FF: My Birthday Night (KyuSoon Couple)

Kyu POV

 

Kenapa gadis itu belum selesai juga? Apa sih yang dia lakukan di dalam kamarnya, dari tadi Sungmin hyung terus saja meneleponku, ara hyung aku juga ingin buru-buru tapi gadis ini, dengan tidak sabaran aku menuju kamarnya dan ternyata dia masih duduk di atas tempat tidurnya menatapku dengan tatapan polosnya, cih dia mau pergi atau tidak sih, aku menghampirinya dengan perasaan kesal.

 

“Yongie-ya..palli…Teuki hyung sudah marah-marah…”kataku kesal. Dia hanya mengehela nafas perlahan.

 

“Aku tidak ikut”katanya singkat, apa?! Tidak ikut, jinjja, tidak dia harus ikut, apapun yang terjadi.

 

“Maldo andwe, kau harus ikut?!”kataku tegas, lagi-lagi dia hanya menghela nafas.

 

“Kyu..kau mau semua orang tahu, hah?!”serunya, itu alasan kenapa dia tidak mau, cih lebih baik semuanya tahu saja.

 

“Tidak akan ada yang tahu…pokoknya kau harus ikut! Aku yang akan membereskan barang-barangmu..”kataku sambil berjalan ke lemarinya.

 

“Anni..ani biar aku saja..isshh kenapa aku harus ikut ke Taiwan segala sih”katanya menggurutu.

 

“Kau belum datang ke konser kami…”jawabku singkat, ya, kenapa alasanaku membawanya ke Taiwan karena dia sama sekali belum datang ke konser kami dan ada satu hal lagi yang membuatku ingin sekali dia ikut.

 

“Di tempat lain kan bisa..kenapa harus Taiwan?”katanya sambil mengeluarkan bajunya dari lemari.

 

“Sudah cepat beresakan dan kita segera berangkat”kataku keluar kamarnya, kenapa ke Taiwan? Cih apa jangan-jangan dia tidak ingat. Tentu saja harus di Taiwan, besok aku ulang tahun dan aku ingin dia ada disampingku di hari ulang tahunku.

 

Sepuluh menit kemudian dia sudah keluar dari kamarnya membawa barang-barangnya. Sepertinya ada yang kurang dari penampilannya, ah ya, aku kembali lagi ke kamarnya dan mengambil topi hitam yang pernah aku berikan padanya, langsung saja aku pasangkan di kepalanya.

 

“agar tidak ada yang mengenalimu…kajja”kataku berjalan lebih dahulu daripada dia, wajahnya masih saja ditekuk, apa dia sama sekali tidak mengerti kalau aku ingin saat aku ulang tahun dia ada disampingku makanya aku mengajaknya ke Taiwan.

 

Sampai di lapangan parkir aku melihat hyungdeulku memasang wajah kesal, mian hyung, gadis ini yang lama sekali.

 

“Yong Soon-ah..kau jadi ikut?”Wookie hyung langsung bertanya begitu kami sampai.

 

Aku memperhatikan Yongie yang berdiri di belakangku, dia hanya mengangguk malas.

 

“Yong Soon-ah…nanti kau masuk belakangan ya”ucap Sungmin hyung pada Yongie yang lagi-lagi hanya dijawabnya dengan anggukan malas, aku mendekat padanya dan membenarkan letak topinya, dia sedikit terkejut.

 

“Aku hanya ingin melewatkan ulang tahunku bersamamu”lirihku entahlah dia mendengar atau tidak, aku tahu dia pasti takut kalau ada orang yang tahu tapi aku hanya ingin bersamanya.

 

Yong Soon POV

 

Entahlah aku senang ikut dengannya atau tidak, aku sedikit kesal karena dia memaksaku untuk ikut aku takut kalau ada orang yang tahu kenapa dia tidak pernah berpikir sampai kesana, selalu menjawab memang kenapa kalau semua orang tahu, babo, aku meliriknya lewat ekor mataku, dia duduk tepat disampingku, sepertinya dia tidur, sejak tadi aku sengaja tidak bicara dengannya biar dia tahu aku tidak suka dengan idenya membawaku ke Taiwan hanya dengan alasan untuk menonton konser mereka.

 

Tiba-tiba aku merasakan tangannya mengenggam tanganku,membuatku sedikit terlonjak kaget, aku menoleh padanya, dia masih memejamkan matanya, ishhh aku tahu dia tidak tidur, aku memalingkan wajahku lagi, lihat saja setelah konser selesai aku akan pulang. Aku tidak mau disana selama empat hari.

 

**

 

“Kyuhyun-ah..Yong Soon nanti dijemput Zhoumi..tadi Teukie hyung yang bilang”Sungmin oppa berbicara pada Kyuhyun, aku bisa melihat wajahnya sedikit tidak suka, dia menoleh padaku, aku mengalihkan pandanganku.

 

“Yongie-ya..nanti Zhoumi hyung yang menjemputmu langsung ke dorm”katanya padaku, aku hanya mengangguk malas.

 

Mereka keluar duluan dari bandara sedangkan aku masih menunggu Zhoumi Oppa untuk menjemputku, aku mengenakan headphoneku sambil mengamati orang-orang yang berlalu lalang, aku tidak bisa membayangkan bagaimana ramainya di depan, aku yakin banyak ELF sedang menunggu mereka.

 

Kalau dibilang aku tidak senang dia mengajakku, bohong, siapa yang tidak senang bisa berlibur dengan suamimu sendiri tapi tetap saja harus dilihat siapa suamimu itu, kalau dia rasanya lebih baik liburan sendiri atau setidaknya pergi ke tempat yang tidak akan ada orang yang mengenalinya.

 

“Yong Soon-ah”

 

Seseorang menepuk bahuku membuatku terlonjak kaget.

 

“Oppa..”ucapku sambil melepas headphoneku, Zhoumi Oppa tersenyum padaku.

 

“bagaimana penerbangannya?”tanyanya sambil duduk disampingku.

 

“Ehh..baik…”jawabku sedikit canggung, bukan karena aku tidak akrab dengannya hanya saja, aku menyukainya, aku fansnya ><

 

“Kyuhyun pasti sangat menyusahkanmu…bisa-bisanya dia membawamu kesini bersama…”katanya lagi.

 

“Gwenchana..”hanya kata-kata itu yang bisa aku ucapkan, aku mendengar Zhoumi Oppa tertawa pelan.

 

“Dia hanya ingin bersamamu saat ulang tahunnya..”

 

Aku kaget mendengar perkataan Zhoumi Oppa dan membuatku menoleh padanya, jinjja? Aku lupa besok dia ulang tahun, jadi alasan dia membawaku kesini karena itu?! aku belum menyiapkan hadiah apa-apa untuknya. Again, aku menjadi sangat tidak peka.

 

“Kami akan menyiapkan pesta untuknya dan kau akan jadi hadiah terbaik untuknya”ucap Zhoumi Oppa lagi, aku mengerjapkan mataku tidak mengerti maksudnya.

 

“Ayo..mereka sudah pergi”ucap Zhoumi Oppa sambil berdiri dari duduknya, aku yang masih merasa bingung dengan semuanya hanya mengikutinya berjalan dengan kikuk.

 

**

 

“Oppa, kita mau kemana?”tanyaku pada Zhoumi Oppa yang malah membawaku ke suatu tempat yang tidak aku kenal, ya satu-satunya tempat yang aku kenal disini hanya dorm mereka dan sekarang kemanakah Zhoumi Oppa membawaku.

 

Aku merasa sudah memasuki pusat kota ketika Zhoumi Oppa memberhentikan mobilnya.

 

“Ayo jalan-jalan”ucapnya sambil menoleh padaku, aku membulatkan mataku, kaget dengan apa yang baru saja dia katakan, jalan-jalan? Bukankah dia masih ada latihan?

 

“Jalan-jalan?”tanyaku.

 

Dia menganggukan kepalanya.

 

“Kau pasti akan bosan seharian ini..aku akan mengajakmu jalan-jalan di Taipei..ayo”ajaknya sambil keluar dari mobil, aku masih terdiam di posisiku tadi? Jalan-jalan?

 

Zhoumi Oppa mengetuk kaca mobil, menyuruhku untuk keluar, jinjja sebenarnya aku tidak mengerti kenapa dia malah membawaku jalan-jalan bukannya langsung ke dorm.

 

Zhoumi Oppa menunjukan banyak tempat padaku dan dia juga mengajakku ke tempat Kyuhyun pernah mengajakku, walaupun aku merasa aneh tapi aku senang hari ini.

 

“Oppa..kau membolos dari latihan kan?”tanyaku ketika kami sudah berjalan menuju dorm.

 

“Tidak..aku sudah selesai latihan dan tadi aku sudah minta ijin untuk keluar menjemputmu juga mengajakmu jalan-jalan”jawabnya, aku memicingkan mataku, mencari-cari kebohongan dari ekspresi wajahnya.

 

Zhoumi Oppa malah tertawa, hei apanya yang lucu.

 

“Apa Kyuhyun sering membolos latihan untuk bertemu denganmu?”tanya Zhoumi Oppa.

 

“sangat sering” ucapku sambil menghela nafas perlahan.

 

“Aku tidak menyangka Kyuhyun sudah sangat tergila-gila padamu”ucap Zhoumi Oppa sambil terkekeh pelan.

 

“Lalu kenapa Oppa mengajakku jalan-jalan?”tanyaku lagi saat kami sudah sampai di depan pintu dorm.

 

“Karena aku merindukanmu”ucapnya singkat lengkap dengan senyuman dan setelah itu dia membuka pintu dorm, sementara aku masih mencerna kata-katanya tadi.

 

Saat aku mengikuti Zhoumi Oppa masuk semua mata tertuju pada kami begitu masuk, mereka sudah kembali dari latihan sepertinya, Zhoumi Oppa langsung berkumpul dengan yang lain sementara aku masih terpaku di depan pintu bukan karena aku tidak mau berkumpul dengan mereka hanya saja ada satu pasang mata yang menatapku tajam, Kyuhyun.

 

Dia berdiri dari duduknya dan langsung masuk ke dalam kamar, menutup pintu kamar dengan sedikit membantingnya. Aku tetap diam di tempatku, dia sepertinya sangat marah padaku, apa karena aku pergi dengan Zhoumi Oppa, aku pikir dia tahu maksudku Zhoumi Oppa pasti sudah memberitahunya tapi kenapa dia tampak seperti itu, Omo apa dia tidak tahu?

 

“Yong Soon-ah..kau sudah makan?”tanya Teukie Oppa padaku.

 

“Gwenchana…padahal aku sudah bilang padanya kau pergi dengan Zhoumi…Zhoumi juga sudah bilang pada anak itu..hah..dia memang selalu seperti itu…sudahlah jangan dipikirkan..nanti juga dia baik lagi”lanjutnya, Teukie Oppa menarik tanganku untuk duduk dan makan bersama yang lain, aku hanya duduk saja, tidak ikut makan, aku masih memikirkan Kyuhyun, hah apa yang harus aku lakukan? Sampai kapan dia akan marah?

 

Kyu POV

 

“Kyu..berhenti mendiamkannya seperti itu…kalau kau melakukan ini lebih baik dia pulang saja…kau yang mengajaknya kesini kenapa kau malah mendiamkannya..kapan kau akan berhenti cemburu berlebihan pada gadis itu…dia hanya pergi dengan Zhoumi…Zhoumi berniat baik padanya mengajaknya pergi daripada dia harus menunggu sendirian di dorm saat kita latihan, pokoknya aku tidak mau kau mendiamkannya terus..sebentar lagi usiamu bertambah dan kau masih saja seperti anak kecil…”

 

“Ara..ara..nan arasso hyung!”seruku menghentikan ceramah panjang Teukie hyung sejak selesai konser sampai sekarang di depan pintu dorm kami.

 

Ok, mungkin aku memang terlalu berlebihan, Zhoumi hyung hanya ingin mengajaknya jalan-jalan, dia merasa kasihan karena Yongieku hanya sendirian di dorm, sungguh sangat baik Zhoumi hyung tapi kenapa harus Zhoumi hyung, kenapa tidak dengan Eunhyuk hyung atau Sungmin hyung, aku tidak akan kesal, aku kesal karena Yongieku suka dengn Zhoumi hyung.

 

Begitu masuk dorm,sangat sepi sekali, mungkin yongie sudah tidur.

 

“Yong Soon-ah…makan dulu”Teukie hyung menuju pintu kamarku dan mengetuk pintunya.

 

“Kyu..bangunkan Yong Soon..dia belum makan tadi nanti dia sakit”ucap Teukie hyung ketus padaku, sepertinya dia masih kesal dan masih ingin menceramahiku lagi, aisshh nan areo, aku yang salah, aku tidak akan mendiamkannya lagi.

 

“Dia tidak bisa dibangunkan kalau sudah tidur hyung”kataku.

 

“Terserah..kalau dia sakit..itu tanggung jawabmu”ucap Teukie hyung lagi, jinjja kenapa dia yang marah?

 

Aku masuk ke dalam kamarku dan melihatnya sudah tertidur pulas, aku mendekatinya perlahan merapihkan rambutnya yang sedikit menutupi wajahnya.

 

“Mianhe…saranghae”lirihku kemudian mencium keningnya sekilas.

 

**

 

Aku merasakan sesuatu menyentuh bibirku.

 

“Saengil chukkaeyo”lirih gadis itu, dia bangun? Memangnya ini sudah besok?aishhh nae yeoja. Aku pura-pura memejamkan mataku namun tanganku menariknya ke dalam pelukanaku.

 

“Kau sudah bangunkan?”tanyanya,aku hanya menggumam pelan.

 

Aku bisa mendengarnya mendengus kesal, dia orang pertama yang mengucapkan ulang tahun untukku. Manis sekali.

 

Aku semakin menariknya ke dalam pelukanku, aku bisa merasa kepalanya dia sandarkan pada dadaku.

 

“Mianhe..”lirihnya.  aku tersenyum sebelum mencium keningnya.

 

“Gomawo”lirihku.

 

“Kyu…”panggilnya meminta, kenapa gadis ini? Dia memanggilku dengan nada seperti itu?aneh sekali apa ini karena ulang tahunku, dia berubah menjadi sangat manis, dia memang sangat mencintaiku.

 

Aku membuka mataku perlahan.

 

“wae?”tanyaku lembut. Apa yang dia inginkan? Apa dia ingin ciuman dariku.

 

Dia melepaskan pelukanku dan menatapku dengan tatapan polosnya itu, tatapan yang selalu bisa membuatku sulit bernafas.

 

“Aku lapar”ucapnya. Mwo?lapar jadi dia? Dia lapar dan dia seakan memintaku utnuk membuatkannnya makanan, ya! Ini hari ulang tahunku kenapa dia malah merepotkanku?!

 

Dia menatapku dengan puppy eyesnya. Aku menatapnya tidak percaya.

 

“Kyu…lapar…”ucapnya masih dengan tatapan polosnya, aku mendesah pelan kemudian bangun dari tidurku.

 

“Aku buatkan sesuatu”kataku malas sambil keluar kamar, aku mendengarnya mengikutiku keluar kamar juga.

 

Aku berjalan ke dapur dan mencari-cari sesuatu yang bisa dimakan, aku membuka lemari persedian makanan dan ah ada mie instan, sepertinya Zhoumi hyung sudah belanja, baguslah, kalau tidak ada apa-apa pasti dia akan menyuruhku mencarikannya makanan.

 

Aku membawa mie instan itu kehadapannya, aku bisa melihtanya tersenyum senang.

 

“Woaaa..gomawo Kyu…sudah seharusnya kau bersikap baik dihari ulang tahunmu”katanya sambil mulai menyumpit mie itu dari mangkuknya.

 

Aku memperhatikannya makan dengan lahap, jelas dia kelaparan, dia belum makan apa-apa.Gara-gara aku marah padanya dia sampai tidak mau makan, sepertinya dia memang sangat mencintaiku sampai-sampai terus memikirkanku yang sedang marah padanya dan tidak mau makan.  Aku tersenyum melihat cara makannya.

 

“Tumben Kyu…tidak kebanyakan air”ucapnya begitu selesai makan, dia tersenyum mengejek padaku, cih, gadis ini kembali lagi seperti biasa, sabar Kyu, dia sudah berbuat baik menjadi orang pertama yang mengucapkan ulang tahun padaku, jadi aku harus membalas kebaikan gadis ini.

 

“Besok kau tunggu saja di backsatage”ucapku sambil memberikannya segelas air putih.

 

“Ah..anni..aku mau menonton kalian..aku sudah bilang pada Zhoumi Oppa..aku akan melihatmu dari kursi penonton”ucapnya sambil tersenyum.

 

Sepertinya dia sudah tidak kesal aku menyeretnya kesini dan sepertinya dia memang ingin menontonku, apa ini hadiahmu Cho Yong Soon?atau ucapan maaf?

 

“Gomawo”

 

 

Yong Soon POV

 

Melihat mereka diatas panggung Super Show merupakan keinginan semua ELF, aku bisa merasakan atmosfer yang sangat menakjubkan itu, berada ditengah-tengah ELF yang merupakan sahabat dan kelurga bagi Super Junior. Meski aku tidak pernah mengatakan langsung pada namja bodoh itu atau Oppadeul, aku sebenarnya adalah ELF.

 

Aku menggerakan-gerakan lightstickku sama seperti ELF yang lain, ikut berteriak, bernyanyi bersama mereka.

 

Melihat mereka diatas panggung benar-benar sangat menakjubkan, mereka snagat berbeda sekali ketika di panggung dan di luar panggung, meski keautisan mereka tetap ada setidaknya disini mereka bisa tampak mempesona.

 

Bisa tebak siapa yang selalu aku perhatikan? Tentu saja namja yang sedang berulang tahun hari ini, aku penasaran apa yang membuat dia sangat-snagat disukai, kalau dari segi suara ok tidak ada yang bisa menyangkalnya, meski dia bernyanyi tanpa ekspresi setidaknya suaranya menghanyutkan, lebih baik mendengar suaranya saja agar lebih menghayati lagu dibanding harus melihatnya, aku yakin langsung hilang rasa penghayatan lagu itu.ckckckck.

 

Aku tidak yakin dia bisa melihatku dari tempat aku duduk, maksudku apa dia bisa mengenaliku? Sepertinya tidak tapi…apa yang dia lakukan sekarang, dia bernyanyi tepat di venue aku duduk. Bagaimana dia bisa tahu? aku saja tidak memberitahunya.

 

Aku bisa melihat tatapan matanya mengarah padaku, namja ini? Bagaimana dia bisa mengenaliku dari jauh, dia tidak terus-terusan menatapku tentu saja kalau iya bisa-bisa semuanya tahu kalau namja ini hanya menatapku tapi tetap saja sedetik sebelum dia mengalihkan pandangannya dia akan menatapku sengaja menunggu agar mata kami beradu pandang.

 

Sepanjang konser, disinilah tempat namja itu sering berdidi, di depan venue tempat aku duduk, saat dia solo, saat mereka sedang bernyanyi bersama, aku merasa dia seperti mengawasiku.

 

**

 

Hampir empat jam konser berjalan dan akhirnya selesai juga, mereka membungkuk ke segala arah, bisa kulihat mereka semua sangat senang juga namja ini, aku jadi ikut tersenyum melihatnya.

 

“Oppa..kalian daebak!”kataku pada mereka di back stage setelah konser berakhir.

 

“Gomawo”ucap Teukie Oppa sambil mengacak-acak rmbutku, dia tidak henti-hetinya tersneyum.

 

“Semangat untuk besok lagi!”seruku.

 

“Hei..have you said happy birthday to your husband Yong Soon?”tanya Henry Oppa yang tiba-tiba merangkulku dari belakang, membuaku sedikit kaget.

 

“Ya!Oppa lepas!”kataku melepaskan tangannya yang merangkul tubuhku.

 

“Ne..Yong Soon-ah..kau sudah mengucapkannya belum?”tanya Wookie Oppa, kenapa semuanya jadi bertanya seperti itu? aku bisa melihat banyak pasang mata ini menatapku menunggu jawabaku. Bisa kurasakan mukaku mulai memanas, kenapa mereka senang sekali meledekku.

 

“Kyu…Yong Soon ingin mengucapkan selamat ulang tahun padamu!”seru Eunhyuk Oppa pada namja itu yang sepertinya baru masuk ke dalam ruangan ini, jinjja Eunhyuk Oppa, aku berbalik, dia menatap sekelilingnya dengan bingung, aku menunduk tidak berani menatap matanya karena hal itu hanya semakin membuatku tersipu malu.

 

“Hyung…berhenti menggodanya…dia sudah mengucapkannya”kata namja itu.

 

“Ah..lebih baik mengganti topik mana pesta kejutan untukku…”katanya lagi.

 

“Let’s have a party!!!”seru Henry Oppa yang sepertinya dari tadi sangat menunggu-nunggu pesta kejutan namja itu, kadang aku berpikir yang ulang tahun siapa kenapa Henry Oppa yang sangat semangat, aneh -___-

 

“Kau sangat terpesona padaku tadi…gomawo…”ucapnya sambil berbisik padaku sebelum melewatiku mengikuti hyundeulnya yang sudah keluar ruangan, aku bisa merasakan mukaku memanas mendengar ucapannya tadi, jinjja aku tidak terpesona hanya saja…mataku tidak mau beralih dari menatapnya >////<

 

**

 

Sudah kubilang jangan sampai mabuk, dia menyusahkanku saja, di hari ulang tahunnya harusnya kan aku yang membuatnya susah ini malah kebalikannya, babo. Aku duduk disampingnya memperhatikan wajahnya yang sedang tertidur, kusentuh rambutnya dan sedikit kuacak-acak hal itu membuatku tersenyum sendiri, dia mengajakku ke Taiwan karena dia ingin agar aku ada disampingnya di hari ulang tahunnya, kekanak-kanakan sekali namja ini.

 

Entah pikiran darimana aku malah mendekatkan wajahku padanya, kusentuh bibir bagian bawahnya dengan jariku, jinjja apa yang aku lakukan? Tapi aku suka,aku suka bibirnya, aisshh Yongie kenapa kau jadi mesum begini? Ini gara-gara namja ini. Hal yang paling gila selanjutnya adalah bagaimana bisa kini bibirku sudah menyentuh bibirnya, cukup lama, meski hanya menempelkannya saja tapi entahlah aku merasa sangat senang, ok enough, aku hendak melepaskan bibirku dari bibirnya namun tiba-tiba tangannya merangkul pinggangku menahankuu, aisshh. Bibirku sudah terlepas dari bibirnya namun jarak wajah kami masih sangat dekat.

 

“Kyu…”panggilku memintanya melepaskan tangannya dari pinggangku, bukannya melepas tangannya dia malah menarikku untuk tidur bersamanya, aisshh namja ini sedang mabuk. Dia memelukku dengan erat. Aku berusaha melepaskan tubuhku dari pelukannya namun tida bisa dia memelukku sangat erat.

 

Aku mendesah pelan, sudahlah nanti juga dia akan melepaskanku tapi aku…kenapa wajahnya harus sedekat ini, ya dia memelukku dengan posisi wajah kami saling berhadapan. Aku berusaha mengatur detak jantungku yang tidak karuan, dia memang sering memelukku tapi tidak sampai seperti ini, maksudku mungkin dia memelukku seperti ini tapi saat itu aku tidur jadi aku tidak sadar dan sekarang aku sadar, aku bisa merasakan hembusan nafasnya, aku bisa melihat wajahnya dengan jelas, aishhh, aku tidak bisa ><

 

**

 

Sejam sudah dia memelukku seperti ini, sampai kapan dia akan melepaskanku? Dia masih saja memelukku dengan erat, bergerakpun aku tidak bisa, aku berharap dia akan segera sadar atau paling tidak melepaskan pelukannya.

 

Tiba-tiba dia membuka matanya sedikit.

 

“Yongie-ya..”lirihnya. ah akhirnya dia sadar.

 

“Kyu lepaskan aku…”kataku, bukannya melepaskan tubuhku dia malah semakin menarik tubuhku mendekat membuat tubuh kami saling menempel dan tiba-tiba saja bibirnya sudah menyentuh bibirku, aku membelalakan mataku kaget, namja ini masih mabuk sepertinya, aisshh, aku berusaha mendorong tubuhnya untuk melepas ciumannya namun bukannya terlepas dia malah mulai melumat bibirku perlahan. Hah ottohke??

 

Aku hanya diam dan tidak membalasnya, aku tahu dia sedang mabuk tapi aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak membalasnya, stop it Kyu, i can’t stand it, bibirnya terus menghisap bibir atas dan bawahku bergantian, lembut dan perlahan, tangannya bergerak mengelus punggungku, mwo? Apa yang dia lakukan?anni..anni..dia tidak akan melakukannya..tapi dia sedang mabuk, dia tidak akan sadar, ottohke??

 

Bibirnya masih terus bergerak memintaku membalasnya, tidak kalau aku membalasnya aku takut akan terjadi sesuatu antara kami yang tidak aku inginkan tapi his lips is too sweet, bibirnya semakin melumat bibirku dengan penuh gairah, dia mulai mengigit bibir bawahku mmebuatku membuka mulutku, lidahnya menelusup masuk ke dalam mulutku, oh God what i must do, i can’t stop it.

 

“Hmmm…Kyu…hmmm…stop…”ucapku di sela-sela bibirnya yang terus bergerak dibibirku, aku mendorong tubuhnya namun percuma.

 

“Aku mengingankmu Yongie…”lirihnya, mwo? Apa yang dia katakan barusan? Aku semakin berusaha menjauhkan tubuhnya namun dengan cepat dia sudah berada di atasku, aku sudah sangat panik, apa yang harus aku lakukan. Bibirnya kembali menyerang bibirku, melumatnya dengan penuh gairah.

 

“Kyu…jebal…jangan…”pintaku lirih namun tetap saja, bagaimana menghentikannya?

 

Dia berhenti bermain dengan bibirku dan beralih pada leherku, apa yang harus aku lakukan, aku merasakn bibirnya menyentuh kulit leherku, rasanya aku ingin mengeluarkan suara, tidak, tidak boleh tapi ini…ah aku mulai merasakan bibirnya menghisap leherku. I give up…just let finish this game.

 

Kyu POV

 

Aku merasakan kepalaku sangat berat, sepertinya semalam aku mabuk, aku membuka mataku perlahan, aku menoleh kesampingku Yongie masih tertidur pulas, pasti dia kesal karena aku mabuk semalam, padahal aku sudha berjanji padanya untuk tidak minum sampai mabuk, ini semua gara-gara hyungku.

 

Aku bangun dari tidurku dan mengacak-acak rambutku,aku merasa ada sesuatu yang aneh ya? Atau hanya perasaanku saja.

 

“Eunggg…”aku menoleh ke arah Yongie saat dia menggumam dalam tidurnya dan mataku membulat ketika selimutnya sedikit tersingkap dan jinjja kenapa dia tidak memakai baju? Apa yang terjadi? Aku segera menarik selimut menutupi tubuhnya lagi.

 

Aku menatap tubuh bagian tasku yang tidak mengenakan apapun, aku melihat baju-baju di lantai kamarku, apa yang kami lakukan semalam? Aishhh jangan..jangan…tidak..tidak mungkin, aku menggelengkan kepalaku, bagaimana bisa kami melakukannya?

 

Aku mencoba mengingat apa yang sudah kami lakukan semalam.

 

“Aku menginginkanmu Yongie”

 

Aigoo, jadi semalam benar kami sudah melakukannya? Aku lagi-lagi menoleh pada gadis itu yang masih tertidur, apa yang akan dia katakan saat dia bangun nanti dan tahu kondisi kami tapi seharusnya dia mencegahku semalam, aku mabuk dan tidka sadar apa yang aku lakukan, aku hanya entahlah semalam itu aku melihatnya yang ada dihadapanku sangat menggoda dan kenapa dia tidak mencegahku, apa tanggapannya setelah ini?

 

“Eungg…”lagi-lagi dia menggumam dan membalikan tubuhnya yang tertidur menelungkup, aku harap-harap cemas bagaimana kalau dia bangun.

 

“Kyu…”panggilnya pelan, jinjja dia sudah bangun, aku tidak berani menoleh padanya, apa dia akan langsung meneriakiku, tapi aku tidak sepenuhnya salah, kenapa dia tidak menolak. Mungkin sebaiknya langsung aku jelaskan.

 

“Yongie-ya itu…”ucapanku terhenti ketika dia bangun dari tidurnya dan membuat selimutnya terbuka dan..bagian tubuh atasnya itu terekspos dengan jelas.

 

“Ya!”tanganku segera menarik selimutnya untuk menutupi bagian tubuhnya itu, matanya masih setengah terpejam sepertinya dia masih mengumpulkan kesadarannya, jantungku berdgeup tidak karuan, aisshh bagaimana ini, aku tidak berani menoleh padanya, aku mengenggam erat selimutnya dengan gugup.

 

“Kyu..Yongie…”aku mendengar Zhoumi hyung memanggil kami, sial sepertinya pintunya tidak dikunci.

 

Aku mendengar pintu hendak dibuka, tanpa pikir panjang aku langsung menarik tubuh gadis itu mendekat padaku, kututupi semua tubuhnya dengan selimut jangan sampai ada yang terlihat.

 

Zhoumi hyung membuka pintu dan terdiam begitu melihatku.

 

“Ah..hyung..wae?”tanyaku berusaha biasa, namun aku bisa melihat matanya menjelajah isi kamarku, aku melihat kaki Yong Soon sedikit terlihat, segera kutarik selimut untuk menutupinya namun matanya beralih pada  baju-baju kami yang ada di lantai dan sebuah senyum evil munvul diwajahnya, aisshh sial!

 

“Ah..mian Kyu…aku ingin mengajak kalian sarapan tapi sepertinya aku datang disaat yang tidak tepi”ucap Zhoumi hyung dengan sebuah kerlingan yang aku tahu apa maksudnya, jinjja mukaku sudah memerah saat ini.

 

“Hyung!”seruku.

 

Yong Soon POV

 

Kenapa dia harus berteriak sih? Aku masih mengantuk, aku merasa badanku sangat pegal sekali, aku membuka mataku perlahan, kenapa aku ada di pelukannya dan mwoya?! Tanganku memeluk tubuhnya yang tidak menggunakan apapun, sudha kubilang dia tidak boleh tidur tanpa memakai baju tapi tunggu aku seperti mengingat sesuatu, aku menunduk melihat sebuah tanda merah di dadaku, mwoya?!!! Jadi semalam?!!

 

“Ya!”seruku melepas pelukanku dan meraptkan selimut menutupi tubuhku sendiri.

 

“Oh Yong Soon sudah bangun” aku menoleh pada asal suara dari pintu dan melihat Zhoumi Oppa berdiri disana dan tersenyum penuh arti. Jinjja?!

 

“Oppa?!!!”teriakku,Zhoumi Oppa segera menutup pintu, aku mendelik tajam pada namja disampingku hanya menatapku dengan tatapan yang sulit aku artikan.

 

Tiba-tiba kejadian semalam terlintas lagi dalam pikiranku, mukaku langsung memerah, aku mengalihkan pandanganku darinya, jinjja dia sudah melihat seluruh tubuhku, anniya?!!!!

 

**

 

Sarapan yang sangat hening sekali, tidak ada yang berani mengeluarkan suara, sedikit saja, apalagi kalau itu berhubungan dengan kejadian tadi pagi yang membuat seluruh dorm tahu. aku mendelik tajam pada Oppadeul dihadapanku, ada yang berbicara sedikit saja tentang hal itu, menggodaku atau apapun itu, aku benar-benar akan membunuh mereka.

 

“Selesai!”seruku kemudian meninggalkan meja makan dan masuk ke dalam kamar menutup pintunya dengan kasar, huaaaa apa yang harus aku lakukan? Semua tahu, dia sudah…ahhhh apa yang sudah kami lakukan? Aku malu >////<

 

Aku merebahkan tubuhku diatas tempat tidur dan tiba-tiba saja kejadian itu terlintas lagi dipikiranku, tidak stop!

 

Kyu POV

 

Gadis itu benar-benar marahkan. Apa yang harus aku lakukan? Aku kan tidak sengaja melakukannya, aku hanya…aishhh apa yang harus aku jelaskan padanya, aku yakin setelah ini dia sama sekali tidak akan mau bertemu denganku.

 

Aku mendesah pelan sebelum berangkat latihan lagi. Hyungdeulku tidak banyak bertanya mungkin mereka juga merasa bersalah atau mungkin mereka menunggu waktu yang tepat untuk meledekku, aku tidak peduli sekarang yang aku pedulikan bagaimana caranya agar aku bisa menjelaskan semuanya pada gadis itu.

 

Aku mengetuk pintu kamar, berharap dia mau membukanya dan aku akan menjelaskan semuanya, ok aku akan minta maaf, aku melakukannya benar-benar tidak sengaja.

Dia sama sekali tidak membukanya, hah dia benar-benar marah.

 

“Kyu..Yong Soon marah?wae? kami kan tidak meledeknya”tanya Donghae hyung padaku di dalam van. Aku tidak menjawabnya, kenapa? Karena aku bingung menjelaskannya, aku melihat Sungmin hyung yang duduk dihadapanku tersneyum penuh arti, aku tau apa arti senyumanmu hyung, hanya dia satu-satunya hyung yang tahu bahwa aku belum pernah menyentuh Yongie dan yang semalam itu yang pertama.

 

**

 

Begitu sampai di dorm kembali aku kembali mengetuk pintu kamarnya.

 

“Yongie-ya”panggilku.

 

Aku pikir dia tidak akan membuka pintunya namun tiba-tiba dia mmebukanya, apa dia sudah tidak marah?

 

“Aku mau pulang”ucapnya dingin sambil menunduk tidak berani menatapku.

 

Pulang? Dia mau pulang hanya karena hal itu?!

 

“Mwoya?!andwe!”seruku, aishh hanya karena aku menyentuhnya dia marah padaku dan ingin pulang, hei aku ini suaminya, memangnya kenapa kalau aku melakukan hal itu padanya.

 

Aku mendorong tubuhnya masuk ke dalam dan menutup pintu kamar.

 

“Ya!dwesseo…aku tahu kau marah karena kejadian itu…ara..aku minta maaf aku tidak sengaja melakukannya…aku tidak tahu bagaimana harus menjelaskan..aku bingung..kalau aku berpikir aku salah telah melakukan itu..memangnya aku siapa? Pacarmu?bukan aku suamimu dan bukankah hal itu sudah biasa..tidak ada salahnya seorang suami melakukannya…ara..kita memang memiliki kesepakatan tapi…aisshh Yongie-ya…aku suamimu kenapa harus marah”jelasku panjang lebar, aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi, aku hanya bisa menjelaskan seperti ini.

 

Aku mendengarnya mendesah pelan.

 

“Ya siapa yang marah padamu..aku tidak marah..aku..aku hanya malu Kyu..aku malu..kau sudah melihat..aisshh sudahlah pokoknya aku tidak mau melihatmu sampai aku benar-benar lupa pada kenyataan bahwa kau sudah…” ucapnya dia menatapku dan tiba-tiba saja mukanya memerah. Langsung saja dia alihkan pandangannya ke arah lain.

 

Jadi? Dia bukan marah padaku, dia hanya malu? Malu karena aku sudah melihat tubuhnya?aku menatapnya tidak percaya, dia masih mengalihkan tatapannya dariku. Dia benar-benar malu?

 

“Yongie-ya…”kataku memanggilnya.

 

“Jebal Kyu…aku tidak bisa melihatmu saat ini…aku ingin pulang saja”ucapnya tanpa melihatku, aku masih bisa melihat semburat mera itu dipipinya, apa dia benar-benar sangat malu padahal aku tidak terlalu ingat kecuali saat dia baru bangun itu..ya..ya..Kyu apa yang kau bayangkan. Aku menggelengkan kepalaku menghilangkan ingatan itu.

 

Aku berjalan mendekat padanya dan langsung menariknya ke dalam pelukanku.

 

“Neo baboya..kenapa kau harus malu..aku suamimu Yongie sayang”ucapku.

 

“Keundeu….jangan katakan apapun mengenai hal itu”ucapnya dalam pelukanku.

 

Aku tertawa pelan, apa dia begitu malu, gadis aneh, aku pikir dia marah karena aku sudah melakukannya ternyata dia hanya malu jadi kalau begitu…

 

“Kau tidak marah karena kita melakukannya tapi kau malu karena aku sudah melihat tubuhmu”ucapku.

 

Dia langsung mendorong tubuhku.

 

“Kyu!!”teriaknya menatapku kesal, aku tertawa terbahak-bahak, aku senang sekali mengggoda gadis ini, hah ada-ada saja, dia malu denganku?

 

**

 

Pada akhirnya dia tetap meminta untuk pulang, setelah konser selesai aku mengantarnya ke bandara, dia masih sama seperti tadi tidak mau menatapku, lucu sekali melihatnya setiap tidak sengaja bertatapan dneganku mukanya langsung memerah karena malu, aigoo, gadisku ini.

 

“Kabari aku begitu sampai..hati-hati disana..besok aku segera pulang setelah konser selesai”kataku memberi pesan padanya.

 

Dia hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanpa menatapku, jinjja lucu sekali melihatnya seperti ini.

 

“Hati-hati”pesanku kemudian mendekatkan tubuhku padanya dan mencium keningnya sekilas, dia masih menunduk, sebelum pergi sepertinya aku ingin menggodanya lagi, hehehehe.

 

“Kau tidak perlu menyiapkan hadiah lagi karena..malam itu adalah kado terindah untukku..kau benar-benar milikku sekarang…Yongie sayang”ucapku di telinganya.

 

 

Advertisements

19 thoughts on “FF: My Birthday Night (KyuSoon Couple)

  1. kyaa >//< kyuppa aigoo
    tapii ga kebayang expresi zhou mi gege begitu liat KyuSoon dalam ke adaan kamar yaa berantakan gitu. haha 😀

  2. waah, waah pagi2 udh dpet ff yg hahaha .. membangkitkan suasana , aigoo Kyu , daebak !!! haahaha, the first ..
    wkwkwk, aq sukaa 🙂

  3. Its so sweet…….

    kebayang mukanya Kyu banget. Btw, its really a nice blog. In process buat baca semuanya dari belakang.

    Gomawo ^^

  4. Aaaa … So sweet bgtt ><
    aku suka aku suka ,
    akhirnya KyuSoon nglakuin jga(?) haha
    lucu bgt pas yong soonnya malu gk mau liat mukanya kyu .
    Overall seru !! =D

  5. Aa.. Jd bgtu, awal mula kejadian di thailand kekeke…
    Yongie merasa malu pd kyu
    aigo.. Kyeopta bgt mereka
    yg paling lucu waktu kyu berbisik ke yongie ‘kau sgt terpesona pdku td.. Gumawo’
    keke
    ‘aku bukan terpesona pdmu kyu, tp mataku yg tdk prnh mau beralih menatapmu’ haha…
    Sadar atau tdk, kyu memang tdk bs diabaikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s