FF: One and The Same 8

Yong Soon POV

 

Sekarang aku harus bagaimana? Kenapa semua orang yang aku sayangi pergi meninggalkanku, ayah, ibu, sekarang nenek, aku takut sendiri, aku tidak tahu harus bagaimana lagi sekarang. Tuhan, kenapa Kau membuatku seperti ini? kenapa Kau mengambil satu-satunya keluarga yang aku miliki? Sekarang aku tidak punya siapa-siapa lagi, aku sendiri…

 

Aku menatap langit malam yang sangat gelap tidak ada bintang sama sekali dari rumahku, aku tidak bisa kembali ke rumah Yoon Yang saat ini dan sepertinya aku tidak berniat untuk kembali kesana, aku tidak bisa kesana lagi, semua sudah berakhir, apa mungkin dia berpikir aku hanya memanfaatkannya? Sudahlah aku tidak peduli, saat ini aku hanya ingin disini, di rumah yang sudah aku tinggali bersama halmoni, dia yang membesarkanku dan dia yang selalu ada untukku tapi sekarang dia pergi dan aku tidak bisa lagi bertemu dengannya, tidak ada yang bisa menemaniku saat aku takut atau menjadi sandaranku saat aku teringat orang tuaku. Halmoni…kenapa kau meninggalkanku?

 

Tanpa terasa air mataku mengalir turun, aku mengusapnya perlahan, lagi, aku menangis lagi.

 

”Kenapa kau disini?”tanya sebuah suara yang sudah tidak asing bagiku, aku tidak menjawab pertanyaan, aku malas untuk berinteraksi dengan siapapun saat ini, aku hanya ingin sendiri.

 

Aku merasakannya ikut duduk disampingku.

 

”Uljima..halmoni pasti tidak suka melihatmu menangis…”ucapnya.

 

”Kalau dia tidak suka kenapa dia meninggalkanku…”jawabku dan air mataku kembali mengalir, aku hendak mengusapnya namun aku merasakan sebuah tangan sudah mengusapanya terlebih dahulu, dia menarik wajahku untuk menghadapanya. Dia menatapku tepat di mataku.

 

”Jebal…jangan menangis lagi…”ucapnya perlahan seakan menekankan setiap kata-kata itu.

 

Aku melepaskan tangannya yang merengkuh wajahku.

 

”Aku sendiri sekarang…ayah dan ibuku pergi..nenek juga dan bahkan sebentar lagi kau…lalu siapa yang aku punya sekarang…”ucapku.

 

Ya sepertinya semua orang yang aku sayangi meninggalkanku dan sekarang semuanya benar-benar akan pergi juga dia. Kyu juga akan pergi, dia akan bertunangan dengan orang lain dan ya kenyataan itu semakin menyakiti hatiku, rasanya aku benar-benar sial sekali. Bahkan aku tidak bisa bilang padanya kalau aku mencintainya, ya aku mencintainya, aku baru sadar selama ini bahwa aku mencintainya dan bodohnya aku selalu menampik perasaan itu, aku takut dia hanya menganggapku sahabat saja dan kini setelah tahu bahwa dia adalah orang yang aku tunggu, aku tetap saja tidak bisa mengungkapkan perasaanku, aku akan kehilangannya lagi.

 

Tiab-tiba dia langsung memelukku dan membenamkan wajahku di dadanya.

 

”Tidak…aku tidak akan meninggalkanmu…aku sudah berjanji akan selalu ada disampingmu dan aku akan menepati janjiku itu…”ucapnya sambil terus memelukku.

 

Kenapa begitu sulit untukku mengatakan aku mencintainya?

 

 

Yoon Yang POV

 

Aku dan Changmin hanya bisa menunduk di depan kedua orang tuaku, kami baru saja mengungkapkan bahwa kami tidak ingin melaksanakan pertunangan itu, aku tidak mau melihat bagaimana ekspresi ayahku itu, aku tahu dia pasti sangat marah padaku.

 

”Yoon Yang-ah…kemana kau beberapa hari ini?”tanya ayahku membuatku terkejut, kenapa dia bertanya seperti itu? Apa dia tahu tapi bukankah aku dan Yong Soon sangat mirip satu sama lain kenapa dia berkata seperti itu? Aku berusaha bersikap biasa.

 

”Aku hanya dirumah appa..”jawabku mencoba menatap matanya agar dia yakin aku sedang berkata jujur.

 

”Kenapa kau melakukan itu?”tanyanya lagi, aku benar-benar tidak tahu maksud pertanyaan ayah itu.

 

”Apa maksud appa?”tanyaku tidak mengerti, aku melihat kesamping dan kulihat ibu menatapku dengan ekspresi entahlah tidak bisa aku artikan, apa mereka tahu? Kenapa bisa tahu? Dan yang lebih penting lagi kenapa bisa tahu?

 

”Yoon Yang-ah…aku tahu kau sangat tidak menyukai pertunangan ini tapi kenapa  kau bisa berpikiran untuk bertukar tempat seperti itu…”tanya appaku kini wajahnya lebih lembut.

 

Mwo? Appaku tahu aku bertukar tempat? Darimana mereka tahu? Aku semakin menundukan wajahku, aku tidak tahu harus berkata apa, aku seperti tertangkap basah melakukan kejahatan dan aku hanya bisa mengakuinya.

 

”Yoon Yang-ah…kau harus tahu sesuatu..bisa kau antarkan aku kepada gadis itu?”tanya ayahku lagi-lagi membuatku kaget.

 

Apa maksudnya? Aku menatap ayahku tidak percaya, kenapa dia ingin bertemu Yong Soon dan ingin memberitahuku sesuatu, apa jangan-jangan…anni..tidak mungkin pasti salah tapi…apa lagi kalau bukan itu..

 

”Yoon Yang-ah..bisa kau pertemukan kami dengan gadis itu…”pinta ibuku.

 

Apa benar pikiranku tadi kalau bukan itu kenapa mereka begitu ingin bertemu dengan Yong Soon. Aku pun hanya menjawabnya dengan anggukan, apa mungkin setelah ini aku akan tahu sesuatu yang akan mengejutkanku?

 

 

Kyu POV

 

Aku masih terus memeluknya dan sesekali mengusap rambutnya perlahan, aku tahu dia benar-benar sedih sekali, dia sangat mencintai neneknya.

 

”Yong Soon-ah…”panggilku.

 

Dia melepskan pelukanku dan menatapku.

 

”Wae?”tanyanya padaku.

 

Aku tidak tahu ini saat yang tepat atau tidak atau bahkan aku salah mengatakan ini padanya, aku tidak peduli jika dia memang tidak menjawab sesuai harapanku karena ya jujur aku masih berharap dia akan memiliki perasaan sepertiku, aku hanya ingin tahu saja apa arti diriku baginya.

 

”Saranghae Yong Soon-ah…”ucapku dengan yakin, aku bisa melihat wajahnya yang kaget mendengar pengakuanku, aku tahu dia akan berekspresi seperti itu.

 

Dia hanya terdiam dan menatapku. Aku sudah tahu dia tidak akan membalasnya ternyata janji kita yang dulu hanyalah janji seorang anak kecil, mungkin aku memang sudah seharusnya menyerah mendapatkannya tapi meski begitu aku akan tetap menjaganya seperti janjiku pada halmoni.

 

”Gwenchana Yong Soon-ah…aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku padamu…dari dulu sampai sekarang perasaanku padamu masih sama…tapi kalau kau memang tidak bisa aku tidak apa-apa…aku akan tetap menepati janjiku pada halmoni untuk menjagamu…”ucapku padanya.

 

Tiba-tiba aku teringat tentang cerita halmoni saat itu bahwa Yong Soon bukanlah cucunya, kenapa baru ingat sekarang? Aku harus menceritakannya karena halmoni telah memintaku menceritakannya.

 

”Yong Soon-ah..aku pergi dulu..tunggu aku sebentar…”ucapku kemudian langsung pergi kembali ke rumahku karena foto itu aku tinggal dirumah.

 

 

Yoon Yang POV

 

”Ini rumahnya”ucapku begitu kami sampai di depan rumah Yong Soon bisa kulihat wajah bahagia terpancar dari ibuku, entah kenapa firasatku semakin mengaraha kesana, apa benar?

 

Ayahku berjalan masuk lebih dahulu dan aku mengikutinya di belakang, aku maju ke depan untuk mengetuk pintu rumahnya dan ternyata rumahnya tidak terkunci, aku pun masuk ke dalam rumahnya mencarinya.

 

Lalu aku mendapatinya sedang duduk menghadap keluar, aku berjalan perlahan mendekatinya.

 

”Yong Soon-ah…”panggilku.

 

Dia menoleh dan kaget melihatku.

 

”Kau sudah pulang? Maaf aku tidak bisa pul..”ucapannya terhenti begitu melihat aku tidak sendirian dan bersama orang tuaku, matanya langsung membulat kaget.

 

Ibuku tiba-tiba langsung berjalan menghampirinya dan memeluknya.

 

”Yong Soon..kau Yong Soon…”ucap ibuku sambil terus memeluknya sementara Yong Soon hanya diam terpaku dia sepertinya bingung akan hal ini, aku juga bingung namun sepertinya firasatku tadi benar hanya tinggal mendengara ayah mengatakannya saja.

 

”Yong Soon…”panggil Kyu yang tiba-tiba sudah masuk ke dalam rumah membawa sesuatu di tangannya, dia kaget begitu melihatku dan lebih kaget lagi begitu melihat jedua orang tuaku.

 

”Mianhe Tuan Choi…aku sudah bertukar tempat dengan anak anda…”ucap Yong Soon sambil melepaskan pelukan ibuku dan membungkuk pada ayahku.

 

”Yong Soon-ah…mereka orang tuamu…”ucap Kyu membuatku langsung menoleh kepadanya yang masih berdiri di depan pintu. Kyu berjalan menghamapiri kami, sementara Yong Soon masih menatap kami bingung.

 

Tiba-tiba Kyu menyodorkan sesuatu pada Yong Soon dan itu sebuah kalung, kalung yang sama persis seperti yang aku pakai hanya saja memiliki inisial yang berbeda, jadi benar, ternyata memang seperti itu. Yong Soon adalah saudara kembarku.

 

”Apa maksdunya semua ini?”tanya Yong Soon.

 

 

Yong Soon POV

 

Ibu Yoon Yang terus merangkul bahuku sementara aku mendengar ayah Yoon Yang bercerita, sebuah cerita yang tidak pernah aku sangka selama ini tentang siapa aku sebenarnya.

 

”Saat itu kau dibawa pergi oleh adikku karena dia sangat menyukaimu yang waktu itu masih bayi karena dia dan istrinya tidak memiliki seorang anak, dia membawamu tanpa sepengetahuan kami dan dia menghilang..kami sudah berusaha mencarimu kemana-mana tapi tetap tidak ditemukan…entah dia membawamu kemana…”ceriat ayah Yoon Yang.

 

”Aku senang kau kembali sayang..aku tahu aku pasti menemukanmu lagi..”ucap ibu Yoon Yang yang masih meneteskan air mata sambil memelukku dengan erat, aku pun mengulurkan tanganku membalas pelukannya.

 

Aku benar-benar seperti orang bodoh sekarang, aku merasa sedang bermimpi saat ini, mungkin memang sedang bermimpi dan saat aku membuka mataku, semua akan kembali seperti semula namun ternyata tidak semua ini adalah kenyataan, kenyataan yang harus aku terima.

 

Aku melihat Yoon Yang yang duduk disampingku, dia saudaraku sekarang, dia tersenyum padaku dan aku melihat Kyu duduk dihadapanku, dia pun tersenyum padaku dan disampingnya ayahku juga tersenyum lembut padaku. Apa ini berarti aku tidak akan sendiri.

 

 

 

Beberapa hari kemudian…

 

”Kau melepasnya..bodoh!”ucap Yoon Yang dikamarku ketika aku bercerita tentang hubunganku dengan Kyu.

 

”Entahlah…aku juga tidak tahu perasaanku padanya seperti apa…aku..”

 

”Katakan padanya kau mencintainya juga…selesai kan…toh kalian memang sudah saling menyukai sejak kecil…”potong Yoon Yang.

 

Aku hanya bisa terdiam, sudah beberapa hari ini aku menghindari Kyu di sekolah, aku tahu sekarang dia sudah bertunangan dengan seseorang yang dijodohkan oleh orang tuanya, aku merasa bodoh kenapa aku baru menyadari kalau dia adalah Kyu kecilku. Babo Yong Soon-ah! Sekarang semuanya telah terlambat. Aku hanya bisa menyesal saja.

 

”Tapi dia sudah bertunangan…”ucapku lagi.

 

”Memangnya salah kalau kau menyatakan perasaanmu padanya setidaknya dia tahu kau juga memiliki perasaan yang sama dengannya memangnya kau tidak kasihan padanya yang sudah mencintaimu sejak dulu…meski kalian tidak bersama setidaknya dia tahu perasaanmu..katakan padanya Yong Soon-ah…daripada kau menyesal seumur hidup tidak mengungkapkan perasaanmu padanya….”jelas Yoon Yang panjang dan lebar.

 

Ne, tidak ada salahnya aku mengungkapakan perasaanku padanya, aku tahu kita tidak mungkin bersama lagi tapi setidaknya aku bisa membalas perasaannya yang selalu mencintaiku.

 

”Ne..aku akan bilang padanya…bagaimana denganmu?”tanyaku padanya yang sedang duduk di meja belajarku, aku tersenyum padanya penuh arti. Aku tahu sepertinya Yoon Yang mulai menyukai Changmin, aku juga tidak tahu apa sebenarnya pertunanagn mereka sudah batal atau belum.

 

”Mwo??apa maksudmu?”tanyanya pura-pura tidak tahu.

 

”Changmin..bagaimana dengannya? Kau menyukainya kan?”tanyaku padanya sambil tersenyum sengaja meledeknya, aku bisa melihat mukanya yang memerah.

 

”Ya!kau menyebalkan sekali Yong Soon-ah!!”ucapnya kemudian pergi dari kamarku.

 

”Kau juga harus mengatakannya..”ucapku padanya yang sudah ada diluar kamarku.

 

Dia juga sama sepertiku, kenapa dia yang malah menasehatiku…aku menatap kamar ini, kamar yang beberapa hari ini menjadi kamarku dan selamanya akan menjadi kamarku, aku tidak percaya kalau aku akan memiliki keluarga yang lengkap saat ini, sepertinya Tuhan memiliki rencana yang begitu indah untukku, aku sungguh beruntung, aku bisa merasakan bagaimana rasanya punay keluarga yang lengkap. Halmoni, aku tidak pernah membenci halmoni karena tidak pernah menceritakan hal ini padaku, aku malah senang aku bisa memiliki seorang nenek yang begitu menyayangiku. Aku baik-baik saja disini Halmoni dan semoga halmoni juga disana, saranghae^^

 

 

Changmin POV

 

Entah kenapa hari ini Yoon Yang memintaku bertemu dengannya, aku menurutinya, aku tidak tahu apa yang ingin dibicarakan bukankah pertunangan kami sudah di batalkan. Aku menunggunya di taman yang tidak jauh dari rumahnya, sepertinya dia belum datang.

 

”Mianhe..lama menunggu…”ucapnya yang baru datang dengan terengah-engah sepertinya dia habis berlari kesini, aku tersenyum kecil melihat tingkahnya.

 

”Gwenchana…aku baru saja sampai…memangnya ada apa?”tanyaku padanya yang kemudian duduk disampingku.

 

”Mianhe…kalau selama ini aku selalu bersikap dingin padamu dan menganggapmu tidak ada..sungguh aku tidka bermaksud seperti itu…”ucapnya langsung, kenapa dia masih membahas hal ini, padahal aku sudah tidak mempermasalahkan itu, toh semua sudah berakhir sekarang.

 

”Sudahlah Yoon Yang-ah…aku tidak akan dendam padamu lagipula pertunangan ini sudah ber…”

 

”Kata siapa? Siapa yang bilang aku tidak mau bertunangan denganmu…”ucapnya memotong perkataanku dan membuatku kaget, apa yang dia katakan barusan??

 

Aku menatapnya tidak percaya, bisa kulihat wajahnya memerah sekarang, apa dia tidak mau pertunangan ini berakhir?

 

”Yoon Yang-ah…kau…”aku tidak sanggup melanjutkan kata-kataku lagi.

 

”Ne..memangnya aku sudah terlambat jika aku mulai menyukaimu…”ucapnya dengan menatap mataku serius.

 

Aku tertawa pelan dan kemudian mengacak-acak rambutnya lembut.

 

”Tidak pernah terlambat Yoon Yang-ah…aku hanya kaget kenapa kau bisa merubah pikiranmu hanya dalam waktu 24 jam…”ucapku padanya.

 

Dia menatapku kesal dan menggembungkan pipinya membuatnya terlihat imut.

 

”Siapa bilang aku membuat keputusan ini dalam waktu 24 jam..aku sudah memikirkannya  sejak dulu tahu…”ucapnya.

 

”Arasso..arasso…”ucapku.

 

”Jeongmal saranghae Yoon Yang-ah…”lanjutku kemudian langsung merengkuhnya ke dalam pelukanku.

 

”Nado Changmin-ah…”balasnya dalam pelukanku.

 

 

Kyu POV

 

”Kyu..”panggil sebuah suara yang membuatku langsung menoleh, suara yang begitu familiar dan sangat aku rindukan beberapa hari ini, ya beberapa hari ini dia menjauhiku mungkin karena masalah petjodohanku itu.

 

Aku berbalik dan melihatnya berdiri tepat di depanku, wajahnya sedikit gugup, kenapa ya?

 

”Waeyo Yong Soon-ah?”tanyaku padanya.

 

”Bisa kita bicara sebentar…”ucapnya.

 

Aku mengangguk dan dia berjalan ke taman sekolah lalu duduk di salah satu bangku disana.

 

Aku menatapnya menunggunya bicara.

 

”Bagiamana kabarmu?”tanyanya padaku.

 

Aku ingin tertawa mendengarnya bertanya seperti itu sepertinya dia begitu canggung denganku sekarang.

 

”Kenapa kau jadi seperti itu Yong Soon-ah…aku baik-baik saja…kau seperti bertemu orang yang sudah lama tidak bertemu…”ucapku kemudian terkekeh pelan.

 

Dia menoleh padaku dan tersenyum, senyum yang sangat aku sukai, senyum yang aku rindukan beberapa hari ini.

 

”Apa gadis itu cantik?”tanyanya padaku.

 

Aku menoleh padanya dan menautkan alisku bingung dengan pertanyaannya, gadis? Siapa?

 

”Siapa?”tanyaku tidak mengerti.

 

Dia terdiam sebentar kemudian menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.

 

”Tu..tunanganmu…”ucapnya dengan sedikit tertahan.

 

Aku benar-benar ingin tertawa sekarang melihatnya seperti itu, ada apa dia bertanya tentang tunanganku? Apa dia cemburu? Aku jadi ingin menggodanya kalau begini.

 

”Kau cemburu?”tanyaku padanya.

 

”Anni..hanya bertanya saja”jawabnya namun aku bisa melihat raut wajah kecewanya, kau tidak bisa menyembunyikan perasaanmu Yong Soon-ah, aku tahu itu.

 

”Kau cemburukan?”tanyaku lagi dan mendekatkan wajahku padanya.

 

”Tidak..”jawabnya lagi.

 

”Kau cemburu”

 

”Tidak”

 

”Kau cemburu Choi Yong Soon”

 

”Tidak Cho Kyuhyun aku tidak cem..”

 

entah apa yang adai di pikiraku tiba-tiba saja aku mencium pipinya dan membuatnya menghentikan kata-katanya, dia terlihat sangat terkejut, dia menatapku dengan pandangan tidak percaya dan wajahnya memerah seketika itu juga.

 

”Cho Kyuhyun!kau menyebalkan!”ucapnya kemudian memukul bahuku denga  kencang, aigoo dia memang seperti laki-laki pukulannya sakit sekali.

 

Namun aku langsung memeluknya, tubunya menengang ketika aku memeluknya.

 

”Kau tahu gadis yang menjadi tunanganku sekarang adalah gadis yang sekarang sedang aku peluk…jeongmal saranghaeyo Yong Soon-ah”ucapku.

 

”Kyu…”lirihnya.

 

”Yah…lagi-lagi aku di tolak…”ucapku dengan nada sedih.

 

Dia melepaskan pelukanku dan menatapku.

 

”Siapa bilang aku menolakmu…nado saranghae Cho Kyuhyun…”ucapnya sambil memukul kepalaku.

 

”Ya!kenapa kau memukulku…”ucapku kesala sambil mengusap-usap kepalaku yang dipukul olehnya.

 

”Kau membohongiku soal perjodohan itu ya!”serunya.

 

”Siapa yang bohong itu memang benar..hanya saja kau tahu…aku bisa meyakinkan ayahku kalau kau akan menerimaku..dan ternyata benar kan…”ucapku sambil tersenyum penuh kemenangan, dia hanya mendengus kesal. Aku pun langsung menarik tangannya untuk berdiri.

 

”Kajja”ucapku.

 

”Mau kemana?”tanyanya padaku dengan wajah bingung.

 

”Ke rumah orang tuaku lah..”ucapku sambil memamerkan smirkku dan menariknya untuk pergi.

 

”Mwo?!Cho Kyuhyun!”serunya.

 

 

 

 

 

**

 

Hidupku dan hidupnya ternyata sama, kami terlahir sama meski jalan yang kami tempuh sebelumnya berbeda namun mulai saat ini kami akan bersama, menjalani hidup kami dan menjalani cinta kami ^^

 

**

Advertisements

6 thoughts on “FF: One and The Same 8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s