FF: I Hate You (JeWook Couple)

Author POV

 

Je Ri sedang bercerita pada Rae Bin, dari nada bicaranya bisa dibilang dia sedang sangat kesal, Rae Bin berusaha menenangkan Je Ri namun itu membuat Je Ri tambah terlihat kesal, Yeon Ji yang duduk tidak jauh dari mereka hanya menatap mereka sekilas dan menggumam tidak jelas.

 

Ketika itu bel apartemen Rae Bin berbunyi, Rae Bin menoleh pada Yeon Ji untuk membukakan pintu,dengan malas Yeon Ji bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu.

 

“Yong Soon-ah”ucapnya ketika melihat siapa yang memencet bel tadi, Yong Soon tersenyum sekilas sebelum masuk.

 

“Kalian sedang berkumpul?”tanya Yong Soon sambil melepas sneakersnya dan menggantinya dengan sandal.

 

“Tidak juga sih..aku sedang bosan dirumah jadi aku kesini..ada angin apa kau kesini?”tanya Yeon Ji.

 

“Aku mau mengembalikan dvd yang aku pinjam dari Rae onnie..dimana onnie?”tanya Yong Soon sambil menoleh pada Yeon Ji yang berjalan dibelakangnya.

 

“sedang bersama Je Ri..menasehatinya…”ucap Yeon Ji.

 

“Untuk?”tanya Yong Soon tidak mengerti.

 

“Ah iya..kau tidak ada saat itu…Je Ri sedang kesal dengan Wookie Oppa”jawab yeon Ji lagi.

 

“Karena?”tanya Yong Soon semakin tidak mengerti karena Yeon Ji hanya menjawab sedikit-sedikit.

 

“Kau dengarkan saja mereka”ucap Yeon Ji lagi kemudian berjalan melewati Yong Soon masuk ke dalam.

 

**

 

“Pokoknya aku benar-benar membencinya onnie..dia sangat menyebalkan…dia…arrgghhh”lagi-lagi Je ri kembali mengomel, Rae Bin hanya geleng-geleng kepala saja, dia tidak tahu harus menjelaskan bagaimana lagi, semua yang dikatakan pasti dibantah Je Ri, sepertinya dia benar-benar sedang kesal pada Wookie.

 

Sementara itu Yong Soon dan Yeon Ji hanya memperhatikan perdebatan Rae Bin dan Je Ri sambil menopang dagu mereka, Yong Soon akhirnya mengerti kenapa Je Ri sangat kesal pada Wookie, ini gara-gara penampilan solo Wookie di SS4, Yong Soon menganguk-anggukan kepalanya.

 

“Kau mengertikan Yong Soon-ah”ucap Yeon Ji.

 

“Ah..jadi karena itu..aku belum lihat..memangnya separah apa?”tanya Yong Soon sambil melirik Yeon Ji.

 

“Errrr…kau nilai sendiri..kajja..aku perlihatkan…”Yeon ji mengajak Yong Soon pergi dari ruangan itu untuk menunjukan video penampilan Wookie itu.

 

Je Ri POV

 

Aku benar-benar membencinya saat ini, apa-apaan itu, dia melakukan itu tepat didepanku, apa maksudnya? Dia sama sekali tidak bilang akan seperti itu, arrghhh dia sengajakah seperti itu? cih dia sangat menyebalkan?! Aku tidak akan pernah bicara lagi dengannya!

 

“Je Ri-ya..itu hanya tuntutan…maksudku Wookie Oppakan harus profesional..”sudah kesekian kalinya Rae onnie menjelaskan, tidak akan mempan, aku akan tetap membencinya, apa-apaan itu tubuhnya disentuh oleh penari wanita itu, dia juga menunjukan…ah pokoknya dia benar-benar keterlaluan.

 

“Profesional onnie? Didepanku? Dia sengaja?!”seruku.

 

“Ya..kau sudah mendiamkannya selama seminggu…Wookie Oppa selalu menanyakanmu padaku..”lanjut Rae onnie.

 

“Aku tidak mau bicara dengannya lagi….katakan itu padanya…”kataku menatap Rae onnie dengan tatapan kesal.

 

Rae onnie menghela nafas perlahan, aku mengalihkan pandanganku dari wajah Rae onnie kemudian melihat Yeon Ji dan Yong Soon dari dapur, aku baru tahu Yong Soon datang, tiba-tiba aku punya ide, daripada disini terus aku harus mendengarkan penjelasan dari Rae onnie yang seharusnya dijelaskan oleh namja itu lebih baik aku pergi dengan mengajak mereka tentunya.

 

“Yeon Ji-ya”panggilku sambil bangkit dari dudukku dan menghampiri mereka.

 

“Wae?”tanya Yeon Ji.

 

“Ayo jalan-jalan aku bosan di apartemen terus..”ajakku pada mereka, Yong Soon menatapku dengan menaikkan alisnya, Yeon Ji menatapku dan Yong Soon bergantian.

 

“Ayolah..temani aku jalan-jalan..”pintaku lagi.

 

**

 

Berkali-kali aku mereject panggilang dari namja itu, ok hampr setiap hari dia meneleponku dan aku tidak pernah sekalipun mengangkatnya begitu juga dengan smsnya, begitu masuk langsung aku hapus, aku benar-benar berada pada taraf sangat kesal padanya, mungkin hampir membencinya. Ini sudah kedua kalinya dia seperti ini, dulu dia janji tidak akan seperti itu lagi tapi apa buktinya, dia melakukannya lagi, dasar tukang ingkar janji.

 

Aku mendesah pelan sambil menatap keluar jendela, aku merasa sejak tadi sahabat-sahabatku ini terus saja memperhatikanku.

 

“Jangan berkomentar apapun”kataku datar, aku sedang tidak ingin mendengar penjelasan, komentar atau apapun dari orang-orang sekitarku, aku tidak mau begitu saja memaafkan dia, tidak.

 

Aku kembali menatap layar handphoneku, sebuah sms masuk dari namja itu, aku hendak menghapusnya namun aku juga penasaran apa yang tertulis di pesan itu.

 

Mianhe..jeongmal mianhe Je Ri-ya…jebal angkat teleponku..akan aku jelaskan semuanya…jebal 😦

 

Dia pikir dengan smsnya yang seperti ini aku akan luluh, tidak, aku segera menghapus pesan itu.

 

Saat ini kami sedang berjalan-jalan di kawasan Myeongdong, kami berjalan beriringan, Yeon Ji dan Yong Soon sudah sibuk mengobrol namun entah kenapa aku malah jadi malas, padahal aku yang mengajak mereka jalan-jalan untuk menghilangkan kekesalanku,bukannya hilang sekarang aku malah menjadi bad mood, ini gara-gara sebelumnya namja itu meneleponku lagi. Selalu saja dia membuatku kesal!

 

“Kita pulang saja”kataku membuat mereka berhenti dan menoleh padaku.

 

“Wae?”tanya Yeon Ji.

 

“Aku malas jalan-jalan..kita pulang saja..”kataku lagi sambil berbalik dan meninggalkan mereka, sudah cukup seminggu ini mendiamkannya moodku malah semakin buruk. Kim Ryeowook, neo baboya?!

 

Wookie POV

 

Aku menatap pasrah layar handphoneku, sudah kesekian kalinya aku meneleponnya dan tidak diangkat juga, dia sepertinya benar-benar kesal denganku, padahal aku ingin menjelaskan padanya tapi setelah konser dia langsung pulang dan tidak bisa aku hubungi sampai sekararang, sudah seminggu dia mendiamkanku, aku paling benci jika dia mendiamkanku sama seperti waktu itu.

 

“Dia masih marah?” Yesung hyung tiba-tiba sudah ada disampingku dan menepuk bahuku perlahan, aku menghela nafas perlahan dan mengangguk.

 

“Kau sudah mencoba menemuinya?”tanya Yesung hyung lagi, aku menggeleng, telepon saja tidak diangkat apalagi bertemu, dia pasti tidak akan mau bertemu denganku.

 

“Ya..kenapa aku tidak mencoba menemuinya…”ucap Yesung hyung terlihat sedikit kesal, mungkin dia pikir aku tidak berniat berbaikan dengannya, bukan tentu saja bukan karena itu, aku tahu Je Ri itu seperti apa, kalau dia sedang kesal dengan seseorang dia tidak akan mau menemui orang itu makanya aku tidak berniat menemuinya karena percuma saja, dia akan menghindariku.

 

“Dia tidak akan mau menemuiku hyung..”kataku lemah.

 

“Kau kan belum mencobanya..kenapa kau langsung mengambil kesimpulan begitu?”lanjut Yesung hyung.

 

“Dia memang seperti itu hyung…hah..aku tidak tahu lagi harus bagaimana..”keluhku.

 

“Cobalah kau temui dia dulu..aku yakin dia mau menemuimu..percaya padaku..”bujuk Yesung hyung lagi.

 

“Hyung..dia tidak akan mau…”bantahku, dia tidak akan mau menemuiku. Itu sudah pasti.

 

“Kau mau berbaikan dengannya kan Wookie..kalau dia tidak mengangkat teleponmu dan membalas smsmu..temuilah dia..”Yesung hyung kembali memintaku menemuinya, aku diam,dia pasti akan langsung menghindariku.

 

Je Ri POV

 

“Ya..kenapa sih kau jadi aneh seperti ini? Sudah seminggu Je Ri-ya..masa kau masih kesal…lagian itu hanya..Wookie oppakan hanya ingin profesional..”Yeon Ji berbicara padaku ketika kami di mobil dalam perjalanan kembali ke apartemen.

 

Selalu saja kata-kata itu, profesional? Terserah, tetap saja aku tidak suka dan tidak sepantasnya dia seperti itu,aku mengacuhkan kata-kata yeon Ji dan lebih memilih menatap keluar jendela.

 

“Yoboseyo..Wookie Oppa”aku melirik Yong Soon yang duduk disampingku dengan handphone di telinganya, sepertinya itu dari namja itu, apa setelah dia tidka bisa menghubungi Rae onnie sekarang dia menghubungi Yong Soon, masih berusaha menjelaskan lagi?

 

Aku menggeleng pada Yong Soon, aku yakin dia menanyakanku karena aku tidak bersama Rae onnie, Yong Soon menatapku bingung namun aku menggeleng denga kencang dan agak sedikit menatapnya tajam.

 

“Dia tidak bersamaku Oppa”katanya, aku lega mendengarnya tidak mengatakan kalau aku bersama dengannya, dia pun menutup teleponnya.

 

“Je Ri-ya..segera selesaikan masalahmu…Wookie Oppa sepertinya sangat ingin bertemu denganmu…”Yong Soon menatapku, aku membuang muka, dia ingin bertemu denganku tapi aku tidak.

 

“Tidak akan pernah..aku masih kesal dan entah sampai kapan aku akan kesal..selama aku kesal padanya aku tidak akan mau menemuinya..”kataku tegas.

 

“Je Ri-ya..itu kan hanya sebuah performance solo yang..”

 

“Apa? Kau mau bilang itu biasa? Coba kalau Kyuhyun Oppa yang seperti itu..apa tanggapanmu? Aku tidak suka melihatnya disentuh-sentuh seperti itu dan sejak kapan dia punya abs..dia tidak pernah cerita sedikitpun tentang itu?! itu yang membuatku semakin kesal!” kataku panjang lebar, aku kembali kesal karena harus mengingat performance yang sangat menyebalkan itu, kalau tahu dia akan seperti itu, aku tidak akan mau menontonnya!

 

Yong Soon terdiam, Yeon Ji melirik kami dari kaca mobil. Aku memalingkan wajahku kembali ke jendela, dia teramat sangat menyebalkan.

 

**

 

Aku meminta Yeon Ji menurunkanku di depan apartemenku saja, sepertinya Yeon Ji juga tidak berniat berkunjung lagi, mungkin mereka sedikit kesal dengan sikapku, aku tahu tidak seharusnya aku seperti itu tadi, aku hanya terbawa emosi.

 

“Annyeong”sapaku ketika keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam gedung apartemen.

 

Aku hanya berjalan sambil menunduk menuju apartemen, aku merasa hari ini aku benar-benar bad mood. Semua orang berusaha menasehatiku, dia hanya berusaha profesional, selalu kata-kata itu, hah apa profesional harus seperti itu? apa dia tidak tahu kalau aku kesal, marah, tidak suka? Tentu saja siapa yang akan suka melihat kekasihnya disentuh-sentuh oleh gadis lain, itu demi profesionalitas? Aku harus tahan melihat itu karena dia berusaha profesional,aku harus mengerti dia, seperti itu? hah, apa aku sanggup menganggap itu hanya sebuah keprofesionalitasan??

 

“Je ri-ya”panggil sebuah suara dan juga sebuah tangan yang menahan tanganku, aku kenal suara ini, suara yang sudah aku hindari selama seminggu ini dan sekarang dia…

 

Aku mendongak, dia menahan tanganku beberapa meter di depan pintuku, dia mengenakan kacamata hitam juga topi, aku teramat sangat yakin itu dia, meski dia memakai penyamaran selengkap apapun aku akan mengenali dia. Aku menatapnya tajam dna menyentakkan tanganku sehingga terlepas dari genggamannya.

 

“Pulanglah..aku tidak mau bicara denganmu”kataku dingin sambil berjalan melewatinya namun lagi-lagi dia menahan tanganku.

 

“Dengarkan penjelasanku sebentar saja”pintanya, aku tidak bisa melihat ketulusan kata-katanya dari matanya karena dia memakai kacamata.

 

“Aku tidak butuh penjelasanmu”kataku ketus.

 

“Mianhe”katanya sambil melepaskan kacamatanya, matanya menatapku lekat-lekat, tatapan mata yang..jujur aku merindukannya. Aku mengalihkan tatapanku dari matanya, kalau melihat matanya sekarang, aku yakin dengan mudah aku akan memaafkannya.

 

“Untuk apa kau minta maaf..tidak ada yang harus aku maafkan”lanjutku masih dengan nada bicara yang ketus.

 

Wookie POV

 

Dia kembali berusaha melepaskan tangannya yang aku tahan, aku tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi gadis ini, aku tahu aku salah, ya aku sangat salah oleh sebabt itu aku ingin minta maaf tapi kenapa dia seperti itu? apa dia benar-benar kesal padaku.

 

“Lepaskan aku”katanya tajam, dia menunduk tidak berani menatapku.

 

Langsung saja aku tarik dia ke dalam pelukanku, dia sedikit tersentak kaget dan berusaha mendorong tubuhku namun karena aku menahan tangannya dia tidak bisa melepaskan pelukanku.

 

“Ara..kau tidak mau mendengarkan penjelasanku..kau tidak mau menerima permintaan maafku..tapi jebal biarkan aku memelukmu seperti ini..aku sangat merindukanmu..”ucapku smabil memeluknya dengan erat, ya aku memang sangat merindukannya, seminggu dia mendiamkanku benar-benar berhasil menyiksaku.

 

Dia hanya terdiam.

 

“Mianhe..jeongmal mianhe..aku tahu berapa kalipun aku mengucapkan maaf..kau pasti tidak akan memaafkanku..aku tahu..aku sudah melanggar janjiku..aku sudah melakukan sesuatu yang sangat tidak kau sukai..aku akui aku salah..sangat salah..aku tidak perlu menjelaskan..aku memang salah disni jadi aku hanya bisa mengatakan maaf padamu…mian…”kataku lagi sambil memeluknya semakin erat.

 

Dia tetap diam, apa dia benar-benar kesal dan tidak mau memaafkanku sama sekali? Jinjja, kau hebat sekali Kim Ryeowook..kau membuat gadis yang kau cintai sangat kesal denganmu sampai tidak mau memaafkanmu.

 

Aku melepaskan pelukanku.

 

“Aku kesal..sangat kesal..bahkan aku membencimu…kau sudah melanggar janjimu dan juga membohongiku…itu yang membuatku sulit memaafkanmu…tapi meski aku kesal padamu..membencimu..aku tidak bisa benar-benar tidak memaafkanmu…”katanya sambil menatap tepat dimataku, apa maksudnya?

 

“Jadi?”tanyaku sedikit bingung, dia mengulas senyum sekilas.

 

“Ya..Oppa..aku sudah memaafkan Oppa”katanya lagi.

 

Aku masih tidak mengerti jadi dia sudah memaafkanku? Begitu?

 

“Jinjja?”tanyaku dengan wajah bingung.

 

“Tapi aku ingin marah-marah pada Oppa dulu”katanya, aku jadi tidak mengerti dengan kondisi ini? Apa maksudnya lagi.

 

“Isshh Oppa kenapa kau jadi seperti orang bodoh…aku sudha memaafkanmu Oppa tapi aku ingin marah-marah pada Oppa dulu..ara…”katanya lagi.

 

Oh, jadi dia sudah memaafkanku dan dia hanya ingin memarahiku? Ah aku lambat sekali berpikir, aku tersenyum sekilas, dia juga tersenyum, jinjja sudha lama sekali aku tidak melihat senyumnya itu, dia terlihat semakin manis.

 

“Keure..silahkan memarahiku”kataku.

 

Dia terdiam sebentar, aku menunggunya memarahiku.

 

“Ya!Kim Ryeowook yang sangat menyebalkan!”serunya.

 

“Tapi Je Ri mencintainya”balasku.

 

“Kim Ryeowook yang bodoh!”

 

“Tapi Je Ri mencintainya”

 

“Kim Ryeowook yang mengesalkan!

 

“Tapi Je Ri mencintainya”

 

Aku tersenyum padanya begitu pun dia.

 

“Ya!Kim Ryeowook yang mencintai Je Ri”katanya lagi sambil tersenyum, aku mencubit hidungnya dan kembali menariknya ke dalam pelukanku. Aisshh aku benar-benar merindukan gadis ini.

 

“Mianhe…”ucapku lagi.

 

“Ne..”jawabnya, aku melepaskan pelukanku dan menatapnya lekat-lekat, dia terus tersenyum padaku, aku tahu meski dia sangat kesal padaku, dia pasti akan memaafkanku, itulah Je Ri.

 

“Seminggu tidak melihatmu..kau semakin manis..”ucapku sambil menyentuh pipinya yang sekarang merona merah.

 

Aku mendekatkan wajahku padanya, semakin dekat dan dia memejamkam matanya, aku tersenyum sekilas sebelum menyentuhkan bibirku pada bibirnya.

 

 

Advertisements

One thought on “FF: I Hate You (JeWook Couple)

  1. kyaa >//<
    tak melihat mu selama satu minggu. kau menjadi semakin manis… aigoo. kata2 nya so sweet amad oppa. hehe 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s