FF: One and The Same 5

Yong Soon POV

 

Yeoja itu tersenyum ramah padaku, rasanya aneh seperti melihat diriku sendiri duduk di depanku saat ini, disampingnya Kyu duduk dengan tatapan yang menusukku,entah kenapa dia menatapku seperti itu.

 

”Jadi..nenekmu sedang sakit Yong Soon-ssi?”tanyanya padaku.

 

”Ne…panggil saja aku Yong Soon…kita seumuran bukan?”kataku.

 

Dia mengangguk dan tersenyum, sebenarnya aku tidak tahu apa maksud kedatangannya kesini.

 

”Orang tuamu?”tanyanya lagi.

 

”Sudah meninggal”jawabku singkat.

 

Dari tadi yeoja ini terus saja bertanya tentang keadaan keluargaku,ada apa ya?

 

”Aku tidak menyangkan kita begitu mirip..”ucapnya sambil tertawa pelan.

 

Aku hanya menanggapi dengan senyuman, ya aku sendiri tidak tahu kenapa kami bisa sangat mirip dan rasanya melihatnya seperti melihat diriku sendiri dan jujur saat melihatnya aku merasakan sesuatu dalam diriku, seperti sebuah rasa kerinduan, aneh sekali padahal aku baru bertemu dengannya saat ini.

 

Tak lama kemudian Yoon Yang mohon untuk pulang dan aku mengantarkannya sampai pintu rumahku.

 

”Siapa tadi?”tanya Kyu disampingku begitu Yoon Yang sudah pergi.

 

”Temanku…”jawabku.

 

”Oh..bagaimana keadaan nenekmu?”tanyanya.

 

Aku hanya menghela nafas dengan berat, kenapa semuanya harus seperti ini, aku merasa hidupku sangat berat, setelah ditinggal orang tuaku aku hanya memiliki nenek yang bersamaku tapi kini aku begitu takut kehilangan nenenkku,sangat takut. Kalau nenek pergi dengan siapa aku hidup lagi.

 

”Mollaso..aku takut Kyu…aku takut nenek meninggalkanku…”ucapku dengan suara yang bergetar menahan tangisku yang mau pecah.

 

Tangan Kyu terulur dan langsung merengkuhku ke dalam pelukannya dan entah sejak kapan air mata ini sudah turun. Ya aku menangis lagi. Kyuhyun mengusap punggungku perlahan.

 

”Uljima Yong Soon-ah…ada aku disini…aku akan selalu ada untukmu…”ucapnya dan aku semakin mempererat pelukanku padanya dan membenamkan wajahku semakin dalam di dadanya dan terus menangis.

 

Ya aku tahu dia akan selalu ada untukku, aku benar-benar merasa bersyukur memiliki teman sepeti dirinya yang selalu membantuku tapi tidak mungkin selamanya aku bergantung padanya.

 

Yoon Yang POV

 

”Darimana saja kau?!”tanya sebuah suara ketus begitu aku baru masuk ke dalam rumah, ayhaku berdiri tepat di depanku yang baru membuka pintu, dia berkacak pinggang dan menatapku garang.

 

Aku menelan ludahku dengan berat dan berusaha menjawab pertanyaannya namun tetap saja aku tidak berani menatap wajahnya yang sangat menakutkan.

 

”Rumah teman”lirihku, sangat lirih bahkan aku pikir tidak akan terdengar olehnya.

 

”Dan jam segini kau baru pulang?!”ucap ayahku dengan nada yang mulai tinggi dan itu membuatku semakin ketakutan.

 

”Mianhamnida apaa…”ucapku dengan terus menunduk, sungguh aku tidak berani menatap wajahku saat ini.

 

Tiba-tiba ibuku datang dan langsung merangkul bahuku.

 

”Sudahlah yeobo…yang penting Yoon Yang sudah pulang…ayo ke kamarmu…”ucap ibuku dan menuntunku menuju kamarku, aku masih saja menundukan wajahku tidak berani menatap wajah ayahku ataupun ibuku.

 

Aku tahu aku salah sudah pergi tanpa memberitahu mereka dan pulang selarut ini tapi tidak bisakah aku diberi sedikit kebebasan, aku sudah18 tahun dan aku juga ingin seperti yang lain bisa pergi kemanapun mereka mau, kenapa orang tuaku masih saja mengaturku seperti ini.

 

Ibu membawaku masuk ke dalam kamar dan mendudukanku di tepi tempat tidurku lalu mengelus kepalaku perlahan.

 

”Mianhamnida eomma…”ucapku.

 

”Gwenchana…ayahmu hanya sedang marah karena…tadi keluarga Changmin datang dan kau tidak datang….”ucap ibuku.

 

Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan sekarang, Ya Tuha apa hidupku akan terus di atur seperti ini, aku juga ingin hidup bebas, bahkan orang yang memiliki wajah sepertiku memiliki kehidupan yang lebih bebas dan menyenangkan tampaknya, punya nenek yang sangat mencintainya dan sahabat yang sangat menyanyanginya, sedangkan aku, aku tidak tahu apakah kedua orang tuaku mencintaiku atau tidak.

 

”Pertunanganmu akan diadakan minggu depan dan kau akan terus aku awasi”ucap sebuah suara membuatku mendongak dan melihat ayahku sudah berdiri di ambang pintu.

 

Ya Tuhan, apa lagi ini?pertunanganku akan diadakan minggu ini, rasanya hidupku sudah berakhir saat ini.

 

”Yeobo..kita bicarakan hal itu nanti saja…ini sudah malam..dia lelah dan harus tidur…Yoon Yang-ah…tidurlah…”ucap ibuku kemudian mencium keningku dan berjalan menuju pintu sambil menarik tangan ayahku untuk pergi.

 

Pintu pun ditutup dan semuanya menjadi hening. Aku merebahkan tubuhku ke atas tempat tidur membenamkan wajahku ke bantal dan mulai menangis. menangis lagi, entah untuk yang ke berapa kalinya. Bertunangan secepat ini? Rasanya aku ingin kabur, bagaimana bisa mereka memaksaku seperti ini? Apakah mereka tidak pernah lihat kalau aku tidak pernah menyukai Changmin, kenapa mereka terus memaksaku? Apa karena alasan bisnis. Aku merasa dijual oleh ayahku sendiri.Ottohke? apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau bertunangan dengannya!!

 

Aku harus membatalkannya tapi bagaimana caranya? Ayah akan terus mengawasiku selama seminggu ini dan aku tidak bisa kabur. Hah!! Apa yang harus aku lakukan?ah aku tahu tapi apa dia mau menggantikanku…hanya dia yang bisa membantuku, dia begitu mirip denganku dan tidak akan tahu kalau itu adalah aku. Semoga saja dia mau membantuku besok aku akan bicara dengannya,aku akan membujuknya untuk membantuku.

 

Kyu POV

 

”Kau tidak masuk hari ini?”tanyaku pada Yong Soon di depan rumahnya, sepertinya dia mau ke rumah sakit pagi ini.

 

”Ne…ijinkan aku ya…”pintanya dan aku menjawabnya dengan anggukan.

 

Wajahnya terlihat sangat sedih, melihatnya membuatku sedih juga.aigoo, kenapa hidupmu sangat berat Yong Soon-ah.

 

”Mau kuantar?”tawarku padanya.

 

Dia tertawa pelan.

 

”Tidak perlu…lagipula kalau kau ikutan tidak masuk nanti siapa yang mengajariku matematika…jadi pergi sekolah sana nanti ajari aku ya…”ucapnya sambil tersenyum. Senyum yang di paksakan lebih tepatnya.

 

Aku mengacak-acak rambutnya pelan dan dia langsung menatapku garang, aku terkekeh geli melihat ekspresinya itu. Dia semakin terlihat imut saat dia sedang marah.

 

”Pergilah…”ucapnya sambil mendorong sepdaku.

 

”Ne..ne..aku pergi..kalau ada apa-apa hubungi aku ya…”pintaku padanya, setidaknya walaupun aku tidak bisa bersamanya saat ini tapi dia akan tetap memberitahuku jika terjadi sesuatu sehingga aku bisa menolongnya.

 

Dia mengangguk mantap dan tersneyum dan aku pun segera melajukan sepedaku. Setelah pulang sekolah aku akan ke rumah sakit menemaninya.

 

 

Changmin POV

 

Hari ini Yoon Yang terlihat aneh sekali, dia tampak sedang berpikir keras, apa karena pertunangan itu? Aku sudah tahu sebenarnya dia tidak pernah setuju akan hal itu.aku menatapnya yang duduk di depanku, dia termenung seperti memikirkan sesuatu, aku memberanikan diriku bertanya padanya.

 

”Yoon Yang-ah..Gwenchanayo?”tanyaku padanya.

 

Dia sedikit tersentak dan langsung menatapku.

 

”Ne…gwenchana…”jawabnya namun tak lama kemudian dia kembali termenung.

 

Yoon Yang-ah, apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu melihatku? Kenapa kau begitu tidak menyukaiku? Aku hanya bisa menatap wajahnya yang sedang termenung.

 

 

”Changmin-ah…aku pulang sendiri saja..aku mau pergi sebentar…”ucapnya begitu aku menghampirinya di kelasnya seperti biasa.

 

”Wae?”tanyaku padanya.

 

”Mianhe…aku mau menjenguk temanku di rumah sakit bersama JeRi..”jawabnya.

 

Terakhir kali dia bilang seperti itu ternyata dia pergi sendirian ke kota, apa sebenarnya yang ada di pikiran gadis ini? Apa sebegitunya dia ingin agar aku menjauhinya? Aku tahu dia pasti berbohong namun dengan menahannya untuk tetap pulang bersamaku hanya akan membuatnya semakin membenciku dan aku tidak mau itu,lebih baik aku mengijinkannya.

 

”Baiklah…aku akan bilang pada ibumu…”ucapku memberikan perkataan yang membuatnya senang, ya aku akan bicara pada ibunya agar saat pulang nanti tidak dimarahi, aku tahu dia selalu dimarahi jika pergi sendiri, dengan begini setidaknya dia bisa lihat aku ingin berbuat baik padanya dan semoga dengan ini dia bisa bersikap lebih baik padaku.

 

”Jeongmal gomawoyo Changmin-ah…”ucapnya sambil memberikan sebuah senyuman tipis, itu cukup bagiku setidaknya dia masih bisa tersenyum karena sikapku.

 

 

Yoon Yang POV

 

Aku mengetuk pintu rumahnya berkali-kali namun tidak ada jawaban,kemana ya gadis itu?apa dia belum pulang?pikirku. aku pun menyerah mengetuk pintu rumahnya, mungkin memang dia sedang tidakada dirumah,ya sudahlah. Aku pun berjalan keluar pagar rumahnya, di depan rumahnya aku bertemu seorang ahjumma, dia memperhatikanku dari atas sampai bawah.

 

”Yong Soon-ah…kau mau ke rumah sakit lagi?”Tanya ahjumm itu.

 

Aku menautkan alisku tidak mengerti,apa maksdunya??oh ya pasti dia mengira aku Yong Soon tapi untuk apa aku ke rumah sakit.

 

”Rumah sakit?”tanyaku.

 

”Ya…kau mau ke rumah sakit lagi..nenekmu sedang sakit kan?”tanya ahjumma itu lagi.

 

Jadi Yong Soon sedang di rumah sakit sekarang karena neneknya sedang sakit. Aku pun hanya menjawabnya dengan anggukan cepat agar tidak dicurigai.

 

”Oh…kalau kau butuh bantuan..hubungi aku ya…”ucap ahjumma itu lagi.

 

”Ne..gomawoyo ahjumma…”jawabku sambil membungkuk.

 

Ahjumma itu pun tersenyum sebelum berjalan pergi. Sepertinya aku harus segera ke rumah sakit sekarang.aku pun segera menuju halte terdekat menaiki bus ke rumah sakit.

 

 

Yong Soon POV

 

”Nenekmu harus segera di operasi…”ucap Dokter Han.

 

Aku hanya menghela nafasku perlahan, operasi? Darimana aku mendaptakn biaya untuk operasi, untuk makan saja sulit.

 

”Ne..sunsaengnim…”jawabku, aku tidak tahu harus menjawab apa, apa aku harus bilang, aku ini orang miskin tidak punya apa-apa, tidak mungkin memangnya dia mengoperasi seseorang tanpa biaya.

 

”Aku butuh kepastiannya dua hari ini…semakin cepat dioperasi akan semakin cepat penyembuhannya…”ucapDokter Han lagi.

 

Lagi-lagi aku hanya bisa menjawab ’Ne’. Aku mohon undur diri dari ruangan dokter Han dan menuju ruang rawat nenekku, nenek masih memejamkan matanya, aku duduk di kursi disamping tempat tidurnya dan mengelus tangannya perlahan.

 

”Aku tidak mau kehilangan nenek…aku takut sendiri nenek..”ucapku dan tanpa terasa air mataku mengalir, aku megusap air mataku dan berusaha menahan tangisku,aku harus kuat,aku kuat. Ucapku pada diriku sendiri.

 

Aku berjalan keluar dari ruang rawat nenekku menuju ruang administrasi, aku ingin menanyakan berapa biaya operasi nenek, aku tidak tahu uang tabunganku cukup atau tidak tapi pasti tidak cukup.

 

”Mwo?!50 juta won?”ucapku mengulang angka yang disebutkan wanita diruang administrasi itu.

 

Darimana aku dapat uang sebanyak itu, Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan, aku berjalan dengan lemas kembali menuju ruang perawatan nenek, apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku harus mencari uang itu seceptanya tapi dimana???

 

 

Yoon Yang POV

 

Aku menghampirinya yang sedang duduk di bangku di depan ruang perawatan neneknya sepertinya, aku sudah mendengar semuanya dan entah kenapa dengan mendengarkan hal tadi aku yakin dia akan menerima tawaranku, apa aku jahat dengan memanfaatkan hal ini? Aku juga kasihan dengannya tapi bagaimana denganku juga, setidaknya hal ini menguntungkan kami berdua juga kan? Aku membantunya membiayai operasi neneknya dan dia membantuku untuk membatalkan rencana pertunangan itu.

 

”Yong Soon-ah…”panggilku padanya yang menundukan kepalanya.

 

Dia mendongak dan terlihat kaget melihat kedatanganku, aku tersenyum padanya.

 

”Yoo Yang-ah…waeyo?”tanyanya padaku.

 

”Boleh aku duduk?”tanyaku padanya.

 

Dia mengangguk, maka aku pun duduk disampingnya. Aku menarik nafas sebelum mengatakan tujuanku kesini.

 

”Nenekmu sedang sakit?”tanyaku.

 

”Ne..”jawabnya.terlihat sekali wajahnya sangat sedih.

 

”Yong Soon-ah…boleh aku minta tolong padamu?”tanyaku langsung, aku menatapnya menunggu reaksinya, sudah kuduga dia akan kaget bagaimana tidak seseorang yang baru dia kenal kemarin sudah berani meminta tolong padanya tapi kalau bukan ini begitu penting aku juga tidak akan meminta tolong padanya.

 

”Tolong apa?”tanyanya.

 

Aku kembali menarik nafasku mempersiapkan mentalku mengatakannya, aku pun mulai menceritakan rencanaku itu dan jelas sekali dia terlihat tidak suka, aku tahu itu tapi apa dia tidak mau melihat neneknya sembuh.

 

”Aku akan membantumu…bagaimana?”tanyaku padanya.

 

Dia masih terdiam seakan berpikir sesuatu, aku masih menunggu jawabannya.

 

”Boleh aku minta waktu berpikir”ucapnya.

 

”Ne..tentu saja tapi tidak bisa lama-lama bukankah dalam dua hari ini nenekmu harus di operasi..”kataku.

 

”Ne…aku akan memberi jawaban padamu secepatnya”ucapnya lagi.

 

Sepertinya dia mulai tertarik dengan penawaranku, mianhe Yong Soon, aku memang terlihat sadis tapi bukankah ini menguntungkan kita bersama?

 

 

Yong Soon POV

 

Apa aku harus menerima tawarannya? Aku memang butuh uang untuk operasi nenek tapi…aku ingin nenek di operasi dan sembuh. Argghh apa yang harus aku lakukan sekarang??apa aku harus menerimanya??aku hanya ingin melihat nenekku sembuh, itu saja!

 

”Kau sudah makan?”tanya Kyu yang tiba-tiba sudah ada disampingku sambil memberikan segelas teh hangat.

 

Aku mendongak dan tersenyum padanya sembari mengambil gelas itu.

 

”Belum”jawabku atas pertanyaannya tadi.

 

”Ayo makan dulu..jangan sampai kau yang sakit…”ucapnya kemudian menarik tanganku untuk pergi ke kantin rumah sakit.

 

”Kau mau makan apa?”tanyanya begitu kami sudah sampai disana.

 

”Terserah kau saja”jawabku singkat pikiranku masih berkelana ketempat lain, memikirkan apakah sebaiknya aku menerima tawaran Yoon Yang itu atau sebaiknya aku meminta pendapat Kyu dulu, setidaknya aku harus memberitahunya mengenai hal ini, dia satu-satunya sahabatku.

 

 

Begitu selesai makan malam, aku mulai menceritakan kejadiaan tadi siang pada Kyu, dia sangat terkejut dan terlihat tidak percaya.

”Kau menerimanya?”tanyanya.

 

”Molla…sepertinya iya”jawabku lirih,aku tidak tahu apalagi yang harus kujawab karena sepertinya aku memang akan menerima penawaran itu.

 

”Apa tidak ada orang lain yang bisa membantumu? Kenapa kau tidak minta tolong padaku?”tanyanya dengan nada sinis, aku tahu dia pasti tidak setuju akan hali itu tapi aku juga tidak punya pilihan lain, aku tidak mau membebaninya, selama ini dia sudah begitu baik padaku dan rasanya terlalu berlebihan kalau aku meminta tolong padanya lagi.

 

”Aku tidak mau merepotkanmu Kyu..”jawabku.

 

Dia berdiri dari duduknya.

 

”Terserah padamu…kalaupun aku bilang aku tidak suka kau akan tetap melakukannya kan…”ucapnya kemudian berjalan meninggalkanku masuk ke dalam rumah sakit.

 

Aku menghela nafas perlahan, apa dia marah?mianhe Kyu..aku hanya tidak ingin merepotkanmu…

 

Baiklah aku akan melakukannya..

Advertisements

3 thoughts on “FF: One and The Same 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s