FF: My Beautiful

`MY BEAUTIFUL

Hye Jin POV

“Dasar pria brengsek!Babosaram!micheyoso!!”teriakku dipinggir sungai Han. Untung saja disini tidak terlalu ramai dan malah bisa disebut sepi, bisa-bisa aku disangak orang gila. Tapi aku memang sednag kesal sekali dengan pria bernama Park Hwang Ju, dia adalah pacarku atau lebih tepatnya 20 menit yang lalu dia sudah menjadi mantan pacarku.

Aku menghela nafasku, benar-benar keterlaluan sekali pria itu, tega-teganya dia berselingkuh dibelakangku dan bahkan dia memutuskan hubungan di hari ulang tahunku. Sungguh nasibku malang sekali. Seharusnya aku bahagia di hari ulang tahunku tapi semuanya malah jadi seperti ini. Diusiaku yang baru menginjak 21 tahun ini, aku selalu gagal dalam masalah percintaan. Sudah tak terhitung berapa kali aku gagal menjalin hubungan dengan seseorang. Ya Tuhan apa aku seburuk itu, apa memang tidak ada pria yang benar-benar tulus mencintaiku bukan karena mereka tahu aku anak siapa.

Ya aku adalah Shin Hyo Jin, anak tunggal pemilik salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Korea ShinTel. Ayahku adalah Shin Jung Hwan, siapa yang tidak kenal dengannya. Oleh sebab itu terkadang aku menyesal terlahir bermarga Shin, hidupku menjadi sulot dengan marga itu terutama dalam masalah percintaan dan persahabatan.

Aku kembali menghela nafas dan meneguk sekaleng jus strawberry yang aku beli sambil menatap lurus ke sungai Han. Ya Tuhan aku benar-benar benci hidupku sebagai keluarga Shin selalu diatur tidak ada yang mendekatimu karena ketulusan hatinya. Kenapa aku tidak terlahir sebagai orang biasa saja sih.

Dulu di tempat aku kuliah, aku hanya memiliki sedikit teman yang mendekatiku karena aku adalah seorang Shin Hyo Jin. Rasanya aku ingin sekali terbebas dari semua ini.

”Babo…babo!aku benci hidupku!”teriakku lagi.

Aku pun menendang kaleng bekas jus ku tadi dengan kencang entah ke arah mana yang jelas aku benar-benar sedang kesal dan ingin menumpahkan kekesalanku ini. Gara-gara pria bodoh itu, dia merusak hari ulang tahunku. Arggghhhh!!!

”Awww!Sakit!”seru sebuah suara.

Aku kaget mendengar ada suara, aku mengedarkan pandanganku ke segala arah mencari asal suara itu, bukankah disini sepi. Jadi darimana asal suara itu? Tanyaku. Aku merinding jangan-jangan hantu. Aisshhh tidak mungkin ini kan masih pagi masa hantu datang pagi-pagi. Ucapku menenangkan diriku sendiri.

”Siapa sih yang membuang kaleng sembarangan!”seru suara itu lagi.

Omo matilah aku!jangan-jangan hantu yang terkena kaleng yang aku tendang. Tidak mungkin pasti itu manusia tapi kalau dia preman atau orang jahat bagaimana? Habislah diriku!. Aku tetap diam ditempatku tidak berani menoleh kebelakang karena aku takut orang itu tahu siapa yang melempar kaleng tersebut.

”Ya!kau yang melempar kaleng ini!”seru seseorang dari arah belakangku.

Omona, ottohke? Kalau dia orang jahat bagaimana. Ah mungkin sebaiknya aku minta maaf saja siapa tahu orang itu mau memaafkanku dan melupakan kejadian itu. Maka aku pun segera berbalik dan membungkuk.

”Jwesonghamnida..jwesonghamnida…”seruku sambil membungkuk beberapa kali.

Aku memberanikan diri menatap orang yang terkena lemparanku tadi karena dia hanya diam saja dan saat aku mendongak dan melihat wajahnya. Omona tampan sekali wajahnya, wajahnya cute seperti anak kecil, utnunglah bukan preman kasar atau orang jahat lainnya yang terkena lemparanku tapi darimana aku tahu kalau dia bukan orang jahat? Ya firasatku bilang sih dia bukan orang jahat habis wajahnya cute sekali. Dia terkejut melihatku dan membulatakan matanya. Apa dia tahu siapa aku? Ah andwee!bagaimana kalau dia tahu aku.

”Neo!!”tunjukknya padaku.

Aku hanya bisa mengekeret ditempatku begitu ditunjuk olehnya bersiap menerima setiap kata-kata umpatan darinya. Hufft sepertinya aku salah menilai dirinya, kupikir wajahnya yang seperti anak kecil membuatnya tidak akan marah ternyata. Aku hanya menunduk memandangi ujung sepatu ketsku.

”Ya! Kau lihat apa yang kau lakukan padaku…lihat ini!”serunya menyuruhku melihatnya.

Aku pun dengan takut-takut mendongak menatapnya yang sedang menunjuk dahinya yang sedikit memar dan luka. Omo apa itu gara-gara tendangan kaleng tadi?ucapku dalam hati.

”Kau lihat!makanya kalau sedang kesal lihat-lihat sekitarmu ada orang atau tidak!sekarang bagaimana ini!aku harus bekerja dan tidak mungkin dengan kondisi seperti ini…aisshh kepalaku jadi pusing…”serunya lagi sambil menunjuk dahinya.

”Mianhe…aku tidak sengaja…aku tidak tahu kalau ada orang…”jawabku dengan terbata-bata.

Aisshh benar-benar sial aku hari ini sudah diputuskan pacarku di pagi buta ditambah lagi aku sudah melukai namja ini. Ulang tahunku yang malang. Sial sekali aku.

”Lalu aku harus bagaimana?kau mau kubawa ke dokter?”tawarku padanya.

”Ah andwe!!itu hanya akan menambah masalah saja…aku juga tidak tahu harus bagaimana…pokoknya kau harus tanggung jawab!”serunya sambil melotot kearahku.

”Ne….ara…ara…tapi bagaimana?”tanyaku bingung.

Aku bingung dengan namja ini habisnya disuruh ke dokter dia tidak mau tapi dia minta aku tanggung jawab, apa yang harus aku lakukan?

”Pokoknya aku tidak mau tahu bagaimana caranya…aku ingin ini hilang…”serunya sambil menunjuk dahinya lagi.

Memangnya apa sih pekerjaannya sampai-sampau tidak bokeh ada luka di wajahnya. Memangnya dia artis? Ok aku akui wajahnya tampan dan cocok menjadi artis tapi sepertinya aku tidak pernah melihatnya, lalu kenapa pekerjaannya menuntutnya seperti itu.

”Ya!kenapa malah diam saja…mana tanggung jawabmu…”serunya lagi sambil menatapku kesal karena daritadi aku hanya diam saja.

Kenapa dia dari tadi terus saja membentakku. Menyebalkan sekali pria in, kalau bukan karena aku telah melukainya, aku tidak akan mau dibentak-bentak seperti ini olehnya. Sabar Hyo Jin!ucapku menenangkan diriku sendiri.

”Ne…tunggulah disini…akan kubelikan obat dulu…aku yang akan mengobati lukamu…”seruku kemudian berjalan meninggalkannya.

Namun tiba-tiba tangannya menahanku dan entah kenapa tiba-tiba aku merasakan sebuah sengatanm listrik menjalar ditubuhku. Aisshh kenapa aku ini?hanya disentuh olehnya kenapa aku seperti ini.

”Jamkaman…bagaimana kalau kau kabur dan tidak tanggung jawab…”serunya, mata tedunhya langsung menatap kedalam mataku membutaku terpaku menetapnya.

”Ya!kenapa kau malah bengong?kau terpesona pada ketampananku ya…”serunya sambil mengibas-ibaskan tangannya di depan wajahku.

”Mwo!percaya diri sekali kau..”seruku.

”Ya…semua orang juga bilang begitu…aku ini memang tampan…memangnya kau tidak kenal denganku…”serunya dengan wajah percaya diri.

Aisshh kenapa aku selalu bertemu dengan pria yang tidak pernah beres, kali ini seorang pria narsis yang meminta pertanggung jawaban atas luka yang aku buat. Malangya nasibku.

”Ya aku tidak mengenalmu dan tidak mau tahu siapa kau…”seruku kemudian merogoh saku swetearku dan mengambil handphoneku lalu meletakkan ditangannya.

”Ini sebagai jaminan aku tidak akan melarikan diri…aku akan kembali…”seruku kemudian segera pergi mencari toko obat terdekat dari sini.

 

Dongahe POV

Aisshh gadis ini menyebalkan sekali! Dia sama sekali tidak mengenaliku, dia hidup di jaman apa sih?sampai tidak mengenaliku. Ok aku bukan sombong tapi siapa yang tidak kenal denganku dan juga teman-temanku itu. Gadis yang aneh, eh tapi rasa-rasanya aku seperti pernah melihat gadis itu tapi dimana ya? Aku mencoba mengingatnya namun tetap tidak ingat. Ah sudahlah untuk apa mengingat-ingat gadis itu.

Lama sekali dia pergi, jangan-jangan dia tidak akan kembali lagi. Ah tidak mungkin, apa dia mau membiarkan Hpnya ada ditanganku. Aku yakin ini barang penting untuknya. Aku mengamati HP pink itu dan memutar-mutarnya. Aku harus kembali secepatnya sebelum hyung-hyungku mengamuk. Seruku sambil melihat jam ditanganku. Namun jujur dahiku masih sakit dan membuat kepalaku pusing. Shiroh kuat sekali tendangan gadis itu! Ucapku sambil memijit-mijit dahiku yang sakit. Tiba-tiba HP gadis itu berbunyi, ada sms masuk tampaknya. Aku buka atau tidak ya…ini kan privasi tapi kalau penting bagaimana. Setelah berdebat beberapa waktu dengan hatiku akhirnya aku memutuskan untuk membukanya.

Sender: My Evil Sister

”Saengil Chukka hamnida Hyo Jin ^^”

Saranghae ❤

Lama sudah tidak bertemu…bagaimana kalau kita merayakan ulang tahunmu bersama?

 

Oh, ternyata gadis itu hari ini ulang tahun tapi sepertinya dia sedang kesal dihari ulang tahunnya ini, habisnya untuk apa dia menendang kaleng itu dan bahkan mengenaiku yang sedang mencari kunci mobilku yang dilempar Eunhyuk ke semak-semak. Tanpa sadar aku malah mengutak-atik Hpnya melihat isi dalamnya kecuali sms tentunya. Aku masuk ke folder gallery dan mendapati ratusan foto. Gila ternyata dia lebih narsis daripada aku. Hampir semua foto disini pasti ada dianya. Handphoneku saja tidak berisi sebanyak ini foto-fotoku. Gadis yang sangat narsis, enak sekali dia bilang aku narsis padahal dia lebih narsis dibanding aku. Aku mengamati fotonya satu persatu. Wah kalau dipikir-pikir gadis ini manis juga. Matanya coklat, bulat dan besar dna kulitnya tidak terlalu putih sebagaimana kebanyakan orang Korea. Kyeopta! Aisshh apa yang aku pikirkan, kenapa aku malah bilang gadis ini manis.

Tampaknya dia senang sekali jalan-jalan ke berbagai tempat dan sepertinya dia menyukai pantai karena hampir setiap tempat yang dia kunjungi adalah pantai. Huwaa aku jadi kangen kampung halamanku. Aku rindu ayahku. Aigoo itukan pantai di Mokpo, ternyata dia pernah kesana juga. Aisshh aku jadi ingin pulang, pergi ke makam ayah. Aku rindu padanya juga ibu dan Donghwa hyung. Aku merasakan mataku mulai memanas dan merasakan butir air mata mulai turun membasahai pipiku.

”Ya!apa yang kau lakukan?”seru gadis itu yang tiba-tiba sudah ada dihadapanku. Aku segera menghapus air mataku.

”Ah…anni..”jawabku cepat.

Aku melihatnya yang sudah membawa bungkusan yang aku yakin isinya adalah obat-obatan. Kemudian kami duduk di salah satu bangku, dia mulai membersihkan lukaku. Aku hanya mengamatinya yang telaten mengobatiku. Aku terus saja menatapnya. Dipikir-pikir dia lebih cantik dibanding di foto. Hey kenapa jantungku berdegup sangat kencang begini.

”Selesai…”ucapnya sambil tersenyum.

Aigoo senyumnya manis sekali!Ya Lee Donghae apa yang kau pikirkan! Babo, kenapa aku terpesona pada gadis ini!tidak boleh!

”Waeyo?”tanyanya heran melihat ekpresiku.

”Ah..anni..gumwoyo…”jawabku singkat sambil menatap lurus ke depan.

Tiab-tiba saja kami hanya terdiam, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut kami berdua. Kenapa suasananya jadi canggung begini ya? Aku meliriknya, dia hanya menatap lurus ke depan sambil sesekali menghela nafas, sepertinya dia sedang sedih di hari ulang tahunnya ini. Kenapa ya? Aku jadi penasaran, seharusnyakan dia bahagia karena hari ini hari ulang tahunnya. Aisshh kenapa aku harus peduli, pikriku.

”Ah…tadi aku membelikan makanan…ini roti untukmu dan sekaleng jus…sebagai permintaan maafku…”serunya sambil memberikan sebungkus roti dan sekaleng jus padaku.

”Ne..gumawo…”jawabku.

Dia mulai memakan rotinya dan sesekali meneguk jusnya begitupun yang aku lakukan. Kami makan dalam diam bahkan sampai selesaipun kami masih diam. Oh ya aku ingat aku belum berkenalan dengannya. Ya meski aku sudah tahu namanya dari sms tadi tapi tetap saja tidak sopan tidak mengenalkan diri.

”Ya!kita belum berkenalan….namaku Lee Donghae…”seruku.

Dia menoleh dan tersenyum. Apa akhirnya dia mengenaliku juga?

”Ne….aku Hyo Jin…”jawabnya.

Kupikir setelah dia tahu namaku dia akan tahu siapa aku. Ah sungguh gadis yang aneh, baru kali ini aku bertemu gadis yang sama sekali tidak mengenaliku. Kemudian setelah itu kama hanya terdiam sibuk dengan pikiran kami masing-masing.

”Donghae-ssi…kau tidak pergi bekerja…katanya kau mau pergi bekerja…”serunya membuyarkan lamunanku tentang kampung halamanku.

”Ah ne…nanti sore tidak sekarang…oh ya jangan panggil aku Donghae-ssi terlalu formal…sepertinya kau seumuran denganku…..memangnya umurmu berapa?”tanyaku padanya.

”Baru 10 jam yang lalu ku berusia 21 tahun…”serunya sambil menoleh padaku.

Ternyata benar dia sedang ulang tahun hari ini tapi kenapa dia malah sedih?

”Huwaa…saengil chukkae Hyo Jin-ah…”seruku sambil tersenyum.

”Ne…gumawo…”serunya sambil tersenyum.

Senyumnya manis sekali. Aisshh Donghae apa yang kau pikirkan.

 

 

Hyo Jin POV

Ah dia orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun padaku, bahkan keluarga terdekatku saja belum mengucapkan selamat ulang tahun, malah orang yang baru kukenal beberapa jam lah yang mengucapkannya. Kami salaing terdiam kembali. Sampai aku melihat beberapa orang yang ku kenal seperti mencari sesuatu. Omo itukan orang-orang bawahan ayah, pasti mereka disuruh ayah untuk mencariku karena aku pergi tidak bilang-bilang. Mereka pasti akan menyuruhku pulang. Aku tidak mau pulang, moodku sedang tiak bagus saat ini. Sebelum mereka melihatku, aku harus pergi. Aku pun segera menarik tangan Donghae dan membawanya pergi.

”Ya Donghae-ya…ayo kita pergi…”seruku sambil menarik tangannya.

Dia bingung melihatku namun dia tidk melawan dan ikut saja denganku.

”Donghae-ya mana mobilmu?”tanyaku padanya.

”Disitu…memang kau mau kemana?”tanyanya tapi aku tidak menjawabnya dan membawanya menuju mobilnya.

Begitu smapai di dekat mobilnya aku mneoleh kebelakang dan mendapati mereka yang masih sibuk mencariku. Aku harus segera pergi sebelum mereka melihatku.

”Donghae-ya…cepat bawa aku kemana saja…palli..palli…”seruku langsung masuk ke dalam mobilnya.

Dia masih memandnagku dengan tatapan bingung namun tetap saja dia masuk ke dalam mobil dan menjalankannya. Aku menoleh kebelakang dan orang-orang itu semakin tidak terlihat. Syukurlah. Aku menghela nafas lega.

”Sebenarnya ada apa?”tanyanya sambil menyetir mobil.

”Ah anni….bawa aku kemana saja Donghae-ya…jebal!”seruku dengan memohon padanya.

Dia hanya mengerutkan keningnya, bingung.

 

”Aku bingung mau membawamu kemana…jadi hanya kesini,…”serunya begitu mobil berhenti.

Saat aku melihat dimana aku berada. Ini kan taman hiburan. Ya memangnya aku anak kecil tapi yasudahlah daripada harus pulang ke rumah.

”Kau mau turun tidak?”tanyanya padaku.

”Tentu saja…sudah terlanjur disini…sekalian saja kita bermain…sudah lama aku tidak kesini…”ucapku.s

”Ok…jamkamann…”serunya sambil mengambil sesuatu di kursi belakang.

Dia mengambil topi dan kacamata lalu memakainya.

”Ayo kita turun….”serunya kemudian turun dari mobil.

Ya kenapa dia harus memakai topi dan kacamata? Memangnya dia artis yang harus menayamar seperti itu. Hufft, aku semakin penasaran dengan pekerjaannya itu.

Setelah itu kami mulai menaiki satu persatu wahana yang ada disana. Ah senangnya, ini hadiah ulang tahun terbaik untukku. Aku tertawa ketika melihat Donghae yang pusing setelah naik roller coaster dan meminta untuk beristirahat sebentar. Ternyata dia takut main seperti itu. Namja aneh! Ya ampun aku benar-benar senang hari ini seakan semua bebanku hilang.

 

Setelah lelah bermain kami duduk disalah satu bangku kemudian Donghae datang membawakan dua buah es krim dan dia pun menyodorkannya padaku.s

”Gumawo…”seruku padanya sambil mengambil es krim itu.

Dia hanya tersenyum lalu duduk disampingku. Aigoo senyumnya manis sekali. Namun tiba-tiba aku melihat pemandangan yang sangat menyebalkan. Park Hwang Hu, dia bersama dengan seorang gadis. Itu pasti selingkuhannya. Huh menyebalkan sekali dia itu, sudah memutuskanku di hari ulang tahunku ternyata dia sekarang pergi bersenang-senang dengan gadis selingkuhannya itu. Dasar pria brengsek!tanpa sadar aku malah meremas es krimku dan membuatnya hancur sehingga mengotori bajuku.

”Ya…kau kenapa?”tanya Donghae langsung mengambil sapu tangan dan memebrsihkan tanganku. aku tersentak denga perlakukan Donghae yang seperti ini. Tak terasa air mataku malah turun. Huh malang sekali nasibku ini. Seruku dalam hati.

”Ya…kenapa sekarang kau malah menangis?”serunya panik melihat air mataku yang turun.

”Kenapa sih semua orang jahat padaku…hiks..hiks…bahkan dihari ulang tahunku…aku harus merasakan patah hati…hiks..hiks…”seruku sambil terus menangis.

”Ya..uljima..uljima…”seru Donghae terlihat panik.

 

Donghae POV

Ya kenapa gadis ini malah semakin menangis. aku bingung harus bagaimana. Mana semua orang melihat ke arahku lagi. Pasti semua orang berpikir aku yang membuatnya menangis. aisshh ottohke? Aku pun segera mendekapnya dan mengelus punggungnya menenangkannya yang masih menangis. ada apa dengan gadis ini? Kenapa tiba-tiba ia menangis? tanyaku dalam hati.

”Uljima…uljima..”seruku sambil terus mengelus punggungnya.

Entah kenapa muncul perasaan aneh begitu aku mendekapnya seperti ini, perasaan ingin melindunginya muncul. Ya Tuhan apa aku menyukai gadis ini?

 

Setelah 1 jam dia baru berhenti menangis. aku mengusap pipinya yang basah oleh air mata dengan tissue. Dia masih sesenggukan.

”Memangnya ada apa denganmu?”tanyaku hati-hati mencari tahu kenapa ia menangis seperti tadi.

Dia terdiam, apa dia takut bercerita padaku.

”Cerita saj…lebih baik kau cerita…agar kau tenang daripada kau memendamnya sendiri…”seruku sambil mengusap pipinya lagi.

Dia terdiam namun kemudian menghela nafas.

”Aku baru saja putus dengan pacarku atdi pagi an tadi aku melihat dia sedang bersama gadis lain…sebegitu cepatnyakah dia melupakanku dan berpaling pada gadis lain…”serunya.

”Oh jadi itu sebabnya tadi pagi kau menendang kaleng itu sampai mengeaniku?”tanyaku memastikan dan dia hanya mengangguk.

”Dia memutuskanku tepat di hari ulang tahunku…dia sungguh sangat kejam…kenapa pria harus selalu seperti itu!”ucapnya.

”Sudahlah lupakan saja pria seperti itu…dia tidak pantas untukmu…bisanya hanya membuat gadis menangis…tidak semua pria seperti itu…contohnya aku…aku tidak akan pernah membuat gadis yang aku cintai menangis…”seruku padanya.

Tiba-tiba dia terkekeh geli. Cepat sekali dia merubah moodnya.

”Ternyata kau gombal juga selain narsis…”serunya kali ini dan kemudian tertawa.

”Ya!siapa yang gombal aku berkata jujur an aku tidak narsis…kau lebih narsis ibanding aku…foto-foto di Hpmu saja hanya berisi foto dirimu…”seruku dan aku baru sadar kalau aku sudah salah bicara. Gawat!jangan-jangan dia tahu aku mengutak-atik Hpnya lagi. Matilah aku.

Dia membulatkan matanya tidak percaya.

”Kau melihat isi Hpku!!”teriaknya dan aku hanya bisa nyegir saja.

”Anni…anni…aku hanya melihat foto-fotomu…sungguh sangat menarik…maksudku..banyak foto pantai..ay pantai..indah sekali…”seruku mencoba mencari alasan yang tepat.

Dia hanya mendengus kesal dan kembali aku hanya bisa nyengir.

”Kau suka pantai ya?”tanyaku mengalihkan pembicaraan ini.

”Ne..aku suka sekali pantai…”serunya dengan mata yang berbinar-binar. Sepertinya ia sudah lupa dengan masalah tadi. Baguslah. Sepertinya aku harus lebih banyak bercerita tentang pantai agar dia lupa.

”Kita sama…aku juga suka pantai karena aku dari Mokpo..kau tahu Mokpo?”tanyaku basa-basi, sebenarnya aku tahu dia pernah kesana melihat dari fotonya tadi tapi tidak mungkin aku bilang seeprti itu, bisa-bisa dia marah padaku karena aku sudha melihat semua isi fotonya.

”Mokpo? Aku suka tenpat itu…pantainya indah sekali…tidak menyangka kau berasal dari situ…”serunya sambil tersenyum. Aisshh senyumnya manis sekali sepertinya aku mulai menyukai gadis ini.

”Kapan-kapan kita kesana bersama ya…”seruku secara spontan.

”Mwo??”tanyanya bingung.

”Ah…anni…maksudku sering-seringlah kesana…tempat itu bagus untuk melepas stress…siapa tahu kau bisa bertemu denganku disana…Lee Donghae manusia tertanoan se Mokpo…”seruku sambil tersenyum.

”Ya!Dasar bukan manusia tertampan se Mokpo tapi manusia ternarsis seunia…”serunya kali ini tertawa.

Ya Tuhan sepertinya aku benar-benar menyukai gadis ini. Aku melihat jam ditanganku suah pukul 5 sore. Aku harus bersiap-siap untuk bekerja tapi aku tidak mai meninggalkan gadis ini, apa kami masih bisa bertemu lagi? Sebaiknya aku minta nomor teleponnya saja. Tib-tiba Hpku berbunyi. Aku segera mengangkatnya.

”Yoboseyo…ne hyung…ara…aku kesana sekarang…”seruku kemudian menutup teleponnya. Aisshh hyungku sudah menelepon, saatnya aku berpisah dengannya, ah anwe aku tidak mau.

”Kau harus pergi ya..ya sudah…pergilah…aku masih mau disini…”serunya sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.

Aku terpaksa pergi karena lagi-lagi hyungku menelepon, sungguh tidak sabaran sekali dia itu.

 

Hyo Jin POV

Dia pergi, kenapa aku merasa sedih ya? Seharian ini bersamanya sungguh sangt menyenangkan. Apa aku mulai mneyukai namja itu? Ya sepertinya aku menyukai namja itu. Apa kau masih bisa bertemu dengannya lagi? Aku melihatnya yang berjalan semakin menjauh. Aku segera berdiri dan berteriak ke arahnya.

”LEE DONGHAE…GUMAWO UNTUK HARI INI…SEMOGA KITA BISA BERTEMU LAGI..AKU SENANG SEHARIAN BERSAMAMU…”seriku.

Dia menoleh dan mengacungkan jempolnya sambil tersenyum. Aigoo senyumnya manis sekali. Senyum itu akan selalu aku simpan. Semoga kita masih bisa bertemu algi Lee Donghae. Saranghe.

 

Aku mematut diriku di depan cermin. Ayahku ini aneh-aneh saja, kenapa diusiaku yang sudah 21 tahun ulang tahunku masih saja dirayakan.

”Sudah siap?”tanya ibuku berjalan menghampiriku.

Aku hanya tersenyum tipis dan ibuku menyenuh pipiku lembut.

”Kau cantik sekali…”ujarnya.

”Umma kenapa harsu dirayakan sih?”seruku pada ibu.

”Ayahmu ayng minta…kau kan tahu bagaimana ayahmu itu..sudah ayo turun…ingat jangan macam-mcam banyak rekan ayahmu…arasso??”seru ibuku lagi.

Aku pun mengangguk lalu menghela nafas dan berjalan keluar kamar bersama ibuku. Hari ini ayah meminta ulang tahunku untuk dirayakan karena ini ulang tahunku yang ke-21. Pesta diadakan i taman belakang rumahku. Aku berjalan menuju taman. Teman-temanku langsung menghampiriku. Ya teman-teman pura-puraku. Hufft menyebalkan sekali melihat mereka pura-pura baik padaku. Aku rind sahabat baikku Choi Yong Soon, dimana dia sekarang ya? Hanya dia temanku yang benar-benar tulus berteman denganku. My Evil sister begitulah aku menyebutnya dia itu sangat usil orangnya dan pertemuan kami bermula sejak kami TK bersama. Aku rindu padanya. Setelah beramah taman dengan tamu, aku berjalan ke arah ayunan di dekat pohon dan duduk disitu. Aku sama sekali tidk tertarik pada pesta ini. Aku lebih tertarik memikitkan hal lain. Ay aku sedang memikirkan Lee Donghae, entah kenapa hanya nama itu saja yang ada dipikiranku. Tiba-tiba dua buah tangan menutup mataku.

”Masih ingat aku?”seru sebuah suara yang sangat ku kenal.

”Yong Soon-ah!”seruku sambil membuka mataku dan berbalik.

Melihatnya berdiri dibelakangku sambil tersenyum. Dia terlihat cantik menggunakan dress berwarna saphire blue itu. Sudah lama sekali tidak melihatnya, dia tampak sangat berbeda. Omona kyepota!

Dia merentangkan tangannya dan memelukku. Kami berpelukan lama sekali. Ya ampun aku benar-benar merindukannya.

”Bogoshipo…”seruku begitu melepaskan pelukannya.

”Nado..Hyo Jin-ah…”serunya sambil tersenyum.

”Bukannya kau ada di Amerika?”tanyaku heran kenapa dia ada disini, setahuku dia seang kuliah di Amerik, karena memang dia beberapa tahun lebih muda dariku sehingga dia belum menyelesaikan kuliahnya, tapi aku tidak mau dipanggil onnie olahnya karena itu membuatku terlihat tua.

”Aku baru kembali kemarin…tadi pagi aku mengirimmu sms untuk mengucapkan selamat ulang tahun tapi aku tidak membalasnya…aku kesini karena sedang liburan..”serunya lagi.

Omo tadi pagi dia mengirimku sms. Aku tidak tahu itu. Aku segera mengecek Hpku dan benar ada sma darinya mengucapkan selamat ulang tahun.

”Ah mianhe..lalu kenapa kau bisa ada disini?”tanyaku lagi.

”Sebenarnya aku tidak tahu kalau ini pesat ulang tahunmu…aku kesini karena namjachinguku diundang untuk mengisi pesta ulang tahunmu dan mengajakku kemari..aku tidak menyangka ini pesat ulang tahunmu…”serunya sambil tersenyum.

”Namjachingu? Wah kau sudah punya namjachingu…ayo kenalkan padaku…mana dia?”tanyaku antusias penasaran siapa yang menajdi namjachingu seorang Yong Soon, setahuku Yong Soon itu sedikit anti dengan namja, tidak menyangka sekarang dia sudah memiliki namjachingu.

”Nah…itu mereka mau tampil…kajja..aku tunjukan dia…”seru Yong Soon menarik tanganku melihat panggung yang sudha berisi 1…2…3…Omo 13 orang namja. Apa ini? Ok ku akui namja-namja ini kerean tapi banyak sekali.

”Mereka siapa?”tanyaku bingung.

”Aigoo…kau yang ulang tahun tapi kau tidak tahu siapa yang mengisi acara ulang tahunmu…mereka Super Junior…boyband terkenal di Korea..aku saja yang sudah lama di Amerika tahu tentang mereka…”seru Yong Soo panjang lebar.

Omo Super Junior?! Ya aku ingat ada boyband di Korea yang membernya paling banyak. Oh ternyata itu mereka. Aku baru tahu selama ini aku tidak tertarik pada hal-hal seperti itu. Para yeoja mulai berteriak histeris saat mereka sudah berdiri berjajar. Tidak terkecuali Yong Soon disampingku matanya hanya tertuju pada seseorang.

”Ya…apa kau suka Super Junior juga?”tanyaku padanya.

”Ne…atpi aku paling suka dia…namja itu…”serunya sambil menunjuk seorang prian yang wajahnya paling muda dianatar yang lain yang saat itu mengenakan jas putih. Ku akui namja itu lumayan tampan.

”Nanti pacarmu marah loh?””seruku yang melihatnya benar-benar mengagumi namja itu. Dia menatapku heran lalu tertawa. Kenapa dia? Pikirku.

”Hyo Jin-ah…dia itu pacarku..”serunya sambil tertawa.

”Omo…namjachingumu adalah anggota Super Junior?”tanyaku memastikan.

”Ne…Cho Kyuhyun…si magnae…dia namjachinguku…kami sudah pacaran selama 1 tahun..aku bertemu dengannya waktu pulang ke Korea….”cerita Yong Soon.

Ya Tuhan temanku adalah pacar dari seorang anggota Super Junior. Sungguh sulit dipercaya.

”Annyeonghaseyo…Uri neun…Super Juni-oer!!”teriak mereka bersamaan. Lalu mereka mulai memperkenalkan diri mereka masing-masing. Aku bingung melihatnya karena terlalu banyak. Namun tiba-tiba mataku terpaku pada seseorang yang berdiri disamping namja yang memperkenalkan diri paling pertama. Andwe tidak mungkin itu dia. Tidak mungkin. Aku mempertajam penglihatanku untuk memastikan bahwa itu benar-benar dia atau bukan.

”Hyo Jin-ah..kenapa kau memperhatikan Donghae Oppa terus..aku suka ya? Nanti aku kenalkan deh….dia orangnya baik loh..”seru Yong Soon mulai bercerita padaku.

Jadi dia benar Lee Donghae. Lee Donghae yang seharian ini bersamaku. Omo pantas saja tingkahnya aneh sekali, tidak mau ke dokter lah, jalan-jalan memakai topi dan kacamata. Tentu saja karena dia artis terkenal. Babo sekali aku kenapa tidak menyadarinya. Tiba-tiba mata kami saling beradu dan dia tersenyum padaku sambil menunjukan plester yang aku pakaikan pada dahinya. Dia lalu mengacungkan jempolnya. Seketika itu juga mukaku langsung memerah. Ya ampun aku jatuh cinta pada Lee Donghae Super Junior.

 

Begitu mereka selesai bernyayi, mereka bersama-sama mengucapkan selamat ulang tahun padaku dan kemudia turun dari panggung. Aku melihat Donghae kembali tersenyum padaku, aku pun membalas senyumnya dengan ragu-ragu.

”Hemm sepertinya Donghae  Oppa akan segera memiliki yeojachingu…”seru Yong Soon menyenggol tanganku.

Aku hanya terdiam dan menunduk, kemduian Yong Soon meninggalkanku karena dia bilang dia mau menemui pacaranya itu. Ya Tuhan aku benar-benar tidak mneyangka kalau yang tadi pagi bersamaku adalah Donghae Super Junior. Tiba-tiba seseorang menyentuh pundakku, aku segera menoleh dan mendapati Donghae berdiri dihadapanku sambil tersneyum.

”Hai…kita bertemu lagi..”serunya sambil tersenyum.

Aku pikir aku tidak akan bertemu dengannya lagi.

”Ah…ne..mianhe…aku tidak mengenalimu tadi pagi…”ucapku malu karena tidak mengenalinya tadi pagi. Babo sekali aku!

”Gwenchana…”enak juga jika tidak dikenal orang terutama seorang gadis…biasanyakan mereka mnegejarku…hahaha…”serunya kemudian tertawa.

”Aku tidak menyangka ternyata Donghae Super Junior itu adalah orang paling narsis sedunia…”seruku sambil terkekeh pelan.

Kemudian hening menghampiri kami. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut kami berua, dia hanya menatap lurus ke depan sementara aku menunduk.

”Aku senang bisa pergi seharian denganmu…”seru Donghae tiba-tiba sambil menoleh ke arahku dan dia menatap tepat di mataku. Aku merasakan mukaku memanas saat melihat tatapan matanya itu.

”Ne…aku juga..”jawabku sambil menunduk.

Kemudian kami terdiam kembali.

”Oh ya aku kan bilang tadi untuk menurhmu sering-sering ke Mokpo…maukah kau pergi bersamaku…Hyo Jin-ah,,,would you be my girlfriend?”

Aku benar-ebnar kaget mennegar ucapannya dan hanya bisa terdiam melihatnya. Dongahe kemudian mengenggam tanganku dan menatapku dalam.

”Saranghae…”serunya.

Seketika itu juga rasanya jantungku hampir copot karena pengakuannya. Ottohke? Apa yang harus aku jawab? Namun entah kenapa tiba-tiba  kepalaku mengangguk.

”Nado Saranghae Lee Donghae…”ucapku sambil menunduk.

Dia kemudian mendongakkan wajahku dan mulai mendekatkan wajahnya padaku. Aku memajamkan mataku. Omo apakan ini akan menjadi first kissku! Aku bisa merasakan hembusan nafasnya dn tiba-tiba aku sudah merasakan bibirnya yang lembut menyentuh bibirku. Jeongmal saranghae Lee Donnghae.

Advertisements

One thought on “FF: My Beautiful

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s