FF: One and The Same 6

Yoon Yang POV

 

Aku benar-benar merasa berterima kasih pada gadis ini dia sudah mau membantuku. Dia menyerahkan kunci rumahnya padaku.

 

”Gamsahamnida Yong Soon-ah..”ucapk padanya.

 

Dia mengangguk dan tersenyum tipis.

 

”Hanya seminggukan…”ingatnya padaku dan aku menjawabnya dengan anggukan.

 

Ya hanya seminggu sampai pertunangan itu batal, setelah itu kami akan kembali ke kehidupan normal kami sebagai Yoon Yang dan Yong Soon.

 

”Baiklah..kita mulai sekarang…”ucapku padanya.

 

Dan setelah itu kami pun pergi ke tempat masing-masing.  Aku berjalan menuju rumah Yong Soon yang memang tidak jauh dari tempat kami bertemu tadi. Aku melangkah masuk ke dalam rumahnya namun baru aku hendak masuk ke dalam rumahnya, seseorang menatapku dengan sini, itu Kyuhyun, apa dia tahu tentangku dan Yong Soon yang bertukar tempat? Apa dia tidak menyukainya? Sepertinya dia benar-benar menyukai Yong Soon dan tidak akan pernah melihatku, rasanya seperti orang bodoh dengan menyukainya meski aku dan Yong Soon mirip, dia hanya menyukai Yong Soon bukan aku.

 

Aku masuk ke dalam rumah yang baru aku masuki untuk yang kedua kalinya hari ini, rumah yang sangat sederhana kalau dibandingkan dengan rumahku bahkan kamarku masih lebih besar dibanding ruang tamu ini. Aku memperhatikan setiap detil rumah ini, aku merasakan rumah ini begitu nyaman tidak seperti rumahku, ada beberapa foto yang di pajang disana, kebanyakan foto Yong Soon dan neneknya dan tidak ada foto orang tuanya, apa orang tuanya sudah meninggalakannya sejak kecil? Tapi paling tidak harus ada foto mereka, ah sudahlah untuk apa aku pikirkan, kenapa aku begitu ingin menyelami kehidupan gadis ini? Aku menyusuri setiap ruangan di rumah ini dan sampai pada sebuah kamar yang dari pintunya bertuliskan nama Choi Yong Soon, aku tidak tahu kalau margaku dan dia ternyata sama. Aku membuka pintu kamar yang tidak dikunci itu yang akan menjadi kamarku selama seminggu ini. Kamarnya cukup rapih dengan lemari disudutnya dan juga sebuah meja belajar, kamar ini memiliki jendela yang langsung dapat melihat rumah disampingnya.

 

Aku berjalan masuk ke dalam kamarnya dan semakin memperhatikan setiap detil kamar ini, kenapa aku begitu ingin tahu bagaimana dia sebenarnya ya? Di meja belajarnya ada sebuah foto, dia dan Kyuhyun saling berangkulan di depan Namsan Tower, sepertinya mereka memang saling menyukai, muncul sebuah perasaan kecewa dalam hatiku. Aisshh tidak seharusnya aku seperti ini.

 

 

Yong Soon POV

 

Inikah rumahnya? Tanyaku dalam hati. Aku kembali mengecek alamat yang gadis itu tulis di kertas ini. Ne benar ini rumahnya, aku menatap kagum rumah yang sangat besar, wow rumahnya memang sangat besar sekali sepertinya dia memang orang kaya pantas kehidupannya seperti itu, selalu begitukan, mereka sudah menyiapkan calon suami untukmu bahkan ketika kau belum lahir.

 

Aku ragu-ragu melangkah masuk ke dalam, aku takut mereka mengenaliku bukan sebagai Yoon Yang. Aisshh Yong Soon, kau dan Yoon Yang itu sangat mirip tidak akan ada yang tahu kalian bertukar tempat, aku menenangakan diriku sendiri, tapi…kenapa aku jadi takut begini ya..

 

”Agassi..kenapa berdiri di depan rumah?”tanya seseorang membuaku langsung menoleh dan seorang wanita tidak terlalu muda mengenakan pakaian yang aku pikir seragam disini, sepertinya dia pelayan di sini dari cara memanggilku, maksudku aku yang disangka Yoon Yang.

 

”Ah..a..aku..mau masuk kok..”jawabku sedikit gugup dan aku pun langsung berjalan kembali masuk ke dalam rumah ini.

 

Aku harus memulai untuk terbiasa dengan kehidupan ini hanya seminggu, aku ingat itu, aku harus cari cara agar pertunangan Yoon  Yang dengan namja bernama Kangmin..eh bukan Changmin itu batal setelah itu aku akan kembali ke kehidupanku bersama nenek.

 

Begitu masuk ke dalam rumah aku begitu kaget melihat isi rumah yang sangat mewah menurutku, sepertinya orang tuanya bukan orang sembarangan. Aku melangkah takut-takut karena jujur aku belum pernah memasuki rumah yang seperti ini.

 

”Yoon Yang-ah..kau sudah pulang?”tanya seoarng wanita yang turun dari tangga, aku yakin dia pasti ibunya Yoon Yang.

 

Dia berjalan menghampiriku dna berdiri tepat di depanku.

 

”Ayo makan..ibu menunggumu..ibu memasakan makanan kesukaanmu..”ucap wanita itu kemudian langsung menarik tanganku.

 

”Ne..eo..mma…”ucapku terbata-bata mengucapkan kata yang sudah sangat lama sekali tidak pernah aku gunakan, aku tidak pernah memanggil seorang pun dengan nama eomma semenjak dia meninggalkanku.

 

Dia membawaku ke meja makan dan disana sudah terhidang banyak makanan, kenapa dia begitu membenci hidupnya? Menurutku hidupnya sangat menyenangkan, walaupun sedikit.

 

 

 

Aku bisa menatap langit malam dari balkon kamar ini, benar-benar indah.  Malam yang gelap tapi penuh dengan bintang. Sedang apa ya Yoon Yang dirumahku? Aku mengalihkan pandanganku ke dalam kamarnya, kamar yang sungguh sangat luas, apa dia akan terbiasa dengan kamarku yang sempit. Ya sudah ini rencananya jadi dia yang harus menanggung resikonya, siapa suruh mau bertukar tempat denganku.

 

Besok aku harus ke rumah sakit tapi Yoon Yang bilang dia yang akan megurusnya tapi aku akan tetap kesana, aku rindu dengan nenekku. Tiba-tiba aku mendengar seseorang membuka pintu.

 

”Yoon Yang-ah…”suara seorang pria memanggilku, aku bangkit dari dudukku dan melongok ke dalam kamarku, aku melihat seorang pria berjalan menghampiriku, apa mungkin itu ayahnya? Tadi aku belum bertemu dengan ayah Yoon Yang, mungkin dia memang ayahnya.

 

”Kau belum tidur?”tanya pria itu padaku.

 

”Belum..ap..pa…”ucapku kembali terbata-bata mengucapkan panggilan yang rasanya asing sekali untukku, bahkan aku sendiri tidak ingat kapan aku memanggil seorang pria dengan sebutan appa.

 

”Boleh aku bicara denganmu sebentar?”tanyanya padaku.

 

Aku hanya mengangguk, aku pun berjalan kembali ke tempat duduk itu dan pria ini mengikutiku lalu duduk disampingku. Pandanganku hanya lurus ke depan, aku tidak tahu bagaimana harus bersikap jika bersama seorang ayah, rasanya sudah sangat lama aku tidak pernah mengenal yang namanya ayah.

 

”Apa kau membenci ayah?”tanya pria itu tiba-tiba dan membuatku menoleh padanya.

 

”Nde?”tanyaku tidak mengerti, bodoh, kenapa aku malah menjawab seperti itu, harusnya aku tahu apa yang dia maksud tapi apa? Yoon Yang tidak bilang apa-apa tadi, apa yang sudah dia bicarakan dengan ayahnya??

 

”Tentang masalah pertunangan itu…apa kau membenci ayah?”tanyanya lagi kini dengan menatap mataku dalam, sebuah perasaan muncul ketika pria ini menatap langsung mataku, entah kenapa aku merasa matanya begitu sama, sama denganku apa mungkin Yoon Yang begitu mirip denganku karena matanya yang seperti ayahnya dan sebuah perasaan rindu muncul, kenapa aku jadi seperti ini ya? Bahkan aku baru bertemu dengan ayah Yoon Yang saat ini tapi rasanya…

 

Aku hanya bisa diam, aku tidak tahu harus menjawab apa, aku mengalihkan pandanganku ke arah lain, rasanya kasihan jika aku harus jujur aku menolek pertunagan itu dan membencinya, maksudku, aku lihat dia bukan ayah yang buruk yah meski dia merencanakan pertunangan itu, apa aku merasa tidak tega menyakiti hatinya? Mwo? Kenapa tidak tega? Dia kan bukan siapa-siapaku dan aku disini untuk berpura-pura menjadi Yoon Yang yang menolak permintaan itu.

 

”Mianhe..jeongmal mianhe…apa kau merasa tersiksa dengan semua permintaan ayah? Ya aku tahu itu…aku memang salah…tapi kau tahu Yoon Yang-ah…yang kulakukan ini untuk membuatmu bahagia…karena aku tidak mau kehilanganmu…apa sekarang kau tidak bahagia?”tanya ayahnya lagi.

 

Kenapa suasananya jadi sedih begini dan entah kenapa tiba-tiba air mataku mengalir begitu saja hanya dengan menatap mata ayahnya. Begitu melihaku menangis, ayah Yoon yang langsung memelukku.

 

”Mianhe..mungkin ini bukan saat yang tepat untuk membicarakannya denganmu…”ucap ayahnya dengan terus memelukku.

 

Ada apa dengan perasaanku ini? Kenapa aku merasa nyaman seperti ini seakan-akan dia melindungiku, aku belum pernah merasakan pelukan seorang ayah sebelumnya dan ternyata rasanya benar-benar nyaman, sangat nyaman, Yoon Yang begitu beruntung bisa merasakan pelukan ini sejak kecil berbeda denganku. Bahkan aku berpikir ayahku tidak pernah memelukku seperti ini.

 

”Uljima…”ucapnya sambil melepas pelukannya dan mengusap wajahku.

 

Dia tersenyum padaku, ya Tuhan apa ini senyum seorang ayah?

 

”Cha..sudah malam..tidurlah..”ucap ayah Yoon Yang menyuruhku berdiri dan membimbingku masuk ke dalam kamarku, dia menyuruhku berbaring dan memakaikan selimut padaku dan terakhir di mencium keningku.

 

”Jal jayo…”ucapnya kemudian mematikan lampu dan keluar dari kamar.

 

Rasanya aku ingin menangis, menangis sejadi-jadinya sekarang. Aku ingin memiliki seorang ayah yang seperti itu, aku juga ingin punya ayah. Aku menangis dalam tidurku.

 

 

Kyu POV

 

Aku menatap gadis yang sekarang sedang berpura-pura menjadi Yong Soon itu, aku mendengus kesal melihatnya sedang berbincang dengan Hyo Jin sempurna sekali cara penyamarannya itu sepertinya dia sangat mendalami karakter Yong Soon tapi tetap saja bagiku terlihat berbeda, aku tidak menyangka Yong Soon melakukan itu, apa yang ada dipikirannya coba? Kenapa dia tidak meminta bantuanku setidaknya meski dia akan tahu siapa aku sebenarnya dan kemungkinan dia akan membenciku. Aisshh apa memang lebih baik dia seperti ini ya???

 

Mataku menerawang keluar kelas, apa yang sedang Yong Soon lakukan ya? Belum apa-apa aku sudah merindukannya, seminggu? Dia bisa membuatku gila jika seperti ini.

 

Aku kembali serius membaca buku yang aku baca sampai mendengar namaku dipanggil.

 

”Kyuhyun-ah…”panggil sebuah suara tepat disamping mejaku, aku mendongak untuk melihat siapa yang memanggilku ternyata itu Yoon Yang.

 

”Ne?”tanyaku dengan sinis, jujur aku masih kesal dengan ide gila gadis ini yang menyuruh Yong Soon untuk bertukar tempat, apa maksudnya? Memanfaatkan Yong Soon sekali.

 

”Kau mau ke rumah sakit hari ini? aku rasa Yong Soon akan kesana juga…kau mau bertemu dengannya juga kan?”tanyanya padaku.

 

Aku menoleh sekilas padanya dan menjawabnya dengan anggukan kemudian dia pun pergi kembali ke tempat duduknya. Ya aku harus bertemu dengan Yong Soon dan bicara padanya.

 

 

Yong Soon POV

 

Hari ini sepertinya namja bernama Changmin itu tidak datang menjemputku,menjemput Yoon Yang maksudnya, aneh sekali, kata Yoon Yang setiap hari pasti Changmin menjemputnya. Aku memakan sarapanku dengan cepat dan meneguk susu yang di buatkan untukku.

 

”Changmin tidak menjemputmu?”tanya ibu Yoon Yang.

 

”Ah..sepertinya tidak..aku berangkat dulu ya eomma…”jawabku.

 

”Josimhe..”ucap ibu Yoon Yang dan mencium keningku.

 

Sepertinya aku sudah mulai terbiasa dengan kehidupan disini, rasanya menyenangkan juga memilki keluarga yang lengkap seperti ini. aku berjalan keluar rumah dengan semangat, aku kembali membaca alamat sekolah Yoon Yang yang dia berikan kemarin, sekolah elit sepertinya. Oh ya Yoon Yang juga bilang dia hanya punya satu teman dan sekelas dengannya namanya Je Ri, aku harus menghapal baik-baik nama itu gara tidak ada yang curiga.

 

 

Sekolah yang benar tepat waktu bahkan waktu pulang pun sangat tepat waktu, hah baru sehari disini rasanya aku merasa benar-benar bodoh, kepalaku merasa pusing belajar disini, tiba-tiba aku teringat pada Kyu, sedang apa ya dia disekolah sekarang? Aishh kenapa aku memikirkannya? Apa aku merindukannya? Apa dia masih kesal dengan keputusanku? Bahkan sebelum bertukat tempat aku tidak sempat bertemu dengannya.

 

”Nona Choi..kalau kau ingin melamun sebaiknya diluar kelas”ucap sebuah suara yang ternyata adalah seonsangnim, membuatku langsung menghentikan lamunanku.

 

”Jwesonghamnida seonsangnim”ucapku memohon maaf atas tindakanku dan aku kembali fokus melihat ke depan.

 

Ah payah sekali, bahkan aku tidak bisa tidur di kelas sebagaimana kebiasaanku dulu. Ternyata tidak enak juga sekolah di tempat seperti ini, aku rindu sekolahku, aku rindu Lee seonsangnim yang selalu menghukumku, padahal baru sehari. Hah apa aku sanggup seminggu di sekolah ini >.

 

 

Bel pulang pun berbunyi, aku sangat senang sekali, akhirnya aku terbebas dari penjara ini, aku ingin segera pulang, oh ya aku harus ke rumah sakit. Aku memasukan bukuku dengan cepat ke dalam tasku.

 

”Buru-buru sekali…Changmin belum datang kok..mau kabur dari dia lagi?”tanya orang disampingku yang merupakan teman dekat Yoon Yang, Je Ri.

 

”Ah…ne..”jawabku singkat dan kemudian memastikan semua barang-barangku sudah masuk.

 

”Sepertinya kau tidak bisa kabur..tuh lihat sudah ditunggu..”ucap Je Ri sambil mengarahkan kepalanya ke ambang pintu dan disitu sudah berdiri seorang namja yang sangat tinggi dan MWO??!! Dia namja yang menarik tanganku waktu itu. Oh jadi itu yang namanya Changmin pantas dia mengira aku Yoon Yang. Aisshh sekarang bagaimana caranya aku ke rumah sakit?

 

Aku hanya pasrah menyampirkan tasku di bahu dan berjalan ke arahnya, sepertinya aku harus mulai mencari cara membatalkan pertunangan dengan namja menyebalkan ini. kata Yoon Yang dia menyebalkan, aku belum tahu seberapa menyebalkannya dia tapi dari tampangnya mungkin dia menyebalkan.

 

”Yoon Yang-ah….maukah kau ikut aku sebentar..ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu…”ucapnya serius.

 

Dia ingin bicara apa ya? Baiklah aku turuti saja kemauannya, aku pun mengangguk kemudian mengikutinya berjalan keluar sekolah.

 

 

Changmin POV

 

Aku melihatnya sedikit berbeda ya? Atau itu hanya perasaanku saja, aku terus meliriknya yang duduk disampingku, tidak biasanya dia menatap lurus ke depan biasanya dia akan melihat kesamping seakan tidak mau melihatku.

 

”Wae?”tanyanya tiba-tiba menoleh padaku.

 

”Ah..aniyo..”jawabku kemudian kembali fokus ke jalan.

 

Aneh sekali, tidak pernah Yoon Yang seperti ini sebelumnya, dia tidak pernah menyapaku dan bahkan memasang wajah yang cukup cerah hari ini, menurutku, biasanya dia hanya akan menunjukan wajah tersiksanya di depanku. Apa sekarang dia juga sedang berpura-pura ya? Mungkin sebaiknya aku membicarakan hal ini dengannya, aku juga tidak mau terus-terusan menyiksanya.

 

Aku memberhentikan mobilku di sebuah taman.

 

”Mianhe..aku pasti menganggumu tapi ada sesuatu yang harus aku bicarakan denganmu..”ucapku padanya begitu kami sampai di taman.

 

”Ne..baiklah..tapi cepat ya..aku harus pergi lagi…”jawabnya.

 

Kami pun turun dan memutuskan duduk disalah satu bangku disana.

 

 

Yong Soon POV

 

”Kau tahu aku sudah menyukaimu sebelum pertunangan itu terjadi…aku sudah menyukaimu saat kita baru masuk SMA..dan jujur aku tidak menyangka kalau ternyata kau lah yang akan dijodohkan denganku dan yah aku senang karena memang aku menyukaimu tapi aku sadar kau tidak pernah menyukaiku…kau selalu bersikap dingin padaku…awalnya aku yakin suatu saat kau pasti bisa luluh namun sepertinya semakin kesini kau semakin tersiksa dan aku tidak suka melihatmu seperti itu…aku merasa bersalah..mianhe…”jelas Changmin panjang lebar.

 

Jadi ini yang dia ingin katakan, aku bisa melihat sorot mata sedih yang dia pancarkan, apa dia begitu mencintai Yoon Yang, aigoo kasihan sekali Changmin, kenapa Yoon Yang begitu tega padanya menurutku Changmin tidak menyebalkan, aku pikir dia pria yang sok dan angkuh tapi tidak dia pria yang sangat lembut bahkan mencintai Yoon Yang sampai seperti itu. Apa yang harus aku katakan saat ini? aku hanya bisa diam, ini masalah perasaan dan tentu saja perasaanku dan Yoon Yang berbeda, aku tidak tahu bagaimana perasaan Yoon Yang sebenarnya pada pria ini, aku tahu dia membencinya tapi jika dia mendengar ini dia akan berkata apa? Aku tidak tahu.s

 

Tiba-tiba Changmin mengenggam tanganku dan membuatku menoleh padanya, matanya menatap dalam mataku. Ya Tuhan pria ini benar-benar mencintai Yoon Yang.

 

”Mianhe..”liirhnya masih mengenggam tanganku.

 

Aku mencoba mengalihkan pandanganku ke arah lain dan saat itu juga aku melihat Yoon Yang dan Kyu sedang berjalan bersama. Kenapa perasaanku jadi seperti ini. Mereka?

 

 

Kyu POV

 

”Terima kasih kau mau menemaniku ke rumah sakit..”ucap Yoon Yang ketika kami sedang berjalan keluar sekolah.

 

”Aku hanya ingin melihat nenek dan bertemu Yong Soon”jawabku singkat.

 

”Ne..arasso”lirihnya.

 

Aku sengaja berjalan lebih dahulu di depan, rasa kesal pada gadis ini masih ada, makanya aku malas sekali sebenarnya mengantarnya, aku hanya ingin bertemu Yong Soon dan meminta penjelasan padanya.

 

”Kau mencintai Yong Soon?”tanyanya tiba-tiba.

 

Untuk apa dia bertanya seperti itu.

 

”Untuk apamkau bertanya seperti itu…bukan urusanmu…”jawabku lagi-lagi ketus, aku tahu harus bersikap seperti apa pada gadis ini, apa mungkin aku terlalu kasar karena setelah itu dia tidak bertanya apa-apa lagi dan kami berjalan dalam diam.

 

 

Kami harus melewati sebuah taman sebelum sampai ke halte terdekat, dia berjalan tepat disampingku.

 

”Changmin-ah…”lirihnya membuatku menoleh padanya dan ternyata dia sedang melihat ke arah taman, aku mengikuti arah pandangannya dan seketika itu juga mataku membulat melihat pemandangan yang sangat menyebalkan buatku, apa yang dilakukan Yong Soon dengan namja itu dan namja itu mengenggam tangan Yong Soon.

 

Aku mengepalkan tanganku kuat-kuat, apa-apaan dia itu?!! Aku berjalan cepat meninggalkan Yoon Yang yang juga masih terpaku di tempatnya, aku tidak mau melihatnya lagi. Itu yang aku takutkan jika dia bertukar tempat, Ok aku tahu namja itu pasti mengira itu Yoon Yang tapi bagaimana dengan Yong Soon, bagaimana kalau dia malah menyukai namja itu bukan sebagai Yoon Yang? Aku tahu dia berusaha menggagalkan pertunangan Yoon Yang tapi apa yang aku lihat sekarang bukan seperti apa yang dia katakan?!

 

”Kyuhyun-ah…tunggu..”panggil sebuah suara di belakangku aku tidak menoleh dan terus berjalan, aku mendengarnya berlari mengejarku.

 

 

Yoon Yang POV

 

Aku bisa melihat namja sangat kesal terutama sejak kejadian di taman tadi, jujur aku juga tidak menyangka akan seperti itu, maksudku apa yang dilakukan Changmin? Kenapa dia melakukan itu? Dan parahnya lagi kenapa perasaanku sakit saat melihatnya mengenggam tangan Yong Soon, aku tahu pasti Changmin mengira itu aku tapi kenapa tetap saja aku sakit? Kenapa aku berpikir Yong Soon tidak membantuku membatalkan rencana itu tapi malah…aisshh tidak aku tidak boleh berpikiran seperti itu.

 

Aku baru saja bertemu dokter Han tentang operasi nenek Yong Soon, begitu aku keluar dari ruangan dokter Han aku melihat Kyuhyun sedang duduk di ruang tunggu, dia melirik ke arahku sekilas dan menatapku dingin. Apa dia membenciku? Dari kemarin sikapnya sangat dingin sekali padaku. Aku berjalan menghampirinya dan duduk disampingnya, dia tetap tidak bergeming dan menatap lurus ke depan.

 

”Kyuhyun-ah…”panggilku padanya namun dia tidak menjawabnya dan tetap diam.

 

Hufft, apa dia merasa cemburu melihat Yong Soon dan Changmin??

 

”Kyuhyun-ah…”panggilku lagi.

 

Dia masih diam, apa dia tidak suka dengan pertukaran tempat ini?

 

”Apa kau tidak suka dengan pertukaran tempat ini?”tanyaku padanya dan kali ini berhasil membuatnya menoleh.

 

”Ya! Aku tidak suka..aku tidak suka melihat Yong Soon harus bertukar tempat seperti itu…kau memanfaatkannya!”ucapnya dengan menatapku tajam kemudian berdiri dan meninggalkanku yang masih terpaku dengan ucapannya.

 

Apa aku memanfaatkannya???

Advertisements

2 thoughts on “FF: One and The Same 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s