FF: Wanna Have a Baby? (KyuSoon Couple)

Author POV

Yong Soon menutup bukunya begitu dosennya sudah keluar, dengan malas dia memasukan buku itu ke dalam tasnya terkadang dia merasa jenuh dengan rutinitas yang selalu seperti ini. Dia menaruh bukunya sambil mengambil handphonenya yang dia letakkan di saku tasnya, dia ingin mengecek apakah namja itu menghubunginya, sepertinya Yong Soon sudah merasa seperti suatu kebiasaan jika Kyuhyun selalu menghubunginya paling tidak tiga kali sehari.

“Eopseo..”gumamnya ketika melihat tidak ada apapun di layar handphonenya, Yong Soon sedikit berpikir tidak biasanya namja itu belum menghubunginya.

“Mungkin dia sibuk”gumamnya lagi.

“Siapa yang sibuk?” sebuah tanya meluncur begitu saja dari mulut Sae Ra yang duduk tepat disampingnya, Yong Soon langsung menoleh dan menatap Sae Ra dengan tatapan sedikit takut-takut.

Entah kenapa Yong Soon merasa canggung dengan Sae Ra sejak sae Ra mengetahui hubungannya dengan Kyuhyun, Sae Ra tidak menentang malah dia sangat senang sekali dan mendukung hubungan mereka namun tetap saja Yong Soon merasa sedikit kaku setelah Sae Ra tahu.

“Ah..aniya”jawab Yong Soon sambil tersenyum.

“Kyuhyun oppakah?”tanya Sae Ra lagi, dia sudah beralih menatap bukunya ketika dia bertanya hal itu.

“Ye..”Yong Soon menjawabnya dengan singkat.

Tiba-tiba sae Ra menoleh pada Yong Soon dan tersenyum.

“Hei..jangan canggung seperti itu..aku tidak membencimu malah aku mendukungmu..ara”kata Sae Ra sambil tersenyum lagi, Yong Soon hanya mengangguk singkat.

Tiba-tiba handphonenya bergetar diatas meja dengan cepat Yong Soon mengangkat telepon itu.

“Yoboseyo..eommma”

“Nde…jinjja? ah..aku akan kesana sekarang”

Yong Soon menutup teleponnya dan wajahnya sumringah, dengan cepat dia menyampirkan tasnya ke bahunya, Sae Ra menatapnya bingung.

“Oddiekayo? Mau ketemu Kyuhyun Oppa?”tanya Sae Ra dengan tatapan bingung.

“Aniya..aku mau ke rumah eomma ada sepupuku yang datang”jawab Yong Soon dengan wajah amat senang.

Baru sampai di depan halte kampusnya, sebuah mobil sedang hitam berhenti tepat di depannya, Yong Soon tidak memperdulikan sampai kaca mobil itu dibuka dan terlihat seorang pria luar dengan kacamata hitam.

“Anita”panggilnya pada Yong Soon, Yong Soon menoleh dan menatap bingung pria mobil itu.

Pria itu menyunggingkan senyum sekilas sebelum mmebuka kacamatanya, Yong Soon langsung membulatkan matanya kaget begitu tahu siapa pria ini.

“Adam?!”serunya tidak percaya, dia segera beranjak dari duduknya dan menghampiri pria yang dia panggil Adam itu.

“Hei..you’re not telling me that you will pick me up?!”Yong Soon langsung saja mengajukan pertanyaan pada pria itu.

“It’s surprise right..come ini”ucap pria itu menyuruh Yong Soon masuk, dengan cepat Yong Soon berjalan ke pintu satunya dan masuk ke dalam mobil.

“Hah..i relly miss you..Jenny and also Danny..how are they?”tanya Yong Soon pada Adam, adam hanya meliriknya sekilas.

“You will see”ucap Adam.

“You’re always like that”gumam Yong Soon sambil melipat tangannya di depan dada, dia tahu sekali kebiasaan Adam dan sampai sekarang tidak mau hilang, apa susahnya bilang kalau istri dan anaknya itu baik-baik saja, pikir Yong Soon.

Adam mulai menjalankan mobilnya, dia melirik Yong Soon sekilas, dia tahu kalau Yong Soon sedikit tidak suka karena dia tidak menjawab pertanyaanya tadi, dia bukan tidak mau hanya saja, lebih baik Yong Soon melihat sendiri bagaimana kondisi mereka.

“Anita..how is your husband?”tanya Adam membuka pembicaraan.

“For what? You didn’t tell and so did i”jawab Anita cepat, Adam terkekeh pelan.

“Hei..you’re still angry that i couldn’t come to your wedding..Anita..i’ve just reached Russia and you wanted me to comeback to see your wedding? It’s impossible…”Adam tahu kenapa Yong Soon kesal pasti gara-gara pernikahannya beberapa bulan yang lalu, Adam tidak bisa hadir bukan karena dia tidak mau tapi bagaimana dia ke Inggris jika dia baru saja sampai di Rusia, dia juga tidak habis pikir kenapa ayah Yong Soon bisa memutuskan pernikahan secepat itu.

“Yeah..Jenny told the same thing..forget abou that..i’m ok right now”Yong Soon menoleh pada Adam sekilas sebelum kembali menatap jalan.

“Don’t you want to introduce your husband to me?”tanya Adam sedikit hati-hati.

“I’d love to but he’s busy”jawab Yong Soon singkat dengan tatapan tetap ke depan jalan, Adam menghela nafas perlahan mendengar jawaban Yong Soon.

“So..he is an artist right? Super Junior’s member if i’m not mistaken”

Yong Soon hanya mengagguk tidak tertarik untuk bertanya balik.

“But i still don’t know which one? They have a lot of member and it’s hard for me to recognize them”lanjut Adam.

Yong Soon menoleh pada Adam.

“If he wasn’t busy..i will call him to home..”ucap Yong Soon.

Adam tersenyum dan mengacak rambut Yong Soon dengan kasar sehingga membuatnya sangat berantakan.

“Adam?!”seru Yong Soon kesal dan berusaha merapihkan rambutnya lagi.

“By the way..why are you here? Is there something happened?”tanya Yong Soon.

“Yeah..i must move to Japan..and i come to here first because i think Jenny wants a settle place to grown up Danny and she can’t do that if we still moving…so she will stay here at least until i finish my work ini Japan”terang Adam, Yong hanya mengangguk-anggukan kepalanya.

“Danny is really typical like me..”ucap Yong Soon.

“Yeah..that’s why Jenny doesn’t want Danny to be shock culture..she choose to stay here”

“You told me like i got shock culture too?!”tanya Yong Soon dengan menaikkan sebelah alisnya.

“Not you..you’re tough but Danny i don’t know..he still baby…”jawab Adam.

“Yeah..it’s better for him to stay ini here..i will be his best auntie…”ucap Yong Soon sambil tersenyum pada Adam.

“You missed him?”tanya Adam.

“Of course..it;s such a long time i didn’t see him..he must be grown up well”kata Yong Soon lagi sambil tersenyum menatap keluar jendela, dia mengingat kembali wajah Danny saat teakhir kali mereka bertemu, dia sungguh sangat merindukan putra Adam dan Jenny itu. Dulu Yong Soon memang sangat dekan dengan Danny namun semenjak Danny pindah ke Rusia, Yong Soon sudah tidak pernah bertemu lagi dan dengan kenyataan bahwa Danny akan tinggal disini membuat Yong Soon sangat senang dan sudah tidak sabar bertemu dengan Danny.

Yong Soon POV

Dengan tidak sabaran aku keluar dari mobil Adam, aku sudah sangat ingin bertemu dengan Danny, rasanya sudah lama sekali aku tidak melihatnya, terakhir kali di masih berusia beberpa bulan dan kurasa sekrang dia sudah tumbuh sangat besar.

Danny adalah keponakanku, Adam adalah suami dari sepupuku Jenny, Jenny hampir sama denganku dia lahir dan besar di luar negeri karena pekerjaann ayahnya, berbeda denganku yang kembali pindah kesini karena tidak betah untuk hidup terus berpindah, Jenny lebih memilih tinggal di California sepanjang hidupnya akhirnya dia bertemu Adam disana dan mereka pun menikah, sudah lebih setahun mereka menikah atau mungkin sudah dua tahun, aku lupa, seingatku aku tidak sempat datang ke pernikahan mereka dan mereka membalasnya ketika pernikahanku, ok mungkin niat merek bukan untuk membalasku hanya saja secara kebetulan mereka tidak bisa datang.

“Danny”sapaku ketika masuk ke dalm rumah, aku sudah sangat ingin menggendong anak laki-laki yang lucu itu.

“Ya..memangnya hanya Danny saja yang datang…”ucap Jenny? Ya kurasa itu Jenny, sejak kapan di mewarnai rambutnya.

Aku segera menghampirinya dan memeluknya dengan erat, aku juga sangat merindukan sepupuku yang satu ini, sifatnya tidak berbeda jauh denganku oleh sebab itu aku snagta dekat dengannya, karena aku tidak memiliki kakak perempuan maka terkadang aku memanggilnya onnie atau lebih tepatnya dia yang menyuruhku memnggilnya onnie.

“I miss you so much!”seruku sambil terus memelukku.

“Miss you too honey…where is Kyu?”tanyanya.

Aku segera melepaskan pelukanku dan menatapnya sebal, sebenrnya siapa yang adiknya, aku atau Kyu. Jenny memang sangat dekt dengan Kyu,meski jarang sekali bertemu, seingatku hanya tiga kali mereka bertemu, namun entah kenapa mereka sangat akrab, aku tidak cemburu sih hanya saja trekadang aku merasa Kyu mengambil onnieku ini.

“You’re always asks him”kataku sambil mengurucutkan bibirku.

Jenny tertawa pelan.

“Hei…aku hanya ingin melihat dia bagaimana setelah menikah…masih sama kah?”tanya Jenny.

“Lebih parah”jwabku singkat dan langsung masuk ke dalam rumah untuk mencari Danny.

Aku melihat Danny yang sudah tumbuh besar itu digendong oleh eomma, jinjja pipinya semakin chubby saja membuatku inginmencubitnya.Matanya berrwarna sama dengan ayahnya abu-abu membuatnya semakin tampan,bayi yang tampan.

“Danny…”sapaku sambil menghampirinya.

“Yongie-ya..sudah lama sekali kau tidak kesini”ucap eomma sambil menyerahkan Danny padakudan langsung kucium pipinya itu.

“Mianhe eomma..Kyu sangat sibuk..”

“Dan kau sibuk mengurus Kyu..ya kan?”potong eomma sambil tersenyum penuh arti padaku, aku bisa merasakan mukaku memanas,kenapa aku selalu mudah tersipu malu seperti ini hanya dengan menyebut namja bodoh itu saja, ck.

“Ah tidak juga eomma”ucapku sambil mencium Danny yang berada digendonganku untuk mencegah eomma melihat wajahku yang memerah.

**

Aku tidak henti-hentinya menatap anak laki-laki yang sedang memainkan mainannya yang berwarna-warni sambil sesekali menunjukannya padaku dan aku akan menyebutkan warna mainan itu lalu dia akan mengulanginya dengan terbata-bata.

“Led…”katanya mengucapkan sebuah mobil berwarna merah, aku mengangguk dan mengusap kepalanya perlahan, dia akan tertawa dan itu sangat lucu.

“Danny..you’re so cute…”kataku sambil mencium pipinya lagi, diatergelak dan mengelus pipiku, jinjja neomu kyeopta.

Drrttt…Drrttt…Drrttt

Aku mendengar handphoneku berbunyi diatas meja tidak jauh dari tempatku sedang bermain dengn Danny, aku menjngkau handphoneku dan menatap layarnya sekilas, namja babo itu.

“Ya..oddie?”tanyanya begitu kuangkat telepon, see dia mengikuti caraku menjawab telepon, hufft.

“Di rumah eomma, wae?”tanyaku balik.

“Isshh pantas saja..aku sudah di apartemen..ada acara apa kau ke rumah ahjumma?”tanyanya lagi, selalu banyak tanya.

“Ada Jenny disini”jawabku singkat, kita lihat reaksinya sebentar lagi, aku yakin kalau dia sudah tidak ada jadwal dia akan langsung kesini.

“Jinjja?! Aku akan kesana sekarang”ucapnya kemudian memutuskan sambungan telepon, tuh kan, dia akan kesini sebelum aku minta.

Kyu POV

Aku memencet bel rumah ahjumma beberapa kali, ah sudah lama sekali tidak melihat noona, terakhir kali kami bertemu beberap bulan sebulan aku dan Yongie menikah, aku memang sangat dekat dengan sepupu Yongie yang satu ini karena apa? Dia tahu semua tentang Yongie, aku serimng bercerita dengannya tentang Yongie, intinya dia adalah tempatku bicara tentang hubunganku dengan Yongie, namun semenjak aku menikah, kami jarang lagi berkomunikasi, masalahnya dia tinggal berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain, itu membuatku sulit menghubunginya.

Tak lama kemudian pintu dibuka dan muncullah gadisku dengan…bayi siapa yang dia gendong? Aku menautkan alisku menatap seorang bayi laki-laki dengan rambut coklat dan mata abu-abu ini. Dia mentapku dengan matanya yang bulat dan besar itu.

“Bayi siapa?”tanyaku pada Yongie.

“Ini Danny Kyu…lucu kan…ayo Danny sapa uncle dulu..ini Kyu uncle…hi i’m danny uncle”Yongie memainkan tangan bayi itu seakan-kan melambaikan tangannya padaku, Danny hanya tersenyum. Lucu sekali.

“Hi Danny”sapaku sambil tersenyum dan mendekatkan tubuhku padanya.
“Huaaaaaaa…….”

Tiba-tiba saja Danny menangis?! Wae? Aku tidak melakukan apapun?!

“Kyu kau membuatnya menngis..isshh”ucap Yongie kesal kemudian menenangkan Danny dan membawanya ke dalam.

Aneh sekali, aku tidak melakukan apapun, aku tidak menakutinya kan? Memang terkdang bayi itu sangat aneh.

“Kyu”

Ah..itu noona, wow sejak kapan dia mewarnai rambutnya, dia menghampiriku dan memelukku sekilas.

“Noona kau cocok dengan rambut coklat itu”kataku sambil tersenyum. Noona hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

“Kajja..aku kenalkan dengan suamiku”katanya sambil menarik tanganku ke dalam, ah ya aku belum pernah bertemu dengan suaminya, bahkan aku baru tahu mereka sudah memiliki anak beberapa bulan yang lalu.

Noona membawaku ke ruang tengah dan disana sudah ada seorang pria bukan Korea pastinya, tentu saja noona tinggal di luar negeri selama ini oleh sebab itu suaminya pria luar. Aku tersenyum pada suami noona, dia membalas senyumanku dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

“Adam…here’s Anita’s husband..Cho Kyuhyun”ucap noona mengenalkanku.

“Cho Kyuhyun”ucapku.

“Adam”katanya.

**

Yongie sedang asyik bermain dengan Danny, dia terlihat senang sekali bermain dengan Danny. Lihat saja dia terus-terusan tersenyum dan mencium pipi Danny, kalau dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, dia akan selalu melupakanaku sama seperti saat ini. Aku tidak berani mendekati Danny aku taku dia menangis lagi.

“Kyu..bagaimana kabarmu?”tanya noona yang tiba-tiba sudah duduk di sofa tepat disampingku, aku sedikit terlonjak kaget dengan kedatangannya yang tiba-tiba itu.

“Ya…noona kau mengangetkanku”kataku, noona hanya terkekeh pelan.

“Kyu…kurasa Yongie sudah siap menjadi seorang ibu…”ucap noona sambil memperhatikan apa yang aku perhatikan,Yongie dan Danny, apa maksud kata-katanya itu.

“Aku bertanya bagaimana kabarmu dan kau belum menjawabnya”seru noona.

“Baik….sama seperti biasa sibuk “jawabku singkat dengan masih memperhatikan Yongie yang kini sedang bermain menyebutkan warna pada Danny.

“Kapan kalian akan mempunyai anak?”

“Mwo?!”aku kaget mendengar pertanyaan noona, aku menoleh padanya dan menatapnya tidak percaya, dia mentapku dengan tatapan –apa salahnya aku bertanya seperti itu-. Aku tidak menjawabnya.

“Kalian sering melakukannya kan?” pertanyaan noona membuatku mukaku langsung memanas, ya, kenapa dia bisa bertanya seperti itu? Bukankah itu pertanyaan yang…isshh memalukan.

Aku memlingkan wajahku ke arah lain, aku yakin mukaku sudah memerah.

“Ya..kenapa harus malu? Memangnya kalian belum pernah melakukannya?”pertanyaan noona lagi-lagi membuat mukaku memanas, ya Tuhan apa dia tidak malu bertanya seperti itu? Aku tidk berani menoleh pada noona.

“Hei..Kyu..jawab aku..kenapa harus malu…aku sudah menikah..kau juga..wajar saja aku menanyakan itu”lanjut noona.

“Ya..noona…aku belum pernah melakuknnya dnegannya…jebal jangan tanyakan itu..memalukan”kataku pada akhirnya, aku ingin dia berhenti bertanya hal memalukan itu krena aku dan Yongie memang belum pernah melakukannya.

“Mwo?!kalian belum pernah melakukannya?!”seru noona, aku menatapnya dengn pandangan memohon agar suaranya dikecilkan.

“Noona kami punya sebuah kesepakatan..kami tidak ingin memiliki bayi..aku dan dia masih sama-sama sibuk…”jawabku.

Noona mendesah pelan.

“Paling tidak kau pernah menyentuhhnya sekali Kyu..kalau seperti ini untuk apa kalian menikah?membuatnya menjadi milikmu..memangnya kau pikir dia sudah menjadi milikmu…kalau kalian belum siap kenapa harus menikah cepat-cepat…”

Aku terdiam mendengar kata-kata noona, ya terkadang aku bingung kenapa aku ingin menikah dengannya secepat ini? Menjadiknnya millikku? Tidak juga.

**

Setelah makan malam, Yongie masih asyik bermain dengan Danny, dia menggendong Danny untuk menidurkannya, aku mengamatinya, dia terlihat sangat senang, sesekali dia mengajak Danny berkomunikasi, sepertinya dia sudah cocok menjadi seorng ibu,tiba-tiba sebuh bayangan muncul dipikiranku. Yongie yang menggendong seorang bayi dan aku berdiri disampingnya, bayi itu bayi kami.

“Aisshh..anni..anni..tidak sekrang”gumamku.

“Kyu…wae?”tanya Yongie yng sepertinya menyadari keberadaanku atau sejak tadi dia sudah memperhatikanku.

“Ah..anniya..ayo pulang..aku capek…”kataku mengajaknya pulang.

“Danny belum tidur…”katanya.

“Sudah biar aku yang menidurkan Danny..kurasa Kyu butuh istirahat”kata noona yang tiba-tiba sudah datang kemudian meneggendong Danny, bisa kulihat Yongie agak kecewa, mungkin dia ingin menginap disini atau lebih tepatnya dia ingin memiliki seorang bayi, aishh jinjja ini gara-gara noona pikiranku melayang kemna-mana.

Sesekali aku melirik Yongie yang duduk disampingku, aku ingin membicarakan kata-kata noona tadi tapi aku takut dia marah.

Yong Soon POV

Drrttt..Drtttt..

Aku merasakan handphoneku bergetar di saku tas selempangku, siapa yang menelponku siang-siang seperti ini,bukankah namja itu sedang sibuk latihan, lalu siapa. Dengan malas aku mengangkat telepon itu.

“Anita..can you come to my home?”ucap Jenny onnie to the point sama seperti caraku berbicara di telepon.

“For what?”tanyakau, kenapa dia tiba-tiba memintaku ke rumah barunya itu.

“Palli…aku butuh bantuanmu…lima belas menit lagi kau harus sudah sampai di rumahku ara!”dia dengan santainya memutuskan sambungan telepon, cih mau apa onnieku ini, menyuruhku dengan cepat datang ke rumahnya.

“Menyusahkan saja!”gerutuku dan mulai berjalan keluar kampusku dengan cepat menuju halte terdekat.

**

“Kau akan ke Jepang?”tanyaku tidak percaya pada onnieku yang sedang memasukan baju dengan cepat.

“Yeah..Adam harus sudah disana besok dan aku…jinjja..apa yang harus aku bawa…Anita..tolong kau jaga Danny ya..aku hanya sampai minggu saja..ok..oh ya semua perlengkapan Danny sudah aku masukkan tas yang ada dikmaranya..kau tinggal mengambilnya saja..ara…aku pergi dulu…”

“Danny…i love you..see you soon”

Jenny onnie berbicara sangat cepat dan itu membuatku bingung, dia memasukan semuanya ke dalam tas, lalu mencium Danny yang sedang digendong olehku lalu menghilang, aisshh kebiasaan sekali onnieku itu.

“Danny…you will spend this weekend with me..do you like that?”tanyaku pada bayi lucu ini sambil mencium pipinya, aku suka sekali mencium pipi chubbynya itu.

Dia tersenyum dan memainkan tngannya, kyeopta >< Aku mengambil tas perlengkapannya di kamarnya. “Ayo kita ke rumah”kataku sambil keluar dari rumah onnieku sambil menggendong Dannya lalu mengcuncinya. Aku berjalan menuju halte terdekat tapi kenapa semua orang mentapku aneh?apa yang salah dengan membawa bayi? Memangnya aku terlalu muda untuk mempunyai bayi? ** “Ta…ta…ta…” Danny terus berceloteh ketika kami sedang berjalan menuju apartemenku, aku hanya tersenyum mennggapi celetohannya, dia menunjuk beberapa gedung dan berceloteh riang, ekspresinya sangat lucu sekali. Aku menekan tombol lift dan tidak berapa lama kemudian pintu lift terbuka, aku segera masuk dan saat aku hendak menutupnya seseorang masuk dengan terburu-buru, dia berdiri dihadapanku,. Hei sepertinya aku kenal. “Oppa..oppa”panggilku pada orang dihadapanku ini dengan nada yang pasti amat dia kenal. Dia segera berbalik dan menatapku kaget. “Ya..Yong Soon-ah…kau meledek laguku”ucap seorang namja yang tidak lain adalah Donghae Oppa, aku hanya tertawa pelan. “Ya..kau sudah memiliki bayi?! Wow bukankah kalian baru menikah 6 bulan..ck aku tidak percaya” “Ya Oppa!ini keponakanku tau!”seruku memotong kata-katanya yang mulai ngawur. “Woah..jinja?? dia lucu sekali Yong Soon-ah..siapa namanya?”tanya Donghae Oppa sambil menyentuh pipi Danny dan itu membuatnya tertawa, kenapa dia tidak menangis, kemarin dengan Kyu menangis, ah mungkin Danny tahu siapa yang suka anak kecil dan tidak. “Danny…ayo Danny sapa uncle…”kataku sambil melambaikan tangan Danny pada Donghae Oppa. “Uncle?”tanya Donghae Oppa sedikit bingung. “Ayahnya orang Amerika..dia hanya belajar bahasa Inggris”jawabku. “Wae? Kenapa begitu..ya harusnya dia juga bisa bahasa negara asalnya sendiri…”ucap Donghae Oppa yang mulai bermain dengan Danny yng berada digendonganku. “Yong Soon-ah..aku bawa ke dorm ya?”pinta Donghae Oppa, apa ke dorm? Aku menatap Donghae Oppa dengan tidak percaya. “Ayolah..jebal..lihat dia menyukaiku…hyungdeul tidak akan melakukan apapun padanya..aku yng akan menjaganya.,.otte?”pinta Donghae Oppa lagi. Aku sedikit ragu meninggalkan Danny dengan orang yang belum dia kenal tapi aku tahu Donghae oppa bisa menjaganya dengan baik, lagipula kalau dibawa ke rumah, aku tidak bisa mengawasinya, aku akan membuat makanan untuknya, siapa yang akan menjaganya? Mungkin aku titipkan dulu saja pada Donghae Oppa. “Oppa tidak sibukkan?”tanyaku, dia menggeleng. “Keureu…aku juga harus menyiapkan makanan untuk Danny..oppa boleh membawanya..jaga baik-baik ya Oppa”kataku sambil menyerahkan Danny ke Donghae Oppa, Donghae Oppa menggendongnya dengan hati-hati, terlihat sekali Danny menyukai Donghae Oppa. Sepertinya Donghae Oppa memang tipe orang yang mudah disukai. Ketika lift berhenti di lantai 10, pintu terbuka, aku keluar duluan dengan sebelumnya mencium Danny. “Aku akan kesana sebentar lagi Oppa”kataku sebelum pintu lift tertutup. Author POV Kyuhyun dan beberapa member yang lain baru saja menyelesaikan jadwal mereka hari ini, Kyuhyun diajak oleh hyungdeulnya itu untuk ke dorm dulu, Kyuhyun tidak menolak karena memang apartemennya kosong, Yong Soon pasti belum pulang. Beberapa member masuk lebih dahulu, mereka melihat Donghae jug Yong Soon dan seorang bayi laki-laki. “Wow..bayi siapa ini?”tanya Sungmin sambil menghampiri Danny dan mengelus kepalanya perlahan, Danny tersenyum pada Sungmin. “Keponakanku Oppa.,..namanya Danny”Yong Soon mengenalkan Danny pada Sungmin, Sungmin tersenyum dan mencium pipi Danny. Kyuhyun yang bru masuk sedikit terkejut melihat pemandngan dihdapannya, Donghae dan Yong Soon serta Danny, Donghae menggendong Danny yang sedang disuapi Yong Soon. Entah kenapa muncul rasa cemburu di hati Kyuhyun, dia tidak suka melihatnya karena mereka terlihat seakan-akan keluarga, yng membuatnya kesal lagi adalah kenapa dengan Donghae, Danny sangat senang sednagkan dengannya malah menangis. Kyuhyun tidak masuk dan malah memilih keluar, kembali ke apartemennya dengan perasaan kesal. ** Yong Soon pulang ke apartemennya dengan Danny yang sedang dia gendong, dengan cepat membuka pintu apartemennya dan menutupnya kembali, dia asyik bercengkrama dengan Danny yang terus berbicara meski masih belum jelas apa yang dia katakan tapi sepertinya dia sedang bercerita apa saja yang dia lakukan bersama Donghae tadi. “Wasseo”seru Yong Soon begitu masuk ke dalam apartemennya. Dia melihat Kyuhyun sedang menonton TV dan sama sekali menjawab sapaannya bahkan menoleh pun tidak. “Aku baru dari atas kenapa kau tidak ke atas tadi?”tanya Yong Soon sambil menghampiri Kyuhyun dan menaruh Danny disampingnya, Kyuhyun hanya meliriknya sekilas, tampak dia masih kesal namun sayangnya Yong Soon tidak sadar akan hal itu. “Jaga Danny sebentar ya..aku mau memasak makan malam”ucap Yong Soon dan meninggalkan Kyuhyun dengan Danny yang asyik dengan mainan yang sedang dia pegang, sebuah mobil-mobilan berwarna merah. Kyuhyun melirik Danny yang sedang asyik dengan mainannya. “Ya..nanti dia menangis lagi..kenapa kau tidak titipkan saja pada Donghae hyung”seru Kyuhyun menyindir Yong Soon, Yong Soon kembali menghampiri Kyuhyun dan mengamatinya dengan seksama membuat Kyuhyun menjadi bingung ditatap seperti itu. “Kyu..kau belum pernah menggendong Danny kan? coba kau gendong”pinta Yong Soon. “Mwo? Aniya”bantah Kyuhyun, dia tidak akan mau menggendong Danny, dia takut bayi itu akan menangis lagi persis seperti pertama kali mereka bertemu, memangnya wajahku menyeramkan, pikir Kyuhyun, selain itu dia paling tidak bisa menggendong bayi. Sebenarnya itu alasan utama kenapa dia tidak mau menggendong Danny. “Ya..suatu saat kau akan jadi ayah..masa kau tidak mau menggendong bayimu, hah…igo Cuma menggendong seperti ini saja”Yong Soon menunjukan cara menggendong Danny pada Kyuhyun, Kyuhyun menggeleng tetap tidak mau, Yong Soon menatapnya tajam menyuruhnya untuk melakukan apa yang Yong Soon perintahkan. “Tidak”tegas Kyuhyun. “Cobalah”pinta Yong Soon lagi. Kyuhyun terdiam sebentar berpikir sampai akhirnya dia menjulurkan tangannya untuk mengambil Danny, dia terus mengamati ekspresi Danny, siapa tahu dia menangis saat digendongnya namun ternyata Danny malah terlihat senang dan berusaha menggapai Kyuhyun dengan kedua tangan mungilnya itu. “Danny..you want Kyu uncle..right”ucap Yong Soon sambil menyerahkan Danny. Kyuhyun mencoba menggendongnya, meski masih terlihat kaku namun setidanya Danny tidak menangis dan malah terlihat nyaman. “Lebih baik dibandingkan di Hello Baby”ucap Yong Soon sambil tersenyum. “Yaaa!appo!” Kyuhyun berteriak saat Danny menarik rambutnya. “Red…red…red..”Danny tertawa senang sambil menunjuk rambut Kyuhyun sementara tatapannya beralih pada Yong Soon, seakan dia ingin menunjukan apa yang baru dia temukan pada Yong Soon. Yong Soon mengengguk sambil berusaha menahan tawanya, Danny suka dengan rambut Kyuhyun yang berwarna merah. “Seepertinya dia menyukai warna rambutmu”ucap Yong Soon lagi. “Jinjja Danny? Kau suka? Katakan apa warnanya?”tanya Kyuhyun pada Danny, dia terlihat senang Danny mulai menyukainya. “Red”ucap Danny lagi. “Johta!”seru Kyuhyun sambil mencium pipi Danny. Yong Soon hanya memperhatikan mereka sambil tersenyum lalu meninggalkan mereka. ** Setelah makan malam Yong Soon mengajak Kyuhyun untuk menemaninya membeli pampers Danny yang ternyata habis. Yong Soon memakaikan Danny jaket dan ketika keluar Kyuhyun juga sudah siap mengenakan jaket dan topi. Di depan pintu Kyuhyun meminta dia yang menggendong Danny, Yong Soon sedikit bingung namun dia menyerahkan Danny juga pada Kyuhyun, sepertinya Kyuhyun sudah bisa dekat dengan Danny, pikir Yong Soon. Sampai di super market, Kyuhyun berjalan dibelakang Yong Soon dan asyik bermain dengan Danny yang terus saja berbicara, Yong Soon mengambil keperluan Danny dan segera pergi ke kasir. Kyu POV “Red…red…”Danny terus saja mengucapkan kata-kata itu, sepertinya dia suka sekali dengan warna rambutku itu. Terkadang dia bertepuk tangan, jinjja aku baru sadar kalau Danny sangat-sangat lucu pantas saja Yongie sangat suka dengannya, dia bisa mengambil hati gadisku itu. “Ok..danny it’s time to go to bed”ucap Yong Soon sambil meminta Danny padaku, aku memindahkan Danny kepadanya. Yongie membawanya ke kamarnya, aku mengikuti mereka, ternyata Yongie mengganti pampers Danny, hei sejak kapan dia bisa melakukan itu? dia mengajak Danny berbicara sambil mengganti pampers Danny, aku mengamatinya dari ambang pintu kamarnya. Selagi asyik memperhatikannya, tiba-tiba selintas bayangan itu muncul lagi, jika kami memiliki bayi apa juga akan seperti itu, Yongie dan bayi kami, aisshhh apa yang aku pikirkan? Sial sejak kemarin bayangan itu selalu muncul. Aku segera pergi dari tempat itu. ** Aku tidak mendengar suara Danny dan Yongie lagi, apa mereka sudah tidur? Aku berjalan menuju kamar Yongie dan mmebuka pintunya perlahan, ternyata benar mereka berdua sudah tidur, aku tersenyum memperhatikan mereka dan berjalan ke arah mereka. Kupakaikan selimut untuk Yongie dan mencium keningnya lalu beralih pada Danny dan kucium keningnya juga. ** “Aisshh bisa tidak hyungku yang satu itu tidak cerewet..aku juga akan berangkat”gerutuku saat membaca sms yang sudah dikirim berkali-kali oleh Teukie hyung, aku tahu ada jadwal pagi ini, aku juga sudah mau pergti tidak perlu harus diingatkan sampai seperti itu, berlebihan sekali. Kuhabiskan susu di gelas dalam sekali teguk dan segera berdiri dari dudukku. “Aku pergi”kataku berpamitan pada Yongie yang sedang menyuapi Danny. “Ya..jamkamman..pamitan dulu pada Danny”ucap Yongie menghentikan langkahku, aku berbalik dan menatapnya bingung, dia menggedikan kepalanya pada Dannny yang menatapku sambil tertawa, tangannya dia rentangkan kedepan seperti memanggilku untuk berjalan ke arahnya. Aku pun berjalan ke arahnya dan mendekatktan wajahku padanya dan tiba-tiba saja dia menciumku, aku sedkit kaget, Danny malah tertawa. “Daddy”ucapnya yang membuatku semakin kaget. “Mommy”lanjutnya sambil menunjuk Yongie, aku meliriknya sekilas untuk melihat bagaimana ekspresinya, dia malah tertawa dan mengelus kepala Danny perlahan. “Danny…danny..your mom and dad aren’t here sweety”ucap Yongie. Aku merasa aneh saat Danny memanggilku seperti tadi mungkin Danny tidak sengaja tapi rasanya aneh, apa yang kau pikirkan Kyu?tidak..tidak..apa kau berpikir saat kami memliki bayi nanti..bayi kami akan memanggil kami seperti tadi..hah apa yang aku bayangkan tadi. “Ehm…aku pergi”kataku sedikit kaku, entah kenapa aku malah salah tingkah seperti ini tapi kenapa Yongie tidak? Apa dia pikir ini sesuatu yang biasa atau…aisshh gadis aneh. “Eoh…hati-hati”ucap Yongie. Gadis itu memang sangat tidak peka! ** “Wasseo”ucapku saat pulang ke apartemen. Tidak ada yang menyahut, kemana Yongie dan danny? Begitu sampai di ruang tengah aku melihat danny sedang asyik bermain sendiri, aku segera menghampirinya, entah kenapa aku begitu senang melihatnya, sepanjang hari ini juga aku selalu ingin segera pulang dan bermain dengan Danny, apa rasanya menjadi seorang ayah seperti ini? Ya!Kyu apa yang aku pikirkan?! “Danny”sapaku sambil mencium pipinya. Danny tertawa dan kembali menarik rambutku -__- “Ya..Danny sayang jangan seperti ini”ucapku sambil melepaskan tangannya dari rambutku. “Daddy”ucapnya lagi dengan ekspresi wajah yang sangat kyeopta, membuatku tidak tahan untuk tidak mencubit pipinya itu. “Ne..ne..aku appamu..coba katakan appa bukan daddy..appa”kataku menyuruhnya memanggilku appa, dia masih orang korea kan? seharusnya dia memanggil appa bukan daddy. Danny menggeleng. “daddy..”ucapnya sambil menunjukku. “Ah..anni..appa..appa…appa Danny”ucapku lagi. “daddy!”pekiknya, aku tertawa mendegarnya tidak mau mengucapkan kata appa, aku memeluknya dan mencium pipinya sebelum dia kembali menarik rambutku. “Red..red…red..red..”serunya senang sambil menarik-narik rambutku, aisshhh Danny -___- ** Dia malah tertidur saat aku gendong, aku melihat mata kecilnya itu terpejam, sangat pulas, padahal niatku menggendongnya karena dia yang minta, dia malah tertidur. “Kyu…”panggil Yongie saat aku hendak membawa Danny ke kamarku untuk menidurkannya. “Danny tidur”ucapku. “Eoh..dia sudah minum susu pasti dia langsung tidur”ucap Yongie yang mengiktui langkahku di belakang. Aku menaruh danny dia tempat tidurku, tak lama kemudian Yongie datang membawakan selimut Danny dan menutupi tubuh Danny dengan selimut lalu mencium kening Danny, dia terlihat seperti seorang ibu saat seperti ini. Hah apa yang kau pikirkan. “Kyu..kau baik-baik saja? Kenapa menatapku seperti itu?”tanyanya. Aku buru-buru menggeleng. “Kau mau tidur dengan Danny?”tanyanya lagi. “Ah..eoh”jawabku cepat. “Ara..kalau nanti malam dia terbangun..bangunkan aku saja…”ucapnya kemudian berjalan melewatiku untuk keluar, entah pikiran darimana aku menahan tangannya, dia berbalik menatapku. “Kau..tidur disini juga”ucapku sambil menunduk tidak berani menatapnya, aku tidak tahu apa yang aku katakan, aku bisa merasakan aku malu setelah mengatakan kata-kata itu padahal bukankah aku sering memintanya untuk tidur bersamaku. kenapa hanya karena ada Danny aku jadi seperti ini?? ** Aku sama sekali tidak bisa memejamkan mataku, aku tidak mengerti kenapa? Padahal aku sering tidur dengannya tapi tidak pernah sampai seperti ini, posisi Danny yang ada ditengah-tengah mmebuatku tidak bisa melihat apakah Yong Soon sudah tidur atau belum mungkin lebih tepatnya aku tidak berani menengok kesamping untuk sekedar mengeceknya, ah mungkin dia sudah tidur. Aku menatap langit-langit kamarku, sibuk dnegan pikiranku sendiri. Ada satu hal yang membuatku aneh beberapa hari ini, semenjak ada Danny di apartemen kami, kami tidak pernah beretengkar sekalipun walaupun hanya sekedar adu mulut, aku merasa Yongie sangat berbeda, dia terlihat lebih dewasa dan aku pun juga merasa begitu, wae? Yong Soon POV Aku sama sekali tidak bisa tidur, tidak bisa!tiba-tiba saja jantungku berdegup sangat kencang, padahal aku sudah biasa tidur dengannya kenapa sekarang rasanya lain, aku hanya bisa menatap langit-langit kamarnya tidak berani menoleh ke sampingnya, aku takut saat aku menoleh dan dia menatapku wajahku langsung berubah merah karena malu. Posisi Danny yang ditengah-tengah semakin membuat suasana canggung karena apa? Aku berpikir bagaimana kalau kami memiliki bayi, apa akan seperti ini juga? Hah jujur semenjak Danny ada dirumah, setiap melihat dia berinteraksi dengan Danny dan saat Danny memanggilnya Daddy membuat pikiranku melayang kemana-mana, selalu saja aku memikirkan kalau kami benar-benar sudah memiliki bayi dan…aisshh stop apa yang kau pikirkan Yongie? Tidak, tidak untuk saat ini. “Jal ja”ucapnya, dia juga belum tidur rupanya, apa dia juga merasakan hal yang sama, mungkin saja, pasti dia merasa aneh dengan sikapku akhir-akhir ini, kami sama sekali tidak bertengkat ataupun hanya adu mulut semenjak Danny dirumah. Apa mungkin dengan kehadiran seorang bayi, kami tidak akan bertengkar lagi dengan mudah???kalau itu solusinya tidak untuk saat ini, aku belum siap >< ** Pagi harinya onnie menelponku kalau dia sudah sampai dan minta Danny untuk diantarkan, menyusahkan sekali dia itu -__- “Ayo Danny..kita pulang..”dengan semangat Kyuhyun menggendong Danny yang baru saja selesai makan, Danny langsung menarik rambut Kyuhyun begitu digendong Kyu, sepertinya Danny sangat menyukai warna rambut Kyu,kasihan sekali. “Danny..kau pasti akan merindukan Red ini”ucap Kyu sambil menunjuk rambutnya, Danny terkekeh pelan. “Daddy”seru Danny lalu mencium pipi Kyuhyun, Kyu tertawa pelan dan tiba-tiba saja dia melirikku, bisa kurasakan mukaku memanas, wae? Kenapa hanya dilihatnya seperti itu mukaku langsung memanas? Apa aku masih memikirkan yang semalam, stop that Yongie! Aku segera mengalihkan pandanganku sebelum dia melihat wajahku yang memerah. Sepanjang jalan kami hanya terdiam satu sama lain, selain karena Danny yang tidak henti-hentinya berbicara padaku juga karena tiba-tiba saja aku merasa canggung dengan Kyuhyun. Arrghhh bayangan itu masih ada ><

“Danny…i really miss you honey”Jenny onnie langsung menghambur mengambil Danny dari gendongan Kyu dan menciummi anak pertamanya itu, sepertinya dia sangat merindukan Danny tentu saja seorang ibu pasti akan sangat merindukan anaknya meski hanya beberapa jam saja tidak bertemu, aku juga pasti akan merindukan Danny.

“kau senang bersama uncle dan auntiemu?”tanya Jenny onnie pada Danny.

Danny menunjuk Kyuhyun.

“Daddy…red…”ucapnya, Jenny onnie terlihat bingung dan menatap Kyuhyun meminta jawaban kenapa Danny memanggilnya daddy, kurasa itu arti tatapan Jenny onnie. Kyuhyun hanya menegakkan bahunya.

“Mommy”tunjuknya padaku, Jenny onnie tertawa pelan dan mencium pipi Danny gemas.

“Sepertinya Danny sangat menyukai kalian..gomawo sudah menjaganya beberapa hari ini..maaf dia pasti sangat merepotkan kalian tapi yah..hitung-hitung untuk latihan kalian dan kurasa..kalian sudah siap..jadi kapan kalian akan memberikan sepupu untuk Danny…”

“Onnie!”teriakku begitu mendengar kalimat terakhirnya, Jenny onnie hanya terkekeh pelan, aku menatapnya jengah, kenapa harus selalu membicarakan itu?

Aku tidak berani menatap Kyuhyun saat ini, aku tidak mau melihat ekespresi wajahnya.

**

Apartemen rasanya sepi sekali jadinya, kami baru saja pulang setelah mengantarkan Danny ke rumahnya lagi.

“Aku lapar..”ucap Kyu begitu masuk ke dalam, aku baru sadar kami belum makan siang.

“Ara..akan aku masakkan sesuatu”kataku sambil berjalan menuju dapur, sepertinya dia mengikutiku.

Dia duduk di meja makan, aku mengambil sesuatu di kulkas yang bisa kumasak.

“Yongie..”panggil Kyu, aku hanya berdehem sambil memotong bahan makanan yang akan aku masak.

Tiba-tiba saja aku merasakan tangan melingkar di pinggangku dan seseorang menaruh dagunya dipundakku.

“Kyu!”seruku kaget , isshh dia selalu saja tiba-tiba melakukan ini membuatku kaget, entah kenapa jantungku berdegup sangat kencang saat ini.

“Kau tahu beberapa hari ini kita sama sekali tidak bertengkar..wow hebat bukan..”katanya tepat di telingaku membuatku sedikit bergidik.

“Lalu?”tanyaku menanyakan maksud perkatannya.

“Kurasa danny yang membuat kita tidak bertengkar”lanjutnya.

“Mungkin”

“Lebih tenang seperti kemarin..tidak bertengkar..jadi…bagaimana kalau kita memiliki bayi juga agar kita tidak bertengkar lagi…otte?”ucapnya sambil berbisik di telingaku.

Apa yang dia katakan barusan?memiliki bayi?!
“Ya!Cho Kyuhyun!tidak saat ini!”

Advertisements

12 thoughts on “FF: Wanna Have a Baby? (KyuSoon Couple)

  1. Huaa…. Daebak!lucunya kyu dipanggil Red Daddy! Kyuhyun ngotot bgt pengen dipggl Appa tp Danny jg ngotot tetep maunya Daddy hahahhh…
    Kya.. Daebak

    chingu, ff yg gk aku komen berarti itu ff yg gk bs dibuka yah #just info

  2. Kenapa di tunda yong?? Ck! Aq kira mereka dah saling meniduri ternyata baru batas ciuman?-__-”
    Huaa kapan kalian punya baby?? Padahal dah damai klo da baby..

    Next part.. 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s