FF: Milagro del Amor Chapter 1(2nd Colaboration FF)

Novita Cho

 

Chapter 1

Casts:

Agnelli Clan

Dennis(1000thn)

Alishia(800thn)

Anita(500thn)

Cheryl(300thn)

Aletha(100thn)

 

Calabria Clan

Unow(800thn)

Max(200thn)

Vincent(400thn)

 

Boia Nerro

Casey(1000thn)

Joshua(900thn)

Jordan(800thn)

 

Mannaro

Jeremy, 24 thn

Andrew, 23thn

Matthew, 25thn

 

Cacciatore

Marcus, 21thn

Elias, 18 thn

Nikky, 17 thn

Henry, 19 thn

Zhoumi, 23thn

Dire che questo è l’ultima volta
A qualcuno che è a me molto caro
* Anche se si cerca di evitarlo
Anche se piangi
Io sono quello che ha iniziato questa separazione

Ho sempre essere forte
Ma io sono solo un codardo che non ha la fiducia per prendersi cura di voi per sempre
e perfino di partire. .

Non bisogna mai come me di nuovo mencintaiseseorang
Non perdere mai di nuovo
Cerchiamo persone che non si allontanano da te e hanno bisogno di voi
qualcuno che ti ama davvero

Qualcuno che non può vivere senza di te
dolorosa, si sta cercando di tenermi più *
ma io sono un uomo che non ha pengceut
Fiducia per dare felicità accanto a te

Non bisogna mai come me di nuovo mencintaiseseorang
Non perdere mai di nuovo
Cerchiamo persone che non si allontanano da te e hanno bisogno di voi
qualcuno che ti ama davvero

anche se ci sentiremo separazione rimpianto
ma non posso fare altro che dare
Addio

Non piangere per tutto ciò che è passato
Non bisogna mai perdere l’amore che è andato a sinistra
Cerchiamo persone che non si allontanano da te e hanno bisogno di voi
qualcuno che ti ama davvero
Qualcuno che non può vivere senza di te, ti preghiamo spero che sarai felice
non mai incontrarsi di nuovo

Hujan deras mengguyur sebuah pegunungan yang berada didaerah utara Italia yang merupakan barisan pegunangan negara yang terkenal dengan berbagai macam makanan yang lezat ini, Bologna,itulah kota yang berada dikaki gunung Apennines yang termasuk barisan pegunungan Italia.

 

Januari baru saja dimulai, lapisan salju bertengger di pepohonan pegunungan yang memiliki puncak tertinggi dengan ketinggian 2900m diatas permukaan laut,  tetesan hujan yang rapat dan cukup deras membuat beberapa gunungan putih di ranting-ranting pohon tejatuh perlahan ke tanah yang juga tertupi salju,  menimbulkan suara berdebum, hanya suara itu yang terdengar sejak tadi, setelah tidak ada lagi yang turun, kembali hening, sepertinya di cuaca seperti ini meski hanya binatang kecilpun enggan untuk keluar dari sarangnya yang hangat.

 

Sejauh mata memandang pegunungan ini hampir semuanya tertutup salju hanya menyisakkan sedikit bagian yang tidak tertupi salju namun jauh di bagian timur sana bukan disini. Dibalik rimbunnya pepohonan di pegunungan ini tampaklah sebuah bangunan dengan arsitektur yang sangat indah, pahatan gambar-gambar romawi kuno terlihat seperti hidup, arsitek yang membangunnya pastilah yang terbaik dimasanya atau mungkin yang terbaik selamanya, entahlah yang jelas dengan sekali melihat bangunan ini bisa dirasakan keindahannya membuat yang melihatnya seperti terbawa kembali ke jaman dimana Romawi masih berjaya.

 

Atap bangunan itu sepenuhnya tertutup salju, bahkan ada beberapa jendela yang juga tertutpi salju, sekilas seperti tidak ada orang namun jika melihat dengan jelas bangunan ini memliki sentuhan modern yang tidak mungkin manusia jaman romawi yang membuatnya.

 

Tiba-tiba pintu megah bangunan itu terbuka dan keluarlah seorang pria dengan rambut coklat dan ditilik dari wajahnya mungkin diakhir usia 20 menginjak usia 30, dia tersenyum menunjukkan lesung pipinya, dia mengamati hamparan salju dihadapannya, dilihat dari apa yang dia lakukan, dia seperti sedang menikmati pagi berhujan setelah semalam tidur dengan nyenyak tapi dia tidak terlihat seperti bangun tidur, wajahnya tetap segar namun kulitnya putih pucat dan matanya berwarna merah, dia mulai meregangkan tangannya benar-benar seperti orang yang sedang menikmati pagi hari setelah bangun tidur.

 

Seorang gadis ikut keluar dari balik pintu itu lagi, gadis dengan rambut coklat bergelombang sepinggang, wajahnya cantik dengan kesan misterius dan bagaimana bisa wajah mereka sama?ya kulit putih dan juga mata merah, tiba-tiba saja gadis itu menutup mata pria dihadapannya dari belakang, pria itu sedikit terkejut dan segera melepaskan tangan gadis itu berbalik dan tersenyum padanya, sekali lihat mungkin akan berpikir bahwa mereka adalah pasangan suami istri namun..

 

 

“Ayah!!!”sebuah suara melengking memecah keheningan pagi berhujan itu. Seorang gadis lagi dengan rambut hitam lurus sepinggang muncul dari belakang rumah mereka, tubuhnya basah oleh air hujan.

 

Dia memasnag senyum terbaiknya dihadapan pria itu sementara pria itu memutar bola matanya melihat gadis ini.

 

“Aletha..apa yang aku lakukan?ganti bajumu!”perintah gadis berambut coklat bergelombang pada gadis yang basah kuyup ini yang ternyata bernama Aletha.

 

Aletha menggembungkan pipinya kesal, pria itu terkekeh pelan.

 

“Masuklah..nanti kau sakit”ucap pria itu.

 

Aletha menghentakkan kakiknya masuk ke dalam mengikuti pria dan gadis bermabut coklat itu yang sudah lebih dulu masuk ke dalam.

 

“Sejak kapan kita bisa sakit”celetuk Aletha yang berjalan dibelakang pria dengan lesung pipi itu. Pria itu hanya mengulum senyum mendengar perkataan Aletha.

 

“Aku tidak akan berburu malam ini jika hujan turun..titik”seorang gadis keluar dari sebuah kamar, dia seperti habis berbicara dengan seseorang, gadis dengan rambut sebahu berwarna coklat.

 

“Dennis”sapanya pada pria yang berjalan didepan Aletha, pria yang ternyata bernama Dennis itu tersenyum pada gadis itu.

 

“Anita..sudah berapa kali aku bilang panggil dia ayah”seru gadis yang memarahi Aletha tadi. Anita mengerucutkan bibirnya.

 

“Alishia..kau hanya membuang waktumu mengingatkannya..dia memang tidak sopan”seorang gadis muncul lagi dari balik ruangan tempat Anita keluar, gadis yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibanding yang lain dengan rambut ikal coklat.

 

“Diam kau cheryl”sergah Anita pada gadis yang baru saja keluar dari kamar itu, Cheryl, sepertinya gadis itu yang baru saja berdebat dengan Anita.

 

Anita dan Cheryl sudah memasang tatapan tajam, mata merah mereka seakan ingin menunjukan tatapan membunuh satu sama lain.

 

“Sudah…sudah..  “Dennis menengahi mereka.

 

“Anita..kalau kau tidak mau berburu malam ini..kau jaga rumah..kudengar klan Calibria akan berkunjung kesini..kau bisa menyambutnya”lanjut Dennis.

 

Mata Anita langsung membulat dan menatap Dennis tidak percaya.

 

“Apa?! Tidak..aku tidak mau menyambut mereka..lebih baik aku ikut kalian”ucap Anita, dennis hanya menggelangkan kepalanya dna tersenyum kecil, harinya sungguh berwarna semenjak bertemu dengan keempat gadis ini, masing-masing memiliki sifat yang unik dan berbeda membuatnya harus memahami masing-masing dari mereka dengan baik.

 

**

 

Kelima manusia itu duduk di ruangan yang sangat luas penuh dengan perlatan modern, masing-masing sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, masih bertanya-tanya apa hubungan mereka? Mereka tidak memeliki hubungan darah ataupun sejenisnya namun ada satu persamaan dalam diri mereka, mereka adalah makhluk mitos penghisap darah manusia atau lebih dikenal sebagai vampir. Dennis, Alishia, Anita, Cheryl dan Aletha adalah satu klan vampir di Bologna, klan Agnelli, mereka sudah berada disini kurang lebih 500 tahun tanpa seorang pun tahu keberadaan mereka. Klan ini tidak meminum darah manusia namun ada saat-saat tertentu mereka harus merasakan darah manusia tepatnya setiap pertengahan bulan. Klan agnelli tidak berinteraksi dengan manusia, mereka tidak pernah ke kota kecuali untuk makan dan membeli keperluan mereka sehingga terlihat seperti manusia dan biasanya dilakukan di tengah malam.

 

Dennis adalah ketua mereka namun Dennis tidak pernah mau dianggap ketua dia lebih memilih dianggap ayah oleh keempat gadis itu, oleh sebab itu dia meminta keempat gadis ini memanggilnya ayah, semuanya setuju karena secara tidak langsung Dennislah yang mentransformasi mereka menjadi vampir, well, tidak mungkin vampir tercipta begitu saja atau sejak lahir sudah menjadi vampir, mereka diciptakan entah sengaja atau tidak sengaja. Masing-masing memiliki cerita melatar belakangi mereka menjadi vampir dan sebagain besar dari mereka karena Dennis. Bukan berarti Dennis jahat, dia melakukan ini untuk menyelamatkan mereka bukan untuk membunuh mereka, meski menjadi makhluk yang dibilang terkutuk mereka bersyukur mereka masih bisa tinggal di dunia ini.

 

Dennis sudah berusia 1000 tahun dia bukan berasalah dari bologna tapi Turin, dia ditransformasi ketika usinya hampir 30 tahun, dia hidup berpindah-pindah sendiri setiap tahunnya, awalanya dia berusaha tinggal di tengah-tengah manusia karena dia berpikir bisa mengendalikan keinginannya untuk meghabisi manusia, dia berhasil diawal-awalnya namun seperti yang disebutkan tadi ada suatu masa dimana vampir akan melemah dan membutuhkan darah manusia untuk mengembalikan kondisi mereka, meski Dennis sudah berusaha menahannya dia tidak bisa dan pada akhirnya dia membunuh manusia saat itu di eksistensinya yang ke 50 tahun, 50 tahun dia menahan hasrat mencicipi darah manusia bahkan disaat dia butuh, setelah itu Dennis memutuskan untuk tidak tinggal di tengah-tengah manusia lagi, dia merasa dirinya sudah tidak akan bisa berjalan bersama manusia, dia berbeda, manusia adalah mangsanya. Namun sampai sekarang Dennis masih memegang prinsip tidak akan menghisap manusia kecuali di hari dimana mereka butuh darah manusia begitu juga yang dia ajarkan pada keempat anak angkatnya itu.

 

Dennis menutup buku bacaannya dan mengamati keempat anaknya yang sedang asyik dengan kegiatannya masing-masing, dia mengulas senyum tipis, dia merasa beruntung bertemu gadis-gadis ini dia tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya setelah pembunuhan pertamanya, dia depresi dan bahkan beberapa kali meminta dibunuh, dia merasa tidak bisa hidup seperti ini, menjadi makhluk terkutuk yang hina. Namun sebuah kejadian membuatnya sadar,dia mungkin makhluk terkutuk namun setidaknya dia masih bisa melihat dunia ini. Alishia lah yang membuatnya mulai menerima kehidupannya yang seperti ini, dia kembali mengingat pertemuan pertamanya dengan Alishia, Alishia yang bersimbah darah di pinggir hutan, dia sedang meregang nyawa saat itu, Dennis yang sedang dalam perjalanan menuju kota sebelah mendengar rintihan minta tolong Alishia, awalanya Dennis ingin menghiraukan saja karena dia tahu itu suara manusia, dia sudah berprinsip untuk menghindari kontak dengan manusia sejak insiden pembunuhan itu. Dennis adalah orang yang baik semasa hidupnya dan bukan salah manusia dia seperti ini, maka dia pun menghampiri asal suara itu, Alishia bersandar lemah dia bawah pohon dengan nafas yang  satu-dua, dennis sadar gadis ini hidupnya tidak akan lama lagi, Dennis menghampirinya setidaknya mendengar apa yang ingin dia katakan dan satu kata yang membuat Dennis tertegun “tolong aku, kumohon” itulah kata-kata yang keluar dari bibir pucat Alishia, Dennis merasa iba, bahkan manusia yang sudah sekarat dan tidak mungkin diselamatkan masih ingin hidup, kenapa dia tidak pasrah saja, pikir Dennis. Dennis akhirnya sadar selama masih ada ajaln untuk kau bisa hidup kenapa tidak kau coba. Tanpa pikir panjang lagi Dennis mentransformasi Alishia menjadi sepertinya.

 

Pandangan Dennis berpindah pada gadis lain, gadis yang sedang menulis diatas meja, wajahnya serius, gadis yang paling unik menurutnya, Anita itulah nama gadis yang sedang diperhatikan Dennis.

 

Dia bertemu gadis itu disebuah kota desa kecil di Roma, saat itu Dennis dan Alishia sedang dalam perjalanan menuju Venice, seperti kebiasaan mereka untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lain agar tidak ada yang curiga dengan banyaknya pembunuhan di tengah bulan akibat ulang mereka. Dennis sedang mengajarkan untuk menjadi vampir yang beradab dengan tidak meminum darah manusia pada Alishia. Diujung desa ada sebuah rumah kecil ada beberapa orang di depan rumah itu, Dennis dan Alishia hendak memutar jalan karena tidak mau bertemu manusia namun sebelum mereka berbalik, seorang ibu meronta-ronta, memohon dan berlutut ditanah pada beberapa orang pria yang membawa sebuah gerobak kayu, Dennis tidak bisa melihat isi gerobak itu hanya saja dia bisa mencium bau tubuh mayat yang bercampur dengan tubuh manusia yang masih hidup namun sudah sekarat. Dennis segara mengajak Alishia memutar jalan dan tidak mempedulikan kejadiaan yang baru dia lihat, namun sepanjang jalan Dennis terus memikirkan nasib manusia yang ditaruh digerobak itu, apa mereka pikir manusia itu sudah mati? Kasihan sekali, dia masih hidup kenapa dianggap mati, itulah pikiran yang terus muncul dikepala Dennis. Sampai akhirnya sebelum keluar dari kota itu, dia meminta Alishia menunggunya dan dia kembali ke tempat tadi, dia mengejar pria-pria itu dan menghadang mereka, dengan sedikit perkelahian Dennis mengambil tubuh manusia itu yang ternyata adalah seorang gadis. Selanjutnya Dennis sudah mentransformasi gadis itu.

 

“Kenapa sejak tadi kau menatapku?”tanya Anita yang kini sudah menatap Dennis penasaran, dia sudah menghentikan kegaiatan menulisnya sejak tadi karena merasa Dennis memperhatikannya.

 

Dennis tersenyum lembut dan menggeleng, gadis ini sungguh sangat perasa, sangat ingin tahu, matanya masih menuntut jawab Dennis.

 

“Tidak..tidak apa-apa..lanjutkan tulisanmu”ucap Dennis. Anita hanya menegakkan bahunya dan kembali melanjutkan kegiatan menulisnya, meski dia pensaran kenapa Dennis menatapnya seperti itu namun sepertinya kegiatannya tadi lebih menyenangkan dibanding harus menuntut penjelasan Dennis, terkadang jawaban Dennis aneh dan rancu.

 

Cheryl duduk di depan grand piano yang ada diruangan itu, tangannya meraba tuts piano dengan perlahan dan seulas senyum muncul dibibirnya, Cheryl lupa sama sekali dengan kehidupan awalanya dia hanya ingat dia begitu mencintai piano, apa mungkin dulu di adalah pianis? Begitu pikir Cheryl.

 

Dennis kini sudah menatap Cheryl, gadis manis berambut ikal itu bukan diciptakan olehnya namun ditemukan di pinggrian kota Venice, kota yang indah namun tidak seindah kehidupan gadis ini, Dennis masih ingat ketika bertemu dengan Cheryl, dia sedang berburu di tengah kota namun sayangnya dia belum mahir saat itu dan hampir diketahui manusia untunglah Dennis menyelamatkannya dan pada akhirnya Cheryl mengikuti Dennis kemanapun pergi, Dennis menerima Cheryl dengan tangan terbuka, dialah yang pertama kali memanggil Dennis dengan sebutan ayah.

 

Alunan suara piano mulai terdengar diseluruh ruangan, Cheryl memang sangat pandai bermain piano,jika dia sudah mulai memainkan piano semua orang akan terhipnotis begitu juga orang-orang diruangan ini, mereka menikmati sentuhan jari Cheryl pada tuts piano sehingga menghasilkan harmoni yang menyempurnakan pagi berhujan ini.

 

Aletha yang tadi sibuk dengan tumpukan majalah, mendengar alunan piano Cheryl membuatnya ingin menghampiri Cheryl, dia duduk disamping Cheryl mengamati gadis itu dengan seksama, mengamati bagaiman jari-jari lentik Cheryl menekan tuts piano dengan halus dan perlahan. Aletha tampak ingin ikut menyentuhnya namun dia membiarkan Cheryl menyelseaikan lagunya.

 

Dennis mengamati ekspresi wajah Aletha yang sangat penasaran. Gadis yang tegar, kehilangan orang tua di usia yang sangat muda karena serangan vampir, gadis itu masih ingat jelas kejadian itu bahkan Aletha hampir menjadi mangsa seorang vampir sebelum dia ditransformasi oleh Dennis, awalnya Aletha menyalahkan dirinya karena kejadiaan itu namun Dennis berhasil meyakinkannya bahwa tidak da yang perlu disesali dan disalahkan semua sudah menjadi jalan hidup Aletha.

 

Dennis tersenyum tipis, mereka memiliki latar belakang yang berbeda, tidak ada yang berharap menjadi seperti ini namun bisa tetap hidup adalah suatu keberuntungan meski dalam bentuk seperti ini.

 

Tiba-tiba sebuah dering telepon memecah alunan indah nada-nada yang dihasilkan Cheryl, Dennis bergegas bangun dari duduknya berjalan ke arah telepon yang berdekatan dengan tempat Anita menulis, kenapa Dennis tidak menyuruh Anita mengangkatnya? Dia tahu Anita tidak suka diganggu jika sedang serius dengan sesuatu terutama hobinya, menulis.

 

“Halo”sapa Dennis pada orang yang meneleponnya.

 

“Oh benarkah..baiklah..kami tunggu”percakapan singkat itu pun berhenti, ketika Dennis meletakkan gagang telepon ketempatnya lagi, Anita sudah menatapnya tidak suka.

 

“Untuk apa mereka kesini?”Anita tahu siapa yang menelepon tadi dan dia sangat tidak suka dengan orang yang baru saja menelepon.

 

“Mereka hanya ingin berkunjung”jawab Dennis lembut.

 

“Klan Calabria..sudah lama juga…Anita kurasa Vincent merindukanmu…”tiba-tiba Cheryl sudah berhenti bermain dan duduk di sofa tempat Dennis duduk tadi.

 

Anita menggeram pelan, adiknya yang satu ini memang selalu menggodanya terutama masalah klan Calabria, entah ide darimana adiknya itu mulai memasangkannya dengan Vincent, salah satu anggota klan Calabria. Padahal sudah jelas-jelas dia tidak suka dengan semua anggota klan Calabria itu. Pembunuh berdarah dingin, begitu presepsi Anita.

 

“Cheryl..berhenti menggodanya”ucap Dennis pada Cheryl, dia tidak ingin terjadi perdebatan antara kedua gadis itu lagi.

 

“Ayah tidak berniat menjodohkan Anita dengan Vincentkan?”ucap Cheryl sambil tersenyum penuh arti pada Anita.

 

Anita mendengus kesal kemudian keluar ruangan itu, Cheryl terkekeh pelan, dia senang bisa menggoda kakaknya itu sementara Dennis hanya geleng-geleng kepala saja. Seorang gadis di sudut ruangan terlihat menunjukan wajah cemas, Alishia, mendengar berita klan Calabria akan datang membuatnya cemas.

 

“U-know..”lirih Alishia pada dirinya sendiri.

 

**

 

“Wow kau jadi ikut berburu…tidak menunggu Vincent”ucap Cheryl ketika melihat Anita keluar kamarnya dengan jaket jeansnya, Anita menatap malas Cheryl dan beralih pada Dennis.

 

“Ayo berangkat sebelum hujan”ucapnya malas.

 

Dennis mengangguk dan mereka pun mulai keluar rumah megah itu bersama-sama, masuk ke hutan juga bersama-sama namun saat salah satu dari mereka mulai menemukan mangsa mereka, mereka akan berpencar, mengerjar mangsa mereka, memusakan rasa haus yang mereka rasakan.

Advertisements

8 thoughts on “FF: Milagro del Amor Chapter 1(2nd Colaboration FF)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s