FF: One and The Same 4

Part 4

 

Yoon Yang POV

Aku masih memikirkan kata-kata Kyuhyun tadi, ada orang yang begitu mirip denganku, sangat mirip malah tapi aku kan tidak punya saudara kembar, aku anak tunggal. Aku jadi penasaran semirip apa dia denganku? Entah kenapa hal ini begitu aku pikirkan padahalkan didunia ini tentu saja ada orang yang wajahnya mirip satu sama lain tapi kata-kata Kyuhyun tadi yang bilang kami itu sama bukan lagi mirip membuatku penasaran seperti apa Yong Soon itu.

“Agassi…”panggil seseorang masuk ke kamarku dan ternyata itu Immoku, dia tersenyum padaku dan berjalan menghampiriku yang sedang duduk di balkon kamar memandangi langit malam hari.

Dia duduk disampingku dan seperti sebuah kebiasaan aku akan menyenderkan kepalaku di bahunya, terkadang aku berpikir aku lebih dekat dengan immoku dibanding dengan ibuku sendiri.

“Ada yang sedang kau pikirkan?”tanya immoku sepertinya dia sekarang sudah bisa membaca pikiran orang.

“Apa namja itu lagi?”tanya immoku langsung.

“Ah immo…anni bukan dia walaupun ada sebagian tentang namja itu…oh ya immo sekarang aku sudah tahu namanya…”seruku mulai bercerita.

“Wah…chukkae agassi…apa kau benar-benar menyukainya?”tanya immoku lagi.

“Molla…”jawabku sedikit tidak yakin, aku memang menyukainya tapi saat aku melihatnya begitu dekat dengan gadis yang katanya sangat mirip denganku itu, hatiku kecewa.

“Wae?”tanyanya.

Aku menggeleng tidak menjawabnya.

“Gwenchana immo…aku hanya belum yakin…”jawabku sambil tersenyum, lalu terbersit dalam benakku untuk bertanya mengenai kembaranku itu, apa benar aku punya saudara kembar atau tidak?

“Immo…apa aku punya saudara?”tanyaku langsung.

Immoku terkejut begitu aku bertanya hal seperti itu, aku terus memperhatikannya menunggunya menjawab pertanyaanku.

“Kau ini anak tunggal…masa kau punya saudara..”jawab immoku pada akhirnya.

Ah iya..aku kan anak tunggal, aissh kenapa aku malah bertanya seperti itu? gara-gara Kyuhyun bertanya seperti itu membuatku berpikiran yang aneh-aneh, bahkan gadis itu saja belum pernah aku lihat, belum tentu dia sangat mirip denganku. Apa sebaiknya aku cari tahu. Aigoo, kenapa aku begitu penasaran sekali dengan identitas gadis itu? tapi dimana aku bisa menemukannya?

 

Yong Soon POV

“Aku pulang…”seruku begitu masuk ke dalam rumah, ternyata rumah masih sangat sepi, sendirian lagi.

Aku berjalan menuju kamarku dan menaruh tasku di atas meja, lalu merebahkan tubuhku di atas tempat tidurku menatap langit-langit kamarku. Aku kembali teringat dengan percakapanku tadi bersama Kyu, kenapa dia bertanya seperti itu, aku punya saudara kembara? Shiruh!aku kan anak tunggal. Memangnya semirip apa sih gadis itu denganku sampai Kyu saja tertukar. Aisshh, kenapa aku malah memikirkannya? Bisa saja kan ada orang yang mirip denganmu di dunia yang begitu luas ini, hal wajar menurutku tapi kenapa aku malah terus memikirkannya semirip apa dia denganku?

TUKK

Aku mendengar jendela kamarku seperti dilempar sesuatu, aku langsung bangkit dari tempat tidurku, perasaanku mulai tidak enak, aisshh ottohke?? Bagaimana kalau itu adalah orang jahat? Pikirku, Tuhan selamatkan aku! Pintaku.

Harusnya tadi aku ke rumah Kyu saja agar tidak sendirian, aku paling takut sendirian.

TUKK

Kembali jendela kamarku dilempar sesuatu, siapa itu? apa yang harus aku lakukan? Kabur keluar rumah? Nanti orang itu menangkapku. Aku kan tidak punya apa-apa kenapa dia masih mau mencuri juga dirumahku. Mungkin lebih baik aku menelpon Kyu tapi kalau dia lihat aku menelepon seseorang dan dia langsung masuk ke dalam rumah membawa pisau dan membunuhku bagaiamana? Anni aku belum mau mati!

Aisshh, kenapa aku jadi panik begini Yong Soon, siapa tahu itu hanya angin saja bukan orang jahat. Ya, tenang Yong Soon, aku harus berani untuk melihat daripada diam saja dan pikiranku semakin memikirkan yang tidak-tidak lebih baik aku melihat apa itu.

Aku pun berjalan menuju jendela kamarku dan membukanya, memberanikan diriku mengeluarkan kepalaku dan mengedarkan pandanganku mencari sesuatu yang membutaku yakin kalau tadi hanya perbuata angin atau semacamnyalah yang membuatku tenang dan tidak berpikiran macam-macam.

“Ya!lama sekali kau membuka jendelamu…aku sudah mengetuk pintu rumahmu berkali-kali…kau tidur, hah!”seru sebuah suara yang membuatku merasa lega, pikiranku memang sudah kacau sampai memiliki khayalan seperti itu tentu saja tidak ada apa-apa.

“Kyuhyun-ah..”seruku begitu lega melihatnya disamping rumahku.

“Buka pintumu..”serunya lagi.

Aku pun segera berjalan menuju pintu rumah dan melihatnya sudah berdiri di depan rumahku.

“Ada apa?”tanyaku begitu dia masuk ke dalam rumah.

“Memangnya harus ada alasan kalau aku mau ke rumahmu…”ucapnya dan kemudian duduk di ruang tengahku.

Aku kemudian mengikutinya dan duduk disampingnya, aneh sekali dia, ada apa dia ke rumahku sore hari seperti ini, biasanya juga tidak pernah.

“Kyuhyun-ah…ada urusan apa sih?”tanyaku lagi masih penasaran kenapa dia ke rumahku.

“Kau sendirian kan..”serunya dan kemudian mulai mengganti-ganti channel TV.

Aisshh, orang ini menyebalkan sekali, aku kan sedang bertanya padanya kenapa dia malah seperti itu jawabanya.

“Ya!Cho Kyuhyun!ada apa kau kerumahku?!”tanyaku dengan nada sedikit kesal karena daritadi dia tidak menjawab pertanyaanku.

Dia berbalik menghadapaku dan tiba-tiba menyentil dahiku dengan tangannya.

“Menemanimu, bodoh!”serunya.

Aku sudah bersiap marah karena dia sudah mengataiku bodoh, namun tiba-tiba aku terdiam, dia kesini hanya untuk menemaniku, maksudku bukan aku yang memintanya menemaniku kali ini tapi dia sendiri yang datang untuk menemaniku. Kenapa kau begitu baik padaku Kyuhyun-ah?

“Gumawo..Kyuhyun-ah..”seruku kemudian langsung memeluknya, dia terkejut dengan perlakukanku dan kemudian melepaskan pelukanku.

“Ne…ne…aku tahu kau paling tidak bisa sendirian pasti tadi kau sudah berpikiran macam-macam…makanya kalau tidak bisa sendiri kenapa tadi aku suruh ke rumah tidak mau…”serunya sambil mengacak-acak rambutku.

“Ya!Kyuhyun-ah…rambutku berantakan tau..”seruku padanya sambil membereskan tatanan rambutku.

Kyuhyun terkekeh pelan, aku mendelik padanya.

“Sejak kapan seorang Choi Yong Soon memperhatikan rambutnya..”seru Kyuhyun kemudian terkekeh lagi.

Aku mengembungkan pipiku kesal, memangnya kenapa dengan memperhatikan rambutmu sendiri.

“Oh ya ahjumma mengajakmu untuk makan malam dirumah…nenek belum pulang kan?nanti disana saja dulu sampai nenek pulang…”serunya.

Aku pun mengangguk dan kemudian suasana menjadi hening, kenapa suasananya jadi seperti ini, akhir-akhir ini suasana seperti ini sering terjadi padahal bisanya kami tidak pernah secanggung ini. Aku memperhatikannya yang disampingku sedang asyik menonton TV.

 

Kyu POV

Aku memperhatikan kamarnya dari jauh, masih menyala, dia belum tidur rupanya. aku tersenyum mengingat betapa ketakutannya dia tadi saat aku mengetuk jendelanya, dia itu masih sama seperti dulu, takut jika sendirian. Aku jadi ingat saat itu aku ingin mengerjainya dengan meninggalkannya di taman saat sore hari dan hasilnya dia malah menangis dan sangat ketakutan.

Flashback…

“Kyuhyun-ah..kau dimana?”seru Yong Soon masih berjalan mengitari taman yang sudah mulai sepi, aku memperhatikannya dari balik pohon tidak jauh darisitu, niatku tidak benar-benar meninggalkannya hanya ingin mengerjainya saja.

“Kyuhyun-ah…”ucapnya lagi, aku berusaha menahan tawaku melihatnya yang masih mengedarkan pandangannya mencariku. Namun tiba-tiba dia terduduk ke tanah dan menelungkupkan wajahnya diantara kedua kakinya dan aku mendengarnya mulai terisak.

“Kyuhyun-ah..kau dimana? Aku takut…hiks…hiks…Kyuhyun-ah….”ucapnya disela-sela tangisannya.

Aku melihatnay yang terus menangis dan membuatku tidak tega maka aku pun keluar dari persembunyianku dan berjalan menghampirinya.

“Yong Soon-ah…”panggilku.

Dia mendongak dengan wajah yang penuh air mata dan langsung memelukku.

“Kyuhyun-ah…aku takut…aku takut…hiks..hiks…jangan tinggalkan aku sendiri…aku takut sendirian…”serunya sambil terus memelukku.

Flashback end…

Sejak saat itu aku tahu dia tidak bisa sendirian terkadang dia akan sangat ketakutan terutama jika tidak ada siapa-siapa disekitarnya. Dia masih sama seperti Yong Soon-ku yang dulu tapi kenapa dia tidak mengenaliku, padahal aku masih ingat apa kebiasaannya dan apa yang dia suka dan tidak suka, aku tahu itu sedangkan dia meski aku sudah menunjukkan padanya tetap saja dia tidak pernah menganggapnya mengenaliku, apa dia lupa tentangku?

 

Yoon Yang POV

Aku akan mencari tahu soal gadis itu tapi darimana ya? Aku mengingat dimana pertama kali aku bertemu dengan Kyuhyun, di jalan disekitar pertokoan yang padat, sepertinya Kyu saat itu sedang mencari gadis itu disana tapi bagaimana mencarinya? Siapa tahu dia tidak kesana lagi tapi lebih baik dicoba, siapa tahu aku beruntung bertemu dengan gadis itu.

Aku memasukan bukuku dengan terburu-buru ke dalam tas begitu bel berbunyi karena aku ingin segera mencari tahu, aku begitu penasaran dengannya.

“Yoon Yang-ah…kenapa buru-buru sekali?”tanya Je Ri temanku.

“Mau kabur dari Changmin..”ucapku singkat dan langsung berlari keluar kelas sambil menyampirkan tasku.

Aku berjalan cepat melewati setiap koridor, aku tidak mau Changmin melihatku sebelum aku keluar sekolah pasti nanti dia akan menyuruhku untuk pulang bersamanya, karena jalanku yang terburu-buru tanpa sadar aku menabrakan seseorang.

“Ah..jeongmal mianhe….”ucapku pada orang yang kutabrak dan aku pun langsung berjalan kembali.

“Yong Soon-ssi?”seru orang yang tadi kutabrak membuatku berhenti dan menoleh kebelakang kembali, aku mendapati seorang namja memperhatikanku dari atas sampai bawah, dia punya wajah aegyo membuatnya tampak sangat imut.

Aku merasa sedikit risih dengan caranya memperhatikanku.

“Ah bukan…”ucapnya kemudian langsung berjalan kembali.

Namja aneh, pikirku. Kenapa dia seperti itu? tunggu, tadi dia memanggilku dengan Yong Soon? Apa itu Yong Soon yang Kyuhyun ceritakan? Apa namja itu mengenal Yong Soon? Aisshh kenapa aku tidak bertanya padanya, sepertinya dia murid baru disini, tapi apa mungkin yang dia kenal itu Yong Soon yang Kyuhyun bilang mirip denganku? Tapi tadi namja itu langsung tahu kalau aku bukan Yong Soon meski awalnya dia memanggilku Yong Soon, yah mungkin bukan Yong Soon itu. sudahlah, aku harus segera keluar dari sekolah ini.

Aku segera berjalan ke halte terdekat, semoga Changmin tidak melihatku. Aku pun menaiki bisa menuju tempat itu.

Sesampainya disana aku berjalan sepanjang pertokoan itu, siapa tahu aku menemukan gadis itu meski kemungkinannya sangat kecil, lebih baik bertanya pada Kyuhyun tapi bodohnya aku tidak meminta nomor teleponnya. Ya sudah untung-untungan kalau begitu. Sambil berjalan aku terus mengedarkan pandanganku namun hasilnya nihil, sudah jelas hal yang sulit mencarinya seperti ini, aku saja yang babo. Sudahlah untuk apa aku begitu memikirkan hal itu mungkin saja dia memang mirip dan tidak memiliki hubungan apa-apa denganku.

Aku melihat jam tanganku sudah menunjukan pukul 5 sore sebaiknya aku pulang sebelum ibu mencariku, aku mencari handphoneku dan mengkatifkannya, sejak tadi aku segaja menonaktifkan handphoneku agar tidak ada yang menelponku terutama Changmin, aku yakin dia pasti sudah cemas setengah mati karena aku belum juga pulang. Aku melihat ada belasan sms masuk yang semuanya dari Changmin yang menanyakan keberadaanku, sok perhatian sekali dia. Lebih baik aku matikan saja biar dia tidak bisa menghubungiku.

 

Yong Soon POV

“Yong Soon-ssi…”seru sebuah suara membuatku menoleh ke samping dan mendapati seorang namja tersenyum padaku, aku menyipitkan mataku mengamatai namja ini, apa aku pernah mengenalnya?

Dia berjalan menghampiriku dan berdiri tepat disampingku yang sedang menunggu Kyu menjemputku.

“Ah benar ternyata kau Yong Soon….annyeong…”ucapnya padaku sambil tersenyum.

“Ne…annyeong..”balasku, siapa namja ini? Pikirku. Rasanya aku tidak mengenalnya.

Aku menatapnya dengan tatapan bingung.

“Kau lupa padaku?”tanyanya padaku dan langsung saja kujawab dengan anggukan kepala, dia terkekeh pelan.

“Aku orang yang hampir menabrakmu waktu itu..kau lupa?”tanyanya padaku sambil memeringkan kepalanya untuk menatapku lebih jelas.

Aku berpikir sejenak, kapan aku pernah hampir tertaabrak, 15 detik aku butuh waktu untuk berpikir sampai aku ingat. Ah ya waktu itu saat aku mau menyebrang jalan ada sebuah mobil yang hampir menabrakku dan aku ingat saat itu aku memarahi si pengendara mobil itu sampai semua orang berkumpul memperhatikan kami, ya orang ini adalah pengendara mobil itu namanya Ki..Kibum…itu namanya.

“Kibum-ssi?”seruku pada akhirnya dan aku bisa melihatnya tersenyum melihatku sudah mengingatnya.

“Ah ne..kau Kibum-ssi yang waktu itu…”seruku menyakinkan sekali lagi.

“Ne..panggil saja aku Key…”ucapnya lagi.

“Ah arasso…”seruku.

“Sedang apa kau disini?”tanya Key padaku.

“Aku mau pulang….”jawabku.

“Ayo aku antar…”seru Key kemudian langsung menarik tanganku.

Aku hanya bisa mengikutinya karena sekarang dia menarik tanganku menuju mobilnya. Aisshh, Kyu kan mau menjemputku.

Yoon Yang POV

Itu…itu orangnya! Seruku begitu melihat seorang gadis yang sangat mirip dengannya bukan mirip lagi tapi sama, semuanya sama, bentuk wajah, mata bahkan tinggi pun sama. Omo, dia sangat mirip denganku?! Bagaimana bisa? Aku terpaku melihatnya yang sedang menunggu sesuatu, benar apa kata Kyuhyun dia sangat mirip bahkan sama denganku, apa ada kebetulan seperti ini?

Aku masih terus memperhatikan gadis itu, dari segimanapun dia sangat mirip denganku, tak lama kemudian seorang namja menghampirinya. Jamkaman, itukan namja yang tadi aku tabrak di sekolah, benar ternyata dia kenal dengan Yong Soon. Namja itu tiba-tiba menarik tangan Yong Soon dan membawanya pergi. Aku pun menyebrang jalan dan berlari mengejaranya namun saat aku melihatnya naik mobil bersama namja itu, aku berhenti berlari. Aisshh, padahal aku ingin bertemu dengan gadis itu. bagaimana ini?

“Yoon Yang-ssi?”tanya seorang namja dari belakang.

Aku menoleh dan mendapati Kyuhyun dengan sepedanya mengamatiku, sepertinya dia ingin memastikan aku bukan Yong Soon.

“Ne..Kyuhyun-ssi…”ucapku.

“Ah ne…”serunya sambil tersenyum.

“Sedang apa kau disini?”tanyanya.

“Kau tahu rumah Yong Soon?antarkan aku kesana….”seruku kemudian langsung naik ke belakang sepedanya. Kyuhyun hanya diam.

“Ya!antarkan aku kesana…palli…”seruku menyuruhnya.

Tiba-tiba dia tertawa.

“Wae?”tanyaku tidak suka melihatnya tertawa seakan mengejekku.

“Ternyata bukan wajah saja yang sama..sifat juga sama…apa memang sudah kebiasaan kalian untuk membentak…”seru Kyuhyun kemudian tertawa lagi.

“Kyuhyun-ssi!”seruku sedikit membentaknya.

Dia pun kemudian melajukan sepedanya namun karena aku tidak siap aku hampir jatuh dan aku pun segera memeluk pinggangnya dengan kedua tanganku. Dia sedikit terkejut saat aku melakukannya namun kemudian dia sudah bisa terbiasa, sekarang aku yang tidak biasa, aku yakin sekarang jatungku sudah berdetak ribuan kali lebih cepat dari biasanya dan aku juga yakin mukaku sudah memerah seperti kepiting rebus. Omo, apa benar aku menyukai namja ini?

 

“Sudah sampai…”serunya.

Aku pun kemudian turun dan melihat rumah yang sangat sederhan, jadi disini dia tinggal. Kyuhyun langsung berjalan masuk ke dalam rumah, aku mengikutinya di belakang. Kyuhyun mengetuk pintu rumah namun tidak ada jawaban.

“Aku pikir dia sudah pulang…”gumam Kyu.

“Tadi aku melihatnya diantar seorang namja….”ucapku.

Seketika itu juga aku langsung melihat perubahan wajah Kyuhyun, dia terlihat kecewa atau lebih tepatnya cemburu, apa Kyuhyun menyukai Yong Soon? Entah kenapa aku merasakan rasa sakit dalam hatiku melihat ekpresinya ketika aku mengatakan kalau Yong Soon diantar seorang namja.

“Oh..kau mau menunggu?”tanyanya.

“Ne…”jawabku singkat.

Kyuhyun kemudian duduk di depan pintu menatap jalanan, dia sepertinya benar-benar menyukai Yong Soon dan aku tidak suka itu.

“Ada apa kau kemari?mau bertemu kembaranmu?”tanya Kyuhyun sambil tersenyum padaku.

“Kembaran? Enthalah…kenapa aku bisa sangat mirip dengannya ya? Padahal aku tidak punya saudara kembar…aku hanya penasaran dengannya saja…dia tinggal sendiri?”tanyaku pada Kyuhyun dan berjalan duduk disampingnya.

“Anni….dia tinggal dengan neneknya…orang tuanya sudah meninggal…”ucap Kyu.

“Ceritakan aku tentang Yong Soon..”pintaku padanya.

Dia menoleh ke arahku dan menatapku seakan tidak percaya, aku juga tidak percaya pada apa yang aku katakan padanya, aku memintanya menceritakan seseorang yang belum aku kenal sama sekali dan hanya karena dia mirip denganku. Aisshh, kenapa aku begitu penasaran dengan gadis yang mirip denganku itu. Kyuhyun pun akhirnya menceritakan tentang Yong Soon padaku.

 

 

Yong Soon POV

“Gumawo Key-ssi…kau telah mengantarkanku kesini…”ucapku padanya.

“Ne..gwenchana..panggil saja aku Key..aku kan seumuran denganmu..oh ya nenekmu tidak apa-apakan?”tanya Key dan aku hanya mengangguk.

Tadi saat Key mengantarkanku pulang, aku mendapat telepon dari bibi tempat nenek bekerja yang bilang bahwa nenek pingsan dan sudah dibawa ke rumah sakit, maka aku pun segera kemari, untunglah kata dokter nenek hanya kecapekan saja.

“Terima kasih sudah membantuku…”ucapku lagi padanya.

“Sudahlah Yong Soon-ah..anggap saja aku membalas kebaikanmu dulu…”ucapnya lagi dan aku hanya mengangguk.

 

Kata dokter hari ini nenek sebaiknya menginap di rumah sakit untuk benar-benar memulihkan kondisinya, untung aku masih punya tabungan dari hasil kerja part timeku selama ini, setidaknya aku tidak perlu menggunakan uang nenek.

Aku masuk ke ruangan nenek dirawat, dia sedang tertidur, kasihan nenek, selama ini sudah cukup menjagaku kini gilirankulah untuk menjaganya. Aku mengusap tangannya perlahan dan kemudian mencium keningnya setelah itu aku pun keluar, aku berniat pulang sebentar sampai aku melihat Key masih duduk di depan ruang rawat, aku pikir dia sudah pulang tadi.

“Key…kenapa masih disini?”tanyaku padanya.

“Tidak apa-apa..mungkin kau butuh ditemani…kau mau pergi?”tanya Key.

“Ne..aku mau pulang sebentar….”ucapku.

“Ayo aku antar…”serunya lagi.

Aku menggelang namun kemudian dia berjalan menghampiriku dan mengenggam tanganku, dia menatapku langsung ke dalam mataku.

“Kau sudah pernah menolongku sekarang giliranku menolongmu…”ucapnya.

 

Akhirnya Key mengantarkanku sampai ke rumah, sebenarnya sangat tidak enak merepotkannya seperti ini tapi dia memaksaku. Begitu sampai di depan rumah aku melihat sepeda Kyuhyun di depan, apa dia kesini tadi? Aigoo aku lupa bilang padanya, aisshh pasti dia marah padaku. Aku pun turun dari mobil dan diikuti oleh Key. Aku melihat Kyuhyun sedang duduk dengan seorang gadis yang sedang menunduk. Entah kenapa aku sedikit kesal melihatnya.Aku melihat Kyuhyun terkejut melihatku dan matanya beralih pada Key disampingku dan seketika itu juga aku bisa melihat wajahnya menunjukan ketidaksukaannya. Gadis disamping Kyu mendongak dan saat itu juga aku hanya bisa membelalakan mataku melihat diriku sendiri? Anni dia sangat mirip denganku? Aku seperti bercermin? Kenapa dia bisa mirip denganku.

“Noe…”tunjukku pada gadis itu begitupun juga dia.

Ada apa dengan ini semua? Dia bukan hanya mirip tapi sama?!

 

Advertisements

3 thoughts on “FF: One and The Same 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s