FF: One and The Same 1

Part 1

 

Yong Soon POV

”Nenek..aku pergi dulu ya….”seruku sambil keluar kamar dengan terburu-buru menyampirkan tasku dan mengenakan sepatuku secara asal yang penting masuk. Aku menutup pintu dengan keras dan segera berlari menuju halte terdekat.

Gawat, kalau aku telat lagi hari ini! Aku masih ingat ancaman Lee seosangnim, dia tidak akan membiarkan aku masuk kelasnya lagi jika aku telat pagi ini.

Aku terus saja berlari tanpa memperhatikan sekelilingku sampai kemudian…

”Ayo naik!”seru Kyuhyun yang tiba-tiba sudah ada di depanku dengan sepedanya. Hah sepertinya dia juga telat hari ini, maka aku pun segera naik ke sepedanya dan memegang erat-erat pinggangnya, dia melajukan sepedanya dengan sangat cepat bahkan aku pikir aku sedang terbang saat ini.

Begitu memarikirkan sepedanya, dia langsung menarikku berlari menuju kelas, beruntung begitu sampai di depan kelas Lee seosangnim belum masuk.

”Hufft…”aku menghela nafas lega melihat guru itu belum datang dan aku juga meliht Kyu mengehembuskan nafas lega juga.

”Ya!Kalian serasi sekali datang dengan terengah-engah seperti itu sampai berpegangan tangan segala…”seru Hyo Jin teman sekelasku yang memang senang sekali meledekku dengan Kyuhyun padahal aku dan Kyu hanya sekedar teman.

Begitu Kyu mendengar ucapan Hyo Jin, dia langsung melepaskan genggaman tangannya dna langsung berjalan ke tempat duduknya dna langsung saja dia dikelilingi teman-temannya.

Aku melempar tasku di mejaku yang duduk tepat disamping Hyo Jin masih berusaha mengatur nafasku karena beralri dari depan gerbang sampai ke kelas.

”Makanya kalau bangun itu pagi..”ucap Hyo Jin sambil menjitak kepalaku, dia senang sekali menyakitiku. Aku mengusapa kepalaku yang dijitak olehnya.

”Untung saja hari ini Lee seosangnim tidak masuk…”lanjutnya.

Membuatku langsung terbelalak kaget. Jadi aku buru-buru berangkat sampai aku tidak memakai sepatuku dengan benar dan harus berlari dari depan gerbang sampai ke kelas agar tidak terlambat masuk kelasnya dan guru itu hari ini tidak masuk.

”MWO!!!!”teriakku membuat semua mata langsung tertuju padaku.

Rasanya aku ingin menangis sekarang, bahkan aku belum sempat sarapan, aku lapar T.T

Hyo Jin hanya terkekeh pelan melihatku. Aku langsung menundukan wajahku di mejaku. Menyesali kenapa aku harus terburu-buru sampai seperti ini.

 

 

Yoon Yang POV

”Akan aku temui kau saat makan siang…”ucap Changmin sambil tersenyum padaku.

Aku hanya membalasnya dengan senyum tipis. Dia pun kemudian mengelus kepalaku lembut lalu berbalik pergi.

Sampai kapan aku harus berpura-pura seperti ini, aku muak. Kenapa aku harus terus-terusan membohongi perasaanku, aku sama sekali tidak menyukainya. Aku hanya menatapnya yang berjalan semakin menjauh.

Aku pun masuk ke kelasku dengan malas.

”Cheer Up girls…”seru Je Ri sambil menghampiriku dan tersenyum, dia satu-satunya sahabatku yang mengetahui perasaanku selama ini, perasaan tersiksaku karena perjodohanku dengan Changmin.

”Aku capek seperti ini..”ucapku sambil duduk di kursiku, Je Ri menarik kursinya dan duduk mengahadapku.

”Bertahanlah…”serunya lagi sambil tersenyum.

Bertahan? Sampai kapan? Aku sudah muak, aku muak dengan hidupku yang seperti ini aku ingin bebas, bebas melakukan apapun yang aku inginkan.

Tak lama kemudian pelajaran pertama dimulai, jujur aku sama sekali tidak memperhatikan pelajaran hari ini, pikiranku sibuk dengan memikirkan bagaimana hidupku.

Aku meras hidupku yang sudah 18 tahun ini tidak menyenangkan, aku tidak bisa merasakan nikmatnya hidup bagaimana bisa kau menikmatinya jika hidupmu selalu saja diatur bahkan sejak kau kecil. Aku menyesal terlahir sebagai seorang Choi Yoon Yang, seorang Choi lebih tepatnya. Sejak kecil hidupku selalu diatur oleh orang tuaku dan sepertinya mereka memang sudah merencanakan hidupku selama ini, dulu aku masih menerima saja bahkan aku senang, aku merasa beruntung karena apapun yang aku butuhkan dapat mereka penuhi tapi lama kelamaan aku semakin muak apalagi saat ayahku berniat menjodohkankku dengan anak sahabatnya, Shim Changmin, calon penerus Shim Corp. Aku tahu dia namja yang baik tapi aku tidak memiliki perasaan apapun padanya.

”Choi Yoon Yang…kerjakan sola nomor 2 didepan!”seru Park seosngnim membuyarkan lamunanku.

Aku benar-benar kaget melihar mudrid-murid menatapku, aisshh pasti tadi dia melihatku tidak memperhatikannnya. Ottohke? Aku tidak mengerti apa yang dia ajarkan tadi, namun aku terpaksa maju ke depan dan mengerjakan soal yang dia berikan.

 

Yong Soon POV

”Ini…”ucap Kyuhyun sambil memberikan kotak bekalnya padaku.

Aku menatapnya tidak mengerti.

”Kau belum sarapan kan?makanlah bekalku…”ucapnya lagi sambil menaruh bekalnya ditanganku.

Aisshh, aku benar-benar memiliki seorang sahabat yang sangat baik, bahkan dia tahu aku belum sarapan. Aku menatapnya dengan pandangan sangat berterima kasih,.

”Aissshhh…jangan menatapku seperti itu…menggelikan melihatmu seperti itu…”serunya sambil menepuk kepalaku lembut.

Aku hanya terkekeh padanya.

”Makanlah…”serunya lagi sambil tersenyum.

”Gumawo Kyu-ya….”seruku kemudian membuka bekal makanannya. Aku terkesima melihat makanan yang dia bawa, bibimbap. Aku semakin merasa perutuku semakin lapar. Bibinya Kyu memang sangat sayang pada Kyu sampai-sampai dia mau membuatkan bekal untuk Kyu.  Aku pun segera menyumpit bibimbap itu satu persatu dan langsung memasukannya ke dalam mulutku.

”Ya!pelan-pelan makannya..”seru Kyu padaku aku hanya nyengir padanya dengan mulut yang penuh makanan.

Aku menikmati sarapan atau makan siang, entahlah yang jelas aku memakannya saat istirahat di taman sekolah tepat di bawah pohon kesukaanku dan Kyuhyun.

Aku benar-benar kelaparan, tidak sampai 15 menit bekal itu sudah habis aku makan.

”Gumawo Kyu-ya…”ucapku lagi padanya, dia hanya tersenyum.

Kemudian kami pun hanya terdiam, sibuk dengan pikiran kami masing-masing, inilah yang kami lakukan setiap hari di istirahat siang, duduk di bawah pohon dan biasanya aku akan tertidur tapi tidak kali ini, entah kenapa hari ini aku teringat ayah dan ibuku yang sudah meninggal 4 tahun lalu. Setiap mengingat kejadiaan itu aku benar-benar sedih. Aku merasa hidupku benar-benar menyedihkan, aku tidak pernah merasakan kehangatan sebuah keluraga karena sejak kecil aku dibesarkan oleh nenekku, aku memang punya ayah dan ibu tapi mereka tidak pernah peduli padaku. Ayah dan ibuku bercerai sejak aku masih kecil, ayah pergi dan tidak pernah kembali sementara ibu menitipkanku pada nenek dan tidak pernah kembali juga, aku hanya tahu empat tahun lalu bahwa mereka sudah meninggal. Bahkan saat itu aku sudah lupa bagaimana wajah ayah dan ibuku, meski begitu aku tidak pernah dendam atau membenci orang tuaku meski rasa iri sering muncul jika aku melihat teman-temanku yang memiliki orang tua yang lengkap dan bisa selalu bersama tapi aku berusaha tegar karena ada nenek, aku tidak mau membuatnya cemas, dia sudah cukup menderita selama ini membesarkanku seorang diri. Kehidupan keluargaku yang memang sangat sederhama membuatnya semakin sulit dan aku tidak tega terus membebani hidup nenek yang rela membanting tulang untukku.’

”Kau menangis…”ucap Kyu tiba-tiba membuatku menoleh padanya.

Dia menjulurkan tangannya hendak menghapus air matanya namun aku segera menghapus air mataku dengan tanganku sendiri.

”Anni..hanya kelilipan…”jawabku sambil berusaha tersenyum.

”Kau bohong…kau ingat keluargamukan?”serunya lagi, kemudian tiba-tiba saja dia sudah merengkuhku ke dalam pelukannya, dia mengelus punggungku lembut.

”Uljima…aku akan selalu bersamamu…”ucapnya sambil terus mengelus punggungku.

Aku benar-benar merasa beruntung bertemu sahabat seperti Cho Kyuhyun, dia sangat baik sekali padaku, aku masih ingat pertama kali aku bertemunya saat masuk SMA ini, dia yang langsung menghampiriku dan mengajakku berkenalan, aneh memang, aku pun merasa aneh saat itu namun saat itu dia hanya bilang ingin  berteman denganku, maka aku pun menerimanya saja tidak tahunya dia tinggal hanya dua rumah dari rumahku. Dia tinggal bersama bibinya karena orang tuanya tinggal di desa, dia bilang dia pindah ke Seoul karena pendidikan disini lebih bagus di banding di desanya. Dia sangat pintar dan selalu menjadi juara kelas, dia menjadi idola gadis-gadis disekolahku tapi entahlah tidak ada satupun gadis yang menarik perhatiannya, aneh sekali. Semua orang bilang kalau Kyu itu sangat keren karena sikapnya yang sangat cool dan aku selalu tertawa jika orang-orang berkata seperti itu, Ok dia memang sangat cool dan terkesan dingin jika di depan orang lain tapi tidak jika di depanku, dia akan sangat memalukan dan sangat menyebalkan tapi dia sangat baik, dia mau mengerjakan PR ku, mau menemaniku di rumah sampai nenek pulang dan juga seperti tadi, dia begitu perhatian padaku.

Dia melepaskan pelukannya dan menatapku, kemudian mengacak-acak rambutku lembut.

”Jangan ingat hal itu..lanjutkan hidupmu…ada aku dan nenekmu yang akan selalu disampingmu…”ucapnya lagi.

Aku pun mengangguk dan tersenyum. Dia tahu semua tentang hidupku makanya dia begitu perhatiaan padaku, aku senang memiliki sahabat sepertimu Kyu.

”Ya!kalian malah pacaran disini!”seru Hyo Jin yang tiba-tiba sudah ada dihadapanku, kenapa dia senang sekali mengatakan kami berpacaran, padahal sudah jelas-jelas aku hanya menganggapnya teman begitupun juga dia.

”Hyo Jin-ah…untuk apa aku berpacaran dengan si jago matemtaika ini…seperti tidak ada namja lain saja..”seruku sambil melirik Kyuhyun.

Kyu merangkul leherku dan menjitak kepalaku.

”Aku tidak akan mengajarimu lagi…”serunya.

”Ah…ampun Kyu…aku hanya bercanda…”seruku sambil tersenyum dan dia melepaskanku.

”Hyo Jin-ah tidak mungkin aku berpacaran dengan gadis yang suka telat seperti dia ini…seperti tidak ada gadis lain saja…”serunya membalasku.

Aku hanya mendengus kesal dan berjalan pergi dari situ meninggalkan mereka.

 

Kyu POV

”Hyo Jin-ah…jangan berkata seperti itu lagi…”seruku pada Hyo Jin yang hanya bisa terkekeh geli melihat kelakukan kami, dia tahu semuanya, dia tahu aku menyukai Yong Soon, oleh sebab itu dia sering meledekku seperti itu.

”Kapan kau akan mengatakannya?”tanyanya sambil tersenyum mengejek padaku.

”Shiruh!”ucapku kesal dengannya yang terus-terusan saja meledekku.

Aku pun berjalan meninggalkannya yang masih terkekeh, terkadang aku merasa salah pernah bercerita padanya saat itu, kenapa aku harus tanya-tanya soal Yong Soon padanya sehingga membuatnya tahu aku menyukainya.

Aku memang menyukai Yong Soon bahkan sejak dulu, hanya saja dia tidak ingat siapa aku. Dasar gadis bodoh!

 

Yoon Yang POV

Aku melihatnya berjalan menghampiriku sambil tersenyum dan kembali aku harus memasang senyum palsuku, aku berusaha tersenyum padanya. Semua orang menatap kami kagum, mereka selalu menganggap aku dan dia adalah pasangan yang serasi, anak keluarga Choi dan anak keluarga Shim, betapa cocoknya? Itu yang mereka selalu katakan. Memang tidak menyenangkan sekolah di tempat semua anak-anak kaya sekolah bahkan orang tua kami saling kenal dan sudah jelas semuanya tahu tentang hubunganku dengan Changmin. Kenap ayah tidak menyekolahkanku di sekolah yang biasa saja?

”Kajja…kita makan siang….”serunya begitu sampai di depanku.

Aku hanya tersenyum tipis, dia pun menarik tanganku dan mengenggamnya berjalan menuju kanti.

Dia mengambilkanku makanan dan duduk di depanku, aku memakan makan siangku dengan tidak berselera, selalu tapi kali ini lebih tidak berselera lagi.

”Yoon Yang-ah…gwenchanayo?”tanyanya sambil menyentuh dahiku, aku berusaha menepisnya dengan pelan.

”Ne…gwenchana…”jawabku kembali dengan senyum yang dipaksakan.

”Kalu sakit bilang padaku…”ucapnya sambil tersenyum.

Ya Tuhan! Changmin-ah…harusnya kau mendapatkan gadis yang mencintaimu dengan tulus, kau benar-benar baik tapi kenapa aku tidak bisa menyukaimu.

Kami memakan makan siang kami dalam diam, seperti biasanya. Rasanya aku ingin keluar dari suasana seperti ini. Aku lelah harus berpura-pura seperti ini.

 

 

 

 

Changmin POV

Aku menatapnya yang makan dalam diam, dia memang selalu seperti ini, aku menanyakan keadaannya dan dia hanya tersenyum, aku tahu senyum itu hanya senyum yang dipaksakan olehnya, aku tahu itu. Selama ini dia hanya berpura-pura menerima ini semua, aku tahu dia tidak menyuakiku. Aku tahu aku egois tapi aku ingin membuatnya dapat mencintaiku oleh sebab itu aku masih bertahan dengan sikapnya yang seperti itu berharap dia akan mulai menyukaiku.

”Aku mau ke perpustakaan…kau mau ikut?”tanyanya begitu dia selesai makan.

Aku menggeleng dan tersenyum padanya.

”Ani..kau pergi saja sendiri…”jawabku kemudian dia pun pergi keluar kantin.

Aku menghela nafasku perlahan, kapan sikapnya akan berubah padaku.

”Ya!Changmin-ah….bertahan?”seru sebuah suara sambil menepuk bahuku.

”Jaejoong-ah…”seruku begitu melihat Jaejoong yang menepuk bahuku dia pun kemudian duduk di depanku. Dia satu-satunya sahabatku yang tahu mengenai perasaanku selama ini pada Yoon Yang, tentang bagaimana aku yang terus bertahan dengan sikapnya ini.

”Masih mengharapkan dia?”tanya Jaejoong lagi.

”Ne…aku yakin dia akan menyukaiku…”jawabku yakin dan dia hanya tersenyum padaku.

”Semangat Changmin-ah!”serunya menyemangatiku dan aku pun hanya mengangguk.

 

Yong Soon POV

”Kau yakin mau bekerja part time lagi? Terakhir kali kau…”aku pun langsung membekap mulutnya, aku tahu terkahir kali aku bekerja part time sangat tidak menyenangkan aku dipecat hanya dalam waktu dua hari tapi aku butuh, karena aku tidak mau membebani nenekku.

“Tentu saja aku yakin…sudahlah aku akan baik-baik saja..aku akan menjadi anak baik…aku janji…”seruku sambil mengacungkan dua jariku membentuk tanda V.

Hari ini Kyuhyun mengajakku ke tempat aku akan bekerja part time, kemarin aku memintanya untuk mencarikanku tempat bekerja part time dan tidak menyangka dia mendapatnya secepat ini.

“Ayo masuk…”serunya padaku, aku pun mengikutinya masuk ke dalam sebuah restoran dumpling tempat aku akan bekerja part time.

Sampai di dalam seorang ahjussi langsung menghapiriku dan Kyu sambil tersenyum pada kami, tidak lebih tepatnya pada Kyuhyun, apa ahjussi ini kenal dengan Kyu? Ah mungkin karena kemarin Kyu sudah kemari.

”Oh ini yang bernama Choi Yong Soon…”seru ahjussi itu begitu melihatku.

Aku membungkukan badanku dan tersenyum padanya.

”Kau yakin mau bekerja disini?”tanyanya padaku.

”Ne…ahjussi…semoga anda bisa menerimaku….”ucapku berusaha sopan padanya.

”Arasso…kau bisa mulai bekerja besok…”ucapnya lagi.

Aku menatapnya kaget, tidak percaya dia akan langsung menrimaku.

”Jeongmal…gamsahmnida ahjussi….”jawabku dengan wajah sangat senang, aku melirik ke arah Kyu dan tersenyum mengucapkan terima kasih padanya dia pun kemudian tersenyum padaku.

Kyu kau memang benar-benar sahabat baikku, kau selalu membantuku. Gumawo Kyu!

 

Kyu POV

Aku melihatnya tersenyum senang, aku pun jadi ikut tersenyum melihatnya, senang sekali melihatnya tersenyum seperti itu. Kami pun mohon untuk pergi namun aku menyuruhnya untuk menunggu diluar sebentar.

”Yong Soon-ah…kau tunggu diluar dulu ya..aku mau ke toilet sebentar….”ucapku padanya dan dia pun mengangguk.

Aku pun kembali masuk ke dalam restoran itu.

”Ada yang bisa aku bantu lagi Tuan Muda Cho?”tanya ahjussi yang tadi padaku.

”Ah anni…tolong jaga gadis itu…”ucapku padanya.

”Ne…tentu saja Tuan…”jawab ahjussi itu sambil membungkuk.

”Gamsahmanida…”ucapku kemudian aku pun kembali berjalan keluar dari restaoran itu dan menghampirinya yang sedang menatap ke arah jalan raya. Aku langsung menepuk bahunya membutnya terkejut dan langsung menoleh padaku.

”Ya!Kyu-ya…kau mengagetkanku!”serunya sambil mengembungkan pipinya, kyeopta sekali, aku pun langsung mencubit pipinya gemas.

”Ya!sakit tau!”ucapnya sambil memegangi pipinya yang aku cubit tadi.

”Kau malah membentakku…kau harusnya berterima kasih padaku karena telah mencarikanmu tempat kerja part time tau…”seruku padanya.

”Ara…gumawo Kyuhyun-ah…sebagai rasa terima kasihku akan aku traktir jajangmyeon…”serunya padaku.

”Ok…kajjja…”seruku kemudian merangkul bahunya mengajaknya pergi.

 

Changmin POV

Yoon Yang? Aku melihat Yoon Yang ada dipinggir jalan tapi kenapa dia ada disitu, dia memakai seragam sekolah tapi bukan seragam sekolah kami tapi dia mirip Yoon Yang, apa aku salah lihat ya? Aku memberhentikan mobilku tidak jauh dari situ terus mengamati gadis itu, tak lama kemudian seorang namja keluar dari restoran dumpling di samping itu dan langsung menghampiri gadis itu, mereka terlihat akrab sekali, mereka tertawa bersama kemudian namja itu merangkul bahu gadis itu dan langsung pergi bersamanya.

Ah mungkin aku salah lihat, tidak mungkin dia Yoon Yang, setahuku Yoon Yang masih disekolah dan dia sedang ada klub musik, pasti aku salah lihat tapi dia sangat mirip Yoon Yang dan setahuku Yoon Yang tidak punya saudara kembar, apa mataku yang salah lihat ya? Ah mungkin aku yang salah. Sudahlah, aku harus segera pulang, aku pun kembali mengemudikan mobilku.

 

 

Advertisements

4 thoughts on “FF: One and The Same 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s