FF: It’s Your Birthday Yongie (KyuSoon Couple)

Kyu POV

 

Aku menatap wajah gadis yang sangat menyebalkan namun entah kenapa aku sangat mencintainya, aku menyentuh wajahnya yang hanya berjarak beberapa senti saja dari wajahku, aku mengelus pipinya perlahan lalu beralih ke matanya yang terpejam, dia menggeliat sedikit.

 

Hari ini adalah hari ulang tahunnya dan aku sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untuknya, hehehe. Aku bangun dari tidurku, dia masih tertidur pulas disampingku, aku melihat jam disampingku, masih sangat pagi, justru karena masih pagi, aku sudah menyiapkan sesuatu untuknya tapi sebelum itu, aku ingin tahu siapa saja yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk gadis ini.

 

Kuambil handphonenya yang tergeletak begitu saja di meja, benar sudah banyak sekali pesan yang masuk, semalam saja ayahnya menelepon saat dia sudah tidur, baru aku mau membangunkannya, ayahnya menyuruhku untuk membiarkannya tidur saja, mulai kubuka satu persatu pesan ucapan itu ada dari namja-namja favoritnya itu, member 2PM, Minho, Taemin, Sae Ra..cih Dong Gun, sejak kapan namja itu tahu nomor gadisku. Paman dan bibinya, Heechul hyung, wow cepat sekali dia mengucapkannya, Seulong, heuh..aku melirik sekilas gadis yang masih tertidur pulas di tempat tidurku ini.

 

Sepertinya ini waktu yang tepat untuk membangunkannya dengan cara yang sedikit unik, berhubung ini hari ulang tahunnya, aku segera turun dari tempat tidurku dengan perlahan, keluar dari kamar juga dengan perlahan agar dia tidak bangun, aku menuju dapur dan mengambil sesuatu di kulkas, sempurna, kejutan yang keren.

 

Aku kembali lagi ke kamarku, dia masih tertidur, dengan perlahan aku mendekat padanya, sebuah kue sudah ada ditanganku, dia selalu kebiasaan menempelkan krim di wajah orang yang sedang berulang tahun dan sekarang gilirannya, rasakan ini Cho Yong Soon, aku mencolek sedikit krim dari kue itu kemudian menempelakannya di pipinya, dia sedikit menggeliat, aku melakukannya lagi, dia masih belum bangun, cih

 

“Yongie sayang..ireona…”panggilku sambil terus menempelkan krim ke wajahnya.

 

“Eunggg…”gumamnya dengan perlahan mulai membuka matanya sementara aku masih melanjutkan aktivitasku.

 

“Ya!!Cho Kyuhyun!apa yang kau lakukan!”dia berteriak begitu sadar apa yang sudah aku lakukan.

 

“Gadis yang berulang tahun”kataku dengan wajah tanpa dosa, dia menatapku kesal, tangannya dia sentuhkan wajahnya dan dia semakin menatapku tajam ketika merasakan wajahnya sudah penuh krim.

 

“Jinjja?!”gerutunya sambil mengusap wajahnya, hahaha dia sangat lucu sekali.dia terlihat sangat cantik dengan krim-krim itu tapi..

 

“Ya!Yongie!”seruku ketika tangannya dia sentuhkan ke wajahku tangannya yang penuh krim, aisshh gadis ini?!

 

Dia menjulurkan lidahnya.

 

“Ya..kau yang ulang tahun kenapa aku yang kotor hah?!”seruku tidak terima dia mengotori wajahku dengan krim itu.

 

“Wae?!itu salahmu sendiri membangunkanku seperti ini”balasnya.

 

Hei, dia pikir aku terima begitu saja dia melakukannya, akan kubalas.

 

“Ya!Kyu!”dia kembali berteriak ketika aku menempelkan krim itu lagi ke wajahnya, dia mencolek krim dari tanganku dan kemudian menempelkannya di wajahku lagi.

 

Aisshh ara, dia mengajakku perang.

 

“Ya!kau mengajakku perang, hah?!ara!ayo!”seruku sambil mengambil gumpalan krim yang lebih besar begitu juga dengannya, kita lihat siapa yang akan lebih kotor.

 

**

 

Pada akhirnya dia yang kalah, memang sudah seharusnya, siapa yang ulang tahun. Aku berusaha menahan tawaku ketika melihat dia keluar kamar dengan wajah yang sangat kusut, aku tahu dia pasti kesal karena kalah, dia tidak pernah mau kalah tapi aku selalu bisa membuatnya kalah.

 

“Karena hari ini hari spesialmu…jadi..aku yang membuatkanmu sarapan..igo…”ucapku sambil menaruh piring yang berisakan beberapa potong roti tawar, dia masih menatapku tajam sambil menarik kursinya untuk duduk.

 

“Kalau kau tidak menciumku..aku sudah mengalahkanmu…”gerutunya sambil menggigit roti yang aku buat, aku terkekeh pelan kemudian menarik kursi dan duduk tepat dihadapannya.

 

“Jinjja?”aku memiringkan kepalaku menatapanya sambil menunjukan smirrkku. Aku bisa melihatnya terlihat kesal.

 

Dia mendorong piringnya kemudian berdiri dari duduknya dan menyambar tasnya yang ditaruh disampingnya itu.

 

“Aku pergi”katanya ketus, aku tersenyum kecil, dia seperti anak kecil saja, selalu begitu.

 

“Yongie-ya…semalam aboji meneleponmu tapi kau sedang tidur…aku ingin membangunkanmu tapi aboji tidak mengijinkannya….”kataku padanya yang sedang memakai sepatunya tepat di depan pintu, dia hanya melirikku dengan tatapan kesalnya itu.

 

“Ah ya jangan terima ajakan Junho untuk merayaka ulang tahunmu…kau tidak boleh kemana-mana hari ini terutama menemui namja-namja favoritmu itu…”kataku lagi.

 

Dia yang sudah selesai memakai sepatunya berbalik menghadapku, bisa kulihat dia sangat kesal.

 

“Kau membaca semua sms ucapan itu?!”katanya ketus. Aku hanya tersenyum mengiyakan.

 

“Cih”dia segera berbalik dan hendak membuka pintu namun aku ingat stau hal lagi.

 

“Yongie…jangan terima hadiah apapun dari Dong Gun itu..ara!”kataku sebelum dia benar-benar keluar, entah dia mendengar atau tidak tapi aku yakin dia mendengar, dia berlalu begitu saja tanpa menoleh padaku, sepertinya dia benar-benar kesal dan itu bagus karena sebenarnya kejutan untuknya baru saja akan dimulai.

 

Yong Soon POV

 

Pagi-pagi dia hari ulang tahunku yang seharusnya menyenangkan, membuatku bahagia dai malah membuatnya menjadi hari yang sangat menyebalkan. Dari pertama dia membangunkanku, membaca semua sms ucapan untukku, tidak membolehkanku pergi kemana-mana, nanti apalagi, apa dia tiba-tiba akan menjemputku disini, kalau iya dia akan kubunuh ditempat, aisshh dasar Cho Kyuhyun menyebalkan!!

 

Aku berjalan dengan menghentak-hentakkan kakiku menuju kelas pertamaku, dia membuat hari ulang tahunku menjadi buruk>.<

 

“Yong Soon-ah”panggil sebuah suara membuatku yang sedang berjalan menunduk mendongakkan kepalaku, oh Dong Gun, dia tersenyum padaku.

 

Melihat Dong Gun mengingatkanku dengan kata-kata namja bodoh itu tadi, memangnya kenapa kalau Dong Gun akan memberikanku hadiah? Itu haknya, kenapa aku tidak boleh menerimanya, tahun lalu dia membuang begitu saja pemberian Dong Gun, cih!

 

“Dong Gun-ah”aku tersenyum padanya dan menyapanya.

 

“Tumben sekali kau datang pagi”katanya.

 

“Ne..aku ada kelas pagi ini”jawabku terlihat ramah.

 

“Oh..keureu…eh…bukankah hari ini hari ulang tahunmu…saengil chukkaeyo”lanjutnya.

 

“Gomwo..”jawabku sambil tersenyum, entahlah terkadang aku merasa sedikit canggung dengan namja ini, dengan fakta kemungkinan besar dia menyukaiku membuatku agak menjaga jarak atau lebih tepatnya menjaga kemungkinan hal itu benar.

 

“Yong Soon-ah!!”

 

Aku mendengar namaku dipanggil lagi, seorang gadis yang aku kenal berjalan cepat menghampiriku, Sae Ra.

 

Begitu sampai di hadapanku dia segera menggamit lenganku.

 

“Aku butuh dengannya Dong Gun-ah..annyeong”katanya kemudian menarik tanganku pergi bersamanya, aku tersenyum sekilas pada Dong Gun dan mengikuti langkah Sae Ra yang menarikku, kenapa dia menarikku seperti ini? Apa yang dia mau?

 

Dia membawaku ke depan kelas pertamaku dan duduk di kursi yang ada di depan kelas itu.

 

“Aku menyelamatkanmu dari kemungkinan kau akan berselingkuh”ucapnya dengan mantap, aku menautkan alisku, dia berpikir aku akan selingkuh?

 

“Selingkuh?”tanyaku tidak percaya dengan apa yang barusan dia katakan.

 

“Nde..kau terlihat memberi harapan pada Dong Gun padahal kau sudah memiliki Kyuhyun Oppa”lanjutnya, aku hanya bisa memutar bola mataku, ya Tuhan, apa maksud gadis ini, dia ingin ‘melindungi’ Kyuhyun, ck ya namja babo kau punya fans yang…sangat..sangat perhatian padamu, cih.

 

“Oh..keureuso..tapi sayangnya aku tidak berniat berselingkuh”kataku tanpa menatapnya.

 

“Ah johta kalau begitu..kau tidak boleh menyakiti hatinya”ucap Sae Ra lagi, jinjja, gadis ini?!dia sepertinya sudah benar-benar gila oleh namja bodoh itu, aku tidak bisa membayangkan bagaimana kalau aku bilang padanya, aku lebih menyukai Dong Gun daripada dia, mencampakannya dan tiba-tiba saja dia menjadi patah hati, menangis, cih impossible, lagian aku memang tidak berniat selingkuh, walaupun aku dekat dengan banyak namja, aku orang yang setia.

 

“Eh..Yong Soon-ah..apa Kyuhyun Oppa sudah mengucapkan ulang tahun padamu? Apa dia memberikan sesuatu untukmu? Apa yang dia berikan?”tiba-tiba saja Sae Ra kembali menjadi dirinya yang selalu banyak bertanya, aku menoleh padanya dengan malas.

 

“Ya..sudah..tidak ada hadiah..”kataku datar, dia terlihat kecewa, aigoo kenapa malah gadis ini yang kecewa? Yang ulang tahun aku, yang tidak diberi hadiah aku, kenapa dia yang kecewa? Terkadang aku merasa ada yang salah dengan otak gadis ini.

 

Aku masih ingat saat dia tahu bagaimana hubunganku dengan namja bodoh itu, aku pikir dia akan marah, menjauhiku pokoknya intinya dia akan membenciku ternyata salah, dia malah senang dan memelukku sambil berkata, chukkae, benar-benar aneh kan? sejak dia tahu akan hal itu, dia semakin sering bertanya padaku tentang namja bodoh itu, apapun, aku berusaha menjawab semua pertanyaannya dengan baik meski tentu saja tidak semua aku jawab. Dia tidak pernah memintaku untuk menemukannya dengan namja bodoh itu, untunglah.

 

“Kenapa Kyuhyun Oppa tidak memberikanmu hadiah? Dia terlalu sibukkah sehingga belum sempat membeli hadiah? Tapi kan dia itu suami..”

 

Aku segera menutup mulutnya sebelum dia berkata yang lebih jelas lagi, isshh apa gadis ini tidak sadar kami sekarang ada dimana, aku melepaskan tanganku setelah dia menganggukan kepalanya.

 

“Mianhe…aku hanya…”aku menatapnya tajam jangan sampai dia mengatakan sesuatu yang jelas seperti tadi.

 

“Ok..ok..tetap saja seharusnya dia memberimu hadiah..kenapa dia sangat cuek sekali…”ucap Sae Ra lagi.

 

“Sudah kubilang dia memang seperti itu dan aku juga tidak butuh perhatian seperti itu..”kataku sambil berdiri dari dudukku dan melihat ke dalam kelas yang mulai ramai karena memang sebentar lagi akan dimulai, aku melewati Sae Ra yang masih duduk untuk masuk ke dalam kelas, sepertinya dia masih berpikir, aigoo gadis ini, aku tidak bisa membayangkan bagaimana kalau dia aku pertemukan dengan namja bodoh itu?

 

 

**

 

From: Edward ‘Kyu’ llen

 

Aku ada di depan kampusmu..cepat kemari

 

Mwo?! Apa-apaan namja itu, benar dugaanku dia akan melakukan hal ini, untuk apa dia menjemputku, apa dia tidak takut semua orang akan mengenalinya dan apa itu? sejak kapan namanya dikontakku berubah menjadi nama itu?! ini pasti kerjaaan dia lagi. Hah he’s so annoying, always.

 

Dengan kasar kumasukkan kembali benda putih itu ke dalam tasku, aku segera beranjak keluar kelas, aku harus menemuinya sebelum dia melakukan hal-hal yang aneh, aku berjalan dengan cepat melewati koridor kampus.

 

“Yong Soon-ah..oddikayo?”

 

Aku mendnegar Sae Ra memanggilku tapi aku tidak menoleh, ada hal yang lebih penting yang harus aku lakukan, mencegah namja bodoh itu melakukan hal-hal yang aneh, aku semakin mempercepat langkahku.

 

“Yong Soon-ah…”tangan Sae Ra menghentikan langkahku.

 

“Wae Sae Ra-ya? Aku sibuk”ucapku gusar kemudian kembali berjalan.

 

Aku melihat sebuah mobil hitam diseberang jalan di depan kampusku, itu dia, seperti yang aku katakan tadi pagi, aku benar-benar akan membuhunya, sudah berapa kali aku bilang jangan pernah menjemputku dikampus kenapa dia tidak mendengarnya. Aku sudah memasang wajah kesal dan bersiap untuk memarahinya.

 

Kuketuk kaca mobilnya, dia pun membukannya.

 

“Ya..ada apa kau menjemputku?!”tanyaku dengan nada tajam.

 

“Masuklah”ucapnya santai, selalu saja tidak pernah menjawab pertanyaanku.

 

“Jawab dulu pertanyaanku Cho Kyuhyun! Sudah kubilang berapa kali jangan pernah menjemputku di kampus!”seruku.

 

“Apa dia yang bernama Han Sae Ra itu?”tanyanya tiba-tiba, apa maksdunya, dia memiringkan kepalanya melihat sesuatu, aku mengikuti arah pandanganya dan mwo? Sae Ra berdiri di belakangku, menatap Kyuhyun dengan tatapan…yang sulit kujelaskan, aku yakin dia tidak percaya bisa melihat Kyuhyun sedekat ini.

 

Tiba-tiba saja Kyuhyun sudah keluar dari mobil dan berdiri tepat disampingku, jinjja mau apa dia?

 

“Annyeong Sae Ra-ssi..”ucapnya sambil melepas kacamatanya, ige mwoya?! Dia tersenyum pada Sae Ra dan apa yang baru saja dia katakan, aku menepuk dahiku, Sae Ra terlihat sangat gugup tentu saja, siapa yang tidak gugup melihat senyuman menyebalkan namja bodoh ini.

 

“Aku pinjam sahabatmu dulu ya”lanjut namja bodoh itu sambil merangkul bahuku, namja ini benar-benar minta kubunuh, Sae Ra hanya mengangguk kaku, aku pikir dia sangat shock dengan apa yang dia lihat.

 

“Gomawo”lagi-lagi Kyuhyun menunjukan senyum itu pada Sae Ra, apa dia ingin membuat sahabatku pingsan, hah?

 

Dia membuka pintu mobil dan mendorongku masuk, cih dia selalu melakukan segala cara untuk memaksaku menuruti keinginannya, tidak mungkinkan aku menolaknya di depan Sae Ra, di depan fansnya yang sangat..sangat perhatian pada namja bodoh itu, bisa-bisa Sae Ra marah padaku hanya karena aku menolak ajakan namja bodoh ini.

 

Dia memakai kacamatnya lagi kemudian masuk ke dalam mobil dan damn, dia kembali tersenyum pada Sae Ra yang masih terpaku di tempatnya.

 

Aku mendnegus kesal, ketika dia mulai menjalankan mobilnya.

 

“Untuk apa kau menunjukan senyummu itu padanya?”tanyaku ketus,apa maksdunya dia tersenyum seperti itu, ingin membuatnya pingsan.

 

“Wae? Kau cemburu?”tanyanya sambil tersenyum kecil.

 

“Cih..maldo andwe…kau tidak tahu seberapa besar efeknya pada gadis itu selanjutnya”kataku ketus.

 

“Lalu..kau cemburu kalau dia semakin menyukaiku”katanya lagi.

 

“Untuk apa aku cemburu pada fans-fansmu yang memang terlalu menyukaimu”balasku, aku mendengarnya terkekeh pelan.

 

“Kalau kau tidak cemburu pada fans-fansku kenapa kau tidak pernah mau datang ke konser kami?”tanyanya sambil menoleh padaku, aku mengalihkan pandanganku dari tatapannya.

 

“Jangan bicarakan itu”kataku.

 

“Ara..kalau begitu kau akan ikut kami ke Taiwan  nanti…”

 

Aku tidak menggapi perkatannya, terserah saja, aku sibuk dengan memperhatikan keluar jendela, jamkaman sebenarnya dia mau mengajakku kemana??

 

**

 

Tiba-tiba dia memberhentikan mobilnya di sebuah lapangan parkir…taman hiburan??!! Aku menoleh padanya dengan cepat begitu tahu dia membawaku kemana, siang hari ke taman hiburan?! Apa dia mau cari mati.

 

“Kau tidak seriuskan Kyu…”kataku.

 

“Sudah lama kita tidak kesini..ayo turun”ucapnya kemudian dia turun lebih dahulu dari mobil, aku masih diam di mobil, apa maksudnya membawaku kemari.

 

“Ayo turun”ucapnya membuka pintu mobilku dan menarikku keluar.

 

“Neo”

 

“Gwenchana”dia tersenyum kemudian mulai menggamit lenganku untuk berjalan bersamanya. Hah aku tidak mengerti dengan jalan pikirannya itu.

 

“Apa yang akan kita naiki pertama?”tanyanya sambil memperhatikan semua permainan disini.

 

“Kyu…kau benar-benar…aku tidak mau ada yang melihat kita”kataku cemas, tentu saja aku cemas, kalau ada yang sadar dia siapa? Matilah kami.

 

“Bersikaplah biasa agar tidak ada yang curiga arasso”ucapnya, dia menoleh padaku, aku menganggukan kepalaku, dia mengatakan lewat tatapannya bahwa semua akan baik-baik saja.

 

Kyu POV

Akhirnya dia tidak merasa cemas lagi dan mulai menikmati bermain disini, sudah seharusnya karena ini kan hari ulang tahunnya, hampir semua permainan sudah kami naiki, gadis ini tidak takut apapun.

 

“Kau senang?”tanyaku padanya ketika kami sedang duduk melepas lelah.

 

“Tidak juga”jawabnya cuek, aku tersenyum kecil, dia selalu tidak pernah mau mengungkapkan perasaanya, sudah berapa kali kukatakan untuk selalu terbuka padaku, mungkin itu memasng sifatnya, sudah jelas terlihat dia senang sekali, dia selalu tersenyum dan inilah pertama kalinya aku melihatnya tertawa lepas saat bersamaku, dia sangat cantik saat tertawa lepas.

 

“Arasso..kau haus? Aku beli minum dulu..”kataku sambil berdiri dari dudukku, dia mengangguk.

 

Baru beberapa langkah aku mendengar handphoneku berbunyi, aku melihat layar sekilas, Donghae hyung.

 

“Yoboseyo hyung…waeyo?”tanyaku begitu kuangkat teleponnya.

 

“Mungkin agak sedikit malam hyung…nde..gomawo hyung”ucapku kemudiam memutuskan sambungan telepon, gadis itu akan sangat terkejut dengan apa yang sudah aku siapkan.

 

 

Yong Soon POV

 

Dia lama sekali? Apa yang dia lakukan sampai selama ini? Aku memperhatikan sekelilingku mencari sosoknya, memangnya kemana dia membeli minum.

 

“Noona”

 

Aku mendengar seseorang memangggilku, aku menoleh kesampingku dan kulihat seorang anak laki-laki kecil duduk disampingku sambil tersenyum, apa aku mengenalnya?

 

“Ada apa adik kecil?”tanyaku padanya.

 

Dia tidak menjawab malah menyodorkan sebuah kertas padaku, aku tidak mengerti kenapa dia melakukannya namun aku menerimanya dan setelah itu dia langsung beralari pergi, kenapa dengan anak itu? aku penasaran membuka kertas itu, tulisan yang sangat kukenal ada didalam kertas itu, jinjja jadi namja bodoh tadi yang menyuruh anak kecil itu, aku tersneyum sendiri saat membacanya.

 

From: Tuan Cho

To: Nyonya Cho

 

Akhirnya di hari ualng tahunmu ini aku bisa melihatmu tertawa lepas saat bersamaku…gomawo..dan untuk seterusnya maukah kau selalu tertawa lepas saat bersamaku.

 

Apa maksdunya? Aku menggelengkan kepalaku, aneh-aneh saja, aku menutup kertas itu dan tepat saat itu dia berjalan menghampiriku lagi.

 

“Aku yang ulang tahun..kenapa kau yang meminta padaku? Harusnya aku yang meminta padamu…”kataku, dia tersenyum kecil sembari memberikanku air mineral dan duduk tepat disampingku.

 

“Pengecualian bagiku..saat seseorang ulang tahun orang lainlah yang meminta pada yang sedang berulang tahun bukan sebaliknya…”ucapnya.

 

Memangnya ada yang seperti itu? ck namja ini.

 

“Ayo jalan-jalan lagi”kataku sambil berdiri dari dudukku dan berjalan lebih dahulu, hari ini aku benar-benar sangat senang, dia memang sangat mengesalkan diawal tapi selanjutnya dia sangat menyenangkan ^^

 

**

 

Aku melambaikan tanganku padanya menyuruhnya agar menghampiriku yang sedang berdiri di sebuah tempat penjualan aksesoris disini.

 

“wae?”tanyanya padaku, aku segera mengambil sebuah bando dengan kuping babi dan mengenakannya padanya.

 

“Cocok sekali”kataku sambil tersenyum senang.

 

“Mwo?!”serunya, dia melepasnya dan mengamatinya begitu tersadar kalau itu adalah kuping babi, dia menatapku kesal.

 

“Ya..kenapa babi, hah?!”serunya tidka terima, aku tertawa kecil, aku ambil kembali dan memakaikannya lagi padanya.

 

“Babi gendut”kataku memanggilnya dengan sebutan yang sangat dia benci itu.

 

“Shireo!”

 

“Naga galak!”serunya sambil memakaikan sebuah bando dengan bentuk naga, hei aku tidak tahu kalau ada yang bentuknya seperti ini, cish kebetulah sekali, dia bisa membalasku.

 

Aku menatapnya kesal, dia malah tertawa, shireo! Kenapa dia selalu bisa membalasku sih?! Aku mengembungkan pipiku kesal dan berjalan meninggalkannya, biar saja dia yang bayar.

 

“Ya..ya…kau main pergi saja sebelum membayar…”katanya yang kembali berjalan disampingku, aku hanya mendelik kesal padanya, dia tertawa pelan.

 

“Aku selalu bisa membalasmu Yongie”katanya sambil menepuk kepalaku perlahan dan membetulkan letak bando itu.

 

“Jamkamman”tiba-tiba dia menhana tanganku yang hendak berjalan, mau apa dia?

 

“Mana handphonemu?”tanyanya, mau apa dia dengan handphoneku, aku memberikannya dengan malas

 

Klik

 

Tiba-tiba dia memotretku, jinjja?!

 

“Naga galak yang sedang cemberut”ucapnya sambil menunjukan foto yang baru saja dia ambil padaku, Kyu!!!dia sunggguh menyebalkan! Aku tarik kata-kataku tadi yang bilang bahwa dia sangat menyenangkan, tetap saja dia sangat menyebalkan, selalu!!!

 

“Ya!kembalikan!”seruku berusaha mengambil handphoneku lagi namun dia menahan tanganku.

 

“Tidak”jawabnya singkat kemudian berjalan meninggalkanku, aisshh jinjja, menyebalkan sekali dia itu?!!

 

**

 

Hari sudah mulai malam dan dia mengajakku untuk pulang, karena aku masih kesal dengannya, sepnajang perjalanan pulang aku hanya mendiamkannya, sampai di apartemen kami, aku juga berjalan duluan meninggalaknnya, dia juga sepertinya tidak berniat membuatku tidak marah lagi, dasar menyebalkan.

 

Aku tidak menunggunya yang masih berjalan di belakangku, sampai di depan apartemenku, dengan cepat aku memasukan password apartemenku dan membukanya.

 

“SAENGIL CHUKKA HAMNIDA YONG SOON-AH!”

Mwo? Apa-appan ini?semuanya kenapa ada di dalam apartemenku?

 

Kyu POV

 

Aku bisa melihat wajah terkejutnya ketika membuka pintu, ini yang aku siapkan, ok bukan hanya aku tapi semuanya, dia menoleh padaku yang ada di belakangnya, aku hanya tersenyum, dia terlihat masih tidak percaya.

 

“saengil chukkaeyo Yong Soon-ah..”ucap Rae Bin menarik tangannya untuk masuk.

 

“Ya…Oppadeul…”dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.

 

Sebuah kue lengkap dengan lilin ada dihadapannya.

 

“Kajja tiup lilinnya”ucap Yeon Ji.

 

Yongie memejamkan matanya dan setelah itu meniup lilinnya.

 

“Dongasengku sudah semakin tua!”ucap Donghae hyung sambil menepuk kepala Yongie. Donghae hyung sedikit melirik padaku namun aku hanya menanggapinya dengan senyuman, tenang aku tidak akan marah, hanya untuk ulang tahunnya, selanjutnya, aku tidak akan membiarkannya menyentuh Yongie lagi.

 

“Kajja…kajja potong kuenya…”ucap Je Ri dengan semangat memberikan pisau pada Yongie. Aku bisa melihat sejak tadi Yongie terus saja tersenyum, memang sudah lama dia tidak merayakan ulang tahun yang seperti ini, kebetulan sekali bulan ini kami tidka terlalu sibuk sehingga kami bisa menyiapkan kejutan untuknya.

 

Yongie mulai memotong kuenya, Je Ri sudah siap dengan piringnya, begitu Yongie meletakkan kue itu ke piring yang Je Ri pegang, dia mulai melihat kesekeliling untuk mencari siapa yang akan dia berikan lebih dahulu.

 

“Heechul Oppa”ucapnya pada Heechul hyung yang berdiri bersebelahan dengan Teukie hyung, aku bisa membuatnya datang ke pesta ini dan aku tahu itu yang paling diingikan Yongie.

 

“Sudah kuduga aku memang orang yang paling bebarti untukmu Yongie..meski sudah ada Kyuhyun”ucap Heechul hyung sambil melirikku, bukan yang pertama mendapat kue bukan berarti aku bukan yang pertama dihatinya.hehehehe.

 

“Saengil chukkaeyo Yongie cry baby”ucap Heechul hyung sambil mengelus kepala Yongie penuh rasa sayang, Yongie hanya tersenyum.

 

“Selanjutnya siapa?”tanya Yeon Ji.

 

“Jung Soo Oppa”ucap Yongie, sudah kuduga, dia pasti akan memilih Teukie hyung. Teukie hyung menatapku seakan meminta ijin, hyung aku bukan anak kecil yang semudah itu cemburu apalagi pada hyungku sendiri, ada beberapa pengecualian tidak semua.

 

“Gomawo saengi-ya..saengil chukkaeyo..jadilah lebih baik..kami sangat menyanyangimu…”pesan Teukie hyung, Yongie mengangguk masih dengan senyuman yang terus terkembang di bibirnya.

 

“Kyu..boleh aku mencium istrimu?”pinta Teukie hyung sambil menunjuk pipinya.

 

“Ah..keureu…”ucapku mengiyakan, Teukie hyung pun mencium pipi Yongie, jujur meski aku mengiyakannya, aku masih sedikit tidak suka, tentu saja dia istriku, aku selalu berpikir hanya aku yang boleh menyentuhnya, tapi karena ini ulang tahunnya dan lagipula aku tahu Teukie hyung hanya menunjukkan rasa sayangnya pada gadisku, jadi aku ijinkan.

 

 

**

 

Sudah kuduga dia akan memberikanku kue yang terakhir, itu artinya aku pelengkapnyakan? Aku tahu itu, gadis ini memang sangat sangat mencintaiku, hehehehe.

 

Dia menyerahkan kue itu padaku dengan tatapan kesal, seeprtinya dia masih kesal dengan yang tadi. Kukecup bibirnya sekilas, membuatnya sedikit terkejut.

 

“Ehemm..ehemm..”deheman dari orang-orang disekitar kami membuat muka Yongie menjadi merah, gadisku ini mudah sekali untuk tersipu malu.

 

“Oppa!”seru Yongie menatap hyungdeulku dengan kesal, sementara mereka hanya tertawa.

 

“Kenapa kau malu? Kita kan suami istri”kataku sambil merangkulnya, bisa kulihat mukanya semakin memerah dan hyungdeulku bersorak membuat dia semakin malu.

 

“saranghae”aku berbisik diteliganya kemudian mencium dahinya membuat semua hyundeulku menyoraki kami, aku sudah yakin gadis ini sudah sangat merah mukanya karena malu tapi biarlah, memagnya kenapa, dia istriku.

 

 

Yong Soon POV

 

Aku sedang memeperhatikan foto-foto yang kami ambil saat di taman hiburan tadi, aku sangat lelah hari ini,pertama karena jalan-jalan kedua Oppadeul juga sahabat-sahabat terbaikku baru pulang pukul 11 tadi, mereka benar-benar menyiapkan pesta yang sangat-sangat meriah, aku benar-benar senang hari ini.

 

Aku merebahkan tubuhku diatas sofa sambil terus memperhatikan foto-foto tadi, tiba-tiba aku merasakan seseorang duduk disampingku. Aku menududukan tubuhku dan menatap wajah namja yang sudah mmebuatku kesal sekaligus senang hari ini.

 

“Gomawo…”ucapku.

 

“Untuk?”tanyanya.

 

“semuanya…kalian sudah mempersiapkan ini semua kan? jeongmal gomawoyo…”kataku lagi, dia tersenyum lembut dan mengacak-acak rambutku.

 

“Jadi..kau senang atau kesal denganku hari ini?”tanyanya lagi.

 

“Dua-duanya”jawabku, ya dia membuatku senang juga kesal bergantian dengannya, jinjja ini adalah ulang tahun yang terbaik.

 

“Berarti usahaku berhasil membutmu senang sekaligus kesal dalam satu waktu..joha!”ucapnya sambil tersenyum senang, dia menarik tubuhku untuk mendekat padanya, aku menurutinya, kuerbahkan kepalaku di bahunya dan kembali dengan kegiatanku tadi.

 

“baru kali ini aku benar-benar merasa merayakan ulang tahunmu sepenuhnya…dan baru kali ini juga aku melihatmu tertawa lepas saat bersamaku…haengbokhae”katanya perlahan.

 

“Nado haengbokhae…”jawabku sambil menegakkan tubuhku.

 

“Oh ya..aku belum mengucapkan selamat ulang tahun untukmu bukan?”tanyanya.

 

Iya, dia belum mengucapkan selamat ulang tahun padaku, aku baru sadar, dia hanya bilang ini hari ulang tahunku tapi dia belum mengucapkan secara jelas.

 

“Sebentar lagi ulang tahunmu akan berakhir dan aku akan menjadi orang terakhir yang mengucapkannya…aku lebih suka yang terakhir..bukan begitu Yongie sayang..terakhir adalah pelengkap…tanpa yang terakhir tidak akan lenngkap bukan…”

 

Pantas dia sama sekali tidak marah saat aku memberikannya kue terakhir, sejak kapan dia tahu aku akan selalu menganggapnya yang terakhir karena dia adalah pelengkap, pelengkapku, tanpa dia sebanyak apapun orang yang ada disekitarku itu tidak lengkap.

 

“bagaimana kau tahu?”tanyaku.

 

“Aku selalu mencari tahu tentangmu..”ucapnya, dia menaruh tangannya dipinggangku dan menarik tubuhku mendekat, dia mulai mendekatkan wajahnya padaku, aku memejamkan mataku sedetik kemudian aku merasakan bibirnya menyentuh bibirku perlahan, kukalungkan tanganku ke lehernya dan dia mulai melumat bibirku perlahan.

 

“saengil chukkaeyo Yongie…”lirihnya sesaat melepas ciuman kami sebelum melanjutkannya kembali.

 

Ciuman kami semakin intens, sudah lama kami tidak pernah berciuman seperti ini dan rasanya sangat menyenangkan. How i’m addicted with his kiss.

 

“Eungg…”desahku saat kami masih saling melumat.

 

“Omo..mianhe..”

 

Aku langsung melepaskan ciuman kami begitu aku mendengar sebuah suara dari arah pintu, wookie oppa dan Je Ri menatap kami, begitu sadar tubuhku dan Kyuhyun yang saling menempel sangat tidak enak dilihat, aku segera menjauh. Bagaimana mereka bisa masuk dan melihat? Ahh jinjja aku malu sekali >////<

 

“Wookie Oppa..Je Ri…”

 

“Hyung…”

 

 

Advertisements

12 thoughts on “FF: It’s Your Birthday Yongie (KyuSoon Couple)

  1. saengil chukae soon unnie ^^
    ahh. kyuppa th emang ngeselin sekaligus nyenengin… haha 😀
    tapiii endiing nyaa. hahah kasian kyusoon. ada iklan sebentar. hehe 😀

  2. namanya juga evil pasti nyebelin heheh , haddooh wookie oppa kalau mau masuk itu ketuk dulu kan gag enak jdnya ganggu heheh

  3. Hahaha… Ada yg belum pulang ternyata…
    Aa..bahagianya yongie memiliki kyuhyun
    #well.. FF ini selalu bs bikin envy tingkat tinggi
    dan mdh2an sahabat yongie yg td diksh senyum sm kyu bae2 aja yah, mdh2an msh bs napas teratur dia kekeke #lucu bgt
    daebak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s