FF: One and The Same 3

Part 3

 

Kyu POV

“Yong Soon-ah…kenapa kau ada disini?”tanyaku pada gadis di depanku ini.

Aku jadi bingung kenapa Yong Soon ada disini bukankah dia sedang menungguku di depan resturan lalu kenapa di sudah ada disini? Dan sikapnya sangat aneh sekali seakan tidak mengenalku, dia mentapku dengan tatapan bingung.

”Aku?”tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri. Kenapa dia? Benar-benar aneh sekali, aku kan memang sedang bicara dengannya kenapa dia malah bertanya seperti itu? Apa dia benar Yong Soon, aku mengamatinya dari atas sampai bawah, iya dia Yong Soon, masa aku lupa dengan wajahnya, tidak mungkin tapi tunggu dulu kenapa dia pakai seragam sekolah lain? Aisshh aku jadi bingung. Apa aku salah orang ya? Aku mengamati wajah gadis ini dan ya dia Yong Soon tapi kenapa sergamnya berubah seperti itu dan Yong Soon tidak pernah menggerai rambutnya selalu menutupnya dengan topi tapi sekarang dia tidak memakai topi. Apa aku memang salah orang ya?

Gadis di depanku masih menatapku dengan pandangan bingung.

”Yong Soon-ah…”panggilku lagi namun dia kembali menatapku bingung.

Ada apa ini?

Tiba-tiba seorang namja datang menghampiri gadis yang aku duga Yong Soon.

”Ibumu mencarimu….kau tidak bilang kau pergi…”ucap namja itu pada gadis yang seperti Yong Soon ini.

”Changmin-ah…”seru gadis itu memangil namja tadi.

”Ayo pulang..”serunya sambil menarik tangan gadis itu untuk pergi dan gadis itu hanya menurut saja. Aku masih terpaku di tempatku, masih bingung dengan apa yang barusan aku lihat, ada orang yang begitu mirip dengan Yong Soon atau memang itu Yong Soon, ah aku bingung!seruku sambil mengecak-acak rambutku.

Aku melihat gadis itu menoleh ke belakang melihatku dan tersenyum simpul. Kenapa dia?

 

 

 

Yong Soon POV

Aisshh, kemana dia? Aku terus melihat ke sebelah kiri menunggu orang itu datang, aku terus melihatnya namun dia tidak muncul-muncul juga, sudah tahu aku paling benci jika di suruh menunggu dan dia tahu itu tapi kenapa sekarang dia malah membuatku menunggu.

“Menunggu seseorang?”Tanya sebuah suara membuatku kaget dan langsung menoleh.

”Ah..sunbae…ne…”jawabku sambil tersenyum pada Wookie sunbae yang ternyata sedang berdiri di sampingku.

”Sunbae belum pulang?”tanyaku padanya.

”Memastikan seseorang pulang dulu..”ucapnya kembali tersenyum padaku.

Aku tidak mengerti apa yang Wookie sunbae ucapkan namun aku hanya mengagguk saja dan kemudian aku malah mendengarnya tertawa.

”Waeyo sunbae?”tanyaku padanya, heran kenapa tiba-tiba dia tertawa.

”Anieyo…apa kau menunggu namjchingumu?”tanyanya kini dengan wajah yang serius.

”Anni…aku menunggu temanku…..”jawabku dan dia pun tersenyum. Aneh sekali dia ini.

Aku terus melihat ke arah menunggu namja bodoh itu muncul. Tidak ada juga. Aku menghela nafas perlahan.

”Mau kuantar?”tawar Wookie sunbae.

Aku segera menggeleng, aku tidak mau merepotkan dia, lagipula aku sudah janji dengan Kyuhyun, aku tidak mungkin mengingkari janjiku hany karena di telt, kecuali dia yang bilang kalau tidak jadi menjemputku tapi kalau sampai dia bilang seperti itu, akan kubunuh kau Cho Kyuhyun.

“Tidak perlu sunbae..nanti merepotkanmu…akan kutunggu saja temanku…”ucapku sambil tersenyum.

“Kenapa kau masih saja memanggilku sunbae…rasanya terlalu formal…panggil saja aku Oppa…”serunya dengan senyuman yang sangat manis. Aigoo, sunbaeku ini wajahnya memang imut seperti anak kecil apalgi jika sudah tersenyum.

”Ah…ne…Oppa..”jawabku agak sedikit sulit mengucapkannya karena jujur aku belum pernh memanggil Oppa pada siapapun karena memang aku tidak mempunyai kakak laki-laki.

Kemudian aku melihat Kyu dan sepedanya menuju ke arahku dan berhenti tepat di depanku. Dia melirik ke sebelahku menatap Wookie Oppa dengan pandangan menyelidik, kenapa anak ini?

”Ayo pulang…”ucapnya tiba-tiba menjadi dingin.

Aku melirik ke arah Wookie Oppa yang masih bertatapan dengan Kyu.

”Oppa…aku duluan ya…”seruku padanya sambil tersenyum dan kemudian dia membalas senyumku sambil melambaikan tangannya.

”Hati-hati….”ucap Wookie Oppa.

Aku pun segera naik ke atas sepeda Kyuhyun dan dia pun mulai menjalankan sepedanya.

”Oppa…apa-apaan itu…”ucapnya.

Kenapa lagi dengan anak ini, marah-marah tidak jelas, harusnya kan aku yang marah kenapa malah dia. Aishh, menyebalkan sekali dia, memang apa salahnya aku memanggil Wookie Oppa dengan menggunakan panggilan Oppa, toh dia memang lebih tua daripada aku.

 

Yoon Yang POV

Kenapa aku terus saja memikirkn namja itu ya? aku duduk di balkon kamarku mentp langit sore yang sangat indah. Entah kenapa sejak tadi aku terus memikirkan namja yang tadi bertabrakan denganku, kenapa wajahnya selalu aku ingat dan betapa bodohnya aku saat itu yang tersenyum padanya. Aisshh, kenapa aku ini?

Tapi kenapa dia memangilku dengan..apa ya tadi dia memangilku, aku lupa. Ah sudahlah tidak penting. Selalu saja wajahnya yang ada di pikiranku, saat dia mentapku khawtir dan wajah bingungnya ketika melihatku. Apa yang terjadi padaku? Apa ini yang namanya cinta pada pandangan pertma. Andwe! Tidak mungkin aku menyukai namja itu. Anni, tidak boleh!

Aku memang belum pernah merasakan rasanya jatuh cinta apa ini rasanya jatuh cinta?

”Agasshi…”seru Immoku yang sudah masuk ke dalam kamarku dan berjalan menghampiriku.

”Immo…”ucapku begitu dia duduk disampingku dan tersenyum padanya.

”Wah…hari ini agasshi senang sekali…apa karena Changmin?”tanya Immoku.

Wajahku langsung berubah begitu mendengar namanya disebut, kenapa harus selalu dia?

”Ara…bukan dia..lalu siapa?”tanya Immoku sambil membelai rambutku.

Entah kenapa mukaku menjadi merah dan aku pun mengalihkan pandanganku ke arah lain takut Immoku melihatnya.

”Ah..pasti ada sesuatu…ceritakan padaku…”serunya sambil menarik wajahku untuk menatapnya.

Aku menatapnya dan tersenyum.

”Immo apa kau pernah jatuh cinta pada pandangan pertama?”tanyaku malu-malu.

Aku mendengar Immoku malah tertawa, aku memukul bahunya pelan, tidak suka dengan tanggapannya yang seperti itu.

”Mianhe…agasshi…jadi gara-gara ini…siapa laki-laki itu? Kau sudah berkenalan dengannya?”serunya.

”Aisshh…Immo aku kan bertanya apa kau pernah merasakannya atau tidak…aku tidak tahu namanya Immo tapi akan aku cari tahu…”ucapku dengan semangat sementara Immoku hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum padaku.

”Sudah mulai jatuh cinta…”ucapnya sambil memelukku.

Apa benar perasaan yang aku rasakan pada namja itu? Tapi apa benar ada cinta pada pandangan pertama? Kalau tidak kenapa aku terus memikirkan namja itu. Aisshh, Ottohke?? Apa yang terjadi padaku???

 

Yong Soon POV

Aku benar-benar pusing dengan semua soal ini, ahh pusing. Aku memegang kepalaku karena benar-benar pusing mengerjakan semua soal ini.

”Ya!baru segini saja sudah nyerah”ucap Kyu yang sedang memperhtikanku.

Aku mendengus kesal, aku benar-benar tidak mengerti kenapa dia terus memaksaku agar mengerti sih, kenapa tidak dia berikan bukunya saja untuk aku lihat. Teganya dia padaku!

”Aku benar-benar tidak mengerti Kyu..berikan saja bukumu…ayolah…”pintaku dengan wajah memelas berharap dia akan memberikan bukunya sehingga aku tidak perlu mencari jawaban PR ini.

”Andwe!”jawabnya tegas.

”Jebal..Kyuhyun-ah!”seruku sambil memasang puppy eyesku namun dia tetap saja tidak mau. Aisshh, sejak tadi dia memang sudah aneh sekali. Selalu bersikap dingin, ada apa sih dengannya?

Tiba-tiba pintu rumahku terbuka, itu pasti halmoni. Aku segera menyambut halmoni.

”Halmoni…”ucapku begitu melihat halmoniku masuk dan tersenyum padaku namun wajahnya pucat sekali.

Aku segera membantu halmoni berjalan dan mendudukannya di kursi.

”Halmoni..gwenchanayo? aku kan sudah bilang halmoni sudah tidak usah bekerja lagi…”ucapku padanya dengan pandangan cemas melihat kondisinya.

”Aku baik-baik saja Yong Soon-ah…”ucap halmoniku berusaha tersenyum namun aku tahu itu senyum yang dipaksakan.

”Pokoknya besok halmoni tidak boleh keluar rumah…aku akan menjaga halmoni…”ucapku padanya namun lagi-lagi halmoniku menggeleng.

”Kau harus pergi sekolah…jangan membolos hanya karena aku…”ucap halmoniku dengan tegas dan aku hanya bisa menghela nafas, nenekku ini memang snagat keras kepala padahal aku sangat mengkhawatirkannya.

”Arasso..aku ambil teh dulu ya…”ucapku padanya dan kemudian pergi ke dapur membuatkan teh untuk nenekku.

 

Kyu POV

Yong Soon segera berlari menyambut neneknya ke depan pintu, dia begitu sayang pada neneknya yang membesarkannya selama ini bahkan hal itu membuatnya lupa bahwa dia pernah memiliki orang tua. Aku tahu Yong Soon sejak kecil dan aku tahu pasti bagaimana perasaannya saat di tinggal oleh kedua orang tuanya di usianya yang masih sangat kecil.

Aku mendengar Yong Soon memaksa neneknya untuk tidak bekerja lagi namun sepertinya neneknya membantahnya kemudian aku melihat Yong Soon menuju dapur, aku pun segera beranjak menghampiri nenek Yong Soon yang sudah aku anggap nenekku sendiri.

”Annyeonghaseyo Halmoni….”seruku pada nenek yang sedang duduk, aku tersenyum padanya.

”Kyuhyun-ah…kau sedang disini…duduklah kemari…”seru halmoni menyuruhku duduk disampingnya, kemudian aku pun duduk disampingnya.

”Halmoni baik-baik saja?”tanyaku padanya khawatir melihat kondisinya.

”Ne…aku baik-baik saja…kenapa kalian berdua ini begitu mengkhawatirkanku padahal aku baik-baik saja…”seru halmoni sambil tertawa pelan.

”Kyuhyun-ah…kau menyukai Yong Soon?”Tanya halmoni tiba-tiba membuatku kaget dan hanya bisa terdia, tidak tahu harus menjawab apa.

Aku mendengar halmoni terkekeh pelan.

”Aigoo, kalian ini lucu sekali…kau malu mengakui bahwa kau menyukainya sama seperti anak itu…”ucap halmoni membuatku langsung menoleh padanya.

”Mwo? Maksud nenek?”tanyaku tidak mengerti dengan perkataannya, lagi-lagi dia terkekeh pelan.

”Ya!kalian ini sama-sama saling menyukai tapi malu-malu mengakuinya…lucu sekali…”ucap halmoni lagi.

Benarkah Yong Soon juga menyukaiku? Entah kenapa aku menjadi senang mendengar perkataan nenek, aku jadi ingat perkataan Hyo Jin waktu itu, dia bilang Yong Soon cemburu melihatku sehingga dia langsung pergi seperti itu, kalau dia cemburu berarti dia menyukaiku tapi aku masih sedikit kesal kenapa dia memanggil Wookie hyung dengan sebutan Oppa.

”Kyuhyun-ah…”panggil halmoni lagi.

”Ne…”jawabku.

Dia menoleh padaku dan menatapku.

”Kalau kau benar-benar mencintainya….tolong jaga Yong Soon ya…dia tidak punya siapa-siapa lagi…jaga dia baik-baik…kau maukan?”ucap halmoni begitu serius.

”Ne halmoni..aku akan selalu menjaganya..”ucapku sambil tersenyum.

”Gumawo…sekarang aku tenang….”ucap halmoni lagi.

”Ya!kalian membicarakanku ya…”seru Yong Soon yang tiba-tiba sudah datang sambil membawa segelas teh lalu diberikannya pada neneknya.

Entah kenapa aku malah tersenyum melihatnya.

”Kenapa kau tersenyum sendiri?”tanya Yong Soon padaku.

”Ah..anni…”jawabku singkat dan mencoba berpura-pura biasa saja.

Yong Soon POV

”Ah…selesai juga…”ucapku begitu melihat PR ku sudah selesai semua. Untung aku tidak menyerah saat itu juga, sekarang aku sudah mengerti. Aku melihat kesamping dan mendapati Kyu yang sedang tertidur, menopang wajahnya dengan tangannya, kasihan sekali dia. Kau memang sahabat yang sangat baik Kyu, kau selalu mau membantuku dengan senang hati, aku tidak tahu kenapa kau mau berteman denganku, aku tidak peduli apapun alasanmu tapi aku benar-benar beruntung bertemu denganmu dan bersahabat denganmu. Kau benar-benar sangat baik. Aku menatap wajahnya yang sedang tertidur, lucu sekali. Tiba-tiba aku merasa pernah melihat wajah tertidur ini tapi dimana ya? kenapa aku meras dia mirip seseorang? Ah mungkin karena aku sedang kangen dengan orang itu yang entah ada dimana dia sekarang.

Aku ingat, aku sudah membelikan sebuah kalung untuk Kyu, aku pun segera mengambil tas ku dan merogoh sakunya mencari kalung itu dan ketemu.

Aku menatap kalung berbentuk hati jika disatukan ini, aku mengambil satu, akan aku berikan padanya, sahabat terbaikku. Aku akan memberinya kejutan, aku akan memasangkannya dan dia akan kaget begitu melihat kalung itu sudah ada di lehernya.

Aku menggeser dudukku mendekatinya yang masih tertidur pulas. Apa dia tidak pegal tidur dengan posisi seperti itu? Pikirku.

Aku pun mengalungkan kalung itu di lehernya perlahan agar dia tidak bangun namun saat aku akan mengaitkannya, tiba-tiba matanya terbuka. Aku terkejut begitupun juga namun kami hanya bisa terdiam karena saat ini wajah kami hanya berjarak beberapa senti saja. Omo, aku yakin mukaku sudah memerah saat ini. Ottohke? Aku bisa merasakan hembusan nafasnya di wajahku dan aku merasa dia semakin mendekat padaku. Andwe! Apa yang akan dia lakukan?

”Ya!apa yang kau lakukan? Kau mau menodaiku?!”serunya tepat di depan wajahku.

”Mwo?!enak saja!”seruku sambil mundur ke belakang menjauh darinya.

”Ada juga aku yang marah, apa yang kau lakukan tadi mendekat seperti itu!kau mau menciumku ya!”seruku lagi padanya.

PLETAKK

Dia menjitak kepalaku, aku meringis kesakitan karenanya. Dasar Cho Kyuhyun!

”Ya!siapa yang mau menciummu! Lalu untuk apa kau dekat-dekat denganku?”tanya Kyu padaku.

Aku menyesal tadi melakukannya harusnya aku kasih sekarang saja tidak perlu dipakaikan kalau taunya begini dan sekarang aku malu mengatakannya pasti nanti dia semakin besar kepala.

”Tidak ada…”jawabku singkat dan mengalihkan pandanganku darinya.

”Ini apa?”tanyanya sambil menunjukan kalung setengah hati yang sekarang sudah terantung di lehernya.

Kemudian dia tertawa begitu melihat aku memiliki kalung yang sama di leherku.

”Jadi…kau ingin memberikan ini…”serunya kembali tertawa. Tuh kan seharunya tidak usah memberinya. Hanya membuatnya semakin senang mengejekku.

”Sudah..kalau tidak mau kembalikan!”seruku meminta kalung itu lagi, habisnya dia terus-terusan mengejekku.

”Anni..ini milikku sekarang!”serunya sambil menatapku dan kembali tertawa.

”Dasar Cho Kyuhyun menyebalkan!”seruku padanya dan mengalihkan pandanganku darinya, memunggunginya, aku menggerutu tidak jelas jadinya.

”Gumawo…”ucapnya tiba-tiba, dia menarik tubuhku untuk menghadapnya dan dia tersenyum manis sekali. Ya! apa yang aku katakan tentang senyum Cho Kyuhyun, manis?! Aisshh aku sudah gila sepertinya!.

 

Yoon Yang POV

Kenapa aku harus pergi dengannya? Bisa tidak sehari saja aku tidak bertemu dengannya. Aisshh kenapa ayahku menyuruhku untuk pergi bersamanya. Dengan malas aku turun dari kamarku dan melihat Changmin sudah menunguku. Aku kembali berpura-pura tersenyum padanya.

”Hati-hati di jalan ya…”seri ibuku padaku dan Changmin.

Changmin berpamitan pada ibuku dan kemudian dia menggandeng tanganku untuk pergi, rasanya malas sekali pergi dengannya.

Kembali seperti biasa selama perjalanan kami hanya diam, sibuk dengan pikiran kami masing-masing.

”Kau baik-baik saja?”tanya Changmin padaku.

”Ne…”jawabku singkat menoleh sebentar padanya kemudian kembali melihat ke depan.

Tak lama kemudian kami berhenti ternyata dia mengajakku ke sebuah taman bermain. Dia terlihat senang sekali sedangkan aku, aku rasanya ingin segera keluar darisini namun aku harus tetap berpura-pura seperti ini.

”Kajja!”serunya sambil menggandeng tanganku dan aku hanya bisa mnegikutinya meski dengan berat hati.

Ottohke? Aku benar-benar tidak ingin kesini.

 

Kyu POV

”Kau mengajakku kemari?”serunya padaku dengan wajah tidak percaya dan aku hanya menganguk dan tersenyum padanya.

”Kyuhyun-ah..gumawo!!”serunya sambil memelukku, aku tahu dia sudah lama sekali tidak kemari, aku yakin dia pasti senang sekali jika mengajaknya kemari.

Entah kenapa aku semakin yakin dia menyukaiku.

”Apa yang akan kita mainkan pertama?”tanyaku paanya.

”Ehmmm…terserah padamu…”jawabnya.

”Kajja!”seruku sambil menarik tangannya untuk masuk.

Kami mencoba satu persatu permainan disini, aku melihatnya tertawa begitu lepas, sepertinya dia sangat bahagia sekali. Belum pernah aku melihatnya tertawa sampai seperti itu, aku benar-benar menikmati wajahnya yang selalu tersenyum seperti itu.

 

”Kyuhyun-ah…aku mau ke toilet dulu ya…”seru Yong Soon dan berjalan menuju toilet, aku menunggunya di bangku yang tidak jauh dari toilet itu.

Aku menunggunya sambil memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang. Aku mengamati kalung yang dia berikan padaku, kalung berbentu setengah hati dan setengah hatinya ada padanya. Aku tersenyum sendiri saat mengingat dia memberikannya.

Aku melihat Yong Soon sudah keluar dari kamar mandi tapi kenapa dia seperti orang yang kebingungan, dia terus mengedarkan pandangannya seperti mencari sesuatu, apa dia mencariku?

Aku pun segera berjalan menghampirinya.

”Yong Soon…aku disini…kajja…kita main lagi…”seruku sambil menarik tangannya kembali namun aneh kenapa dia tidak berkata apa-apa ya?

 

Yoon Yang POV

Namja itu lagi? Entah kenapa aku merasa senang bertemu dengannya lagi, aku baru saja keluar dari toilet, sebenarnya untuk menghindari Changmin. Namun tiba-tiba namja itu datang dan langsung menarikku pergi.

Aku hanya bisa mengikutinya yang terus saja menarikku. Aku merasa aneh dengan namja ini? Kenapa dia selalu memanggilku dengan nama tadi? Apa aku mirip seseorang yang dia kenal? Pikirku.

Namun sudahlah dengan begini aku bisa mengetahui nama namja ini.

”Yong Soon-ah..kau mau main apa lagi?”Tanya namja ini padaku.

Aku menoleh padanya yang sedang menatapku bingung. Aku juga jadi bingung seperti ini.

”Terserah…”jawabku singkat sambil tersenyum.

”Kalungmu mana?”tanya namja ini lagi. Aku semakin bingung dengan pernyatannya.

”Kalung yang mana?”tanyaku padanya.

Dia menatapku bingung namun kemudian tersenyum.

”Aisshh…sudahlah kita main”serunya kemudian menarik tanganku lagi.

Aisshh apa yang namja itu bicarakan, aku bukan Yong Soon tentu saja aku tidak tahu, tapi aneh kenapa dia bisa memanggilku Yong Soon apa orang yang bernama Yong Soon itu begitu mirip denganku. Jeongmal? Apakah memang ada orang yang sangat-sangat mirip di dunia ini atau dia salah orang.

 

Yong Soon POV

Kemana lagi namja itu? Kenapa dia pergi tidak bilang-bilang, aku pikir dia menungguku, ternyata dia malah meninggalkanku. Menyebalkan sekali. Awas kalau aku bertemu dengannya.

Aku merogoh saku jaketku mencari handphoneku, akan aku telepon anak itu, aku menunggu dia menjawab namun sampai bunyi tut berhenti dia tetap tidak menjawab. Dasar Cho Kyuhyun! Menyesal aku menerima ajakannya kemari, dia malah meninggalkanku seperti ini, apa dia memang berniat mengerjaiku. Awas kau Cho Kyuhyun! Gerutuku dalam hati. Aku pun segera pergi dari tempat itu, aku mau pulang. Tega-teganya dia meninggalkanku seperti ini namun tiba-tiba tanganku ditarik oleh seseorang. Begitu aku menoleh aku melihat ternyata namja itu lagi yang melakukannya. Apa-apaan dia ini? Aku menyentakkan tangannya dengan kasar.

”Yoon Yang-ah”serunya entah siapa yang dia panggil tapi sepertinya aku.

”Ya!aku bukan Yoon Yang…aku Yong Soon!”seruku padanya.

”Yoon Yang-ah..kau kenapa sih seharian ini aneh sekali…aku Changmin..kau kenapa?”tanyanya padaku.

Aisshh namja ini benar-benar menyebalkan sama menyebalkannya dengan Cho Kyuhyun.

 

Kyu POV

”Ini…”seruku pada gadis yang mirip Yong Soon ini memberikan sekaleng jus jeruk.

”Gumawo…”ucapnya kemudian aku duduk disampingnya.

Aku benar-benar penasaran kenapa dia bisa begitu mirip dengan Yong Soon, setahuku Yong Soon anak tunggal.

”Mianhe…tadi aku menarikmu…aku pikir kau temanku…”ucapku padanya.

Dia menoleh padaku dan tersenyum.

”Gwenchana…aku juga ingin bilang padamu kalau aku bukan temanmu itu tapi baru bisa tadi…”ucapnya.

Ya tadi dia bilang kalau namanya Yoon Yang, awalnya aku tidak percaya namun begitu aku tanya siapa namaku dia tidak tahu, berarti dia memang bukan Yong Soon tapi kenapa dia bisa sangat-sangat mirip.

”Jeongmal mianhe Yoon Yang-ssi untuk yang kemarin juga…”ucapku meminta maaf lagi, dia kembali mengangguk dan tersenyum.

”Yoon Yang-ssi…boleh aku tanya?”tanyaku padanya aku ingin memastikan bahwa dia memang tidak memiliki hubungan dengan Yong Soon.

”Ne..Kyuhyun-ssi..apa?”tanyanya.

”Apa kau tidak punya saudara kembar?”tanyaku langsung kemudian dia tertawa mendnegar pertanyaanku itu.

”Tidak…aku anak tunggal…”jawabnya lagi.

Berarti bukan, mungkin aku saja yang terlalu curiga, mungkin mereka hanya mirip walau sangat mirip untukku.

Tiba-tiba handphoneku berbunyi dan aku melihat foto Yong Soon yang muncul, aku segera mengangkatnya.

”Mian..mian…akan aku jemput kesana..tunggu aku…”ucapku sambil menutup teleponnya.

Dia sudah marah-marah padaku karena meninggalakannya.

”Yong Soon-ssi?”tanya Yoon Yang padaku dan aku mengangguk.

”Aku kesana dulu ya…sekali lagi maaf…”ucapku dan kemudian membungkuk padanya lalu segera berlari menuju tempat Yong Soon menunguku.

 

Yoon Yang POV

Apa memang mirip sekali ya sampai dia tertukar seperti itu tapi entah kenapa aku sedikit sedih begitu melihatnya sangat dekat dengan gadis yang mirip denganku itu. Di bilang hanya teman tapi kenapa begitu dekat bahkan sampai jalan-jalan berdua disini. Sepertinya aku cemburu, padahal aku baru saja tahu namanya tapi aku malah jadi kecewa padanya. Bagaimana ini?

 

Yong Soon POV

Aku menatapnya garang begitu melihatnya berjalan menghampiriku, apa dia tidak tahu aku harus bersembunyi dari namja aneh itu karena dia meninggalkanku sendiri.

”Mianheyo Yong Soon-ah..”ucapnya begitu sampai di depanku.

Aku mengembungkan pipiku kesal.

“Kenapa kau meninggalakanku? Kau tahu aku harus bersembunyi dari seorang namja aneh…”seruku padanya.

”Mwo?kau tidak apa-apa?”tanyanya padaku.

”Tau!”seruku sambil berjalan pergi dari situ, aku mendnegarnya memanggil namaku namun tidak aku hiraukan dan aku terus saja berjalan,.

”Yong Soon-ah…”serunya yang ternyata sudah ada disampingku berusaha mensejajarkan langkahnya denganku, aku mempercepat langkahku begitu pun dia. Akhirnya aku pun berhenti.

”Mianhe Yong Soon-ah..akan aku jelaskan kenapa aku pergi tadi…ara…”serunya padaku.

Aku pun menghela nafas dan mengangguk.

Dia mengajakku makan di salah satu kedai jajangmyeon. Dia mulai menceritakan apa yang dia alami tadi, aku menatapnya tidak percaya namun berkali-kali dia meyakinkanku.

”Aku tidak bohong Yong Soon-ah…dia sangat mirip denganmu..”ucapnya.

”Jeongmal?”tanyaku masih belum percaya.

”Aku tidak bohong…”serunya lagi.

”Yong Soon-ah…apa kau tidak punya saudara kembar?”tanyanya padaku aku mengerutkan keningku.

Tapi aku juga jadi penasaran apa ada orang yang benar-benar mirip denganku sampai seperti itu? Aku mengingat-ingat kenangan masa kecilku, setahuku aku tidak memiliki saudara kembar.

”Coba kau ingat? Dia sangat mirip denganmu soalnya…kalau hanya kebetulan mirip tidak akan semirip itu…”serunya lagi.

Aku kembali berpikir, apa aku punya saudara kembar?

 

Advertisements

2 thoughts on “FF: One and The Same 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s