FF: Please Believe Me (JeWook Couple)

Please Believe Me

 

Je Ri POV

 

“Je Ri-ya…”panggil sebuah suara yang amat sangat ku kenal karena sudah selama dua tahun ini, dia menjadi kakak dan juga orang tua bagiku di Seoul. Rae Bin eonni, aku sudah menganggapnya sebagai kakak dan juga orang tuaku disini ya karena aku memang bukan berasal dari Seoul tapi Busan yang letaknya jauh, aku tinggal di Seoul karena aku kuliah disini.

 

“Ne..eonnie..”jawabku langsung bergegas keluar kamarku.

 

Aku melihat Rae Bin eonni  sedang ada di dapur, tumben sekali? Pikirku, aku menautkan alisku bingung melihatnya yang sekarang sedang berdiri di depan konter dapur merapihkan masakan yang baru saja dia masak. Aku berjalan mendekatinya.

 

“Eonnie..ada apa?”tanyaku padanya, tidak biasanya dia bangun pagi dan menyiapkan sarapan, biasanya kan selalu aku.

 

Dia tersenyum sambil melepaskan celemek yang dia gunakan dan menaruhnya di atas konser.

 

“Ayo kita sarapan…kau harus mencoba masakanku karena aku sedang belajar masak sekarang…”ucap Rae Bin eonni sambil membawa satu persatu masakan itu ke meja makan, aku mengikutinya sambil membawa masakan yang lain masih dengan banyak tanda tanya di kepalaku kenapa eonnieku ini rela melakukan hal itu, bukankah dia paling anti untuk memasak,kenapa sekarang dia memasak banyak sekali hanya untuk sarapan.

 

Dia menarik kursi meja makan dan duduk, aku masih berdiri menatapnya heran.

 

“Ya..Je Ri-ya..coba masakanku..palli..palli…”ucapnya sambil menyuruhku untuk dudukk.

 

Aku pun mengikuti perintahnya dan duduk dihadapannya, baru aku ingin mengambil piring tapi Rae eonni langsung mengambilkan piring terlebih dahulu dan mengisinya dengan berbagai macam makanan.

 

“Ayo dicoba..”ucapnya padaku, aku tersenyum tipis dan mengambil piring itu, Rae eonni masih saja menatapku penasaran, aku mengambil sendok dan mulai mencoba masakan yang dia buat.

 

Dia terus saja menatapku menunggu aku memberikan komentar untuk masakannya, tidak terlalu buruk untuk pemula. Aku meletakan sendokku dan menarik nafas kemudian menghembuskannya pelan dan itu membuat ekspresi wajahnya harap-harap cemas.

 

“Otte?mashitta?”tanyanya tidak sabaran padaku.

 

Aku sengaja memperlambat menjawab dengan pura-pura berpikir.

 

“Je Ri-ya..palli..enak tidak?”tanyanya lagi.

 

“Eonni..kenapa akhir-akhir eonni berubah sih..sejak pulang dari rumah Lee ahjumma..apa Lee ahjumma meminta sesuatu pada eonni?”tanyaku berusaha menebak kenapa akhir-akhir ini dia berubah.

 

“Ne..dia ingin menantunya bisa masak…makanya aku belajar masak…”ucap Rae eonni.

 

“Ahhh..begitu…”ucapku, pantas saja, sepertinya hubungan Rae eonnie dan Eunhyuk Oppa semakin serius saja.

 

“Jadi otte?”tanya Rae eonnie masih penasaran dengan rasa masakannya.

 

Aku tersenyum padanya dan mengacungkan dua jempolku padanya. Aku bisa melihat senyum terkembang di wajahnya.

 

“Jeongmal?”tanyanya dengan wajah berbinar-binar.

 

Aku mengangguk mantap.

 

“Ah..gomawoyo Je Ri-ya..”ucapnya langsung berjalan ke arahku dan memelukku erat membuatku tidak bisa bernafas, belum lagi di tambah ciuman di pipiku bertubi-tubi.

 

“Eonnie..lepaskan..aku mau berangkat sekarang…”ucapku berusaha melepaskan pelukannya.

 

 

**

 

Sebentar lagu musim semi tapi kenapa langit masih saja mendung. Aku keluar dari kelasku menuju taman kampus seperti kebiasaanku, aku duduk di bangku tepat di bawah pohon, membuka buku bacaanku dan mulai larut dalam bacaanku, namun tiba-tiba aku berhenti membaca, aku mendongak ke langit.

 

Akhir-akhir ini kenapa aku begitu merindukannya ya?sedang apa ya dia sekarang? Dia baru saja pergi ke Manila, aku merogoh tasku mencari-cari handphoneku kembali melihat smsnya tadi pagi sebelum berangkat ke Manila.

 

From: Naui Rabbit Doll ^^

 

Aku pergi dulu ya…jaga hatiku baik-baik..jangan rindukan aku karena aku akan segera kembali sebelum kau merindukanku..saranghae ❤

 

Aku tertawa kecil melihat isi smsnya, darimana dia belajar menjadi romantis seperti ini, dia selalu bisa membuat wajahku bersemu merah hanya dengan perkataannya itu, aigoo, sekarang dia jauh disana,sedang apa ya? Tumben dia belum menghubungiku, apa dia sedang sibuk latihan? Mungkin, dia sekarang sedang sibuk-sibuknya, jadwal sushow 3 juga super junior m, semoga dia selalu sehat.

 

Hubunganku dengan Wookie Oppa memang tidak seheboh KyuSoon yang sering bertengkar atau HyoHae yang memang sangat romantis, kami menjalani hubungan ini sangat biasa sama seperti pasangan kekasih lain namun bagiku mungkin itu yang membuat kami tidak pernah memiliki masalah berarti dalam menjalani hubungan ini, Wookie Oppa bukan tipe Eunhyuk Oppa yang memang cassanova atau seperti Kyu Oppa yang memang sering sekali membuat skandal dengan banyak artis wanita jadi hampir tidak ada masalah yang berarti dalam hubungan kami selama ini, lagipula aku percaya padanya, dia hanya akan melihatku.

 

Aku ingin tahu mereka sedang apa sekarang, aku mulai menelusuri dunia maya lewat handphoneku, mereka akan konser nanti malam, gumamku begitu membaca beberapa berita tentang ss3 manila. Iseng aku membuka twitterku, sepertinya sudah lama aku tidak membukanya, begitu aku membukanya aku melihat beberap mention, dari Yeon Ji yang mengirimkanku beberapa gambar. Aku pun mulai membukanya satu persatu.

 

 

Author POV

 

Seorang gadis degan T-shirt abu-abu dan jeans hitam juga topi baru saja keluar dari kelasnya, dia mengenakan headphone di kepalanya dan berjalan santai melewati koridor dengan senyum tersungging di bibirnya. Dia merogoh saku celananya mengambil handphonenya dan melihat layar handphonenya.

 

“Cih..hanya sms seperti ini..dasar babo!”umpat gadis itu dan kembali menaruh handphonenya di saku celanya, matanya kemudian menangkap seorang gadis duduk di bawah pohon dengan memakai cardigan warna putih.

 

“Je Ri..tumben sekali aku bertemu dengannya..”ucap gadis itu yang tak lain adalah Yong Soon, dia berencana untuk menghampiri gadis itu maka dia pun berjalan ke arah gadis itu duduk.

 

“Je Ri-ya…annyeong…”sapanya pada gadis yang sedang duduk sambil menatap layar handphonenya.

 

Je Ri mendongak dengan mata berkaca-kaca, Yong Soon hanya menatapnya bingung dan tiba-tiba saja Je Ri langsung memeluknya dan menangis.

 

“Dia jahat…Wookie Oppa jahat…”ucapnya di sela-sela tangisannya.

 

Yong Soon bingung harus bagaimana dan hanya membalas memeluk Je Ri dan berusaha untuk menengakannya.

 

 

Je Ri POV

 

Aku tidak menyangkan Wookie Oppa jahat sekali padaku, dia tidak pernah bilang pernah berfoto seperti itu.

 

“Kau baik-baik saja?minumlah dulu..”ucap Yong Soon yang malah membawaku ke kantin, dia menyodorkan segelas teh hangat padaku.

 

Aku mengambilnya dan segera meminumya, aku mengusap wajahku yang basah oleh air mata.

 

“Memangnya ada apa?”tanya Yong Soon setelah aku menghabiskan minumku.

 

Aku menatapnya dengan pandangan sedih, aku sekarang bisa merasakan bagaimana galaunya perasaan Yong Soon setiap melihat berita atau foto-foto Kyu Oppa dengan Vic Onnie, ternyata begini ya rasanya? Benar-benar tidak enak, huh T.T

 

“Rasanya galau seperti ini ya Yong Soon-ah…aku jadi tahu bagaimana perasaanmu selama ini kalau sedang galau…”ucapku.

 

Dia menatapku bingung.

 

“Ya..memangnya ada apa? Kau sedang galau? Wookie Oppa ngapain?”tanyanya.

 

Begitu mendengar namanya aku ingin menangis lagi, Wookie Oppa, kau jahat sekali >.<

 

“Ya..ya..jangan nangis lagi…ada apa sih?”tanya Yong Soon lagi.

 

Aku menyerahkan handphoneku yang belum aku keluarkan dari foto yang baru aku lihat tadi, dia mengambil handphoneku dan mengamatinya, kemudian dia membelalakan matanya kaget.

 

“Chogi..”ucapnya.

 

Aku mengangguk, ya itu fotonya dengan Luna f(x), lagi…saat memuji Luna aku masih bisa sabar dan tidak peduli, lagipula dia bilang dia hanya ingin menyemangati dongsaengnya saja tapi ini ada foto mereka berdua, mereka terlihat sangat akrab sekali, kenapa dia selalu saja dekat-dekat dengan anak f(x) kemarin Krystal sekarang Luna nanti siapa lagi???

 

“Tenanglah Je Ri-ya…ini kan sudah lama…”ucap Yong Soon.

 

“Jadi kau juga sudah tahu? Dia sama sekali tidak memberitahuku..dia jahat..”ucapku lagi.

 

“Anni..anni..aku baru lihat..benar kok..Cuma Kyu pernah bilang…”ucap Yong Soon sambil nyengir.

 

Aku mendengus kecewa, bahkan semua anak Super Junior sudah tahu dan dia sama sekali tidak memberitahuku.

 

“Mungkin dia takut kau jadi cemburu makanya tidak bilang…dia baik kan..”ucap Yong Soon.

 

“Semuanya tahu soal foto itu tapi kenapa aku tidak..aku lebih kesal lagi kalau aku tahu tiba-tiba seperti ini…”ucapku.

 

Aku melihat Yong Soon hanya menghela nafas perlahan.

 

“Dia memang sekarang menyebalkan, sering tebar pesona..”ucapku.

 

Ya aku merasa akhir-akhir ini Wookie Oppa memang berbeda, dia jadi sering sekali tebar pesona, dia berubah menjadi centil dan itu sangat menyebalkan >.<, apa karena dia sekarang sudah semakin terkenal?!

 

“Ya…kau harus percaya padanya Je Ri-ya…”ucap Yong Soon.

 

Aku terdiam, ya aku juga sudah berusaha percaya padanya, aku percaya tapi kenapa dia harus bohong tentang fotonya dengan Luna ini, dia sekana berusaha menghancurkan kepercayaanku, kalau dia ingin aku percaya kenapa dia tidak memberitahuku langsung, aku pasti percaya kok tapi sekarang aku malah tahunya dengan cara seperti ini, apa maksudnya tidak mau menceritakan padaku….

 

“Molla…”lirihku.

 

Aku tidak tahu bagaimana aku harus bersikap sekarang, dia sudah membohongiku.

 

**

 

Aku memakan makan malamku dengan tidak berselera, malam ini Rae eonni lagi yang masak, untunglah, aku memang sedang bad mood sekarang dan malas sekali untuk makan.

 

“Apa yang sekarang tidak enak? Kenapa aku makan dengan malas?”tanya Rae eonni yang melihatku menyendok dengan tidak semangat.

 

“Ah..aniyo eonnie..aku hanya sudah kenyang..aku masuk ke kamar duluan ya…”ucapku langsung berdiri dan berjalan menuju kamarku.

 

Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur, menatap langit-langit kamarku, Wookie Oppa kau jahat sekali, ucapku dalam hati. Aku mengambil handphoneku di atas meja disamping tempat tidurku mengamati wallpapernya, fotoku dan dia saat kami liburan di Indonesia, aku tersenyum mengingatnya namun aku kembali teringat fotonya dengan Luna dan langsung membuatku menaruh handphoneku kembali. Argghh aku benar-benar kesal padamu Wookie Oppa.

 

Seharian ini juga dia belum menghubungiku, apa dia sengaja?

 

“Ahh..menyebalkan”gumamku sambil menutup wajahku dengan bantal.

 

 

Wookie POV

 

“Hyung..menurutmu aku belikan yang mana?”tanyaku pada Donghae hyung yang sedang menemaniku membeli hadiah untuk Je Ri, aku ingin memberikannya surprise begitu aku pulang dari Manila, aku ingin membelikannya sebuah boneka kelinci

 

“Hmm..yang mana ya…”gumam Donghae hyung sambil mengamati boneka di depannya.

 

“Sudah yang mana saja hyung..cepatlah…”ucap Kyu yang juga ikut menemaniku membeli bonek tapi daritadi dia yang paling sering minta pulang, sepertinya dia tidak betah sekali aku ajak kesini tapi tadia dia yang minta jalan-jalan keluar, dasar aneh =.=”

 

“Kyu-ya..berhenti mengomel terus..Wookie kan sedang memilih hadiah untuk yeojachingunya…kalau kau mau pulang..duluan saja…lagian kau tidak mau membeli hadiah untuk Yong Soon…”ucap Donghae hyung pada Wookie yang sudah memasang tampang sangat tidak enak dilihat.

 

“Mwo? Memberikannya bonek seperti ini..”tunjukka pada sebuah bonek beruang berwarna pink.

 

“Langsung dibuang ke tempat sampah iya..sudahlah cepat…”lanjut Kyu.

 

Aku melihat sebuah bonek kelinci dengan bentuk yang sangat lucu, berwarna putih tapi memakai pakaian sepert manusia, lucu sekali. Aku pun mengambilnya dan mengamatinya sebentar.

 

“Hyung….sepertinya yang ini saja..ayo..”ucapku pada Donghae hyung yang masih memperhatikan boneka-boneka itu sementara Kyu langsung tersenyum senang begitu melihat aku sudah selesai memilih.

 

Begitu sampai di Seoul aku akan segera memberikannya padanya, dia pasti senang , aku tidak sabar untuk pulang ^^

 

Je Ri POV

 

“Eonnie mau ke dorm hari ini?”tanyaku pada Rae eonni yang lagi-lagi pagi ini memasak.

 

“Ne…mereka kan pulang hari ini..”ucap Rae eonnie sambil meletakkan masakannya di atas meja makan dan tersenyum melihat masakannya itu.

 

Aku duduk di kursi dan menopangkan wajahku dengan kedua tanganku. Aku datang juga tidak ya? Aku masih bingung mau datang ke dorm atau tidak, aku malas bertemu dengannya tapi aku merindukannya juga..aisshh nan ottohke??

 

“Je Ri-ya..kau kenapa sih dari kemarin aneh sekali…hari ini Wookie pulang kok..senyumlah…”ucap Rae eonnie yang sudah duduk di hadapanku dan mengambil piringnya.

 

Aku tersenyum tipis padanya dan mengambil piringku.

 

“Jangan bilang kau galau sama seperti Yong Soon..aigoo..jangan seperti anak itu lah..kau harus lebih dewasa jangan seperti anak itu yang kerjaannya selalu galau saja…memangnya Wookie ngapain?”tanya Rae eonni.

 

“Eopseo eonnie..nan gwenchana…”ucapku meyakinkannya bahwa aku baik-baik saja.

 

Rae eonnie masih menatapku tidak percaya.

 

“Eonnie aku baik-baik saja..aku tidak ke dorm hari ini..aku sedang banyak tugas…”ucapku kemudian berdiri dari dudukku dan segera menyambar tasku dan keluar apartemen. Gara-gara dia aku jadi aneh seperti ini, sebaiknya tidak bertemu dulu dengannya beberapa hari ini.

 

Wookie POV

 

Aku melihat Rae noona sudah datang tapi mana Je Ri ya? Kenapa dia belum datang? Apa dia belum selesai kuliah? Sudah dua hari ini juga dia tidak menghubungiku, mungkin dia sibuk tapi rasanya aneh sekali kalau dia sampai tidak menghubungiku seperti ini.

 

“Wookie-ya…Je Ri kenapa sih?kalian bertengkar?”tanya Rae noona padaku.

 

Aku menautkan alisku tidak mengerti dengan yang dia ucapkan, bertengkar? Perasaan terakhir kali kami masih baik-baik saja.

 

“Aniyo..noona..memangnya kenapa?”tanyaku pada Rae noona.

 

“Dia aneh sekali sejak kemarin..tapi aku tanya dia malah langsung pergi..”jawab Rae noona.

 

Kenapa dia jadi aneh seperti itu ya? Aku beranjak ke kamarku dan mengambil boneka kelinci yang akan aku berikan padanya, sebaiknya aku bertemu dengannya.

 

Aku pun segera memakain jaket, topi dan maskerku. Aku akan menjemputnya ke kampus.

 

“Wookie Oppa..kau tidak bercerita ya tentang fotomu dengan Luna pada Je Ri..”ucap Yong Soon yang baru saja sampai di dorm.

 

Foto dengan Luna?

 

“Mwoya?”tanyaku tidak mengerti.

 

“Kemarin Je Ri baru melihat foto-fotomu dengan Luna dan sepertinya dia marah…”ucap Yong Soon lagi yang membuat kami semua yang berada di ruang tengah menoleh padanya.

 

“Jadi karena itu Je Ri jadi aneh?”ucap Rae noona.

 

“Bisa juga gadis itu marah…”ucap Eunhyuk hyung.

 

“Aku pergi dulu hyung..”ucapku langsung keluar dari dorm.

 

Aku harus segera bertemu dengannya dan menjelaskan semuanya padanya.

 

**

Aku sudah sampai di depan kampusnya namun bagaimana cara aku bertemu dengannya, tidak mungkinkan aku masuk ke dalam dan mencarinya, aku merogoh saku jaketku mengambil handphoneku dan meneleponnya, namun dia sama sekali tidak mengangkatnya.

 

“Shiro!”umpatku.

 

Bagaimana sekarang aku mencarinya, apa aku menunggu saja disini? Aku melihat jam ditanganku, dia sudah pulang belum ya? Sudahlah sebaiknya aku masuk saja, maka aku pun memberanikan diriku masuk ke dalam kampusnya, melewati banyak kelas dan banyak orang yang memperhatikanku, bagaimana tidak, aku datang dengan memakai masker dan topi serta kacamata hitam ,semoga saja tidak ada yang mengenaliku.

 

Tiba-tiba aku menangkap soosknya yang sedang duduk di bawah pohon sambil membaca buku, senyum tersungging di bibirku. Aku berjalan mengahampirinya.

 

“Nona Choi..”ucapku dan membuatnya mendongak, dia memperhatikanku dengan seksama, kemudian dia berdiri dan hendak pergi, sepertinya dia memang marah.

 

Aku langsung menahan tangannya.

 

“Kau tidak merindukanku…”ucapku padanya dan langsung menarik tangannya keluar kampus.

 

Dia tidak memberontak dan hanya mengikuti ku yang menarik tangannya.

 

**

Aku membawanya ke sebuah taman yang tidak jauh dari dorm, aku melepaskan kacamata dan maskerku lalu tersenyum padanya namun dia malah mengalihkan pandangannya, benar-benar marah sepertinya.

 

“Kau marah padaku?”tanyaku memancingnya berbicara.

 

“Anni..aku banyak tugas Oppa..mau pulang..”ucapnya kemudian berdiri dan berjalan pergi.

 

Aku segera mengejar langkahnya kemudian menarik tangannya berbalik.

 

“Kau tidak merindukan boneka kelincimu..”ucapku sambil menunjukan boneka kelinci yang aku beli untuknya di hadapannya dan menggerak-gerakannya.

 

Dia menghela nafas perlahan.

 

“Mian Oppa….”ucapnya kemudian berbalik pergi.

 

“Kau marah karena fotoku dengan Lunakan?”ucapku menghentikan langkahnya.

 

Aku berjalan mendekat padanya yang masih terdiam mematung, aku melingkarkan tanganku di lehernya, memeluknya.

 

“Miaheyo..”bisikku di telinganya.

 

 

Je Ri POV

 

“Mianheyo…”ucapnya di telingaku.

 

Aku masih terdiam dan tidak meresponnya sama sekali, aku marah padanya, itu jelas.

 

“Aku tahu kau percaya padaku…”ucapnya lagi.

 

Aku melepaskan rangkulan tangannya dan berbalik menghadapnya.

 

“Kenapa Oppa tidak pernah bercerita tentang hal itu?”tanyaku padanya.

 

“Aku tahu kau percaya padaku dan aku rasa meski ada berita seperti itu pun kau akan tetap percaya padaku…untuk apa aku bercerita padamu kalau kau selalu percaya padaku..karena kau tahukan..aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya…”jelas Wookie Oppa.

 

Aku terdiam mendengar perkataannya.

 

“Aku percaya pada Oppa tapi apa Oppa tahu disaat aku berjauhan dengan Oppa seperti ini..aku takut Oppa..aku takut tidak bisa percaya pada Oppa…bahkan baru seperti ini saja aku sudah tidak percaya pada Oppa dan semakin kesini kita akan semakin sering berjauhan..aku hanya takut kehilanganmu Oppa…aku merasa Oppa berubah sekarang…”ucapku, aku merasakan mataku mulai memanas, dia menatapku dengan lembut.

 

Tiba-tiba dia langsung menarikku ke dalam pelukannya, dia memelukku dengan erat dan air mataku sepertinya sudah tidak bisa ditahan lagi, aku merasakannya mulai turun perlahan, aku merasa sudah mengungkapkan semua perasaanku selama ini padanya, perasaan takutku kehilangannya juga perasaanku yang merasakannya sekarang berubah.

 

“Aku tidak pernah berubah Je Ri-ya..aku tetap sama…”ucapnya sambil mengelus punggungku perlahan.

 

Aku semakin menangis dalam pelukannya.

 

“Kau tidak perlu takut..aku akan selalu ada disisimu..meski kita berjauhan hatiku hanya untukmu karena aku sudah menitipannya padamu…arachi….mianheyo..please believe me..”ucapnya kemudian melepaskan pelukannya dan menatapku lembut, tangannya bergerak menyentuh wajahku dan mengusapnya perlahan.

 

“Uljimarayo….”ucapnya.

 

Dia kembali mengambil boneka kelinci itu dan menggerak-gerakannya di depanku.

 

“Cha..kalau kau merindukanku atau kau merasa takut aku pergi pelukalah bonek kelinci ini dan aku akan merasa seperti memelukku…”ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya.

 

Aku tertawa kecil melihatnya seperti itu.

 

“Kenalkan namaku Kim RyeoWook dan aku akan selalu menemanimu..saranghae..”ucapnya sambil menggerak-gerakan boneka kelinci itu di hadapanku dan merubah suaranya seakan bonek itu yang sedang berbicara.

 

Kali ini aku tidak bisa menahan tawaku, kenapa aku bisa galau seperti itu kemarin, seharunya aku tahu dia tidak akan pernah mengkhianatiku, hatinya hanya untukku karena dia telah menitipkannya padaku, kenapa aku bisa tidak percaya padanya kemarin, sepertinya aku harus belajar untuk lebih percaya padanya.

 

“Kau sudah tertawa lagi..wah sepertinya boneka ini akan lebih sering membuatmu tertawa dibandingkan aku..aku cemburu..”ucapnya.

 

Aku terkekeh geli melihat wajah cemburunya itu.

 

“Oppa….boneka itu kan kau…”ucapku.

 

“Mwo?masa aku disamakan dengan boneka..”ucapnya.

 

“Bukannya tadi oppa bilang seperti itu..lagipula oppa cocok menjadi kelinci sama seperti di manila kemarin…”ucapku mengingatnya yang memakain bando kuping kelinci, benar-benar lucu.

 

“Kau tahu itu?aisshh”ucapnya.

 

Aku mengangguk padanya dan terkekeh pelan, dia mengacak-acak rambutku lembut.

 

“Nah..aku lebih suka melihatmu tersenyum seperti ini..kau sangat manis jagi..”ucapnya dan tiba-tiba mendekatkan wajahnya padaku.

 

~chu~

 

Dia mencium pipiku sekilas dan segera berlari pergi.

 

“Oppa..”seruku sambil menyentuh pipiku yang dicium olehnya, aku bisa merasakan mukaku memanas karenanya, aisshh dia selalu saja tahu bagaimana membuat mukaku memerah.

 

**

Aku tahu dia tidak akan berubah meski dia tampak berubah dilihat orang tapi dihadapanku dia tetap sama, tetap Wookie Oppaku ^^

Advertisements

One thought on “FF: Please Believe Me (JeWook Couple)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s