soon mendesah pelan.

“Kubilang tidur Kyu!”lagi-lagi Kyuhyun hanya menggeleng, Yong Soon mendengus kesal.

“Ara, kalau kau tidak tidur jangan harap kau bisa menyentuhku!”Yong Soon mengeluarkan kata-kata yang dia yakin Kyuhyun akan langsung menuruti peritahnya untuk tidur, tepat sekali, Kyuhyun mendengus kesal dan berpindah berbaring disamping Yong Soon, Yong Soon tertawa pelan, kemudian berbalik mengahadap Kyuhyun.

“Anak baik”ucap Yong Soon sambil menepuk kepala Kyuhyun, sementara namja itu masih mengerucutkan bibirnya, melirik Yong Soon tajam, namun tiba-tiba dia tersenyum lalu menarik Yong Soon ke dalam pelukannya.

“Kyu!”seru Yong Soon yang kaget, Kyuhyun sudah mendekap tubuhnya dengan erat membuat Yong Soon tidak bisa bergerak dan hanya bisa mendengus kesal.

“Jal jayo”ucap Kyuhyun, Yong Soon hanya menggumam pelan.

 

**

Yong Soon membuka matanya perlahan merasakan cahanya matahari yang masuk melalui jendela di ruangan ini. Dia melepaskan tangan Kyuhyun yang melingkari pinggangnya perlahan takut kalau Kyuhyun akan terbangun. Sejenak dia terdiam memandangi wajah Kyuhyun yang sedang tertidur, seulas senyum terukir di bibir Yong Soon.

Perlahan dia mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun, membuat hidung mereka bersentuhan.

“Tidur lagi”lirih Yong Soon dan mendaratkan sebuah kecupan singkat di bibir Kyuhyun membuat Kyuhyun membuka matanya.

“Darimana kau tahu aku sudah bangun?”tanya Kyuhyun, Yong Soon menjauhkan wajahanya dan merubah posisinya menjadi duduk.

“Tentu saja aku tahu”jawab Yong Soon. “Tidurlah lagi, hari ini kau masih ada konser”lanjutnya.

Yong Soon turun dari tempat tidur.

 

Yong Soon POV

Aku meninggalkan Kyuhyun di kamar, menyuruhnya untuk tidur, sementara aku mencari sarapan. Sampai di restoran hotel ini, aku melihat seseorang yang amat sangat aku kenal, kurasa dia sangat berani untuk keluar pagi-pagi seperti ini, sendirian pula. Aku pun berjalan menghampirinya.

Oppa”panggilku, namja yang sedang memotong rotinya itu mendongak, aku tersenyum padanya. Dia sepertinya kaget melihatku ada dihadapannya, aku segera menarik kursi dan duduk.

“Yong Soon-ah”sapanya sambil melepas kacamatanya, aku langsung menahan tangannya sebelum dia membuka kaca mata yang dia kenakan, aku menggeleng cepat, jangan sampai ada yang tahu siapa dia apalagi saat bersamaku seperti ini.

Dia pun mengangguk dan mmembenarkan letak kacamatanya.

“Mana Kyuhyun?”tanyanya.

“Aku menyuruhnya tidur lagi, Oppa sudah bangun jam segini?”aku balik bertanya.

“Aku tidak bisa tidur lagi”jawabnya sambil menyesap teh di cangkir. Aku mengangguk-anggukan kepalaku.

“Kau tidak makan?”tanyanya lagi.

“Iya, aku mau makan”jawabku.

“Cepatlah ambil makananmu, aku akan menemanimu makan”ujarnya lagi.

Senangnya tidak sarapan sendiri.

Gomawo Sungmin Oppa”bisikku sambil tertawa kecil dan segera pergi darisitu mengambil makananku.

Tak lama aku sudah kembali dan Sungmin Oppa masih disana menungguku.

“Kapan kau sampai?”tanyanya saat aku sedang menyantap sandwich-ku.

“Tadi malam selesai konser”jawabku.

“Kau tahu semalam manager hyung bertanya dimana Kyu karena dia tidak kembali ke kamar, ternyata dia menginap di kamarmu, kau tahu dia bilang apa?kalian selalu menyusahkan”

Aku berhenti makan mendengar perkataan Sungmin Oppa, ada sedikit rasa bersalah. Tentu saja kami menyusahkan mereka, kalau kami ketahuan bagaimana.

“Kami selalu menyusahkan ya?”ucapku dengan nada bersalah, Sungmin Oppa malah tertawa kecil.

Gwenchana, selama tidak ada yang tahu, kalian aman, lagipula bagaimana kau bisa menolak keinginan Kyu untuk mengajakmu berbulan madu disini”

Apa yang baru Sungmin Oppa katakan? Bulan madu? Hei darimana dia tahu kalau kami kesini, bukan..bukan kami tapi dia yang menganggapnya seperti itu untuk hal..jadi Sungmin Oppa  tahu lalu…

Oppa”lirihku, Sungmin Oppa memiringkan kepalanya. Darimana Sungmin Oppa tahu, pasti dari dia? Isshh kenapa dia bilang pada Oppadeul dan sekarang mereka tahu semua?

“Ah, sepertinya dia menyusulmu”ucap Sungmin Oppa sambil melambaikan tangannya pada seseorang. Cho Kyuhyun, dia benar-benar ingin dibunuh!kenapa dia harus cerita segala!

“Sebaiknya aku harus memberikan kesempatan untuk kalian berdua yang sedang berbulan madu disini”Sungmin Oppa berdiri dari duduknya, ketika aku merasakan kehadiran namja yang sangat menyebalkan ini, aku berharap cukup hanya bertemu dengan Sungmin Oppa saja tidak dengan yang lain, kalau iya pasti aku akn habis menjadi bahan ledekan. Ini semua gara-gara dia!

Begitu aku merasa Sungmin Oppa sudah pergi dan sekarang orang yang berganti duduk dihadapanku adalah dia, aku langsung memasang tampang kesal, dia malah terlihat santai dan minum dari gelasku.

“Kenapa wajahmu kau tekuk seperti itu?”tanyanya, kenapa? Dengan seenaknya dia bertanya kenapa? Harusnya aku yang bertanya padanya kenapa Sungmin Oppa sampai tahu.

“Kau memberitahu Oppadeul kalau kita kesini untuk….”aku menghela nafas sebentar. “Bulan madu”ucapku berbisik”. Dia mengangguk dengan santainya.

Wae?”tanyanya.

Aku mendengus kesal lalu berdiri dan meninggalkannya, dia sungguh sangat menyebalkan, aku kan sudah bilang jangan mengatakan itu tapi kenapa Sungmin Oppa malah tahu.

“Yong Soon-ah”panggilnya, aku tidak menghiraukannya.

 

Kyu POV

Kenapa dia malah pergi seperti itu? aku berusaha mengejar langkahnya yang sepertinya ingin kembali ke kamarnya, sebelum dia masuk ke kamarnya, aku menahan tangannya.

“Yong Soon-ah, Waeyo?”tanyaku, dia menatapku sebal dengan bibir yang dia kerucutkan ke depan, memangnya apa lagi salahku? Bahkan kami baru berbicara sebentar tadi kenapa dia sudah marah-marah seperti itu.

“Sudahlah kembali ke kamarmu dan istirahat, kita akan bertemu lagi setelah konser”ujarnya dan langsung menutup pintu kamarnya, aku kaget dan hanya bisa terdiam di depan pintu, kenapa dia jadi aneh seperti ini?

Aku kembali mengetuk pintunya, gadis ini benar-benar aneh padahal hari ini aku ingin mengajaknya jalan-jalan kenapa dia malah seperti ini?

“Yongie-ya, kau tidak mau jalan-jalan hari ini?”tanyaku masih di depan pintu memancingnya untuk keluar, setahuku semalam dia bilang ingin sekali jalan-jalan hari ini.

Tidak berapa lama, dia membuka pintunya denganwajah cemberut.

“Aku kesal denganmu Kyu”ujarnya, aku menaikkan alisku, kenapa dia kesal denganku? Aku pun masuk ke dalam kamarnya.

“Kau bilang apa pada Sungmin Oppa”dia kembali bicara. Aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan dan hanya memasang tampang bingung.

“Kyu!!!”serunya kesal.

“Yong Soon-ah, apa maksdumu? Aku bicara apa pada Sungmin hyung?”aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang gadis ini katakan.

“Itu..bulan madu!”serunya lagi gusar.

Begitu aku sadar apa maksud kata-katanya lalu aku ingat apa yang Sungmin hyung katakan tadi, ah jadi karena itu, karena Sungmin hyung tahu. aku tertawa pelan dia malah menatapku tajam, dasar dia sungguh seperti anak kecil, memangnya kenapa kalau mereka tahu, kenapa dia harus malu?

“Tenang aku hanya mengatakannya pada Sungmin hyung saja,lagipula kita belum melakukan bulan madu yang sesungguhnya, jadi belum bisa disebut bulan madu, hemm”aku berjalan mendekatinya yang berdiri di hadapanku sambil menunjukkan senyumanku, dia bergerak mundur, aku suka menggodanya seperti ini. Aku terus berjalan sehingga dia terpojok diujung tempat tidur.

Begitu jarak kami dekat, aku mendekatkan wajahku padanya yang kini sudah memerah, semalam dia sudah menolakku dan sekarang akan kubalas. Aku menaruh tanganku dipinganggnya membawa tubuhnya mendekat, menyentuhkan kedua hidung kami. Aku mulai memiringkan wajahku, kulihat dia memejamkan matanya. Aku berusaha menahan tawaku, aku tetap dalam posisi tadi, tidak menyentuh bibirnya sama sekali.

Dia sadar aku hanya menggodanya dia langsung saja mendorong tubuhku dan melepaskan tubuhnya dari dekapanku.

“Kembali ke kamarmu!”ujarnya dengan wajah merah padam, aku tertawa kecil. Kuacak-acak rambutnya.

Ara, akan aku berikan ciuman selamat tinggal, ne?”

“Siapa yang ingin ciuman darimu”sungutnya, aku kembali tertawa pelan, aisshh dia sangat lucu sekali jika seperti ini.

Jinjja? Lalu tadi apa?”tanyaku memancingnya.

“Sudahlah, kembali ke kamarmu, Kyu”ujarnya sambil mendorong tubuhku untuk keluar. Sepertinya dia benar-benar malu.

Kutahan tangannya dan dengan cepat kukecup bibirnya sekilas. Wajahnya kembali memerah.

“Aku akan mengajakmu jalan-jalan setelah konser hari ini”ucapku sambil tersenyum kemudian keluar dari kamarnya. Hah senang sekali aku menggoda gadis itu, kalau bukan Teukie hyung sejak tadi sudah menyuruhku kembali ke kamar, aku pasti akan menghabiskan waktuku bersama gadisku itu.

 

Yong Soon POV

Kami baru saja pulang sehabis berjalan-jalan di kota Bangkok, hari ini adalah hari terkahir konsernya, karena biasanya di hari terakhir, konser dimulai lebih awal sehingga selesai lebih cepat, dia langsung mengajakku untuk jalan-jalan, selama empat hari aku disini, aku lebih memilih untuk berjalan-jalan sendiri, lagipula aku tahu dia sibuk. Hari ini dia tidak mau membiarkanku jalan-jalan sendiri dan memaksa untuk ikut.

Jelas saja sekarang kakiku pegal-pegal, dia mengajakku kesana kemari, seperti tidak ada capeknya sama sekali. Dia seperti anak kecil akhir-akhir ini, hiperaktif. Begitu sampai di kamar hotel rasanya sangat menyenangkan, aku ingin segera tidur, besok aku harus kembali ke Seoul membolos kuliah satu hari. Ini semua gara-gara namja yang berjalan di belakangku ini.

Baru melepas sepatu, dia sudah masuk lebih dulu ke dalam, mungkin dia juga sudah capek sama sepertiku, sudah tahu dia baru saja selesai konser malah mengajakku jalan-jalan. Aku melangkah dengan malas ke dalam. Rasanya jika aku melihat tempat tidur aku ingin segera berbaring.

Kyuhyun ternyata sudah berada di tempat tidur, dia duduk diatasnya dan menyandarkan punggungnya ke kepala tempat tidur,tiba-tiba dia tersenyum,aneh sekali senyumnya itu, dia menggerakan tangannya menyuruhku mendekat. Aku yakin pasti ada sesuatu, dengan malas aku naik ke tempat tidur, benar saja dia langsung menarikku ke dalam dekapannya, dia merangkul bahuku, rasanya sangat nyaman. Setelah semalaman,sebenarnya tidak semalaman juga tapi rasa capeknya sama seperti semalaman berjalan di kota Bangkok,bersandar di tubuh Kyuhyun seperti ini sangat menyenangkan,tubuhnya hangat,aroma tubuhnya sangat menenangkan. Tangan Kyuhun memainkan rambutku sementara aku bersandar di dadanya, mendengarkan bunyi detak jantungnya yang bagaikan musik pengantar tidur bagiku. Entah kenapa aku malah mengantuk, apalagi kamipun terdiam satu sama lain. Sepertinya sudah lama sekali kami tidak seperti ini, dia sibuk, aku juga, ketika dia pulang biasanya aku sudah tidur.

“Kau mengantuk?”tanyanya dengan suara sangat lembut, aku lebih suka mendengar suara lembutnya saat-saat seperti ini dibanding ketika berbicara biasa yang terdengar sangat ketus.

Aku mengangguk pelan, aku menguap, namun tiba-tiba dia mengganti posisi kami, dia menaikkan tubuhku sehingga bersandar di kepala tempat tidur sementara dia kini melingkarkan tangannya di pinggangku dan bersandar di dadaku,benar-benar seperti anak kecil. Kuacak-acak rambutnya sengaja sehingga berantakan, dia tampaknya tidak marah. Tangannya bergerak mengelus pinganggku, aku menjauhkan tangannya, itu sangat geli,aku sangat sensitif dengan area itu. Ternyata tangan Kyuhyun kembali bergerak menaikkan sedikit kasuku dan menelusupkan tangannya ke dalam mengelus pinganggku.

“Kyu…”ujarku menjauhkan tangannya.

Wae?”tanyanya sambil mendongak membuat wajah kami berada dalam jarak yang sangat dekat, bahkan nafasnya terasa di wajahku.

“Besok aku akan pulang”kataku tidak menjawab pertanyaannya melainkan memberitahu bahwa besok aku akan pulang, wajahnya langsung berubah masam. Dia akan disini bebarapa hari untuk syuting CF, tentu saja aku tidak bisa menemaninya, aku tidak mau membolos lebih banyak lagi, cukup satu hari.

Gwenchana?”tanyaku menyentuh wajahnya dengan kedua tanganku, membuatnya kini sejajar dengan wajahku, dia masih memasang wajah tidak suka, aku tersenyum sekilas. Kukecup bibirnya singkat membuatnya sedikit terkejut, aku menjauhkan wajahku namun masih bisa dibilang terlalu dekat untuk menjauh, aku menatap wajahnya, wajah yang sanggup aku tatap seharian. Dia memutar bola matanya,menimbang untuk menjawab, kembali kekecup bibirnya,dia masih diam tampak berpikir dan kembali kucium bibirnya singkat.

“Ya, katakan sesuatu”seruku kesal karena dia tidak kunjung menjawab padahal aku sudah menciumnya, apa dia mengerjaiku?

Tangannya dipinggangku menarikku lebihdekat padanya,menyentuhkan kedua hidung kami, dia tersenyum sebelum kurasakan bibirnya menyentuh perlahan bibirku. Namja ini bukannya mengatakan sesuatu malah menciumku walaupun begitu aku tidak bisa menolaknya, seperti yang selalu aku bilang his kiss was so addictive.

Bibirnya mulai bergerak perlahan seperti biasa menikmati sensasi pertemuan bibir kami. Ketika dia mulai menghisap bibir atasku kubalas dengan menghisap bibir bawahnya dan begitu selanjutnya. Bibir kami terus saling melumat,deruan nafas kami mulai terdengar, lidah Kyuhyun menggelitik bibirku, kubuka mulutku dan lidahnya langsung menyapa lidahku. Tangan Kyuhyun mulai bergerak mengelus perutku,membuatku mendesah pelan melepaskan ciuman kami. Kujauhkan tangannya. Dia memberikan tatapan kesal itu lagi.kucium bibirnya sekilas.

“Aku mau tidur”kataku kemudian beranjak dari tempat tidur mengambil piyamaku dan masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti baju.

Sudah bisa kupastikan dia pasti sangat kesal atau bahkan marah padaku. Aku senang menggodanya seperti itu. Bagaimana rasanya dibalas seperti ini, 2:1 untukku.  Aku mengganti baju dengan cepat, begitu keluar kamar aku melihat Kyuhyun masih duduk diatas tempat tidur memainkan ponselnya. Aku iseng untuk menggodanya lagi, aku yakin dia sedang marah padaku.

Aku naik ke tempat tidur dan mendekat padanya, dia tidak bergeming sama sekali, wah dia benar-benar marah namun tenrnyata aku baru sadar dia sedang bermain games, aku mendesah pelan, kebiasaan. Kemana PSPnya?apa dia tidak membawanya?sangat tumben sekali tidak mungkin dia lupa membawa benda kesayangannya itu. Kalau laptopnya aku yakin tertinggal di atas.

Tiba-tiba dia melirikku,memberikan tajam khasnya. Hah dia memang marah rupanya.

Aigoo, Kyuhyun-ah,jangan pasang tampang seperti itu,kau benar-benar seperti anak kecil”ucapku, wajahnya benar-benar seperti anak kecil sekarang dengan bibir yang dia kerucutkan ke depan.

“Babi gendutku”ujarku lagi sambil mencubit pipinya, dia mengusap kasar pipinya yang baru kucubit,aku tertawa pelan sambil menggelengkan kepalaku, bagaimana bisa namja berusia 25 tahun ini berperilaku seperti balita?

“Tidurlah, besok kau harus syutingkan, jal ja”kucium bibirnya singkat kemudian berbaring,tidak menghiraukan tatapan tajamnya. Dia sangat marah sekarang dan aku senang.

Baru memejamkan mata sebentar, aku merasakan seseorang menarik-narik bajuku. Aku yakin ini pasti dia. Aku masih tetap memejamkan mataku namun dia masih terus menarik-narik bajuku,apa sebentar lagi dia akan merengek?

“Yongie-ya”panggilnya dengan nada seperti merengek, hah benar saja dugaanku, kenapa Kyuhyun menjadi anak kecil seperti ini?

“Yongie-ya”

“Yongie-ya”

“Yongie-ya”

Aku mendesah pelan dan membuka mataku, menoleh padanya yang kini sudah berbaring disampingku, ekspresinya masih sama seperti tadi, bibir yang mengerucut ke depan.

“Jangan seperti anak kecil Kyu, tidurlah, ne?”kataku,dia menggeleng kuat. Lagi-lagi aku hanya mendesah pelan.

“Kau mau apa Kyu?besok kau harus bangun pagi”ujarku.

Neo”jawabnya.

Aniya, kau harus tidur”kataku. Dia langsung berbalik memungungiku, kenapa dia jadi seperti anak kecil?lebih dari anak kecil malah dan yang paling lucu dia melakukan hal itu hanya karena aku menolak bercinta dengannya?!sangat Kyuhyun sekali.

Aku mendekatinya dan memeluknya dari belakang menyandarkan kepalaku di punggungnya masih terdiam.

“Tidur ya Kyu,besok kau masih ada syuting,ara? Aku sudah memelukmu, tidurlah”ujarku.

“Aku ingin memeluk tubuhmu yang polos”ucapnya dan satu pukulan mendarat di kepalanya.

“Dasar mesum!”seruku, dia berbalik dan menatapku kesal.

“Siapa yang kau bilang mesum, aku hanya ingin memelukmu apa tidak boleh”belanya.

“Tapi tidak…”aku menghentikan kata-kataku mukaku memanas saat ini. Bisa-bisanya dengan gampang dia berkata seperti itu.

“Apa”tantangnya menyuruhku melanjutkan kata-kataku.

Kini aku yang berbalik,tiba-tiba tangannya sudah melingkar di pinggangku,memelukku dari belakang. Dia membenamkan wajahnya ke leherku dan menghirup aroma tubuhku disana, aku menegang seketika, dia selalu bisa membuatku kalah. Tangannya bergerak ke atas membuka kancing piyamaku, baru dua kancing yang terbuka aku menahan tangannya dan berbalik menghadapnya. Kutatap wajahnya yang sedang menatapku, kusentuhkan tanganku diwajahnya mengelusnya perlahan. Bukan aku tidak mau disentuh olehnya, aku ingin, bahkan sentuhannya selalu membuatku ingin dan ingin lagi tapi aku tahu dia pasti lelah hari ini dan besok dia juga harus bangun pagi.

Bibirnya kini sudah menekan lembut bibirku, sepertinya aku akan membiarkannya sampai selesai.

 

**

 

“Peluk aku lagi”pinta Kyuhyun yang kini duduk di atas tempat tidur, aku mendekatinya dengan kikuk dan memeluknya.

Dia tidak mau kembali lagi ke kamarnya, padahal sudah aku suruh sejak tadi.

“Sudah kembali sana”perintahku, dia mengerucutkan bibirnya sama seperti kemarin.

“Kau mengusirku?”tanyanya kesal.

Aniya, aku yakin Oppa sudah menunggumu”sahutku.

“Ya, dia sudah menghubungiku sejak tadi bahkan saat kita di kamar mandi”ujarnya sambil mengerling dan senyuman penuh arti, dia kembali menggodaku, aku segera menariknya berdiri.

“Pergi sana”usirku, dia tertawa pelan.

Ara, aku pergi dulu, hati-hati dan kabari aku begitu sampai Seoul. Eo?”ujarnya sambil mengacak rambutku perlahn, aku mengangguk sambil tersenyum.

“Iya, kau juga, semangat hari ini”ucapku.

“Ciuman selamat tinggal”katanya sambil tersenyum, aku langsung melotot padanya, sejak tadi tidak selesai-selesai, kapan dia akan pergi.

“Ok,aku pergi. Hati-hati, saranghae”dia pun akhirnya kelur dari kamarku.

Nado

Pulang sendiri dan baru bertemu dengannya besok?sepertinya hari ini akan jadi hari yang panjang juga besok. Aku benar-benar sudah jatuh pada namja itu.

 

 

Advertisements

14 thoughts on “FF: วันหยุด (KyuSoon Couple)

  1. Yaaa authooorr ff muuu kereenn sekalii. Omonaaa yongiee kekekekek kenapa ga berbuat ‘itu’ sih sm kyu padahal kyu ngerengek mulu huakakakak *plak-_-. Yaa eoonnnn kenapa di protect? Aku mau bacaaaa lanjutannyaa-_- eoonn aku boleh minta pw nya, eoh? ^^v

  2. waa.. di ff ini kyuppa berasa kekanakan bnget yaa.. manja2 nge gemesin gmna gitu.. hahaha 😀 tp yg pling lucu th pas kyuppa tarik2 baju yongie unnie sambil ngomong “yongie~a” hahahaa pasti asli ny unyuu bnget.. >//<
    ada honeymoon season 2 kah?

  3. Mana full part nc nya youngie??
    aku mau liat kyu menodai youngie
    gyahahahahaha xDD
    Aku plg suka part kyu pas ngmg “Aku ingin memeluk tubuh polosmu!”
    sumpah ngakak aku bacanya dan ntah kenapa aku bisa ketawa bc dialog itu -,-
    Can i text you 4 get the password?
    hihihi xd
    eh judul sebenarny ini Honeymoon y?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s