FF: To Know You Part 2(KyuSoon Couple)

Yong Soon POV

 

Aku merasa rasa sakit dikepalaku berkurang berganti degan pusing yang sangat menjadi-jadi, semuanya gelap, aku juga tidak mendnegar suara-suara seperti tadi, kemana mereka? Ayah? Aku berusaha merasakan kembali tanganku yang sempat tidak terasa, berhasil, aku bisa, aku menggerakan jariku perlahan.  Aku berusaha membuka mataku juga dengan perlahan.

 

Sinar yang sangat terang menyilaukan penglihatanku, aku menyipitkan mataku untuk memfokuskan pandanganku, begitu aku membuka mataku sepenuhnya, aku melihat langit-langit putih dengan lampu puti, ruangan ini sangat asing untukku, aku ada dimana? Aku menolehkan kepalaku ke samping dan melihat seorang namja menatapku dengan tatapan mata, entahlah apa mungkin senang, lega atau apa? Memoriku memebrikan nama namja ini Tae Woo, ah ya Tae Woo sahabat kecilku, well bukan sahabat juga, kami bertemu lagi di acara pertunangan, jamkaman apa acaranya sudah selesai atau..kenapa masih ada Tae Woo.

 

Aku berusaha menegakkan tubuhku, namun badanku rasanya pegal semua, Tae Woo mengulurkan tangannya membantuku duduk, kepalu pusing lagi, kusentuh keningku aku merasakan sesuatu disana, aku memperhatikan tempat aku sekarang, ini bukan kamarku, lalu ini? Aku menatap Tae Woo bingung.

 

“Syukurlah kau sudah sadar Anita…kau baik-baik saja? Ada yang sakit?”tanyanya bertubi-tubi bisa kulihat ekspresi cemas di wajahnya meski tidak seperti ekspresi cemas Kyu, omo, aku belum sempat mengabarinya kalau aku sudah sampai disini, ottohke dia pasti sangat marah padaku?!

 

“Wae?”tanya Tae Woo mungkin karena wajahku terlihat panik.

 

Aku menggeleng pelan, aku masih tidak mengerti ini ada dimana? Dan apa yang terjadi padaku.

 

“Aku dimana?”tanyaku.

 

Tae Woo menautkan alisnya bingung, aku malah semakin bingung dengan ekspresinya.

 

“kau tidak ingat?apa kau tidak ingat aku?”tanyanya, kenapa dia bertanya seperti itu, tidak mungkin aku lupa lagi, kita baru bertemu beberapa jam yang lalu kalau aku tidak salah menghitung.

“Nde..Tae Woo-sii..aku tahu..maksudku aku ada dimana? Kenapa aku bisa disini? Dan apa yang kau lakukan disini?

 

Tae Woo menghela nafas perlahan kemudian duduk di bangku disampingku.

 

“Kemarin kau tertabrak mobil dan kau dibawa ke rumah sakit…aku membawamu kesini..semalaman kau tidak sadar…”dia mulai bercerita dan aku baru sadar tanganku diinfus dan pantas tadi aku merasa aneh dengan keningku, aku mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan, ya ini di rumah sakit, bagaimana aku tidak sadar? Dan hei aku baru saja mengalami kecelakaan begitu?

 

“Akan aku panggilkan dokter dan orang tuamu..”katanya lagi kemudian keluar dari ruangan ini, aku masih mencerna ceritanya, jadi semalam aku kecelakaan makanya aku ada disini?

 

**

 

“kau baik-baik saja sayang?”tanya ibuku untuk yang kesekian kalinya padaku, dia duduk disampingku dan sejak tad terus mengenggam tanganku.

 

“Ne..gwenchana..aku sudah merasa baik…”jawabku, dia mengusap kepalaku perlahan sambil tersenyum tapi aku masih bisa melihat kecemasan di wajahnya.

 

“Eomma..aku sudah baik…jinjja”kataku meyakinkannya lagi, dia kembali mengusap kepalaku sambil mengangguk dan tersenyum, tetap saja masih cemas, cih, kenapa semuanya terlalu berlebihan, aku baik-baik saja.

 

Aku melirik Tae Woo yang sedang duduk bersama ayahku berbicara sesuatu, dia baik sekali mau membawaku kesini dan menemaniku semalaman-mungkin- padahal aku baru mengenalnya maksudku mengenalnya lagi, aku hanya bertemu dengannya sekali dan itu saat aku masih kecil wajarkan aku masih merasa asing dengannya dan merasa sangat aneh dengan sikapnya ini. Sudahlah untuk apa aku memepdulikanya, setidaknya aku harus berterima kasih padanya, tiba-tiba aku kembali teringat aku belum mengabari Kyuhyun, aku langsung menoleh dengan cepat pada ibuku, ibuku tampak kaget, jangan bilang mereka sudah mengabari Kyuhyun, andwe, kalau iya dia pasti akan cemas setengah mati bahkan mungkin dia akan langsung kesini tanpa pikir-pikir.

 

“Eomma Kyu sudah tahu?”tanyaku langsung pada ibuku dengan ekspresi panik.

 

“Molla..mungkin ayahmu yang menghubunginya..”jawab ibuku.

 

“Appa…Kyu sudah tahu?”tanyaku pada appaku yang sedang berbicara dengan Tae Woo.

 

“Aku baru mau menghubunginya…sebenarnya semalam aku ingin menghubunginya tapi aku tidak bisa meninggalkan ibumu yang terus-terusan menangis karenamu..apa kau mau menghubunginya sendiri?”tawar ayahku.

 

Aku segera menggeleng cepat.

 

“baiklah..aku yang akan menghubunginya…”lanjut ayahku.

 

“Andwe!jangan appa…jebal..”kataku memohon, baguslah dia tidak tahu aku tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan namja bodoh itu kalau tahu.

 

“Wae?”tanya ayahku menatapku bingung begitu juga dengan eommaku dna ternyata Tae Woo juga, entah kenapa dia juga ikut-ikutan menatapku bingung.

 

“Anni nanti saja kalau aku sudah pulang…”lanjutku, ayah dan ibuku masih tidak mengerti namun mereka hanya mengehala nafas perlahan.

 

“Ara..itu urusan kalian…”ucap ayahku.

 

“Apa kalian bertengkar?”tanya ibuku dengan sedikit berbisik.

 

Aku menggeleng cepat lalu merebahkan tubuhku ke tempat tidur, ibuku hanya mengangguk paham kemudian menyelimutiku. Syukurlah dia tidak tahu, aku tidak bisa membayangkan betapa paniknya dia kalau tahu.

 

**

 

Sore harinya, aku kembali diperiksa oleh dokter, aku sudah merasa baikan, aku pikri besok juga sudah bisa pulang, tidak parah luka yang aku dapat.

 

“You’re not dizzy anymore?”tanya dokter itu padaku.

 

“No..i’m fine…”jawabku.

 

“Ok..i think you can go home tomorrow but you must come to here everyday at least for a week to check up..”dokter itu mengakhiri pemeriksaannya dengan sebuah pernyataan yang sangat tidak menyenangkan, aku boleh pulang tapi? Aku harus check up selama seminggu kesini?! Aku kan harus pulang sebelum tanggal 19 ini, aku sudha janji dengan Kyu untuk menonton konsernya, ottohke??? Apa alasanku padanya??

 

Kyu POV

 

“Aisshh..jinjja..”aku menghembuskan nafasku perlahan, aku benar-benar merasa frustasi kenapa gadis itu belum menghubungiku juga.

 

Mungkin ini terlalu berlebihan, dia pasti sudah sampai disana, dia tidak menghubungiku mungkin semuanya baik-baik saja, tapi kan dia sudah berjanji untuk mengabariku jika sudah sampai, aisshh gadis itu. apa dia tidak tau aku sangat mencemaskannya. Aku sendiri tidak tahu kenapa aku snagat cemas sekali biasanya juga tidak seperti ini, pikiranku selalu muncul hal-hal buruk terjadi padanya.

 

“Hanya perasaanku saja..ara…”kataku pada diriku sendiri.

 

Aku keluar dari kamarku mengamati sekilas ruang tengah apartemenku, sepi, tidak ada gadis itu terasa sekali sepinya, apa dia selalu merasa sepi seperti ini kalau aku tinggal ke pergi ke luar negeri makanya dia selalu minta untuk pergi. Belum apa-apa aku sudah merindukannya, baru dua hari dan masih sampai akhir pekan dia baru pulang.

 

Kenapa dia tidak menghubungiku? Apa dia tidak merindukanku? Sebenarnya aku bisa saja menanyakannya pada abonim tapi bukankah nantinya terlihat bahwa aku yang suaminya tidak tahu keadaan istriku sendiri, tidak, sudahlah aku yakin dia pasti akan menghubungiku yang penting tidak terjadi apa-apa padanya.

 

**

 

Aku tersenyum senang melihat sebuah sms dari nomor yang tidak aku kenal dan aku yakin 100% itu adalah dia, benarkan dia akan menghubungiku dan lega rasanya dia sudah sampai dengan selamat, aku membuka sms itu dengan senyuman terkembang di bibirku.

 

“Mianhe..aku baru menghubungimu..ada banyak hal yang harus aku selesaikan disini dan sepertinya aku tidak bisa pulang tepat waktu..akan aku usahakan tapi..aku tidak tahu..mianhe..jeongmal mianhe padahal aku sudha berjanji untuk menonton konsermu..mianhe..”

 

Mwo? Apa yang dia bilang? Dia tidak bisa pulang akhir pekan ini? Wae? Urusan apa? Aku segera menekan tombol hijau untuk meneleponnya namun sial tidak bisa tersambung.

 

“Shiro!”gerutuku kesal.

 

“Wae?”tanya Sungmin hyung yang tiba-tiba sudah ada disampingku, aku menatapnya dengan wajah kesal.

 

“Bukankah dia sudah menghubungimu..tadi kau senyum-senyum..kenapa wajahmu berubah secepat itu…”kata Sungmin hyung.

 

“Dia tidak akan pulang minggu ini dia bilang ada urusan..urusan apa?padahal dia sudah janji untuk menonton konser kita…”ucapku kesal.

 

Sungmin hyung menepuk bahuku perlahan.

 

“Mungkin dia memang sedang banyak urusan disana,,setidaknya dia mengabarimu Kyu..tidak ada yang terjadi seperti pikiranmukan…”ucap sungmin hyung.

 

Ya benar apa yang dia katakan, setidaknya dia mengabariku, aku memang tidak berharap dia akan menonton kami seperti yang dia bilang dia snagat tidak suka ada dtengah-tengah orang-orang yang meneriakan namaku, aku mendesah pelan dan mengangguk, ya sudahlah kalau tidak di Seoul masih ada di tempat lainkan dia bisa menontonku, tapi ada urusan apa ya?

 

Yong Soon POV

 

“Eomma..aku akan pulang besok…”kataku saat sedang makan siang di rumah, eommaku langsung kaget mendengarnya.

 

“Yongie..kau masih sakit..bukankah kau harus check up selama seminggu dulu…”kata ibuku.

 

Aku menggeleng.

 

“Aku baik-baik saja..tidak ada yang aneh dengan tubuhku..aku sudah sehat…”kataku lagi dengan wajah yakin.

 

Ibuku hanya mendesah pelan.

 

“Minta ijin ayahmu dulu”kata ibuku lagi, aku tersenyum senang, aku akan bicara dengan ayah dan aku yakin ayah akan mengijinkan aku pulang, aku tidak mau melanggar janjiku pada Kyuhyun makanya aku memutuskan untuk pulang, toh kepalaku sudah tidak pusing lagi dan kata dokter aku sudah baik-baik saja.

 

Malam harinya, aku masu ke ruangan ayahku, dia sedang bekerja, aku menghampirinya.

 

“Kau belum tidur sayang?”tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop di hadapannya.

 

“Belum..ayah…”panggilku.

 

Ayahku hanya menggumam.

 

“Aku akan pulang besok”kataku.

 

Ayah langsung mengalihkan pandangannya dari laptop dan menatapku.

 

“Tidak..kau masih sakit”jawab ayahku tegas, mwo? Tidak biasa ayah seperti ini, ayah kembali menatap laptopnya, kalau sudah seperti ini ayah benar-benar tidak akan mengijinkanku pulang.

 

“Appa..aku tidak mau membuat Kyu cemas…aku sudah janji untuk menonton konsernya dan aku sudah tidak menepati janjiku…”aku memberi alasan agar aku dibolehkan pulang.

 

“kau tidak mau Membuat Kyu cemas karena tidak bisa pulang padahal kau sudah membuatnya cemas karena tidak mengabarinya…”kata-kata ayahku sangat tepat, aku terdiam, aku tahu seharusnya aku mengabarinya tentang kondisiku tapi aku tidak mau dia menjadi cemas, dia sudah cukup sibuk dengan persiapan konsernya masa harus ditambah sibuk dengan memikirkanku. Aku yakin dia pasti menganggap aku baik-baik saja disini.

 

“Yongie…aku tahu kau sudah menikah dan hal ini bukan urusanku tapi…apa kalian sedang bertengkar?”tanya ayahku.

 

“Tidak”jawabku cepat menatapnya yang juga menatapku.

 

“i will go home tomorrow dad”lanjutku kemudian segera keluar dari ruangan ayahku, kalau memang ini urusanku berarti aku tidak perlu meminta ijin untuk pulang ke Seoul, ini urusanku kan? dan aku ingin pulang karena aku ingin menepati janjiku.

 

**

 

Baru keluar dari bandara handphoneku sudah bergetar, aku merogoh saku jaketku mengambil benda putih itu, aku menatap layarnya sekilas, appa. Aku menghela nafas perlahan sebelum mengangkatnya, apa ayah akan memarahiku karena pulang tanpa ijin darinya, dia bilang aku sudah menikah ini urusanku jadiaku tidak perlu minta ijin kan?

 

“Kau dijemput Kyu?”tanya ayahku diseberang sana.

 

“Tidak”jawabku singkat.

 

“Mwo? Kau tidak bilang padanya kalau kau sudah pulang, hah? Yongie,..apa yang terjadi dengan kalian?!”suara ayahku agak meningggi, aku mendesah pelan.

 

“Tidak ada..aku hanya tidak ingin merepotkannya”jawabku.

 

“Yongie-ya..dia suamimu..terlepas hal itu akan merepotkan dia karena dia sedang sibuk atau tidak tapi menurutku dia akan menjemputmu jika kau bilang…aku tahu Kyu bukan orang yang tidak peduli apalagi padamu..kau bahkan tidak memberitahunya soal kecelakaan itu…dia suamimu Yongie..kau harus menceritakan semuanya…”

 

Aku tahu, aku tahu, aku hanya tidak ingin merepotkannya, kalau aku bisa sendiri kenapa aku harus minta tolong, aku juga akan cerita tentang kecelakaan itu kok.

 

“Arasso..appa…aku akan menceritakan semuanya padanya”ucapku kemudian segera memutus sambungan telepon, jinjja apa memang semuanya harus aku ceritakan, aku kan hanya tidak mau membuatnya cemas dan juga merepotkannya, aku bukan tipe gadis yang menyusahkan, selama aku bsia sendiri aku akan sendiri.

 

Kyu POV

 

Kami baru saja selesai latihan ketika aku melihat Yeon Ji dan Rae Bin masuk ke dalam ruang latihan dan menghampiri kami smabil membawa makanan.

 

“Kyu..Yong Soon sudah pulang ya…aku mau ke tempatnya besok…”ucap Yeon Ji padaku sambil berlalu saja,apa yang dia katakan tadi, Yongie sudah pulang? Kenapa dia tidak memberitahuku malah Yeon Ji, aku kan suaminya, ishh gadis itu.

 

Aku segera bangkit dari dudukku dan keluar ruangan.

 

“Kyu!”teriak Teukie hyung dari dalam, aku tidak peduli aku harus menemui gadis itu dulu, aku sangat merindukannya, snagat, seminggu tidak melihatnya mmebuatku frustasi ditambah aku tidak bisa menghubunginya disana, aku sedikit kesal karena itu tapi sekarang tidak penting, yang penting dia sudah pulang. Dia tidak menonton konser kemarin tida apa-apa yang penting dia pulang hari ini.

 

Aku menunggu angka di lift bergerak, aku ingin segera sampai ke apartemenku, begitu lift berhenti di lantai tempat apartemenku aku segera keluar dari lift dan berjalan cepat menuju apartemenku, kumasukan password apartemenku dengan terburu-buru dan kemudian masuk mencarinya.

 

“Yongie!”panggilku, aku segera mencarinya di kamarnya dan benar saja dia disana, aku tersenyum sendiri melihatnya yang sedang menaruh bajunya di lemari.

 

“Kyu..”ucapnya, sudah lama sekali aku tidak mendengarnya memanggilku, jinjja aku benar-benar sangat merindunkannya, aku segera menghampirinya dan memeluknya.

 

“Bogophasso”ucapku sambil memeluknya dengan erat.

 

“Jinjja”lanjutku.

 

Dia melingkarkan tangannya dipinggangku, membalas pelukanku.

 

“Nado…mianhe aku tidak bisa datang”katanya.

 

“Ne gwenchana..yang penting kau sudah pulang…hah neomu bogophasso Yongie…”ucapku lagi sambil semakin memeluknya dengan erat.

 

“Kau tau pikiranku selalu jelek tentangmu..perasaanku juga tidak enak..aku takut terjadi sesuatu padamu karena kau sama sekali tidak menghubungiku…nah,,aku mau marah padamu karena itu dan juga karena tidak mengabariku kalau kau mau pulang..aku kan bisa menjemputmu…tapi untuk saat ini aku tidak akan memarahimu dulu…aku sangat merindukanmu…sangat…”kataku panjang lebar dan mencium puncak kepalanya.

 

“Mian..”dia kembali berbicara, dasar gadis ini.

 

Aku melepaskan pelukanku dan menatapa wajahnya dengan seksama, sudah seminggu tidak melihatnya, aku benar-benar merindukannya terutama saat menatap wajahnya seperti ini.

 

“Bogoshippo..”ucapku.

 

“Nado…”dia tersenyum. Aku menyentuh wajahnya perlahan tiba-tiba aku melihat sesuatu di keningnya, seperti sebuah luka, sepertinya dia tidak memiliki luka disitu? Atau aku baru sadar.

 

“Kau sudah makan?”tanyanya padaku.

 

Aku tersadar dari pikiranku dan menatapnya lagi.

 

“Belum..”

 

“Kajja..akan aku masakan sesuatu…”ucapnya kemudian berjalan lebih dahulu, aku mengikutinya di belakang sambil masih memikirkan hal tadi, hei kenapa aku jadi berpikiran aneh-aneh ya? Ah tidak, dia baik-baik saja.

 

**

 

“Kau masih ada latihan lagi?”tanyanya ketika aku baru selesai menghabiskan makan siangku. Aku mengangguk.

 

“Ya!Kyu kau kesini disaat kau masih ada latihan lagi”serunya.

 

“kan sudah kubilang..aku merindukanmu..tidak peduli meski ada latihan atau konser sekalipun aku akan menemuimu…kau itu nomor satu untukku Yongie sayang bukan pekerjaanku…”kataku.

 

“Jinjja..bukannya PSPmu yang pertama, hah?”katanya lagi.

 

“Ehmmm untuk saat ini karena aku sangat-sangat merindukanmu..kau yang pertama…”jawabku sambil tersenyum jahil padanya yang sedang mencuci tangannya di wastafel sementara aku masih duduk di meja makan.

 

“Babo..”katanya, aku terkekeh pelan.

 

“Sudah sana kembali latihan..aku yakin Teukie Oppa sudah ingin membunuhmu saat ini..dongsaeng yang tidak bisa diatur…”katanya, aku kembali terkekeh pelan kemudian berdiri dari dudukku dan menghampirinya.

 

“Poppo..”pintaku sambil menunjuk bibirku.

 

“mwo? Shiro!”serunya.

 

“Kalau begitu aku tidak akan pergi dan aku akan bilang pada Teukie hyung..Yongie begitu merindukanku sehingga tidak mau kutinggalkan..otte?”kataku sambil menunjukan smirkku.

 

Dia mendesah pelan kemudian mendekatkan tubuhnya padaku, aku memejamkan mataku namun bukan bibirku yang dicium melainkan pipiku. Dasar gadis itu!

 

“Sudah..sana pergi!”usirnya padaku, aku mendesah pelan kemudian berbalik namun langkahku kembali berhenti.

 

“Tunggu aku pulang..jangan tidur dulu”ingatku padanya, aku masih merindukannya dan aku ingin menghabiskan waktuku bersamanya melepas rinduku.

 

Author POV

 

Kyuhyun terlihat senang sekali hari ini karena Yong Soon sudah pulang, selesai latihan  dia sengaja membeli es krim untuk dia makan bersama Yong Soon, begitu sampai di aprtemennya , Kyuhyun sudah tidak sabar untuk bertemu dengan gadisnya itu.

 

“Yongie”panggil Kyuhyun ketika dia masuk ke dalam apartemennya.

 

Tidak ada yang membalas panggilannya, kemana gadis itu? Pikir Kyuhyun, dia mulai masuk ke dalam dan mencari gadisnya itu, dia ke ruang makan namun tidak ada juga lalu dia beranjak ke kamar Yong Soon yang sedikit terbuka, dia mmebukanya perlahan dan terlihatlah Yong Soon yang sedang tertidur. Kyuhyun mendesah pelan, padahal diakan sudah bilang untuk menunggu, kenpa gadis ini malah tidur.

 

Kyuhyun berjalan menghampiri Yong Soon yang berbaring di atas tempat tidurnya, dia duduk di tepi tempat tidurnya, memperhatikan wajah Yong Soon, padahal dia masih ingin berbicara banyak dengan Yong Soon, sudah lama dia tidak berbicara dengan Yong Soon. Kyuhyun memperhatikan dengan seksama wajah Yong Soon. Yong Soon tidur dengan mengerutkan dahinya, Kyuhyun menyentuh dahi Yong Soon dengan telunjuknya dan tersenyum sekilas sebelum dia menyadari wajah Yong Soon terlihat pucat dan berkeringat dingin. Kyuhyun menyentuhkan seluruh tangannya pada dahi Yong Soon, tidak panas, gumam Kyuhyun dalam pikirannya, lalu tangannya menyentuh sebuah bekas luka yang sedikit tertutup poni Yong Soon, dia menyibakkan rambut Yong Soon dan melihat jelas ada sebuah bekas jahitan disana, mata Kyuhyun membulat, setahunya Yong Soon tidak punya bekas luka seperti ini dan ini tampak masih baru.

 

“Apa yang terjadi padanya disana?”gumam Kyuhyun, entah kenapa pikiran-pikiran buruknya muncul lagi.

 

Dengn segera dia mengambil handphonenya dan menekan nomor ayah Yong Soon, mungkin sebaiknya dia menghubungi ayah Yong Soon untuk bertanya.

 

“Kyuhyun-ah…waeyo? Yongie baik-baik saja kan?dia tidak mengeluh pusing lagi?” Tuan Choi langsung mengajukan pertanyaan berturut-turut begitu telepon tersambung, dia takut Kyuhyun menelepon karena terjadi sesuatu pada putrinya.

 

Kyuhyun semkin yakin ada sesuatu yang belum Yong Soon ceritakn tentang keadaanya.

 

“Ah…ye…dia baik-baik saja..”ucap Kyuhyun sedikit terbata-bata karena dia masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

 

“Kau belum tahu?”tanya Tuan Choi mengira bahwa Kyuhyun sepertinya belum tahu dari cara menjawabnya tadi. Kyuhyun tidak menjwab, dia mendengar Tuan Choi menghela nafasnya perlahan.

 

“Padahal dia sudah berjanji untuk cerita padamu..seharusnya aku memang memberitahumu dari awal..kenapa dia jadi seperti itu…”keluh Tuan Choi.

 

“Aboji..sebenarnya Yongie kenapa?”tanya Kyuhyun.

 

Tuan Choi tidak habis pikir dengan sikap Yongie, kenapa dia tidak mau memberitahu suaminya sendiri, akhirnya Tuan Choi mulai menceritakan kecelakaan itu. Kyuhyun mendengarnya dengan seksama, dia tidak tahu apa yang dia rasakan sekarang mendengar cerita itu, gadisnya itu hampir meninggalkannya selamanya dan dia sama sekali tidak memberitahu Kyuhyun. Kyuhyun hanya terdiam mendengar Tun Choi terus berbicara, tangannya dia kepalkan kuat-kuat, ada rasa marah yang muncul juga ada rasa sedih, kenapa Yong Soon tidak mau memberitahunya, sekarang dia adalah suaminya bukankh sudah seharusnya dia cerita semua pada Kyuhyun, Yong Soon adalah tanggung jawab Kyuhyun sekarang.

 

“Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi antara kalian…aku tidak bisa ikut campur..itu aalah urusan kalian tapi…aku juga tidak suka dengan sikap Yongie yang seperti ini…”Ucap Tuan Choi lgi.

 

Kyuhyun tidak memberikan tanggapan apapun, bahkn smapai Tuan Choi menutup teleponnya, dia tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini, marah, kesal, juga sedih. Dia tidak mengerti dengan sikap Yong Soon.

 

Kyuhyun kembali ke dalam kamar dan duduk di tepi tempat tidur Yong Soon mengusap kepala Yong Soon yang tidur membelakanginya. Dia tidak bisa membayangkan dia hampir kehilangan gadisnya ini.

“Wae?”lirihnya sambil masih mengusap kepala Yong Soon.

 

Yong Soon sebenarnya tidak tidur dan mendengar perkataan Kyuhyun, dia tidak mengerti kenapa Kyuhyun bertanya seperti itu.

 

“Aku hampir kehilanganmu dan kau tidak mengatakannya padamu…wae Yongie? Kenapa kau selalu merasa bisa mengatasinya sendiri…kenapa kau selalu terlihat ingin sendiri? Ada aku Yongie…aku menikah denganmu bukan hanya karena aku mencintaimu tapi aku juga ingin bisa mengetahui dirimu lebih dalam lagi..aku ingin tahu segalanya tentangmu..aku ingin menjadi bagian hidupmu..aku ingin selalu ada dimanapun kau berada…tapi kenapa kau lebih memilih sendiri…”

 

Yong Soon terdiam, dia mulai mencerna kata-kata Kyuhyun sedikit demi sedikit, apa Kyuhyun sudah tahu?

 

“Bisakah kau mulai berhenti seakan-akan kau bisa melakukan segalanya sendiri? Bisakah kau mulai meminta tolong padaku? Bisakah kau mulai mengatakan kalau kau sedih, kau senang, kau kesal padaku?”

 

Yong Soon kembali hanya diam, dia tidak tahu harus berkata apa, apa yang Kyuhyun ktakan benar, dia tidak benr-benar pernah terbuka pada Kyuhyun.

 

“Kenapa aku tidak pernah tahu sendiri apa yang terjadi padamu tapi selalu dari orang lain?memangnya siapa suamimu…”lanjut Kyuhyun.

 

“Aku ingin tahu sendiri apapun yang terjadi padamu…”

 

Kyuhyun mendektkn tubuhnya pada Yong Soon, Yong Soon kembali memejamkan matanya agar Kyuhyun tidak tahu dia tidak tidur, dengan perlahan Kyuhyun mencium kening Yong Soon.

 

“Jeongmal saranghae Yongie…”ucap Kyuhyun.

 

Selanjutnya Yong Soon mendengar langkah Kyuhyun keluar kamarnya dan menutup pintunya, Yong Soon terpaku mendengar kata-kata Kyuhyun, tangannya menyentuh dahinya yang dicium Kyuhyun, dia merasakan sesuatu yang basah disana, apa Kyuhyun menangis? Yong Soon membultkn matanya kaget.

 

“maldo andwe..”lirih Yong Soon.

 

Yong Soon POV

 

Aku membuka mataku perlahan, aku tidak benar-benar tidur semalam. Pagi ini pasti akan sangat aneh, aku yakin itu. Aku masuk ke kamar mandi mencuci mukaku sekilas lalu keluar kamar mandi, aku akan menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun namun saat aku sampai di dapur Kyuhyun sudah ada disini, dia membelakangiku namun sedetik kemudian dia berbalik mungkin menyadari keberadaanku.

 

Aku menudukan wajahku berusaha untuk tidak bertatapan dengan matanya, aku pasti akan semakin merasa bersalah jika menatap mata itu, aku duduk di meja makan dengan tetap menunduk. Aku siap apapun yang akan dia katakan, dia mau memrahiku atau apapun aku siap. Aku mendengar langkahnya mendekat.

 

“Makanlah dan jangan lupa minum obat…”ucapnya sambil meletakkan sepiring roti dihadapannya.

 

Aku masih lebih memilih untuk menunduk, aku siap mendengar kata-kata selanjutnya yang akan dia ucapkan. Aku mendengarnya menghela nafas perlahan.

 

“Bagaimana agar aku bisa tahu semua tentangmu bukan dari orang lain”ucapnya, aku kembali diam, aku tidak tahu harus menjwab apa, apa memang baginya selama ini aku tidak pernah terbuka?

 

“Aku takut kehilanganmu..”lanjutnya.

 

“Mian..”hanya itu kata-kata yang bisa aku ucapkan, aku merasakannya melangkah pergi, kuhembuskan nafasku perlahan, apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa dia akan mendiamkanku?

 

Kyu POV

 

Aku tidak tahu harus bersikap bagaimana padanya, dia juga seperti itu. Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi? Aku mengacak-acak rambutku frustasi saat kami sedang istirahat latihan.

 

“Kyuhyun-ah..kenapa kau diam sejak tadi? Bukankah Yong Soon sudah pulang..”Sungmin hyung menghampiriku, aku mendongak dan mengangguk.

 

“Gwenchana hyung..”kataku kemudian berdiri dari dudukku dan berkumpul dengan hyungdeulku yang lain.

 

**

 

Apa yang akan aku katakan pdanya mulai sekrang? Aku berdiri beberapa saat di depan pintu apartemenku, apa sebaiknya aku menginap diatas saja, tidak, kenapa aku jadi seperti ini? Ini hanya masalah kecil, kenapa harus menghindar bukankah semuanya bisa dibicarakan baik-baik, ya kalau dia tidak mau bicara duluan aku yang akan mengajaknya bicara duluan.

 

Aku masuk dengan perlahan, aku melihatnya baru keluar dari kamarnya, kucoba untuk tersenyum padanya, dia sedikit canggung membalas senyumku,

 

“Bagaimana keadaanmu hari ini?”tanyaku dengan tenang, seakan-akan aku tidak marah padanya, apa aku marah padanya? Entahlah.

 

Aku berjalan melewatinya menuju dapur untuk mengambil minum.

 

“Mianhe..jeongmal mianhe…”ucapnya, aku berhenti dan berjalan menghampirinya dengan biasa.

 

“Ne..gwenchana..kau baik-baik saja..itu sudah cukup”kataku sambil berusaha tersenyum.

 

“Tidak…”ucapnya singkat sambil menatap mataku.

 

“Kau marah padaku”bukan pertanyaan tapi pernyataan.

 

Aku mengacak-acak rambutnya perlahan.

 

“Tidak..aku tidak marah padamu..seperti yang aku bilang..aku tahu kau baik-baik saja itu cukup”kataku lagi.

 

Tiba-tiba dia memelukku.

 

“Mianhe…aku tahu selama ini aku tidak pernah terbuka padamu..aku lebih memilih sendiri padahal aku memilikimu…aku hanya belum terbiasa bahwa aku sudah memiliki seseorang tempatku berbagi..”ucapnya dengan terus memelukku, aku membalas pelukannya.

 

“Arasso…aku pun belum benar-benar bisa menjadi tempatmu berbagi..mian…”kataku smbil mengelus punggungnya perlahan.

 

Kami masih dalam posisi saling memeluk selama beberapa saat, tidak ada yang berbicara, menikmati keheningan ini dengn saling memeluk.

 

“Yongie-ya..maukah kau berjanji satu hal padaku”kataku setelah kami sekian lama terdiam, tanganku masih memeluknya dengan erat.

 

“Wae?”tanyanya.

 

“Maukah kau mulai saat ini untuk selalu mengatakan apapun yang terjadi padamu..menjadikanku tempatmu berbagi…”lanjutku.

 

Dia melepas pelukanku dan mata coklatnya itu menatap tepat mataku. Dia mengangguk perlahan.

 

“Aku janji”lirihnya, aku tersenyum sebelum kembali menariknya ke dalam pelukanku.

 

“Aku selalu suka melihat ekspresimu yang tadi..kau sangat manis…”kataku sambil tertawa pelan.

 

“Jinjja?”tanyanya, aku melepaskan pelukanku.

 

“Ne..tapi kau lebih manis lagi saat…”aku memotong ucapanku dan mendektkan wajahku padanya dia mundur sedikit namun aku menahan pinggangnya.

 

“Wajahmu memerah saat aku menciummu”lanjutku kemudian menyentuhkan bibirku pada bibirnya perlahan.

Advertisements

8 thoughts on “FF: To Know You Part 2(KyuSoon Couple)

  1. Omo! Aish jinjja daebak!
    Kata2 kyu sewaktu dia mengetahui kecelakaan yongie dr appa yongie tuh ngena bgt. Sedinya berasa, cemasnya, takutnya. Ah.. Jeongmal.. Daebak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s